ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 2 MEI 2023 HUBUNGAN LAJU FILTRASI GLOMERULUS DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT BUDI KEMULIAAN KOTA BATAM Sukma Sahreni1. Sudarsono2. Yoel Pelawi3 Fakultas Kedokteran Universitas Batam, sukmasahreni@univbatam. Fakultas Kedokteran Universitas Batam, sudarsono@univbatam. Fakultas Kedokteran Universitas Batam. Yoelpelawi@gmail. ABSTRACT Background : Diabetes mellitus is a group of metabolic diseases characterized by hyperglycemia, which is a condition in which blood sugar levels increase which can cause serious damage to the body's systems, especially blood vessels and respiration. Methods : This study used a quantitative analytic research design with a cross sectional study The research was conducted at Budi Kemuliaan Hospital Batam in February 2022. The sampling technique was consecutive sampling with a sample of 214 people. Data collection using medical records. Data analysis using the Chi-Square test statistic. Results : From the results of the study, it was found that there was a relationship between glomerular filtration rate and hemoglobin levels in diabetes mellitus patients and a significant pvalue was obtained of 0. Conclusion : Based on the results of data processing it can be concluded that there is a significant relationship between glomerular filtration rate and hemoglobin levels in type 2 diabetes mellitus patients at Budi Kemuliaan Hospital Batam in 2021. Keywords: Diabetes Mellitus Type 2. Glomerular Filtration Rate. Hemoglobin levels. ABSTRAK Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yaitu suatu keadaan yakni kadar gula darah meningkat yang dapat menyebabkan kerusakan serius pada sistem tubuh, terutama pembuluh darah dan pernapasan Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian dilaksanakan di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam pada bulan Februari Teknik pengambilan sampel adalah consecutive sampling dengan sampel berjumlah 214 Pengumpulan data dengan menggunakan rekam medik. Analisis data dengan menggunakan uji statistik Chi- Square test. Hasil: Dari hasil penelitian didapatkan hubungan antara laju filtrasi glomerulus dengan kadar hemoglobin pada pasien diabetes mellitus dan diperoleh nilai signifikansi p- value sebesar 0,003. Kesimpulan: Berdasarkan hasil pengolahan data dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara laju filtrasi glomerulus dengan kadar hemoglobin pada pasien diabetes melitus tipe 2 di rumah sakit Budi Kemuliaan Batam Tahun 2021 Kata kunci: Diabetes Melitus tipe 2. Laju Filtrasai Glomerulus. Kadar Hemoglobin (PTM). Salah satu diantara PTM tersebut PENDAHULUAN Gaya adalah Diabetes Melitus (Nugroho, 2. Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit kronik yang terjadi ketika pankreas tidak dapat Tidak Menular memproduksi insulin yang cukup atau ketika Penyakit Universitas Batam Page 373 ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 1 JANUARI 2023 tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang jumlah penderita sebanyak 32. 055 jiwa dari diproduksinya secara efektif. Diabetes melitus 2,1 juta total keseluruhan penduduk Provinsi Kepulauan Riau. Berdasarkan profil kesehatan metabolik dengan karakteristik hiperglikemia Dinas Kesehatan Kota Batam diperoleh data yaitu suatu keadaan yakni kadar gula darah penyakit diabetes melitus sebagai berikut: tahun 2019 berjumlah 10. 224 kasus, tahun kerusakan serius pada sistem tubuh, terutama 2020 berjumlah 10. 622 kasus, tahun 2021 pembuluh darah dan pernapasan. Diabetes 806 kasus, ini menunjukan Melitus merupakan satu dari empat penyakit terjadi peningkatan penderita diabetes melitus tidak menular prioritas yang menjadi target tipe 2 setiap tahunnya. tindak lanjut oleh para pemimpin dunia Komplikasi DM terhadap ginjal adalah dikarenakan jumlah kasus dan prevalensi komplikasi yang terjadi pada 40% dari seluruh diabetes terus meningkat selama beberapa pasien DM tipe 1 dan DM tipe 2 dan dekade terakhir (Riskesdas, 2. merupakan penyebab utama penyakit ginjal. International Diabetes Federeation (IDF) Data dari 9th Report of Indonesian Renal menyatakan 436 juta orang pada usia 20-79 Registry tahun 2016 menyatakan komplikasi prevalensi sebesar 9,3% dari total penduduk terbanyak di Indonesia dengan 52%. Penyakit pada usia yang sama di tahun 2019 dan DM dapat menyebabkan beberapa komplikasi. diprediksi akan mencapai 578 juta di tahun Komplikasi Asia Tenggara dengan prevalensi DM komplikasi akut dan komplikasi kronik. pada penduduk umur 20-79 tahun sebesar Komplikasi akut DM adalah hipoglikemia, 11,3%. IDF telah mengidentifikasi 10 negara ketoasidosis metabolik, dan hiperglikemia. dengan jumlah penderita DM tertinggi di Komplikasi kronik DM berupa nefropati dunia pada tahun 2019. Indonesia berada di diabetik (ND), penyakit jantung koroner, peringkat ke-7, yaitu sebanyak 10,7 juta. Data menyebabkan kerusakan pada organ ginjal prevalensi DM tertinggi yaitu DKI Jakarta, (Fatimah, 2. Salah satu komplikasi akut Provinsi DIY menempati posisi tertinggi ke pada DM adalah anemia. Riskesdas Indonesia. Provinsi Kadar hemoglobin yang rendah disertai Kepulauan Riau menempati posisi ke 21 prevalensi sebesar 0,95% dari hampir 2 juta penyembuhan luka yang semakin lama pada lebih penduduk Provinsi Kepulauan Riau. pasien DM. Kondisi nefropati diabetik akan Profil Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau berakibat pada penurunan eritopoetin dan tahun 2019, prevalensi jumlah penderita produksi sel darah merah. Anemia adalah diabetes mellitus sebesar 1,52% dengan komplikasi paling sering terjadi pada pasien Universitas Batam Page 374 ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 1 JANUARI 2023 DM, khususnya jika disertai dengan nefropati prognosis dari komplikasi DM2 yaitu nefropati merupakan kunci dari diabetes menyebabkan diabetika terhadap anemia cukup berat dan kerusakan organ. Kejadian anemia meningkat sering dijumpai pada penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Maka dari itu peneliti ingin nefropati diabetika (Asep Sukohar, 2. melakukan penelitian lebih lanjut mengenai Anemia adalah suatu keadaan dimana masa hubungan Laju Filtrasi Glomerulus dengan eritrosit dan masa hemoglobin yang beredar kadar hemoglobin pada pasien Diabetes tidak memenuhi fungsinya untuk menyediakan Melitus Tipe 2. oksigen bagi jaringan tubuh (Fadhilah, 2. METODE PENELITIAN Laju Filtrasi Glomerulus (LFG) merupakan Penelitian Anemia suatu pemeriksaan fungsi ginjal untuk menilai fungsi eksreksi ginjal yang dapat diukur pendekatan cross sectional yang dilakukan di dengan perhitungan klirens kreatinin ginjal. Rumah Sakit Budi Kemuliaan Kota Batam Derajat penurunan Laju filtrasi glomerulus bulan Februari 2023. Teknik pengambilan (LFG) menandakan beratnya kerusakan ginjal yaitu Consecutive Sampling dengan jumlah (Levey,Becker&Inker, 2. LFG merupakan sampel sebanyak 214 responden. Analisa tes yang paling baik untuk mengukur fungsi Bivariat ginjal dan menentukan tingkat keparahan Hubungan Antara Laju Filtrasi Glomerulus gangguan fungsi ginjal. dengan Kadar Hemoglobin Pada Pasien Keadaan menyebabkan lingkungan hipoksia dalam insterstitium ginjal, adanya gangguan pada ginjal ini akan berpengaruh pada laju filtrasi (LFG) Diabetes Melitus Tipe 2 serta dilakukan pengujian dan analisis dengan uji Chi-Square yang berguna untuk mengetahui variabel satu dengan yang lain. HASIL DAN PEMBAHASAN sedikitnya nefron yang berfungsi, sehingga Analisis Univariat Karakteristik Responden Berdasar eritropoietin yang dihasilkan oleh sel fibroblas kan Usia Eritropoietin merangsang sumsum Tabel 1. Distribusi Frekuensi Usia tulang untuk membuat sel darah merah, jika eritropoietin, hemoglobin tidak dapat dibentuk sehingga menyebabkan anemia (Wijaya A. Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti tertarik melakukan penelitian tersebut karena Universitas Batam Usia Frekuensi . Persentase (%) Dewasa Muda . -44 Tahu. Dewasa Tengah . -65 Tahu. Dewasa Akhir (>66 Tahu. Total Page 375 ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 2 MEI 2023 Tabel 1 menunjukkan hasil penelitian terkait karakteristik usia yang telah dilakukan, dari dikelompokan menjadi 3 yaitu dewasa muda yang berusia 18-44 tahun sebanyak 24 orang dengan persentase . 2%), kemudian dewasa tengah yang berusia 45-65 tahun sebanyak 167 orang dengan persentase . 0%), dan yang berusia di atas 66 tahun sebanyak 23 orang dengan persentase . 7%). Tahap transisi terjadi pada usia 35-45 tahun dan merupakan tahap mulai terjadinya gejala penuaan yang sudah menunjukkan tanda-tanda penurunan fungsi bermanifestasi pada berbagai penyakit. Gejala dan tanda penuaan yang terjadi pada tahap transisi menjadi lebih nyata, tahap ini disebut tahap klinik yang terjadi pada usia 45 tahun meliputi penurunan semua fungsi sistem tubuh, antara lain system imun. Tabel 2 menunjukkan hasil penelitian terkait karakteristik jenis kelamin yang telah dilakukan, dari total 214 sampel. Jenis kelamin dikelompokan menjadi 2 yaitu yang berjenis kelamin laki laki sebanyak 100 orang . sebanyak 214 orang . 3%). Penelitian perempuan paling banyak mengalami diabetes Teori penuaan . yang terjadi secara perlahan-lahan Total reproduksi, kardiovaskular, gastrointestinal, otot dan saraf. Penyakit degeneratif mulai terdiagnosis, aktifitas dan kualitas hidup berkurang akibat ketidakmampuan baik fisik maupun psikis yang sangat terganggu. Hal ini dikarenakan hormon estrogen dan progesterone memiliki kemampuan untuk meningkatkan respon insulin di dalam darah. Pada saat respon akan insulin menurun akibat hormone estrogen dan progesterone yang rendah. Faktor lain yang berpengaruh adalah berat badan perempuan yang sering tidak ideal sehingga hal ini dapat menurunkan sensitivitas respon insulin. Distribusi Frekuensi Laju Filtrasi Glomerulus pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Kota Batam Tabel 3. Distribusi Frekuensi Laju Filtrasi Glomerulus pada Pasien Diabetes Melitus Tipe Laju Filtrasi Glomerulus Frekuensi . Persentase (%) Normal Tidak Normal Total Karakteristik Responden Berdasar kan Jenis Kelamin masa menopause terjadi, maka Tabel 2. Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin Jenis Kelamin Frekuensi . Persentase (%) Laki-laki didapatkan bahwa dari 214 sampel, hampir Perempuan seluruhnya nya yaitu 92. 1% mengalami laju Tabel Universitas Batam Page 376 ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 2 MEI 2023 penurunan ringan sampai berat pada LFG. atau gangguan pada fungsi ginjal. Data ini menunjukan terjadinya komplikasi Tabel 4. Distribusi Frekuensi Laju Filtrasi Kadar Hemoglobin Frekuensi . Persentase (%) Normal Tidak Normal Tabel 3 menunjukkan hasil penelitian yang Total Glomerulus pada Pasien Diabetes Melitus Tipe telah dilakukan, maka diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa sebanyak 135 . Hal ini mungkin dikarenakan akibat tingginya pasien diabetes melitus tipe 2 dengan kadar Hb glukosa darah sehingga dapat menyebabkan yang rendah dan sebanyak 79 . 9%) pasien kerusakan pada pembuluh darah halus di diabetes melitus tipe 2 dengan kadar Hb Normal. Sedangkan. Dalam penelitian ini didapatkan sebanyal glukosa darah yang tinggi dapat menyebabkan 63,1% sampel pasien diabetes melitus tipe 2 penebalan membran basal dan pelebaran dengan kadar Hb rendah. Hal ini di sebabkan glomerulus (Corwin,2. Penurunan LFG ketika ginjal sakit atau rusak, mereka tidak yang diperoleh sebanyak 92. 1% ini, semakin lama akan menyebabkan pasien menderita sumsum tulang membuat sel-sel darah merah diabetes mellitus tipe 2. lebih sedikit, menyebabkan anemia atau kadar Akibatnya. Faktor utama yang menyebabkan terjadinya hemoglobin menurun. Anemia yang terjadi ketidak normal-an laju filtrasi glomerulus pada pasien DM Tipe 2 disebabkan oleh salah satunya disebabkan karena konsentrasi defisiensi Erythropoietic Stimulating Factors glukosa darah yang tidak terkontrol yang (ESF). secara progresif menyebabkan ginjal harus bekerja lebih berat dalam menyaring darah. tepatnya oleh juxtaglomerulus. Komplikasi Kecepatan glomerulus menghasilkan filtrat kronik DM adalah gangguan fungsi ginjal dalam satuan waktu yang disebut laju filtrasi dengan angka kejadian yang tinggi sebesar 20- glomerulus, dalam keadaan normal, laju 40% yang dapat menghambat pembentukan eritropoietin sebagai pembentuk Hb dan Frekuensi Kadar Hemoglobin pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Kota Batam Universitas Batam (EPO) menyebabkan anemia. Pada penelitian ini Distribusi Dalam 17mm/Hb dan paling rendah 6,3 mm/Hb. Penelitian sejalan yang dilakukan oleh (Putra Rahmades Utami, 2. berdasrkan Page 377 ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 1 JANUARI 2023 Analisis Bivariat Analisis Hubungan Laju Filtrasi Glomerulus Dengan Kadar Hemoglobin Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Tabel 5. Analisis Hubungan LFG dengan Kadar Hemoglobin pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Laju Filtrasi Glomerulus Kadar Hemoglobin Rendah Normal P- Value Total Normal Tidak Normal Total Berdasarkan Tabel 5 diatas diketahui Namun, jika laju filtrasi glomerulus menurun secara signifikan, dapat terjadi penurunan didapatkan bahwa laju filtrasi glomerulus fungsi ginjal yang dapat mempengaruhi normal dengan kadar hemoglobin normal produksi hormon erythropoietin (EPO) oleh terdapat 12 sampel . 6%) dan laju filtrasi Hormon EPO memicu produksi sel glomerulus normal dengan kadar hemoglobin darah merah oleh sumsum tulang. Jika rendah terdapat sebanyak 5 sampel . 4%). produksi EPO terganggu, produksi sel darah Kemudian Laju Filtrasi glomerulus Tidak merah dapat menurun dan menyebabkan normal dengan kadar hemoglobin Normal anemia, yang dapat menyebabkan penurunan sebanyak 67 sampel . 0%) dan laju filtrasi kadar hemoglobin. Oleh karena itu, jika laju filtrasi glomerulus turun secara signifikan, hemoglobin rendah sebanyak 130 sampel dapat terjadi penurunan kadar hemoglobin. Namun, jika laju filtrasi glomerulus normal, . Penelitian ini mendapatkan hasil sebanyak kadar hemoglobin kemungkinan juga normal 12 sampel . 6%) laju filtrasi glomerulus karena faktor-faktor lain yang terlibat dalam normal terhadap kadar hemoglobin normal dan pemeliharaan kadar penelitian ini didapatkan laju filtrasi glomerulus tidak normal dengan hubungan yang bermakna antara laju filtrasi kadar hemoglobin rendah sebanyak 130 glomerulus terhadap kadar hemoglobin, hal ini sampel . 0%). Kadar hemoglobin normal menunjukan semakin menurun laju filtrasi tidak secara langsung berkaitan dengan laju glomerulus, maka semakin rendah pula kadar Hal ini sesuai dengan teori yang Meskipun pemeliharaan kadar hemoglobin lebih banyak hiperglikemi yang berlangsung lama, akan tergantung pada produksi sel darah merah meningkatkan resiko kerusakan pada sel sel yang sehat di sumsum tulang dan pemecahan ginjal yang terlihat dari penurunan laju filtrasi sel darah merah di hati dan limpa. Universitas Batam Page 378 ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 1 JANUARI 2023 glomerulus, sel sel yang ikut terlibat salah mendapatkan pengobatan, anemia tersebut satunya yang berfungsi sebagai pembentukan dapat menyebabkan kematian. Deteksi anemia hormon eritropoetin yang berguna dalam yang cepat dapat mencegah perburukan pasien produksi sel darah merah, maka semakin diabetes di kemudian hari (Wijaya, 2. rendah laju filtrasi glomerulus atau semakin Anemia dapat diketahui dengan pemeriksaan menurun fungsi ginjal, kadar hemoglobin juga laboratorium yaitu dengan pemeriksaan kadar semakin rendah karena produksi eritropoetin Pemeriksaam kadar hemoglobin merupakan salah satu pemeriksaan darah rutin Penelitian ini sejalan dengan yang yang diperlukan untuk mendiagnosis suatu dilakukan oleh (Damayanti, 2. , dengan penyakit (Hidayat & Sunarti, 2. judul penelitian hubungan nilai laju filtrasi Kadar dipengaruhi oleh beberapai faktor diantaranya diabetes melitus di laboratorium klinik jakarta yaitu usia, jenis kelamin, dan asupan makanan. dan tanggerang, hasil penelitan ini adalah Faktor usia dimana semakin bertambah usia didapatkan koefisien korelasi sebesar 0,255, maka produksi sel darah merah semakin maka dapat disimpulkan bahwa nilai Laju menurun karena terjadinya penurunan fungsi Filtrasi Glomerulus dengan anemia pada sumsum tulang yang berfungsi memprosuksi pasien diabetes melitius memiliki hubungan sel darah merah. Faktor lainnya yaitu jenis yang signifikan. kelamin, laki Ae laki umumnya memiliki kadar Diabetes Melitus adalah penyakit yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia dan Perempuan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein. Peningkatan kadar glukosa darah dibandingkan dengan lakiAelaki, terutama pada mengakibatkan berbagai komplikasi salah (Fadhilah, 2. Kemudian faktor lainnya satunya adalah organ ginjal. Peningkatan yaitu asupan makanan, konsumsi makanani glukosa yang berkepanjangan dapat merusak yang banyak mengandung Fe . akan glomerulus pada ginjal sehingga menimbulkan meningkatkan produksi sel darah merah penurunan laju filtrasi glomerulus. Diabetes sehingga hemoglobin yang terdapat dalam darah akan meningkat pula. (Nefropati Diabeti. KESIMPULAN Prevalensi anemia padai pasien Berdasarkan Diabetes Melitus tipe 2 dengan gangguan dilakukan di Rumah Sakit Budi Kemuliaan fungsi ginjal adalah 80% dan Laju filtrasi 2021, dapat disimpulkan bahwa : glomerulus 30-59 ml/menit. Jika seseorang Hampir seluruh pasien diabetes melitus tipe Universitas Batam 2 laju filtrasi glomerulus tidak normal. Page 379 ZONA KEDOKTERAN VOL. 13 NO. 2 MEI 2023 1%) dan sisanya . ,9%) memiliki laju filtrasi glomerulus normal Terdapar s ebanyak . ,1%) dengan kadar hemoglobin rendah, sebanyak . ,9%) pasien diabetes melitus tipe 2 dengan kadar hemoglobin normal Terdapat hubungan yang bermakna antara laju filtrasi glomerulus dengan kadar hemoglobin pada pasien diabetes melitus tipe 2, yaitu dengan nilai signifikansi pvalue sebesar = 0,003 SARAN Diharapkan para pasien dapat menambah wawasan umum pengaruh dari laju filtrasi glomerulus dengan kadar hemoglobin pada pasien diabetes mellitus tipe 2, sehingga mengurangi resiko komplikasi penyakit ginjal pada pasien diabetes melitus tipe 2. UCAPAN TERIMA KASIH