Vol. 4 No. Februari, 2024 hlm. ISSN 2776-7752 (Onlin. ISSN 2775-197X (Prin. PENINGKATAN PENGETAHUAN KEMATANGAN KARIR PADA SISWA SMK YOSONEGORO MAGETAN Raisa Suri Mahira, 2Mita Roesmalita, 3Permata Ashfi Raihana. Psikologi,Universitas Muhammadiyah Surakarta email: 1F100200220@student. id, 2f100200298@stundent. id, 3par192@ums. Abstract This research aims to improve the career maturity of students of SMK Yosonegoro in Magetan Regency. East Java. Career maturity is the readiness of individuals to face the tasks of career development according to their stage of development. However, some students of SMK Yosonegoro face challenges related to career maturity. To overcome this problem, the researchers conducted community service activities that included several stages, namely: interviewing BK and 2 students to obtain initial data on the problems faced by students. giving a career maturity scale consisting of 33 items to 16 grade 12 students as a sample to measure their level of career maturity before and after participating in psychoeducation. providing psychoeducation on career maturity that contains material on career maturity strategies and raising awareness about careers in the future for students. and analysis of post-test data using Excel to find the average and standard deviation to determine the category range of low, medium, and high on the post-test results. From the results of the post-test data analysis, it was found that most students . had a moderate level of career maturity, only one person had a low level of career maturity, and three people had a high level of career maturity. This shows that the psychoeducation given has a positive impact on increasing studentsAo career maturity. Thus, it can be concluded that this community service activity successfully helped students of SMK Yosonegoro in improving their career maturity according to their stage of career development. Keywords: Career Maturity. Psychoeducation. Vocational High School Students PENDAHULUAN SMK atau Sekolah Menengah Kejuruan mempunyai pendekatan pendidikan yang lebih praktis dan berfokus pada pengembangan keahlian dan keterampilan spesifik. Ini berbeda dari pendidikan di Sekolah Menengah Umum (SMA), di mana fokusnya lebih pada aspek akademis umum. Oleh karena itu, siswa SMK memiliki kesempatan lebih awal untuk mengidentifikasi minat dan bakat mereka dalam bidang-bidang tertentu. Kematangan karir adalah kesiapan individu untuk menghadapi tugas-tugas perkembangan karir yang sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Akan tetapi, beberapa siswa SMK mengalami tantangan terkait kematangan karir, di mana mereka merasa bingung dan tidak yakin tentang bagaimana menghadapi peralihan dari lingkungan sekolah ke dunia kerja. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka berdasarkan tingkat pendidikan pada tahun 2022. SMK masih menjadi yang tertinggi dibandingkan dengan tingkat pendidikan yang lain yang mencapai 9,42 %. Hal ini dikarenakan adanya kesulitan yang dihadapi siswa dalam menentukan pilihan karir. Jurnal Pengabdian Masyarakat. Vol. 4 No. Februari, 2024 hlm. Sekolah Menengah Kejuruan adalah sebuah lembaga pendidikan berfokus pada pemberian keterampilan praktis untuk persiapan masuk ke dunia kerja (Ekasani et al. , 2. Akan tetapi, beberapa siswa SMK mengalami tantangan atau rintangan terkait dalam hal kematangan karir, di mana mereka merasa bingung dan tidak yakin tentang bagaimana menghadapi peralihan dari lingkungan sekolah ke dunia kerja. Fenomena ini mencakup berbagai aspek yang dapat mempengaruhi kesiapan siswa SMK dalam menghadapi tantangan dalam dunia pekerjaan. Hal ini juga mencakup pemahaman tentang minat, bakat, nilai-nilai pribadi, serta pengetahuan tentang berbagai pilihan karir yang tersedia. Seperti halnya fenomena tentang kematangan karir yang telah dijelaskan diatas terdapat di sekolah SMK, yakni SMK Yosonegoro kabupaten Magetan tepatnya yang beralamat lengkap di Jl. Tripandita No. Bangunsari. Sukowinangun. Kec. Magetan. Kabupaten Magetan. Jawa Timur 63319. SMK Yosonegoro ini merupakan sekolah swasta dengan tingkat kejuruan yang didirikan pada 16 Juli 1991 oleh Kementrian Pendidikan. Kebudayaan. Riset dan Teknologi yang saat ini berakreditasi A. SMK Yosonegoro terdiri dari 8 jurusan tiap jenjang tingkatan, yaitu jurusan Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB). Teknik dan Instalasi Tenaga Listrik (TITL). Teknik Audio Video (TAV). Teknik Pemesinan (TP). Teknik Kendaraan Ringan (TKR). Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM). Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Kriya Kulit dan Imitasi (KKI). Dari beberapa jurusan yang tersedia di SMK Yosonegoro, pelajaran bimbingan konseling seputar kematangan karir hanya diberikan pada kelas 12, hal ini menjadi salah satu penyebab kematangan karir di SMK Yosonegoro utamanya kelas 12 menjadi hal yang unik untuk diteliti. Fenomena tersebut mempunyai keterkaitan dengan permasalahan kematangan karir yang dimiliki oleh beberapa siswa. Ada beberapa siswa kelas XII yang masih belum mempunyai perencanaan karir setelah lulus SMK, apakah akan melanjutkan studi atau memilih bekerja. Fenomena yang disebutkan tidak sesuai dengan kematangan karir yang seharusnya dimiliki oleh siswa SMK. Super . kematangan karir dikonseptualisasikan sebagai kesiapan remaja untuk menentukan pilihan kejuruan dan pendidikan. Kematangan karir te berkaitan dengan kontril diri, perbandingan kekuatan dan kelemahan, harga diri, kemampuan pengambilan keputusan yang baik(Super, 1983, 1. Menurut Houle et al. , kematangan karir adalah kemampuan seseorang dalam membuat keputusan karir secara rasional dan bertanggung jawab, dengan kesadaran tentang prasyarat maupun konsekuensi dari keputusan yang telah Hal ini disampaikan oleh Super . alam Hamzah, 2. yang mengungkapkan bahwa bentuk dari kematangan karir siswa antara lain. siswa mampu merencanakan karier, . siswa mampu mengeksplorasi karier, . siswa mampu menggunakan informasi karier, dan . siswa mampu mengambil keputusan karir. Adapun faktor kematangan karir, antara lain Keikutsertaan Mahasiswa Dalam Komunitas/Organisasi,Dukungan Orangtua,Perbedaan Jenis Kelamin. Kematangan Emosi,Pelayanan Pengembangan Karir. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa kematangan karir adalah kemampuan seseorang dalam kesiapan untuk membuat keputusan karir yang relevan dengan melihat dan memperhitungkan kompetensi yang dimilikinya. Kematangan Jurnal Pengabdian Masyarakat. Vol. 4 No. Februari, 2024 hlm. karir penting untuk dimiliki siswa SMK, guna menentukan karir apa demi masa depan Kematangan karir siswa dapat ditingkatkan salah satunya dengan cara psikoedukasi. Psikoedukasi dapat membantu siswa untuk memunculkan kesadaran pentingnya dalam merencanakan karir di masa depan untuk mencapai kesuksesan. Self efficacy memiliki hubungan dengan perencanaan karir pada seseorang. Menurut Firdaus & Arjanggi, . , efikasi diri memiliki pengaruh terhadap pengambilan keputusan karir kesulitan pada siswa sekolah menengah. Efikasi diri yang tinggi terbukti berkontribusi terhadap rendahnya kesulitan pengambilan keputusan karir pada siswa. Menurut Hidayati & Taufik, . , self regulation dan rasa syukur meningkatkan resiliensi dan efikasi untuk bertahan dan berjuang dalam mencapai tujuan. Efikasi diri pada siswa dapat ditingkatkan dengan memberikan psikoedukasi kepada siswa. Psikoedukasi merupakan salah satu teknik intervensi yang menggunakan pendekatan secara individu, keluarga, maupun kelompok, mulai dari kegiatan memberikan pendidikan, membantu mengembangkan sumber dukungan dalam menghadapi suatu tantangan, hingga mengembangkan keterampilan koping individu (Jalal et al, 2. Berdasarkan uraian diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan program psikoedukasi di SMK Yosonegoro. Oleh karena itu rumusan masalahnya dapat meningkatkan kematangan karir siswa kelas XII SMK yosonegoro. Adapun tujuan yang ingin dicapai guna mengetahui bagaimana kematangan karir siswa kelas XII SMK Yosonegoro dan bermanfaat untuk membantu dalam memberikan pengetahuan tentang kematangan karir siswa SMK Yosonegoro . METODE Proses pelaksanaan pengabdian masyarakat yaitu diawali dengan wawancara kepada BK serta 2 orang siswa untuk mendapatkan data awal mengenai permasalahan yang dialami oleh siswa SMK Yosonegoro utamanya kelas 12. Setelah wawancara dilakukan psikoedukasi dengan : 1. ) Peningkatan pemahaman siswa lewat materi kematangan karir, 2. ) Diskusi bersama siswa, 3. ) Poster. Siswa kelas 12 yang dapat mengikuti kegiatan psikoedukasi berjumlah 16 orang, karena dilakukan di waktu yang bersamaan dengan jadwal kegiatan lain, misalnya jadwal screening kesehatan, pembuatan e-KTP siswa, persiapan karnaval dan Sehingga hanya 16 siswa yang dapat mengikuti kegiatan psikoedukasi tentang kematangan Karir. Berikut tabel peserta psikoedukasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat. Vol. 4 No. Februari, 2024 hlm. Tabel 1. 1 Sebaran Psikoedukasi Usia Jumlah 6 orang 8 orang 2 orang siswa sejumlah 16 orang, 2 diantaranya adalah siswa yang sudah mempunyai pandangan karir dan 14 lainnya belum mempunyai pandangan tentang karir. Dua siswa yang sudah memiliki pandangan karir yaitu yang satu berumur 19 tahun yang sudah memutuskan sudah lulus akan bekerja di luar negeri tepatnya di Malaysia untuk memperdalam dan mengimplementasikan materi yang sudah diterima selama bersekolah di SMK Yosonegoro. Kemudian satu siswa yang lain yang sudah mempunyai pandangan karir memutuskan setelah lulus untuk magang kerja di tempat kerja yang dimiliki saudaranya di Jakarta. Tingkat kematangan karir siswa diukur menggunakan skala kematangan karir oleh Dhian Fatmasari tahun 2016 yang menggunakan teori Super. Super . alam Hamzah, 2. yang mengungkapkan bahwa aspek dari kematangan karir siswa antara lain. mampu merencanakan karier, . mampu mengeksplorasi karir, . mampu menggunakan informasi karier, dan . siswa mampu mengambil keputusan karir. Skala keputusan karir yang berjumlah 35 item . Setiap pertanyaan memiliki 4 penilaian, yaitu sangat setuju, setuju, tidak setuju dan sangat tidak setuju. Tabel 1. 2 Blueprint Skala No. Aspek Aitem Favorable Unfavorable 1, 3 6,9,18,28 4,25,29,35 10,19,21,32 5,13,15,16,24,26 7,11,20,22,23,30,33 Total Perencanaan karir Eksplorasi karir Pengambilan `13 Informasi dunia kerja 2,14,17,27 8,12,31,34 Total Pada skala kematangan karir, diketahui bahwa nilai alpha () yang diperoleh yaitu 0. Dari 35 aitem, terdapat 2 item yang dinyatakan gugur yaitu 4 dan 30. Selanjutnya dilakukan analisis kembali dan diperoleh nilai alpha () yaitu 0,872. Jurnal Pengabdian Masyarakat. Vol. 4 No. Februari, 2024 hlm. Variabel Kematangan Karir Tabel 1. 3 Hasil Validitas dan Reliabilitas Skala Validitas Nilai Jumlah Koefisien Aitem Reliabilitas 0,7 sampai 0,9 = 0,872 Psikoedukasi terhadap siswa diawali dengan pembukaan dan penyampaian tujuan kegiatan dilaksanakannya psikoedukasi. Kemudian penyampaian psikoedukasi yang berisi materi strategi kematangan karir dan menumbuhkan kesadaran tentang karir dimasa depan pada para siswa, dalam kegiatan ini juga dilakukan diskusi dengan para siswa tentang bagaimana pandangan mereka mengenai karir setelah lulus smk, dan pemberian motivasi guna menumbuhkan semangat dan kesadaran mengenai karir. setelah itu dilanjutkan oleh sesi diskusi ini berisi tanya-jawab seputar materi yang telah disampaikan. diskusi ini disambut dengan baik dan antusias oleh para siswa. Berikut rundown pelaksanaan pengabdian masyarakat : Tabel 1. 4 Rundown Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat Waktu Estimasi 30 Ae 12. 35 A 5 Menit Kegiatan Perkenalan dan penyampaian tujuan kegiatan 35 Ae 13. 15 A 40 Menit Penyampain psikoedukasi mengenai strategi kematangan karir dan menumbuhkan kesadaran tentang karir dimasa Adapun beberapa strategi atau teknik tersebut, diantaranya yaitu: . memberikan pelayanan informasi karir dengan cara ceramah, wawancara, karyawisata, diskusi panel, seminar karir, dan sosiodrama. dengan media interaktif informasi karir berupa pengembangan teknologi multimedia yang digunakan oleh peserta didik. melaksanakan teknik modeling. dan teknik diskusi 15 - 14. 00 A 45 Menit Diskusi 00 Ae 14. 15 A 15 Menit Pengerjaan Posttest 15Ae 14. A 10 Menit Penutupan, dan penyampaian terima kasih. Jurnal Pengabdian Masyarakat. Vol. 4 No. Februari, 2024 hlm. Posttest pada peserta diberikan setelah dilakukannya psikoedukasi. Pemberian posttest ini berupa link g-form yang dapat diakses menggunakan barcode yang telah dicetak dan ditempel di papan tulis dengan hp masing-masing siswa. kemudian penutupan dan menyampaikan ucapan terimakasih kepada siswa yang telah bersedia meluangkan waktu guna mengikuti psikoedukasi. Gambar 1. 1 Pelaksanaan Psikoedukasi Hasil posttest yang didapat dianalisis menggunakan Excel untuk mencari mean dan standar deviasi untuk menentukan kategori rentang rendah, sedang, dan tinggi pada hasil Kemudian, psikoedukasi tersebut juga dilakukan menggunakan pemasangan poster berjumlah 1 lembar dengan ukuran 6 x 5 x 4 yang berisi edukasi dan pemahaman tentang kematangan karir di mading SMK Yosonegoro. Adapun sasaran dari poster tersebut adalah siswa smk yosonegoro khususnya kelas 12. Observasi dilakukan disekitar mading . empat penempelan poster tersebu. untuk melihat respon dari para siswa. Gambar 1. 2 Poster Jurnal Pengabdian Masyarakat. Vol. 4 No. Februari, 2024 hlm. Metode akan memaparkan secara rinci tentang jenis/ rancangan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan, metode serta langkah Aelangkah pelaksanaan sampai dengan evaluasi serta monitoring pelaksanaan pengabdian. HASIL DAN PEMBAHASAN a Posttest Hasil analisis data posttest pada 16 siswa untuk mengetahui hasil kematangan karir siswa setelah diberi psikoedukasi, menunjukkan bahwa gambaran kematangan karir siswa setelah diberi psikoedukasi. Hasil yang diperoleh dianalisis menggunakan microsoft excel kemudian diperoleh gambaran kematangan siswa menggunakan rumus rentang kategori, didapatkan Rendah = X < 85 Sedang = 85 <= X < 106 Tinggi = X >= 106 Tabel 1. 5 Rumus Rentang Kategori Rumus M-1SD M 1SD >Kategori Sedang Kategori Rendah Sedang Tinggi Rentang X<85 85<=<106 X>=106 1 Orang 12 Orang 3 Tinggi Dari hasil diatas 1 orang siswa mempunyai tingkat kematangan karir yang rendah, lalu 12 orang siswa memperoleh tingkat kematangan karir yang sedang, dan 3 orang siswa memperoleh tingkat kematangan karir yang tinggi. Dari hasil posttest yang telah diberikan kepada 16 siswa kelas 12 tersebut menunjukkan bahwa beberapa siswa menunjukkan kematangan karir yang sedang. Hal ini juga didukung oleh beberapa hasil diskusi yang dilakukan setelah pelaksanaan psikoedukasi berlangsung. a Diskusi Setelah Psikoedukasi selesai dilaksanakan, dilakukan diskusi dengan para siswa. Dari hasil diskusi tersebut, banyak dari mereka yang mengatakan bahwa psikoedukasi ini cukup bermanfaat untuk membuka kesadaran dan menambah pengetahuan baru bagi mereka mengenai pentingnya memiliki rencana karir dimasa yang akan datang. Berikut beberapa pertanyaan yang disampaikan oleh siswa saat sesi diskusi berlangsung Jurnal Pengabdian Masyarakat. Vol. 4 No. Februari, 2024 hlm. Tabel 1. 7 Pertanyaan Siswa Sesi Diskusi Pertanyaan Analisis Mba caranya antusias para siswa mengenai memperoleh informasi tentang suatu karir Berarti pada usia sekarang ini, mempersiapkan langkah dan seharusnya kita harus bagaimana menumbuhkan akan karir Kalo rencana karir kita tuh beda Siswa menjadi kritis terhadap dengan jurusan kita tuh bagaimana pengetahuan menentukan karir Kalo harapan orang tua tidak sesuai Siswa menjadi lebih peka dengan apa yang kita inginkan mengenai permasalahan yang bagaimana mba? karir di masa depan Saya sudah menyiapkan beberapa Siswa sudah mengetahui apa rencana mengenai karir saya mba saja yang harus dilakukan Tabel 1. 8 Komentar dan saran siswa setelah sesi materi dan diskusi No. Komentar dan Saran Terima kasih mba, materinya sangat bermanfaat Aku jadi penasaran mba sama materi ini Mba, berarti informasi terkait karir itu penting ya mba buat masa depan Terima kasih ya mba, saya jadi tahu apa yang harus dilakukan kedepannya Jurnal Pengabdian Masyarakat. Vol. 4 No. Februari, 2024 hlm. Hasil diskusi yang dilakukan peneliti dan siswa menyatakan bahwa materi yang diberikan menarik dan bermanfaat bagi mereka. setelah sesi pemberian materi banyak dari siswa yang termotivasi untuk mencari informasi terkait karir. Siswa menyadari bahwa betapa pentingnya mengetahui tentang kematangan karir. Siswa mulai menyadari bahwa dirinya belum matang terhadap karirnya di masa depan. Hal ini dibuktikan dengan beberapa siswa yang menanyakan pertanyaan yang sama tentang bagaimana cara memperoleh informasi terkait pekerjaan di masa depan. Hasil diskusi mengidentifikasi bahwa psikoedukasi ini memberikan kesadaran dan pengetahuan baru bagi siswa tentang pentingnya kematangan karir, mempersiapkan karir dimasa depan, mengatasi permasalahan keinginan karir yang berbeda dengan orang tua, dan meningkatkan pengetahuan mengenai sumber informasi karir yang a Feedback Poster Hasil observasi terhadap pemasangan poster di mading SMK Yosonegoro didapatkan hasil bahwa beberapa siswa antusias terhadap informasi yang diberikan, membaca, ada yang hanya sekedar melewati mading, didapati hasil observasi berupa raut wajah yang gelisah setelah mengetahui informasi dan fakta mengetahui luasnya karir dan belum menyiapkan rencana karirnya. , kemudian ada yang langsung searching mengenai karir di media sosial. KESIMPULAN Psikoedukasi kematangan karir pada siswa Smk Yosonegoro dinilai kurang maksimal karena hanya dilakukan pada 16 siswa, meskipun demikian dari hasil psikoedukasi . elalui pemberian materi, diskusi, dan poste. menunjukkan bahwa adanya peningkatan kesadaran akan karir mereka di masa depan. Psikoedukasi kematangan karir perlu dilakukan secara menyeluruh agar siswa dapat memperoleh manfaat dari kegiatan pengabdian berupa psikoedukasi tersebut. Kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh tim peneliti memiliki manfaat yang besar bagi masyarakat, khususnya siswa kelas 12 SMK Yosonegoro yang menjadi sasaran psikoedukasi tentang kematangan karir. Ada beberapa hal yang bisa diperbaiki untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas kegiatan pengabdian ini, yaitu: Meningkatkan jumlah sampel dan durasi kegiatan. Kegiatan pengabdian ini hanya melibatkan 16 siswa kelas 12 SMK Yosonegoro sebagai sampel, dan hanya dilakukan selama satu kali pertemuan dengan durasi 90 menit. Hal ini kurang mencukupi untuk memberikan pemahaman yang mendalam dan komprehensif tentang kematangan karir kepada siswa. Oleh karena itu, disarankan untuk melibatkan lebih banyak siswa dari berbagai jurusan dan tingkatan kelas sebagai sampel, dan melakukan kegiatan pengabdian ini secara berkala dengan durasi yang lebih lama. Jurnal Pengabdian Masyarakat. Vol. 4 No. Februari, 2024 hlm. Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan evaluasi dan tindak lanjut secara kontinu. Kegiatan pengabdian ini hanya melakukan evaluasi berupa pre test dan post tes untuk mengukur tingkat kematangan karir siswa sebelum dan sesudah mengikuti psikoedukasi. Hal ini kurang mencerminkan perkembangan karir siswa dalam jangka panjang. Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan evaluasi dan tindak lanjut secara kontinu, seperti memberikan feedback, saran, bimbingan, dan dukungan kepada siswa dalam merencanakan dan mengembangkan karir mereka. DAFTAR PUSTAKA