Jurnal Teknologi Informasi. Komputer dan Aplikasinya (JTIKA) Vol. No. Maret 2026, (Terakreditasi Sinta-4. SK No:164/E/KPT/2. ISSN:2657-0327 PENERAPAN DATA MINING MENGGUNAKAN ALGORITMA KMEANS UNTUK ANALISIS DATA BELANJA ONLINE MAHASISWA (Application of Data Mining Using the K-Means Algorithm for Analysis of Student Online Shopping Dat. Deiva Verlyn Marjuki*. Mutyara Safitri. Harun Al Rosyid. Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Surabaya Jl. Ketintang. Gayungan. Surabaya. INDONESIA Email: . 22009@mhs. id, . 22011@mhs. id, . harunrosyid@unesa. Abstract This study was conducted to analyze the online shopping behavior of college students using the K-Means algorithm as a clustering technique in data mining. This study was motivated by the lack of systematic segmentation of student shopping behavior, which limits the understanding of purchasing characteristics within this consumer group. Unlike previous studies that mostly examine general retail customers or broad e-commerce users, this study specifically focuses on university students by integrating demographic and behavioral attributes. The originality of this study is reflected in the simultaneous use of six variables, namely gender, shopping time, product type, expenditure level, payment method, and purchase decision factors. Data were collected through an online survey involving 200 active college students. The research stages consisted of data cleaning, data category transformation using One-Hot Encoding, clustering model construction using the K-Means algorithm, and cluster evaluation using the Silhouette method. The evaluation results showed that the optimal number of clusters was k = 3, achieving the highest Silhouette score of 0. Three distinct segments of college students' online shopping behavior were identified, providing insights that can support more targeted marketing strategies and student-oriented e-commerce services. Keywords: Data Mining. K-Means. Clustering. Online Shopping. Silhouette *Corresponding Author PENDAHULUAN Perilaku belanja mahasiswa telah berubah secara signifikan sebagai akibat dari perkembangan ecommerce. Konsumen karakteristik khusus, seperti keterbatasan anggaran, literasi digital yang tinggi, dan kecenderungan untuk memilih barang berdasarkan harga, promosi, dan kemudahan transaksi. Belanja online mahasiswa tidak hanya dipengaruhi oleh kebutuhan fungsional mahasiswa ada juga faktor gaya hidup, waktu yang dihabiskan, dan preferensi pembayaran digital. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami pola perilaku belanja mahasiswa saat membuat strategi ecommerce, instruksi keuangan, dan kebijakan pemasaran yang lebih tepat sasaran . Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa Clustering adalah teknik yang mampu mengidentifikasi pola dan fitur data yang tidak tampak secara langsung . Penelitian telah menunjukkan bahwa Clustering dapat memberikan gambaran segmentasi yang dapat digunakan sebagai dasar strategi kebijakan dan bisnis http://jtika. id/index. php/JTIKA/ . Ini ditunjukkan oleh pengelompokan data tentang konsumsi produk kosmetik, data COVID-19 berdasarkan wilayah, dan data transaksi pembayaran. Banyak orang menggunakan model Clustering, terutama algoritma K-Means, untuk analisis produk yang laku di pasaran, pengelompokan potensi perikanan berdasarkan provinsi, dan analisis sentra Menurut beberapa penelitian, metode clustering, terutama algoritma K-Means, dapat digunakan untuk menemukan pola perilaku konsumsi pada kelompok pengguna tertentu, seperti mahasiswa, yang merupakan segmen konsumen digital. Tahap evaluasi diperlukan dalam proses pembuatan model Clustering untuk menentukan jumlah Cluster yang paling ideal . Silhouette Coefficient. Davies-Bouldin Index, dan Elbow Method adalah beberapa metode evaluasi yang sering digunakan . Metode Silhouette menunjukkan tingkat keseragaman objek dengan anggota kelompoknya dibandingkan dengan Cluster lain, menunjukkan kualitas pengelompokan yang terbentuk Jurnal Teknologi Informasi. Komputer dan Aplikasinya (JTIKA) Vol. No. Maret 2026, (Terakreditasi Sinta-4. SK No:164/E/KPT/2. Penelitian sebelumnya yang menggunakan metode Silhouette untuk menilai pengelompokan data obat, data kesiapan ujian, dan fitur kanal YouTube menunjukkan bahwa metode ini dapat memvalidasi hasil pengelompokan dengan lebih objektif . Oleh karena itu, dalam penelitian ini, penggunaan Silhouette Coefficient sangat penting untuk memastikan bahwa jumlah klaster yang terbentuk benar-benar mewakili pola perilaku belanja mahasiswa secara optimal. Berbagai fakta menyatakan bahwa banyak penelitian telah dilakukan mengenai perilaku belanja online, sebagian besar penelitian masih berfokus pada pelanggan e-commerce secara keseluruhan atau pelanggan retail skala besar. Penelitian ini masih berfokus pada faktor-faktor seperti demografi mahasiswa, waktu yang mahasiswa habiskan untuk berbelanja, jenis produk, metode pembayaran, dan faktor-faktor lainnya yang memengaruhi keputusan mahasiswa untuk berbelanja online. Selain itu, penelitian sebelumnya biasanya hanya menggunakan satu atau dua variabel utama, sehingga belum mampu menjelaskan secara menyeluruh segmentasi perilaku belanja mahasiswa. Kondisi ini menunjukkan bahwa kurangnya penelitian mengenai kebutuhan akan segmentasi perilaku belanja mahasiswa yang lebih sistematis dan berbasis data. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini dilakukan untuk memanfaatkan model data mining menggunakan algoritma K-Means untuk menganalisis data belanja online mahasiswa . Data belanja online semakin meningkat, terutama di kalangan mahasiswa, menghasilkan pola perilaku konsumsi yang menarik untuk dipelajari . Diharapkan bahwa penggunaan K- Means akan menghasilkan berbagai kategori belanja, seperti kategori kebutuhan primer, sekunder, dan gaya Metode Silhouette digunakan untuk menentukan jumlah Cluster terbaik . Berdasarkan uraian tersebut, pertanyaan penelitian dirumuskan sebagai berikut: Bagaimana algoritma K-Means digunakan untuk membagi perilaku belanja online siswa berdasarkan atribut perilaku? Berapa banyak cluster optimal yang dihasilkan menggunakan evaluasi Silhouette Coefficient? Bagaimana karakteristik masing-masing cluster perilaku belanja online siswa dibentuk. Diharapkan bahwa penelitian ini akan meningkatkan pemahaman kita tentang perilaku http://jtika. id/index. php/JTIKA/ ISSN:2657-0327 belanja mahasiswa. Ini juga akan menjadi referensi untuk strategi layanan e-commerce. TINJAUAN PUSTAKA DAN TEORI PENUNJANG 1 Tinjauan Pustaka Berikut adalah hasil dari tinjauan literatur yang telah dilakukan pada berbagai jurnal penelitian yang berkaitan dengan topik metode Clustering K-Means: Penelitian . menunjukkan bahwa data mining, khususnya metode clustering, dapat dengan mudah menemukan pola tersembunyi dalam data perilaku Dengan berdasarkan kemiripan fitur, teknik ini dapat preferensi, dan pola interaksi pengguna. Hasilnya menunjukkan bahwa clustering adalah metode yang baik untuk memahami perilaku pengguna dalam berbagai konteks, seperti media sosial, pendidikan, dan bisnis. Seperti yang ditunjukkan oleh sejumlah penelitian . yang menggunakan algoritma K-Means, algoritma K-Means memiliki kemampuan untuk menghasilkan segmentasi yang jelas dan mudah dipahami. Dalam dunia pendidikan. K-Means digunakan untuk mengelompokkan mahasiswa berdasarkan nilai akademik dan pencapaian pembelajaran mahasiswa. Ini juga menghasilkan nilai Silhouette Coefficient yang tinggi, yang menunjukkan kualitas cluster yang baik, menunjukkan bahwa K-Means efektif dalam menangani data tanpa label dan mampu memberikan informasi yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan berbasis data. Namun, aspek perilaku konsumsi mahasiswa tidak dipertimbangkan dalam penelitian ini karena fokusnya lebih pada evaluasi hasil K-Means telah digunakan dalam bidang bisnis dan manajemen persediaan untuk mengelompokkan produk berdasarkan tingkat permintaan dan potensi Hasil clustering digunakan untuk mengoptimalkan strategi pemasaran dan pengelolaan Meskipun demikian, penelitian . ini biasanya menggunakan data transaksi produk secara keseluruhan dan belum mengaitkannya dengan karakteristik konsumen individu khususnya, karena mahasiswa adalah kelompok pengguna e-commerce yang berbeda dari konsumen umum dalam hal pola konsumsi mereka. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa faktorfaktor seperti harga, promosi, kemudahan transaksi, waktu belanja, dan preferensi pembayaran digital memengaruhi perilaku belanja online mahasiswa. Dibandingkan dengan demografi konsumen lainnya. Jurnal Teknologi Informasi. Komputer dan Aplikasinya (JTIKA) Vol. No. Maret 2026, (Terakreditasi Sinta-4. SK No:164/E/KPT/2. mahasiswa lebih sensitif terhadap uang. Sebagian besar penelitian, bagaimanapun, masih bersifat Untuk evaluasi model clustering. Silhouette Coefficient banyak digunakan karena mampu mengukur tingkat kohesi dan separasi antar cluster Penelitian menunjukkan bahwa Silhouette dapat memberikan dasar objektif untuk menentukan jumlah cluster yang Namun, metode ini masih sangat terbatas untuk menilai perilaku belanja online mahasiswa . Penelitian ini menunjukkan bahwa algoritma KMeans telah banyak digunakan dalam berbagai bidang, tetapi belum banyak yang menggunakannya untuk menganalisis perilaku belanja online siswa dengan menggabungkan berbagai atribut perilaku dan evaluasi Silhouette. Oleh karena itu, penelitian ini membantu menerapkan K-Means untuk mengelompokkan perilaku belanja online siswa secara menyeluruh, sehingga hasil clustering dapat digunakan untuk membuat rencana untuk layanan e-commerce, promosi, dan pendidikan keuangan yang lebih tepat sasaran untuk mahasiswa . 2 Teori Penunjang 1 Data mining Metode data mining digunakan untuk mengidentifikasi pola perilaku belanja mahasiswa dari data survei yang kompleks dan tidak berlabel. Data mining dapat dipahami sebagai proses menggali atau menemukan informasi baru melalui identifikasi pola dan aturan tertentu dari data dalam jumlah besar. Secara umum, data mining merupakan serangkaian teknik yang digunakan untuk memperoleh nilai dan pengetahuan tambahan yang sebelumnya belum diketahui secara manual dari suatu himpunan data. Proses ini juga sering disebut sebagai knowledge discovery in databases (KDD) . 2 Clustering Clustering adalah proses mengelompokkan sejumlah besar data yang memiliki banyak kesamaan satu sama lain ke dalam kelompok atau klaster. Berdasarkan kemiripan karakteristik dalam perilaku belanja online, teori clustering membantu proses pengelompokan Tujuan Clustering adalah untuk memastikan bahwa data dalam satu klaster memiliki tingkat kemiripan yang paling tinggi dan data di antaranya memiliki tingkat kemiripan yang paling rendah. Clustering juga dapat dianggap sebagai teknik segmentasi data yang digunakan dalam sejumlah industry . http://jtika. id/index. php/JTIKA/ ISSN:2657-0327 3 Algoritma K-Means Algoritma K-Means kesederhanaannya dan kemampuan untuk membuat segmentasi data perilaku mahasiswa yang mudah Algoritma K-Means merupakan metode pengelompokan non-hierarki yang diperkenalkan oleh Stuart Lloyd pada tahun 1984. Teknik ini digunakan untuk membagi sekumpulan data ke dalam dua atau lebih kelompok. K-means menghitung setiap record dari Cluster awal secara iteratif menggunakan Euclidean distance. Untuk memastikan bahwa setiap fitur memiliki skala yang sebanding, tahap normalisasi data sangat penting sebelum proses clustering. Karena algoritma KMeans sensitif terhadap perbedaan skala data, normalisasi diperlukan. Akibatnya, atribut dengan rentang nilai yang lebih besar dapat mendominasi perhitungan jarak dan berdampak pada hasil Oleh karena itu, semua variabel angka dinormalisasi terlebih dahulu menggunakan metode normalisasi MinAeMax untuk memastikan bahwa mereka berada dalam rentang nilai yang sama, seperti persamaan . ycUA = ycUOe ycUycoycnycu ycUycoycaycu Oe ycUycoycnycu Keterangan : ycU A = nilai data hasil normalisasi ycU = nilai data asli ycUmin = nilai minimum dari suatu atribut ycUmax = nilai maksimum dari suatu atribut Proses dimulai dengan memilih k daftar awal sebagai pusat Cluster . tau seed awa. Adapun rumus yang digunakan, seperti persamaan . cuycn, ycayc ) = ocycA yco=1. cUycnyco Oe yaycyco ) . Keterangan : cuycn, ycayc ) = Jarak antara titik data ycuycn ke ycayc M = Jumlah fitur ycUycnyco = Nilai fitur ke Oeyco dari titik data ycuycn ycUycyco = Nilai fitur ke Oeyco dari titik data ycayc 4 Analisis data Analisis data merupakan tahapan penting dalam penelitian yang bertujuan mengolah data mentah hasil pengumpulan menjadi informasi yang bermakna. Singkatnya, analisis data penelitian adalah proses yang menggunakan metode statistik atau kualitatif untuk mengubah data yang belum diolah menjadi informasi yang relevan dan bermakna. Tujuan analisis data adalah untuk menemukan tren, pola, atau hubungan Jurnal Teknologi Informasi. Komputer dan Aplikasinya (JTIKA) Vol. No. Maret 2026, (Terakreditasi Sinta-4. SK No:164/E/KPT/2. dalam data yang dapat digunakan untuk menguji teori atau menyelesaikan masalah penelitian. Penelitian berhasil dan validitas hasilnya bergantung pada pemilihan metode analisis yang tepat dan interpretasi data yang akurat . METODE PENELITIAN 1 Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen penelitian berupa kuesioner terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum digunakan dalam proses pengumpulan data. Uji validitas dilakukan untuk memastikan bahwa setiap pertanyaan memiliki kemampuan untuk mengukur variabel perilaku belanja online siswa secara akurat. Untuk menguji validitas item pernyataan, uji korelasi Pearson Product Moment digunakan. Nilai r hitung dan r tabel dibandingkan pada taraf signifikansi 0,05. Apabila nilai r hitung lebih besar dari nilai r tabel, item pernyataan dianggap valid, seperti Tabel I. hasil uiji validitas intrumen kuisioner. Tabel I. Hasil Uji Validitas Instrumen Kuesioner Indikator Pernyataan Frekuensi belanja online mahasiswa Jenis produk yang sering dibeli Waktu belanja Metode pembayaran yang Faktor harga dalam keputusan belanja Pengaruh promosi dan diskon Keterangan 0,612 0,138 Valid 0,584 0,138 Valid 0,701 0,138 Valid 0,667 0,138 Valid 0,724 0,138 Valid 0,689 0,138 Valid ISSN:2657-0327 Tabel II. Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Kuesioner Variabel Jumlah Item CronbachAos Alpha Keterangan Perilaku Belanjan Online Mahasiswa 0,812 Reliabel Berdasarkan hasil uji validitas, setiap item pernyataan memiliki nilai r hitung yang lebih besar daripada r tabel, yang menunjukkan bahwa semua item pertanyaan valid. Selain itu, hasil uji reliabilitas menunjukkan instrumen kuesioner memiliki nilai alfa Cronbach sebesar 0,812, yang menunjukkan bahwa itu layak untuk digunakan dalam penelitian. 2 Proses Data Mining Penelitian ini dimulai dari pengumpulan data melalui kuesioner online, setelah itu dilakukan data cleaning, data selection, pemodelan Clustering, evaluasi model, dan terakhir hasil Cluster. Berikut merupakan flowchart dari metode penelitian pada Gambar 1. Gambar 1. Flowchart Metode Penelitian Uji reliabilitas juga dilakukan untuk mengetahui seberapa konsisten instrumen mengukur variabel Metode Cronbach's Alpha digunakan untuk menguji reliabilitas instrument, instrumen dianggap reliabel jika nilai Cronbach's Alphanya lebih besar dari 0,70, yang menunjukkan bahwa kuesioner memiliki tingkat keandalan yang tinggi. seperti Tabel II. hasil uiji reliabilitas intrumen kuisioner. http://jtika. id/index. php/JTIKA/ 3 Peralatan Penelitian Pembuatan model Clustering menggunakan Python. Bahasa pemrograman ini memberikan dukungan yang kuat dalam penerapan proses data mining dan menggunakan library yang sudah tersedia untuk menghubungkan model Clustering, seperti library untuk mengevaluasi kinerja dan sklearn. Cluster. KMeans . Jurnal Teknologi Informasi. Komputer dan Aplikasinya (JTIKA) Vol. No. Maret 2026, (Terakreditasi Sinta-4. SK No:164/E/KPT/2. 4 Datasheet Datasheet dalam penelitian ini diperoleh dari hasil pengisian kuesioner online yang disebarkan kepada 200 mahasiswa yang masih aktif. Datasheet berisi informasi mengenai karakteristik perilaku belanja online mahasiswa dan terdiri dari 200 record dengan 6 atribut utama. Untuk mewakili aspek utama perilaku belanja mahasiswa, 6 fitur dipilih. Ini juga dilakukan untuk mengimbangi antara kelengkapan informasi dan interpretabilitas hasil clustering. Data berisi jawaban melakukan transaksi belanja online. Atribut pada dataset meliputi: Jenis kelamin, terdiri dari kategori laki-laki dan Waktu terakhir berbelanja online, berupa pilihan waktu seperti pagi, siang, sore, atau Jenis produk terakhir yang dibeli, misalnya fashion, elektronik, kecantikan, kebutuhan rumah, dan lainnya. Rata-rata pengeluaran terakhir berbelanja online, berupa sangat rendah, rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Metode pembayaran, meliputi pilihan pembayaran seperti e-Wallet . Transfer Bank. COD (Cash on Deliver. Kartu Kredit, dan Faktor yang memengaruhi keputusan belanja, seperti harga, promo/diskon, ulasan pengguna, dan lainnya. 5 Model Clustering Dalam membangun sebuah model clustering, dapat diterapkan berbagai algoritma seperti K-Means. K-Medoids, dan DBSCAN dapat digunakan . Model Clustering merupakan salah satu teknik dalam data mining yang berfungsi untuk mengelompokkan data ke dalam beberapa grup berdasarkan kemiripan Salah satu metode yang umum dipakai untuk membentuk kelompok tersebut adalah algoritma K-Means. 6 Evaluasi Clustering Metode Silhouette untuk evaluasi model digunakan untuk melakukan proses penentuan banyak kelompok ideal. 7 Metode Silhouette Metode silhouette coefficient menggabungkan dua metode yaitu metode cohesion, yang menentukan seberapa dekat satu objek dengan objek lain dalam http://jtika. id/index. php/JTIKA/ ISSN:2657-0327 suatu Cluster, dan metode separation yang menentukan seberapa jauh suatu Cluster terpisah dari Cluster lain . HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Data Cleaning Dalam tahap pembersihan data, diterapkan dua langkah pokok untuk menjamin mutu dataset sebelum diterapkan pada pemodelan. Langkah awal melibatkan penghapusan data duplikat . rop duplicate. dengan tujuan membuang baris berulang yang berpotensi menimbulkan bias serta distorsi pada hasil analisis. Setelah langkah ini, ukuran data berkurang menjadi 154 baris dan 6 atribut, yang menandakan bahwa entri duplikat telah berhasil dihapus. Hasil penghapusan data duplikat ditampilkan pada Gambar 2. Gambar 2. Penghapusan Data Duplikat Langkah selanjutnya adalah penghapusan baris dengan missing value . untuk memastikan setiap atribut pada setiap rekaman terisi secara penuh. Akibatnya, jumlah data tetap 154 baris, yang mengandung nilai kosong setelah duplikasi Hasil penghapusan baris dengan missing value ditampilkan pada Gambar 3. Gambar 3. Penghapusan Missing Value Proses pembersihan ini menekankan pentingnya akurasi, konsistensi, dan kelengkapan data sebelum melanjutkan ke tahap preprocessing serta analisis lanjutan menggunakan algoritma K-Means . 2 Data Selection Proses pemilihan data bertujuan untuk menetapkan atribut maupun cakupan data yang akan dipakai pada proses data mining . Proses ini meliputi pengecekan type atribut, menghapus atribut yang tidak digunakan, dan merubah type atribut. Untuk mengidentifikasi jenis data pada atribut, metode pengecekan type attribute digunakan. Dalam proses pengecekan ini, jenis kelamin, waktu, produk, rata rata, pembayaran, dan faktor diidentifikasi. Jurnal Teknologi Informasi. Komputer dan Aplikasinya (JTIKA) Vol. No. Maret 2026, (Terakreditasi Sinta-4. SK No:164/E/KPT/2. ISSN:2657-0327 Attribute jenis kelamin, waktu, produk, rata rata, pembayaran, dan faktor ini diubah menjadi data numerik menggunakan metode One-Hot Encoding. Menggunakan perintah encoded_df untuk mengubah atribut kategorikal menjadi numerik dapat mempercepat proses data mining. Jenis kelamin, waktu, produk, rata rata, pembayaran, dan faktor diubah, dan One-Hot Encoding mengubah setiap kategori menjadi kolom biner . dan dapat melanjutkan proses Clustering. 3 Data Mining Tahap data mining dalam penelitian ini menekankan pada proses pemodelan klasterisasi dengan menggunakan algoritma K-Means. Sebelum pemodelan tersebut dilaksanakan, semua atribut kategorikal dalam dataset dikonversi ke format numerik melalui metode One-Hot Encoding. Konversi ini bertujuan untuk menggambarkan setiap kategori dalam ruang vektor, sehingga algoritma K-Means dapat menghitung jarak antara data. Gambar 4 menunjukkan hasil konversi melalui metode One-Hot Encoding. Gambar 5. Permodelan K=2 Gambar 6. Permodelan K=3 Gambar 4. Hasil Konversi Setelah seluruh data telah ditransformasikan dengan sukses, langkah berikutnya melibatkan penerapan algoritma K-Means untuk membentuk Dalam tahap ini, algoritma dimulai dengan menginisialisasi centroid, kemudian menghitung jarak antara titik-titik data, dan secara berulang memperbarui posisi centroid hingga model mencapai kondisi konvergensi. Proses tersebut menghasilkan label kelompok awal untuk setiap entri dalam dataset. Gambar 5 dan 6 menunjukkan proses pemodelan KMeans. http://jtika. id/index. php/JTIKA/ 4 Evaluasi Model Untuk menentukan pengelompokan data yang ideal, evaluasi model Clustering digunakan. Pada penelitian ini, evaluasi Clustering silhouette Evaluasi ini digunakan untuk menentukan akurasi yang optimal dari proses clustering dan memberikan rekomendasi K untuk hasilnya . 5 Evaluasi Metode Silhoutte Evaluasi dilakukan dengan menerapkan metode Silhouette melalui pengujian berbagai jumlah Cluster dan perbandingan skor Silhouette untuk setiap nilai k. Metode ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi jumlah Cluster yang paling ideal dengan memilih skor Silhouette yang paling tinggi, sebab skor yang lebih tinggi menunjukkan pemisahan antar Cluster yang lebih baik. Hasil evaluasi tersebut disajikan dalam Gambar 7 dan Gambar 8, yang masing-masing menunjukkan pengujian skor Silhouette untuk model dengan jumlah Cluster yang bervariasi. Jurnal Teknologi Informasi. Komputer dan Aplikasinya (JTIKA) Vol. No. Maret 2026, (Terakreditasi Sinta-4. SK No:164/E/KPT/2. Dalam pengujian awal, analisis Silhouette dilakukan menggunakan dua Cluster . = . , yang hasilnya divisualisasikan pada Gambar 7. Perhitungan menunjukkan bahwa skor Silhouette untuk pengaturan dua Cluster mencapai 0. 0894, yang termasuk rendah. Nilai tersebut menunjukkan bahwa, meskipun algoritma K-Means berhasil membentuk dua kelompok data, tingkat pemisahan antar cluster belum optimal dan masih ada kedekatan yang signifikan di antara data dari kelompok yang Hal ini mencerminkan sifat data belanja online mahasiswa yang cukup homogen, sehingga batasan antar cluster tidak terbentuk dengan jelas. Skor Silhouette yang rendah ini menjadi salah satu batasan dalam penelitian, karena menggambarkan kualitas pemisahan cluster yang belum maksimal. Namun, hasil pengelompokan tersebut tetap dianggap sah secara metodologis, sebab prosesnya berhasil mengenali pola dasar dan segmentasi awal berdasarkan kesamaan atribut data. Nilai Silhouette yang rendah menunjukkan keterbatasan dalam kualitas pemisahan cluster, bukan kegagalan pada metode clustering yang diterapkan. Oleh karena itu, hasil ini masih berguna untuk analisis eksploratif dan dapat dijadikan landasan untuk melanjutkan pengujian dengan jumlah cluster yang berbeda guna mencapai konfigurasi pengelompokan yang lebih Gambar 7. Grafik Silhouette K=2 Pengujian menggunakan tiga Cluster . = . , sebagaimana yang diperlihatkan dalam Gambar 8. Evaluasi hasil menunjukkan bahwa skor Silhouette pengaturan tiga Cluster mencapai 0. 0913, angka yang lebih tinggi daripada skor untuk k = 2. Kenaikan skor ini mengindikasikan bahwa model dengan tiga Cluster menghasilkan struktur kelompok yang lebih efektif serta pemisahan antar kelompok yang lebih tajam. Representasi visual pada grafik menunjukkan http://jtika. id/index. php/JTIKA/ ISSN:2657-0327 perbaikan dalam kualitas pengelompokan, sehingga pengaturan tiga Cluster dinilai lebih sesuai untuk merepresentasikan pola keseluruhan data. Gambar 8. Grafik Silhouette K=3 6 Hasil Pengelompokkan Hasil evaluasi metode silhouette menunjukkan bahwa pengelompokan K=2 dan K=3 adalah yang Hasil ini dapat digunakan sebagai dasar untuk mengorganisir datasheet yang digunakan. Nama kategori dapat diklasifikasikan dengan K=2. Hasil dari Cluster 0 menunjukkan bahwa laki-laki biasanya berbelanja di siang atau sore hari, mencari harga murah, dan lebih sering menggunakan transfer bank sebagai metode pembayaran dan hasil dari Cluster 1 pengeluaran sedang, sering membeli barang fashion, berbelanja di sore atau malam hari, dan dipengaruhi oleh promosi dan menggunakan dompet digital sebagai metode pembayaran utama. Sedangkan untuk K=3, hasil dari Cluster 0 laki-laki mencari harga murah, belanja malam, dan menggunakan transfer bank. Cluster 1 wanita mengeluarkan uang sedang, membeli pakaian di sore hari, dan terpengaruh oleh promo. Cluster 2 wanita belanja malam, mengeluarkan uang rendah, suka promo, dan menggunakan dompet digital sebagai cara pembayaran utama. Interpretasi dari hasil pengelompokan ini sesuai dengan konsep segmentasi pasar yang didasarkan pada faktor demografis dan perilaku . ehavioral segmentatio. , yaitu pendekatan di mana konsumen diklasifikasikan menurut atribut pribadi, pola konsumsi, serta reaksi mereka terhadap respons Temuan tersebut diperkuat oleh penelitian yang menjelaskan bahwa algoritma KMeans efektif dalam menemukan kelompok konsumen dengan pola perilaku yang cukup seragam, walaupun pemisahan antarsegmen tidak selalu bersifat mutlak Jurnal Teknologi Informasi. Komputer dan Aplikasinya (JTIKA) Vol. No. Maret 2026, (Terakreditasi Sinta-4. SK No:164/E/KPT/2. ISSN:2657-0327 . Oleh karena itu, hasil clustering dalam penelitian ini mengindikasikan bahwa pola belanja online mahasiswa sering kali tumpang tindih dan merefleksikan segmentasi umum pada konsumen Hal ini menunjukkan bahwa perbedaan perilaku belanja mahasiswa lebih dipengaruhi oleh faktor situasional dan preferensi pribadi daripada perbedaan demografis yang signifikan. Gambar 9 dan 10 menunjukkan hasil pengelompokan dalam bentuk tabel, dan gambar 11 dan 12 menunjukkan hasil pengelompokan dalam bentuk visual Gambar 12. Visualisasi Clustering K=3 KESIMPULAN DAN SARAN 1 Kesimpulan Gambar 9. Data K=2 Gambar 10. Data K=3 Gambar 11. Visualisasi Clustering K=2 http://jtika. id/index. php/JTIKA/ Berdasarkan hasil penelitian diatas maka dapat disimpulkan datasheet yang berfokus pada kategori tertentu dapat dipetakan dengan menggunakan metode pengelompokan. Hasil penelitian yang dilakukan untuk mengelompokkan menunjukkan banyak pengelompokan K=2 dan K=3. Proses menentukan pengelompokan K=2 dan K=3 dengan karakteristik Cluster 0 menunjukkan bahwa laki-laki biasanya berbelanja di siang atau sore hari, mencari harga murah, dan lebih sering menggunakan transfer bank sebagai metode pembayaran dan hasil dari Cluster 1 menunjukkan bahwa perempuan memiliki pengeluaran sedang, sering membeli barang fashion, berbelanja di sore atau malam hari, dan dipengaruhi oleh promosi dan menggunakan dompet digital sebagai metode pembayaran utama. Sedangkan untuk K=3, hasil dari Cluster 0 laki-laki mencari harga murah, belanja malam, dan menggunakan transfer Cluster 1 wanita mengeluarkan uang sedang, membeli pakaian di sore hari, dan terpengaruh oleh Cluster 2 wanita belanja malam, mengeluarkan uang rendah, suka promo, dan menggunakan dompet digital sebagai cara pembayaran utama. Pengujian evaluasi kinerja dengan menggunakan metode silhouette menghasilkan pengelompokan terbaik. Kontribusi ilmiah penelitian ini terletak pada penerapan metode data mining untuk mengidentifikasi segmentasi perilaku pembelian daring mahasiswa yang bersifat laten dan sulit diamati secara langsung, sehingga memperdalam pemahaman analisis perilaku konsumen pada generasi muda yang terbiasa dengan teknologi digital. Meskipun nilai Silhouette yang diperoleh tergolong rendah, hasil pengelompokan tetap dinilai valid secara metodologis karena mampu mengungkap pola segmentasi dasar yang bermakna Jurnal Teknologi Informasi. Komputer dan Aplikasinya (JTIKA) Vol. No. Maret 2026, (Terakreditasi Sinta-4. SK No:164/E/KPT/2. dan berfungsi sebagai kajian awal terhadap karakteristik data yang cenderung homogen. Adapun keterbatasan penelitian ini meliputi jumlah responden yang masih terbatas, penggunaan variabel yang relatif sederhana, serta rendahnya nilai Silhouette yang menunjukkan keterbatasan kualitas pemisahan kelompok, sehingga hasil pengelompokan yang diperoleh lebih bersifat eksploratif dan ditujukan untuk memberikan gambaran awal mengenai segmentasi perilaku pembelian online mahasiswa. 2 Saran Berdasarkan hasil penelitian, penulis membuat saran sebagai berikut. Penelitian selanjutnya harus melibatkan lebih banyak responden dan variabel tambahan seperti frekuensi belanja, jenis platform ecommerce, dan faktor sosial. Penelitian selanjutnya dapat membandingkan K-Means dengan algoritma lain seperti KMedoids. DBSCAN, atau Pengelompokan Hierarki pengelompokan yang lebih baik. Penelitian selanjutnya harus melakukan standarisasi dan normalisasi agar perbedaan pembentukan Cluster. Penelitian selanjutnya dapat menggunakan metode evaluasi seperti Davies-Bouldin Index Calinski-Harabasz Index menggunakan Silhouette Coefficient. DAFTAR PUSTAKA