Journal for Quality in Women's Health Vol. 4 No. 2 September 2021 | pp. 210 Ae 216 p-ISSN: 2615-6660 | e-ISSN: 2615-6644 DOI: 10. 30994/jqwh. Pengetahuan dan Dukungan Suami Terhadap Minat Ibu Menggunakan KB IUD Pasca Placenta di Puskesmas Kabuh Kabupaten Jombang Endra Widiyanto*. Alfiyah Ulfah. Byba Melda Suhita Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia. Indonesia Corresponding author: Endra Widiyanto . ndrastrada@gmail. Received: June 12 2021. Accepted: July 26 2021. Published: September 1 2021 ABSTRAK KB IUD Pasca Placenta adalah alat kontrasepsi dalam rahim yang dipasang dalam rahim (AKDR) atau IUD pasca placenta. IUD (Intra Uterin Devic. merupakan alat kontrasepsi terbuat dari plastik yang fleksibel dipasang dalam rahim (BKKBN, 2. Berdasarkan data BKKBN pemakaian IUD di Indonesia cenderung menurun, yaitu 7,4% tahun 2003 dan mengalami penurunan tahun 2009 yaitu 4,5%. Sempat mengalami sedikit kenaikan menjadi 4,9% pada tahun 2009, namun turun lagi menjadi 4,7% pada tahun 2013. Selain itu berdasarkan data sementara yang diperoleh di Kabupaten Jombang pada tahun 2019 pencapaian akseptor baru semua metode 9,13 % dari target 10 %. Pencapaian akseptor KB pasca Placenta 16,05% dari target 60 %. Beberapa hal yang memengaruhi minat ibu menggunakan KB IUD pasca placenta tersebut karena pengetahuan ibu tentang KB tersebut dan dukungan suami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh antara pengetahuan dan dukungan suami terhadap minat ibu menggunakan KB IUD pasca placenta di Puskesmas Kabuh Kabupaten Jombang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif dengan jumlah subjek 50 responden. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner pengetahuan, kuesioner dukungan suami, kuesioner minat ibu. Analisa data dilakukan dengan menggunakan uji regresi logistik dalam IBM SPSS 16 for Windows. Hasil analisis menunjukkan signifikansi variabel pengetahuan sebesar 0. 999 dan variabel dukungan suami sebesar 1. 000 sehingga dapat disimpulkan tidak adanya pengaruh antara pengetahuan dan dukungan suami terhadap minat ibu dalam menggunakan KB IUD pasca placenta di Puskesmas Kabuh Kabupaten Jombang. Kata Kunci: Dukungan Suami. IUD. Minat Ibu. Pasca Placenta. Pengetahuan This is an open-acces article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International License. PENDAHULUAN Berdasarkan data WHO laju pertumbuhan penduduk dunia semakin meningkat. Perserikatan Bangsa- Bangsa memprediksi tahun 2030 penduduk dunia mencapai 8,5 milyar dan tahun 2050 jumlah tersebut mencapai 10,6 milyar (Effendi, 2. Menurut World Population data 2015 Indonesia merupakan Negara ke 5 terbanyak didunia dengan jumlah penduduk 255 juta. Diantara Negara ASEAN. Indonesia merupakan penduduk terbanyak dari Website: http://jqwh. org | Email: publikasistrada@gmail. Pengetahuan dan Dukungan Suami TerhadapA. 9 Negara. Berdasarkan hasil pencapaian Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) tahun 2018 menunjukkan 5 sasaran strategis baru 2 yang mencapai target yakni Penurunan angka putus pakai (DO) dengan capaian 25 % dari target 25% . apaian 100%). serta peningkatan penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dengan capaian 23,1 % dari target 22,3% ( capaian 103,6 %). Tiga sasaran strategis yang belum dapat memenuhi target yaitu Penurunan angka kelahiran total (TFR) dengan capaian 2,38% per WUS usia 15-49 tahun dari target 2,31% . apaian 97,1%). Penggunaan Kontrasepsi Modern . CPR) dengan capaian 57% dari target 61,1%. Penurunan unmet need dengan capaian 12,4% dari target 10,14 %. Berdasarkan data BKKBN . 3, dalam Fitriana, 2. pemakaian IUD di Indonesia cenderung menurun, yaitu 7,4% tahun 2003 dan mengalami penurunan tahun 2009 yaitu 4,5%. Sempat mengalami sedikit kenaikan menjadi 4,9% pada tahun 2009, namun turun lagi menjadi 4,7% pada tahun 2013. Selain itu berdasarkan data sementara yang diperoleh di Kabupaten Jombang pada tahun 2019 pencapaian akseptor baru semua metode 9,13 % dari target 10 %. Pencapaian akseptor KB pasca Placenta 16,05% dari target 60 %. Berdasarkan data yang diperoleh di puskesmas kabuh selama tiga tahun terakhir, pencapaiannya akseptor KB adalah sebagai berikut: Tabel 1. Pencapaian Akseptor KB Puskesmas Kabuh Akseptor IUD Pasca Akseptor KB Semua Metode Placenta Tahun Target Capaian Target Capaian 4,79% 9,04% 12,23% 7,61% 25,72% Melihat data diatas dapat disimpulkan bahwa target pencapaian akseptor KB khususnya KB IUD pasca placenta belum memenuhi target selama tiga tahun terakhir. Menurut Fuadah & Kumalasari . kelebihan penggunaan IUD pasca plasenta yaitu efektivitas sama dengan steril, pemasangan relatif tidak sakit, darah yang keluar akibat pemasangan IUD tersamar dengan lokia, tidak mempengaruhi produksi ASI, motivasi KB masih tinggi. Sedangkan kelemahannya menurut Fuadah & Kumalasari . yaitu angka ekspulsi masih tinggi. Sedangkan efek samping yang bisa terjadi pada pemasangan IUD yaitu gangguan menstruasi, nyeri pada waktu haid, kehamilan diluar kandungan,bisa terjadi infeksi panggul, ekpulsi, dan luka pada rahim. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Fatimah . tentang faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan AKDR yang dilakukan di Jakarta Timur bahwa, sebagian kecil pengetahuan yang baik . ,20%), dan setengahnya mendapat dukungan dari suami . ,0%). Menurut penelitian yang dilakukan Yati 2019 tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan minat ibu dalam pemilihan alat kontrasepsi IUD di kelurahan Sidodadi kecamatan Wonomulyo bahwa, sebagian besar mendapat dukungan suami . %), sebagian besar pengetahuan baik . %). Tercapainya keberhasilan program BKKBN dalam mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan keluarga berkualitas yaitu mencanangkan 2 anak cukup dengan program ber-KB. Namun saat ini keberhasilan masyarakat untuk ber-KB mengalami penurunan khususnya penggunaan KB IUD pasca plasenta, ini dikarenakan kurangnya pengetahuan ibu dan suami tentang KB IUD pasca plasenta, kurangnya dukungan dari suami untuk ibu memilih KB IUD pasca plasenta, kurangnya minat ibu untuk memilih dan menggunakan KB IUD pasca plasenta (Fatimah, 2. KB IUD Pasca Placenta adalah alat kontrasepsi dalam rahim yang dipasang dalam rahim (AKDR) atau IUD pasca placenta. Journal for Quality in Women's Health Pengetahuan dan Dukungan Suami TerhadapA. yakni pemasangan dalam 10 menit pertama sampai 48 jam setelah plasenta lahir . tau sebelum penjaitan uterus /rahim pada pasca persalinan dan pasca keguguran di fasilitas kesehatan (BKKBN, 2. Kontrasepsi yaitu pencegahan terbuahinya sel telur oleh sperma . atau pencegahan menempelnya sel telur yang dibuahi ke dinding rahim. Kontrasepsi adalah upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan (Mulyani & Mega, 2. KB IUD Pasca Placenta adalah alat kontrasepsi dalam rahim yang dipasang dalam rahim (AKDR) atau IUD pasca placenta, yakni pemasangan dalam 10 menit pertama sampai 48 jam setelah plasenta lahir . tau sebelum penjaitan uterus /rahim pada pasca persalinan dan pasca keguguran di fasilitas kesehatan (BKKBN, 2. Menurut BKKBN . IUD (Intra Uterin Devic. merupakan alat kontrasepsi terbuat dari plastik yang fleksibel dipasang dalam rahim. Kontrasepsi yang paling ideal untuk ibu pasca persalinan dan menyusui adalah tidak menekan produksi ASI yakni Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR). Banjarnahor . menyatakan IUD adalah suatu alat kontrasepsi yang dimasukkan ke dalam rahim terbuat dari plastik halus (Polyethele. untuk mencegah terjadinya konsepsi atau kehamilan. Pengetahuan adalah segala sesuatu yang kita ketahui. Kita dapat mengetahui sesuatu berdasarkan pengalaman yang kita miliki. Selain pengalaman, kita juga bisa tahu karena diberi tahu oleh orang lain (Affandi, 2. Pengetahuan adalah segala sesuatu yang telah dikenali atau diketahui dan kesimpulan yang ditarik dari hal-hal yang dikenali oleh manusia (Setyosari, 2. Dukungan adalah derajat dukungan yang diberikan kepada individu khususnya sewaktu dibutuhkan oleh orang-orang yang memiliki hubungan emosional yang dekat dengan orang tersebut (AsAoari,2. Azwar . dan Djaali . mengemukakan bahwa minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas. Memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan tanpa ada yang menyuruh. Seseorang yang mempunyai minat pada suatu obyek, dia akan tertarik terhadap obyek tersebut (Riwikdido, 2. Menurut Slameto . minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa Kegiatan yang diminati dan diperhatikan terus menerus dengan disertai rasa senang dan diperoleh rasa kepuasan. Minat merupkan rasa ketertarikan, perhatian, keinginan lebih yang dimiliki seseorang terhadap suatu hal, tanpa ada dorongan. Minat tersebut akan menetap dan berkembang pada dirinya untuk memperoleh dukungan dari lingkungannya yang berupa pengalaman (Darmawan , 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh antara pengetahuan dan dukungan suami terhadap minat ibu menggunakan KB IUD pasca placenta di Puskesmas Kabuh Kabupaten Jombang. BAHAN DAN METODE Tipe penelitian ini merupakan cross sectional dengan metode kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Kabuh Kabupaten Jombang. Proses penelitian berlangsung mulai dari bulan Maret 2020 hingga Bulan Juni 2020. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester i dengan kunjungan K4 di Puskesmas Kabuh Kabupaten Jombang Bulan Maret s/d juni 2020. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester i dengan kunjungan K4 di Puskesmas Kabuh Kabupaten Jombang. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode kuesioner. Peneliti dibantu oleh Bidan KIA dan Bidan Desa dalam melakukan proses pengambilan data. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik non probability sampling dengan teknik accidental sampling. Responden dalam penelitian ini sebanyak 50 orang ibu hamil trimester i kunjungan K4. Variabel independen (X) dalam penelitian ini ada dua yaitu X1 pengetahun dan X2 dukungan suami. Sementara variabel Journal for Quality in Women's Health Pengetahuan dan Dukungan Suami TerhadapA. dependen (Y) yaitu minat ibu menggunakan KB IUD pasca placenta. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner pengetahuan (Hidayat, 2. , kuesioner dukungan suami (Sinaga, 2. , kuesioner minat ibu (Suparyanto, 2. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan uji regresi logistik dengan bantuan IBM SPSS 16 for Windows. HASIL Penjelasan Variabel Umum Responden penelitian ini adalah ibu hamil trimester IV di Puskesmas Kabuh. Kabupaten Jombang. Setelah melakukan proses pengumpulan data menggunakan kuesioner, jumlah responden yang diperoleh sebanyak 50 responden. Berikut ini penggolongan responden berdasarkan data demografis yang diperoleh: Tabel 2. Variabel Umum Karakteristik Rentang Jumlah Prosentase < 20 Tahun 20-35 Tahun Umur > 35 Tahun Total SMP Pendidikan Terakhir SMA Perguruan Tinggi Total Ibu Rumah Tangga Pekerjaan Swasta Total Belum Punya Anak Jumlah Anak Total Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui jumlah dan prosentase subjek berdasarkan umur, pendidikan terakhir, pekerjaan, dan jumlah anak. Jika dilihat dari umur paling banyak didominasi oleh responden dengan usia diantara 20 sampai 35 tahun dengan prosentase 88%. Sedangkan usia kurang dari 20 tahun dan lebih dari 35 tahun masing masing yaitu sebesar 8% dan 4%. Kemudian jika dilihatt dari pendidikan terakhir didominasi oleh lulusan SMA dengan prosentase sebesar 70%, disusul lulusan SMP sebesar 24%, lulusan perguruan tinggi sebesar 4%, dan lulusan SD sebesar 2%. Selanjutnya jika dilihat dari pekerjaan didominasi oleh ibu rumah tangga sebesar 96% dan pegawai swasta sebesar 4%. Jika dilihat dari jumlah anak yang dimiliki didominasi oleh responden yang memiliki satu anak dan respoden yang belum mempunyai anak, masing-masing sebesar 40% dan 38%. Sementara responden yang memiliki dua anak dengan prosentase sebesar 20% dan yang mempunyai tiga anak sebesar Journal for Quality in Women's Health Pengetahuan dan Dukungan Suami TerhadapA. Penjelasan Variabel Khusus Berikut ini merupakan hasil analisis terhadap variabel khusus. Kategori Baik Buruk Total Tabel 3. Variabel X1: Pengetahuan Frekuensi Prosentase Tabel diatas menunjukkan hasil analisis terhadap variabel independen (X. yaitu Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa responden memiliki pengetahuan tentang KB IUD pasca placenta dengan baik sebesar 96%, sementara yang pengetahuan tentang KB IUD pasca placentanya buruk sebesar 4%. Tabel 4. Variabel X2: Dukungan Suami Kategori Frekuensi Prosentase Mendukung Tidak Mendukung Total Tabel diatas menunjukkan hasil analisis terhadap variabel independen (X. yaitu dukungan suami. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa 98% responden mendapatkan dukungan dari suami untuk menggunakan KB IUD pasca placenta. Tabel 5. Variabel Y: Minat Ibu menggunakan KB IUD pasca placenta Kategori Frekuensi Prosentase Rendah Sedang Tinggi Total Tabel diatas menunjukkan hasil analisis terhadap variabel dependen (Y) yaitu minat Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki minat yang tinggi untuk menggunakan KB IUD pasca placenta yang dibuktikan dengan prosentase sebanyak Sementara yang tingkat minatnya sedang dan rendah prosentasenya masing-masing yaitu 6% dan 2%. Paparan Hasil Analisis Berikut ini merupakan hasil uji analisis regresi logistik antara variabel pengetahuan dan dukungan suami dengan variabel minat ibu dalam menggunakan KB IUD pasca placenta. Pengetahuan . Step DukunganSuami . Constant Tabel 6. Hasil uji regresi logistik Wald Sig. Exp(B) Dari hasil analisis uji regresi logistik yang telah dilakukan menunjukkan nilai signifikansi kedua variabel independen yaitu variabel pengetahuan (X. 999 dan Journal for Quality in Women's Health Pengetahuan dan Dukungan Suami TerhadapA. variabel dukungan suami (X. Nilai signifikansi tersebut lebih dari 0. 05 yang berarti tidak adanya pengaruh antara variabel pengetahuan dan dukungan suami terhadap variabel minat ibu dalam menggunakan KB IUD pasca placenta. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisis uji regresi logistik yang telah dilaksanakan menunjukkan hasil bahwa tidak adanya pengaruh antara pengetahuan dan dukungan suami terhadap minat ibu dalam menggunakan KB IUD pasca placenta. Hal tersebut dapat dikarenakan sebagian besar tingkat pengetahuan yang dimiliki oleh responden pada taraf yang cukup. Meskipun responden mengetahui berbagai hal mengenai alat kontrasepsi baik dari segi positif dan negatif, akan tetapi mayoritas dari mereka memilih alat kontrasepsi terlebih dahulu melakukan konseling kepada bidan atau tenaga kesehatan yang ada di puskesmas, puskesmas pembantu, dan rumah sakit untuk mendapatkan informasi tentang alat kontrasepsi yang cocok dengan dirinya (Sari. Abidin, & Ningsih, 2. Sehingga pengetahuan tidak mempunyai pengaruh terhadap minat ibu dalam memilih untuk menggunakan alat kontrasepsi IUD. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Sari. Abidin, & Ningsih . dan juga penelitian yang dilakukan Fatimah . yang menunjukkan tidak adanya pengaruh pengetahuan terhadap minat ibu menggunakan alat kontrasepsi IUD. Hasil tersebut dapat disebabkan karena mayoritas responden memiliki pengetahuan yang baik terkait KB IUD sehingga mereka cenderung akan mempertimbangkan dan membandingkannya dengan alat kontrasepsi lainnya terkait keuntungan dan kelemahan dalam menggunakan alat kontrasepsi. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa variabel dukungan suami tidak memiliki pengaruh terhadap minat ibu dalam menggunakan KB IUD pasca placenta. Hasil penelitian ini menunjukkan hasil yang berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Sari. Abidin, & Ningsih . yang mengatakan bahwa dukungan suami yang kurang terhadap istri dapat memengaruhi minat istri untuk memakai KB IUD. Istri mengungkapkan bahwa ia tidak didampingi oleh suami saat berkonsultasi dengan pihak terkait seperti bidan saat konsultasi tentang alat kontrasepsi. Dengan informasi seperti itu menyebabkan suami kurang mendapatkan informasi terkait penggunaan alat kontrasepsi IUD sehingga tidak bisa meyakinkan istri untuk menggunakannya. Hasil dalam penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Mularsih. Munawaroh, & Elliana . yang mendapatkan hasil tidak adanya keterkaitan antara dukungan suami dengan pemilihan alat kontrasepsi AKDR oleh ibu. Dukungan suami merupakan sebuah faktor penguat saja bagi seorang ibu dalam menentukan pilihannya untuk menggunakan alat kontrasepsi. Keputusan untuk menggunakan alat kontrasepsi AKDR atau IUD tidak hanya dipengaruhi oleh faktor dukungan suami saja. Namun, masih terdapat faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini yang dapat memengaruhi minat ibu dalam menggunakan alat kontrasepsi IUD. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan dapat disimpulkan tidak adanya pengaruh antara pengetahuan dan dukungan suami terhadap minat ibu dalam menggunakan KB IUD pasca placenta. Hal tersebut dapat dikarenakan pengetahuan ibu yang cukup mengenai informasi penggunaan KB IUD dan suami yang mendukung istri dalam menggunakan KB IUD karena suami memiliki pengetahuan yang cukup baik terhadap alat kontrasepsi tersebut. Saran untuk petugas kesehatan baik bidan maupun perawat agar meningkatkan upaya konseling tentang KB IUD pasca placenta pada ibu hamil trimester i pada kunjungan K4. Kemudian bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menggunakan variabel independen Journal for Quality in Women's Health Pengetahuan dan Dukungan Suami TerhadapA. lainnya agar dapat memperkaya bahasan terhadap variabel minat ibu dalam menggunakan KB IUD pasca placenta. DAFTAR PUSTAKA