ANALISIS WACANA VAN DIJK PADA MEDIA SOSIAL TIKTOK: DAMPAK DAN POTENSI PENGGUNAAN BERKALA UNTUK KEBUTUHAN MEDIA Rangga Kari1 Universitas Negeri Medan. Medan. Indonesia ranggakari7@gmail. Oxana A. Simanungkalit2 Universitas Negeri Medan. Medan. Indonesia simanungkalitoxana@gmail. Mahran Hawari3 Universitas Negeri Medan. Medan. Indonesia mahran@gmail. Hanifah Handayani4 Universitas Negeri Medan. Medan. Indonesia hanihandayani12@gmail. Bintang Pratiwi5 Universitas Negeri Medan. Medan. Indonesia tiwi@gmail. Nova Andrian6 Universitas Negeri Medan. Medan. Indonesia nova22@gmail. ABSTRAK Penelitian ini menganalisis konten di platform TikTok menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) Teun A. van Dijk untuk memahami bagaimana bahasa, kekuasaan, dan ideologi direpresentasikan serta dampaknya terhadap audiens. Dengan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini menganalisis tiga konten utama yang membahas isu kesehatan dan pendidikan. Data dikumpulkan melalui observasi konten berdasarkan popularitas tagar yang relevan dan dianalisis melalui tiga dimensi AWK: teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa informal dan gaya khas anak muda dalam konten TikTok efektif menyampaikan pesan serius seperti bahaya konsumsi minuman manis, kritik terhadap sistem pendidikan, dan risiko gagal Strategi penyampaian, termasuk penggunaan statistik mencengangkan dan cerita pribadi yang relatable, mampu menarik perhatian audiens dan meningkatkan kesadaran mereka terhadap isu-isu tersebut. Dalam dimensi kognisi sosial, narasi membentuk 136 | P a g e skema baru terkait gaya hidup sehat dan kritik terhadap sistem pendidikan, sementara dalam konteks sosial, kreator memanfaatkan kekuasaan sebagai penyampai informasi untuk memengaruhi perilaku audiens. Penelitian ini mengungkap bahwa TikTok memiliki potensi besar sebagai media penyampaian pesan sosial yang efektif dan relevan dengan perubahan tren perolehan informasi masyarakat. Penelitian ini berkontribusi bagi media untuk lebih memperhatikan adaptasi strategi penyampaian informasi sesuai preferensi masyarakat di era digital, khususnya melalui platform berbasis video pendek. Kata Kunci: TikTok. Analisis Wacana Kritis. Ideologi. Pendidikan. Kualitatif PENDAHULUAN Hadirnya era digital telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan masyarakat, termasuk cara hidup, cara menilai sesuatu, hingga cara memperoleh informasi. Media sosial kini menggantikan media konvensional seperti televisi, radio, dan surat kabar. Penelitian Sofia . menyebutkan bahwa dominasi program hiburan dibandingkan program edukatif dan informatif menjadi salah satu penyebab menurunnya minat masyarakat dalam menonton televisi. TikTok, sebagai salah satu media sosial yang berkembang pesat, telah menjadi platform populer karena menyediakan beragam jenis konten, mulai dari hiburan, edukasi, hingga penyebaran informasi. Di sisi lain, media massa profesional mulai menggunakan TikTok sebagai kanal untuk menyampaikan berita. Namun, mereka menghadapi tantangan besar dalam mengadopsi platform ini secara Dibandingkan dengan akun yang menggunakan format penyampaian ringan dan kreatif, media profesional sering kali tertinggal dalam hal jumlah penonton, suka, komentar, maupun pembagian konten. Fenomena ini mencerminkan pergeseran pola konsumsi berita dari media tradisional yang formal ke media sosial yang lebih interaktif dan personal. Generasi muda, sebagai pengguna TikTok, preferensi terhadap berita yang relevan dengan minat mereka, menggunakan gaya bahasa santai, visual menarik, dan durasi yang singkat namun padat Media mengalami transformasi besar dalam cara mereka memproduksi dan menyampaikan informasi. Salah satu contoh perkembangan dalam redaksi digital adalah pemanfaatan video pendek untuk menyajikan berita (Nurazizah, 2. Selain itu. TikTok memiliki daya tarik yang kuat di kalangan generasi milenial dan Gen Z, yang dikenal dengan tingkat adopsi teknologi yang tinggi dan pola konsumsi media yang berbeda dibandingkan dengan generasi sebelumnya (Akbar et al. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana wacana dalam penyajian berita di TikTok dibangun untuk menarik perhatian audiens, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi daya tarik berita terhadap generasi muda, dan mengeksplorasi dampak pendekatan kreator berita di TikTok terhadap pola konsumsi Dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis oleh Teun A. van Dijk, penelitian ini akan mengkaji struktur teks, narasi, persepsi audiens, serta pengaruh penyajian berita di TikTok terhadap bergesernya 137 | P a g e preferensi masyarakat dari media konvensional ke media sosial. Penelitian memberikan kontribusi bagi dunia wawasan tentang pola konsumsi berita di media sosial. Selain itu, penelitian ini dapat menjadi panduan bagi media massa dan kreator konten untuk meningkatkan keterlibatan audiens melalui pendekatan inovatif, sekaligus membantu masyarakat memahami dampak konsumsi berita di media sosial mengenai isu-isu terkini. Kajian Pustaka Penelitian ini menggunakan teori Analisis Wacana Kritis (AWK) yang dikembangkan oleh Teun A. Van Dijk untuk memahami bagaimana wacana berita dibangun di TikTok, serta dampaknya terhadap pola konsumsi generasi muda. Van Dijk menekankan bahwa wacana adalah praktik sosial yang mencerminkan, mengkonstruksi, dan mereproduksi struktur sosial (Van Dijk. Oleh karena itu, pendekatan ini sangat relevan untuk menganalisis konten di media sosial seperti TikTok, yang memiliki karakter interaktif dan Teori Van Dijk memiliki tiga dimensi utama: Teks Dimensi ini mencakup analisis struktur mikro dan makro teks. Struktur mikro meliputi elemen linguistik seperti kata, frasa, dan kalimat, sedangkan struktur makro mencakup tema dan skema naratif. Dalam konteks TikTok, teks tidak hanya berupa narasi verbal, tetapi juga elemen visual . ambar, animas. dan audio . usik, efek Penggunaan informal, gaya percakapan khas anak muda, dan visual yang menarik di TikTok merupakan bagian dari teks yang menciptakan daya tarik terhadap audiens. Analisis ini membantu memahami bagaimana penyampaian berita di TikTok dirancang untuk menarik perhatian dan meningkatkan keterlibatan Kognisi Sosial Dimensi ini berfokus pada representasi mental dan skema yang digunakan oleh individu atau Kognisi sosial melibatkan pengetahuan, kepercayaan, dan pemrosesan informasi. Di TikTok, penting dalam membentuk kognisi sosial audiens dengan menampilkan konten yang relevan berdasarkan preferensi pengguna. Hal ini memengaruhi persepsi audiens terhadap berita, baik dari segi relevansi maupun kredibilitas. Dalam penelitian ini, analisis kognisi sosial digunakan untuk memahami bagaimana penyajian berita di TikTok memengaruhi cara generasi muda menilai informasi. Konteks Sosial Dimensi ini mencakup situasi komunikasi, hubungan kekuasaan, interpretasi wacana. Pada TikTok, konteks sosial mencakup interaksi antara kreator dan audiens, penggunaan fitur komentar untuk kebijakan platform yang mengatur Penelitian mengevaluasi bagaimana kreator berita menggunakan kekuasaan 138 | P a g e mereka menyampaikan berita yang relevan dan menarik dalam durasi singkat, serta memanfaatkan humor dan storytelling untuk memperkuat Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan (Murdiyanto, 2020: Ahmad, 2. untuk menganalisis wacana pemberitaan pada platform TikTok, khususnya pada akun WinNews. Gerald Vincent, dan WIS VIRAL. Pendekatan ini bertujuan untuk menggambarkan dan memahami secara disampaikan melalui elemen verbal, visual, dan audio dalam konten video. Sumber data utama berasal dari konten video yang diambil dari akun-akun TikTok terpilih sebagai data primer, sementara data sekunder diperoleh dari literatur terkait teori analisis wacana Van Dijk dan penelitian terdahulu (Ahmad & Muslimah, 2. Teknik pengumpulan data yang digunakan baca-catat, melibatkan transkripsi konten video, memahami isi dan konteks, serta penghubungan data dengan teori yang Dalam analisis data, digunakan model analisis yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman, yang meliputi tiga tahap: reduksi data untuk menyaring informasi yang relevan, penyajian data dalam bentuk narasi atau tabel, dan penarikan kesimpulan berdasarkan bukti Pendekatan bertujuan untuk mengungkap pola-pola wacana yang ada serta pengaruhnya terhadap audiens dalam konteks media sosial TikTok. Hasil dan Pembahasan 1 Hasil WIS VIRAL VIRAL Cuma karena minuman, cowo ini kehilangan kakinya? Mahathir, merupakan cowo asal Malaysia yang berusia 21 tahun. DOI hobi banget minumminuman manis. Bahkan dia ngaku bisa gak makan seharian asalkan tetap minum yang manis-manis. Karena kebiasaannya doi sampai gak sadar kalau dia udah terkena penyakit diabetes akut yang ngebuat pembuluh darah di Bayangin cuy, kalian kehilangan salah satu kaki Cuma karena sering minum-minuman manis. Ngeri banget gak sih! Mana masih muda. Jadi susah kalau diajak jalan. Faktanya minuman yang Mahathir adalah minuman bersoda yang punya tingkat gula Menurut penelitian, 26% orang yang mengonsumsi soda itu lebih rentan terkena diabetes. Eits eits eits tapi jangan salah! Ini gak terjadi di negara tetangga doang loh. Karena Indonesia udah nempatin posisi ke-3 dengan konsumsi minuman pemanis kemasan terbanyak di Asia Tenggara. Bahkan menurut data, korban meninggal karena diabetes itu, sampai 10 juta jiwa dan kalau ini belum berhenti juga diperkirakan akan menjadi 30 juta jiwa di tahun 2030. Niat menuju Indonesia Emas malah jadi lemas karena diabetes. Makanya! Mending nih ya, ganti 139 | P a g e pola hidupnya, minum air mineral di mana aja, kapan aja, di segala aktivitas. Kalau kalian gak suka air mineral, cobain Nestle Pure Life. Rasanya beda walaupun gak dingin tetap bikin Terus, gak bikin diabetes. Analisis Teks (Struktur Tek. 1 Tataran Mikro Pada tataran mikro, penggunaan bahasa dalam teks cenderung emosional dan perhatian audiens. Contohnya, penggunaan frasa seperti Aukehilangan salah satu kaki cuma karena sering minumminuman manisAy dan Aungeri banget gak sih!Ay berfungsi untuk membangkitkan rasa keterkejutan dan kekhawatiran pada pembaca. Kata-kata ini dirancang untuk membentuk mengonsumsi minuman manis berakibat fatal, bahkan pada usia muda. Penggunaan kata seperti Aungebuat pembuluh darah di kakinya bekuAy memberikan gambaran yang jelas tentang bahaya yang dapat terjadi memadai tentang kondisi medis Frasa ini juga memperkuat kesan bahwa penyakit ini datang secara tibatiba dan tak terduga. 2 Tatanan Makro Teks ini mengangkat tema utama yaitu bahaya kesehatan, dengan fokus pada diabetes sebagai penyakit yang bisa disebabkan oleh kebiasaan Skema naratif yang digunakan adalah narasi tragedi . ejadian yang mengerikan, yaitu kehilangan kaki akibat diabete. , yang kemudian disertai dengan sebuah pesan moral: pentingnya menghindari mencegah diabetes. Selain itu, terdapat skema perbandingan antara Mahathir . okoh utama yang terkena diabete. dengan Indonesia yang disebutkan sebagai negara dengan konsumsi minuman Asia Tenggara, membentuk kontras yang kuat antara individu dan konteks sosial yang lebih besar Analisis Kognisi Sosial 1 Representasi Mental Dalam konteks kognisi sosial, teks ini berusaha berpikir tentang kebiasaan konsumsi minuman manis. Dengan menampilkan cerita Mahathir yang kehilangan kakinya karena diabetes, teks ini menciptakan representasi mental yang menghubungkan penyakit berbahaya seperti Pembaca kemungkinan akan membentuk asosiasi kuat antara konsumsi minuman manis dan risiko tinggi terkena penyakit serius. Selain itu, teks ini juga penyakit yang bisa mengancam siapa saja, bahkan yang masih muda, dan bahwa perubahan 140 | P a g e pola hidup, seperti mengganti minuman manis dengan air mineral, bisa mengurangi risiko Ini mempengaruhi pola pikir audiens untuk lebih berhatihati dalam memilih jenis minuman yang dikonsumsi. 2 Skema Sosial Di tingkat skema sosial, mengaitkan minuman manis dengan budaya yang merusak Dengan menunjukkan bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan konsumsi minuman manis tertinggi, teks ini juga menyoroti fakta sosial yang lebih luas, bahwa kebiasaan konsumsi yang tidak sehat menjadi masalah besar dalam Hal ini berfungsi untuk membentuk kesadaran sosial tentang pentingnya perubahan kebiasaan makan dan minum yang lebih sehat. Analisis Konteks Sosial 1 Situasi Komunikasi Teks ini disajikan dalam bentuk pemberitaan viral di TikTok, tersebut untuk tersebar luas dan cepat diterima oleh Situasi adalah penggunaan pesan moral yang mendesak dan peringatan yang kuat, serta kebiasaan buruk dengan pola hidup yang lebih sehat. Dalam konteks ini, ada juga pengaruh besar dari media sosial yang memiliki kapasitas pemikiran dan keputusan audiens, terutama dalam hal gaya hidup. Platform seperti TikTok memiliki audiens yang sangat luas, termasuk audiens muda yang mungkin belum terlalu memahami dampak dari kebiasaan konsumsi yang tidak 2 Hubungan Kekuasaan dan Ideologi Teks ini juga berfungsi untuk mempromosikan ideologi kesehatan yang didorong oleh pihak yang lebih berkuasa, yaitu industri kesehatan . ermasuk produk air mineral Nestle Pure Life yang disebutkan pada akhir Ini adalah contoh mempengaruhi pilihan gaya hidup melalui kekuatan ideologi Teks ini tidak informasi tentang bahaya minuman manis, tetapi juga mengarahkan audiens untuk memilih alternatif yang lebih merupakan produk komersial. Selain itu, teks ini pergeseran dalam ideologi sosial, di mana kesadaran akan gaya hidup sehat menjadi Ini sejalan dengan meningkat terhadap individu untuk membuat pilihan yang lebih bijaksana terkait konsumsi mereka, yang pada gilirannya perusahaan-perusahaan yang 141 | P a g e memproduksi Gerald Vincent Bang bahas anak SMP jaman sekarang yang pada gak bisa Menarik ni. Kita baca AoViral banyak siswa SMP tidak pendidikan Indonesia sedang tidak baik-baik saja?Ao Seriusan ada anak SMP yang gak bisa baca? Ini pas SD pake joki apa gimana? h Saya sampe nanya sama Kompas dan Detik. Ternyata, jadi viral karena postingan ini nih, ada guru yang curhat kalo anak SMP yang dia ajar gak bisa Jadi dia dapet tugas beberapa murid cara baca A-Z, padahal udah SMP. Nah ini kejadiannya di SMP Negeri 1 Mangunjawa. Pangandaran. Jawa Barat. Si guru yang curhat ini namanya bu Dian dan murid yang gak bisa baca itu ada 29 Netizen komen. AuPertanyaannya kok bisa naik kelas dari SD kalo gak bisa baca?Ay. AuDi SD ngapain aja? FYI sekarang di SD mau gak mau, bisa gak bisa, anak wajib lulus dan naik gaboleh enggakAy. Nah ternyata 29 orang ini anak berkebutuhan khusus. Ini kata Ketua Kegiatan Kelompok Kerja Kepala Sekolah Kabupaten Pangandaran, pak Maman. Beliau bilang kalopun SD enam tahun lagi juga akan tetap seperti itu, tidak bisa membaca. Sekarang pertanyaanya. AuKalo berkebutuhan khusus, kenapa si bu Dian gatu? Dan kenapa gak SLB pendidikannya khusus? Kalau menurut kamu gimana? Saya mau denger pendapat Analisis Teks (Struktur Tek. 1 Tataran Mikro Bahasa yang digunakan dalam teks ini terkesan informal Penggunaan kalimat seperti AuSeriusan ada anak SMP yang gak bisa baca? Ini pas SD pake joki apa gimana?Ay berfungsi fenomena yang terjadi. Kalimat ini menimbulkan kesan bahwa kejadian ini sangat tidak bisa tentang kualitas pendidikan di Indonesia. Penggunaan kata-kata seperti Aujadi viralAy dan Aunetizen langsung komenAy menunjukkan bahwa teks ini bagian dari tren percakapan media sosial, yang memiliki nuansa kebaruan dan Teks mengandung elemen sindiran dalam frasa Aupake jokiAy, yang menciptakan kesan bahwa murid yang tidak bisa membaca seharusnya tidak mungkin naik ke SMP jika mereka tidak bisa membaca sejak SD. Hal ini sistem pendidikan yang gagal menangani masalah dasar seperti kemampuan membaca. 2 Tatanan Makro 142 | P a g e Teks ini membawa tema besar tentang krisis kualitas Indonesia, siswa SMP yang mengarah pada Skema naratif yang masalah pendidikan, di mana penulis memunculkan kejadian tidak lazim, yaitu siswa SMP yang tidak bisa membaca, sebagai simbol ketidakberesan dalam sistem pendidikan yang lebih luas. Teks ini juga menciptakan narasi kebingungan sosial, yang muncul dalam pertanyaanpertanyaan yang ditujukan kepada pihak sekolah dan pihak Seperti pertanyaan AuKenapa sih mereka gak bisa baca?Ay dan AuKenapa SLB?Ay kecemasan publik terhadap sistem pendidikan inklusif. Analisis Kognisi Sosial 1 Representasi Mental Teks ini menciptakan representasi mental tentang keadaan pendidikan yang kacau, di mana banyak siswa kemampuan dasar seperti membaca, meskipun sudah berada di tingkat SMP. Hal ini menciptakan persepsi bahwa ada masalah mendalam dalam pendidikan dasar di Indonesia, yang tidak hanya terkait dengan kemampuan siswa, tetapi juga pendidikan dalam memenuhi kebutuhan dasar tersebut. Dari sudut pandang kognitif, teks ini mencoba membentuk stereotip negatif terhadap pendidikan Indonesia, dengan mengasumsikan bahwa ketidakmampuan membaca di tingkat SMP menunjukkan kegagalan besar dalam sistem pendidikan negara. 2 Skema Sosial Teks antara ideologi pendidikan inklusif dan pendidikan khusus. Keberadaan anak-anak yang tidak bisa membaca di SMP, meskipun mereka mungkin memiliki kebutuhan khusus, pengaturan dan pendekatan pendidikan yang lebih tepat Teks menggambarkan perdebatan pendidikan inklusif . i sekolah umu. atau pendidikan khusus . i SLB) yang lebih cocok untuk anak-anak khusus, yang memperlihatkan ketegangan dalam penerapan Indonesia. Analisis Konteks Sosial 1 Situasi Komunikasi Teks ini disajikan dalam bentuk berita viral yang tersebar luas di media sosial, menggambarkan kekhawatiran pendidikan di Indonesia. Di sini, media sosial berperan penting dalam menyebarkan informasi dan membentuk pendapat 143 | P a g e publik secara cepat, yang bisa masyarakat terhadap sistem 2 Hubungan Kekuasaan dan Ideologi Teks ini mencerminkan perdebatan ideologis antara berbagai pihak yang terlibat dalam pendidikan, seperti guru, sekolah, dan pemerintah. Kritikan yang disampaikan oleh masyarakat terkait fenomena kemampuan sistem pendidikan dalam menangani masalahmasalah mendasar seperti kemampuan membaca, yang terhadap kebijakan pendidikan Di sisi lain, teks ini juga kekuasaan media sosial yang memberikan ruang bagi netizen sistem pendidikan, meskipun solusi atau jawaban atas masalah ini tidak begitu jelas. WinNews Kalau lo masih muda, umur sekitar 18 sampe 30an, atau bahkan lo di bawah 18, lo wajib nonton ini sampe abis. Pada tau ga sih? Kalau anak muda juga beresiko gagal ginjal? Mau tau penyebabnya? Dan cara mencegahnya? Yuk kita Saya mau bicara tentang gagal ginjal mengancam anak Sebelum kita bahas penyebab dan pencegahan, lo harus tau: fungsi ginjal adalah: intinya memproses penyaringan racun dari darah, dan ngeluarin lewat urine. Gagal ginjal adalah di mana ginjal udah rusak. Menurut data dari Kemenkes, sekitar 700 orang Indonesia punya penyakit ginjal kronis dan penyakit ini masuk ke dalam 10 besar tertinggi di Indonesia. Ada banyak penyebabnya. Salah satu yang mungkin kita denger, adalah batu ginjal. Dan salah satu penyebab batu ginjal, adalah hal yang sering kita remehkan: kurang minum air Apa hubungannya air putih, sama batu ginjal? Gini: batu ginjal terbentuk pas urine punya lebih banyak zat yang membentuk Kristal, macam kalsium fosfat, oksalat, asam urat, dibandingin zat yang bisa Di saat bersamaan urine kekurangan zat yang saling Lama-lama mengendap, sampe kebentuk macem batu. Makanya orang yang punya batu ginjal, sering nyeri pas pipis, sakit perut terusterusan. Terus, gimana cara mencegahnya? Ya minum air Jangan soda, kopi, atau Karena air putih, ngga ada tambahan bahan apapun. Minuman yang punya rasa, biasanya ninggalin residu di Bisa juga ngurangin garam, kurangi makan yang 144 | P a g e punya oksalat, macem bayam, tomat, coklat. Gak suka minum air putih? Pilih Nestle Pure Life. Airnya ngga bau, ngga ada rasa, dan pastinya tetap seger walaupun ngga dingin. Yuk, beralih ke Nestle Pure Life supaya kita terhindar, dari segala macem penyakit ginjal. Analisis Teks (Struktur Tek. 1 Tataran Mikro Bahasa yang digunakan dalam teks ini cukup santai dan tujuan untuk menarik perhatian pembaca muda . erutama mereka yang berusia 18 hingga 30 tahu. Penggunaan kalimat seperti AuKalau lo masih muday dan AuJangan soda, kopi, atau minuman dalam kemasan lainnyaAy mengajak pembaca merespons masalah kesehatan ini dengan cara yang lebih personal dan mengundang kesadaran. Pernyataan AuJangan soda, kopi, atau minuman dalam kemasan lainnyaAy lebih menggugah pembaca untuk menghindari kebiasaan yang sudah umum dilakukan oleh banyak orang, khususnya anak muda. Ini menunjukkan adanya semacam penyadaran kesehatan yang ingin dibangun oleh penulis. 2 Tatanan Makro Teks ini memiliki tema utama tentang gagal ginjal dan risikonya bagi anak muda, serta cara pencegahannya. Penulis secara langsung mengaitkan gaya hidup anak muda dengan peningkatan risiko penyakit konsumsi minuman manis dan kurangnya asupan air putih. Narasi ini menyoroti bahaya tersembunyi yang sering kali tidak disadari oleh anak muda, yang menganggap diri mereka masih jauh dari risiko penyakit Penulis menekankan penyuluhan dan Dengan mengedukasi pembaca tentang pentingnya minum air putih dan kemasan, teks ini berupaya mengubah kebiasaan yang kebiasaan yang lebih sehat. Analisis Kognisi Sosial 1 Representasi Mental Teks ini membentuk representasi mental tentang ginjal dan penyakit ginjal yang seharusnya disadari sejak dini, khususnya bagi anak muda. Gagal ginjal dihadirkan sebagai ancaman nyata, yang bisa terjadi meskipun seseorang masih muda, akibat kebiasaan buruk yang dianggap sepele, seperti kurang minum air putih. Ini masalah kesehatan bukan hanya soal usia, tapi juga soal kebiasaan hidup yang dijalani. Ada membentuk kesadaran kognitif tentang pentingnya menjaga kesehatan ginjal sejak dini. Penulis mengedepankan ide bahwa gaya hidup sehat . alam 145 | P a g e hal ini, minum air puti. dapat mencegah penyakit yang bisa timbul akibat kebiasaan buruk yang dilakukan sehari-hari. 2 Skema Sosial Penulis bahwa kebiasaan buruk dalam sehari-hari . eperti kurang minum air puti. berhubungan langsung dengan kesehatan ginjal yang buruk. Skema ini mengarah pada ide bahwa setiap orang harus kesehatan tubuhnya, dengan seperti konsumsi air putih, yang mudah didapatkan dan tidak mengandung bahan tambahan Teks ini juga menciptakan menyebutkan Auanak mudaAy sebagai kelompok yang sering kali terpapar risiko ini, dan mendorong mereka untuk mulai berpikir lebih kritis tentang apa yang mereka konsumsi, serta bagaimana hal tersebut dapat mempengaruhi kesehatan jangka Panjang. Analisis Konteks Sosial 1 Situasi Komunikasi Teks ini ditulis dalam gaya percakapan yang lebih informal dan memiliki nada penyuluhan. Tujuan utamanya adalah untuk memberikan informasi yang dapat diterima secara luas oleh pendekatan yang tidak terlalu menggurui, tetapi lebih bersifat mengajak dan memberi solusi Penyebutan produk tertentu, yaitu Nestle Pure Life, juga merupakan bagian dari pesan yang ingin disampaikan agar pembaca lebih mudah beralih ke gaya hidup sehat dengan konsumsi air putih. 2 Hubungan Kekuasaan dan Ideologi Teks antara kekuasaan industri dan kebijakan konsumsi. Di sini, produk air mineral Nestle dipromosikan sebagai alternatif sehat untuk menggantikan minuman manis atau kemasan. Ideologi yang disampaikan adalah bahwa konsumsi air putih lebih baik daripada konsumsi minuman manis yang mengandung bahan tambahan khususnya ginjal. Penting untuk dicatat komersial yang menyarankan pembaca untuk memilih produk tertentu untuk mendukung gaya hidup sehat. Walaupun informasi tentang pencegahan gagal ginjal sangat bermanfaat, ada juga kepentingan komersial yang diwakili dalam bentuk menunjukkan adanya pengaruh kesehatan dalam teks ini. 2 Pembahasan Pendekatan wacana dalam TikTok tercermin dengan jelas dalam ketiga teks yang disediakan, yang mengutamakan format pendek, gaya 146 | P a g e bahasa yang langsung, dan penggunaan narasi personal yang dapat menarik perhatian audiens. TikTok sebagai platform media sosial lebih menekankan pada daya tarik visual dan emosional dalam penyampaian informasi, di mana wacana yang disampaikan cenderung menonjolkan cerita pribadi, pengalaman nyata, dan ajakan langsung untuk Misalnya, pada data pertama mengenai diabetes dan minuman manis, topik ini sangat relevan untuk audiens muda, yang sering kali mengonsumsi minuman Penyampaian yang provokatif, seperti "Cuma karena sering minumminuman manis, kehilangan kaki?" menggunakan elemen clickbait yang efektif untuk menarik minat penonton TikTok. Begitu pula dengan data kedua tentang anak SMP yang tidak bisa membaca, meskipun fokus pada isu pendidikan, narasi ini menggunakan kritik terhadap sistem pendidikan yang bisa memicu diskusi di kalangan audiens Ungkapan seperti "kok bisa naik kelas kalau nggak bisa baca?" menggugah keingintahuan audiens, membuat mereka ingin tahu lebih lanjut. Di sisi lain, data ketiga tentang gagal ginjal pada anak muda berbicara langsung mengenai kesehatan yang sering diabaikan oleh banyak orang, dengan menyajikan informasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, meningkatkan minat audiens untuk mengikuti dan menerapkan tips Ketiga teks ini juga sangat sesuai dengan gaya komunikasi TikTok yang mengutamakan informasi singkat dan langsung ke inti. Pesan disampaikan dengan bahasa sehari-hari yang mudah menggunakan humor atau ironi, yang membuatnya lebih relatable bagi audiens TikTok yang cenderung menyukai konten yang santai dan ringan. Selain itu. TikTok memanfaatkan elemen visual dan audio untuk menarik perhatian, dan meskipun teks ini berupa dipresentasikan dengan gambar atau video yang menggugah emosi penonton. Misalnya, cerita Mahathir kehilangan kakinya karena diabetes bisa sehingga lebih menarik bagi audiens. Penggunaan narasi personal dalam ketiga teks ini juga mengundang audiens untuk berempati dan bisa memotivasi mereka untuk berbagi pengalaman atau sekadar memberikan komentar, yang meningkatkan engagement di TikTok. Selain itu, salah satu aspek yang membedakan TikTok dengan media penonton dengan ajakan tindakan Dalam ketiga teks, audiens mengganti kebiasaan buruk dengan memilih air mineral atau mencegah gagal ginjal dengan minum lebih banyak air putih. Pertanyaan kritis yang disajikan, seperti "Kok bisa naik kelas kalau nggak bisa baca?" atau "Bagaimana kalau kita mencegah gagal ginjal dengan minum air putih?", juga membangkitkan rasa ingin tahu dan mendorong audiens untuk mencari tahu tanggapan, yang mendorong interaksi di platform tersebut. Berbeda dengan media konvensional seperti TV, surat kabar, atau majalah, yang cenderung lebih formal dan panjang. TikTok menyajikan wacana yang lebih singkat dan mudah dicerna dengan visual menarik dan narasi yang menghibur, menjadikannya lebih efektif untuk 147 | P a g e engagement. Selain TikTok memberikan tanggapan langsung dalam bentuk komentar, like, dan share, yang membuat komunikasi menjadi lebih interaktif dibandingkan dengan media konvensional yang biasanya hanya menyediakan satu arah komunikasi. Kesimpulan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa wacana yang disampaikan di TikTok lebih efektif dalam menarik perhatian audiens, terutama generasi muda, dibandingkan dengan media konvensional seperti TV atau surat TikTok, dengan format kontennya yang singkat dan langsung ke inti, memanfaatkan narasi pribadi, elemen visual, dan ajakan tindakan yang Ketiga dianalisisAitentang diabetes, anak SMP yang tidak bisa membaca, dan gagal ginjalAimenggunakan bahasa yang santai, provokatif, dan mudah dipahami, yang membuatnya lebih menarik bagi audiens TikTok yang menginginkan informasi yang cepat, ringan, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu. TikTok memungkinkan keterlibatan langsung dari penonton, melalui komentar, like, dan share, yang meningkatkan interaksi dan membuat informasi lebih mudah diakses dan Di sisi lain, media konvensional lebih formal, panjang, dan terstruktur, sehingga kurang efektif dalam menarik perhatian audiens muda yang lebih menyukai konten yang cepat dan menghibur. Dengan demikian. TikTok sebagai platform media sosial menyampaikan informasi yang tidak hanya menarik tetapi juga mendorong keterlibatan aktif dari audiens. Referensi