PEDAGOGIKA Volume 6 (Nomor . 2025 HaL. Pengembangan Media E-Book Pembuatan Dangke Pada Mata Pelajaran Prakarya Dan Kewirausahaan Farah Batrisia1. Farida Febriati2. Abd Haling3 1,2,3 Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar Email: faraahquen23@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk . mengetahui tingkat kebutuhan pengembangan media e-book pembuatan Dangke, . mendesain mediae-book pembuatan Dangke, . mengetahui tingkat validasi dan kepraktisan media e-book pembuatan Dangke. Penelitian ini menggunakan pendekatan R&D dengan model pengembangan 4D . efine, design, development, disseminat. Penelitian ini dilakukan di SMAN 7 Enrekang dengan subjek penelitian keseluruhan 30 siswa kelas XII MIPA 2 dan 1 guru mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan. Hasil dari penelitian ini adalah Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa identifikasi tingkat kebutuhan siswa berada pada kualifikasi sangat dibutuhkan. Selanjutnya hasil validasi ahli media berada pada kualifikasi sangat baik, hasil validasi ahli materi/isi berada pada kualifikasi sangat baik. Pada tahap uji coba kelompok kecil mendapatkan hasil kualifikasi sangat baik. Kemudian pada tahap uji coba kelompok besar mendapatkan kualifikasi sangat baik dan hasil tanggapan guru mata pelajaran kewirausahaan berada pada kualifikasi sangat baik. Kesimpulan dari hasil penelitian ini tingkat analisis kebutuhan produk media e-book berada pada kualifikasi dibutuhkan serta produk media e-book ini sudah valid dan praktis. Kata Kunci : Pengembangan. E-book. Kewirausahaan ABSTRACT This research aims to . determine the level of need for developing Dangke e-book media, . design Dangke e-book media, . determine the level of validation and practicality of Dangke e-book media. This research uses an R&D approach with a 4D development model . efine, design, development. This research was conducted at SMAN 7 Enrekang with a total of 30 research subjects in class XII MIPA 2 and 1 craft and entrepreneurship subject teacher. The results of this research are: The results of this research show that identifying the level of student needs for qualifications is very Furthermore, the results of media expert validation are in very good qualifications, the validation results of material/content experts are in very good qualifications. At the trial stage, the small group obtained very good qualification results. Then at the trial stage the large group received very good qualifications and the results of the entrepreneurship subject teachers' responses were very good The conclusion from the results of this research is that the level of analysis of e-book media product needs is at the required qualifications and this e-book media product is valid and Keywords: Development. E-books. Entrepreneurship A 2025 Farah Batrisia. Abdul Haling. Farida Febriati Under the license CC BY-SA 4. Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 130 PEDAGOGIKA Volume 6 (Nomor . 2025 HaL. PENDAHULUAN Kearifan lokal merupakan modal penting dalam perspektif pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan. Hal ini penting untuk digali, dikaji dan ditempatkan pada posisi strategis untuk dikembangkan menuju pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan kearah yang lebih baik. Oleh karena itu, masing-masing pemerintah daerah berkewajiban untuk menjaga kearifan lokal yang berlaku dalam masyarakat jangan sampai terkikis seiring dengan perubahan generasi penerus bangsa (Riyadi, 2. Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan adalah dengan pengintegrasian kearifan lokal dalam pembelajaran. Pengintegrasian kearifan lokal dalam pembelajaran sebagai untuk meningkatkan rasa kearifan lokal di lingkungannya serta sebagai upaya menjaga eksistensi kearifan lokal ditengah derasnya arus globalisasi (Shufa, 2. Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 79 tahun 2014 tentang muatan lokal kurikulum 2013, mengatakan bahwa: Muatan lokal merupakan bahan kajian atau mata pelajaran pada satuan pendidikan yang berisi muatan dan proses pembelajaran tentang potensi dan keunikan lokal yang dimaksudkan untuk membentuk pemahaman peserta didik terhadap keunggulan dan kearifan di daerah tempat tinggalnya. Berdasarkan hukum tersebut maka dapat disimpulkan bahwa muatan lokal dalam kurikulum sekolah bertujuan untuk mengajarkan siswa mengenai potensi dan keunikan daerah mereka serta siswa diharapkan dapat memahami dan menghargai keunggulan serta kearifan lokal di tempat tinggal mereka. Melalui mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan diharapkan peserta didik dapat mengembangkan kemampuan mereka sebagai pewaris budaya bangsa, dan orang yang peduli terhadap permasalahan masyarakat dan bangsa masa kini dengan menguatkan budaya lokal . ocal genius dan local wisdo. , nilai-nilai karakter sebagai pembangunan kembali potensi lokal, pemanfaatan sumber daya alam, seperti halnya potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Enrekang. Sulawesi Selatan. Indonesia dimana daerah ini merupakan zona pengembang peternakan sapi perah, populasi sapi perah di Kabupaten Enekang sebanyak 1. 450 ekor (Halil, 2. Hal ini menjadikan daerah ini memiliki peluang yang sangat baik untuk mengembangkan produk olahan dari susu hingga terciptanya Dangke yang di produksi oleh masyarakat Kabupaten Enrekang secara turun temurun. Dangke penting untuk di pelajari sebagai salah satu nilai kearifan lokal yang penting untuk diketahui dan dilestarikan oleh peseta didik agar menumbuhkan kebutuhan Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 131 PEDAGOGIKA Volume 6 (Nomor . 2025 HaL. dan minat siswa untuk memberikan perhatian terhadap pemeliharaan dan pemanfaatan sumber daya alam sekitar. Materi yang dapat dikembangkan dalam mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan tidak hanya berpusat pada konsep dasar mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan secara umum tapi dapat juga sangat berkaitan dengan kearifan lokal sebagai upaya mengenalkan produk kearifan lokal kepada peserta didik sehingga peserta didik tidak hanya mengetahui tetapi diharapkan mampu untuk melestarikan produk kearifan lokal tersebut. Salah satu produk kearifan lokal yang dapat diperkenalkan kepada peserta didik adalah cara pembuatan Dangke. Cara yang dapat memudahkan guru dalam memberikan materi pelajaran maka diperlukan media pembelajaran. Salah satu media yang dapat guru gunakan pada mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan adalah e-book. E-book adalah sebuah buku dalam bentuk elektronik yang disajikan dengan memadukan video, animasi, audio, dan gambar (Wulandari, 2018 dalam Alam. E-book dapat menjadi media pembelajaran interaktif karena perpaduan konten-konten yang ada didalamnya membuat peserta didik lebih fokus dalam menerima materi pelajaran dalam proses belajar mengajar. Media pembelajaran e-book juga sesuai digunakan jika materi yang ingin disajikan sehubungan dengan proses kerja atau langkah-langkah dalam melakukan sesuatu, contohnya pembuatan minyak pembuatan Dangke. Materi yang dapat dikembangkan dalam mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan tidak hanya berpusat pada konsep dasar mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan secara umum tapi dapat juga sangat berkaitan dengan kearifan lokal sebagai upaya mengenalkan produk kearifan lokal kepada peserta didik sehingga peserta didik tidak hanya mengetahui tetapi diharapkan mampu untuk melestarikan produk kearifan lokal tersebut. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan pada tanggal 18 Januari 2024 di SMAN Negeri 7 Enrekang, didapatkan bahwa pada mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan belum ada pembahasan khusus yang mempelajari cara pembuatan Dangke sehingga siswa tidak memahami bagaimana proses pembuatan Dangke, sebagian besar peserta didik juga tidak pernah melihat secara langsung proses pembuatan Dangke sehingga hal tersebut yang mengakibatkan banyak peserta didik tidak mengetahui proses pembuatan Dangke. Untuk itu, diperlukan media pembelajaran e-book dimana didalamnya memadukan video cara pembuatan, gambar dan audio agar peserta didik lebih tertarik dan lebih mudah memahami cara pembuatan Dangke. Penelitian ini penting karena Dangke adalah produk tradisional yang di produksi secara turun temurun dan merupakan produk unggulan Kabupaten Enrekang, oleh karena itu Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 132 PEDAGOGIKA Volume 6 (Nomor . 2025 HaL. generasi muda Kabupaten Enrekang haruslah dapat mengenali, memahami dan melestarikan Dangke salah satunya dengan mengetahui proses pembuatan dangke melalui mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan. Disinilah peran penelitian ini yaitu untuk membuat media pembelajaran pembuatan Dangke agar makanan tradisional ini dikenal, dipahami dan dilestarikan terutama oleh generasi muda yang diharapkan mampu melanjutkan serta melestarikan produksi Dangke sebagai salah satu kearifan lokal yang harus dijaga. Berdasarkan fenomena dan permasalahan yang diuraikan diatas, maka peneliti merasa perlu melakukan penelitian dengan judul AuPengembangan Media E-book Pembuatan Dangke Pada Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Kelas XI I. MIPA 2 SMA Negeri 7 EnrekangAy. METODE PENELITIAN Penelitian ini berlokasi di SMA Negeri 7 Enrekang di kabupaten Enrekang dan subjek penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 7 Enrekang kelas XII MIPA 2 yang berjumlah 30 siswa, serta 1 guru mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan research and development. penelitian jenis ini merupakan metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut (Sugiyono, 2. Untuk dapat menghasilkan produk tertentu digunakan penelitian yang bersifat analisis kebutuhan dan untuk menguji keefektifan produk tersebut supaya dapat berfungsi di masyarakat luas, maka diperlukan penelitian untuk menguji keefektifan produk tersebut Penelitian ini dikembangkan menggunakan model 4D . yaitu: Define . Design . Develop . , dan Disseminate . Namun, peneliti memodifikasi Tahap pertama define . , membantu dalam menentukan dan menjelaskan kebutuhan serta mengumpulkan informasi tentang komponen yang akan dibuat dalam produk. Analisis siswa, analisis tugas, analisis konsep, dan tujuan instruksional khusus termasuk dalam tahap ini. Tahap kedua design . Tahap desain, yang juga dikenal sebagai perancangan, membantu menentukan desain yang akan digunakan. Pada tahap ini, pemilihan media, pemilihan format, dan pembuatan awal rancangan dapat dilakukan. Tahap ketiga develop . , yaitu mengembangkan perangkat produk . ateri/bahan dan ala. yang diperlukan dalam pengembangan. Berbasis pada hasil rancangan produk, pada tahap ini mulai dibuat produknya . ateri/bahan, ala. yang sesuai dengan struktur model, membuat Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 133 PEDAGOGIKA Volume 6 (Nomor . 2025 HaL. instrumen untuk mengukur kinerja produk. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah Angket (Kuisone. yang digunakan untuk mendapatkan data validasi dari ahli media dan ahli isi/materi untuk menguji kevalidan media, kemudian angket penilaian kepraktisan. Angket ini disusun untuk mendapatkan data mengenai respon siswa terhadap media pembelajaran yang dikembangkan Untuk mengukur kepraktisan, angket respon siswa diberikan sebanyak 2 kali yaitu pada saat uji kelompok kecil dengan tujuan untuk memperoleh perbaikan produk dan kemudian diberikan kembali pada saat uji coba kelompok besar dalam satu kelas untuk menguji tingkat kepraktisan produk. Angket respon guru mata pelajaran kewirausahaan diberikan untuk menguji tingkat kepraktisan produk. Penelitian pengembangan ini menggunakan dua teknik analisis data, yaitu teknik analisis deskriptif kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif. Analisis deskriptif kualitatif digunakan untuk mengolah data hasil review ahli media pembelajaran, ahli isi atau materi pembelajaran, teknik analisis data ini dilakukan dengan mengelompokkan informasi- informasi dari kata kualitatif berupa masukan, tanggapan, kritik, dan saran perbaikan. Hasil analisis data ini kemudian digunakan untuk merevisi produk media pembelajaran e-book. Kemudian analisis deskriptif kuantitatif digunakan untuk mengolah data yang diperoleh melalui angket respon dalam bentuk deskripsi persentase. Instrumen penelitian ini menggunakan dua jenis pengukuran yaitu skala Likert dan skala Guttman. Kemudian rumus yang digunakan untuk menghitung presentase dari masing-masing subjek sebagai berikut: Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 134 PEDAGOGIKA Volume 6 (Nomor . 2025 HaL. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pengembangan Hasil Identifikasi tingkat kebutuhan siswa terhadap media e-book pembuatan Dangke Tahap Pendefinisian (Defin. Tahap awal yang dilakukan yaitu identifikasi tingkat kebutuhan, dari hasil identifikasi kebutuhan tersebut perlu dicermati agar menjadi dasar dalam mengembangkan media e- book pembuatan Dangke. Pada tahap ini dilakukan identifikasi karakteristik siswa, kemudian dilakukannya penyebaran angket identifikasi kebutuhan yang diisi sebanyak 30 siswa. Tabel 1 Hasil identifikasi kebutuhan siswa. Pertanyaan 1Apakah anda mengetahui apa itu Dangke? 2Apakah sebelumnya sudah ada bahan ajar yang anda gunakan untuk mempelajari cara pembuatan Dangke? 3Bagaimana pendapat anda mengenai ketersediaan media untuk mempelajari cara pembuatan Dangke? 4Bagaimana tanggapan anda terhadap media e-book tersebut? Skor 5Apakah tujuan pembelajaran perlu disampaikan di media e-book tersebut? 6Apakah anda setuju media e-book di gunakan dalam materi tentang cara pembuatan Dangke? 7Apakah anda setuju dalam media e-book tersebut perlu ada gambar atau animasi? 8Apakah anda setuju dalam media e-book tersebut perlu ada vidio yang disajikan? 9Saya lebih tertarik mempelajari materi tentang Dangke dengan menggunakan media e-book? 1Apakah anda setuju pada bagian akhir perlu ada evaluasi 0untuk mengetahui seberapa besar pemahaman siswa terhadap materi yang disajikan? 1pakah media pembelajaran menggunakan e-book merupakan 1media yang menarik? 1Saya lebih mudah memahami materi tentang Dangke jika 2menggunakan media pembelajaran? Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 135 PEDAGOGIKA Volume 6 (Nomor . 2025 HaL. Komputer/laptop dan infocus sudah ada dan sudah pernah digunakan dalam proses pembelajaran? Jumlah Persentase (%) 93,1% Berdasarkan tabel 1, hasil presentase yang di dapatkan dari akumlasi keseluruhan pertanyaan pada angket data identifikasi kebutuhan pengembangan media e- book sebesar 93,1% berada pada kualifikasi sangat dibutuhkan. Tahap identifikasi kebutuhan ini responden menyatakan bahwa apabila media e-book pembuatan Dangke dilengkapi teks, gambar dan video maka siswa lebih menarik dan mampu membantu dalam memahami materi yang diajarkan. Tabel 2 Hasil Identifikasi Kebutuhan Guru Prakarya Dan Kewirausahaan. Pertanyaan Ya Tidak Apakah Bapak/Ibu guru pernah menggunakan media digital dalam mengajar mata pelajaran prakarya dan 1 Apakah Bapak/Ibu guru sebelumnya sudah ada media pembelajaran berbentuk buku digital . -boo. dalam proses pembelajaran mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan? Apakah Bapak/Ibu merasa perlu adanya materi khusus mengenai pembuatan Dangke dalam bentuk e-book? Apakah Bapak/Ibu pembelajaran berbentuk e-book yang praktis digunakan? Menurut Bapak/Ibu guru, apakah media e-book dapat mempermudah pemahaman siswa tentang pembuatan 1 Dangke? Menurut Bapak/Ibu guru, apakah tujuan pembelajaran perlu disampaikan dalam media e-book pembuatan 1 Dangke? Apakah Bapak/Ibu guru merasa pada media e-book perlu adanya gambar di setiap langkah pembuatan Dangke ? Apakah Bapak/Ibu guru, ingin media e-book pembuatan Dangke dilengkapi dengan video tutorial pembuatan 1 Dangke? Apakah Bapak/Ibu merasa perlu adanya evaluasi di akhir bab untuk mengetahui seberapa besar pemahaman siswa terhadap materi yang disajikan dalam media e-book pembuatan Dangke? Menurut Bapak/Ibu guru, apakah dengan menggunakan media e-book pembuatan Dangke membuat proses 1 pembelajaran lebih menyenangkan? Skor Berdasarkan tabel 2, hasil analisis kebutuhan jawaban Ya dengan skor 9, jawaban Tidak Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 136 PEDAGOGIKA Volume 6 (Nomor . 2025 HaL. dengan skor 0. Dari hasil analisis kebutuhan guru memperoleh sebesar 90% berada pada kualifikasi sangat dibutuhkan media e-book pembuatan Dangke pada mata Pelajaran prakarya dan Gambaran Desain Media E-Book Pembuatan Dangke . Tahap design . Pada tahap ini mulai dirancang media pembelajaran yang dikembangkan sesuai hasil analisis yang dilakukan pada tahap sebelumnya. Adapun beberapa tahap yang peneliti lakukan adalah sebagai berikut: Mengumpulkan sumber-sumber Penetapan tujuan pembelajaran yang akan dikembangkan dalam e-book pembuatan Dangke merupakan hasil diskusi dengan guru mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan di SMA Negeri 7 Enrekang dan sumber-sumber materi tentang kewirausahaan peneliti mengambil rujukan berdasarkan modul yang ada disekolah, serta materi tentang Dangke dan cara pembuatan Dangke mengambil rujukan pada internet, buku, dan jurnal. Melakukan pengambilan video langkah-langkah pembuatan Dangke Proses perekaman cara pembuatan Dangke dilakukan selama 1 hari yaitu pada tanggal 12 Proses perekaman cara pembuatan Dangke dilakukan di salah satu rumah produksi Dangke yang terletak di kabupaten Enrekang. perekaman dilakukan secara sistematis mulai dari menyiapkan bahan baku yakni susu sapi segar sampai pada tahap siap untuk dipasarkan agar memudahkan peneliti ketika disatukan menjadi sebuah video pembelajaran. Merancang media pembelajaran Pada tahap ini yaitu membuat gambaran dan rancangan media e-book pembuatan Dangke untuk kelas XII pada mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan yang akan dikembangkan. Tahap ini meliputi desain tampilan juga materi yang akan ditampilkan dalam e-book termasuk pemilihan gambar, video pendukung dan evaluasi yang sesuai dengan materi dan tujuan . Tahap pengembangan . Pada tahap pengembangan. Heyzine flipbook yang menjadi pilihan yang efektif untuk membuat media e-book pembuatan Dangke yang interaktif dan mudah digunakan. Tahap pengembangan ini dilakukan dengan berpedoman pada storyboard yang telah dibuat Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 137 PEDAGOGIKA Volume 6 (Nomor . 2025 HaL. Storyboard berfungsi sebagai panduan visual dalam memastikan bahwa struktur, tata letak dalam e-book sesuai dengan rencana awal. Hasil Pengujian Tingkat Validitas dan Kepraktisan E-Book Pembuatan Dangke Tahap ini terdiri dari dua langkah yaitu penilaian validasi untuk menguji tingkat kevalidan atau kelayakan media yang dikembangkan. Kemudian dilakukan uji coba produk untuk mendapatkan hasil atau respon yang digunakan untuk memenuhi tingkat kepraktisan produk. Validasi media pembelajaran oleh ahli media Validasi media e-book proses pembuatan Dangke adalah ibu Merrisa Monoarfa. Pd. Pd yang merupakan dosen Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar. Tabel 3 Hasil Validasi Ahli Media Terhadap Media E-Book Aspek yang dinilai Skor Tampilan e-book menarik Kesesuaian warna background dengan teks Kesesuaian pemilihan jenis huruf/font Kesesuaian pemilihan ukuran huruf/font Tulisan dapat dibaca dengan baik Kualitas tampilan gambar Kualitas resolusi video E-book mudah untuk di operasikan E-book tidak berjalan lambat pada saat pengoperasian E-book tidak berhenti pada saat pengoperasian Kemudahan memilih menu sajian Tombol navigasi mudah digunakan Tombol navigasi letaknya konsisten Jumlah Persentase (%) Persentase = Oc. cycaycycaycaycaycu yycaycuycaycuyc ycycnycaycy ycyycnycoycnEaycayc. ycAyycaycuycaycuyc ycyceycycycnycuyciyciycn 13 y 5 96,9% X 100% y 100% = 96,9% Setelah dikonversi dengan tabel konversi, didapatkan persentase tingkat pencapaian 96,9% berada pada kualifikasi sangat baik dengan keterangan tidak perlu direvisi. Validasi media e-book oleh ahli materi/isi Validasi materi media e-book pembuatan Dangke pada mata pelajaran prakarya dan Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 138 PEDAGOGIKA Volume 6 (Nomor . 2025 HaL. kewirausahaan adalah bapak H. Kairawan. Pd. Pd yang merupakan salah satu guru yang ada di SMA Negeri 7 Enrekang. Tabel 4 Hasil Validasi Ahli Materi/isi Terhadap Media E-Book Aspek yang dinilai Skor Kesesuaian tujuan pembelajaran dengan materi yang Ketepatan urutan materi yang disajikan Vidio yang disajikan sesuai dengan materi Ketetapan urutan materi yang disajikan Materi yang disampaikan secara tertulis dalam media mudah di pahami Materi sesuai dengan RPP Materi sesuai dengan karakter siswa Penggunaan Ketetapan pemilihan redaksi atau kata 10 Keefektifan bahasa yang digunakan dalam media . idak berbelit-beli. 11 Keruntutan langkah-langkah percobaan yang disajikan pada media E-Book Jumlah Persentase (%) 92,7% Persentase = Oc. cycaycycaycaycaycu yycaycuycaycuyc ycycnycaycy ycyycnycoycnEaycayc. ycAyycaycuycaycuyc ycyceycycycnycuyciyciycn X 100% = 11 y 5 y 100% = 92,7% Setelah dikonversi dengan tabel konversi, didapatkan persentase tingkat pencapaian 92,7% berada pada kualifikasi sangat baik dengan keterangan tidak perlu direvisi. Uji kepraktisan kelompok kecil Uji kelompok kecil dilakukan kepada 5 orang siswa yang dipilih secara acak kemudian memberikan penilaian atau tanggapan yang terdiri dari 8 pertanyaanterhadap e-book tersebut. Tabel 5 Uji Coba Kelompok Kecil Skor Responden Siswa 1 Siswa 2 Siswa 3 Siswa 4 Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 139 PEDAGOGIKA Volume 6 (Nomor . 2025 HaL. Siswa 5 Jumlah Keseluruhan Persentase (%) Persentase = 97,9% Oc. cycaycycaycaycaycu yycaycuycaycuyc ycycnycaycy ycyycnycoycnEaycayc. ycAyycaycuycaycuyc ycyceycycycnycuyciyciycn X 100% = 8 y 24 y 100% = 97,9% Setelah dikonversi dengan tabel konversi, didapatkan persentase tingkat pencapaian 97,9% berada pada kualifikasi sangat baik dengan keterangan tidak perlu direvisi. Uji kepraktisan kelompok besar Uji kelompok besar dilakukan kepada 25 orang siswa yang diminta untuk menilai produk pengembangan e-book tersebut. Penilaian yang terdapat pada angket uji kelompok besar mencakup aspek tampilan dan aspek pembelajaran yangterdiri dari 8 butir pertanyaan. Tabel 5 Uji Coba Kelompok Besar Aspek yang dinilai Materi tentang cara pembuatan Dangke lebih menarik dengan adanya media e-book Saya lebih mudah memahami materi tentang cara pembuatan Dangke dengan e-book Materi yang ada dalam e-book disajikan secara runtut dan sistematis Bahasa yang digunakan dalam e-book ini mudah saya Saya tertarik saat melihat tampilan . entuk dan warn. media e-book ini Uraian petunjuk untuk masing-masing percobaan yang terdapat dalam media e-book jelas Skor Media e-book dapat digunakan dengan mudah Media e-book ini membuat saya lebih termotivasi untuk mempelajari materi tentang cara pembuatan Dangke Jumlah Persentase (%) Persentase = Oc. cycaycycaycaycaycu yycaycuycaycuyc ycycnycaycy ycyycnycoycnEaycayc. ycAyycaycuycaycuyc ycyceycycycnycuyciyciycn X 100% = 8 y 119 y 100% = 96,1% Setelah dikonversi dengan tabel konversi, didapatkan persentase tingkat pencapaian 97,5% Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 140 PEDAGOGIKA Volume 6 (Nomor . 2025 HaL. berada pada kualifikasi sangat baik dengan keterangan tidak perlu direvisi. Tanggapan guru mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan Tanggapan yang dilakukan oleh guru mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan adalah Evi Erviana S. Pd bertujuan untuk mendapatkan penilaian respon serta kinerja program media e-book ketika digunakan. Tabel 6 Hasil Tanggapan Guru Pelajaran Prakarya Dan Kewirausahaan Aspek yang dinilai Skor Media e-book ini kreatif Media e-book ini inovatif Komunikatif . udah dipahami serta menggunakan bahasa yang benar dan efekti. Efektif dan efesien dalam penggunaan media Memudahkan guru dalam menyampaikan materi pelajaran Mudah digunakan dan sederhana dalam pengoperasian Unsur gambar/video mendukung materi, agar mudah dicerna oleh siswa Materi disajikan secara unik agar menarik perhatian siswa Jumlah Persentase (%) Persentase = ycAyycaycuycaycuyc ycyceycycycnycuyciyciycn 97,5% Oc. cycaycycaycaycaycu yycaycuycaycuyc ycycnycaycy ycyycnycoycnEaycayc. X 100% y 100% = 97,5% Setelah dikonversi dengan tabel konversi, didapatkan persentase tingkat pencapaian 97,5% berada pada kualifikasi sangat baik dengan keterangan tidak perlu direvisi. Pembahasan Berdasarkan hasil pengembangan dapat diketahui bahwa produk media e-book pembuatan Dangke dengan menggunakan Heyzine flipbook yang dikembangkan sesuai dengan prosedur dan langkah-langkah pengembangan model 4D . our-D) yaitu tahap pendefenisian . , perancangan . , pengembangan . dan penyebaran . Pengembangan produk produk media e-book pembuatan Dangke dengan menggunakan Heyzine flipbook mengacu pada prototype yang telah dibuat. Faktor-faktor pendukung yang melatar belakangi Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 141 PEDAGOGIKA Volume 6 (Nomor . 2025 HaL. pengembangan media e-book pembuatan Dangke telah dikumpulkan melalui angket analisis karakteristik kebutuhan siswa. Pengembangan media e-book melibatkan kinerja-kinerja software seperti Heyzine flipbook yang digunakan untuk mendesain tampilan yang termuat dalam buku digital . -boo. , microsoft word yang dipakai untuk menyusun materi-materi tersebut. Canva yang dipakai untuk membuat cover dari media e-book, dan aplikasi filmora yang dipakai untuk mengedit dan menyatukan semua rekaman proses pembuatan Dangke. Komponen media e-book ini terdiri dari teks, gambar dan video. Keluaran . dari produk ini yaitu menghasilkan media pembelajaran e-book. Hal tersebut juga diperkuat oleh (Aprilia, 2. , mengemukakan bahwa e-book adalah salah satu teknologi yang memanfaatkan komputer yang digunakan untuk menampilkan informasi baik berupa teks, gambar, audio, video, maupun multimedia lainnya dalam bentuk yang ringkas dan dinamis yang dapat dibaca oleh komputer maupun perangkat elektronik lainnya. Proses pengembangan media e-book ini telah dilakukan tahap validasi olehahli media dan ahli materi/isi kemudian dilakukan uji kelompok kecil dan pengujian kelompok besar yang melibatkan berbagai pihak, dengan hasil yang dicapai yaitu produk media e-book ini merupakan produk yang valid dan praktis berdasarkan penilaian tim ahli media, ahli isi/materi, siswa dan guru mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan. Dari penilaian ahli media dan ahli materi/isi terhadap media e-book ini dapat dinyatakan bahwa produk yang dikembangkan layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Berdasarkan hal tersebut produk media e-book ini dapat dimanfaatkan oleh guru sebagai media pembelajaran yang menarik sehingga siswa dapat lebih aktif dan semangat saat belajar, kemudian media e-book ini dapat digunakan siswa untuk belajar secara mandiri karena penyusunan materi yang dituangkan dalam media e-book ini dilakukan secara sistematis berdasarkan modul yang telah ada sebelumnya. Hal tersebut sejalan dengan pendapat yang dikemukakan menurut (Rini, 2. mengatakan bahwa media pembelajaran e-book memiliki fungsi yang memungkinkan guru untuk menyajikan materi dalam bentuk yang lebih bervariasi dan mudah dipahami oleh siswa melalui berbagai komponen yang dapat diintegrasikan ke dalam e-book, seperti gambar, tayangan suara dan video pembelajaran. Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 142 PEDAGOGIKA Volume 6 (Nomor . 2025 HaL. SIMPULAN Hasil identifikasi analisis kebutuhan menunjukkan bahwa siswa kelas XII MIPA 2 SMA Negeri 7 Enrekang membutuhkan produk media e-book yang hasil data berada pada kualifikasi sangat dibutuhkan. Penelitian ini menghasilkan produk media e-book proses pembuatan Dangke dengan menggunakan model pengembangan 4D . Penyusunan isi materi dirancang menggunakan Microsoft word yang di export dalam bentuk pdf, selanjutnnya dimasukkan kedalam heyzine flipbook untuk dilengkapi dengan hyperlink pada daftar isi, gambar dan video yang dimasukkan sesuai karakteristik materi. Media e-book ini dapat dibuka menggunakan laptop, komputer maupun smartphone. Hasil validasi oleh ahli media berada pada kualifikasi sangat baik dan hasil validasi oleh ahli materi/isi berada pada kualifikasi sangat baik. Uji coba kelompok kecil terhadap produk media e-book ini berada pada kualifikasi sangat baik dan tidak perlu direvisi. Kemudian hasil uji coba kelompok besar terhadap produk media e-book ini berada pada kualifikasi sangat baik dan tidak perlu direvisi. Selanjutnya hasil tanggapan guru mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan terhadap produk media e-book berada pada kualifikasi sangat baik dan tidak perlu direvisi sehingga produk media e-book pembuatan Dangke telah valid dan praktis. REFERENSI