PINTOE: PENGABDIAN TEUKU UMAR Email: pintoe@utu. Volume 2 | Nomor 2 | Juni 2024 e-ISSN: & p-ISSN: Doi: Submitted: 20/02/2024 Accepted: 20/03/2024 Published: 30/06/2024 Pencegahan Stunting Dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di Desa Persiapan Ise Ise Kabupaten Gayo Lues Dara Maulia1. Umul Akia1. Eka Putri2. Ikhsan Fakhrawi3. Yunis Fahendra4. Afdhal Fuadi5,Julida6. Andika Oktavyan6 1Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi. Universitas Teuku Umar 2Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Teuku Umar 3Program Studi Teknik Mesin. Fakultas Teknik. Universitas Teuku Umar 4Program Studi Ilmu Komunikasi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Teuku Umar 5Program Studi Perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Teuku Umar 6Program Studi Keperawatan. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Medika Seramoe Barat *Email korespondensi: afdhalfuadi@utu. ABSTRAK Stunting menjadi masalah gizi kronis yang sering terjadi pada anak-anak diberbagai wilayah di Indonesia, termasuk Daerah Gayo Lues. Salah satu desa yang perlu upaya pencegahan stunting yaitu Desa Persiapan Ise-ise. Stunting menjadi permasalahan yang terjadi dalam proses pertumbuhan yang dialami oleh balita di bawah usia 5 tahun yang mengalami kekurangan gizi mulai dari dalam kandungan hingga proses kelahiran bayi tersebut. Pengabdian ini bertujuan untuk mengevaluasi upaya pencegahan stunting melalui PMT di Desa Persiapan Ise-ise. Metode pengabdian yang digunakan adalahpenelitian tindakan, dengan melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat setempat. Pengabdian ini dilakukan dalam beberapa tahap, mulai dari identifikasi prevalensi stunting, penyusunan program PMT, implementasi program, hingga evaluasi dampak. Hasil Pengabdian menunjukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat terkait pentingnya PMT dalam pencegahan stunting. Program PMT di Desa Persiapan Ise-ise berhasil meningkatkan status gizi anak-anak, dapat dilihat dari penurunan angka stunting. Faktor keberhasilan program ini melibatkan kontribusi dan partisipasi ibu-ibu balita/ibu hamil dalam pemahaman dan penerapan pola makan yang sehat dan seimbang. Selain itu, dukungan pemerintah desa dan kerja sama antarwarga menjadi kunci keberhasilan implementasi program. Kata Kunci: Pertumbuhan. Balita. PMT. Stunting. ABSTRACT Stunting is a chronic nutritional problem that often occurs in children in various regions in Indonesia, including the Gayo Lues Region. One of the villages that needs stunting prevention efforts is Ise-ise Preparation Village. Stunting is a problem that occurs in the growth process experienced by toddlers under the age of 5 years who experience malnutrition starting from the womb to the birth process of the baby. This service aims to evaluate stunting prevention efforts through the provision of PMT in Ise-ise Preparatory Village. The service method used is action research, involving active participation from the local community. This service is carried out in several stages, ranging from identifying stunting prevalence, preparing PMT programs, implementing programs, to evaluating impacts. The results of the Community Service show an increase in public awareness regarding the importance of PMT in stunting prevention. The PMT program in Ise-ise Preparatory Village has succeeded in improving the nutritional status of children, as can be seen from the reduction in stunting rates. The success factor of this program involves the contribution and participation of mothers under five / pregnant women in understanding and implementing a healthy and balanced diet. In addition, village government support and cooperation between residents are the keys to the successful implementation of the program. Keywords: Growth. Toddlers. PMT. Stunting PINTOE: PENGABDIAN TEUKU UMAR Maulia et al PENDAHULUAN Stunting menjadi sebuah masalah kurang gizi kronis yang berdampak pada tumbuh kembang anak, yang mana disebabkan karena faktor kurangnya asupan gizi dalam waktuyang cukuplama. Hal demikian menjadi penyebab adanya gangguan di masa yang akan datang seperti mengalami kesulitan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan fisik serta kognitif yang optimal. Anak yang mengalami stunting mempunyai Intelligence Quotient (IQ) lebih rendah dibandingkan dengan IQ anak normal (Kemenkes RI, 2. Stunting dapat diartikan sebagai keadaan dimana asupan gizi pada anak menurut TB/U dengan hasil nilai Z Score= <-2 SD, itu dapat terlihat pada keadaan tubuh yang pendek atau kurus karena mengalami kegagalan dalam pertumbuhan diusianya. Stunting yang terjadi pada anak menjadi salah satu faktor beresiko terjadinya kematian, masalah perkembangan otak yang menurun/rendah, kemampuan dalam berbahasa yang rendah serta adanya ketidak seimbangan fungsional (Anwar et al. , 2. Stunting menjadi permasalahan yang terjadi dalam proses pertumbuhan yang dialami oleh balita di bawah usia 5 tahun yang mengalami kekurangan gizi mulai dari dalam kandungan hingga proses kelahiran bayi tersebut, stunting akan mulai terlihat ketika bayi berusia 2 tahun (Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan. Menurut Charles dan Schmidt, . stunting ini merupakan masalah kekurangan gizi pada anak dengan periode yang cukup lama sehingga muncul gangguan pertumbuhan tinggi badan pada anak yang lebih rendah atau pendek . dari standar usianya. Pada saat ini, stunting masih menjadi permasalahan yang sering terjadi di Indonesia. Menurut Riskesdas . berdasarkan hasil survey yang dilakukan dia menemukan bahwa kurang lebih 1/3 balita di Indonesia yang menderita stunting. Angka ini tidak terlalu berbeda dari hasil survei sebelumnya sebesar 37, 2% (Kemenkes RI. Masalah gizi kronis seperti stunting dapat menyebabkan kerusakan kognisi yang sangat sulit untuk disembuhkan (Wemakor & Iddrisu, 2. Berkaitan dengan kemiskinan ekstrem yang diartikan sebagai kondisi ketidak mampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar yaitu tempat tinggal, makanan, air bersih, kesehatan, pendidikan dan akses informasi terhadap pendapatan serta layanan sosial. Seseorang dikategorikan miskin ekstrem apabila biaya kebutuhan hidup sehari-harinya tidak terpenuhi atau berada dibawah garis kemiskinan esktrem. Sehingga kemiskinan ekstrem ini juga dapat memicu terhadap masalah stunting karena ketidak mampuan dalam memenuhi kebutuhan dasarnya. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk menghilangkan kemiskinan ekstrem di Indonesia, termasuk evaluasi program pemberdayaan ekonomi dan peningkatan produktivitas. Desa persiapan Ise-ise adalah salah satu Desa yang terdapat di kecamatan Pantan Cuaca, kabupaten Gayo Lues yang perlu juga upaya pencegahan terhadap stunting. Desa tersebut masih tergolong desa persiapan, sehingga penduduk di Desa tersebut juga masih tergolong belum banyak. Desa Persiapan Ise Ise terdapat 36 KK . Mengenai pemahaman tentang stunting masih tergolong minim pada masyarakat di Desa tersebut, karena keterbatasan terhadap akses informasi. Sehingga diperlukan upaya melalui program baik pemerintah atau non pemerintah agar dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan terhadap stunting. Sebagai mahasiswa yang akan menjadi generasi perubahan dan penerus berikutnya perlu ikut serta berpartisipasi dan berkontribusi terhadap penurunan kemiskinan ekstrem dan pencegahan stunting di Indonesia (Marni & Ratnasari, 2. Oleh karena itu. Universitas Teuku Umar berkolaborasi dengan Stikes Medika Saramoe Barat melalui PINTOE: PENGABDIAN TEUKU UMAR Maulia et al program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler angkatan ke XXI 2024 untuk melakukan program-program kerja bersama dengan pemerintah Kabupaten Gayo Lues dalam mengatasi penurunan angka kemiskinan ekstrem dan pencegahan stunting yang ada di kabupaten Gayo Lues yang menduduki peringkat kedua paling tinggi di Aceh. Dari pelaksanaan KKN Reguler ini yang bertujuan untuk mengatasi berbagai macam permasalahan Masyarakat yang ada di desa lokasi KKN dilaksanakan terutama di Desa Persiapan Ise Ise mengenai pencegahan terhadap stunting, pada umumnya masyarakat masih membutuhkan mahasiswa yang menjadi bagian dari unsur akademika untuk membantu mengatasi permasalahan di Desa lokasi KKN yang memiliki keterbatasan pengetahuan, keterbatasan keterampilan, metode dalam pelaksanaan atau pengelolaan potensi yang ada di Desa. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah memberikan sosialisasi kepada Ibuibu dan masyarakat Desa Ise-ise terkait dengan pencegahan stunting dam membentuk kemandirian masyarakat dalam mengurangi angka kemiskinan di desa tersebut. METODE Waktu dan Tempat Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama 2 yaitu mulai dari persiapan kegiatan pada hari JumAoat 19 Januari 2024, kemudian pada hari kedua dilaksakan kegiatan sosialisasi pencegahan stunting dan pemberian makanan tambahan (PMT) kepada ibuibu hamil pada tanggal 20 Januari 2024. Kegiatan tersebut dilakukan pada Balai pertemuan Desa Ise-Ise kecamatan Pantan Cuaca. Kabupaten Gayo Lues. Metode Pelaksanaan Kegiatan KKN Di Desa Persiapan Ise Ise. Kecamatan Pantan cuaca. Kabupaten Gayo Luesdengan menggunakan Metode sebagai berikut: Persiapan dan Pendekatan Metode Pendekatan merupakan metode yang dilakukan mahasiswa untuk saling mengenal antara mahasiswa dengan masyarakat setempat. Pendekatan ini juga tidak hanya dilakukan dengan masyarakat tetapi juga dengan situasi dan kondisi lingkungan sekitar. Edukasi dan Sosialisasi Metode Sosialisasi merupakan metode yang dilakukan oleh mahasiswa dalam berintegrasi dengan masyarakat dengan komunikasi secara langsung. Bentuk sosialisasi tersebut yaitu sebagai berikut: Melakukan pertemuan dengan Aparatur Desa Persiapan Ise Ise. Melakukan sosialisasi pencegahan stunting dengan Ibu-Ibu hamil dan masyarakat Desa Ise-ise. Potensi yang dimiliki desa tersebut sangat relevan dengan visi utama dari program ketahanan pangan untuk penurunan angka kemiskinan dan pencegahaterhadap stunting di Desa Persiapan Ise Ise. Evaluasi Tahap terakhir adalah melakukan evaluasi terhadap penerima manfaat dari kegiatan tersebut mulai dai Ibu-ibu hamil dan masyarakat Desa Ise Ise yang bertujuan untuk mengetahui apakah ada terjadinya perubahan yang dirasakan oleh peserta dengan adanya kegiatan pencegahan stunting dan penurunan angka kemiskinan tersebut. Sehingga hasil dari kegiatan ini benar-benar menjadi manfaat bagi ibu-ibu hamil dan PINTOE: PENGABDIAN TEUKU UMAR Maulia et al masyarakat Desa Ise-ise, kecamatan Pantan Cuaca, kabupaten Gayo Lues Gambar 1 Tahapan kegiatan pengabdian kepada masyarakat HASIL DAN PEMBAHASAN Persiapan dan Pendekatan Tim pengabdian melalukan kegiatan persiapan mulai dari diskusi dengan Kepala Desa Ise-ise, membuat administrasi surat menyurat, melakukan survey lokasi kegiatan dan melakukan persiapan tempat serta materi untuk diberikan kepada Ibu-ibu hami dan masyarakat Desa Ise-ise. Dalam hal ini hasil dari diskusi dengan Kepala Desa sangat mendukung adanya kegiatan edukasi dan sosialisasi pengcegahan stunting yang dilaksanakan pada masyarat desa tersebut. Pelaksanaan Kegiatan pengabdian ini dilakukan guna untuk menjelaskan kepada ibu-ibu hamil, dan ibu yangmemiliki balita untuk memberikan makanan yang mengandung kaya akan ptotein, zat besi, dan vitamin A supaya calon anak dan balita tidak terkena stunting. bukan hanya itu saja, kami juga memberikan edukasi kepada Masyarakat untuk selalu menjaga pola makan yang baik untuk ibu-ibu hami dan balita. Gambar 2 Kegiatan edukasi dan sosialisasi pencegahan stunting PINTOE: PENGABDIAN TEUKU UMAR Maulia et al Dalam upaya pencegahan stunting di desa persiapan Ise-ise, tim pengabdian membuat makanan tambahan gizi untuk anak-anak Desa tersebut yaitu pemberian makanan tambahan (PMT) seperti bubur kacang hijau dan telur rebus. Hal ini juga sebagai edukasi bagi anak-anak untuk mengonsumsi makanan yg bergizi. Bubur kacang hijau adalah salah satu makanan sehat dan bergizi serta sebagai sumber protein. Sehingga dapat menjadi makanan yang dapat mencegah stunting pada anak-anak dan mencukupi gizi bagi ibu-ibu pada masa kehamilan. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran bagi masyarakat agar dapat mencegah adanya stunting terutama di Desa Persiapan Ise-ise, kecamatan Pantan Cuaca, kabupaten Gayo Lues. Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat global yang terus menjadi perhatian serius. Menurut World Health Organization (WHO), stunting terjadi ketika seorang anak memiliki tinggi badan lebih rendah dari rata-rata seharusnya untuk Kondisi ini seringkali disebabkan oleh kekurangan gizi yang kronis selama masapertumbuhan awal anak. Salah satu pendekatan yang telah diadopsi oleh banyak negara untuk mencegah stunting adalah pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Dalam esai ini, kita akan membahas upaya pencegahan stunting melalui PMT, dengan mengacu dan berdasarkan pada referensi jurnal terkini. Stunting bukan hanya masalah fisik, tetapi juga memiliki dampak jangka panjang pada perkembangan anak, baik dari segi kognitif maupun sosial. Dalam beberapa dekade terakhir, upaya pencegahan stunting telah menjadi fokus utama dalam agenda kesehatan global. PMT adalah salah satu strategi yang digunakan untuk memberikan nutrisi tambahan pada anak-anak, terutama pada fase kritis pertumbuhan Menurut Soliman et al. , . Pemberian makanan tambahan (PMT) dapat meningkatkan asupan gizi pada anak-anak yang berisiko stunting. Oleh karena itu PMT menjadi solusi yang menjanjikan dalam menanggulangi stunting. Stunting tidak hanya memiliki dampak kesehatan fisik, tetapi juga dampak psikososial dan ekonomi yang Menurut Sung et al. , . anak-anak yang mengalami stunting cenderung memiliki tingkat kecerdasan IQ yang lebih rendah dibandingkan dengan anak-anak yang tumbuh normal. Hal ini dapat berdampak pada prestasi akademis danperkembangan sosial mereka. Dari segi ekonomi, stunting juga dihubungkan dengan produktivitas yang rendah di masa dewasa. Negara berkembang menyoroti bahwa anak-anak yang mengalami stunting lebih mungkin mengalami kesulitan dalam mengejar pendidikan dan pekerjaan yang memadai. Oleh karena itu, pencegahan stunting melalui PMT dapat dianggap sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia dan ekonomi suatu Meskipun PMT memiliki potensi besar dalam pencegahan stunting, implementasinya tidak selalu berjalan mulus. Referensi jurnal yang membahas evaluasi program PMT di beberapa negara menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi oleh pemerintah dan lembaga terkait. Salah satu kendala utama adalah ketersediaan dana yang memadai untuk mendukung program ini secara berkelanjutan. Menurut McIntyre, . menunjukkan bahwa keberlanjutan program PMT seringkali tergantung pada anggaran yang tersedia dari pemerintah. Ketidakpastian dalam alokasi anggaran dapat menghambat kelancaran distribusi PMT, terutama di daerah yang membutuhkan dukungan lebih besar. Oleh karena itu, pemangku kepentingan perlu bekerja sama untuk mencari solusi yang dapat meningkatkan keberlanjutan program PMT. Untuk mengevaluasi efektivitas jangka panjang program PMT dalam mencegah stunting, perlu dilakukan penelitian longitudinal yang melibatkan pemantauan anak-anak yang menerima PMT sejak dini hingga mencapai PINTOE: PENGABDIAN TEUKU UMAR Maulia et al usia dewasa. Referensi jurnal yang menyajikan hasil penelitian jangka panjang dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang dampak PMT pada perkembangan fisik, kognitif,dan ekonomi anak-anak. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Kegiatan edukasi dan sosialisasi terkait dengan pencegahan stunting dan pemberian makanan tambahan (PMT) kepada Ibu-ibu hamil dan masyarakat di Desa Iseise berjalan dengan sangat baik dan lancar sesuai dengan rencana kegiatan yang sudah di susun. Ibu-ibu hamil dan masyarakat sangat antusias dalam kegiatan pengabdian tersebut, hal ini dapat dilihat dari partisipasi kehadirian pada saat kegiatan berlangsung. Saran Dengan adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat edukasi dan sosialisasi pencegahan stunting dan pemberian makanan tambahan kepada Ibu-ibu hamil beserta anak-anak yang dilakukan di Desa Ise-ise dapat diterapkan sesuai dengan apa yang disampaikan pada kegiatan tersebut. Sehingga masyarakat Desa Ise-ise dapat mencegah terjadinya stunting pada balita. DAFTAR PUSTAKA