Mosharafa Jurnal Pendidikan Matematika Volume 2. Nomor 2. Mei 2013 PERBEDAAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKSISWA ANTARA YANG MENDAPATKAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS DENGAN MODEL PEMBELAJARANGUIDED NOTE TAKING (Studi Penelitian Kuasi Eksperimen di SMP Negeri 4Garu. (STKIP Garut Tahun 2012/2. Gesti Pratiwi Sartika Nitta Puspitasari STKIP Garut Abstract: Exsperimentwith praeksperiment. he statistic group pretest-posttes desig. aimed to find out the defferences ability of mathematic communication student between the students who got AuStudent Teams Achievement DivisionAy learning model with AuGuided Note TakingAy learning model. Futhermore, the researcher discovered the attitude of student toward learning mathematics using AuStudent Teams Achievement DivisionsAy learning model with AuGuided Note TakingAy learning model. The result showed that:. There is no differences between the communication skills of students mathematic which gain AuStudent Teams Achievement DivisionsAylearning model and AuGuided Note TakingAy learning model, . generally students were good using both of learning model. Key words: Mathematic Communication,Student Teams Achievement Divisions. Guided Note Taking Abstak: Penelitian eksperimen dengan desain praeksperimen . he statistic group pretest-posttes desig. bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan komunikasi matematik siswa antara yang mendapatkan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions dengan model pembelajaran Guided Note Taking, serta mengetahui sikap siswa terhadap pembelajaran matematika terhadap model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions dengan model pembelajaran Guided Note Taking. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: . tidak terdapat perbedaan kemampuan komunikasi matematik siswa antara yang mendapatkan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions dengan model pembelajaran Guided Note Taking. sikap siswa terhadap model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions dan model pembelajaran Guided Note Taking secara umum siswa bersikap baik terhadap kedua model pembelajaran tersebut. Kata Kunci: Kemampuan Komunikasi Matematik,Student Teams Achievement Divisions,Guided Note Taking Latar Belakang Masalah Pendidikan penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu berkompetensi dalam perkembangan ilmu ISSN 2086-4280 pendidikan harus dilaksanakan dengan sebaikbaiknya untuk memperoleh hasil maksimal. Matematika merupakan salah satu ilmu yang mempunyai peranan penting dalam menunjang kemajuan ilmu dan teknologi. Besarnya peranan yang dimiliki matematika disebabkan karena matematika itu bersifat Mosharafa Jurnal Pendidikan Matematika Volume 2. Nomor 2. Mei 2013 logis, rasional dan eksak sehingga mendukung perkembangan ilmu-ilmu lain. Dalam kondisi tersebut, seharusnya hasil belajar matematika siswa menunjukkan hasil yang cukup baik, akan tetapi hal tersebut sangat bertolak belakang dengan keadaan yang terjadi di lapangan. Siswa belajar matematika pada umumnya belum aktif, di Indonesia masih dengan pendekatan tradisional yang menekankan metode ceramah dan tanya jawab. Pada pembelajaran ini gurulah yang berperan. Dalam mempelajari matematika, komunikasi merupakan sarana Dengan komunikasi siswa dapat memperoleh informasi mengenai materi yang diajarkan, sehingga terdapat komunikasi dua arah antara guru dan siswa guna meningkatkan keberhasilan komunikasi untuk mencapai Dalam merupakan hal perlu ditingkatkan dalam pembelajaran matematika karena komunikasi bisa membantu pembelajaran siswa tentang menggunakan objek, memberikan laporan dan penjelasan verbal. Berdasarkan penjelasan tersebut di atas, dapat dipahami bahwa upaya peningkatan komunikasi matematik menjadi sangat penting dan merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam pembelajaran matematika. Dalam pembelajaran matematika, metode atau pembelajaran yang dipilih harus tepat agar dapat merefleksikan cara belajar siswa aktif yang didalamnya melibatkan intelektual dan emosional serta menimbulkan motivasi siswa dalam belajar. Peneliti tertarik untuk menerapkan suatu model pembelajaran yang diperkirakan mampu mendukung dalam matematik siswa, salah satunya dengan menggunakan pembelajaran efektif yang dapat pembelajarannya yaitu dengan menggunakan ISSN 2086-4280 Student Teams Achievement Divisions pembelajaran Guided Note Taking. Model pembelajaran Student Team Achievment Division adalah salah satu tipe Siswa ditempatkan dalam tim belajar beranggotakan maksimal empat sampai lima orang yang merupakan campuran menurut tingkat kinerjanya, jenis kelamin, suku dan lain-lain. Guru menyajikan pelajaran, kemudian siswa bekerja sama dalam tim untuk menyelesaikan permasalahan dalam Lembar Kerja Siswa (LKS) dan memastikan bahwa seluruh anggota tim telah menguasai pelajaran Akhirnya siswa diberi kuis tentang materi tersebut dengan catatan, saat kuis mereka tidak boleh saling membantu. Model pembelajaran Guided Note Taking adalah model pembelajaran diawali dengan memberikan bahan ajar misalnya berupa handout dari materi ajar yang disampaikan dengan metode ceramah kepada Mengosongi sebagian poin-poin yang penting sehingga terdapat bagian-bagian yang kosong dalam handout tersebut. Menjelaskan kepada siswa bahwa bagian yang kosong dalam handout memang sengaja dibuat agar mereka tetap berkonsentrasi mengikuti Selama ceramah berlangsung siswa diminta mengisi bagian-bagian yang kosong tersebut, hal ini akan memberikan suasana belajar menjadi hidup, komunikasi antara guru dan siswa dapat terjalin dengan baik pada akhirnya dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam proses belajar matematika. Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarikmelakukan penelitian dengan menerapkan model pembelajaran Student Team Achievement Division dan model pembelajaran Guided Note Taking dalam upaya meningkatkan kemampuan komunikasi matematik siswa. Adapun judul yang diambil pada penelitian ini adalah: Perbedaan Kemampuan Komunikasi Matematik Siswa antara yang Mendapatkan Model Pembelajaran Mosharafa Jurnal Pendidikan Matematika Volume 2. Nomor 2. Mei 2013 StudentTeam Achievement Division dengan Model Pembelajaran Guided Note Taking. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan sebelumnya, rumusan masalah penelitian ini adalah : Apakah terdapat perbedaan kemampuan komunikasi matematik siswa antara yang mendapatkan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions dengan Guided Note Taking ? Bagaimana menggunakan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions ? Bagaimana menggunakan model pembelajaran Guided Note Taking ? Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: Bagi Siswa Pembelajarandengan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions dan model pembelajaran Guided Note Taking n komunikasi matematik siswa. Bagi Guru Pembelajarandengan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions dan model pembelajaran Guided Note Taking dapat dijadikan salah satu masukan atau meningkatkan kemampuan komunikasi siswa, sehingga dapat dijadikan salah satu komunikasi matematik siswa. Bagi Sekolah Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat dipergunakan sebagai masukan dalam mengambil kebijakan pada proses pembelajaran di sekolah. Bagi Peneliti Hasil dari penelitian ini dapat menjadi masukan tambahan informasi sekaligus ISSN 2086-4280 mengembangkan penelitian lain yang berkaitan dengan pembelajaran yang lebih kompleks ataupun lainnya dalam upaya peningkatan pemahaman komunikasi matematik siswa. Tinjauan Pustaka Pengertian Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) belajar adalah AyBerusaha memperoleh kepandaian atau ilmu, berlatih, berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalamanAy. Banyak para ahli yang berpendapat mengenai pengertian belajar, berikut beberapa pengertiannya: Skinner . alam Dimyati Mudjiono, 2006: . AuBelajar adalah suatu Pada saat orang belajar, maka responnya menjadi lebih baik. Sebaliknya bila ia tidak belajar maka responsnya menurunAy. Berdasarkan pada uraian mengenai pengertian belajar di atas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah sebagai serangkaian proses yang ditandai dengan adanya perubahan tingkah laku pada diri seseorang, baik dari segi ranah kongnitif . , ranah afektif . , serta ranah psikomotor . Oleh karena itu belajar menjadi kegiatan yang paling penting dalam setiap usaha. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar banyak jenisnya, tetapi dapat digolongkan menjadi dua golongan saja. faktor intern dan faktor ekstern. Hakekat Matematika Menurut Ruseffendi . AuMatematika adalah ratunya ilmu, maksudnya antara lain ialah bahwa matematika itu tidak bergantung kepada bidang studi lain. ilmu deduktif yang tidak menerima generalisasi yang didasarkan kepada observasi . tetapi generalisasi yang didasarkan kepada pembuktian secara ilmu tentang pola keteraturan. tentang struktur yang terorganisasi mulai dari unsur yang tidak didefinisikan, ke unsur yang didefinisikan, ke aksioma atau postulat dan Mosharafa Jurnal Pendidikan Matematika Volume 2. Nomor 2. Mei 2013 akhirnya ke dalil. dan matematika adalah pelayanan ilmu. Ay Berdasarkan pernyataan di atas, dapat dikatakan bahwa matematika disebut ilmu matematika adalah seni, matematika adalah ratunya ilmu, matematika adalah ilmu terstruktur, dan matematika adalah ilmu tentang pola dan hubungan. Kemampuan Komunikasi Matematik Komunikasi Menurut Herdian . mengatakan bahwa AyKomunikasi secara umum dapat diartikan sebagai suatu cara untuk menyampaikan suatu pesan dari pembawa pesan ke penerima pesan untuk memberitahu pendapat, atau perilaku baik langsung secara lisan, maupun tak langsung melalui media. dalam berkomunikasi tersebut harus dipikirkan bagaimana caranya agar pesan yang disampaikan seseorang itu dapat dipahami oleh Untuk kemampuan berkomunikasi, orang dapat menyampaikan dengan berbagai bahasa termasuk bahasa matematik. Ay Komunikasi matematik Menurut Hiebert . alam Herdian, 2010: . mengatakan bahwa AuSetiap kali kita mengkomunikasikangagasangagasanmatematika, kita harus menyajikan gagasan tersebut dengan suatu cara tertentu. Ini merupakan hal yang sangat penting, sebab bila tidak demikian, komunikasi tersebut tidak akan berlangsung efektif. Gagasan tersebut harus disesuaikan dengan kemampuan orang yang kita ajak berkomunikasi. Kita harus mampu menyesuaikan dengan sistem Tanpa itu, komunikasi hanya akan berlangsung dari satu arah dan tidak mencapai Ay Komunikasi matematik sangat penting karena matematika tidak hanya menjadi alat berpikir yang membantu siswa untuk mengembangkan pola, menyelesaikan masalah dan menarik kesimpulan tetapi juga sebagai ISSN 2086-4280 alat untuk mengkomunikasikan pikiran, ide dan gagasan secara jelas, tepat dan singkat. Pengertian Pembelajaran Kooperatif AuPembelajaran kooperatif merujuk pada berbagai macam metode pengajaran dimana para siswa bekerja dalam kelompokkelompok kecil untuk saling membantu satu sama lainnya dalam mempelajari materi pelajaranAy(Slavin. Sedangkan menurut Suprijono . 2: . AuPembelajaran kooperatif adalah konsep yang lebih luas meliputi semua jenis kerja kelompok termasuk bentuk-bentuk yang lebih dipimpin oleh guru atau diarahkan oleh guru. Ay Model pembelajaran yang baik, harus mampu merangsang siswa untuk aktif dalam Tidak hanya secara fisik, tapi juga berkaitan dengan mental dan emosional yang lebih penting. Sehingga perlu inovasiinovasi model pembelajaran yang mampu menciptakan iklim kelas yang menarik bagi Model Pembelajaran Student Teams Achievement Divisions. Tahap pertama sebelum memulai pelajaran Student Teams Achievement Divisions ini, siswa di kelompokkan dalam kelompok-kelompok kecil. Jumlah siswa dalam kelompok harus dibatasi agar kelompok yang terbentuk menjadi efektif, dengan jumlah maksimal empat sampai lima orang dalam satu Tahap kedua dari model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions adalah penyajian materi. Pada tahap ini guru memberikan penyajian materi baik melalui metode ceramah, ekspositori, demonstrasi dan membahas materi terkait. Tahap Guru memberikan tugas kepada tiap siswa dalam kelompok berbentuk Lembar Kerja Siswa (LKS) sebagai bahan yang akan dipelajari siswa. Tahap keempat adalah evaluasi atau tes hasil belajar, yang dilakukan setelah kegiatan Dengan pertanyaan atau kuis kepada seluruh siswa pada saat menjawab kuis tidak boleh saling Mosharafa Jurnal Pendidikan Matematika Volume 2. Nomor 2. Mei 2013 X1: Model Pembelajaran Guided Note Taking. Pembelajarandiawali memberikan bahan ajar misalnya berupa handout dari materi ajar yang disampaikan Mengosongi sebagian poin-poin yang penting sehingga terdapat bagian-bagian yang kosong dalam handout tersebut. Menjelaskan kepada siswa bahwa bagian yang kosong dalam handout memang Selama ceramah berlangsung siswa diminta mengisi bagian-bagian yang kosong tersebut. Setelah penyampaian materi dengan ceramah selesai, mintalah kepada siswa membacakan handoutnya. Divisions . X2 : Pemberian perlakuan pada Kelas Eksperimen 2 dengan menggunakan model pembelajaran Guided Note Taking. Variabel dan Desain Penelitian Pada penelitian ini yang menjadi variabel penelitian adalah: Variabel Model pembelajaran Student Bebas: Teams Achievement Divisions pembelajaran Guided Note Taking. Variabel Kemampuan Terikat: Adapun desain untuk penelitian ini praeksperimen (The Static Group PretestPosttest Desig. adalah sebagai berikut: Kelompok Pemberian Kelas Eksperimen 1 dengan menggunakan model pembelajaran Student Teams Achievement Tahap kelima adalah penghargaan Tes Perlakuan Tes Awal Akhir Gambar 3. The Static Group Pretest-Posttest Design Sumber: Buku Panduan Skripsi . : 2. Keterangan: A : Kelas eksperimen 1 B : Kelas eksperimen 2 O : Test . retest dan posttes. ISSN 2086-4280 Populasi dan Sampel Penelitian Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas ViSMP Negeri 4 Garut yang terdiri dari 10 Selanjutnya sampel diambil dari 2 kelas yaitu kelas ViAeE sebagai kelompok eksperimen1 dan kelas ViAeD sebagai kelompok eksperimen 2. Instrumen Penelitian Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan adalah berupa tes dan nontes dalam upaya mengumpulkan data yang berguna untuk menguji hipotesis. Instrumen yang berbentuk tes yaitu tes kemampuan komunikasi dalam bentuk soal uraian, sedangkan instrumen yang berbentuk non tes adalah skala sikap. Hasil Penelitian Analisis Data Kuantitatif Analisis Data Pretest (Tes Awa. Tabel 1 Deskripsi Data Pretest (Tes Awa. Kelas Student Teams Achievement Divisions Guided Note Taking yc (S) 10,17 4,55 10,31 3,86 Uji Normalitas Berdasarkan hasil uji normalitas data tes awal dengan menggunakan uji chi-kuadrat, hasilnya dapat di lihat pada tabel 2 berikut: Tabel 2 Hasil Uji Normalitas Data Pretest Tes Awal Student Teams Achievement Divisions Nilai A A 2 hitung A 2 tabel 8,73 9,49 Interpretasi Berdistribusi Normal Mosharafa Jurnal Pendidikan Matematika Volume 2. Nomor 2. Mei 2013 Guided Note Taking 32,83 9,49 Berdistribusi Tidak Normal Karena salah satu dari kelompok sampel berdistribusi tidak normal, selanjutnya dilakukan uji statistika non parametrik yaitu Uji Mann Whitney. Uji Mann Whitney Tabel 3 Hasil Uji Mann WhitneyPretest Keterangan Uhitung. Uhitung. yuNycO OcT yuycO Zhitung Ztabel Nilai 87,54 -0,93 1,96 . Hipotesis Pengujian Ho:Tidak terdapat perbedaan kemampuan awal komunikasi matematik siswa antara yang mendapatkan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions dengan model pembelajaran Guided Note Taking. Ha:Terdapat perbedaan kemampuan awal komunikasi matematik siswa antara yang mendapatkan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions dengan model pembelajaran Guided Note Taking. Kriteria Pengambilan Keputusan Jikaberada di antara -Ztabel dan Ztabel,maka Ho diterima. Jika Ae Ztabel > Zhitung atau Zhitung> Ztabel,maka Hoditolak . Kesimpulan Karena nilai Ae1,96 < - 0,93 < 1,96 maka Ho diterima, sebaliknya Ha ditolak. Kesimpulannya: Tidak terdapat perbedaan kemampuan awalkomunikasi matematik siswa antara yang menggunakan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions dengan model pembelajaran Guided Note Taking. ISSN 2086-4280 Analisis Data Posttest (Tes Akhi. Tabel 4 Deskripsi Data Posttest Kelas (S) Student Teams Achievement Divisions 28,61 7,10 Guided Note Taking 28,36 9,39 . Uji Normalitas Berdasarkan hasil uji normalitas data tes akhir dengan menggunakan uji chi-kuadrat, hasilnya dapat dilihat pada Tabel 4. 5 berikut: Tabel 5 Hasil Uji Normalitas Data Posttest Tes Akhir Nilai A 2 A 2 hitung A 2 tabel Student Teams Achievement Divisions 21,15 9,49 Guided Note Taking 26,24 9,49 Interpretasi Berdistribusi Tidak Normal Berdistribusi Tidak Normal Karena kedua kelompok sampel berdistribusi tidak normal, selanjutnya dilakukan uji statistika non parametrik yaitu Uji Mann Whitney. Uji Mann Whitney Tabel 6 Hasil Uji Mann WhitneyPosttest Keterangan Uhitung. Uhitung. yuNycO OcT yuycO Zhitung Ztabel Nilai 88,40 -0,16 1,96 . Hipotesis Pengujian Ho: Tidak terdapat perbedaan kemampuan komunikasi matematik siswa antara yang mendapatkan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions Mosharafa Jurnal Pendidikan Matematika Volume 2. Nomor 2. Mei 2013 dengan model pembelajaran Guided Note Taking. Ha:Terdapat komunikasi matematik siswa antara yang mendapatkan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions dengan model pembelajaran Guided Note Taking. Kriteria Pengambilan Keputusan Jikaberada di antara -Ztabel dan Ztabel maka Hoditerima. Jika Ae Ztabel > Zhitung atau Zhitung> Ztabel, maka Hoditolak. Kesimpulan Karena nilai Ae1,96 < - 0,16 < 1,96 maka Ho diterima, sebaliknya Ha ditolak. Kesimpulannya: Tidak terdapat perbedaan kemampuan komunikasi matematik siswa antara yang menggunakan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions dengan model pembelajaran Guided Note Taking. Analisis Data Kualitatif Analisis Hasil Data Angket Kelompok kelas eksperimen 1 dan kelompok kelas eksperimen 2 diberikan Angket ini digunakan untuk menelaah sikap siswa terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions untuk kelas eksperimen 1 dan menggunakan model pembelajaran Guided Note Taking untuk kelas Peneliti membuat angket tertulis yang terdiri dari 16 pernyataan. Dari 16 pernyataan tersebut terdiri dari 8 pernyataan positif dan 8 pernyatan negatif. Pada penelitian ini, peneliti membahas mengenai analisis interpretasi skala sikap siswa secara umum, interpretasi skala sikap siswa terhadap masing-masing indikator, dan interpretasi skala sikap siswa tiap individu terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions dan model pembelajaran Guided Note Taking. Interpretasi Skala Sikap Kelas Eksperimen I ISSN 2086-4280 1 Interpretasi Skala Sikap Secara Umum Kelas Eksperimen I Jumlah skor total didapat darijumlah skorsetiap pernyataan, baik pernyataan positif maupun pernyataan negatif. Jumlah skor total 2167 terdapat pada rentang skala tanggapan 1958,Ae2418,2. Jadi interpretasi sikap siswa secara umum pada kelas eksperimen 1 mengenai sikap siswa terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions berintepretasi baik. 2 Interpretasi Skala Sikap Kelas Eksperimen 1 terhadap Masing-masing Indikator Setiap indikator mempunyai skala tanggapan yang berbeda-beda. Setelah skala tanggapan dari masing-masing indikator didapat, maka dihasilkan interpretasi dari masing-masing indikator seperti berikut ini: Pada indikator menunjukkan minat siswa terhadap matematika terdapat 5 pernyataan yang menghasilkan jumlah skor total Jumlah skor total tersebut terdapat pada skala tanggapan 612 Ae 755 dengan interpretasi baik. Pada indikator menilai cara guru dalam menyampaikan pelajaran matematika terdapat 3 pernyataan yang menghasilkan jumlah skor total sebesar 435. Jumlah skor total tersebut terdapat pada skala tanggapan 367,2Ae452,6dengan interpretasi . Pada indikator tanggapan siswa terhadap model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions pernyataan yang menghasilkan jumlah skor total sebesar 534. Jumlah skor total tersebut terdapat pada skala tanggapan 489,6 Ae 603,8 dengan interpretasi baik. Pada indikator siswa aktif dalambelajar matematikaterdapat 2yang menghasilkan jumlah skor total sebesar 287. Jumlah skor total tersebut terdapat pada skala tanggapan244,8Ae301,4dengan interpretasi . Pada manfaat model pembelajaran Student Teams Achievemet Divisions terhadap Mosharafa Jurnal Pendidikan Matematika Volume 2. Nomor 2. Mei 2013 peningkatan belajar matematika siswa terdapat 2 pernyataan yang menghasilkan jumlah skor total sebesar 278. Jumlah skor total tersebut terdapat pada skala tanggapan 244,8 Ae 301,4 dengan interpretasi baik. 3 Interpretasi Sikap Tiap Individu Kelas Eksperimen 1 Pada data interpretasi skala sikap tiap terhadappembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions tergolong dalam interpretasi cukup, baik, dan sangat baik. Tabel 7 Interpretasi Sikap siswa Tiap Individu Kelas Eksperimen 1 Interpretasi Sikap Siswa Cukup Baik Sangat Baik Jumlah Frekuensi Frekuensi Relatif (%) 19,44 69,44 11,11 Jadi dapat disimpulkan bahwa interpretasi siswa terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions berintepretasi baik. Interpretasi Skala Sikap Kelas Eksperimen 2 1 Interpretasi Skala Sikap Secara Umum Kelas Eksperimen 2 Jumlah skor total didapat darijumlah skor dari setiap pernyataan, baik pernyataan positif maupun pernyataan negatif. Jumlah skor total 2137 terdapat pada rentang skala tanggapan 1958,4Ae 2418,2. Jadi interpretasi sikap siswa secara umum pada kelas eksperimen 2 mengenai sikap siswa terhadap menggunakan model pembelajaran Guided Note Taking berintepretasi baik. 2 Interpretasi Skala Sikap Kelas Eksperimen I terhadap Masing-masing Indikator Setiap indikator mempunyai skala tanggapan yang berbeda-beda. Setelah skala ISSN 2086-4280 tanggapan dari masing-masing indikator didapat, maka dihasilkan interpretasi dari masing-masing indikator sepertiberikut ini: Pada indikator menunjukkan minat siswa terhadap matematika terdapat 5 pernyataan yang menghasilkan jumlah skor total Jumlah skor total tersebut terdapat pada skala tanggapan 612 Ae 755 dengan interpretasi baik. Pada indikator menilai cara guru dalam menyampaikan pelajaran matematika terdapat 3 pernyataan yang menghasilkan jumlah skor total sebesar 401. Jumlah skor total tersebut terdapat pada skala Ae 452,6dengan interpretasi baik. Pada indikator tanggapan siswa terhadap model pembelajaran Guided Note Takingterdapat 4 pernyataan yang menghasilkan jumlah skor total sebesar Jumlah skor total tersebut terdapat pada skala tanggapan 489,6 Ae 603,8 dengan interpretasi baik. Pada indikator siswa aktif dalambelajar matematikaterdapat 2 pernyataan yang menghasilkan jumlah skor total sebesar Jumlah skor total tersebut terdapat pada skala tanggapan 244,8 Ae 301,4dengan interpretasi baik. Pada manfaat model pembelajaran Guided Note Taking terhadap peningkatan belajar matematika siswa terdapat 2 pernyataan yang menghasilkan jumlah . skor total sebesar 285. Jumlah skor total tersebut terdapat pada skala tanggapan 244,8 Ae 301,4 dengan interpretasi baik. 3 Interpretasi Sikap Tiap Individu Kelas Eksperimen 2 Pada data interpretasi skala sikap tiap terhadappembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran Guided Note Takingtergolong dalam interpretasi cukup, baik, dan sangat baik. Setelah diolah maka didapat skala frekuensi relatif kelas eksperimen 2 seperti berikut ini: Tabel 8 Mosharafa Jurnal Pendidikan Matematika Volume 2. Nomor 2. Mei 2013 Interpretasi Sikap Siswa Tiap Individu Kelas Eksperimen 2 Interpretasi Sikap Siswa Frekuensi Cukup Baik Sangat Baik Jumlah Frekuensi Relatif (%) 38,89 44,44 16,67 Jadi interpretasi siswa terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan model Guided Note Taking berintepretsai baik. Analisis Data Hasil Observasi Hasil Observasi Guru Selama Pembelajaran Student Teams Achievement Divisions Berdasarkan lembar observasi aktivitas guru dari observer, dan hasil diskusi peneliti dengan observer, diperoleh informasi bahwapada awal-awal pertemuan dirasakan waktu yang kurang cukup tetapi semua komponen observasidilaksanakan pada saat proses pembelajaran. Waktu yang kurang cukup itu terjadi karena dalam saat kuis, siswa lambat mengumpulkan hasil pengerjaannya Pada kekurangan-kekurangan diminimalkan karena sudah tahu situasi belajarnya jadi guru melakukan semua aspek yang diamati. Proses pembelajaran pada kelas eksperimen 1 dapat dikatakan baik dan lancar. Hasil Observasi Siswa Selama Pembelajaran Student Teams Achievement Divisions Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh observer, pada awal-awal pertemuan siswa tampak bingung dengan proses pembelajaran yang dilaksanakan terutama pada saat mengerjakan kuis yang diberikan sesudah pembelajaran berlangsung. Hal ini mengindikasikan bahwaSetelah beberapa kali pertemuan, aktivitas siswa semakin meningkat proses pembelajaran dilaksanakan mengalami peningkatan dengan ISSN 2086-4280 baik dan positif jika dilihat dari interaksi antar Hasil Observasi Guru Selama Pembelajaran Guided Note Taking Berdasarkan lembar observasi aktivitas guru dari observer, dan hasil diskusi peneliti dengan observer, diperoleh informasi bahwapada awal-awal pertemuan dirasakan waktunya kurang cukup tetapi semua komponen observasidilaksanakan pada saat proses pembelajaran. Pada pertemuan selanjutnya, kekurangan-kekurangan tersebut dapat diminimalkan karena sudah tahu situasi belajarnya jadi guru. semua aspek yang diamati. Proses pembelajaran pada kelas eksperimen 2 dapat dikatakan baik dan lancar. Hasil Observasi Siswa Selama Pembelajaran Guided Note Taking Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh observer, pada awal-awal pertemuan siswa tampak bingung dengan proses pembelajaran yang dilaksanakan terutama pada saat mengisi handout pada saat pembelajaran berlangsung. Setelah beberapa kali pertemuan, aktivitas siswa semakin meningkat proses pembelajaran dilaksanakan mengalami peningkatan dengan baik dan positif jika dilihat dari keaktifan siswa ketika proses pembelajaran. Pembahasan Hasil Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan siswaantara kelas eksperimen 1 yang mendapatkan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisionsdengan siswa kelas eksperimen 2 yang mendapatkan model pembelajaran Guided Note Taking. Pada awal pelaksanaan proses pembelajaran di kelas eksperimen 1, siswa dikelompokkan dalam kelompok-kelompok kecil secara heterogen, setiap kelompok mendiskusikan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang telah disiapkan oleh guru. Setiap anggota kelompok harus memahami semua materi tersebut, karena setelah berlangsungnya diskusi dan persentasi perwakilan kelompok. Mosharafa Jurnal Pendidikan Matematika Volume 2. Nomor 2. Mei 2013 guru akan memberikan kuis kepada siswa secara individual. Peneliti menemukan berlangsung, diantaranya: kurangnya interaksi satu sama lain dalam kelompok tersebut, ada beberapa kelompok yang kurang aktif ketika diskusi sedang berlangsung, serta ada beberapa Hal ini disebabkan siswa belum terbiasa dan merasa asing dengan suasana baru juga dengan aktivitas guru dalam menerapkan Student Teams Achievement Divisions. Namun pada pertemuan selanjutnya, setelah guru memberikan bimbingan dan arahan, siswa nampak lebih aktif. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan dalam berbagai aspek, baik dari minat siswa terhadap model pembelajaran yang dilaksanakan maupun interaksi guru dan siswa terjalin secara komunikatif. Adanya keterlibatan siswa mengeluarkan pendapatnya. Selain itu, siswa yang dirasa lebih tahu mulai aktif memberikan penjelasan dikelompoknya untuk membantu temannya yang belum mengerti. Pada awal proses pembelajaran di kelas eksperimen 2 yang menggunakan model pembelajaran Guided Note Taking. Peneliti mengalami hal yang sama, menemukan banyak kendala seperti di kelas eksperimen 1. Hal ini juga disebabkan belum terbiasanya siswa dengan suasana baru dan aktivitas guru dalam menerapkan model pembelajaran Guided Note Taking. Siswa di kelas eksperimen 2 tampak belum cukup memahami cara belajar dengan model Guided Note Taking. Karena sebagian siswa belum memahami apa kegunaan pemberian catatan Oleh sebab itu, kegiatan pembelajaran belum kondusif karena siswa lebih banyak bertanya mengenai cara pengisian catatan terbimbing tersebut. Sedangkan, pada memberikan bimbingan dan arahan sebagian siswa lebih paham akan kegunaan catatan ISSN 2086-4280 terbimbing, jadi kegiatan pembelajaran cukup kondusif dan efisien. Kemampuan matematik siswa berdasarkan data hasil pretestsetelah diolah hasil datanya, dapat diambil kesimpulan: tidak terdapat perbedaan kemampuan awal yang signifikan antara siswa kelas eksperimen 1 dan siswa kelas Berdasarkan hal tersebut dilanjutkan dengan perhitungan posttest seperti perhitungan pretest. Kemampuan komunikasi matematik pembelajaran Student Teams Achievement Divisions pada kelas eksperimen 1 dan model pembelajaran Guided Note Taking pada kelas eksperimen 2 berdasarkan data hasil posttest setelah diolah hasil datanya, dapat diambil kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan kemampuan komunikasi yang signifikan antara siswa kelas eksperimen 1 dan siswa kelas eksperimen 2. Kesimpulan akhir didapat bahwa Ho peneliti ditolak, sehingga tidak terdapat perbedaan kemampuankomunikasimatematik siswa antara siswa yang mendapatkan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions dengan model pembelajaran Guided Note Taking. Sedangkan pada analisis data kualitatif yaitu berdasarkan angket yang diberikan kepada siswa, respon dari siswa kelas eksperimen 1 dan kelas eksperimen 2 sebagian besar bernilai baik. Penutup Simpulan Penelitian yang telah dilakukan di SMP Negeri 4 Garut ini bertujuan untuk komunikasi matematik siswa antara yang mendapatkan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions dengan model Guided Note Taking. Berdasarkan analisis dan kajian dalam penelitian ini dengan menggunakan taraf Mosharafa Jurnal Pendidikan Matematika Volume 2. Nomor 2. Mei 2013 signifikansi 5%, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan kemampuan komunikasi matematik siswa antara yang mendapatkan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions dengan model pembelajaran Guided Note Taking. Respon dari siswa kelas eksperimen 1 dan kelas eksperimen 2 terhadap pembelajaran Student Teams Achievement Divisions dengan Guided Note Taking sebagian besar berintepretasi Siswa juga memberikan respon positif terhadap pembelajaran yang telah dilakukan dan siswa terdorong untuk lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran. Saran Berdasarkan hasil penelitian dan matematika dengan menggunakan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions dan Guided Note Taking, dapat diajukan beberapa saran sebagai berikut: Untuk Guru Guru disarankan untuk lebih selektif pembelajaran yang akan digunakan agar sesuai dengan materi yang akan Guru disarankan untuk mampu menciptakan suasana belajar dan pembelajaran menjadi menyenangkan dan tidak membosankan. Untuk siswa Siswa disarankan agar lebih banyak berlatih dengan mengerjakan soal-soal yang bervariasi. Siswa disarankan agar lebih aktif ketika proses belajar dan pembelajaran dilaksanakan, yaitu bertanya apabila tidak mengerti dan memberikan reaksi apabila guru bertanya. Untuk Sekolah Disarankan untuk pihak sekolah agar model pembelajaran pembelajaran Student Teams Achievement Divisions dan Guided Note Taking ini dapat diaplikasikan sebagai bahan kebijakan pengembangan kurikulum, karena berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa ISSN 2086-4280 mengalami peningkatan setelah diberikan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions dan Guided Note Taking. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti keberhasilan model pembelajaranStudent Teams Achievement Divisions dan Guided Note Taking tidak hanya untuk kemampuan komunikasi matematik saja. Daftar Pustaka