Jurnal Pengabdian Kepada Masyrakat, e-ISSN: 2775-2437 Vol. 1 No. 1 Edisi Juni 2021 https://ejournal. id/index. php/JPK =============================================================================================== Received: 15 June 2021 :: Accepted: 17 June 2021 :: Published: 30 June 2021 PENYULUHAN BRISK WALKING TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS Pratiwi Christa Simarmata1*. Kardina Hayati2. Sari Desi Esta Ulina Sitepu3. Ruttama Hutahuruk1. Rita Ayu Butar Butar1. Nilam Cahya4 Program Studi Keperawatan S1. Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam Program Studi Pendidikan Profesi Ners. Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam Program Studi Keperawatan D3. Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam Fakultas Keperawatan dan Fisioterapi. Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam Jln. Sudirman No. 38 Lubuk Pakam. Kabupaten Deli Serdang. Sumatera Utara Ae Indonesia *email korespondensi author: pratiwisimarmata92@gmail. DOI 10. 35451/jpk. Abstrak Diabetes melitus disebabkan insulin tidak lagi tercukupi dalam tubuh serta insulin tidak dapat digunakan dalam memenuhi kebutuhan tubuh. Diabetes melitus dapat menjadi serius dan mebahayakan jika tidak segera diobati. Pengontrolan kadar glukosa darah melalui aktifitas fisik masih sulit dilakukan disebabkan kedaran masyarakat yang kurang. Aktifitas fisik termasuk dalam pilar penatalaksanaan komplikasi diabetes melitus. Aktifitas fisik dapat dilakukan dengan brisk walking. Hal ini jika dilakukan secara teratur dapat merangsang sintesis glikogen melalui peningkatan aksi insulin dan merangsang transportasi glukosa. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan penyuluhan tentang Brisk Walking terhadap perubahan nilai glukosa dalam darah pada pasien diabetes mellitus. Metode kegiatan dilakukan dengan tahapan dimulai dari penyampaian materi kepada penderita diabetes melitus tentang konsep penyakit diabetes melitus dan penatalaksanaannya, pemeriksaan nilai glukosa darah dan evaluasi hasil pelaksanaan. Adapun hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah menjadi bahan kajian untuk di diskusikan agar peserta lebih paham dan secara diri mampu mengendalikan terjadinya komplikasi yang dapat diakibatkan diabetes melitus. Kata kunci: penyuluhan, brisk walking, diabetes melitus Abstract Diabetes mellitus is caused by insufficient insulin in the body and insulin cannot be used to meet the body's needs. Diabetes mellitus can be serious and dangerous if not treated immediately. Controlling blood glucose levels through physical activity is still difficult to do due to lack of public awareness. Physical activity is included in the pillars of the management of complications of diabetes mellitus. Physical activity can be done by brisk walking. This if done regularly can stimulate glycogen synthesis through increasing insulin action and stimulating glucose transport. The purpose of this community service is to provide counseling about Brisk Walking on changes in blood glucose values in patients with diabetes mellitus. The method of activity is carried out in stages starting from delivering material to people with diabetes mellitus about the concept of diabetes mellitus and its management, checking blood glucose values and evaluating the results of the implementation. The results of this community service activity are used as study material to be discussed so that participants can better understand and be able to control the occurrence of complications that can be caused by diabetes mellitus. Jurnal Pengabdian Kepada Masyrakat, e-ISSN: 2775-2437 Vol. 1 No. 1 Edisi Juni 2021 https://ejournal. id/index. php/JPK =============================================================================================== Received: 15 June 2021 :: Accepted: 17 June 2021 :: Published: 30 June 2021 Keywords: counseling, brisk walking, diabetes mellitus Pendahuluan The silent killer sebutan yang sering digunakan pada diabetes melitus, sebab diabetes melitus dapat mengenai semua organ tubuh tanpa terkecuali. Diabetes melitus disebabkan insulin tidak lagi tercukupi dalam tubuh serta insulin tidak dapat digunakan tubuh untuk memenuhi kebutuhan (IDF. Penumpukan glukosa dalam darah disebabkan insulin yang tidak diproduksi, sehingga tidak dapat masuk ke dalam sel. Glukosa masuk ke dalam darah merupakan fungsi dari insulin (WHO, 2. Penderita diseluruh dunia mencapai angka 422 juta jiwa, dengan 1,6 juta kematian (WHO, 2. Pada tahun 2030 diperkirakan jumlah yang terdiagnosis diabetes melitus mencapai 12 juta jiwa. Hal ini berkaitan dengan pertumbuhan jumlah penduduk, bertambahnya usia lanjut, perpindahan tempat tinggal serta gaya hidup yang pada kemungkinannya diabetes melitus di seluruh dunia sebesar 55% pada tahun 2035. Pengelolaan diawali dengan penatalaksanaan bersifat non farmakologis, seperti perencanaan makanan dan latihan fisik. Perencanaan membuat daftar diit, sedangkan latihan fisik dilakukan dengan aktivitas fisik seperti jalan kaki, bersepeda, santai, dan berenang. Adapun tujuan dari pengelolaan diabetes pada penderita menjaga kadar glukosa darah tetap dalam rentang normal. Brisk walking atau jalan cepat merupakan salah satu penatalaksaan yang mudah dilakukan sebab dapat dilakukan dimana saja terutama di luar rumah (Ana dan Anita, 2. Brisk menjaga kadar glukosa darah, juga bermanfaat dalam menurunkan resiko komplikasi diabetes melitus, penyakit jantung dan stroke (Darwin & Reni. Brisk walking merupakan salah satu latihan aerobic yang dianjurkan (Regina, 2. Penelitian Listyani Fadilah . menyatakan setelah dilakukan brisk walking kadar glukosa darah penderita diabetes melitus mengalami penurunan rata-rata 19,26 mg/dl. Sedangkan penelitian yang dilakukan Putri . menyatakan brisk walking dapat mengontrol kadar gula darah, sebanyak 3 kali seminggu. Penelitian Lukman Fauzi . didapati intensitas jalan kaki cepat didapati rata-rata penurunan kadar glukosa darah sebesar 37,75 mg/dl terhadap 12 responden. Berdasarkan latar belakang diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan Penyuluhan Brisk Walk Penurunan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Melitus. Metode Kegiatan ini dilakukan di RS Grandmed Lubuk Pakam pada bulan Mei Sasaran diabetes melitus berjumlah 30 orang. Metode pengabdian masyarakat ini adalah pemberian edukasi atau penyuluhan kepada penderita diabetes melitus terkait brisk walking yang dapat menurunkan kadar glukosa dalam darah serta mengkontol dan menstabilkannya. Media yang digunakan Power point presentation (PPT) dan LCD selama kurang lebih 90 menit. Untuk mengukur keberhasilan edukasi atau penyuluhan yang diberikan dilakukan pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah menggunakan kuesioner. Hasil dan Pembahasan Hasil Tabel 1. Distribusi Frekuensi dan Persentase Karakteristik Responden . Jenis Kelamin Jurnal Pengabdian Kepada Masyrakat, e-ISSN: 2775-2437 Vol. 1 No. 1 Edisi Juni 2021 https://ejournal. id/index. php/JPK =============================================================================================== Received: 15 June 2021 :: Accepted: 17 June 2021 :: Published: 30 June 2021 menit diskusi serta penutup. Pada saat penyuluhan, disampaikan pemberian diabetes melitus meliputi defenisi, tanda dan gejala, penyebab, faktor resiko, pemeriksaan penunjang, komplikasi, terkhusus Brisk Walking. Perempuan Laki-laki Total Sumber : Data Primer Tabel 2. Distribusi Frekuensi dan Persentase Karakteristik Responden Berdasarkan Usia . Usia Dewasa Akhir . 45 tahu. Lansia Awal . -55 Lansia Akhir . -65 Manula (>65 tahu. Total Sumber : Data Primer Tahap Pemeriksaan Kadar Gula Darah Tahap mengetahui kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus. Setelah dilakukan edukasi atau penyuluhan latihan brisk walking dilanjutkan dengan pemeriksaan kadar glukosa darah, serta konsultasi tentang hasil pemeriksaan dan hal yang dapat dilakukan dirumah terkait latihan aktifitas seperti brisk Tabel 3. Distribusi Frekuensi dan Persentase Karakteristik Responden Berdasarkan Pemeriksaan Glukosa Darah Sewaktu . Glukosa Darah Sewaktu <200 mg/dL >200 mg/dL Total Sumber : Data Primer Tahap Evaluasi Dari hasil pemeriksaan kadar glukosa darah sewaktu didapati kadar gula darah <200mg/dL 4 orang . ,3%) dan kadar gula darah >200mg/dL sebanyak 26 orang . ,7%). Dari 4 orang responden dengan kadar gula darah <200 mg/dL mengatakan mereka mengeluhkan sering buang air kecil pada malam hari, sering haus dan mengeluh sering lapar. Respon peserta nampak sangat antusias dan kegiatan berlangsung secara tertib dan baik. Aktivitas fisik yang teratur dapat mengendalikan nilai glukosa darah dan berat badan menjadi menurun (Sari. Penelitian Putri menyatakan latihan dilakukan 3 kali per minggu selama 30 menit dapat menurunkan resiko pada penderita diabetes melitus. Pembahasan Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di Rumah Sakit Grandmed Lubuk Pakam. Kegiatan pengabdian masyarakat diawali dengan tahapan pemberian materi dan tanya jawab, kadar gula darah dan diakhiri dengan Adapun tahapannya sebagai Tahap pemberian materi Selama berlangsungnya kegiatan, peserta antusias mendengar materi dilengkapi dengan foto-foto penyakit diabetes melitus. Media yang digunakan saat penyuluhan adalah Power point presentation (PPT) dan LCD selama pembagian waktu 15 menit pembukaan, 45 menit penyampaian materi, dan 30 Kesimpulan Pendidikan terus-menerus tentang diabetes melitus adalah merupakan salah satu upaya yang cukup efektif untuk mencegah terjadinya komplikasi diabetes melitus lebih lanjut serta menurunkan angka kejadian diabetes melitus. Pendidikan kesehatan ini telah dilaksanakan pada Rumah Sakit Grandmed Lubuk Pakam dan dihadiri oleh 30 orang. Peserta Jurnal Pengabdian Kepada Masyrakat, e-ISSN: 2775-2437 Vol. 1 No. 1 Edisi Juni 2021 https://ejournal. id/index. php/JPK =============================================================================================== Received: 15 June 2021 :: Accepted: 17 June 2021 :: Published: 30 June 2021 nampak sangat antusias dan kegiatan berlangsung secara tertib dan baik. Didapati 4 orang responden dengan <200 mg/dL sering buang air kecil pada malam hari, sering haus dan mengeluh sering lapar. pada penderita diabetes melitus STIK, 35 World Health Organization (WHO). Diabetes, http://w. int/ mediacentre/ Updated January 2018 Ucapan Terima Kasih Penulis ucapkan terima kasih kepada Direktur Rumah Sakit Grandmed Lubuk Pakam kesempatan kepada penulis untuk melakukan pengabdian masyarakat. Daftar Pustaka