Vol. XIV. No. 1 Januari 2020 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan ISSN CETAK : 1979-1879 ESTU UTOMO HEALTH SCIENCE JURNAL ILMIAH KESEHATAN http : //w. PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG VAKSINASI HPV (HUMAN PAPILLOMA VIRUS) UNTUK MENCEGAH KANKER SERVIKS DI SMKN 4 KOTA TANJUNGPINANG Nining Sulistyowati1. Yeti Trisnawati2 Akademi Kebidanan Anugerah Bintan Email : nining_sulistyowati@yahoo. ABSTRAK Latar Belakang: Di Indonesia kejadian kanker serviks merupakan kanker kedua terbanyak setelah payudara, dan pencegahan primer yang dapat dilakukan untuk mencegah kanker serviks adalah vaksinasi HPV, yang efektif diberikan pada usia 11-26 tahun. Menurut hasil data Dinkes Kota Tanjungpinang tahun 2016 bahwa 29 orang di antaranya positif kanker serviks. Oleh sebab itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul pengetahuan remaja putri tentang vaksinasi HPV untuk mencegah kanker serviks di SMKN 4 Kota Tanjungpinang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan remaja putri tentang vaksinasi HPVuntuk mencegah kanker serviks di SMKN 4 Kota Tanjungpinang Tahun 2019. Metode: Desain pada penelitian ini adalah deskriptif dengan sampel berjumlah 84 Teknik pengambilan sampel adalah sampling jenuh. Instrument penelitian adalah kuesioner dengan 25 pertanyaan tentang pengetahuan. Dilakukan pengolahan data editing, coding, processing dan Analisis yang dilakukan adalah analisis univariat. Hasil: Menunjukan mayoritas responden dalam pengetahuan kurang sebanyak 50 responden . ,5%), berpengetahuan cukup sebanyak 32 responden . dan yang berpengetahuan baik sebanyak 2 responden . ,4%). Kesimpulan: Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pengetahuan responden berpengetahuan kurang . ,5%) di SMKN 4 Kota Tanjungpinang Tahun 2019 Kata Kunci: Pengetahuan remaja putri. Vaksinasi HPV, kanker serviks. ADOLESCENT KNOWLEDGE ABOUT HPV (HUMAN PAPILLOMA VIRUS) VACCINATION TO PREVENT CERVICAL CANCER AT SMKN 4 TANJUNGPINANG CITY ABSTRACT Background: In Indonesia, the incidence of cervical cancer is the second most common cancer after breast cancer, and the primary prevention that can be done to prevent cervical cancer is the HPV vaccination, which is effectively given at the age of 11-26 years. According to data from the Tanjungpinang City Health Office in 2016, 29 of them were positive for cervical cancer. Therefore, researchers were interested in conducting a study entitled Knowledge of young women about HPV vaccination to prevent cervical cancer at SMKN 4 Tanjungpinang City. The purpose of this study was to determine the level of knowledge of young women about the HPV vaccination to prevent cervical cancer at SMKN 4 Tanjungpinang City in 2019. Method: The design in this study is descriptive with a sample of 84 respondents. The sampling technique was saturated sampling. The research instrument was a questionnaire with 25 questions about knowledge. Data editing, coding, processing and cleaning were carried out. The analysis performed was univariate analysis. Results: Showing that the majority of respondents had less knowledge of 50 respondents . 5%), sufficient knowledge of 32 respondents . and well-informed of 2 respondents . 4%). Conclusion: From the results of this study it can be concluded that most of the respondents had less knowledge . 5%) at SMKN 4 Tanjungpinang City in Keywords: Knowledge of young women. HPV vaccination, cervical cancer ISSN CETAK : 1979-1879 Vol. XIV. No. 1 Januari 2020 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan PENDAHULUAN Kanker secara umum merupakan bentuk pertumbuhan sel-sel didalam tubuh yang khususnya dimulai pada organ tertentu yang rentan dan tidak normal. Sementara kanker serviks adalah suatu proses keganasan yang terjadi pada serviks atau leher rahim sehingga jaringan disekitarnya tidak dapat melaksanakan fungsi sebagaimana mestinya (Nuriasih, 2. Adapun pepatah mengatakan bahwa lebih baik mencegah dari pada mengobati, maka kanker serviks dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi HPV (Human Papilloma Viru. , kita tahu bahwa HPV (Human Papilloma Viru. adalah penyebab utama dari kanker serviks dan fungsi dari vaksinasi ini untuk melindungi tubuh dari virus HPV tersebut. Sebuah studi oleh CDC Eksternal Web Site Icon menunjukkan, bahwa vaksinasi HPV (Human Papilloma Viru. sangat efektif dalam membantu menurunkan tingkat infeksi virus HPV (Human Papilloma Viru. pada anak remaja perempuan (Arum, 2. Menurut data Dinkes provinsi di kepulauan Riau, dari data deteksi dini pada tahun 2016, telah diperiksa 2241 perempuan di usia>30 tahun, 30-39 tahun, 40-50 tahun >50 tahun dengan hasil 29 orang di antaranya positif kanker serviks. Menurut data dari Dinkes kota Tanjungpinang bahwa dari jumlah data tertinggi untuk masalah kanker serviks adalah pada wilayah kerja puskemas mekar baru, dengan deteksi dini pada pemeriksaan iva positif 18 perempuan dan dicurigai kanker serviks 2 perempuan dari 168 perempuan yang diperiksa, kemudian saya melakukan pengambilan data di SMKN 4 Kota Tanjungpinang oleh karena SMKN 4 Kota Tanjungpinang termasuk salah satu wilayah kerja puskesmas mekar baru. METODE Desian penelitian ini adalah deskriptif yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk mendeskriptifkan atau menguraikan suatu keadaan di dalam suatu komunitas atau masyarakat (Notoatmojo,2. Desain dalam penelitian ini berusaha untuk menggambarkan pengetahuan remaja putri tentang HPV (Human Papilloma Viru. untuk mencegah kanker serviks di SMKN 4 Tanjungpinang Tahun 2019. Vol. XIV. No. 1 Januari 2020 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan ISSN CETAK : 1979-1879 HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini mengenai pengetahuan remaja putri tentang vaksinasi (HPV) untuk mencegah kanker serviks di SMKN 4 Kota Tanjungpinang tahun 2019 terhadap 84 responden yang memenuhi kriteria sebagai responden yang telah ditetapkan. ini dilaksankan pada tahun 2019. Pada saat dilakukan penelitian semua responden berhasil dengan menggunakan kuesioner. Hasil yang didapatkan seagai berikut: Tabel 1. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Karakteristik Umum di SMKN 4 Kota Tanjungpinang 2019 Karakteristik Umur 14-16 tahun 17-20 tahun Jumlah Berdasarkan tabel dan diagram diatas dari 84 responden dengan menggunakan kuesioner diperoleh hasil bahwa mayoritas responden terdapat pada kelompok umur 1720 tahun 73 responden . ,9%). Tabel 2. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pengetahuan Tentang Definisi Vaksinasi (HPV) Pengetahuan siswi Baik Cukup Kurang Jumlah Berdasarkan tabel 2 diatas bahwa responden yang mempunyai pengetahuan tentang defenisi vaksinasi (HPV) mayoritasnya kurang sebanyak 49 responden . ,3%). Tabel 3. Distribusi Frekuensi Responden Berdasaran Pengetahuan Tentang Tujuan dan Manfaat dari Vaksinasi (HPV) Pengetahuan siswi Baik Cukup Kurang Jumlah ISSN CETAK : 1979-1879 Vol. XIV. No. 1 Januari 2020 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan Berdasarkan tabel 3 dan diagram diatas bahwa reponden yang mempunyai pengetahuan tentang tujuan dan manfaat dari vaksinasi (HPV) mayoritas kurang sebanyak 68 responden . 0%). Tabel 4. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Pengetahuan Tentang Penyebab Terjadinya Kanker Serviks. Pengetahuan siswi Baik Cukup Kurang Jumlah Berdasarkan tabel 4. dan diagram diatas bahwa responden yang mempunyai pengetahuan tentang penyebab kanker serviks mayoritas kurang sebanyak 41 responden . 8%). Tabel 5. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Pengetahuan Tentang Vaksinasi (HPV) untuk mencegah kanker serviks Pengetahuan siswi Baik Cukup Kurang Jumlah Berdasarkan tabel 4. 5 dan diagram diatas bahwa responden yang mempunyai pengetahuan tentang Vaksinasi (HPV) untuk mencegah kanker serviks kurang yaitu sebanyak 50 responden . ,5%). Berdasarkan hasil penelitian dari 84 responden menunjukkan bahwa mayoritas memiliki pengetahuan remaja putri tentang vaksinasi HPV untuk mencegah kanker serviks dalam kategori kurang . ,5%). Di ketahui data umum yaitu 86,9% terdapat pada kelomok umur dengan rentang usia 17-20 tahun dan adapun hasil dari masingmasing sub variabel yaitu 58,3% berpengetahuan kurang tentang definisi vaksinasi HPV, 81,0% berpengetahuan kurang tentang tujuan dan manfaat vaksinasi HPV, dan 84,8% berpengetahuan kurang tentang penyebab kanker serviks. Menurut Astriana M. dan Trisnawati Y. tingginya pengetahuan seseorang tidak hanya dipengaruhi oleh usia tapi ada beberapa faktor antara lain yaitu budaya atau kebiasaan, minat, lingkungan dan dukungan dari keluarga dan teman. Vol. XIV. No. 1 Januari 2020 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan ISSN CETAK : 1979-1879 Dapat kita lihat bahwa pengetahuan remaja putri tentang vaksinasi HPV (Human Papilloma Viru. untuk mencegah kanker serviks di SMKN 4 Kota Tanjungpinang secara keseluruhan mayoritas berpengetahuan kurang . ,5%). Pengetahuan responden tentang vaksinasi HPV lebih rendah dibandingkan dengan pengetahuan tentang kanker Pengetahuan adalah kesan didalam pikiran manusia sebagai hasil penggunaan Pengetahuan sangat berbeda dengan kepercayaan . , takhayul . dan penerangan-penerangan yang keliru . Pengetahuan adalah segala apa yang diketahui berdasarkan pengalaman yang didapatkan oleh setiap manusia (Mubarok, 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan seseorang adalah tingkat pendidikan, informasi, budaya, pengalaman, sosial ekonomi, dan kepribadian. Proses belajar-mengajar yang berkualitas akan menimbulkan perubahan kearah yang lebih Sumber informasi dari pengajar maupun media, sikap, kepercayaan, budaya masyarakat sangat dibutuhkan para siswi guna memperluas pengetahuan. Pengalaman pribadi dan prilaku seseorang akan menambah pengetahuan menurut Soekanto . it Norma Puspitasari, 2. Lingkungan pendidikan dan pengalaman pribadi remaja putri juga berpengaruh dengan pengetahuan mereka dilihat dari pendidikan mereka dengan kejuruan sehingga kurangnya mendapatkan pembelajaran mengenai kesehatan, itulah yang mengakibatkan kurangnya pengetahuan tentang Vaksinasi HPV, selaras dengan penelitian Emily L. Lykins. , dkk . it Berlian Rachmani, 2. yang mengatakan keyakinan dipengaruhi oleh pengalaman pribadi tentang suatu penyakit sehingga mempengaruhi penerimaan pesan dan intervensi untuk melakukan prilaku pencegahan. Pengalaman pribadi yang dimaksud adalah pengalaman remaja putri saat proses pembelajaran tentang kesehatan reproduksinya khususnya tentang kanker serviks dan vaksin HPV sehingga dapat disimpulkan bahwa keyakinan remaja putri terhadap vaksinasi HPV dipengaruhi oleh pengalaman yang didapat dari proses pembelajaran . engalaman pribadi maupun dari individu lainny. , yang didalamnya terdapat persuasi verbal dan didukung oleh fisiologis. Di samping itu, masalah kanker serviks ini salah satu penyebabnya adalah adanya perilaku seks bebas. Perilaku seks bebas ini tidak hanya terjadi pada usia reproduktif. ISSN CETAK : 1979-1879 Vol. XIV. No. 1 Januari 2020 Estu Utomo Health Science-Jurnal Ilmiah Kesehatan tapi juga pada usia remaja. Hal ini dapat dipengaruhi oleh pengetahuan mereka terkait perilaku seksual. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Dwiyanti D dan Murti AP . menunjukkan bahwa hampir seluruh responden remaja hanya memiliki pengetahuan yang cukup terkait perilaku seksual yaitu sebanyak 91,2%. Oleh karena itu untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang vaksinasi HPV untuk mencegah kanker serviks, perlu mendapatkan pengetahuan dengan memberikan informasi, yang mungkin bisa di dapat dari tenaga kesehatan dengan cara pendidikan kesehatan, seperti penyuluhan-penyuluhan kesehatan, penyebaran berupa leaflet-leaflet kesehatan yang berisi vaksinasi HPV untuk mencegah kanker serviks dan pemanfaatan media elektronik secara benar dan tidak disalah gunakan, agar mereka lebih banyak mendapatkan pengetahuan yang berhubungan dengan vaksinasi (HPV) untuk mencegah kanker serviks. PENUTUP Berdasarkan hasil mengenai pengetahuan remaja putri tentang vaksinasi HPV (Human Papilloma Viru. untuk mencegah kanker serviks di SMKN 4 Kota Tanjungpinang Tahun 2019 disimpulkan sebagai berikut: Pengetahuan remaja putri tentang definisi vaksinasi HPV (Human Papilloma Viru. mayoritas berpengetahuan kurang . ,3%). Pengetahuan remaja putri tentang definisi vaksinasi HPV (Human Papilloma Viru. mayoritas berpengetahuan kurang . ,3%). Pengetahuan remaja putri tentang penyebab terjadinya kanker serviks mayoritas berpengetahuan kurang . ,8%). Pengetahuan remaja putri tentang vaksinasi HPV (Human Papilloma Viru. untuk mencegah kanker serviks mayoritas berpengetahuan kurang . ,5%). DAFTAR PUSTAKA