Jurnal Pendekar nusantara Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat P-ISSN 3026 - 2097 E- ISSN 3026 Ae 1546 VoL 2. No 1. Oktober 2024. Hal 135 - 146 Manajemen Budaya Sekolah Dalam Meminimalisir Kenakalan Remaja Pada Siswa SMP dan SMA Sarmini1. Cevy Amelia2. Ratna Dewi Silalahi3. Diana Titik W4 Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Batam. Batam Prodi Psikologi. Fakultas Ilmu Kesehatan Batam. Batam2 Prodi Keperawatan. Fakultas Ilmu Kesehatan Batam. Batam *Corresponding author: sarmini@univbatam. amelia@univbatam. dewis@univbatam. w@univbatam. Keywords: Kata Kunci : Abstract. School culture is the habits implemented in the school that adapt to the school's vision and mission. School culture has a great influence on student character, so a positive culture must be applied at every level of student behavior and actions. A school culture that is well managed will be a plus point for an institution/school. If Positive Culture is implemented and applied well, it will minimize juvenile delinquency. Because this culture has become a positive character for students. In this case, the PKM team carried out service at Nabilah Islamic Middle School and High School. Batam. The aim of this activity is to improve the management of School Culture implemented in schools. It is hoped that this PKM activity can make a positive contribution in managing school culture in minimizing juvenile delinquency. The PKM activity was attended by all Nabilah Islamic Middle School and High School students, a total of 200 students, and 36 teachers. Meanwhile, the PKM Team from campus that came down was a collaboration from the Management. Psychology and Health Sciences study programs at Batam University. Abstrak. Budaya sekolah merupakan pembiasaan-pembiasaan yang diterapkan di sekolah yang menyesuaikan dengan visi dan misi sekolah. Budaya sekolah sangat berpengaruh pada karakter siswa sehingga budaya posistif harus diaplikasikan dalam setiap tingkat laku dan perbuatan siswa. Budaya sekolah yang sudah termanajemen dengan baik akan menjadi nilai plus dari sebuah lembaga/ sekolah. Apabila Budaya Positif diberlakukan dan sudah diaplikasikan dengan baik, maka akan meminimalisir kenakalan remaja. Karena budaya tersebut sudah menjadi karakter positif siswa. Tim PKM dalam hal ini melakukan pengabdian di SMP dan SMA Islam Nabilah. Batam. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengelolaan atau manajemen Budaya Sekolah yang diberlakukan di sekolah. Kegiatan PKm ini duharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam pengelolaan Budaya Sekolah Dalam Meminimalisir Kenakalan Remaja. Kegiatan PKM diikuti oleh seluruh siswa SMP dan SMA Islam Nabilah, sejumlah 200 siswa, dan 36 guru. Sedang Tim PKM dari kampus yang turun merupakan kolaborasi dari prodi Manajemen. Psikologi dan Ilmu Kesehatan Universitas Batam. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Jurnal Pendekar nusantara Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat P-ISSN 3026 - 2097 E- ISSN 3026 Ae 1546 VoL 2. No 1. Oktober 2024. Hal 135 - 146 PENDAHULUAN Remaja merupakan usia yang rentan terhadap pencitraan diri dan pencarian jati diri, sehingga sebagai pendidik harus peka dalam meminimalisir hal-hal yang dianggap negatif. Sekolah mempunyai peran yang sangat strategis dalam mengarahkan siswa agar tidak melenceng dari tujuan pendidikan. Karena berdasarkan Kurikulum Merdeka, bahwa pencapaian keberhasilan siswa tidak hanya berkaitan dengan kognitif, tetapi juga dengan emosi dan kemampuan fisik. Sejalan dengan permasalahan remaja seusia siswa SMP dan SMA, maka sekolah harus mempunyai kebijakkan yang relevan agar dapat meminimalisir kenakalan remaja. Karena pada usia SMP dan SMA siswa sedang masuk pada masa pencarian diri dan mencari jati diri. Ada potensi mencoba sesuatu yang negative karena rasa penasarannya. Sehingga harus dilakukan program sekolah yang meminimalisir kenakalan siswa. Hal ini dapat dilakukan langkah preventif dengan salah satunya adalah menerapkan Budaya Sekolah yang positif. Budaya Sekolah harus dimanajemen dengan baik disingkronisasikan kebutuhan dengan usia siswa. Manajemen sekolah harus peka dan jeli memberlakukan Budaya Sekolah kaitannya dalam pembentukan karakter siswa. Menurut Henry, "manajemen mempunyai makna mengatur sumber daya lewat perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, serta pengendalian guna mencapai tujuan. " Sehingga, manajemen berarti proses mengkoordinasikan sumber daya untuk mencapai organisasi. Sedangkan Budaya sekolah merujuk pada sistem kehidupan bersama yang dianggap sebagai norma atau pola tingkah laku yang diikuti bersama. yang diyakini sebagai norma atau pola-pola tingkah laku yang dipatuhi bersama. Rosnadi dan Asmariani, . Dalam Jurnalnya Abdul Ridwan dkk . , menyatakan Budaya sekolah merupakan kumpulan nilai, keyakinan, dan aturan yang diakui secara bersama-sama dan dilakukan dengan kesadaran penuh sebagai perilaku alami, yang dipengaruhi oleh lingkungan untuk menciptakan pemahaman yang seragam di antara semua anggota sekolah. Budaya sekolah umumnya dibentuk berdasarkan visi dan misi yang diadaptasi dari demand from the environment, whether internal or external . Setiap sekolah perlu mengembangkan budaya yang unik sebagai identitas dan sumber kebanggaan. Budaya sekolah mencerminkan karakteristik, citra, dan kepribadian sekolah di masyarakat. Ini memberikan gambaran tentang bagaimana seluruh anggota komunitas akademik berinteraksi, bertindak, dan menyelesaikan masalah di lingkungan Selaras dengan pengendalian perilaku peserta didik dilakukan melalui pembiasaan pagi hari bersama wali kelas. Pengawasan ini juga dilakukan dengan memperhatikan tingkah laku siswa saat terlibat dalam kegiatan sekolah. (Bedjo Sujanto dkk,2. Kenakalan remaja . uvenile delinquenc. merupakan perilaku yang mengindikasikan gangguan This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. P-ISSN 3026 - 2097 E- ISSN 3026 Ae 1546 Jurnal Pendekar nusantara Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat VoL 2. No 1. Oktober 2024. Hal 135 - 146 mental serius, yang dapat berbahaya bagi anak-anak, remaja, dan masyarakat secara umum (Anjaswarni, dkk, 2019: . Menurut Sunarwiyati S (Gainau: 2. , terdapat tiga jenis kenakalan remaja: a. Kenakalan biasa, seperti berkelahi, berkeliaran, dan membolos sekolah. Kenakalan yang mengarah pada pelanggaran dan kejahatan, seperti mengemudikan mobil tanpa surat izin. Kenakalan khusus, seperti penggunaan narkoba serta hubungan seks sebelum nikah. Kenakalan remaja bukan sesuatu yang baru. Pengawasan lebih terhadap kenakalan remaja meningkat sejak pembentukan pengadilan remaja pada tahun 1899 di Illinois. Amerika Serikat. (Asri, 2. Penyalahgunaan teknologi informasi dan media juga memberikan kontribusi dalam hal ini, karena dengan adanya modernisasi pada zaman ini, remaja dapat dengan lebih mudah mendapatkan pengetahuan tentang pergaulan bebas. (Nadirah, 2. dalam Darnoto dan Dewi, . Salah satu perilaku kenakalan remaja yang umum adalah merokok, yang terjadi tanpa memandang jenis kelamin, yang sering dilakukan luar sekolah, mereka bersama teman-teman, bahkan saat masih mengenakan seragam jika berkumpul dalam kelompok besar. Remaja millenial atau yang juga dikenal sebagai digital native adalah generasi remaja yang dibesarkan di era digital, (Zhafira, 2. Manajemen Budaya Sekolah Menciptakan situasi dan kondisi yang Pemahaman Tujuan Budaya Sekolah Teraplikasi dalam kegiatan secara Perilaku Siswa dan Warga Sekolah Meminimalisir Kenakalan Remaja Karakter Positif dan Prestasi Gambar 1. Skema Tujuan Manajemen Budaya Sekolah dalam Meminimalisir Kenakalan Remaja di SMP dan SMA Islam Nabilah Batam *Sumber : Tim PKM This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. P-ISSN 3026 - 2097 E- ISSN 3026 Ae 1546 Jurnal Pendekar nusantara Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat VoL 2. No 1. Oktober 2024. Hal 135 - 146 Dari Manajemen Sekolah yang mempunyai peran maksimal untuk menciptakan situasi dan kondisi di sekolah agar kondusif dan mendukung siswa untuk dapat mamahami dan menjalankan Budaya sekolah dengan baik. Sehingga dengan kesadaran siswa akan tercapai tujuan. Permasalahan Mitra Adapun permasalahan nyata yang dihadapi mitra adalah: Masih ditemukan beberapa tindakan siswa SMP dan SMA yang melanggar dari aturan, walau masih dalam katagori masih dapat dimaklumi. Masih ditemukan perbedaan persepsi kenakalan remaja antara siswa dan guru Belum optimalnya pemahaman Budaya Sekolah pada siswa Belum maksimalnya pelaksanaan Budaya Sekolah Belum maksimalnya penerapan reward dan punishment METODE PELAKSANAAN Kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan oleh Tim PKM ini dalam rangka memberi solusi atas permasalahan yang dialami mitra. Metode yang dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan PKM ini menggunakan model pemberdayaan melalui tahapan sebagai berikut: Komunikasi Tim PKM dengan Sekolah via telpn Pelaporan Hasil PKM Survai Lokasi Evaluasi Hasil Pelaksanaan PKM Koordinasi Teknis Pelaksanaan PKM Pelaksanaan PKM Gambar 1. Model Pelaksanaan *Sumber: Tim PKM This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. P-ISSN 3026 - 2097 E- ISSN 3026 Ae 1546 Jurnal Pendekar nusantara Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat VoL 2. No 1. Oktober 2024. Hal 135 - 146 Observasi dan Wawancara Pelaksanaan pengabdian masyarakat yang oleh Tim PKM di lapangan / lokasi dibantu majelis guru dan pengurus OSIS dari SMP dan SMA Islam Nabilah melalui Sosialisasi Manajemen Budaya Sekolah Dalam Meminimalisir Kenakalan Remaja Pada Siswa SMP dan SMA. Dalam sosialisasi ada penyampaian materi, sharing, tanya jawab, game edukasi. Sedang untuk Manajemen Sekolah. Tim PKM mengadakan sharing dan wawancara serta observasi. Pelaksanaan Sosialisasi Manajemen Budaya Sekolah Dalam Meminimalisir Kenakalan Remaja Pada Siswa SMP dan SMA Dalam Kegiatan Pelaksanaan PKM membutuhkan waktu yang dimulai dari tanggal 19 September 2024 sampai dengan 23 Oktober 2024. Secara terperinci kegiatan tersebut terlihat pada tabel di bawah ini: Waktu 19/9/2024 Komunikasi Tim PKM dengan Sekolah via 26/9/2024 Survei Lokasi 3/10/2024 Koordinasi Teknis Pelaksanaan PKM 9/10/2024 05 Wib 10 Wib 15 Wib 30 Wib Pelaksanaan PKM Pembukaan Menyanyikan Indonesia Raya Pembacaan Ayat Suci Al Quran Sambutan Direktur Sekolah Islam Nabilah Paparan Materi Manajemen Budaya Sekolah Paparan Materi Tentang Kenakalan Remaja Sharing dengan Guru dan Siswa Tanya Jawab Game Dokumentasi Penutupan 00 Wib 30 Wib Kegiatan 15 Wib 00 Wib 30 Wib 45 Wib 00 Wib 16/10/2024 23/10/2024 Evaluasi Pelaksaan Hasil PKM Laporan Hasil Pelaksanaan PKM Pelaksana Tim PKM dan Sekolah Tim PKM dan Sekolah Tim PKM dan Sekolah Tim PKM dan Sekolah Tim PKM Tim PKM This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. P-ISSN 3026 - 2097 E- ISSN 3026 Ae 1546 Jurnal Pendekar nusantara Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat VoL 2. No 1. Oktober 2024. Hal 135 - 146 HASIL DAN PEMBAHASAN Manajemen Budaya Sekolah Budaya sekolah yang diterapkan di Sekolah Islam Nabilah Batam, khususnya di SMP dan SMA sudah cukup baik. Budaya sekolah merupakan pembiasaan-pembiasaan yang mencerminkan visi-misi sekolah yang teraplikasi dan tampak pada perbuatan warga sekolah, siswa, tenaga pendidik dan kependidikan. Gambar 3. Budaya Sekolah Islam Nabilah *Sumber: Sekolah Islam Nabilah Dalam penerapan Buaya Sekolah secara interal dilaksanakan mulai dari siswa, guru, manajemen yaysan serta seluruh wali murid dan berlaku juga untuk tamu yang datang ke sekolah Islam Nabilah. Budaya tersebut meliputi: Senyum. Salam. Sapa Setiap tamu yang datang ke sekolah, tenaga pendidik dan kependidikan, dan siswa diwajibkan membudayakan senyum, salam, sapa. Rasa ke-mempersilakan yang tinggi terhadap tamu akan tampak pada raut wajah yang penuh senyum, bahasa tubuh yang mempersilakan, mengucapkan salam dan menyapa dengan ramah. Apakah ada yang This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. P-ISSN 3026 - 2097 E- ISSN 3026 Ae 1546 Jurnal Pendekar nusantara Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat VoL 2. No 1. Oktober 2024. Hal 135 - 146 bisa dibantu dan menayakan apa keprluannya. Guru Piket dan Sekuriti menyambut siswa yang datang ke sekolah Islam Nabilah di pagi Guru Piket dan sekuriti di depan sekolah pukul 06. 15 sampai dengan pukul 07. Wib. Dengan disambut ramah oleh gurunya serta sekuriti, siswa merasa dihargai dan diharapkan kedatangannya, sehingga ini membuat motivasi untuk siswa agar selalu bahagia dalam belajar. Berdoa sebelum dan sesudah melakukan sesuatu. Cara bentuk bersyukur salah satunya dengan doa, maka di sekolah ini dibudayakan berdoa di awal dan di akhir kegiatan. Sebelum pelajaran dimulai siswa sholat Dhuha berjamaah di masjid. Sholat Dhuha dilaksanakan secara disiplin di setiap jenjang, hal ini salah satu budaya positif agar terbiasa sholat sunah selalu didampingkan dengan sholat wajib. Dan di sini siswa memahami tujuan Sholat Dhuha salah satunya adalah mendatangkan rizki, baik rizki kesehatan, kebahagiaan, rizki diberi kelancaran dalam menuntu ilnu dan istiqomah dalam kebaikan. Tausiyah dan Dzikir Jama'i. Budaya Tausiyah yang dilakukan siswa bertujuan : Pembelajaran karakter berani berbicara di depan peserta. Dengan bertausiyah diharapkan siswa juga mengingatkan diri sendiri, sebelum mengingatkan temannya sesuai materi yang ada. Implementasi pembelaran Agama. Bahasa Arab dan bahasa Indonesia. Dzikir jamaiAo mempunyai tujuan: Sebagai majelis Dzikir Sekolah Islam Nabilah, yang dipimpin oleh ustadz . dan bergiliran. Sebagai Majelis Ibadah di Hari JumAoat . Mendisiplinkan guru dan siswa agar terjaga ibadah dzikirnya . Sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT . Ajang silaturahim guru dan siswa rutin tiap hari JumAoat. Selain setiap hari bertemu di sholat dhuha. Sholat Dzuhur Berjamaah Budaya Sholat Dhuhur berjamaah diberlakukan agar siswa disiplin dalam sholat dan mendapatkan pahala sholat berjamaah. Serta diharapkan siswa mencintai masjid dan This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. P-ISSN 3026 - 2097 E- ISSN 3026 Ae 1546 Jurnal Pendekar nusantara Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat VoL 2. No 1. Oktober 2024. Hal 135 - 146 akan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga menjadi karakter posistif. Bersalaman laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan Karena siswa SMP dan SMA sudah akhil baliq maka tidak diperbolehkan bersentuhan dengan sengaja, sehingga tidak diperbolehkan bersalaman, tetapi diganti dengan gerakan tangan di dada untuk menunjukkan salam/hormat kepada gurunya. Sekolah kawasan berhijab dan berpaiakan muslim. Karena Sekolah Islam Nabilah berbasis Keagamaan Islam, maka diwajibkan untuk warga sekolah berpakaian muslim, dan wanita berhijab. Meminimalisir kenakalan Remaja Masa remaja sering dianggap sebagai periode yang rentan, karena merupakan fase pencarian identitas diri. Erikson (Sofyan S. Willis, 2005: . menyatakan hal ini. Selain itu. Jamal MaAomur Asmani . 2: . menegaskan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam mempersiapkan remaja yang ideal, baik sebagai ilmuwan maupun sebagai penggerak kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Pada usia-usia rawan tersebut siswa SMP dan SMA rentan terhadap Tindakan nakal yang mereka anggap sebagai sesuatu yang normal dan wajar. Apabila tidak diminimalisir maka akan dikhawatirkan menjadi Tindakan negative yang dianggapnya sebagai sebuah perbuatan yang biasa, sehingga dinormalisasi untuk dilakukan Berkaitan dengan hal tersebut, maka Tim PKM dari tiga Prodi, yaitu Manajemen. Psikologi dan Ilmu Kesehatan mengadakan Sosialisasi. Berkolaborasi dengan mitra. Maka salah satu program SMA dan SMP Islam dalam meminimalisir Kenakalan Remaja adalah dengan mengelola pelaksanaan Budaya Sekolah di SMP dan SMA Islam Nabilah. Di mana tujuan dari Budaya Sekolah mengaplikasikan Kurikulum Merdeka dan yang lebih penting sebagai Character Building bagi siswa SMP Dan SMA Islam Nabilah. Dengan mengoptimalkan pelaksanaan Budaya Sekolah maka diharapkan Karakter Posistif siswa terus dibangun. Pembiasaan pembiasaan yang dilakukan di sekolah apabila sudah menjadi rutinitas tidak akan tersa berat. Inilah sebagi tujuan akhir, menjadi Budaya Positif yang selalu tampak dalam perbuatan siswa SMp dan SMA Islam Nabilah. Walaupun dalam pelaksanaannya terkadang masih ada siswa yang kurang disiplin dan kurang istiqimah dalam menjalankan. Hal ini dapat dipengaruhi beberapa faktor: Faktor Internal This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Jurnal Pendekar nusantara Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat P-ISSN 3026 - 2097 E- ISSN 3026 Ae 1546 VoL 2. No 1. Oktober 2024. Hal 135 - 146 Rasa malas Tidak Istiqomah Mengganggap kurang penting Belum terbiasa jadi terasa berat dalam melaksanakannya Faktor Eksternal Pola asuh dan pola didik di rumah berbeda dari sekolah Pengaruh teman pergaulan This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. P-ISSN 3026 - 2097 E- ISSN 3026 Ae 1546 Jurnal Pendekar nusantara Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat VoL 2. No 1. Oktober 2024. Hal 135 - 146 Gambar 4. Pelaksanaan Sosialisasi Manajemen Budaya Sekolah *Sumber : TIM PKM KESIMPULAN Sosialisasi Manajemen Budaya Sekolah dati Tim PKM dari Universitas Batam merupakan kolaborasi pengabdian dari tiga prodi yang berbeda, yaitu Manajemen. Psikologi dan Ilmu Kesehatan, dapat memberikan peran dosen dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dari PKM yang dilaksanakan dapat disimpulkan : Manajemen Budaya SMP dan SMA sudah dilaksanakan dengan baik, hanya membutuhkan konsistensi dari seluruh warga sekolah Budaya Sekolah merupakan salah satu indikator dalam Pembentukan Karakter Siswa Dengan Budaya Sekolah dapat menjadi salah satu program untuk meminimalisir kenakalan remaja pada tingkat SMP dan SMA. Sebagai saran untuk mitra, yaitu SMP dan SMA Islam Nabilah, diharapkan : Dilakukan pengawasan dan pendampingan dalam melaksanakan Budaya Sekolah Dilakukan punisment dan reward secara konsisten Menyamakan persepsi anak tentang Budaya Sekolah UCAPAN TERIMA KASIH Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam kegiatan ini. Terutama kepada Rektor. Dekan, dan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), serta mitra kami, yaitu Direktur dan Kepala Sekolah SMA Islam Nabilah. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. P-ISSN 3026 - 2097 E- ISSN 3026 Ae 1546 Jurnal Pendekar nusantara Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat VoL 2. No 1. Oktober 2024. Hal 135 - 146 DAFTAR PUSTAKA