Volume 2. Issue 1, 2022 Bata Ilyas Educational Management Review FRAUD DIAMOND DALAM MEMPREDIKSI KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN PADA PERUSAHAAN PERBANKAN DI BEI. Regina Beatrix Takakobi Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Petra Bitung Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fraud diamond dalam memprediksi kecurangan laporan keuangan. Dalam penelitian in fraud diamond di ukur dengan 4 indikator yaitu pressure, opportunity, rationalization dan capability. Populasi dalam penelitian ini adalah perushan Perbankan yang ada di BEI tahun 2017-2018, sampel penelitian berjumlah 62 data sampel, namun berdasarkan purposive sampling maka data sampel yang sesuai dengan kriteria adalah sebanyak 50 data sampel. Teknik analisis menggunakan analisis regresi linear berganda dengan alat bantu SPSS versi 20. hasil penelitan adalah . External Pressure. Rationalization dan Capability tidak berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan, . Financeial Pressure dan Opportunity berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan, dan namun secara simultan variabel External Pressure, financial pressure, opportunity, rationalization dan capability berpengaruh signifikan terhadap kecurangan laporan keuangan, sehingga dapat efektif untuk mendeteksi keucarang laporan keuangan. Kata Kunci: Fraud Diamond. Memprediksi Kecurangan. Perusahaan Perbankan PENDAHULUAN Berdasarakan laporan keuangan yang dihasilkan perusahaan para pemegang saham maupun manajemen dapat mengambil keputusan untuk investasi bahkan keputusan manajemen dalam mepertahankan perusahaan ditengah-tengah Oleh karena itu laporan keuangan yang dihasilklan perusahaan haruslah relevan dan reliabel agar tidak menyesatkan para stakaholder dalam pengambilan keputasan (Rosita 2. Mengingat pentingnya peran laporan keuangan bagi semua pihak maka laporan keuangan harus terbebas dari salah saji material baik yang disengaja . atau tidak disengaja . , karena informasi keuangan ini menjadi salah satu penunjang pengambilan keputusan. Pihak yang menyediakan keyakinan mengenai kewajaran laporan keuangan adalah auditor eksternal. Menurut Manurung & Hadian . tugas auditor eksternal adalah memberikan keyakinan bahwa laporan keuangan tidak dipengaruhi oleh salah saji . material dan juga memberikan keyakinan yang memadai atas akuntabilitas manajemen aset perusahaan. Praktik kecurangan . yang sering terjadi di dunia saat ini sudah menjadi hal yang perlu menjadi perhatian khusus perusahaan. Praktik financial statement fraud . ecurangan laporan Volume 2. Issue 1, 2022 Bata Ilyas Educational Management Review keuanga. makin marak dilakukan oleh pihak-pihak tertentu dan guna kepentingan keuangan perusahaan. Fenomena fraud yang terjadi dalam dunia perbankan yang dilansir oleh detik finance tanggal . /5/2. mengabarkan bahwa OJK melakukan pemerikasaan laporan keungan bank Bukopin . ahun 2015,2016 dan2. yang dipermak, hal ini mengindikasikan bahwa adany dugaan manipulasi laporan keuangan yang dilakukan oleh pihak bank. Kasus kecurangan pelaporan keuangan lain yang juga terjadi di Indonesia yaitu oleh PT Bank Lippo Tbk. PT Bank Lippo Tbk telah melakukan kecurangan dengan mengiklankan laporan keuangan yang tidak diaudit pada tanggal 28 November 2002 walaupun angka-angkanya sama seperti yang tercantum dalam Laporan Auditor Independen. Pendeteksian kecurangan dalam laporan keuangan tentunya merupakan hal yang tidaklah mudah. Para ahli menggambarkan fenomena fraud ibarat gunung es . Hanya sekitar 20% fraud yang dapat diselesaikan dan diinvestigasi, sisanya sekitar 40% dapat diidentifikasi namun tidak terselesaikan, dan 40% fraud tidak Dengan memahami penyebab terjadinya fraud, memungkinkan auditor untuk menganalisis faktor-faktor risiko kecurangan guna mendeteksi kecurangan yang mungkin atau telah terjadi. (Tjahjono dkk. , 2013:. Fraud diamond terdiri dari empat . elemen, yaitu elemen tekanan, elemen kesempatan, elemen rasionalisasi, dan elemen kemampuan. Dalam penelitian ini yang digunakan sebagai variable untuk mendeteksi adanya kemungkinan kecurangan dalam perusahaan, yang terdiri dari elemen tekanan . , menggunakan variable financial stability, dan external presure, elemen kesempatan . dengan variable ineffective monitoring, elemen rasionalisasi . dengan variable rasionalisasi serta elemen kemampuan . dengan variable kemampuan untuk melakukan kecurangan, terhadap variable kecurangan laporan keuangan . inancial statement frau. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, dengan adanya pengembangan teori dan fenomena yang ada di Indonesia maka judul penelitian ini adalah Pengaruh Fraud Diamond Dalam Memprediksi Kecurangan Laporan Keuangan (Studi Empiris Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bei Tahun 2017-2. Volume 2. Issue 1, 2022 Bata Ilyas Educational Management Review TINJAUAN PUSTAKA DAN PHIPOTESIS PENELITIAN Teori Keagenan (Agency Theor. Menurut Jensen dan Meckling . , agency theory merupakan teori yang menjelaksan tentang hubungan keagenan yang terjadi ketika seorang pemilik perusahaan . memilih orang untuk mengelola perusahaan . untuk bekerja atas nama principal dalam mendelegasikan kewenangan kepada agent dalam membuat beberapa keputusan dalam perusahaan. Agency problem timbul ketika proporsi kepemilikan manajer atas saham perusahaan kurang dari 100% sehingga manajer cenderung bertindak dengan mementingkan dirinya dan tidak maksimal dalam pengambilan keputusan pendanaan. Hal ini membuat manajer tidak menanggung resiko atas kesalahan dalam pengambilan keputusan, dan resiko tersebut sepenuhnya akan ditanggung oleh pemegang saham . Oleh karena itu, para manajer cenderung melakukan pengeluaran yang bersifat konsumtif dan tidak produktif untuk kepentingan pribadinya, seperti peningkatan gaji dan status. Manajer sebagai pengelola perusahaan lebih banyak mengetahui informasi internal dan prospek perusahaan di masa yang akan datang dibandingkan pemilik . emegang saha. Pemegang saham sebagai principle tentu menginginkan manajer bekerja dengan tujuan memaksimumkan kemakmuran pemegang saham. Sebaliknya, manajer selaku agent bisa saja bertindak tidak untuk memaksimumkan kemakmuran pemegang saham, tetapi memaksimumkan kemakmuran mereka sendiri. Terjadilah conflict of interest ( Kodrat dan Herdinata, 2009:. Oleh karena adanya conflict of interest maka perusahaan sebagai agen menghadapi berbagai tekanan . untuk menemukan cara agar kinerja perusahaan selalu meningkat dengan harapan . bahwa dengan peningkatan kinerja perusahaan maka principle akan memberikan suatu bentuk apresiasi kepada agen. Gerbang fraud akan semakin terbuka apabila dilakukan oleh orang yang mempunyai capability Dan akses yang luas dalam perusahaan. Dengan timbulnya asimetri informasi memberikan peluang . yang memungkinkan agen melakukan creative accounting yaitu memanipulasi angka-angka akuntansi yang dipublikasikan dan disajikan dalam laporan keuangan. Konflik kepentingan dan asimetri informasi antara manajemen dengan pemilik memberikan kesempatan kepada manajemen untuk melakukan tindakan manajemen laba yang didukung oleh teori Rezaee . yang menyatakan bahwa tindakan Volume 2. Issue 1, 2022 Bata Ilyas Educational Management Review manajemen laba berkaitan erat dengan kecurangan laporan keuangan. Oleh karena itu dengan memanfaatkan situasi dalam perusahaan dengan adanya konflik kepentingan maka manajemen dapat dengan leluasa memperkaya diri sendiri dari pada mementingkan kepentinga bersama. Teori Fraud Diamond Teori ini merupakan perkembagan teori dari fraud triangel dan pada tahun 2004. Fraud Diamond Model diperkenalkan oleh Wolfe et al. sebagai sebuah model baru dengan menambahkan satu faktor dari fraud triangle model yang dikemukakan oleh Cressey sebelumnya yaitu capability. Elemen capability merupakan faktor yang ditambahkan oleh Wolfe. Menurut Wolfe et al. kecurangan yang banyak terjadi tidak akan pernah terealisasi tanpa adanya orang yang tepat dan orang yang memiliki kemampuan untuk melaksanakan kecurangan tersebut. Untuk mencari jejak adanya penipuan dari faktor capability. Wolfe . memberikan gambaran gambaran sifat yang dapat diamati yaitu sebagai berikut: Positioning. Intelligence and creativity. Convidence / Ego. Coercion. Deceit, dan Stress. Jadi dengan adanya tambahan 1 faktor pendeteksi fraud dalam perusahaan yaitu capability maka elemen atau faktor yang dapat mempengaruhi fraud setelah adanya perkembangan teori dari fraud triangel yaitu pressure, opportunity, rationalization dan capability. Teori Fraud Triangel Fraud triangle theory merupakan suatu gagasan yang meneliti tentang penyebab terjadinya kecurangan. Gagasan ini pertama kali diciptakan oleh Donald R. Cressey . yang dinamakan fraud triangle atau segitiga kecurangan. Cressey . dalam Gilmore . menjelaskan tiga faktor yang hadir dalam setiap situasi fraud yaitu pressure, opportunity, dan razionalization. Penggelapan uang perusahaan oleh pelakunya bermula dari suatu tekanan . yang menghimpitnya. Orang ini mempunyai kebutuhan keuangan yang mendesak, yang tidak dapat diceritakan kepada orang lain, konsep ini disebut perceived nonsharedable financial need. Menurut SAS (Statement of Auditing Standar. 99, terdapat empat jenis kondisi yang umum terjadi pada pressure yang dapat mengakibatkan kecurangan. Kondisi Volume 2. Issue 1, 2022 Bata Ilyas Educational Management Review tersebut adalah financial stability, external pressure, personal financial need, dan financial targets. Hipotesis Penelitian H1: External presure berpengaruh positif terhadap kecurangan laporan keuangan H2: Financial presure berpengaruh positif terhadap kecurangan laporan keuangan H3: Opportunity berpengaruh negatif terhadap keucurangan laporan keuangan H4: Rationalization berpengaruh positif terhadap kecurangan laporan keuangan H5: Capability berpengaruh positif terhadap kecurangan laporan keuangan METODE PENELITIAN Jenis Data dan Populasi Jenis data yang dipakai adalah data sekunder yang diperoleh dari sumber yang sudah ada, berupa laporan keuangan tahunan perusahaan perbankan tahun 20172018. Sumber data diperoleh dari situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu Populasi adalah obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dianalisis dan disimpulkan (Sugiyono, 2013: . Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI mulai dari tahun 2017-2018. Peusahaan perbankan dipilih karena transaksi keuangan yang terjadi di perusahaan perbankan sering terjadi disertai dengan adanya kasus terkait fraud yang terjadi dalam peusahaan ini seperti contoh PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) yang melakukan kesalah dalam laporan keungan pada tahun 2015-2017 yang mengindikasika adanya kecurangan laporan keuangan oleh Otorisasi Jasa Keuangan (OJK). Adapun teknik pengambilan sampel penelitian yaitu dengan menggunakan purposive sampling yang berdasarkan kriteria sebagai berikut: Kriteria Pemilihan Sampel Jumlah Perusahaan Perbankan yang listing di BEI tahun 2017-2018 Kriteria pemilihan sampel: Perusahan perbankan yang tidak menyajikan laporan keuangan . selama tahun 2017-2018 Perusahan yang tidak menyajikan laporan keuangan dalam satuan . mata uang Rupiah Jumlah data sampel tahun 2017-2018 Sumber: Data diolah, 2019 Volume 2. Issue 1, 2022 Bata Ilyas Educational Management Review Definisi Operasional Variabel Pressure dalam penelitian ini diproksikan dengan External presure dan financial External presure merupakan bentuk tekanan yang berlebihan dari pihak ketiga tentang adanya pemenuhan persyaratan maupun harapan yang harus dipenuhi oleh manajemen. Untuk menanggulangi adanya tekanan dari luar tersebut, manajemen memerlukan penambahan hutang atau pembiayaan eksternal untuk membiayai riset, pembangunan, maupun modal . kousen et al Maka external presure diprosikan dengan rasio Leverage (LEV), dengan rumus sebagai berikut : LEV= (Total Hutang )/(Total Ase. Financial Presure terjadi karena adanya tekanan bagi perusahaan untuk menunjukkan performa keuangan yang baik dan meningkat dari tahun ke Maka financial Presure diproksikan dengan ROA (Return On Asse. seperti halnya dalam penelitian Amara et al . dan Skousen . yang menggunakan proksi ROA (Return On Asse. dalam variable Presure untuk menunjukkan tingkat perfomance perusahaan, berikut rumus ROA untuk mengukur Financial Presure: ROA= (Laba Sebelum Pajak t-1 )/(Total Ase. Opportunity. Variabel Ineffective menggambarkan keadaan saat perusahaan tidak memiliki unit pengawas yang efektif dalam memantau kinerja perusahaan. Dominasi manajemen oleh satu orang atau kelompok kecil, tanpa kontrol kompensasi, tidak efektifnya pengawasan atas proses pelaporan keuangan dan pengendalian internal diduga akan menyebabkan risiko terjadinya kecurangan (Kusumawardani, 2013:. Penelitian ini memproksikan ineffective monitoring dengan rasio komisaris independen yang dihasilkan dari perbandingan antara jumlah komisaris dengan total seluruh keanggotaan dewan komisaris. Hasil penelitian Manurung dan Hadian . menyatakan bahwa komisaris independen mempunyai hubungan yang negatif dengan kecurangan laporan keuangan. Hal tersebut dapat diartikan bahwa semakin besar jumlah komisaris independen maka akan mengurangi probabilitas perusahaan melakukan praktik kecurangan dalam laporan keuangan. Volume 2. Issue 1, 2022 Bata Ilyas Educational Management Review BDOUT= (Total Komisaris Independen )/(Total Dewan Komisari. Rationalization . atau mencari pembenaran sebelum melakukan kejahatan, bukan sesudahnya. Mencari pembenaran sebenarnya merupakan bagian yang harus ada dari kejahatan itu sendiri, bahkan merupakan dari motivasi untuk melakukan kejahatan. Rationalization diperlukan agar si pelaku dapat mencerna perilakunya yang melawan hukum untuk tetap mempertahankan jati dirinya sebagai orang yang dipercaya. Setelah kejahatan dilakukan, rationalization ini ditinggalkan, karena tidak diperlukan (Tuanakotta, 2010:. Penelitian ini memproksikan rationalization dengan rasio Total Akrual (TA) karena menurut Skousen . variabel rasio total akrual dapat digunakan untuk menggambarkan rasionalisasi terkait dengan penggunaan prinsip akrual oleh manajemen. TA= (Net income From Continuing Operasion t-Cash flow from operaston activit. otal asse. Capability, menurut Wolfe dan Hermanson . menyatakan bahwa perubahan direksi akan dapat menyebabkan stress period yang berdampak pada semakin terbukanya peluang untuk melakukan fraud. Penelitian ini memproksikan capability dengan pergantian direksi perusahaan (DCHANGE) yang diukur dengan variabel Apabila terdapat perubahan direksi perusahaan selama periode 20172018 maka diberi kode 1, sebaliknya apabila tidak terdapat perubahan direksi perusahaan selama periode 2017- 2018 maka diberi kode 0. Kecurangan Laporan Keuangan yang diproksikan dengan penyajian kembali laporan keuangan . Menurut Salavei dan Moore . dalam Tessa dan Harto . menganggap bahwa penyajian kembali laporan keuangan atau financial statement restatement dapat memberikan sinyal atau tanda terhadap adanya kecurangan pelaporan keuangan yang dilakukan oleh suatu perusahaan. Perusahaan yang dikategorikan melakukan penyajian kembali laporan keuangan . diakibatkan karena kesalahan mendasar, reklasifikasi, adanya transaksi dengan pihak-pihak istimewa, dan penyajian kembali yang bukan disebabkan karena perubahan kebijakan dan estimasi akuntansi akibat konvergensi/penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)International Financial Reporting Standard (IFRS) (Tessa dan Harto, 2. Penyajian kembali . laporan keuangan diukur menggunakan variabel Volume 2. Issue 1, 2022 Bata Ilyas Educational Management Review dummy, dimana kode 1 untuk perusahaan yang melakukan penyajian kembali laporan keuangan, dan 0 jika tidak. Teknis Analisis Data Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan Analsis Regresi Linear Berganda, dengan menggunakan alat bantu SPSS versi 20. 0 dan ada berapa tahapan uji yang pertama statistik deskriptif, kedua uji asusmi klasik, uji koefisien determinasi dan uji hipotesis . ji F dan Uji . Uji statistik F digunakan untuk mengetahui pengaruh semua variabel independen yang dimasukkan dalam model regresi secara bersamasama terhadap variabel dependen yang di uji pada tingkat signifikan 0,05 (Ghozali, 2013:. Jika nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Jika nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak. Uji statistik . menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas/independen secara individual menerangkan variasi variabel dependen dan digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh masing-masing variabel independen, secara individual terhadap variabel dependen yang diuji pada tingkat signifikansi 0,05 (Ghozali, 2013:. Level of significance yang digunakan adalah sebesar 5% atau . = 0,05. Jika sign t > 0,05 maka Ha ditolak namun jika sign t < 0,05 maka Ha diterima dan berarti terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel independen dengan variabel dependen (Ghozali, 2013:. HASIL PENELITIAN Analisis Deskriptif Analisis deskriptif dilakukan untuk mengetahui sebaran data dari sampel penelitian dan hasil analisis deskriptif meliputi nilai rata-rata . , minimum, maksimum dan standar deviasi dari masing-masing variabel penelitian. Descriptive Statistics RESTATEM Minim Maxim Statist Statisti Statisti Statist Std. Error ,24 ,061 Mean Std. Deviation Statistic ,431 ENT Volume 2. Issue 1, 2022 Bata Ilyas Educational Management Review LEV ,70 ,88 ,8106 ,0062 ,04433 ROA ,29 ,85 ,6240 ,0169 ,12009 DOUBT ,40 ,63 ,4746 ,0103 ,07349 ,00 ,06 ,0356 ,0018 ,01296 DCHANGE Valid N ,50 ,071 ,505 . Sumber: Data diolah, 2019 Berdasarkan pengujian analisis deskriptif pada tabel descritive statistics menunjukan bahwa variabel kecurangan laporan keuangan yang diproksikan dengan Restatement, menghasilkan nlai minimum sebesar 0 dan nilai maximum sebesar 1. Rata-rata yang dimiliki selama tahun penelitian sebesar 0,24 dengan standar deviasi sebesar 0,0433. Hal ini menunjukan bahwa tingkat sebaran data restatement mempunyai tingkat variasi sebesaar 18%. Data penelitian ini relatif seragam karena tingkat variasi <100% dan dapat disimpulkan bahwa data bersifat homogen. Dapat disimpulkan bahwa data perusahaan yang menjadi data sampel penelitian ada yang melakukan Restatement atau revisi laporan keuangan dan adapu yang tidak karena laporan keuangan sudah dibuat sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku umum. Berdasarkan hasil pengujian analisis deskriptif variabel pressure diproksikan dengan leverage, menghasilkan nlai minimum sebesar 0,70 dan nilai maximum sebesar 0,88. Rata-rata selama tahun penelitian sebesar 0,8106 dengan standar deviasi sebesar 0,4433. Hal ini menunjukan bahwa tingkat sebaran data restatement mempunyai tingkat variasi sebesaar 55%. Data penelitian ini relatif seragam karena tingkat variasi <100% dan dapat disimpulkan bahwa data bersifat Data bersifat homogen yang artinya perusahaan yang menjadi data sampel memiliki nilai laverage relatif sama artinya sejumlah uang yang dikeluaran hampir sama oleh perusahaan untuk membiaya atau membeli aset perusahaan dalam bentuk Volume 2. Issue 1, 2022 Bata Ilyas Educational Management Review Hasil pengujian analisis variabel pressure yang diproksikan dengan ROA, menghasilkan nlai minimum sebesar 0,29 dan nilai maximum sebesar 0,85. Rata-rata sebesar 0,6240 dengan standar deviasi sebesar 0,12009. Hal ini menunjukan bahwa tingkat sebaran data restatement mempunyai tingkat variasi sebesaar 19,2%. Hal ini disimpulkan bahwa data bersifat homogen yang artinya perusahaan yang menjadi data sampel memiliki tingkat perputaran aset yang relatif sama disetiap perusahaan yang diteliti sehingga perusahan mampu memenuhi kewajiban Variabel opportunity, menghasilkan nlai minimum sebesar 0,40 dan nilai maximum sebesar 0,63. Rata-rata restatement yang dimiliki selama tahun penelitian sebesar 0,4746 dengan standar deviasi sebesar 0,07349. Hal ini menunjukan bahwa tingkat sebaran data restatement mempunyai tingkat variasi sebesaar 15,4%. Hal ini disimpulkan bahwa data bersifat homogen yang artinya perusahaan yang menjadi data sampel memiliki posisi dewan komisaris yang memenuhi syarat yakni minimal 3 total dewan komisaris dengan memiliki dewan komisaris independen. Hasil analisis deskriptif untuk variabel rationalization, menghasilkan nlai minimum sebesar 0,00 dan nilai maximum sebesar 0,06. Rata-rata sebesar 0,0356 dengan standar deviasi sebesar 0,01296. Hal ini menunjukan bahwa tingkat sebaran data restatement mempunyai tingkat variasi sebesaar 36,4%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa data bersifat homogen yang artinya perusahaan yang menjadi data sampel penelitian memiliki total akrual yang besar sehingga memungkinkan bagi akuntan perusahaan bersikap rasional dalam menyajikan laporan keuangan dengan menyembunyikan kebenaran kas yang dimiliki oleh perusahaan. Hasil analisis deskriptif untuk variabel kelima dalam penelitan ini adalah capability, menghasilkan nlai minimum sebesar 0 dan nilai maximum sebesar 1. Ratarata sebesar 0,50 dengan standar deviasi sebesar 0,071. Hal ini menunjukan bahwa tingkat sebaran data restatement mempunyai tingkat variasi sebesaar 14,2%. Hal ini disimpulkan bahwa data bersifat homogen yang artinya perusahaan yang menjadi data sampel penelitian memiliki total akrual yang besar sehingga memungkinkan bagi akuntan perusahaan bersikap rasional dalam menyajikan laporan keuangan dengan menyembunyikan kebenaran kas yang dimiliki oleh perusahaan. Volume 2. Issue 1, 2022 Bata Ilyas Educational Management Review Hasil Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Dalam uji normalitas ada 2 tahapan yang dilakukan oleh peneliti yaitu analisis grafik dan analisis statisktik. Untuk analisis grafik dilihat dari grafik histogram dan normal Probability Plot (P_Plo. Sedangkan untuk analisis statistik dilihat dari uji statistik no parametik kolmogorov-Smirnov (K-S). Berdasarkan grafik histrogram dalam penelitian ini menunjukan pola distribusi yang mendekati normal, sedangkan gambar grafik normal probabilty plot menunjukan titik-titik yang menyebar disekitar garis diagonal dan penyebaranya mengikuti arah garih diagonal. Maka dapat disimpulkan bahwa model regresi dalam penelitian ini telah memenuhi asumsi normalitas. Analisis statistik Uji Multikolineritas Multikolinieritas dapat dilihat dari perhitungan nilai tolerance serta Variance Inflation Factor (VIF) apabila memiliki tolerance lebih besar dari 0,10 dan nilai Variance Inflation Factor (VIF) lebih kecil dari 10 (Ghozali, 2013:. Selengkapnya hasil pengujian asumsi klasik multikolinieritas dapat dilihat pada halaman berikutnya. Hasil Uji Multikolinieritas Coefficientsa Model Collinearity Statistics Tolerance VIF (Constan. LEV(X. ,904 1,106 ROA(X. ,915 1,093 DOUBT(X. ,930 1,075 TA(X. ,813 1,231 DCHANGE( ,784 1,275 Berdasarkan pada tabel diatas menunjukkan bahwa semua variabel independen memiliki nilai tolerance lebih besar dari 0,10 yang berarti tidak ada korelasi antar variabel independen yang nilainya lebih dari 95%. Uji Autokorelasi Untuk mendeteksi ada atau tidaknya autokorelasi, peneliti menggunakan uji Durbin-Watson (DW tes. Hasil dari uji Durbin-Watson dapat dilihat pada tabel berikut: Hasil Uji Autokorelasi Model Summaryb Volume 2. Issue 1, 2022 Bata Ilyas Educational Management Review Mode Square Adjusted R Std. Error of Square the Estimate DurbinWatson ,537a ,288 ,207 ,384 1,925 Predictors: (Constan. DCHANGE(X. DOUBT(X. ROA(X. LEV(X. TA(X. Dependent Variable: RESTATEMENT(Y) Berdasarkan dari hasil tabel uji autokorelasi diketahui bahwa nilai Durbin-Watson sebesar 1,925. Selanjutnya hasil tersebut dibandingkan dengan nilai tabel dengan tingkat signifikansi 5%, jumlah sampel 50 . , dan variabel independen sebanyak 5 . Dari nilai tabel diperoleh nilai batas bawah . 3346 dan nilai batas atas . 4-du 2. ari tabel durbin watso. , nilai DW sebesar 1,925 berada di antara nilai du dan 4-du dimana nilai d hitung lebih besar dari du dan kurang dari . -d. sehinga dapat disimpulkan bahwa data tidak mengandung gejala Uji Heteroskedastisitas Peneliti menggunakan uji glejser untuk mendeteksi heteroskedastisitas. Hasil dari kedua uji tersebut disajikan pada tabel pada halaman berikut: Hasil Uji Heteroskedastisitas AeUji Glejser Model Coefficientsa Unstandardized Standardiz Coefficients Coefficients Std. Error Beta Sig. Collinearity Statistics Toleran VIF (Constant -,260 ,674 -,385 ,703 LEV 1,409 ,745 ,315 1,890 ,069 ,861 1,162 ROA -,557 ,368 -,259 -1,515 ,141 ,816 1,226 DBOUT -,009 ,404 -,004 -,023 ,982 ,957 1,044 -5,171 3,345 -,275 -1,546 ,133 ,756 1,323 DCHANG -,022 ,077 -,050 -,289 ,775 ,786 1,273 Dependent Variable: abs_res Pada tabel uji glejser menunjukkan hasil dari uji glejser dimana nilai signifikan masing-masing variabel memiliki tingkat signifikansi lebih dari 5% sehingga dapat disimpulkan bahwa pada model regresi ini tidak terdapat heteroskedastisitas dan model regresi ini dapat digunakan untuk pengujian hipotesis dalam penelitian ini. Volume 2. Issue 1, 2022 Bata Ilyas Educational Management Review Uji Koefisien Determinasi (R. Pada penelitian ini Adjusted R2 digunakan untuk menggambarkan kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen dan tidak terpaku pada R2 karena R2 memiliki kelemahan, yaitu bias terhadap jumlah variabel independen yang dimasukkan pada model. Hasil uji koefisien determinasi disajikan pada tabel berikut: Uji Koefisen Determinasi (R. Model Summaryb Mode Adjusted R Std. Error of Square Square Estimate ,426 ,182 ,041 ,434 Predictors: (Constan. DCHANGE. ROA. DBOUT. LEV. TA Dependent Variable: RESTATEMENT Berdasarkan tabel R2 menunjukkan bahwa Adjusted R2 sebesar 0. 041 yang menjelaskan bahwa variabel-variabel independen pada penelitian ini hanya dapat menjelaskan 4,1% variasi variabel dependen pada penelitian ini, yaitu kecurangan laporan keuangan. Artinya variabel-variabel dependen pada penelitian ini memiliki kemampuan yang rendah dalam menjelaskan variasi variabel independen, sedangkan sisasanya yaitu sebesar 95,9% dijelaskan oleh variabel lain diluar dari penelitian ini. Faktor lain yang dapat digunakan untuk mendeteksi adanya kecurangan laporan keuangan antara lain financial target, external pressure, nature of industry, dan change in auditor. Uji Hipotesis Dalam penelitian ini, pengujian hipotesis dilakukan dengan uji signifikansi simultan . ji statistik F) dan uji signifikansi parameter individual . ji statistik . Uji signifikasi Simultan (Uji F) Hasil uji signifikansi simultan pada penelitian ini disajikan pada berikut: Hasil Uji F Model Sum of Squares ANOVAa Mean Square Sig. Volume 2. Issue 1, 2022 Bata Ilyas Educational Management Review Regressio 2,625 ,525 3,557 ,009b Residual 6,495 ,148 Total 9,120 Dependent Variable: RESTATEMENT(Y) Predictors: (Constan. DCHANGE(X. DOUBT(X. ROA(X. LEV(X. TA(X. Berdasarkan tabel Uji F menunjukan bahwa nilai F hitung sebesar 3,557 dengan nilai signifikansi 0,009 dan lebih kecil dari 0,05 . ig < 0,. yang artinya hipotesis diterima yang menunjukan bahwa pressure, opportunity, rationalization dan capability berpengaruh secara simultan terhadap kecurangan laporan keuangan, sehingga mampu mendeteksi kecurangan yang terjadi dalam laporan keuangan. Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji . Hasil dari uji signifikansi parameter individual disajikan pada tabel berikut: Hasil Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji . Model Coefficientsa Unstandardized Standardi Coefficients Coefficient Std. Beta Error (Consta 1,687 1,155 LEV(X. ,846 1,302 ROA(X2 -1,326 ,478 DOUBT( -2,405 ,774 TA(X. -5,237 4,698 DCHAN ,046 ,123 GE(X. Dependent Variable: RESTATEMENT(Y) Sig. 1,460 ,151 ,087 ,650 ,519 -,369 -2,775 ,008 -,410 -3,106 ,003 -,157 -1,115 ,271 ,054 ,373 ,711 Hasil pengujian signifikansi variabel independen secara parsial selengkapnya pada pembahasan berikut ini: External Pressure sebagai variabel untuk mendeteksi keucaranga laporan H 1: External presure berpengaruh positif terhadap kecurangan laporan Volume 2. Issue 1, 2022 Bata Ilyas Educational Management Review Pengujian hipotesis pertama mengenai penggunaan external pressure dalam mendeteksi kecurangan laporan keuangan menjunjukan koefisien regresi sebesar 0,846 dan nilai t hitung sebesar 0,650 dengan nilai signifikansi sebesar 0,519 lebih besar daripada tingkat signifikansi yang di pakai dalam penelitian ini, yaitu 0,05 . %). Artinya external pressure tidak memiliki pengaruh terhadap kecurangan laporan Dengan demikian hipotesis pertama ditolak. Hasil penelitian ini sama dengan penelitian yang dilakukan oleh Oktarigusta. L . Puspitadewi. E & Sormin. P . dimana external pressure tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kecurangan laporan keuangan. Namun berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Tarmizi Achmad and Imang Dapit Pamungkas . yang dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa external pressure berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan. Hasil penelitian ini menudukung teori menurut Skousen et al . yang menunjukan bahwa sumber tekanan eksternal salah satunya adalah dengan kemapuan perusahaan dalam membayar utang atau memenuhi persyaratan utang. Selain itu manajer perusahaan mendapatakan tekanan untuk mendapatakan tambahan utang atau modal untuk perusahaan. Menurut Ardiyani dan Utaminingsih . External Pressure merupakan kemampuan untuk memenuhi pertukaran- persyaratan pencatatan, membayar utang, atau memenuhi utang perjanjian diakui secara luas yang berasal dari pihak eksternal. Ketika perusahaan memiliki rasio leverage yang tinggi maka perusahaan itu memiliki utang yang besar (Kasmir, 2013:. Manajemen perusahaan akan merasa tertekan dengan utang yang semakin besar, karena risiko kreditnya juga akan tinggi, sehingga memungkinkan terjadinya kecurangan. Financial Pressure sebagai variabel untuk mendeteksi keucaranga laporan H2: Financial Presure berpengaruh positif terhadap kecurangan laporan Bedasarkan pengujian hipotesis kedua, financial pressure memperoleh nilai t sebesar -2,775 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,008< 0,05% artinya financial pressure berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan. Dengan demikian hipotesis kedua diterima. Volume 2. Issue 1, 2022 Bata Ilyas Educational Management Review Hasil penelitian ini sejalan dengan penenlitian yang dilakukan oleh Achmad. T & Pamungkas. I . yang menyatakan bahwa financial pressure berpengaruh dalam mendeteksi kecurangan laporan keuangan perusahaan. ROA perusahan ada dalam keadaan tidak baik, dan memiliki kemungkinan untuk melakukan keucurangan. Ketika perusahaan ingin meningkatkan profitabilitas perusahaan salah satu cara adalah membuat rasio profitabilitasnya membaik agar para pemangku kepentingan bisa tetap bertahan walaupun sudah mengalami Hal tersebut menguatkan pernyataan hasil penelitan yang menyatakan bahwa adanya pengaruh financial pressure terhadap kecurangan laporan keauangan. Semakin tinggi nilai ROA atau profitabilitas yang di besar-besarkan dan tidak sesuai dengan sesungguhnya terjadi maka ada indikasi perusahaan melakukan kecurangan untuk mempertahankan investor. Dalam penelitian ini data penelitian menunjukan bahwa ada perusahaan yang menaikan nilai profitabilitas perusahaa agar dipandang baik oleh inivestor, hal ini didasarkan pada hasil penelitian. Opportunity sebagai variabel untuk mendeteksi keucarangan laporan keuangan. H3: Opportunity berpengaruh negatif terhadap keucrangan laporan keuangan Bedasarkan pengujian hipotesis ketiga, opportunity memperoleh nilai t sebesar 1,115 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,13 < 0,05% artinya Opportunity berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan. Dengan demikian hipotesis ketiga diterima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin kecil persentase anggota independen komisaris independen, semakin besar kemungkinan penipuan laporan Temuan ini juga didukung oleh Hogan et al. , yang menyatakan bahwa tata kelola perusahaan yang lemah akan meningkatkan kemungkinan penipuan laporan keuangan. Ineffective monitoring, yang menggambarkan keadaan saat perusahaan tidak memiliki unit pengawas yang efektif dalam memantau kinerja Dominasi manajemen oleh satu orang atau kelompok kecil, tanpa kontrol kompensasi, tidak efektifnya pengawasan atas proses pelaporan keuangan dan pengendalian internal diduga akan menyebabkan risiko terjadinya kecurangan (Kusumawardani, 2013:. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Nindito. N . yang menyatakan bahwa varibel opportunity yang diukur dengan total dwan komisaris indepen yang ada dalam perusahaan dimana jumlah dewan komisaris Volume 2. Issue 1, 2022 Bata Ilyas Educational Management Review minimal 3 orang dan memiliki dewan komisaris indepenen yang sebanding sehingga Rationalization sebagai variabel untuk mendeteksi keucarangan laporan H4: Rationalization berpengaruh positif terhadap kecurangan laporan keuangan Bedasarkan pengujian hipotesis keempat, : Rationalization memperoleh nilai t sebesar -2,775 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,271 > 0,05% artinya Rationalization tidak berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan. Dengan demikian hipotesis keempat ditolak. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitia Nindito. N . menyatakan bahwa rasionalisasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemungkinan penilpuan laporan keuanga di Indonesia. Namun hal ini sejalan dengan penelitian Norbarani . yang menyatakan tingkat akrual perusahaan akan beragam tergantung dari keputusan manajemen terkait kebijakan teretnut yang dibuat oleh masing-masing perusahaan. Teori Accrual merupakan suatu metode akuntansi dimana penerimaan dan pengeluaran diakui atau dicatat ketika transaksi terjadi, bukan ketika uang kas untuk transaksi-transaksi tersebut diterima atau dibayarkan. Konsep discretionary accruals dapat berarti bahwa pihak manajemen dapat memanipulasi pendapatan dengan melakukan pencatatan ketika transaksi terjadi, meskipun kas belum melakukan pengeluaran atau penerimaan. Hal tersebut biasanya digunakan untuk mencapai pendapatan yang diinginkan. Maka jika tingkat discretionary accrual pada perusahaan tinggi, maka memungkinkan adanya kecurangan yang sedang terjadi dalam Dapat disimpulkan bahwa jika nilai discretionary accrual naik maka kemungkinan kecurangan laporan keuangan naik, jika nilai discretionary accrual turun maka kemungkinan kecurangan laporan keuangan turun. Maka berdasarkan penelitian ini hipotesis dinyatakan ditolak karena ditemukan nilai discretionary accrual Rationalization sebagai variabel untuk mendeteksi keucarangan laporan H5: Capability berpengaruh positif terhadap kecurangan laporan keuangan Volume 2. Issue 1, 2022 Bata Ilyas Educational Management Review Bedasarkan pengujian hipotesis kelima : Capability memperoleh nilai t sebesar 3,73 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,711 > 0,05% artinya capability berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan. Dengan demikian hipotesis kedua ditolak. Hasil penelitian ini berarti bahwa dalam perusahaan yang digunakan sebagai sampel memiliki tingkat pergantian direksi perusahaan yang cukup rendah, yaitu kurang dari 50%. Pergantian direksi dikaitkan dengan terjadinya stress period bagi perusahaan, yang berdampak terbukanya kesempatan peluang untuk melakukan Jika dalam perusahaan tersebut tingkat pergantian direksi adalah rendah, maka tidak terjadi stress period yang akan berdampak pada terbukanya kesempatan untuk melakukan fraud. Maka dapat disimpulkan bahwa Capability yang diproksikan dengan pergantian direksi (DCHANGE) dalam penelitian ini tidak berpengaruh terhadap kemungkinan kecurangan laporan keuangan. Maka berdasarkan penelitian ini hipotesis dinyatakan ditolak. Hasil penelitia ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Oktarigusta L . dan Nurbaiti. Z & Hanafi. R . yang menunjukan bahwa tidak adanya pengaruh capability terhadap kecurangan laporan keuangan. KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang menjadi kesimpulan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: External Pressure tidak berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan, sehingga penggunaan leverage dalam mendeteksi kecurangan laporan keuangan dinilai tidak efektif. Financeial Pressure berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan, sehingga penggunaan ROA dalam mendeteksi kecurangan laporan keuangan dinilai t efektif. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Achmad. T & Pamungkas. I . Opportunity berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan, sehingga penggunaan leverage dalam mendeteksi kecurangan laporan keuangan dinilai Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Nindito. N . Rationalization tidak berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan, sehingga penggunaan leverage dalam mendeteksi kecurangan laporan keuangan dinilai tidak efektif. Volume 2. Issue 1, 2022 Bata Ilyas Educational Management Review Capability tidak berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan, sehingga penggunaan leverage dalam mendeteksi kecurangan laporan keuangan dinilai External Pressure, financial pressure, opportunity, rationalization dan capability berpengaruh secara simultan dan signifikan terhadap kecurangan laporan keuangan, sehingga dapat efektif untuk mendeteksi keucarang laporan keuangan. SARAN