Jurnal Peduli Masyarakat Volume 7 Nomor 4. Juli 2025 e-ISSN 2721-9747. p-ISSN 2715-6524 http://jurnal. com/index. php/JPM KONSELING BUNUH DIRI MENURUT KONSEP SOTERIOLOGI Yoseph Lagan*. Juliana Hindradjat Sekolah Tinggi Teologi Kharisma. Jl. Mekar Laksana No. Mekarwangi. Bojongloa Kidul. Bandung. Jawa Barat 40237. Indonesia *yosephlagan23@gmail. ABSTRAK Bunuh diri merupakan tindakan individu untuk mengakhiri hidup sendiri secara sadar. Bunuh diri merupakan akibat dari kesehatan yang dipicu oleh berbagai faktor. Faktor gangguan mental, stres, penyakit kronis, dampak penggunaan zat tertentu dan faktor sosial dapat mempengaruhi individu untuk mengambil tindakan bunuh diri. Tindakan bunuh diri dapat dicegah dengan melihat perubahan perilaku, pernyataan terbuka, persiapan dan perubahan emosi. Jika terlihat tanda bunuh diri dari individu mencari bantuan adalah hal yang paling utama selain mendengarkan dan memberikan dukungan. Kekristenan mengenalkan konsep keselamatan. Konsep soteriologi mempelajari tentang keselamatan dalam konteks Keselamatan memiliki definisi yang luas bukan hanya kebebasan dari dosa namun meliputi hubungan dan harapan dengan Tuhan. Apakah konsep keselamatan dapat menyelamatkan individu yang melakukan tindakan bunuh diri?. Kata kunci: bunuh diri. SUICIDE COUNSELING ACCORDING TO THE CONCEPT OF SOTERIOLOGY ABSTRACT Suicide is an individual's act of consciously ending their own life. Suicide is a result of health that is triggered by various factors. Mental disorders, stress, chronic illness, the impact of using certain substances and social factors can influence individuals to take suicide. Suicide can be prevented by observing changes in behavior, open statements, preparation and emotional changes. If signs of suicide are seen from an individual, seeking help is the most important thing besides listening and providing support. Christianity introduces the concept of salvation. The concept of soteriology studies salvation in the context of Christianity. Salvation has a broad definition, not only freedom from sin but also includes a relationship and hope with God. Can the concept of salvation save individuals who commit suicide? Keywords: christianity. PENDAHULUAN Bunuh diri merupakan masalah kesehatan mental global yang serius. Faktor ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor biologis, psikologis dan sosial. Informasi angka kematian akibat dari tindakan bunuh diri tidak secara pasti dan akurat dapat dipaparkan. Tindakan bunuh diri disalahartikan menjadi solusi untuk terhindar dari masalah(Nainggolan et al. , 2021. Topik bunuh diri dicatat Pusat Informasi Kriminal Nasional Polri sebagai kasus yang serius. Periode sepanjang tahun 2024, dari Januari hingga 19 September mencatat pelaku bunuh diri berjumlah 852 individu. Jika dirata-rata maka terjadi kasus bunuh diri terjadi kepada 4 individu perhari(Pusiknas Bareskrim Polri, 2. World Health Organization (WHO) Mencatat kasus tindakan bunuh diri dapat terjadi kepada segala usia, segala golongan, segala industri dan segala etnis tidak terbatas dari wilayah tertentu(Keselamatan Dari Orang Kristen Yang Bunuh Diri, n. World Health Organization (WHO) pada tahun 2019 menyampaikan terdapat sekitar 800. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 7 No 4. Juli 2025 Global Health Science Group individu meninggal akibat tindakan bunuh diri. Angka bunuh diri terjadi lebih tinggi pada usia muda serta mencatat angka bunuh diri tertinggi di Asia Tenggara mulai dari Thailand. Singapura. Vietnam. Malaysia. Indonesia dan Filipina. Agung Frijanto, 2. Kasus ini dapat berdampak buruk terhadap keluarga dan terhadap lingkungan sosial. Raymond Iman Puta Gulo 2024 menyatakan bahwa Bunuh diri merupakan tindakan pertentangan, seakan menempatkan dirinya diatas Allah yang berhak memutuskan kehidupan(Iman Puta Gulo et al. , 2. Andreas Danang 2024 menyatakan bahwa peranan tokoh spiritual penting dalam hal ini Gembala untuk memberikan dukungan emosional, spiritual dan praktis yang diperlukan individu menghadapi tantangan tersebut(Andreas Danang Rusmiyanto, 2. Tindakan bunuh diri dengan alasan apa pun merupakan perbuatan dosa yang menentang kehendak Allah. Yayasan Insan Teman Langit merupakan komunitas individu muda untuk advokasi, kajian dan edukasi pencegahan bunuh diri dan kesehatan jiwa yang berbasis bukti ilmiah dan hak asasi manusia. Yayasan ini menyatakan bahwa bunuh diri dapat dicegah dengan mengenali 8 gejala atau tanda peringatan darurat tindakan bunuh diri (Yayasan Teman Langit, 2. Penting mengetahui faktor penyebab terjadinya tindakan bunuh diri agar individu dapat diarahkan ke profesional tepat baik Psikolog dari sisi psikologis. Psikiater dari sisi Biologis dan Konselor dari sisi Psikiater. Penelitian ini dibatasi kepada cara pencegahan melalui konseling serta menurut konsep keselamatan kekristenan (Soteriolog. Manfaat penelitian ini agar pembaca dapat mengetahui bahwa tindakan bunuh diri dapat dikenali dan dapat dicegah. Ganda M. Simatupang. Psi. Psikolog menyatakan bahwa dengan mencegah 1 tindakan bunuh diri maka juga menyelamatkan individu lain dalam hal ini keluarga pelaku bunuh diri dan lingkungan sosial(Ganda M. Psi. , 2. Fenomena tindakan bunuh diri dapat terjadi dimanapun, kapanpun dan kepada Harapan melalui konseling menurut konsep keselamatan kekristenan dapat menjadi salah satu cara pencegahan bunuh diri yang terjadi pada dewasa ini. METODE Penulisan ini menggunakan metode kualitatif sehingga menghasilkan data deskriptif. Pendekatan kualitatif dilakukan dengan mengumpulkan informasi dari penelitian terdahulu, sumber pemerintahan/ organisasi dan sumber kelompok yang dapat dipertanggungjawabkan. Alkitab menjadi sandaran yang menguatkan dan menjawab persoalan yang terjadi. Pesan Allah maupun kisah dalam Alkitab yang berkaitan dengan topik yang sedang dibahas. Penggunaan metode kualitatif diharapkan dapat diterima dan diketahui dengan tepat serta jelas dari banyak sudut pandang mengenai pencegahan tindakan bunuh diri, khususnya konseling menurut konsep keselamatan kekristenan. HASIL DAN PEMBAHASAN Tindakan Bunuh Diri Perilaku bunuh diri adalah perilaku tidak layak dan bukan menjadi sebuah solusi untuk menghadapi setiap permasalahan yang dihadapi. Kata bunuh diri berasal dari bahasa latin yaitu Sui yang berarti diri sendiri dan Caedere yang berarti untuk membunuh. Kata ini pertama kali diperkenalkan pada abad ke-17 pada tahun 1643 dalam sebuah literatur Karya Sir Thomas Browne yang merupakan physician sekaligus Philosopher dalam buku yang berjudul Religio Medici. American Psychiatric Association (APA) mengartikan bunuh diri sebagai aksi dari individu untuk membunuh dirinya sendiri yang disebabkan tekanan depresi atau penyakit mental lainnya(Fuady et al. , 2. Schneidman mendeskripsikan bunuh diri sebagai kondisi kesehatan mental individu yang merasakan frustasi yang cukup lama hingga akhirnya memilih bunuh diri sebagai penyelesaian dan menghentikan rasa sakit yang di alaminya. Aliran human behaviour mendeskripsikan bunuh diri sebagai bentuk pelarian dari sebuah kenyataan hidup yang tidak Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 7 No 4. Juli 2025 Global Health Science Group inginkan yang di hadapi oleh individu(Rifayanti et al. , 2. Bridge. Goldstein, dan Brent mendeskripsikan bunuh diri adalah sebuah tindakan yang fatal dan berasal dari pikiran-pikiran untuk menyakiti diri sendiri hingga pikiran untuk membunuh diri sendiri(Valentina & Helmi. Gamayanti mendeskrisikan bahwa bunuh diri merupakan tindakan yang menyebabkan kematian. Perbuatan sengaja yang dilakukan oleh diri sendiri dan individu yang melakukan bunuh diri menganggap tindakannya adalah jalan yang terbaik untuk menyelesaikan masalah nya(Biroli, -. Individu pasti memiliki kesulitan masing-masing dan setiap individu punya cara untuk menghadapi persoalan dalam kehidupan. Firman Tuhan dalam Matius 6:34 bahwa kita tidak perlu kuatir akan hari esok, karena setiap hari memiliki kesusahan nya sendiri. Namun beberapa individu merasa tidak siap dalam menghadapi persoalan yang sedang terjadi dan ingin segalanya cepat selesai, tetapi cara yang dipilih untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah menyimpang. Perilaku bunuh diri dapat di sebabkan oleh berbagai faktor seperti stres berkepanjangan sehingga menyebabkan depresi atau bahkan dapat disebabkan oleh penyakit mental. Tiga tipologi Bunuh Diri: Kesatu. Tipologi Egositik merupakan tipe bunuh diri dimana lemahnya kekuatan diri individu, seperti kelemahan dalam ikatan spiritual, ikatan kekeluargaan hingga lingkungan sosial sehingga individu menarik diri dari lingkungan. Kedua. Tipologi Altruistik merupakan tindakan bunuh diri karena mendapat dorongan dari pihak lain. Ketiga. Tipologi Anomik merupakan Tindakan bunuh diri yang disebabkan oleh fakor ekonomi dan sistem sosial. Faktor ekonomi sebagai salah satu penyebab oleh timbulnya ketidakpastiaan dan kekhawatiran akan masa depan(Wahyuni et al. , 2. Bunuh diri adalah suatu tindakan yang di sengaja. Tindakan sengaja ini dapat ditemukan melalui gejala ketika individu mulai memiliki pikiran untuk bunuh diri. Tanda-tanda yang dapat kita perhatikan adalah sebagai berikut. Kesatu, perubahan sikap dan perilaku dengan mulai menunjukkan perubahan sikap seperti kurang ceria dan menunjukkan sikap stres atau depresi. Kedua, merasa sendiri dan tidak diperhatikan. Ketiga, mengeluarkan kata-kata Auaku ingin matiAy atau Auaku bosan hidupAy. Keempat, putus asa dan merasa tidak memiliki harga diri hingga akhirnya memiliki keinginan bunuh diri(Hospitalitas Kristen Sebagai Upaya Pencegah Kasus Bunuh Diri Yang Marak TerjadiDi Kalangan Rem, n. Bunuh diri dapat dianggap sebagai wabah. Dampak dari tindakan bunuh diri. Kesatu. Tindakan bunuh diri secara tidak langsung dapat menimbulkan luka mendalam dan trauma baik dalam keluarga atau pun Masyarakat. Kedua. Tindakan bunuh diri secara tidak langsung juga mempengaruhi pikiran. Ketika individu melihat individu lain yang melakukan tindakan bunuh diri dan merasakan trauma maka ada kemungkinan individu tersebut dapat bertransformasi menjadi pelaku bunuh diri(Payong et al. , 2. Bunuh diri adalah sebuah dosa serta memiliki dampak negatif bagi diri sendiri, keluarga dan lingkungan sosial. Pencegahan Bunuh diri dapat dilakukan dengan cara. Kesatu. Pencegahan Primer yang dapat dilakukan dengan cara adanya program edukasi mengenai faktor dan resiko bunuh diri serta dampak yang ditimbulkan dari tindakan bunuh diri. Kedua. Pencegahan sekunder yang dapat dilakukan dengan cara mengidentifikasi tanda-tanda terhadap mereka yang memiliki resiko bunuh diri melalui penatalaksanaan psikososial dan penatalaksanaan biologi yang dapat dilakukan dengan pemberian antidepresan. Ketiga. Pencegahan Tersier dilakukan dengan program penatalaksanaan untuk remaja dan anak, secara khusus memberikan terapi kepada individu yang telah melakukan percobaan bunuh diri. mum et , n. Pencegahan bunuh diri dapat dilakukan dengan pendekatan family based care dalam bentuk pengasuhan untuk mencegah tindakan bunuh diri(Vebiana et al. , 2. Pandangan Kekristenan terhadap Tindakan Bunuh Diri 1 Korintus 3:16 Firman Allah berkata bahwa AuTubuh kita adalah bait AllahAy menghargai tubuh merupakan kewajiban. Tindakan bunuh diri dikatakan sebagai sebuah tindakan yang menyangkal Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 7 No 4. Juli 2025 Global Health Science Group kedaulatan Allah. Pertama. Allah adalah pencipta manusia. Ia yang menjadikan manusia dan memberikan nafas kehidupan dan hidup merupakan pemberian dari Tuhan (Kejadian 2:. Kedua. Allah yang berdaulat atas hidup dan mati manusia. Allah adalah pencipta, maka hanya Allah yang berhak mengambilnya pula dari kita (Ulangan 32: . Ketiga. Tindakan bunuh diri adalah bentuk ketidaktaan kita akan perintah Allah. Keluaran 20:13 AuJangan MembunuhAy. Keempat. Tubuh kita adalah bait Allah. Tubuh kita bukan milik sendiri namun milik Allah yang bersemayam dalam tubuh kita dan roh kudus tinggal dalam kita. Keputusan bunuh diri merupakan tindakan yang menganggap diri sendiri memiliki hak penuh akan kehidupan. Tindakan bunuh diri merupakan bentuk pemberontakan kepada Allah sebagai pemberi kehidupan. Allah berdaulat atas hidup kita. Allah sebagai Raja. Ia yang mengatur dan Ia juga sebagai hakim atau disebut dengan Antinomi yang berarti juga bahwa Allah sebagai Raja yang mengatur dan mengendalikan segala sesuatu, namun Ia juga menuntut sebagai hakim agar manusia bertanggung jawab atas setiap pilihan yang Upah Dosa adalah maut dan tindakan bunuh diri merupakan dosa besar(Nainggolan et al. Konsep Soteriologi dan Konseling Bunuh Diri Soteriologi merupakan ajaran keselamatan dimana manusia menginginkan adanya keselamatan kekal dalam hidupnya. Keselamatan dalam ranah fisikal konsepnya adalah kebebasan diri dari nasib buruk, malapetaka dan sejenisnya. Manusia dalam konsep soteriologi harus memiliki hubungan dengan Allah sebagai pemberi keselamatan. Konselor menggunakan konsep soteriologi untuk membantu konseli dengan menekankan kembali akan adanya keselamatan(Laning et al. Konsep soterologi perjanjian lama menekankan keselamatan adalah lahiriah dan bukan batiniah yang artinya diciptakan untuk mencegah manusia berbuat dosa serta menekankan kepada moral dan bukan pada spiritual sedangkan dalam perjanjian baru menekankan keselamatan adalah anugerah dari Allah yang diterima melalui iman dan diperoleh selaras dengan perbuatan kita (Yermias Boimau Sekolah Tinggi Teologi Efata, n. Konselor adalah individu profesional yang memiliki pemahaman, empati, penerimaan, sikap mendengarkan dan merespon individu yang memiliki masalah dalam hal ini disebut konseli sehingga tercipta suasana yang nyaman dalam Konselor berperan sebagai pembina atau pembimbing dan konseli sebagai individu yang menghadapi masalah serta butuh pembinaan. Konseling dapat membantu seseorang untuk meningkatkan kesehatan spiritual melalui kegiatan rohani seperti doa, meditasi, refleksi, dan Kesehatan spiritual dapat memberikan fondasi yang kuat dalam menghadapi tantangan hidup dan mencegah terjadinya masalah kesehatan mental. Sikap yang harus ditunjukkan oleh konselor agar tercipta suasana yang nyaman dalam konseling. Pertama. Pemahaman dalam sesi konseling diperlukan untuk mengerti dan merasakan apa yang sedang dialami oleh konseli. Kedua. Konselor menerima dan mendengarkan. Kebanyakan individu tidak mau melakukan konseling karena timbul kekhawatiran akan dihakimi. Ketiga. Konselor merefleksikan yang didengar dan merespon merupakan sikap yang harus dimiliki oleh konselor agar konseli mau lebih terbuka akan setiap permasalahan yang sedang dialami. Pendekatan Konselor. Pertama adalah pendekatan mazhab psikodinamika dengan menggali lebih dalam dan mulai membuka pembicaran mengenai dorongan-dorongan alam bawah sadar yang timbul akibat dari permasalahan yang sedang di hadapi. Kedua pendekatan mazhab humanistik, fenomenologis, eksperiensial, dan relasional dengan mengembalikan pemahaman mengenai penciptaan dan nilai kehidupan, konsep diri dan tanggung jawab. Menekankan bahwa setiap pilihan yang di ambil selalu ada konsekuensinya dan setiap orang harus bertanggung jawab atas pilihan yang di ambil. Ketiga adalah mazhab behavior atau tingkah laku dengan fokus untuk proses perubahan pola pikir, perilaku dan pola pikir komunikasi. Mengubah pola pikir dari negatif menjadi positif serta mulai Mengembalikan motivasi diri(Agama et al. , n. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 7 No 4. Juli 2025 Global Health Science Group Konselor kristen dalam menghadapi persoalan individu wajib mengetahui faktor penyebab dari Bunuh diri itu sendiri. Faktor penyebab bunuh diri. Pertama. Faktor psikologis yang disebabkan oleh ansietas, depresi, putus asa, stres, kesendirian, gangguan tidur, mimpi buruk, koping keagamaan yang negatif dan riwayat bunuh diri atau traumatik atas tindakan bunuh diri(Jatmiko et , n. Kedua. Faktor sosial yang disebabkan kurangnya dukungan dari lingkungan sekitar atau sosial, tekanan sosial, perubahan sosial serta perilaku diskriminatif(Biroli, n. Ketiga. Faktor biologis gangguan fungsional pada otak(Alek Gugi Gustaman, 2. Bunuh diri disebabkan oleh faktor psikologis maka konselor bekerja sama dengan individu yang profesional dibidang psikologis dengan individu yang disebut Psikolog. Jika bunuh diri disebabkan oleh faktor biologis maka perlu peran profesional yang disebut Psikiater serta jika bunuh diri disebabkan oleh faktor sosial maka perlu peran profesional yang disebut konselor profesional. Konselor tentu memerlukan peran keluarga, sosial dan Gereja. Keluarga memiliki peran melalui keteladanan, kebiasaan, moral dan motivasi. Dukungan sosial berperan dalam menghadapi masalah bunuh diri(Setiardi, 2. Komunitas yang tepat mengurangi dampak stres dan mencegah ide bunuh diri(Salsabhilla & Panjaitan, n. Peran Gereja secara khusus dapat dilakukan dengan melakukan pendampingan pastoral(Setiawan et al. , 2. SIMPULAN Bunuh diri merupakan kondisi bermasalah pada kesehatan mental individu yang dapat diatasi. Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya faktor psikologi, faktor sosial dan faktor biologis. Tindakan bunuh diri dapat dicegah dengan melihat gejala yang ditampilkan oleh individu yang memiliki keinginanan untuk melakukan Tindakan bunuh diri. Tindakan bunuh diri tentunya berdampak negatif pada keluarga dan lingkungan sekitar. Pencegahan bunuh diri dapat dilakukan dengan melihat faktor penyebab terjadinya Bunuh Diri. Kekristenan memandang bunuh diri sebagai dosa yang menentang kehendak Allah. Bunuh diri diri merupakan Tindakan maut dan maut merupakan upah dari dosa. Keselamatan merupakan anugerah dari Allah yang selaras dengan perbuatan manusia. Penanganan Tindakan bunuh diri juga memerlukan peran profesional sesuai dengan faktor penyebab serta membutuhkan peran keluarga dan lingkungan DAFTAR PUSTAKA