Prosiding Seminar Nasional Bahasa. Sastra, dan Seni 2022 Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Jakarta Representasi Stereotipe Budaya Cina dan Bahasa Mandarin dalam FilmAuShang-Chi and the Legend of the Ten RingsAy Sundari Damayanti1. Rizky Wardhani2,Rendy Aditya3 Universitas Negeri Jakarta. Indonesia Universitas Negeri Jakarta. Indonesia Universitas Negeri Jakarta. Indonesia Email Address sundaridamayanti35@gmail. rizkywardhani@unj. rendyadityaunj@gmail. Kata Kunci Representasi. Cina. Mandarin. Shang-Chi. Stereotipe Abstrak Abstrak Artikel ini meninjau representasi stereotipe budaya Cina dan bahasa Mandarin dalam film Shang-Chi and the Legend of Ten Rings. Representasi merupakan hasil dari proses penafsiran dari suatu tanda menjadi suatu makna yang dipahami oleh orang lain. Teori representasi yang digunakan dalam artikel ini beracuan pada teori Charles Sanders Peirce. Di dalam film, banyak menampilkan cara orang tua beretnis Cina mendidik anak mereka serta menunjukkan kebiasaan-kebiasaan mereka sebagai etnis Cina. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stereotipe bahasa dan budaya yang ditayangkan dalam film tersebut terhadap gambaran budaya Cina dan bahasa Mandarin dalam dunia nyata. Metodologi yang digunakan adalah tinjauan pustaka dari berbagai jurnal yang sebelumnya telah membahas mengenai representasi kebudayaan Cina dalam berbagai film karya barat dan artikel yang membahas mengenai pengaruh Shang-Chi terhadap gambaran budaya dan bahasa Mandarin di dunia nyata menurut orang-orang beretnis Cina itu sendiri. Hasil penelitian dapat dilihat dari cara penulisan judul film secara resmi dan dalam film yang tidak sesuai dengan cara pelafalan bahasa Mandarin yang seharusnya. Oleh karena itu, penelitian mengenai topik ini dapat membantu memberikan perspektif baru dalam representasi budaya Cina dan bahasa Mandarin dalam film barat terkini. Pendahuluan Shang Chi and the Legend of Ten Rings menceritakan tentang seorang pemuda yang pandai bela diri, ia melarikan diri dari rumahnya di Cina karena ia harus menuruti permintaan ayahnya yang tidak bisa ia penuhi. Shang Chi melarikan diri ke Amerika dan berteman dengan Katy, seorang wanita beretnis Cina yang besar dan tinggal di Amerika Serikat. Di dalam film, banyak menampilkan cara orang tua beretnis Cina mendidik anak mereka serta menunjukkan kebiasaan-kebiasaan mereka sebagai etnis Cina. Budaya Cina dan bahasa Mandarin sudah tidak asing lagi bagi dunia,karena budaya dan bahasa mereka sangat khas dan oriental. Tidak hanya budaya dan bahasa Cina yang tidak asing lagi, melainkan stereotipe etnis dan budaya Cina yang beredar antar masyarakat sudah tidak dipungkiri lagi. Media barat seringkali menunjukkan orang beretnis cina sebagai nerds atau pendekar kungfu. (Nittle,2. Etnis Cina juga sering dianggap sangat berfokus pada dunia bisnis dan lebih mementingkan pekerjaan daripada kegiatan sosial. (Deviera,2021:. 213 | Sundari Damayanti Representasi merupakan proses pemberian tanda kepada suatu hal yang akhirnya memberikan makna kepada hal tersebut. Perbedaan pola pikir dan pandangan manusia satu sama lainnya akan juga memberikan makna yang berbeda dari suatu tanda. (Wibowo,2. Menurut Kenney . 5, 99-. representasi memiliki tiga model,yaitu: Hubungan dua bagian yang berdasarkan Saussure. Saussure berpendapat dalam representasi terdapat dua bagian yaitu signifier yang merupakan tanda yang dapat berbentuk ekspresi, audio, dan lain-lain dan signified yang merupakan makna dari tanda tersebut. Hubungan tiga bagian yang berdasarkan dengan teori Pierce. Pierce mengartikan representasi sebagai hasil dari hubungan antara tanda, objek dan penafsir. Hubungan empat bagian yang berdasarkan dengan teori Mitchell. Teori representasi oleh Mitchell memiliki dimensi yang sama seperti teori Pierce, namun Mitchell menambahkan satu dimensi lagi, yaitu pembuat representasi. Menurut Mitchell, representasi terjadi salah satunya didasari dengan intensi pembuat tanda mengenai hal yang ingin disampaikan. Dalam artikel ini, peneliti menggunakan teori representasi Pierce untuk menganalisis representasi stereotipe budaya Cina dan bahasa Mandarin dalam film Shang-Chi and the Legend of Ten Rings. Menurut Peirce dalam Kaelan . pemaknaan suatu tanda didasari dengan logika. Dalam proses pemaknaan suatu tanda adalah cara untuk menggunakan nalar, oleh karena itu pemaknaan didasari dengan logika, karena logika mempelajari caranya bernalar. Terdapat diinterpretasikan, yaitu ground. Pierce mengklasifikasi tanda yang berkaitan dengan ground-nya menjadi tiga, yaitu qualisign yang merupakan kualitas yang terdapat dalam tanda tersebut, seperti kata kasar atau lemah lembut. Selain itu, ada sinsign yang merupakan keberadaan sebenarnya dari suatu benda atau kejadian yang disebutkan dalam tanda tersebut. Lalu, legisign yang tandanya mengandung norma. Menurut teori Pierce terdapat tiga dimensi dalam representasi, yaitu tanda, objek dan tafsiran. Berdasarkan tafsiran, tanda memiliki beberapa jenis. Yaitu rheme, dicent sign dan Rheme adalah tanda yang orang lain dapat memaknai berdasarkan pilihannya Dicent sign adalah tanda yang maknanya berdasarkan dengan fakta. Lalu, argumen adalah tanda yang maknanya langsung disampaikan berdasarkan alasan mengapa ia memberikan tanda tersebut. (Sobur,2006: 42-. Akibat dari stereotipe yang muncul pada film-film barat, dalam dunia nyata menurut Eunike Mutiara Himawan, dapat memunculkan konflik di masa depan. Selain itu, di negeri kelahiran mereka sendiri, etnis Cina sering dianggap sebagai Auorang luarAy yang bukan merupakan warga asli dari negara mereka sendiri, sehingga pengkotak-kotakan dapat terjadi untuk orang-orang etnis Cina. Prosiding Seminar Nasional Bahasa. Sastra, dan Seni 2022 | Artikel ini bertujuan untuk membuat pembaca mengetahui stereotipe etnis Cina yang ada dan juga memahami pengaruh yang dapat dihasilkan dari melihat stereotipe etnis Cina dalam film Shang-Chi and the Legend of Ten Rings. Dengan ini, pembaca dapat mengidentifikasi stereotipe-stereotipe etnis Cina dan dapat menghindari diri dari mempercayai stereotipe-stereotipe tersebut. Menurut AECT . Media adalah alat untuk menyajikan informasi kepada orang lain dari pemberi pesan kepada penerima pesan. Oleh karena itu, media dapat diartikan sebagai pengantar pesan. Salah satu contoh media dalam media komunikasi audio visual dan juga merupakan komunikasi massa adalah film. Film adalah salah satu media untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat. Namun, film bukan sekedar sebagai perantara dan pembawa pesan, melainkan film juga dapat menjadi hiburan serta bentuk dari karya seni yang melestarikan suatu budaya. (Effendy, 1986 : . Menurut Karsito . 8: . Film adalah sebuah seni yang dapat menyampaikan karakter dari suatu budaya dan masyarakat tertentu serta kehidupan sosial pada kelompok tertentu. Menurut Syamela . Film dianggap sebagai media yang dapat menyampaikan suatu kenyataan dan dapat merepresentasikan sebuah kenyataan yang ada melalui gagasan dan ideologi serta budaya yang dianut. Menurut Dyah Gandasari dkk . stereotipe adalah prasangka terhadap suatu Lalu, menurut Matsumoto (Liliweri,2. stereotipe adalah tindakan penyamaan kesan terhadap suatu kelompok mengenai karakter dan kepribadian mereka. Stereotip merupakan pemberian label yang tidak selalu merujuk pada sesuatu yang negatif, stereotip bisa berbentuk suatu hal yang positif, bahkan bisa saja seluruh stereotipe yang ditujukan benar atau salah. (Matsumoto,2003: . Menurut Matsumoto . stereotipe diberikan berdasarkan beberapa faktor dalam proses kejiwaan manusia, seperti pemilihan perhatian, pendekatan, memori dan emosi. Artikel ini dapat membantu menambah pengetahuan terhadap representasi terkini mengenai budaya Cina dan bahasa Mandarin dalam film barat, salah satunya Shang-Chi and the Legend of Ten Rings yang dirilis pada tahun 2021. Belum ada penelitian yang membahas mengenai representasi stereotipe budaya Cina dan Bahasa Mandarin dalam film Shang-Chi and the Legend of Ten Rings. Artikel ini akan mencoba untuk menjawab beberapa pertanyaan: Stereotipe apa saja yang direpresentasikan dalam film Shang-Chi and the Legend of Ten Rings? Dampak apa saja yang ditimbulkan dari stereotipe tersebut? 215 | Sundari Damayanti Metode Jenis penelitian ini adalah analisis konten serta tinjauan pustaka berdasarkan beberapa jurnal dan artikel wawancara yang peneliti telaah sebagai acuan. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian semiotik yang berdasarkan teori Pierce mengenai Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari artikel wawancara serta berasal dari sumber data yang dianalisis sendiri oleh peneliti dari film Shang-Chi and the Legend of Ten Rings sebagai objek penelitian. Penelitian ini tidak memiliki subjek dalam pengumpulan data untuk sumber. Hasil dan Pembahasan Di awal film terdapat narasi seorang wanita, yaitu Jiang Li yang menarasikan latar belakang dan asal muasal dari salah satu tokoh yang karenanya, semua permasalahan ini Tokoh itu adalah Wenwu. Ia adalah suami dari Jiang Li. Wenwu dan Jiang Li adalah orang tua dari Shang Chi dan adik perempuannya. XiaLing. Di dalam film terdapat banyak budaya dan kebiasaan dari etnis Cina. AuWakao!Ay adalah ungkapan ekspresi yang dilontarkan oleh salah satu karakter. Jon Jon. Ungkapan tersebut tidak memiliki arti langsung dan tidak diterjemahkan ke kata yang sepadan dalam bahasa Inggris, yang bisa saja pembuat film Shang Chi melakukan hal tersebut. Dalam film tidak hanya narasi bahasa inggris yang diucapkan, bahkan terdapat chengyu atau peribahasa dalam bahasa Mandarin. Seperti saat Jiang Li mengatakan Aucheng e yang shanAy (NEaonE) untuk mendeskripsikan Wen Wu yang seharusnya dapat mengambil tindakan tersebut yaitu berarti menekan kejahatan dan melakukan kebaikan. Selain itu, penyebutan nama panggilan dalam bahasa mandarin mewakili bagaimana etnis Cina membuat nama panggilan untuk anak dan adik mereka. Dalam kebudayaan Cina, untuk membuat nama panggilan, biasanya mereka mengulang kata final dalam nama seseorang. Seperti saat Shang Chi meamnggil adiknya dengan Ling Mengenai penyebutan nama. Shang Chi mengajarkan Katy nama aslinya yang menggunakan bahasa mandarin. Selama tinggal di Amerika Serikat Shang Chi menggunakan nama Shaun, saat ia mengajarkan Katy. Shaun harus mengulang beberapa kali sampai Katy setidaknya dapat mendekati benar dalam pengucapan namanya. Dilansir dari TIME, hal ini karena tidak ada huruf bahasa inggris yang dapat menggambarkan cara pengucapan kata AuShangAy yang tepat. Dalam artikel Chinosity, penulisan Shang Chi dalam aksara Han adalah oi dan pinyinnya yang bertuliskan Shyng qy. Penulisan aksara Han dan pinyinnya berbeda dengan penulisan pada judul film yaitu. Shang Chi. Tidak hanya dalam penyebutan nama, dalam film ditunjukkannya cara orang tua Shang Chi. Wen wu dan Jiang Li, mendidik dan berinteraksi dengan ia dan adiknya. XiaLing. Jiang Li, sang ibu, sempat berkata kepada anak-anak mereka untuk masuk ke kamar karena ia kedatangan tamu dan ingin berbicara sesuatu. Selain itu, cara Wen Wu memperlakukan Xia Ling dan Shang Chi sangat berbeda. Walaupun. Wen wu sangat keras mendidik Shang Chi, namun ia bangga akan Shang Chi. Hal ini ditunjukkan saat Xia Ling dan Shang Chi yang sudah lama kabur dari rumah ayahnya, saat mereka kembali, yang hanya disambut adalah Shang Chi dengan penyambutan seperti. Au AuMy son is home. Take the girls to their room. Ay Sedangkan XiaLing tidak disambut seperti kakaknya. Selain itu, selama mereka dibesarkan. Shang Chi diajarkan berbagai hal dalam bela diri, sedangkan Xia Ling hanya diabaikan dan sangat jarang memiliki interaksi dengan ayahnya. Hal yang menimpa Xia Ling Prosiding Seminar Nasional Bahasa. Sastra, dan Seni 2022 | memiliki peribahasanya, yaitu zhong nan qing ny (Nsii. yang berarti laki-laki yang berat dan perempuan yang ringan. Hal ini merupakan perlakuan yang tidak adil dan patriarkis di dalam sejarah kehidupan sosial etnis Cina. Dalam film Shang Chi and the Legend of the Ten Rings masih ada beberapa budaya yang melekat dengan etnis Cina, seperti kerasnya didikan orang tua dan cara mereka berekspresi melalui ungkapan dan peribahasa. Dengan demikian, representasi budaya Cina dilakukan dengan hati-hati dan merinci. Berdasarkan teori Pierce, tanda seperti dialog atau perlakuan dan pengungkapan ekspresi dalam film, merupakan tanda berjenis argumen. Hal ini karena, tafsiran yang ada terdapat alasannya. Akibat dari representasi yang ditayangkan, stereotipe etnis Cina yang pandai bela diri,pintar dan didikan orang tua yang keras dimunculkan dalam film. Peneliti menilai bahwa stereotipe tersebut adalah stereotipe positif yang tidak menimbulkan konflik dalam kehidupan dunia nyata. Namun, peneliti masih menyayangkan penulisan AuShang ChiAy yang dimuat dalam judul serta terjemahan dalam filmnya. Penulisan pinyin,terlebih nama seseorang, sebaiknya dituliskan dengan penulisan yang seharusnya,yaitu AuShang QiAy karena ini adalah bentuk budaya suatu etnis yang penting untuk dilestarikan. Namun terlepas dari penulisan nama,berdasarkan Kat Moon dilansir dari TIMES, ia sebagai seseorang beretnis Cina memiliki kesan yang baik terhadap film Shang Chi dibandingkan dengan film Hollywood lainnya. Hal ini karena banyaknya budaya dan ungkapan yang ditayangkan dalam film, ia merasa bahwa budayanya dikenal dan dilestarikan melalui film. Ia merasa bagian dari mayoritas orang dan bukanlah minoritas. Kat juga mengungkapkan bahwa apa yang disajikan dalam film terkait budayanya benar dan memang itu yang terjadi dalam kehidupannya sebagai etnis Cina. Stereotipe yang dimunculkan dalam film mengenai budaya, bahasa dan pola pikir mereka sebagian besar adalah hal yang positif dan tidak mengundang adanya konflik di dunia nyata, peneliti berpendapat karena representasi stereotipe yang ditayangkan dalam film berdampak baik pada orang-orang beretnis Cina itu sendiri. Dampak baiknya adalah mereka merasa AudilihatAy dan tidak menganggap budaya mereka remeh, sehingga yang ditayangkan dan merinci tidak asal-asalan saja. Walaupun demikian, stereotipe cara didik dan perilaku orang tua terhadap anak mereka, yang keras dan sangat disiplin serta ketidakadilan perilaku yang diberikan dapat membuat penonton berpikir bahwa dengan tidak berinteraksi dengan anak sendiri atau menuntut anak melakukan hal yang orang tuanya mau dapat menimbulkan stereotipe yang kurang baik terhadap pola asuh etnis Cina. Hal ini karena tata cara orang tua mereka berbicara mengindikasikan sarkasme dan Oleh karena itu, representasi stereotipe pada film Shang Chi and the Legend of the Ten Rings memiliki dampak yang besar bagi etnis Cina itu sendiri serta bagi penonton pada Representasi yang disajikan dalam film tersebut adalah stereotipe yang positif dan tidak menimbulkan konflik yang besar dalam dunia nyata. 217 | Sundari Damayanti Simpulan Peneliti ini dapat menyimpulkan bahwa dampak dan pengaruh yang ada karena representasi yang ditayangkan dalam media industri kreatif, seperti film, yang merupakan media komunikasi massa, merupakan hal yang krusial bagi etnis yang direpresentasikan dan stereotipe yang ditimbulkan oleh masyarakat lain. Shang Chi and the Legend of the Ten Rings merepresentasikan stereotipe yang positif dan berdampak baik bagi etnis Cina itu sendiri karena mereka merasa terwakili dengan dialog serta perlakuan yang ada dalam film. Film ini berhasil merepresentasikan stereotipe yang benar dan dapat mewakili budaya Cina. Namun, walaupun bahasa Mandarin yang diucapkan dalam film benar masih ada beberapa penafsiran yang kurang tepat atau tidak memiliki padanan yang sesuai. Penelitian ini membuktikan bahwa representasi stereotipe yang ada dalam film Shang Chi and the Legend of the Ten Rings memiliki dampak dan pengaruh terhadap kehidupan dunia nyata yang signifikan, baik pengaruh bagi orang yang bukan beretnis Cina maupun bagi yang beretnis Cina secara personal. Peneliti berharap bahwa penelitian ini dapat membantu sebagai salah satu sumber bahwa tidak semua representasi stereotipe budaya Cina dan bahasa Mandarin dalam film Hollywood menayangkan hal yang buruk dan menyinggung serta dapat menimbulkan konflik di dunia nyata. Prosiding Seminar Nasional Bahasa. Sastra, dan Seni 2022 | Daftar Rujukan Yuwita. Representasi Nasionalisme Dalam Film Rudy Habibie (Study Analisis Semiotika Charles Sanders Pierc. Jurnal Heritage, 6. , 1689Ae1699. https://jurnal. id/v2/index. php/HERITAGE/article/view/1565 Murdianto. Stereotipe . Prasangka dan Resistensinya ( Studi Kasus pada Etnis Madura dan Tionghoa di Indonesia ). Qalamuna, 10. , 137Ae160. Angela. , & Winduwati. Representasi Kemiskinan dalam Film Korea Selatan (Analisis Semiotika Model Saussure pada Film Parasit. Koneksi, 3. , 478. https://doi. org/10. 24912/kn. Suparyanto dan Rosad . OENo Title No Title No Title. Suparyanto Dan Rosad . 5, 5. , 248Ae253. Hum. Agus. , & Iip. Team project A2017 Dony Pratidana S. Hum | Bima Agus Setyawan S. IIP. Fti Umn, 53. , 1Ae15. Deviera. Representasi Budaya Tionghoa Dan Orientalisme Dalam Film Crazy Rich Asians. Commercium, 4. , 167Ae176. Arsyad. Pengertian Media. Media Pembelajaran, 3. https://repository. id/id/eprint/1017/5/BAB_i. Moon. September . Shang-Chi Made Me Feel Seen Like No Other Hollywood Film Has. Retrieved November 10, 2022, from https://time. com/6095108/shang-chi-asianrepresentation/ Lin. September . How Do You Say the Marvel HeroesAo Names in Chinese? Retrieved November 10, 2022, from https://w. com/2021/09/21/how-doyou-say-the-marvel-heroes-names-in-chinese/ Gerald. August . Shang-Chi Ae whatAos in the name and why is it so hard to pronounce? Retrieved November 10, 2022, from https://w. com/entertainment/shang-chi-what-s-name-and-why-it-so-hardpronounce Mardatila. May . Stereotype adalah Ciri-ciri yang Dikenakan pada Sekelompok Orang. Ini Penjelasannya. Retrieved November 10, 2022, from https://w. com/sumut/stereotype-adalah-ciri-ciri-yang-dikenakan-padasekelompok-orang-ini-penjelasannya-kln.