Journal of Accounting and Business Issues (JABI) Volume 04 Nomor 02 Tahun 2025 Hal : 74-84 https://ojs. id/index. php/jabi ISSN Online : 2828-1411 THE INFLUENCE OF JOB SATISFACTION AND WORK MOTIVATION ON ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) OF STUDENT EMPLOYEES IN SUBANG DISTRICT Faza Shidiq Ahyat1 Sriwulan Anggraeni2 1 STIE Sutaatmadja Subang. Indonesia 2 Universitas Jenderal Achmad Yani. Indonesia faza2022@stiesa. INFO ARTIKEL ABSTRACT Histori Artikel : Tgl. Masuk : 21-02-2025 Tgl. Diterima : 17-05-2025 Tersedia Online : 31-05-2025 Keywords: This study aims to analyze the effect of job satisfaction and work motivation on Organizational Citizenship Behavior (OCB) in student employees in Subang Regency. The approach used is a quantitative approach with a survey The research sample amounted to 41 respondents selected using purposive sampling technique. Data were collected through structured questionnaires and analyzed using multiple linear regression. The results showed that job satisfaction and work motivation had a positive and significant effect on OCB both partially and simultaneously. The t test shows that job satisfaction has a significant effect on OCB with a significance value of 0. 011, while work motivation also has a significant effect with a significance value of <0. Simultaneously, the F test produces a significance value <0. 001, which means that the two variables together have a significant effect on OCB. The coefficient of determination (RA) value of 0. 812 indicates 2% of the variation in OCB behavior can be explained by job satisfaction and work motivation. This finding suggests that increasing job satisfaction and motivation can encourage the emergence of positive voluntary work behavior in student employees. Therefore, educational institutions and workplaces need to create a supportive work environment and appropriate motivation enhancement strategies to encourage productive and proactive behavior. Job Satisfaction. Work Motivation. Organizational Citizenship Behavior. Student Employees PENDAHULUAN Dalam era globalisasi dan persaingan yang semakin kompetitif, keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh teknologi atau strategi bisnis, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusianya. Salah satu indikator penting dari komitmen dan loyalitas anggota organisasi adalah timbulnya perilaku kewargaan organisasi atau Organizational Citizenship Behavior (OCB). OCB mencerminkan perilaku sukarela seseorang yang melebihi Berbagai penelitian menunjukkan bahwa OCB mampu meningkatkan Volume 04. No. produktivitas, memperkuat atmosfer kerja yang positif, mengurangi beban manajer, dan meningkatkan citra organisasi. Namun, kehadiran OCB dipengaruhi oleh sejumlah faktor, di antaranya motivasi kerja dan kepuasan kerja. Kepuasan kerja menunjukkan seberapa jauh seseorang merasa puas dengan berbagai aspek pekerjaannya, seperti gaji, interaksi dengan atasan dan kolega, serta kesempatan untuk pengembangan karier. Di sisi lain, motivasi kerja berkaitan dengan faktor-faktor internal dan eksternal yang mendorong individu untuk berusaha lebih baik dalam pekerjaan. Fenomena ini menjadi semakin menarik ketika diteliti pada mahasiswa yang juga sambil bekerja . ahasiswa Mereka tantangan dalam membagi waktu dan tenaga antara tuntutan akademis dan Situasi ini menimbulkan kepuasan dan motivasi kerja bisa memicu terjadinya OCB di kalangan mahasiswa Penelitian menganalisis dampak kepuasan kerja dan motivasi kerja terhadap OCB pada mahasiswa yang bekerja di Kabupaten Subang. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan ilmu manajemen sumber daya manusia, serta memberikan manfaat praktis bagi institusi pendidikan dan organisasi di mana mahasiswa tersebut bekerja dalam merancang strategi yang mendukung keseimbangan antara studi dan kerja KERANGKA TEORITIS DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS KERANGKA TEORITIS Organizational (OCB) Citizenship Behavior OCB merupakan tindakan sukarela yang dilakukan oleh seseorang di luar mendukung keefektifan organisasi (Organ. OCB mencakup dimensi altruism, courtesy, dan civic virtue, yang masingmasing mencerminkan aspek sikap positif individu dalam mendukung organisasi (Podsakoff et al. , 2. Kepuasan Kerja Kepuasan kerja merujuk pada perasaan positif seseorang terhadap pekerjaannya, yang muncul ketika harapan pekerjaan terpenuhi (Robbins & Judge, 2. Menurut Herzberg . , kepuasan kerja dipengaruhi oleh faktor motivator . chievement, recognition, work itself, responsibility, advancement, growt. dan faktor hygiene . alary, supervision, company policies, working conditions, interpersonal relation. Motivasi Kerja Motivasi kerja adalah kekuatan yang mengarahkan individu untuk bertindak dalam rangka mencapai tujuan tertentu di tempat kerja (Greenberg & Baron, 2. Luthans . mengidentifikasi beberapa indikator motivasi kerja, seperti kebutuhan akan pencapaian, afiliasi, kekuasaan, aktualisasi diri, serta kepuasan terhadap PENGEMBENGAN HIPOTESIS Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap OCB Karyawan yang merasa puas dengan pekerjaannya cenderung menunjukkan sikap proaktif, loyal, dan mau membantu rekan kerja di luar tanggung jawab Studi menunjukkan bahwa OCB memiliki hubungan positif dengan kepuasan kerja (Kurniawan et al. , 2. Dengan demikian dirumuskan hipotesis: Journal of Accounting and Business Issues (JABI) H1: Kepuasan kerja berpengaruh positif Organizational Citizenship Behavior (OCB) Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap OCB Motivasi kerja, baik yang bersumber dari faktor intrinsik maupun ekstrinsik, mendorong individu untuk melakukan Individu yang memiliki motivasi tinggi cenderung terlibat dalam perilaku OCB (Podsakoff et al. , 2. Oleh karena itu, hipotesis kedua adalah: H2: Motivasi kerja berpengaruh positif Organizational Citizenship Behavior (OCB) Pengaruh Simultan Kepuasan Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap OCB Kepuasan kerja dan motivasi kerja dipandang saling melengkapi dalam memengaruhi perilaku kerja sukarela Kepuasan akan lingkungan kerja serta dorongan internal yang kuat akan mendorong mahasiswa karyawan untuk lebih aktif terlibat dalam tindakan yang Maka hipotesis ketiga adalah: H3: Kepuasan kerja dan motivasi kerja secara simultan berpengaruh positif Organizational Citizenship Behavior (OCB) METODOLOGI PENELITIAN Penelitian pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner. Pendekatan ini dipilih untuk mengukur secara numerik pengaruh kepuasan kerja Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada mahasiswa karyawan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa karyawan yang aktif pendidikan tinggi di Kabupaten Subang. Sampel purposive sampling, dengan kriteria: . mahasiswa aktif di perguruan tinggi di Kabupaten Subang. sedang bekerja pada instansi atau lembaga manapun. bersedia serta mampu memberikan data terkait kepuasan kerja, motivasi kerja, dan OCB. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner tertutup berbasis skala Likert yang disusun berdasarkan indikator dari masing-masing variabel: kepuasan kerja, motivasi kerja, dan OCB. Kuesioner menjangkau responden lebih luas dan Validitas dan reliabilitas instrumen diuji sebelum pengumpulan data utama Analisis data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak statistik. Tahapan analisis Uji validitas dan reliabilitas, penelitian dapat mengukur variabel secara konsisten dan tepat. Analisis responden dan distribusi data. Uji asumsi klasik . ormalitas, memastikan kelayakan data dalam analisis regresi. Analisis regresi linier berganda, untuk menguji pengaruh simultan dan parsial kepuasan kerja dan motivasi kerja terhadap OCB. Uji t dan uji F, untuk menguji signifikansi pengaruh masingmasing variabel bebas terhadap variabel terikat. Koefisien determinasi (RA), untuk melihat seberapa besar variasi OCB dapat dijelaskan oleh kepuasan kerja dan motivasi kerja. HASIL DAN PEMBAHASAN Deskriptif Data Penelitian Volume 04. No. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui distribusi kuesioner kepada mahasiswa karyawan yang sedang aktif bekerja sekaligus menempuh pendidikan tinggi di Kabupaten Subang. Instrumen penelitian ini meliputi tiga konstruk utama. Kepuasan Kerja (X. Diukur melalui 7 item pernyataan yang mencakup aspek kepuasan terhadap pekerjaan, rekan kerja, peluang pengembangan karier. Skor total menunjukkan tingkat kepuasan kerja responden. Motivasi Kerja (X. Terdiri pencapaian, afiliasi, kekuasaan, aktualisasi diri, serta kepuasan terhadap kompensasi. Skor total mencerminkan tingkat motivasi kerja responden. Organizational Citizenship Behavior (OCB) (Y) Diukur dengan 7 item pernyataan sportsmanship, courtesy, dan civic Skor total digunakan untuk mengukur sejauh mana responden menunjukkan perilaku OCB. BUMN, maupun usaha Lama Bekerja: Mayoritas responden telah bekerja selama lebih dari 1 tahun, sehingga diharapkan memiliki pengalaman kerja yang relevan dalam menilai kepuasan dan motivasi. Status Perkuliahan: Semua mahasiswa aktif di perguruan tinggi di Kabupaten Subang. Analisis Deskriptif Penelitian ini melibatkan sebanyak 41 responden, yaitu mahasiswa karyawan yang aktif bekerja sekaligus menempuh pendidikan tinggi di Kabupaten Subang. Berdasarkan hasil analisis deskriptif, diperoleh ringkasan data sebagai berikut: Table 1 Hasil Uji Analisis Deskriptif Variabel Kepuasan Kerja Std. Min Max Mean Deviati Motivasi Kerja Organizati Citizenshi Behavior (Y) Sumber : Data diolah peneliti,2025 Data kemudian diolah menggunakan Microsoft Excel untuk tabulasi awal dan pengecekan input, serta dianalisis dengan SPSS untuk uji validitas, reliabilitas, analisis deskriptif, hingga regresi linier Hasil ini menunjukkan bahwa: Deskriptif Data Responden Penelitian responden yang merupakan mahasiswa karyawan di Kabupaten Subang. Adapun karakteristik responden secara umum dapat digambarkan sebagai berikut: Bidang Pekerjaan: Responden berasal dari berbagai sektor, baik A Kepuasan Kerja memiliki nilai ratarata (Mea. 71 dengan standar deviasi 4. 755, menunjukkan keragaman tingkat kepuasan yang cukup moderat di antara responden, dengan skor berkisar dari 9 hingga 35. Motivasi Kerja memiliki rata-rata skor 29 dengan standar deviasi 5. menunjukkan variasi yang relatif lebih tinggi dibandingkan kepuasan kerja. Journal of Accounting and Business Issues (JABI) A dengan rentang skor antara 7 hingga Organizational Citizenship Behavior (OCB) memiliki rata-rata 28. 49 dengan standar deviasi 4. 791, berada pada rentang skor 7 hingga 35, yang mengindikasikan bahwa sebagian menunjukkan perilaku kerja sukarela (OCB) yang baik meskipun dengan variasi antar individu. Secara keseluruhan, distribusi mean dari ketiga variabel ini yang mendekati angka 28-29 pada skala maksimum 35 menunjukkan bahwa kondisi kepuasan kerja, motivasi kerja, dan OCB berada pada tingkat yang baik. Hal ini sejalan dengan teori yang menyatakan bahwa kepuasan kerja dan motivasi kerja merupakan faktor penting yang dapat mendorong munculnya perilaku OCB (Organ, 1988. Robbins & Judge, 2. Uji validitas adalah uji yang bertujuan untuk mengetahui apakah suatu alat ukur itu sahih . atau tidak sahih. Perangkat pengukur yang dimaksud di sini pertanyaan-pertanyaan terdapat dalam kuesioner. Sebuah kuesioner dianggap valid jika pertanyaanpertanyaannya mampu mengungkapkan hal yang diukur oleh kuesioner tersebut. Data ini diukur dengan cara apabila item dikatakan valid jika nilai korelasi antar item dengan total skor . alam output correlation matri. memiliki nilai r > 0. 3 dan signifikan . < 0. Table 2 Hasil Uji Validitas Sig. Keteran Variabel Item (Item- . gan Tota. X1. Valid Sig. Keteran (Item- . gan Tota. Kerja (X. Motivas i Kerja (X. OCB (Y) Uji Validitas Kepuas Variabel Item X1. Valid X1. Valid X1. Valid X1. Valid X1. Valid X1. Valid X2. Valid X2. X2. Valid Valid X2. Valid X2. Valid X2. X2. Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber : Data diolah peneliti,2025 Hasil ini menunjukan bahwa : Variabel Kepuasan Kerja (X. diukur menggunakan tujuh item pernyataan (X1. 1 s. X1. Berdasarkan hasil analisis korelasi Pearson antara masing-masing item dengan total skor Kepuasan Kerja, diperoleh bahwa seluruh item memiliki nilai koefisien korelasi . lebih besar dari 0. 3 dan signifikan pada tingkat signifikansi p < Hal ini menunjukkan bahwa setiap item pada konstruk Kepuasan Kerja memiliki hubungan yang kuat dengan keseluruhan skor variabelnya, sehingga dapat dinyatakan valid untuk konstruk Kepuasan Kerja. Volume 04. No. Untuk variabel Motivasi Kerja (X. yang juga diukur dengan tujuh item (X2. 1 s. X2. , hasil analisis menunjukkan bahwa masing-masing item memiliki koefisien korelasi terhadap total skor Motivasi Kerja di 3, dengan tingkat signifikansi p < 0. Ini berarti setiap item pada Motivasi Kerja memenuhi syarat validitas, sehingga instrumen ini dapat diandalkan dalam mengukur tingkat motivasi kerja mahasiswa karyawan. Variabel Organizational Citizenship Behavior (OCB) diukur menggunakan tujuh item (Y1 s. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa seluruh item pada variabel ini memiliki nilai koefisien korelasi terhadap total skor OCB lebih besar dari 0. 3, dan signifikan pada taraf signifikansi p < Dengan demikian, item-item ini organisasi pada mahasiswa karyawan. Uji Reliabilitas Menurut Notoatmodjo . dalam Widi R . , reliabilitas adalah ukuran yang menunjukkan sejauh mana suatu instrumen pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Uji reliabilitas dapat dipakai untuk mengetahui konsistensi alat ukur, apakah alat ukur itu tetap konsisten jika pengukuran dilakukan berulang kali. Alat ukur disebut dikatakan reliabel jika memberikan hasil yang serupa meski dilakukan pengukuran berulang kali. Sebelum dilaksanakan, biasanya dilakukan terlebih dahulu uji validitas data. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan akan data yang akan diukur agar valid, dan kemudian dilanjutkan dengan pengujian reliabilitas Namun, jika data yang diukur tidak valid, maka tidak perlu melakukan uji reliabilitas data. Jika nilai CronbachAos Alpha > 0. 7 menunjukkan reliabilitas baik. Table 3 Hasil Uji Reliabilitas Variabel N of Items Cronbach's Alpha Kriteria Keterangan Kepuasan Kerja (X. > 0,70 Reliabel Motivasi Kerja (X. 0,923 > 0,70 Reliabel OCB (X. 0,893 >0,70 Reliabel Sumber : Data diolah peneliti,2025 Hasil ini menunjukan bahwa: Hasil uji reliabilitas variabel kepuasan kerja menunjukkan bahwa nilai koefisien reliabilitas yang diperoleh adalah 0,897 > 0,70 artinya dapat dikatakan bahwa variabel kepuasan kerja reliable Hasil uji reliabilitas variabel motivasi kerja menunjukkan bahwa nilai koefisien reliabilitas yang diperoleh adalah 0,923 > 0,70 artinya dapat dikatakan bahwa variabel motivasi kerja reliable Hasil uji reliabilitas variabel organizational citizenship behavior menunjukkan bahwa nilai koefisien reliabilitas yang diperoleh adalah 0,893 > 0,70 artinya dapat organizational citizenship behavior Uji Asumsi Klasik Tujuan pengujian asumsi klasik ini persamaan regresi yang didapatkan memiliki tingkat ketepatan estimasi, tidak ada bias, dan konsistensi yang optimal. Sebelum hipotesis, uji asumsi klasik dilakukan untuk memastikan bahwa persamaan dalam model regresi dapat diterima secara Pengujian asumsi klasik ini mencakup uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas (Purba dkk, 2. Uji Normalitas Journal of Accounting and Business Issues (JABI) Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data residual pada model regresi terdistribusi secara Normalitas merupakan salah satu prasyarat dalam analisis regresi linier klasik. Table 4 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. Sumber : Output spss, penelitian 2025 Tolerance, menunjukkan seberapa besar variabel independen tidak dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Nilai (<0. Variance Inflation Factor (VIF), merupakan kebalikan dari tolerance. Nilai VIF (>. Table 5 Hasil Uji Multikolinearitas Toler Variabel VIF Keterangan Kepuasa Tidak terjadi n Kerja Motivasi Tidak terjadi Kerja Sumber : Data diolah peneliti,2025 Berdasarkan hasil uji multikolinearitas pada tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa model regresi bebas dari masalah multikolinearitas karena seluruh nilai Tolerance > 0. 10 dan nilai VIF < 10. Uji Heteroskedastisitas Berdasarkan hasil uji KolmogorovSmirnov pada residual tidak terstandar diperoleh nilai Asymp. Sig. -taile. 200, yang lebih besar dari taraf signifikansi = 0. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa data residual model regresi ini terdistribusi normal, sehingga memenuhi salah satu asumsi penting dalam analisis regresi linier Uji Multikolineritas Uji multikolinearitas dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang tinggi antar variabel independen dalam model regresi, yang dapat mempengaruhi keakuratan estimasi koefisien regresi. Dalam multikolinearitas dilakukan dengan Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk mengetahui apakah terjadi ketidaksamaan varian residual pada model regresi . Salah satu metode yang sering digunakan adalah dengan melihat pola pada scatterplot antara Regression Standardized Predicted Value . ilai Regression Studentized Residual . ilai residua. Gambar 1 Hasil Uji Heteroskedastisitas Volume 04. No. variabel OCB dapat dijelaskan oleh variabel Kepuasan Kerja dan Motivasi Kerja, sedangkan sisanya sebesar 18,8% dijelaskan oleh faktor lain di luar model. Uji Signifikansi Parsial (T) Sumber : Output spss, penelitian 2025 Berdasarkan scatterplot pada gambar titik-titik data tersebar secara acak di atas dan di bawah sumbu nol pada residual, dan tidak membentuk pola tertentu . isalnya pola mengerucut atau melebar seperti kipa. Distribusi titik yang acak ini menunjukkan bahwa varians residual cenderung konstan pada berbagai tingkat Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat indikasi masalah heteroskedastisitas pada model regresi ini. Hal ini berarti model memenuhi asumsi klasik tentang kesamaan varians error . , sehingga estimasi koefisien regresi dapat dikatakan BLUE (Best Linear Unbiased Estimato. Analisis Regresi Linier Berganda Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh Kepuasan Kerja dan Motivasi Kerja terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) secara simultan maupun Koefisien Determinasi Jika nilai sig. <0. 05 berkesimpulan ada pengaruh secara signifikan, dan jika nilai sig tepat diangka 0. 05 maka untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh variabel independen terhadap variabel perbandingan T hitung dan T tabel. Table 7 Output Uji T (Uji Hipotesi. Variabel Std. Error Sig. (Konstant. Kepuasan Kerja (XCA) Motivasi Kerja 916 < 0. (XCC) Sumber : Data diolah peneliti,2025 Analisis output uji t (Uji Hipotesis : Nilai signifikansi variabel kepuasan kerja (X. 011 < 0. 05, sehingga kepuasan kerja (X. berpengaruh secara signifikan terhadap OCB (Y). Nilai signifikansi variabel motivasi kerja (X. < 0. 001 < 0. 05, sehingga motivasi kerja (X. berpengaruh secara signifikan terhadap OCB (Y). Uji Signifikansi Simultan (F) Table 6 Output Koefisien Determinasi Std. Error of the Estimate Table 8 Output Uji F (Simulta. Model Sum of Squares Regressi Sumber : Data diolah peneliti,2025 Residual Total Model Adjusted Square R Square Analisis output Koefisien Determinasi: Nilai R Square sebesar 0. menunjukkan bahwa sebesar 81,2% Mean Square Sig. Sumber : Data diolah peneliti,2025 Analisis Output Uji F (Simulta. Journal of Accounting and Business Issues (JABI) Model regresi dinyatakan FIT jika nilai (<0. Hasil uji f ini menunjukan bahwa nilai signifikansi sebesar <0. 05 sehingga dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja dan motivasi kerja secara behavior (OCB). Analisis Persamaan Regresi Berganda Berdasarkan coefficients, diperoleh persamaan regresi sebagai berikut: Y=3. 381X1 0. Dengan: Y = Organizational Citizenship Behavior (OCB) XCA = Kepuasan Kerja XCC = Motivasi Kerja Interpretasi Berganda: Persamaan Regresi Konstanta sebesar 3. 606 berarti jika Kepuasan Kerja dan Motivasi Kerja dianggap nol, maka nilai OCB sebesar Koefisien 0. 381 menunjukkan bahwa setiap peningkatan 1 satuan Kepuasan Kerja akan meningkatkan OCB 381, jika variabel lain dianggap konstan. Koefisien 0. 506 menunjukkan bahwa setiap peningkatan 1 satuan Motivasi Kerja akan meningkatkan OCB 506, jika variabel lain dianggap konstan. Pembahasan Temuan studi ini mengindikasikan bahwa kepuasan kerja dan motivasi kerja memiliki pengaruh signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap organizational citizenship behavior (OCB) mahasiswa yang bekerja di Kabupaten Subang. Penemuan ini mendukung teori dan hasil studi sebelumnya yang menunjukkan bahwa OCB dipengaruhi tidak hanya oleh faktor situasional, tetapi juga oleh aspek psikologis individu, seperti kepuasan dan motivasi kerja (Organ. Robbins & Judge, 2017. Podsakoff et al. , 2. Secara parsial, variabel kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap OCB, yang dibuktikan dengan nilai sig. 011 < 0. 05 dan nilai koefisien Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kepuasan kerja yang dirasakan mahasiswa karyawan, semakin besar pula kecenderungan mereka untuk menunjukkan perilaku kerja sukarela, seperti membantu rekan, menjaga hubungan baik, dan peduli terhadap kemajuan organisasi. Hal ini sejalan dengan teori Herzberg yang faktor-faktor kepuasan intrinsik dapat mendorong keterlibatan positif dalam organisasi. Demikian pula, motivasi kerja terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap OCB dengan nilai sig. < 0. 001 dan koefisien sebesar 0. Nilai ini lebih tinggi dibandingkan dengan koefisien kepuasan kerja, yang menunjukkan bahwa motivasi kerja memiliki peranan yang lebih utama dalam mendorong mahasiswa karyawan untuk bersikap prososial di lingkungan kerja. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa dengan motivasi internal yang tinggi . eperti pengembangan diri, mendapatkan pengakua. lebih mungkin efektivitas organisasi secara sukarela Hasil menunjukkan bahwa motivasi kerja dan kepuasan kerja memberikan pengaruh signifikan terhadap OCB . ilai sig. Penemuan ini menegaskan bahwa kedua faktor itu saling mendukung dalam memengaruhi perilaku OCB. Kepuasan kerja membentuk suasana emosional memberikan dorongan internal untuk melakukan lebih dari sekadar tanggung jawab yang ditetapkan. Gabungan kedua Volume 04. No. hal tersebut dapat menghasilkan keadaan psikologis yang sempurna untuk timbulnya perilaku kerja secara sukarela. Selain itu, nilai koefisien determinasi (RA) yang mencapai 0. 812 menunjukkan bahwa 81,2% variasi dalam perilaku OCB dapat dijelaskan oleh motivasi kerja dan kepuasan kerja. Ini adalah angka yang sangat besar dan menegaskan pentingnya model regresi yang dibuat. Sekitar 18,8% diperkirakan berasal dari faktor lain yang tidak dianalisis dalam penelitian ini, seperti kepemimpinan, budaya organisasi, atau tekanan kerja. Dengan demikian, temuan penelitian ini tidak hanya membuktikan hipotesis yang diajukan, tetapi juga menawarkan implikasi praktis bagi institusi pendidikan dan tempat kerja mahasiswa karyawan untuk memperhatikan aspek kepuasan dan motivasi sebagai strategi dalam meningkatkan perilaku positif dan produktif di tempat kerja. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja serta motivasi kerja berpengaruh signifikan Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada mahasiswa yang bekerja di Kabupaten Subang. Dampak ini terbukti baik secara parsial maupun simultan, seperti yang terlihat dari nilai signifikansi uji t dan uji F yang semuanya berada di bawah taraf signifikansi 0. Secara parsial, kepuasan kerja OCB, menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kepuasan kerja yang dialami mahasiswa karyawan, semakin besar pula berpartisipasi dalam perilaku kerja Hal serupa juga teridentifikasi pada variabel motivasi kerja, di mana motivasi yang tinggi terbukti memberikan kontribusi lebih besar dalam mendorong mahasiswa untuk menunjukan perilaku positif yang mendukung organisasi. Kedua variabel bebas tersebut secara simultan dapat menjelaskan 81,2% variasi dalam perilaku OCB mahasiswa yang Angka ini menunjukkan bahwa kepuasan kerja serta motivasi kerja adalah Organizational Citizenship Behavior dikalangan mahasiswa yang bekerja. Oleh karena itu, studi ini mendukung asumsi teoritis bahwa faktor psikologis individu seperti kepuasan dan motivasi bekerja adalah fondasi penting dalam mendorong organizational citizenship Temuan ini memberikan implikasi bahwa peningkatan kualitas lingkungan kerja dan motivasi internal mahasiswa karyawan dapat menjadi strategi efektif untuk memperkuat perilaku kerja positif dalam organisasi tempat mereka bekerja. IMPLIKASI DAN KETERBATASAN Studi ini memberikan implikasi praktis dan teoritis yang signifikan. Dari segi praktis, hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan kerja dan motivasi kerja adalah faktor utama dalam mendorong terbentuknya perilaku Organizational Citizenship Behavior (OCB) di kalangan mahasiswa yang bekerja. Oleh karena itu, lembaga pendidikan dan organisasi tempat mahasiswa bekerja diharapkan dapat membangun suasana kerja yang mendukung, menawarkan peluang untuk pengembangan diri, serta memperhatikan kebutuhan intrinsik dan ekstrinsik dari mahasiswa yang bekerja. Hal ini sangat penting untuk menciptakan budaya kerja yang baik dan meningkatkan partisipasi sukarela individu dalam mendukung kinerja organisasi. Dari sisi teoretis, studi ini memperkuat teori-teori sebelumnya yang menekankan peranan penting faktor psikologis dalam membentuk perilaku OCB, khususnya dalam konteks karyawan mahasiswa yang masih jarang diteliti secara empiris. Studi memperluas literatur mengenai perilaku Journal of Accounting and Business Issues (JABI) organisasi pada populasi yang unik, yaitu mahasiswa yang memiliki peran ganda sebagai pekerja dan pelajar. Namun demikian, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Pertama, jumlah sampel yang terbatas hanya 41 responden di wilayah Kabupaten Subang membatasi generalisasi hasil ke konteks yang lebih luas. Kedua, pendekatan kuantitatif yang digunakan tidak menggali lebih dalam aspek-aspek kualitatif yang mungkin bisa saja dapat mempengaruhi OCB, seperti faktor budaya organisasi, kepemimpinan, atau tekanan akademik. Ketiga, seluruh data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup berbasis persepsi subjektif responden, sehingga mungkin terdapat bias persepsi atau respons sosial yang memengaruhi keakuratan data. Untuk disarankan agar dilakukan perluasan sampel ke wilayah yang lebih luas serta campuran . ixed method. guna menggabungkan data kuantitatif dan Selain itu, penambahan variabel kepemimpinan, dan budaya organisasi juga dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif terhadap faktor-faktor yang memengaruhi OCB. REFERENCES