CENDEKIA Volume xx Issue xx . Pages 15-20 P-ISSN x-x. E-ISSN x-x https://ejournal. id/index. php/cendekia Jurnal Penelitian Mahasiswa Sosial dan Pendidikan Peran Pendidikan Agama Dalam Pembentukan Etika Bisnis Islam Bagi Wirausaha Muda (Studi Banding Di Omah Jamu Jeng Ratu. Yogyakart. Masruroh. Universitas Muhammadiyah Kendal Batang Alip Kumaidin. Universitas Muhammadiyah Kendal Batang Syaiful Hadi. Universitas Muhammadiyah Kendal Batang rohmasu561@gmail. com, alifkumaidin035@gmail. com, saifulbimasena7@gmail. Received: 20-05-2025 Revised: 21-05-2025 Accepted: 23-05-2025 Published: 24-05-2024 DOI: https://doi. org/10. 61159/cendekia. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pendidikan agama dalam membentuk etika bisnis Islami melalui penguatan nilai kesabaran bagi calon wirausahawan dan wirausahawan rempah-rempah di Omah Jamu Jeng Ratu. Yogyakarta. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai kesabaran dalam pembelajaran kewirausahaan berbasis pendidikan agama membentuk karakter wirausahawan yang tangguh, jujur, dan konsisten menghadapi tantangan bisnis. QS. Al-Baqarah ayat 45 menjadi dasar spiritual yang memperkuat motivasi dan ketekunan dalam menjalankan usaha rempah-rempah dan produk Temuan ini menguatkan bahwa nilai-nilai Islami mampu diinternalisasi dalam praktik wirausaha lokal berbasis kearifan Kata Kunci: Pendidikan Agama Islam. Kesabaran. Kewirausahaan Abstract This study aims to examine the role of religious education in shaping Islamic business ethics through strengthening the value of patience for prospective entrepreneurs and spice entrepreneurs at Omah Jamu Jeng Ratu. Yogyakarta. The approach used is descriptive qualitative with observation, interview, and literature study techniques. The results showed that the integration of the value of patience in religious education-based entrepreneurship learning shapes the character of entrepreneurs who are tough, honest, and consistent in facing business challenges. QS. Al-Baqarah verse 45 is a spiritual basis that strengthens motivation and perseverance in running a spice and herbal medicine product business. This finding Keywords: Religious Education Islamic. Patience. Entrepreneurship Introduction Dalam konteks globalisasi dan persaingan bisnis yang semakin ketat, kesuksesan seorang wirausahawan tidak hanya bergantung pada kecerdasan dalam memilih bidang usaha, tetapi juga pada integritas moral dan etika yang kuat. Islam, sebagai agama yang menyeluruh, memberikan dasar yang kokoh untuk membangun etika bisnis yang seimbang antara pencapaian keuntungan duniawi dan tanggung jawab spiritual (Syaputra et al. , 2. Etika bisnis Islami mengajarkan prinsip-prinsip fundamental seperti kejujuran, keadilan, kesabaran, dan kepedulian sosial, yang berkontribusi pada pembentukan karakter wirausahawan yang berakhlak. Penerapan etika bisnis dari perspektif Islam tidak hanya berkontribusi pada keberhasilan ekonomi, tetapi juga memastikan keberlanjutan dan keberkahan dalam usaha (Hadi & Kendal, 2. Seorang pengusaha Muslim diharapkan untuk bersikap jujur, adil, dan amanah dalam setiap transaksi yang dilakukan. Pendidikan agama memiliki peran penting dalam membentuk karakter wirausahawan yang mengedepankan nilai-nilai tersebut. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam pembelajaran kewirausahaan, mahasiswa dapat memahami bahwa bisnis bukan hanya alat untuk mencari keuntungan, tetapi juga sarana untuk meraih ridha Allah SWT (Gunartin et al. , 2. Cendekia: Jurnal Penelitian Mahasiswa Sosial dan Pendidikan 15 Salah satu nilai penting dalam kewirausahaan Islami adalah kesabaran . Dalam Islam, kesabaran dianggap sebagai bentuk kekuatan spiritual yang membantu menjaga keteguhan sikap dan kestabilan emosi di tengah tantangan bisnis (Hadi & Kendal, 2. Kesabaran memungkinkan pelaku usaha untuk berpikir rasional, tetap tenang, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi dinamika Al-QurAoan dalam QS. Al-Baqarah ayat 45 menyatakan, "Dan mintalah pertolongan . epada Alla. dengan sabar dan salat. " Ayat ini menjadi pedoman spiritual bagi wirausahawan dalam menghadapi kesulitan dan tekanan dalam bisnis sehari-hari. Penelitian ini menggunakan studi kasus pada praktik kewirausahaan berbasis rempah di Omah Jamu Jeng Ratu. Yogyakarta. Usaha ini mengangkat kearifan lokal dengan memanfaatkan berbagai jenis rempah seperti jahe, kunyit, temulawak, dan sereh untuk memproduksi jamu tradisional yang bermanfaat bagi kesehatan. Proses budidaya, pengolahan, hingga pemasaran produk jamu memerlukan kesabaran dan ketekunan yang tinggi. Wirausahawan di lokasi ini tidak hanya berinovasi dalam pengembangan produk, tetapi juga menerapkan nilai-nilai Islam seperti sabar, syukur, dan kejujuran dalam berbisnis. Kesabaran terbukti menjadi faktor kunci dalam mempertahankan stabilitas usaha, terutama di tengah tantangan seperti fluktuasi pasar dan keterbatasan bahan baku (Anggraini & Fitri, 2. Praktik ini menunjukkan bahwa nilai sabar bukan hanya teori, tetapi benar-benar diterapkan dalam pengambilan keputusan bisnis dan pengelolaan usaha yang berorientasi pada keberkahan. Nilai-nilai spiritual seperti sabar dan syukur mendorong pelaku usaha untuk bersikap rendah hati dan tetap berkontribusi kepada masyarakat sekitar. Selain berfungsi sebagai pusat produksi jamu. Omah Jamu Jeng Ratu juga berperan sebagai pusat edukasi budaya dan kesehatan yang berbasis nilai-nilai Islami. Para pelaku usaha di tempat ini menjunjung tinggi transparansi dalam transaksi, memastikan produk yang dihasilkan halal dan thayyib, serta menanamkan nilai syukur dalam setiap keberhasilan yang dicapai. Prinsip-prinsip ini mencerminkan keselarasan antara etika bisnis dan spiritualitas Islam (Hassan, 2. Pendidikan agama di tingkat perguruan tinggi dapat menginternalisasi nilai-nilai etika bisnis Islami kepada mahasiswa, terutama melalui kegiatan praktik kewirausahaan lokal. Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan lapangan dan simulasi bisnis dapat memahami pentingnya ketekunan, kejujuran, dan kesabaran dalam membangun usaha. Pendekatan ini menghubungkan teori kewirausahaan Islami dengan praktik nyata di masyarakat (Gunartin et al. , 2. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa integrasi antara pendidikan agama dan praktik kewirausahaan lokal berkontribusi dalam membentuk karakter wirausahawan Muslim yang beretika, bertanggung jawab, dan tangguh. Nilai-nilai seperti sabar, jujur, dan syukur tidak hanya memperkuat kepribadian pelaku usaha, tetapi juga meningkatkan kepercayaan konsumen dan keberlanjutan usaha yang berbasis pada kearifan lokal. Penelitian ini mengkaji: Peran pendidikan agama dalam etika bisnis Islami. Dampak kesabaran pada wirausaha rempah. Implementasi QS. Al-Baqarah:45 dalam pembentukan karakter wirausaha, dan Sinergi produk jamu dan nilai kewirausahaan Islami. Studi kasus dilakukan di Omah Jamu Jeng Ratu. Yogyakarta, yang menggabungkan kearifan lokal dan prinsip halal-thayyib. Methods Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik: Observasi. wirausaha di Omah Jamu Jeng Ratu, wawancara mendalam dengan 15 pelaku usaha dan mahasiswa peserta pelatihan kewirausahaan serta studi literatur tentang etika bisnis Islami, kesabaran, dan kearifan Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola integrasi nilai agama dalam praktik 16 Cendekia: Jurnal Penelitian Mahasiswa Sosial dan Pendidikan C. Result and Discussion Mahasiswa perkembangan signifikan dalam memahami konsep kesabaran sebagai elemen kunci dalam etika bisnis Islami. Kesabaran tidak lagi dipahami sekadar sebagai kemampuan menahan diri, tetapi sebagai keteguhan sikap, dedikasi tinggi, serta wujud komitmen spiritual dalam menghadapi tantangan dunia usaha. Pemahaman ini diperoleh melalui sinergi antara pendidikan agama yang berorientasi pada pembentukan karakter dan pengalaman langsung di lapangan usaha rempah-rempah lokal. Nilai kesabaran tersebut terlihat nyata dalam usaha rempah-rempah di Omah Jamu Jeng Ratu. Yogyakarta. Para pelaku usaha menghadapi tantangan seperti fluktuasi harga pasar, keterbatasan bahan baku, dan ketidakpastian distribusi. Dalam kondisi demikian, mereka tetap menjaga kualitas produk dan pelayanan secara konsisten. Hal ini sejalan dengan pandangan Islam bahwa sabar adalah kekuatan aktif yang mengokohkan mental wirausahawan dalam menjalankan amanah bisnis secara profesional. QS. Al-Baqarah ayat 45: AuJadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Ay bukan hanya menjadi teks spiritual, tetapi diterapkan sebagai prinsip hidup dalam aktivitas kewirausahaan. Ayat ini memberi kekuatan batin dan motivasi spiritual yang membentuk karakter wirausahawan tangguh dan tidak mudah menyerah. Dengan pendekatan ini, pendidikan agama membuktikan efektivitasnya dalam menanamkan nilai spiritual ke dalam praktik ekonomi Islami. Dari hasil wawancara dengan pelaku usaha jamu tradisional di Yogyakarta, ditemukan bahwa kesabaran menjadi prinsip utama yang menopang keberlangsungan dan ketahanan usaha. Kesabaran dalam proses produksi, misalnya, terlihat saat mereka menghadapi musim panen yang tidak menentu dan perubahan cuaca yang mempengaruhi kualitas rempah. Mereka tetap sabar, telaten, dan menjaga kualitas produk karena meyakini bahwa hasil terbaik menuntut proses yang tidak instan. Dalam hal pemasaran, pelaku usaha juga menunjukkan kesabaran menghadapi dinamika permintaan yang sangat dipengaruhi tren dan daya beli masyarakat. Mereka tetap berinovasi dalam produk dan strategi promosi dengan penuh kesungguhan. Dalam pelayanan pun, mereka menunjukkan sikap profesional dan tenang saat menghadapi konsumen yang menawar berlebihan atau memberi Semua itu dijalani sebagai bentuk tanggung jawab spiritual, bukan sekadar strategi bisnis. Nilai kesabaran ini juga ditanamkan pada mahasiswa melalui simulasi usaha berbasis rempah dalam perkuliahan. Mahasiswa dilatih untuk tidak hanya mengejar hasil akhir, tetapi juga menghargai proses, berani mengambil risiko, dan menunjukkan komitmen serta kejujuran dalam setiap langkah Hasil dari pembelajaran ini sangat mendukung terbentuknya profil wirausahawan Muslim yang memiliki ketahanan spiritual, tanggung jawab sosial, dan nilai keberkahan dalam berwirausaha. Dengan demikian, kesuksesan dalam bisnis Islami tidak hanya diukur dari aspek material, tetapi juga dari kualitas spiritual dan sosial yang dibawa. Kesabaran menjadi landasan dalam membentuk usaha yang berkualitas, berkelanjutan, dan bermanfaat bagi masyarakat secara luasAiselaras dengan prinsip etika bisnis Islam yang telah dijelaskan dalam kajian teori sebelumnya. Cendekia: Jurnal Penelitian Mahasiswa Sosial dan Pendidikan 17 Tabel 1. Rangkuman Hasil Observasi Mahasiswa dan Wawancara dengan Pelaku Usaha No Aspek yang Diamati Pemahaman tentang sabar Hasil Observasi Mahasiswa 80% mahasiswa memahami pentingnya kesabaran dalam Implementasi Mahasiswa menerapkan kesabaran dalam simulasi usaha kecil Motivasi spiritual QS. Al-Baqarah ayat 45 dijadikan motivasi dalam Kreativitas dalam Mahasiswa mencoba meracik varian jamu berbahan dasar Kolaborasi dan Mahasiswa belajar bekerja dalam tim saat menjalankan simulasi usaha Nilai keberkahan Mahasiswa mulai memahami dalam usaha bahwa keuntungan bukan satusatunya ukuran sukses Hasil Wawancara Pelaku Usaha Pelaku usaha mengutamakan kesabaran dalam menghadapi produksi dan dinamika pemasaran Pelaku usaha sabar dalam menghadapi ketidakpastian pasar, keterlambatan distribusi, dan stok bahan baku Nilai spiritual dijadikan sumber kekuatan batin dan semangat bertahan dalam kondisi sulit Pelaku usaha melakukan inovasi produk jamu dengan rasa dan kemasan yang modern Pelaku usaha membangun jaringan mitra tani dan distributor secara komunikatif dan etis Pelaku usaha menekankan pentingnya berkah dan manfaat sosial sebagai tujuan utama berwirausaha Selain nilai spiritual, aspek lokalitas dan budaya turut memperkuat keunikan dalam usaha rempah-rempah. Di Omah Jamu Jeng Ratu, yang berlokasi di tepi sawah kawasan Sleman. Yogyakarta, pelestarian budaya Jawa melalui produksi jamu tradisional menjadi salah satu ciri khas yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga merupakan bagian dari warisan budaya. Lokasi usaha yang menyatu dengan alam ini memperkuat filosofi hidup sehat dan harmonis yang diusung oleh para pelaku usaha. Rempah-rempah yang digunakan bukan hanya sekadar komoditas dagang, melainkan juga mencerminkan nilai-nilai spiritual dan keseimbangan dengan lingkungan. Tabel 2. Contoh Jenis Rempah dan Khasiat Utamanya No. Jenis Rempah Jahe Kunyit Temulawak Temugiring Temu wanita Temu putih Kencur Kayu manis Brotowali Sereh Khasiat Utama Menghangatkan tubuh, meredakan mual dan flu ringan, meningkatkan sirkulasi darah Bersifat anti-inflamasi, memperkuat sistem imun, membantu meredakan nyeri Menjaga kesehatan hati, meningkatkan nafsu makan, membantu mengatasi gangguan pencernaan Membersihkan darah, membantu menurunkan berat badan, melancarkan haid Mengatasi keputihan, memperlancar menstruasi, menjaga kesehatan organ Antioksidan, antikanker, membantu detoksifikasi tubuh Meredakan batuk, meningkatkan nafsu makan, menghangatkan tubuh Menurunkan gula darah, bersifat antibakteri, meningkatkan metabolisme Menurunkan kadar gula darah, anti-radang, membantu mengatasi penyakit Menyegarkan tubuh, antibakteri, meredakan stres dan kecemasan 18 Cendekia: Jurnal Penelitian Mahasiswa Sosial dan Pendidikan Rempah-rempah ini biasanya diracik dengan bahan tambahan alami lainnya seperti madu, jeruk nipis, asam jawa, atau gula aren untuk menghasilkan jamu yang tidak hanya bermanfaat secara kesehatan, tetapi juga memiliki cita rasa yang khas. Tabel 3. Menu Wedang Rempah-Rempah dan Khasiatnya di Omah Jamu Jeng Ratu Nama Wedang WD Rempah JR WD Batuk WD Asam Urat WD Darah Tinggi WD Pelangsing WD Kecerdasan WD Kejantanan WD Kewanitaan WD Sapu Jagat WD Diabetes WD Lambung WD Lancar ASI Khasiat Umum / Manfaat Meningkatkan daya tahan tubuh, menghangatkan, anti-inflamasi Meredakan batuk, melegakan tenggorokan Mengurangi nyeri sendi, menurunkan kadar asam urat Menstabilkan tekanan darah, melancarkan sirkulasi Membantu membakar lemak, melancarkan metabolisme Menstimulasi otak, meningkatkan daya ingat dan konsentrasi Meningkatkan stamina pria, vitalitas, dan hormon testosteron alami Menyeimbangkan hormon wanita, meredakan nyeri haid Detoks tubuh, meningkatkan imun, antioksidan tinggi Membantu mengontrol kadar gula darah Meredakan sakit maag, menetralkan asam lambung Merangsang produksi ASI, memperlancar aliran air susu ibu Inilah beberapa jenis wedang yang tersedia di Omah Jamu Jeng Ratu, sebuah tempat yang mengangkat kembali budaya minum jamu dan rempah-rempah tradisional Indonesia. Masing-masing wedang dibuat secara alami dari bahan-bahan pilihan yang berkhasiat bagi kesehatan. Pengunjung dapat mencicipi berbagai racikan khas yang tidak hanya menyegarkan, tetapi juga menyehatkan tubuh secara alami. Integrasi antara pemahaman keagamaan dan implementasi praktik kewirausahaan berbasis lokal secara wirausahawan dalam perspektif Islam. Sejalan dengan tujuan pendidikan agama yang menanamkan nilai-nilai seperti kejujuran, kesabaran, tanggung jawab, dan keadilan, pendekatan ini menempatkan aktivitas usaha tidak hanya sebagai upaya meraih keuntungan finansial, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian spiritual dan kontribusi sosial. Sebagaimana diuraikan dalam kajian teori mengenai etika bisnis Islam. dan nilai kesabaran dalam menghadapi dinamika usaha, orientasi pada keberkahan dan kemaslahatan menjadi landasan utama dalam praktik kewirausahaan Islami. Wirausahawan yang menginternalisasi nilai-nilai tersebut mampu memberikan dampak transformatif yang lebih luas, menjadikan setiap langkah usaha sebagai perwujudan nilai-nilai religius yang mendukung pembangunan ekonomi sekaligus kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Cendekia: Jurnal Penelitian Mahasiswa Sosial dan Pendidikan 19 D. Conclusion Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan agama memiliki peran strategis dalam membentuk karakter wirausahawan Muslim yang beretika, tangguh, dan bertanggung jawab. Melalui integrasi nilainilai Islam seperti kejujuran, kesabaran, dan syukur dalam pembelajaran kewirausahaan, mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk meraih profit semata, tetapi juga untuk menjadikan aktivitas bisnis sebagai sarana ibadah dan kontribusi sosial. Nilai kesabaran . terbukti menjadi fondasi penting dalam menghadapi tantangan dunia usaha, terutama dalam sektor rempah-rempah yang penuh dinamika. QS. Al-Baqarah ayat 45 menjadi sumber spiritual yang memberikan ketenangan dan kekuatan batin dalam menghadapi kesulitan, baik bagi mahasiswa maupun pelaku usaha lokal. Studi kasus di Omah Jamu Jeng Ratu menunjukkan bahwa praktik kewirausahaan Islami yang berbasis kearifan lokal mampu menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan. Usaha jamu tradisional yang dilaksanakan di tepi sawah kawasan Sleman. Yogyakarta, tidak hanya mencerminkan filosofi hidup sehat dan spiritual, tetapi juga melibatkan nilai budaya, kolaborasi, inovasi, serta Hasil observasi dan wawancara mengungkapkan bahwa mahasiswa dan pelaku usaha sama-sama menunjukkan pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai Islami dalam wirausaha, terutama dalam hal kesabaran, tanggung jawab moral, dan keberkahan usaha. Ini membuktikan bahwa integrasi antara pendidikan agama dan praktik usaha lokal dapat membentuk wirausahawan Muslim yang unggul secara spiritual, sosial, dan profesional. Ucapan Terima Kasih: Penulis berterima kasih kepada Omah Jamu Jeng Ratu atas References