Analisis Penguatan Hubungan Qatar-Turki Journal of Integrative International Relations, 5:2 . 1-14 Copyright A Department of International Relations UIN Sunan Ampel Surabaya ISSN 2477-3557 (Prin. DOI: 10. 5281/zenodo. Analisis Penguatan Hubungan Qatar-Turki Selama Krisis Teluk 2017 Hani Fatunnisa Jurusan Ilmu Hubungan Internasional. Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Indonesia Email: inahfatunnisa21@gmail. Abstract The Gulf coalition country led by Saudi Arabia simultaneously severed its diplomatic relations with Qatar in early June 2017. This action was motivated by Saudi Arabia's accusations of Qatar's proximity to several Islamic opposition organizations such as the Muslim Brotherhood and Hamas and its bilateral tendencies with Iran. This resentment continued with the launching of a land, sea and air blockade against Qatar's territory. Qatar dismissed the accusations and saw the Arab coalition's actions as an intervention against its foreign policy. In addition. Turkey as an ally of Qatar initially responded to the diplomatic crisis in a neutral manner and put forward mediation efforts. However, these efforts failed due to sabotage by the Gulf coalition. Turkey later denounced the blockade and immediately signed a military agreement to speed up the deployment of troops to Qatar. This article aims to analyze the reasons for Turkey's shift from initially neutral to pro-Qatar by strengthening its bilateral relations with Qatar through a series of help. Negara koalisi teluk yang dipimpin oleh Arab Saudi secara serentak memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Qatar pada awal Juni 2017. Tindakan tersebut dilatarbelakangi tuduhan Arab Saudi atas kedekatan Qatar dengan beberapa organisasi islam oposisi seperti Ikwanul Muslimin dan Hamas serta kecenderungan bilateralnya dengan Iran. Ketidaksukaan ini berlanjut dengan dilancarkannya blokade darat, laut dan udara terhadap wilayah Qatar. Qatar menepis tuduhan tersebut dan menganggap tindakan koalisi Arab sebagai intervensi terhadap kebijakan luar negerinya. Disamping itu Turki selaku sekutu Qatar, awalnya merespon krisis diplomatik secara netral dan mengedepankan upaya mediasi. Namun usaha tersebut mengalami kegagalan akibat sabotase yang dilakukan oleh koalisi teluk. Turki kemudian mengecam tindakan blokade dan segera menandatangani perjanjian militer untuk mempercepat pengerahan pasukan ke Qatar. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis alasan Turki melakukan perubahan sikap yang awalnya netral menjadi pro-Qatar dengan jalan memperkuat hubungan bilateralnya dengan Qatar melalui serangkaian bantuan. Keywords: Pan-Arabism crisis. gulf crisis. Qatar-Turkey relations. relations, quartet state Volume 5. Nomor 2. November 2020 Hani Fatunnisa Qatar merupakan negara kecil yang terletak di wilayah Teluk Persia berbatasan langsung dengan dataran Arab. Negara ini pernah tercatat sebagai negara miskin, namun pasca kudeta besar-besaran di tahun 1955, sukses membawa Qatar menjadi negara kaya akibat peningkatan peran politiknya di Kawasan (Mustafa & Nuri, 2. Dengan kondisi perekonomian yang sangat mumpuni, membuat Qatar cukup diperhitungkan oleh negara-negara sekitar. Posisi ini kemudian mempermudah Qatar dalam pelaksanaan kebijakan luar negerinya, ditandai dengan tergabungnya Qatar menjadi salah satu pendiri GCC (Gulf Cooperation Counci. sejak tahun 1981. Namun masalah mulai muncul akibat dari penerapan kebijakan luar negeri Qatar yang terlalu bersifat independen dan fleksibel. Beberapa kebijakan yang dikeluarkan Qatar seperti pelanggaran terhadap Riyadh Agreement, intervensi kantor berita Al-Jazeera, dan jalinannya dengan Iran mengundang kemarahan negara-negara teluk. Kekesalan memuncak ketika empat negara GCC yakni Arab Saudi. Uni Emirat Arab. Bahrain, dan Mesir secara serentak memutuskan hubungan diplomatik dengan negara Qatar pada 5 Juni 2017. 1 Peristiwa ini kemudian berlanjut pada blokade ekonomi dan penerbangan Qatar oleh negara kuartet. Krisis diplomatik Qatar bermula pada tuduhan Arab Saudi yang menyatakan bahwa Qatar telah berkontribusi dalam organisasi Terorisme seperti Ikhwanul Muslimin yang berafiliasi dengan Iran. Namun Qatar menepis tuduhan yang dilayangkan padanya dan menganggap itu hanya rekayasa yang tidak berdasar. Penerapan blokade akan sangat berdampak bagi kelangsungan hidup Qatar. Hal ini dikarenakan Qatar menggantungkan perekonomiannya melalui kerjasama dengan negara teluk, terutama di sektor perminyakan dan penerbangan. Kegagalan mediasi melalui negara Kuwait menghasilkan 13 ultimatum dari negara koalisi teluk kepada Qatar sebagai syarat kembalinya Qatar ke dalam GCC. Qatar merespon tuntutan tersebut dengan penolakan karena ultimatum yang diajukan tidak masuk akal dan dianggap sebagai sebuah tindakan intervensi terhadap kebijakan negaranya. Disamping itu melihat bagaimana perlakuan koalisi negara teluk terhadap Qatar, membuat Turki sebagai negara yang telah dianggap sebagai mitra strategis GCC, turut ikut campur dan berusaha membantu Qatar di masa- masa Ditambah lagi terdapat salah satu dari ke-13 tuntutan tersebut menyeret Turki secara langsung, dimana Qatar harus segera menghentikan pembangunan pangkalan militer Turki di wilayah Qatar. 4 Hal tersebut menambah keyakinan Turki melalui Erdogan untuk memilih berpihak serta membantu Qatar sebagai bagian dari balas budi atas dukungan Qatar selama masa kudeta Turki di tahun 2016. 5 Pada dasarnya kedekatan Turki dan Qatar telah berlangsung sejak peristiwa Arab Spring, dimana keduanya berhasil menunjukkan pengaruhnya di kawasan dan berhasil membuat sebuah perjanjian militer yang ditindaklanjuti dengan pembangunan pangkalan Militer Turki di Qatar, dengan tujuan stabilitas Kawasan. 6 Turki merespon blokade yang Volume 5. Nomor 2. November 2020 Analisis Penguatan Hubungan Qatar-Turki menimpa Qatar dengan sigap mengirimkan bantuan makanan dan air bersih, 48 jam sejak diumumkannya blokade. Disusul dengan kebijakan pemerintah Turki yang turut mengirimkan pasukan tambahan kepada Qatar. Dilihat dari sudut pandang ekonomi, negara Anti-Qatar seperti Arab Saudi dan UEA sama-sama memiliki kekayaan sumber daya yang jauh lebih besar daripada Qatar. Terhitung pada 2017, aset yang dimiliki Arab Saudi senilai USD 514 miliar dan UEA sebesar USD 828 miliar, berbanding sangat jauh dengan Qatar yang memiliki aset sebesar USD 320 miliar. 8 Disamping itu, negara-negara anti-Qatar lainnya memiliki jumlah populasi yang lebih besar sehingga dapat menyediakan pasar yang lebih besar dibanding Qatar. Oleh sebab itu, jika mengikuti prinsip ekonomi murni, akan lebih masuk akal bagi Turki tetap berada pada pada netralistasnya. Namun ketika menanggapi kasus teluk 2017, sangat mencengangkan ketika Turki memutuskan untuk berpihak dan mendukung Qatar. Hal ini tentunya dapat membahayakan hubungan yang telah Turki jalin dengan negara- negara besar teluk lainnya. Maka menarik untuk ditelusuri lebih dalam terkait alasan Turki mengadopsi kebijakan pro-Qatar selama krisis yang mempertaruhkan kepentingannya. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan penelitian kualitatif. Metode ini berusaha untuk memberikan penjelasan terkait dengan perilaku dan aksi-aksi sosial tertentu, kemudian melengkapinya dengan cara mengkoneksikan variabel-varibel dan hipotesis yang ada. 9 Artikel ini menggunakan jenis penelitian kualitatif eksplanatori sebagai metode yang dipilih untuk menjawab pertanyaan AuWhyAy atau mengapa. Metode kualitatif eksplanatori merupakan keberlanjutan dari penelitian deskriptif dan eksploratif untuk dapat melakukan identifikasi alasan-alasan terjadinya suatu peristiwa dimulai dengan mengemukakan teori-teorinya secara garis besar untuk kemudian diuji dan dikembangkan. 10 Metode ini sejalan dengan tujuan dibuatnya artikel yakni untuk menganalisis alasan-alasan Turki menetapkan sikap keberpihakannya terhadap Qatar disamping karakteristik kedua negara yang selalu mengelurkan kebijakan netralis atau moderat. Sumber data yang digunakan adalah sumber sekunder, meliputi beberapa buku, artikel jurnal, surat kabar dan berita yang terpercaya validitasnya serta memiliki kaitan dengan hubungan bilateral Turki-Qatar. Artikel ini ditulis dengan kegiatan studi pustaka yang kemudian diolah dan dianalisis berdasarkan rumusan masalah dan teori yang digunakan. 11 Penyajian data dan hasil penelitian disajikan dengan cara deskriptif analitis, dimana dilakukan penyusunan data yang telah diperoleh sebelumnya kemudian dianalisa dan diakhiri dengan penarikan kesimpulan. Volume 5. Nomor 2. November 2020 Hani Fatunnisa Tinjaun Pustaka Baskan dalam bukunya berjudul Turkey and Qatar in The Tangled Geopolitics of The Middle East berusaha menjelaskan bagaimana permulaan Qatar-Turki memasuki babak baru dalam kebijakan luar negerinya. 12 Buku ini berfokus pada respon yang ditunjukan serta kebijakan luar negeri Qatar dan Turki yang secara berangsur berubah sejak peristiwa 9/11 dan Arab Spring sebagai jalur masuknya Qatar-Turki ke dalam permasalahan regional. Terdapat tiga pembahasan utama dalam buku ini. Pertama, penulis menunjukkan persamaan yang signifikan antara Qatar dan Turki dimana keduanya sama-sama mendapat dukungan AS sejak peran aktifnya di peristiwa 9/11 sehingga dapat dengan mudah mengkonsolidasikan kekuasaan keduanya di regional tanpa takut akan ancaman AS. Bagian kedua buku ini berisi penjabaran kebijakan luar negeri Qatar dan Turki yang dipaparkan secara bergantian dengan urutan yang sistematis dan historis. Awal-awal kebijakan luar negeri Qatar dihadapkan pada dua dilematis besar yakni penyusunan kebijakan luar negeri yang independen dari pengaruh Arab Saudi dan upaya mengurangi ketergantungan Minyak untuk pencapaian kesejahteraan. Kondisi geografis yang kecil dan himpitan dua pengaruh besar membuat Qatar lebih memilih untuk dapat membuat kebijakan yang dapat memberikan keseimbangan dan ketenangan bagi kedua negara yang bermusuhan tersebut. Kemudian mendirikan Al-Jazeera sebagai soft power Qatar sebagai upaya membendung ketergantungannya pada cadangan minyak. Terakhir, buku ini menjelaskan bagaimana Turki dan Qatar memperoleh keuntungan dari meningkatnya persaingan Iran-Arab Saudi. Dimana dengan menerapkan kebijakan bipartisan moderat, keduanya dapat bekerja sama dibidang politik maupun ekonomi dengan negara manapun di seluruh dunia, terlebih lagi Qatar sebagai sebuah negara kecil yang sangat menggantungkan dirinya pada kegiatan kerjasama negara. misalnya selain berteman dengan koalisi Arab. Qatar-Turki juga menguatkan hubungan dengan Ikhwanul Muslimin dan Hamas. Buku ini memberikan penjelas historis dan sistematis dengan bahasa yang mudah dipahami. Namun pembahasan terbatas pada kajian waktu yang hanya berhenti pada peristiwa Arab spring. Akan tetapi secara gamblang buku memberikan kerangka awal dalam melihat hubungan antara Qatar dan Turki serta perjalanan perannya dalam lingkup regional. Bakir dalam artikel jurnalnya berjudul The Evolution of Turkey-Qatar Relations Amid a Growing Gulf Divide, merupakan analisis keberlanjutan dari buku sebelumnya. 13 Dimana, pembahasan terkait dengan peran Turki dan Qatar di kawasan sampai pada pembahasan di masa krisis teluk. Artikel jurnal ini mengandung tiga bahasan utama yakni. Pertama, sejarah bilateral Turki dan Qatar yang telah terbentuk sejak kerajaan Ottoman di Turki. Kemudian diceritakan bagaimana kedua negara memperoleh kemerdekaanya hingga menjadi negara independen dalam kedekatan bilateral. Sejak menjadi negara yang merdeka, hubungan antar Qatar dan Turki melalui tiga fase. Fase pertama Volume 5. Nomor 2. November 2020 Analisis Penguatan Hubungan Qatar-Turki dalam kurun waktu 1972-1980 yakni proses pembentukan hubungan diplomatik Turki-Qatar dengan dibukanya kedutaan di masing-masing negara. Fase kedua berlanjut dengan kerjasama di bidang hukum dan bilateral dalam kurun waktu Fase ketiga menjadi momentum konsolidasi hubungan keduanya pasca dua peristiwa penting yakni reformasi negara Qatar oleh Sheikh Hamad di Kemudian kebangkitan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) di Turki pada tahun 2002 yang membawa Turki ikut andil dalam masalah yang terjadi di regional Timur Tengah. Bahasan kedua dalam artikel ini menjelaskan bagaimana kedekatan bilateral Qatar dan Turki serta perannya yang strategis di kawasan di mulai sejak munculnya fenomena Arab Spring di tahun 2010. Setelah peristiwa tersebut keduanya menjadi lebih dekat ditandai dengan menyetujui perjanjian kerjasama pertahanan di tahun 2014. Bagian terakhir artikel Jurnal ini memberikan analisis mendalam mengenai semakin eratnya hubungan Turki dan Qatar di masa krisis diplomatik dan penekanan pada keuntungan yang diperoleh Turki setelah memihak kepada Qatar. Artikel ini membantu peneliti dalam melihat lebih jauh cakupan peran Qatar dan Turki hingga masa Krisis Teluk dan bagaimana Turki diuntungkan melalui kebijakan tersebut. Sayangnya tidak dijelaskan keuntungan di sisi Qatar dan dampak bagi Turki dalam keberpihakannya terkait isu krisis Qatar. Yetim dan Nuri dalam artikel jurnalnya berjudul Emergence of The Turkish/Qatar Alliance in The Middle East: Making of The Moderate Resistance Bloc yang terdapat dalam buku The Regional Order in The Gulf Region and The Middle East milik Philipp O. Amour. 14 Secara garis besar artikel Yetim dan Nuri ingin mengemukakan bahwa peristiwa Arab Spring telah melahirkan blok baru sebagai respons dari kelengahan dua blok utama dalam penanganan stabilitas di Timur Tengah. Dua blok utama yakni blok status quo yang memiliki karakteristik moderat. Pro AS, lunak terhadap Israel dan struktur politik etis yang cenderung konservatif. Blok ini berisi Arab Saudi. Mesir. Yordania, dan Uni Emirat Arab (UEA). Sementara blok utama kedua berasal dari kekuatan revisionalis yang memiliki ciri khas oposisi, anti AS, perlawanan terhadap Israel dan politik populis otoriter. Negara-negara-negara yang tergabung dalam blok ini adalah Iran. Suriah. Hizbullah. Lebanon, beberapa faksi Syiah Irak, dan Hamas. Kemunculan dua blok utama ini dilatarbelakangi oleh runtuhnya kekuasaan Sadam Husain di Irak dan kemarahan kubu revisionis terhadap kekejaman Israel kepada Palestina. Namun sejak pergolakan Arab Spring dimulai, muncul kekuatan baru yang dibentuk oleh Turki dan Qatar dimana blok ini berada di antara blok revisionis dan blok status quo dengan tujuan membendung kekuatan dua pengaruh besar kemudian keduanya mengandalkan soft power dalam kebijakan luar negerinya. Dijelaskan pula awal mula kebijakan Qatar dan Turki yang mulai kritis dalam menangani isu di Transformasi kebijakan luar negeri Qatar dan Turki terfokus menjadi tiga aspek utama yakni penggunaan alat ekonomi atau diplomasi yang dilakukan keduanya sejak tahun 2002, penguatan hubungan kedua negara dan penekanan Volume 5. Nomor 2. November 2020 Hani Fatunnisa pada diplomasi publik atau pencitraan, kemudian juga bertindak sebagai mediator perdamaian di kawasan. Artikel ini menyajikan sebuah pandangan baru mengenai kubu-kubu utama yang lahir beriringan dengan eskalasi yang terjadi di Timur Tengah. Kemudian memberikan gambaran seberapa kuatnya pengaruh Qatar dan Turki di kawasan. Di sisi lain, tidak dibahas secara gamblang mengenai peran keduanya selama masa krisis. Reaksi Turki Terhadap Krisis Qatar Pergolakan Krisis yang terjadi di teluk bukan yang pertama kalinya terjadi. Tiga tahun lalu sebelum peristiwa Juni 2017, negara kuartet menarik diri dari Qatar dengan tuduhan bahwa Qatar telah condong pada gerakan islamis di Timur Tengah. 15 Namun krisis tersebut tidak bertahan lama karena setelah berjalan delapan bulan berikutnya. Qatar berhasil meredam ketegangan negara koalisi teluk dengan melakukan diplomasi perimbangan dan janjinya untuk mengatasi organisasi ikhawnul muslimin. Keberhasilan perundingan yang dilakukan oleh Qatar, membawa kembali dukungan diplomatis negara Teluk ke 16 Seiring berjalannya waktu, peristiwa pada Juni 2017 menjadi tanda usaha perimbangan pengaruh dan perdamaian yang dilakukan Qatar terhadap negara teluk mengalami kegagalan. Kekesalan yang terus menumpuk sejak krisis pertama ditambah Qatar yang terlihat tidak melaksanakan janjinya, kemudian pecah dengan pengambilan keputusan serempak negara kuartet untuk melakukan pemutusan diplomasi dengan Qatar. Tidak cukup sampai di situ, negara koalisi teluk semakin menjadi-jadi dengan melancarkan blokade darat, laut dan udara, serta blokade ekonomi secara masif kepada Qatar. Turki melalui Erdogan memandang apa yang diperbuat negara kuartet pada krisis ini sangatlah keterlaluan dan menyebutnya sebagai tindakan Autidak islamiAy serta melampaui batas-batas kemanusiaan. 17 Sehari setelah blokade dijalankan. Erdogan berkomunikasi dengan Qatar melalui saluran telepon dengan para pemimpin Qatar. Rusia. Kuwait dan Arab Saudi, untuk menyatakan dukungannya kepada Qatar demi terjaganya stabilitas regional lalu mendesak agar ketegangan dapat segera berakhir. 18 Bantuan dan impor dari Turki sangat dibutuhkan sebagai langkah pencegahan kekurangan pangan selama masa blokade dan upaya menstabilkan kondisi warga Qatar yang sangat bergantung pada impor produk-produk dari negara tetangga Arab Saudi. Turki dengan segera mengirimkan bantuan berupa pasokan pangan dan air bersih menggunakan pesawat-pesawatnya. Produk-produk asal Turki seperti susu, keju, yoghurt, daging sapi, telur, unggas, jus, dan lain-lain telah memenuhi supermarket Qatar. Turki selanjutnya mengambil langkah yang tak kalah kongkret lagi kritis dengan mempercepat ratifikasi kerjasama militernya dengan Qatar untuk dapat sesegera mungkin secara legal mengirimkan pasukan tambahan ke pangkalan Volume 5. Nomor 2. November 2020 Analisis Penguatan Hubungan Qatar-Turki militer Turki di Qatar. 20 Bantuan pertahanan yang dikirimkan Turki bertujuan untuk memainkan perannya sebagai mitra stategis GCC sekaligus Qatar yakni menjaga perdamaian, keamanan, dan stabilitas kawasan melalui kerja sama, pelatihan dan perdagangan militer. 21 Namun penempatan pasukan Turki menghadapi dilema karena tindakannya berseberangan dengan blok kuartet. Namun Turki menegaskan bahwa perjanjian militernya dengan Qatar telah terbentuk sejak tahun 2014 pasca kedekatan keduanya di masa arab spring dan proses pembuatannya telah menghabiskan dua atau tiga tahun. Hubungan Turki-Qatar sebelum terjadinya krisis Hubungan diplomatik keduanya telah terjalin sejak tahun 1970-an, namun semakin terlihat kompehensif pasca memasuki era 2000-an awal. Pada tahun 2005, negara-negara GCC termasuk Qatar menyetujui Inisiatif Kerjasama Istanbul-NATO untuk ikut menjaga stabilitas keamanan global dan regional jangka panjang di kawasan Timur Tengah. 23 Empat tahun berikutnya. Turki telah mendapuk posisi sebagai mitra strategis pertama non arab yang diakui GCC pada 2008 silam. Awal tahun 2000-an menjadi permulaan peran aktif keduanya dalam permasalahan kawasan. Turki dan Qatar sama-sama mengadopsi posisi bipartisan moderat dalam berbagai masalah internasional dan regional. Keduanya, sama-sama merajut hubungan baik dengan gerakan Ikhwanul Muslimin global, termasuk dengan Hamas yang ada di Palestina. Qatar dan Turki juga mengajukan diri terlibat dalam upaya penyelesaian konflik regional dan sub-regional dengan memberikan bantuan kemanusiaan. Hal ini berhasil mengundang simpati negara-negara kawasan. Selain menjalin hubungan erat dengan negara-negara status quo seperti Arab Saudi UEA dan mesir, keduanya juga membina hubungan persahabatan dengan blok revisionis seperti Iran yang notabenenya menjadi musuh Arab Saudi dan AS. Keduanya berhasil mendapat dukungan AS melaui jalinan hubungan kedunya dengan Israel yang merupakan mitra AS. Di awal tahun 2010 berbarengan dengan munculnya fenomena arab spring, menjadi babak kedua keterlibatan Qatar-Turki dalam masalah kawasan yang berimbas pada peningkatan hubungan mereka. Meletusnya gelombang pemberontakan di Tunisia kemudian menjalar pada wilayah seperti Mesir. Libya. Yaman. Suriah, dan Irak. Sementara Turki dan Qatar dihadapkan pada dua pilihan yakni mendukung rezim atau kaum revolusioner/pemberontakan rakyat. Turki awalnya memilih mendukung rezim Suriyah dan Libya, namun gagal dan akhirnya mendukung pihak oposisi yang menuntut adanya demokrasi. Sama halnya dengan Qatar yang kemudian lebih memilih berpihak pada kelompok reformasi dan memutuskan hubungannya dengan rezim Iran. Suriyah serta Libya. 25 Upaya perimbangan yang dilakukan Qatar-Turki dalam menghadapi isuisu panas di masa Arab spring turut mendorong kerjasama bilateral mereka. Volume 5. Nomor 2. November 2020 Hani Fatunnisa Keduanya percaya bahwa fenomena arab spring bukanlah ancaman melainkan sebuah peluang untuk memainkan peran strategis keduanya dalam mengatasi isu regional. Hubungan negara Qatara dan Turki semakin erat sejak Erdogan menjabat sebagai presiden Turki. Kemudian di tahun 2014, keduanya menyetujui perjanjian kerjasama pertahanan dan pelatihan militer. Setahun berikutnya Emir Qatar mengunjungi Turki empat kali selama tahun 2015. Keterlibatan bilateral tahun ini mencapai puncaknya pada pertemuan puncak pertama Komite Strategis Tertinggi Qatar-Turki di Doha pada bulan Desember. Pada akhir KTT, dihasilkan 15 kesepakatan yang mencakup keamanan, perbankan, energi, transportasi, pendidikan, lingkungan, media, dan informasi Pada malam hari di bulan 2016. Turki mengalami upaya kudeta yang kejam oleh elemen-elemen angkatan bersenjata yang menargetkan pemerintah. Namun kudeta tersebut berhasil dihentikan keesokan harinya. Akibat peristiwa kudeta yang gagal, menimbulkan banyak reaksi baik regional maupun internasional terhadap Turki. Qatar dengan cepat mengutuk percobaan kudeta tersebut, dan Emir Qatar menjadi yang pertama menghubungi Presiden Turki di malam itu untuk menawarkan dukungan negaranya. 27 Sebaliknya, negaranegara Teluk lainnya selama jam-jam awal kegagalan kudeta melalui wacana politik dan medianya cenderung bersimpati kepada pihak pemberontak. Dari sinilah mengapa hubungan Turki dengan negara Teluk mulai renggang, sementara hubungan Turki dengan Qatar menjadi semakin erat. Reaksi negara Kuartet dan Hubungan Turki-Qatar pasca krisis Percepatan ratifikasi perjanjian militer Qatar-Turki dan penempatan pangkalan militer di masa krisis memicu reaksi keras yang diperlihatkan oleh negara-negara pemblokade. Misalnya saja Arab Saudi yang langsung melancarkan kritik tajam terhadap Turki dalam surat kabar al-Riyadh dan Okaz. Arab Saudi mengklaim dapat membuktikan bahwa hubungan antara Qatar dan Turki bertujuan untuk menggoyahkan persatuan negara-negara Arab. Serangan lewat Twitter warga Saudi juga turut dilancarkan dengan mendorong warga untuk dapat memboikot restoran, perusahaan, dan para pekerja asal Turki. Cara ini pun turut diikuti oleh negara anti-Qatar lainnya seperti UEA. Mesir dan Bahrain. Anwar Mohammed Qarqash, menteri luar negeri UEA dalam cuitan twitternya menulis bahwa Qatar tidak akan mendapat keuntungan dari hubungannya dengan Turki. 30 Selanjutnya ia menyatakan bahwa blokade Qatar dapat berlangsung selama bertahun-tahun sehingga UEA akan menahan diri untuk tidak memperburuk situasi. Sama halnya dengan Saudi dan UEA. Mesir tidak setuju dengan dukungan Turki untuk Qatar. Media Mesir menuduh Qatar dan Turki bekerja sama untuk membalas dendam kepada Mesir dengan tuduhan bahwa Turki telah meminta Qatar untuk menyulut api perselisihan teritorial Volume 5. Nomor 2. November 2020 Analisis Penguatan Hubungan Qatar-Turki Saudi-Mesir atas pulau-pulau Tiran dan Sanafir. Negara koalisi teluk mungkin dapat menahan diri untuk tidak secara terbuka menentang dukungan militer Turki. Namun pasca kegagalan mediasi Kuwait, negara GCC mengajukan daftar tuntutan yang salah satunya secara eksplisit mengharuskan Qatar menutup pangkalan militer Turki di negaranya. Beragam reaksi yang dilontarkan negara Anti-Qatar terhadap kedekatan hubungan Qatar-Turki, nyatanya tidak begitu digubris. Hubungan bilateral keduanya semakin meningkat dan menjalar hampir ke semua bidang. Tindakan saling membalas budi antar keduanya pun turut menjadi perekat dan jalinan yang saling berkesinambungan. Kerjasama ekonomi Qatar-Turki mengalami peningkatan yang cukup signifikan pasca blokade. Dimana hingga akhir 2018, volume perdagangan kedua negara meningkat 57 persen dibandingkan tahun 2017 yang mencapai USD 1,4 miliar, dan 180 perusahaan Turki yang beroperasi di Qatar telah mengambil proyek di berbagai sektor senilai sekitar USD 18 32 Hal ini dapat dilihat dari ekspor Turki ke Qatar selama blokade di awalawal bulan telah meningkat tiga kali lipat. 33 Hubungan keuangan keduanya juga semakin membaik, hal ini dapat dibuktikan dengan dukungan Qatar terhadap Turki selama krisis mata uang yang melanda ekonomi Turki pada 2018. Qatar juga telah menjadi investor tertinggi kedua dalam ekonomi Turki, dengan jumlah lebih dari USD 20 miliar. 34 Ditambah lagi terjadi peningkatan jumlah wisatawan Qatar yang mengunjungi Turki sekitar 238 persen dari tahun 2017 Peningkatan hubungan bilateral antara Turki dan Qatar paling jelas terlihat di bidang militer. Dua bulan setelah blokade dimulai Pejabat tinggi militer dari Ankara dan Doha telah bertemu berkali-kali untuk meningkatkan kerja sama antara kedua negara. Misalnya. Qatar Emiri Naval Forces (QENF) melakukan latihan maritim bersama dengan rekan-rekan Turki mereka pada Agustus 2017. 36 Pada November 2017. Presiden Erdogan mengunjungi pasukan militer Turki di Qatar sebagai bagian dari kerja sama militer bersama dan menegaskan kembali komitmen Turki terhadap keamanan Qatar. 37 Turki. Qatar, dan AS berpartisipasi dalam latihan militer yang diselenggarakan sejak 27 hingga 30 April 2019. 38 Imbas dari hubungan keduanya juga terasa pada Industri militer Turki-Qatar. Pada bulan Desember 2017. Nurol Makina, sebuah perusahaan Turki yang mengkhususkan diri dalam produksi kendaraan pertahanan, mencapai kesepakatan untuk penjualan sekitar 400 kendaraan tempur lapis baja Ejder Yalyn 4x4 dan 100 kendaraan NMS 4x4 yang dibuat untuk membawa sistem senjata dan misi pengintaian. 39 Pada Maret 2019, terungkap bahwa Qatar tertarik untuk membeli hingga 100 tank tempur Altay canggih generasi ketiga, produksi bersama industri pertahanan top Turki, seperti Roketsan. Aselsan. Havelsan, dan Institut Industri Mesin dan Kimia. 40 Faktanya, ekspor pertahanan ke Qatar mengalami kenaikan 225 persen pada April 2019, yang pada gilirannya meningkatkan angka ekspor pertahanan Turki secara keseluruhan. Volume 5. Nomor 2. November 2020 Hani Fatunnisa Kesimpulan Keberpihakan Turki terhadap Qatar selama krisis teluk 2017 menyebabkan penguatan hubungan keduanya sekaligus berimbas pada kerentanan hubungan Turki dengan negara anti-Qatar. Yang menarik adalah apakah yang menjadi alasan Turki bersikap sangat pro-Qatar. Padahal jika dilihat dari kapasitas geopolitik dan lingkup pasar yang dimiliki negara kuartet jauh lebih besar dari negara Qatar. Maka normalnya, respons Turki tetap berpegang teguh pada peran netral yang telah ia bangun sejak terjun langsung mengatasi permasalahan di kawasan teluk. Namun, kenyataannya netralitas Turki di awal meletusnya krisis tidak dapat bertahan lama karena melihat kompleksitas krisis yang semakin menjadi-jadi, akhirnya Turki memutuskan untuk mengadopsi sikap keberpihakan pada kubu Qatar. Keberpihakan Turki pada Qatar dilatar belakangi oleh kedekatan keduanya yang telah dibangun sejak momentum Arab spring. Bahkan hubungan berlanjut hingga terciptanya kesepakatan militer, dimana Turki akan membangun pangkalan militernya di Qatar sebagai bentuk stabilitas keamanan kawasan. samping itu. Qatar dan Turki memiliki banyak kesamaan dalam menetapkan dan mengambil sikap dalam permasalahan kawasan. Keduanya sama-sama berperan menjadi negara moderat yang mengambil keuntungan dari perebutan dua pengaruh besar kawasan yakni blok status quo dan blok revisionis. Turki dan Qatar berusaha untuk mendekatkan diri dengan Arab Saudi dan koalisi, begitu pula upaya keduanya untuk tetap menjalin hubungan dengan Iran dan berbagai gerakan yang berafiliasi dengannya seperti Ikwanul Muslimin dan Hamas. Namun masalah muncul ketika negara koalisi teluk yang beraliansi dengan kedua negara ini, memperlihatkan ketidaksukaan dan kekesalanya terhadap kebijakan luar negeri Qatar yang terlalu independen serta pro-Iran. Hingga puncak kekesalannya direalisasikan dengan melakukan pemutusan diplomatik dan blokade menyeluruh kepada Qatar. Yang menjadi inti dari krisis teluk adalah perbedaan pandangan dan ketidaksesuaian negara kuartet dengan Qatar-Turki terkait dengan posisi netral yang terlihat memiliki tendensi terhadap blok musuh dalam pandangan Arab Saudi dan koalisi. Namun terlepas dari potensi hubungan yang ada antara Turki dan negara koalisi teluk. Turki tetap memilih mendampingi Qatar di masa-masa sulitnya. Momentum krisis teluk telah menjadi batu loncatan bagi keduanya untuk semakin mengeratkan hubungan bilateral. Dimana pasca krisis, hubungan keduanya tersebut berlanjut dan semakin intens hingga menciptakan pola saling ketergantungan hingga kini. Dapat disimpulkan bahwa sikap Turki mendukung Qatar tidaklah selalu merugikan meskipun berada di dalam tekanan negara kuartet. Karena pasca krisis. Turki semakin menancapkan pengaruhnya di Qatar dan menjadi salah satu aktor yang berpengaruh dalam permasalahan di kawasan Timur Tengah. Volume 5. Nomor 2. November 2020 Analisis Penguatan Hubungan Qatar-Turki Catatan Akhir 1 Jahshan, 2017. 2 Wintour, 2017. 3 Bakir, 2019. 4 Gurbuz, 2017. 5 MoFA, 2016. 6 Bakir, 2017. 7 Tempo, 2017. 8 Ellyatt & Bishop, 2017. 9 Creswell, 2010. 10 Neuman, 2003. 11 Danial A. R, 2009. 12 Baskan, 2016 13 Bakir, 2019 14 Yetim & Nuri, 2020 15 Reuters, 2014. 16 Baskan & Pala, 2020. 17 BBC News 2017. 18 Basn llan Kurumu, 2017. 19 TRT World, 2017. 20 BBC Tyrkye, 2017. 21 Paksoy, 2018. 22 Star, 2017. 23 NATO, 2011. 24 Baskan, 2016. 25 Bakir, 2017. 26 Daily Sabah, 2015 27 Bakir, 2019. 28 Jones & Can 2017. 29 Dovutoglu, 2011. 30 TTCB, 2015. 31 Trabouls, 2017 32 Kementerian Luar Negeri Turki, 2019. 33 Reuters, 2017. Volume 5. Nomor 2. November 2020 Hani Fatunnisa 34 Al Jazeera, 2017. 35 Direktorat Jenderal Investasi dan Operasi Turki, 2019. 36 Rudaw 2017. 37 Hyrriyet Daily News, 2017. 38 Anadolu Ajans, 2019. 39 Yldrm, 2017. 40 Harian Sabah, 2019. 41 Yldrm, 2019. Daftar Rujukan Sumber Buku Bakir. Ali. The Evolution of Turkey-Qatar Relations Amid a Growing Gulf. In Divide in Krieg A. Divided Gufl. Contamporary Gulf Studies. Palgrave Macmillan. Singapura. Birol Bakan & ynzgyr Pala. Making Sense of TurkeyAos Reaction to the Qatar Crisis. The International Spectator. Routledge. Creswell. Research design: pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan Yogjakarta: PT Pustaka Pelajar. Gurbuz. Mustafa. Impact Of Interference In Turkish-Qatari Relations. Arab Center Washington DC. Jones-Vagneur Antoine & Kasapoglu Can. Bridging the Gulf : TurkeyAos Forward base in Qatar. Pourla Recherce Strategic Foundation. Jahshan E. Khalil. Crisis in The Gulf Cooperation Council: Challanges and Prospects. Arab Center Washington DC. Mustafa. Yetim & Yesilyurt. Nuri. Emergence of The Turkish/Qatar Alliance in The Middle East : Making of The Moderate Resistance Bloc. In The Regional Order in The Gulf Region and The Middle East. Philipp O. Amour. Palgrave Macmillan. Turkey. Neuman. W Lawrence. Social Research Metods: Qualitative and Quantitative Approach. Edina T. Sophia (Penerjema. Metode Penelitian Sosial: Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif. Jakarta: PT Indeks, 2017. Volume 5. Nomor 2. November 2020 Analisis Penguatan Hubungan Qatar-Turki Sumber Website Al Jazeera. Turkey and Qatar: Behind the Strategic Alliance. Diakses dari URL: https://w. com/news/2017/10/turkey-qatarstrategicalliance171024133518768. html Pada 09 Oktober 2020 Bakir. Demystifying Qatar-Iran Connection in GCC Crisis. Anadolu Agency (AA), 20 June 2017. Diakases dari (URL : https://w. tr/en/analysis-news/demystifying-qatar-iran connection-in-gcc-crisis/845650 ) pada 21 September 2020. Basn lan Kurumu. ErdoanAodan 4 ylke liderine Katar telefonu [Erdogan calls four leaders regarding the Qatar crisi. Diakses dari (URL : https://w. tr/erdogandan-4ulke-liderine-katar-telefonu/). Pada 11 Oktober 2020. BBC News. TurkeyAos Erdogan Decries QatarAos AoInhumaneAo Isolation. Diakses dari (URL : https://w. com/news/world-middleeast40261. Pada 11 Oktober 2020. BBC Tyrkye. Katar Tezkeresi TBMM Genel KuruluAonda kabul edildi [Qatar Resolution adopted in General Assembly of the Turkish Parliamen. Diakses dari (URL : https://w. com/turkce/haberler- turkiye40191. Pada 10 Oktober 2020. Bakir. Demystifying Qatar-Iran Connection in GCC Crisis. Anadolu Agency (AA). Diakses dari (URL: https://w. tr/en/analysisnews/demystifying-qatar-iran-connection-in-gcc-crisis/845. Pada 10 Oktober 2020. Davutoglu. Vision 2023: TurkeyAos Foreign Policy Objectives. Speech at the Turkey Investor Conference. TurkeyAos Ministry of Foreign Affairs. Diakses dari (URL : http://w. tr/speech-entitled-_vision2023_-turkey_s-foreign-policy-objectives-delivered-by-h_e_-ahmetdavutoglu_-minister-of-foreign-af. 10Larrabee,F. ) Pada 10 Oktober 2020. Daily Sabah. Qatar Turkish Supreme Strategic Comittee to hold its first meeting on Tuesday. Diakses dari (URL : https://w. com/business/2015/12/01/qatar-turkishsupreme-strategic-committee-to-hold-its-first-meeting-on-tuesda. Pada 10 Oktober 2020. Direktorat Jenderal Investasi dan Operasi Turki. Gelen Yabanci Ziyaretciler Aylara Gore Dagilimi [The monthly distribution of foreign Diakses dari (URL: https://yigm. tr/LEklenti/64995,2019agustos-sinir-bultenixls. xls?0. Pada 10 Oktober 2020. Volume 5. Nomor 2. November 2020 Hani Fatunnisa Kementerian Luar Negeri Turki. Turkey-Qatar Economic and Trade Relations. Diakses dari URL: http://w. tr/turkey_s-commercialand-economic-relations-with-qatar. Pada 09 Oktober 2020. MoFA. TurkeyAos Ministry of Foreign Affairs, 18 December 2016. The Second Session of the Supreme Strategic Committee Between Turkey and Qatar. Diakses dari (URL: http://w. tr/the-second-session-ofthe-supreme-strategic-committee-betweenturkey-and-qatar. Pada tanggal 12 September 2020. NATO. Istanbul Cooperation Initiative (ICI). Diakses dari URL : https://w. int/cps/en/lnatohq/topics_58787. html?) Pada 09 Oktober 2020. Paksoy. Turkish Military in Qatar: Bonds of Mutual Trust. Daily Sabah. Diakses dari (URL: https://w. com/feature/2018/06/13/turkish-military-inqatar-bonds-of-mutual-trus. Pada 09 Oktober 2020. Tempo, dipublikasikan pada 8 Juni 2017. Krisis Timur Tengah : Turki Kirim Pasukan ke Qatar. Diakses dari (URL: https://dunia. co/read/882614/krisis-timur-tengah- turki-kirimpasukan-ke-qata. pada Pada tanggal 12 September 2020. TCCB. Tyrkiye ile Katar Arasnda Vizeler Kaldrld T. Cumhurbakanl. Diakses dari URL: https://w. tr/haberler/410/36170/turkiye-ile-katar-arasinda-vizeler-kaldirildi. Pada 11 Oktober 2020. Trabouls. Qatar Downplays CNN Leaks of Riyadh-Agreement Stating that the Current Crisis Bears AoNo RelationAo. The New Arab. Pada 11 Oktober 2020. Reuters. Saudi Arabia. UAE and Bahrain End Rift with Qatar. Return Ambassadors. Terbit pada 16 November. Diakses dari URL : https://w. com/article/us-gulf-summitambassadors/saudiarabiauae-and-bahrain-end-rift-with-qatar-returnambassadorsidUSKCN0J00Y420141116. Pada 11 Oktober 2020. Rudaw. Turkey and Qatar Conclude Two-day Naval Exercises in Doha. Diakses dari URL: https://w. net/english/middleeast/08082017. Pada 11 Oktober 2020. TRT World. Turkish Food Items Fill Up Empty Shelves in Qatari Stores. Diakses dari (URL : https://w. com/mea/turkish-food-itemsreplace-gulf-imports-in-blockaded-qatar-37. Pada 12 Oktober 2020. Wintour. Gulf plunged into diplomatic crisis as countries cut ties with Qatar. Diakses dari (URL: https://w. com/world/2017/jun/05/saudi-arabia-andbahrainbreak-diplomatic-ties-with-qatar-over-terroris. Pada tanggal 12 September 2020. Volume 5. Nomor 2. November 2020