TELEKONTRAN. VOL. NO. APRIL 2021 DOI : 10. 34010/telekontran. TELEKONTRAN. VOL. NO. APRIL 2021 p-ISSN : 2303 Ae 2901 e-ISSN : 2654 Ae 7384 Rancang Bangun Tempat Sampah dengan Sistem Memilah Jenis Sampah Basah. Kering dan Logam Menggunakan Atmega328P Trash Bin Design with a Sorting System for Wet. Dry and Metal Waste Using ATmega32P Hendre Setio Nugroho*. Muhammad Aria Program Studi Teknik Elektro. Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Komputer Indonesia Jl. Dipati ukur No 112. Bandung Email : hendresetio67@gmail. Abstrak Ae Sampah tentunya menjadi masalah pada kehidupan setiap hari, dari jenis sampah yang berbeda, volume sampah yang sangat bervariasi hingga permasalahan sampah masih sering dibarkan menumpuk pada tempat sampah sehingga dapat menimbulkan penyakit tertentu ketika sampah dibiarkan menumpuk. Tujuan dari penelitian ini adalah agar jenis sampah yang dibuang tidak menyatu dalam satu tempat sampah lagi dan sampah tidak lagi dibiarkan menumpuk ketika tempat sampah sudah penuh. Penelitian kali ini akan menggunakan ATmega328P sebagai pengatur dalam keseluruhan proses kerja alat, magnet elektromagnetik sementara untuk memilah sampah logam sedangkan sensor touch digunakan sebagai pemilah sampah basah atau kering. Magnet elektromagnetik sementara yang digunakan mampu mengangkat beban sampah logam seberat maksimal 1,9kg, sedangkan sensor touch yang digunakan pada penelitian ini dapat memilah sampah basah atau sampah kering karena sensor touch memiliki output analog. Output analog dari sampah basah berada pada range 2. 5 Ae 209 dan untuk output analog sampah kering berada pada range 210 Ae 224. Conveyor pada penelitian kali ini berfungsi sebagai tempat menjatuhkan sampah dan menghantarkan sampah pada tempat sampah yang berbeda. Nilai keberhasilan dari keseluruhan sistem yang dibuat pada penelitian kali ini adalah sebesar 79%. Kata kunci : Sensor Touch. Magnet Elektromagnetik. Pemilah Sampah. Conveyor. ATmega328P. Abstract Ae Waste is of course a problem in life everyday, from different types of waste, varying volume of waste to the problem of rubbish being often scattered piled up in the trash so that it can cause certain diseases when waste is allowed to accumulate. The purpose of this study is that the types of waste that are disposed of do not combine in one more trash can and that waste is no longer stacked up when the trash can is full. This study will use the ATmega328P as a controller in the entire work process of the tool, temporary electromagnetic magnet for sorting metal waste while the touch sensor is used for sorting wet or dry waste. The temporary electromagnetic magnets used are capable of lifting metal waste loads up to a maximum of 1. 9 kg, while the touch sensor used in this study can sort wet waste or dry waste because the touch sensor has an analog output. The analog output of wet waste is in the range 2. 5 - 209 and the analog output for dry waste is in the range 210 - 224. The conveyor in this study functions as a place to drop trash and deliver waste to different bins. The success value of the entire system made in this study was 79%. Keywords : Touch Sensor. Electromagnetic Magnet. Waste Sorting. Conveyor. ATmega328P. PENDAHULUAN Sampah merupakan material sisa yang dihasilkan dari kegiatan manusia. Seperti yang diketahui masih banyak masalah sampah yang seakan menjadi hal yang ditakuti oleh masyarakat . Hal ini disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat atau dalam hal membuang sampah pada tempatnya. Sampah yang dibuang tidak pada tempatnya dapat menyebabkan beberapa masalah dalam kehidupan sehari Ae hari contohnya dalam masyarakat dapat menyebabkan banjir saat musim penghujan, kotornya lingkungan, pencemaran air, dan contoh yang buruk karena tidak membuang sampah pada tempatnya untuk masyarakat yang masih membuang sampah dengan sembarangn akan mendapatkan sebuah masalah dalam lingkungannya terutama pencemaran lingkungan, udara yang tercemar, banyaknya nyamuk dan dapat menyebabkan penyakit yang mematikan jika tidak segera ditangani dan disadari oleh masyarakat itu TELEKONTRAN. VOL. NO. APRIL 2021 Saat ini bidang pengelolaan sampah dan daur ulang masih lemah karena belum banyak teknologi tinggi yang diterapkan untuk membantu perbaikan Topik ini penting karena memberikan dampak potensial terhadap kesehatan dan Pengelolaan sampah basah, kering dan logam diperlukan dan relevan untuk mencegah kemungkinan ancaman yang dapat terjadi di masa depan . Perkembangan di zaman era globalisasi dan teknologi dibidang mikrokontroler dan sensor berdampak kepada kehidupan manusia. Banyak sekali lahir berbagai inovasi teknologi baru dan terbarukan yang semuanya ditujukan untuk mempermudah dan membantu aktivitas manusia. Dengan perkembangan teknologi mikrokontroler dan sensor melahirkan alat bantu untuk meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kebersihan lingkungan . Tata kelola sampah yang kurang baik mengeluarkan bau busuk serta dapat menjadi sumber penularan penyakit. Masih kurangnya kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap permasalahan sampah masih menjadi persoalan Kurangnya teknologi informasi pengelolaan sampah oleh petugas kebersihan menyebabkan penanganan sampah menjadi lambat. Informasi tentang kondisi volume tempat sampah dapat membantu mencegah menumpuknya sampah dan penularan penyakit . Agar sampah yang ada tidak menumpuk, maka diperlukan tindakan khusus yaitu mendaur ulang Proses mendaur ulang sampah dilakukan secara berbeda Ae beda sesuai dengan jenisnya. Sampah basah dapat didaur ulang menjadi pupuk kompos maupun bio gas. Sampah kering logam dan nonlogam dapat didaur ulang dengan cara pencetakan kembali meliputi percetakan maupun peleburan kembali tanpa mengurangi kualitas sampah kering tersebut. Proses pemilahan jenis Ae jenis sampah terdiri dari tiga kategori yaitu sampah basah, kering, dan logam. Pemilahan sampah umumnya dilakukan secara manual tetapi cara tersebut kurang efektif, karena akibat dari awamnya pengetahuan masyarakat tidak terkecuali pelajar tentang jenis sampah dan tetap mencampur sampah kedalam satu tempat . Untuk itu maka akan dibutuhkan sebuah alat atau sistem yang dapat memilah sampah secara otomatis dari sampah basah, kering dan logam dengan menggunakan sensor touch dan magnet elektromagnetik sementara untuk memilah sampah secara otomatis. Tujuan dari penelitian kali ini agar dapat memilah jenis sampah dan ketika tempat sampah sudah penuh sampah tidak dibiarkan Penelitian ini juga akan menambahkan sensor untuk mengetahui ketika tempat sampah sudah penuh. Dalam penelitian ini penulis akan menempatkan alat pemilah sampah otomatis ini disebuah rumah dan rumah tersebut tidak lain adalah rumah peneliti. II. METODOLOGI Blok Diagram Pada blok diagram pemilah sampah basah, kering dan logam ini terdapat tiga bagian. Bagian bagian tersebut terdiri dari masukan . dan keluaran . Blok diagram dari pemodelan fungsional pemilah sampah basah, kering dan logam terdapat pada Gambar 1 berikut. Gambar 1. Blok Diagram. Cara Kerja Blok Diagram Dibawah ini adalah cara kerja dari setiap blok yang ada pada blokdiagram diatas : Blok Input Pada Gambar 1 terdapat input dari sensor ultrasonik serta sensor pemilah sampah. Fungsi dari sensor-sensor yang ada dalam blok input adalah untuk mendapatkan nilai informasi data yang nantinya akan diproses pada bagian blok Pada blok input ini kegunaan sensor ultrasonik adalah sebagai pendeteksi sampah yang berada pada tempat sampah agar dapat diketahui tempat sampah sudah penuh atau tidak. Sedangkan untuk sensor touch adalah sebagai pengambil informasi sampah yang dibuang pada corong agar dapat diputuskan oleh sistem kemana sampah akan dibuang, sampah basah atau sampah kering akan ditentukan oleh servo penentu jalan sampah. TELEKONTRAN. VOL. NO. APRIL 2021 Blok Proses Blok proses pada Gambar 1 diatas berfungsi sebagai pemroses data yang diambil oleh blok input yang akan menentukan sebuah keputusan yang diambil nantinya pada blok output. Pada blok proses terdapat ATmega328P sebagai otak dari seluruh alur sistem yang ada. Blok Output Output dari sistem yang diproses pada ATmega328P akan dieksekusi pada blok output. Semua data yang sudah diolah oleh blok proses akan dilanjutkan menuju blok output yang merupakan penentu atau akhir dari sistem yang Pada bagian blok output ini ada komponen LCD, motor DC, dan servo. magnet dalam sistem ini bertujuan untuk memilah sampah logam dan non-logam. Monitoring Liquid Crystal Display (LCD) LCD disini akan digunakan sebagai penampil tulisan sampah basah, kering atau logam yang Dan ketika ada tempat sampah yang sudah terisi penuh oleh sampah LCD juga dapat menampilkan perintah berupa huruf yang mengingatkan untuk membuang isi pada tempat sampah yang penuh menuju pembuangan akhir. Perancangan Motor Servo Peran motor servo pada penelitian kali ini juga tidak kalah penting karena untuk otomatisasi kita membutuhkan motor servo untuk berkerja sebagai mana yang penulis inginkan. Motor servo akan bekerja ketika sudah ada perintah dari mikrokontroller dan sudah diketahui sampah apa yang akan dibuang. Motor servo akan menyesuaikan keadaan sesuai lebar pulsa yang diberikan oleh mikrokontroller. Perancangan Perangkat Keras (Hardwar. Perancangan Motor DC Seperti yang diperlihatkan pada blok diagram diatas ada sebuah motor DC yang pada perancangan kali ini berguna untuk mengantarkan sebuah sampah yang disimpan pada conveyor. Ketika semua data telah di dapat oleh sensor touch motor DC bergerak menuju tempat pembuangan akhir yaitu tempat sampah dan menjatuhkannya kedalam tempat sampah. Perancangan Sensor Pemilah Sampah Untuk sensor pemilah sampah basah, dan sampah kering pada penelitian kali ini akan digunakan sensor touch, output dari sensor touch adalah nilai analog yang nantinya dapat diproses oleh mikrokontroller, output analog yang dihasilkan oleh sensor touch akan dijadikan batas ambang antara sampah basah dan sampah kering agar bisa dibedakan saat pembacaan. Batas ambang ini nantinya akan menjadi penentu sampah apa yang dibuang dan akan menjadi sebuah keputusan sistem untuk menentukan alur apa yang akan diambil oleh sistem selanjutnya. Perancangan Pemilah Sampah Logam Perancangan pemilah sampah logam adalah dengan cara merancang sebuah mekanik yang dapat memutarkan sebuah magnet yang sebelumnya telah dibuat dipenelitian ini. Perancangan magnet itu sendiri adalah dengan menggunakan sebuah logam bulat yang panjangnya 10cm dan diameternya 8mm. Lalu logam yang sudah diukur dililit menggunakan sebuah kawat mail sebanyak 2000 lilitan searah dengan jarum jam dan juga padat. Sehingga ketika lilitan diberi tegangan DC akan menghasilkan sebuah medan elektromagnetik yang mengitari sekitar logam yang dililit dan menghasilkan medan magnet pada ujung dari logam. Penggunaan Diagram Alur Kerja Dalam diagram alur kerja sistem ini cara kerja sistem akan dijelaskan secara singkat dan padat agar lebih mudah dipahami, penulis membuat diagram alur kerja sistem pada Gambar 2 dibawah Gambar 2. Diagram alur kerja. Dari Gambar 2 diagram alur kerja alat yang akan dirancang oleh penulis diawali dari menyimpan sampah pada corong menuju sensor touch agar sampah dinilai oleh sensor dan sistem akan mengetahui sampah apa yang akan diproses, ketika sampah sudah diproses oleh sensor touch lalu perintah menggerakan servo akhir akan ditentukan jalan sampah meuju pembuangan akhir TELEKONTRAN. VOL. NO. APRIL 2021 sampah basah atau sampah kering. Selanjutnya sampah akan berjalan diatas conveyor yang aktif jika sampah adalah sampah logam maka sampah akan langsung tertarik oleh magnet yang selanjutnya akan dibuang pada pembuangan akhir oleh magnet yang bekerja. Jika sampah bukan logam maka sampah akan terus berjalan pada conveyor yang sudah ditentukan arahnya akan kemana pada saat awal sistem mendeteksi sampah oleh sensor touch dan sampah bisa diantarkan menuju pembuangan akhir sampah basah/kering. Keseluruhan Flowchart Adapun keseluruhan flowchart dari pemilah sampah basah, kering dan logam akan ditunjukan pada Gambar 3 dan Gambar 4 yang dapat dilihat dibawah ini. Pada Gambar 3 dan Gambar 4 dapat dilihat keseluruhan flowchart dari sistem alat yang akan dibuat oleh penulis. Dimana sistem dari pemilahan sampah dimulai dari menyimpan sampah yang akan dibuang pada sebuah corong. Dibawah corong akan ada sebuah sensor touch yang dapat mendeteksi sampah basah atau sampah kering yang dibuang oleh pengguna alat. Ketika jenis sampah sudah terdeteksi oleh sensor touch maka servo penentu arah jenis sampah di akhir conveyor akan berubah arah sesuai dengan jenis sampah apa yang dibuang oleh pengguna alat. Selanjutnya sistem penutup corong yang dilengkapi dengan sensor touch akan membuka jalan untuk sampah jatuh menuju belt conveyor. Sebelum conveyor berjalan akan ada sebuah magnet yang akan mendeteksi dan langsung menarik sampah logam yang jatuh pada conveyor. Ketika sampah logam sudah menempel pada magnet maka mekanik sistem magnet akan membuang sampah menuju tempat pembuangan sampah khusus logam dan conveyor akan berjalan mengantarkan sampah non-logam. Ketika sampah jenis non-logam menuju akhir dari pembuangan jika sensor ultrasonik mendeteksi adanya halangan dari jenis sampah non logam maka sistem conveyor akan otomatis mati dan mengulangi cara kerja sistem dari awal kembali. Untuk tempat sampah ketika tempat sampah sudah penuh dan sensor ultrasonik yang disimpan pada tempat sampah mendeteksi bahwa tempat sampah sudah penuh maka sistem akan memberitahu pengguna tempat sampah bawah tempat sampah sudah penuh dengan cara menyalakan buzzer. Gambar 3. Flowchart A Gambar 4. Flowchart B TELEKONTRAN. VOL. NO. APRIL 2021 HASIL DAN PEMBAHASAN Pengujian Sensor Touch Pengujian sensor touch ini bertujuan untuk mengetahui nilai analog yang dihasilkan oleh sensor yang nantinya akan menjadi titik penting untuk pengolahan data jenis sampah kering atau sampah basah yang tentunya akan menentukan cara kerja sistem. Cara menguji sensor touch adalah dengan cara menempelkan sampah basah atau kering menuju plat konduktor untuk mengetahui nilai output analog. Hasil percobaan sensor touch untuk mendeteksi jenis sampah ditunjukan pada Tabel I. Tabel I. Percobaan pembacaan nilai analog sensor touch Nama Sampah Kertas Bungkus Roko Kayu Sampah Solatip Sampah Power Glue Bungkus Power Glue Plastik Sampah Kabel Sampah Tomat Sampah Kangkung Sampah Daun Pepaya Sampah Tempat Timah Sampah Timun Sampah Bengkuang Sampah Tempe Sampah Tempe Sampah Cengek Sampah Lengkuas Sampah Bawang Putih Plastik Bengbeng Sampah Basah Sampah Kering Nilai Analog ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue Plastik Kopi Toracafee Sampah Plastik Filamen Sampah Kulit Jeruk Sampah Jeruk Sampah Onde-Onde Sampah Gorengan Pisang Sampah Kaca Sampah Bungkus Saus Sampah Akrilik Sampah Double Tip ue ue ue ue ue ue ue ue ue ue Berdasarkan hasil percobaan sensor touch yang dilakukan sebanyak 30 kali terhadap jenis sampah basah dan juga sampah kering, maka didapatkan bahwa nilai analog untuk sampah kering adalah 210-222 dan nilai analog untuk sampah basah Nilai analog yang diperoleh berdasarkan pembacaan listrik statis dari objek sampah yang ditempelkan menuju plat konduktor pada sensor touch. Dari percobaan diatas juga didapatkan persentase ketepatan dari pembacaan nilai sampah yang dibandingkan dengan sampah yang seharusnya adalah sekitar 93% ketepatan pembacaan sensor touch pada jenis sampah yang Pengujian Daya Tarik Magnet Pengujian magnet elektromagnetik bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh magnet yang dibuat penulis dapat menjangkau benda logam disekitarnya dengan kekuatan magnet yang Dan juga seberapa berat beban yang mampu diangkat oleh magnet elektromagnetik buatan penulis. Pengujian daya tarik magnet elektromagnetik akan ditampilkan pada Tabel II dibawah akan menunjukan hasil percobaan jarak medan magnet yang dihasilkan magnet. Pengambilan data daya tarik magnet elektromagnetik ini menggunakan volume sampah logam yang sama pada setiap cm, yaitu menggunakan besi kilo 1ons. Pada Tabel 2 diatas dapat disimpulkan bahwa penggunaan magnet elektromagnetik untuk meranik sampah jenis logam maksimal jaraknya adalah 1cm. Gambar 5 TELEKONTRAN. VOL. NO. APRIL 2021 dan Gambar 6 adalah foto pada saat pengujian daya tarik magnet. berat dari kapasitar maksimal daya angkat magnet yang dibuat. Tabel i dibawah adalah hasil pengujian daya angkat magnet elektromagnetik. Tabel II. Daya tarik magnet . Percobaan Tertarik . 0,1 cm 0,2 cm 0,3 cm 0,4 cm 0,5 cm 0,6 cm 0,7 cm 0,8 cm 0,9 cm 1 cm 1,1 cm 1,2 cm 1,3 cm 1,4 cm 1,5 cm 1,6 cm 1,7 cm 1,8 cm 1,9 cm 2 cm Tidak Tertarik Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Gambar 5. Pengujian daya tarik magnet Gambar 6. Pengujian daya tarik magnet maksimal Pengujian Daya Angkat Magnet Pengujian daya angkat magnet ini bertujuan untuk menentukan seberapa kuat magnet elektromagnetik yang dibuat oleh penulis dapat mengangkat sampah logam yang nantinya dibuang sehingga sampah logam yang dibuang tidak lebih Tabel i. Hasil pengujian daya angkat magnet Percobaan . Terangkat Tidak Terangkat Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Dalam pengambilan daya angkat magnet ini dilakukan dengan cara menambah berat dengan menggunakan batu kiloan. Dari Tabel i diatas dapat disimpulkan bahwa kapasitas maksimum magnet untuk mengangkat beban adalah 1,9KG. 1,9KG adalah nilai maksimum yang sama ketika penulis merumuskan gaya magnet yang dimana rumusnya adalah : ya = . cA O y. 2 yuN0 ya/. yci2 )a. Dimana Keterangannya adalah : yuN0= 4yuU10-7 F = Gaya (N) N = Banyaknya lilitan I = Arus . A = Area magnet G = Panjang selisih antara selenoid dan besi Perhitungan untuk rumus diatas adalah sebagai ya = 18,1492 ycA Ie yayaAycI = 4,198 Ie yaya = 1,9yaya Keterangan : Ie : Konversi TELEKONTRAN. VOL. NO. APRIL 2021 Dari rumus hingga percobaan langsung dengan magnet yang dibuat oleh penulis didapatkan rumus dan percobaan menunjukan data yang sinkron dalam rumus kita mendapatkan 1,9KG dan juga dalam percobaan pada Tabel i diatas juga menunjukan maksimal beban yang dapat diangkat oleh magnet adalah 1,9KG. Gambar hasil pengujian daya angkat magnet akan ditunjukan pada Gambar 7. Gambar 8. Gambar fisik mekanik servo tutup corong Gambar 7. Foto hasil pengujian daya angkat magnet Pengujian Motor Servo Tutup Corong Pengujian ini adalah pengujian untuk motor servo yang berada dibawah penutup corong yang fungsinya untuk membuka dan menutup jalur sampah untuk jatuh menuju belt conveyor. Pengujian dilakukan dengan menggunakan program motor servo sederhana untuk memutar derajat pada motor servo pada Arduino UNO Adapun pengujian motor servo akan ditunjukan pada Tabel IV. Tabel IV. Hasil pengujian motor servo pembuka dan penutup corong Sudut(A) Sudut Hasil Pengujian Error Tidak Tidak Tidak Error Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Berdasarkan yang diperlihatkan Tabel IV diatas menunjukan pengujian servo memiliki tingkat keberhasilan yang cukup tinggi yaitu sebesar 89% dengan hanya 1 kali error dalam 9 percobaan yang diinginkan penulis. Maka dari itu penulis dapat simpulkan bahwa motor servo dapat digunakan sebagai mekanik untuk membuka dan menutup corong sampah. Gambar fisik mekanik dari servo penutup corong akan ditampilkan pada Gambar 8. Pengujian Motor Servo Penentu Jalur Sampah Pengujian motor servo kali ini adalah untuk menguji motor servo yang berada dekat akhir dari belt conveyor yang akan menjadi penentu arah dari sampah jenis basah ataupun sampah jenis kering. Pengujian kali ini masih sama dengan yang sebelumnya dengan cara menggunakan program motor servo sederhana pada Arduino UNO untuk menentukan derajat inputan. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui apakah motor servo dapat dijadikan penentu jalur sampah jenis kering atau basah secara otomatis atau tidak. Adapun hasil pengujian motor servo penentu jalur sampah akan ditampilkan pada Tabel V. Dari pengujian motor servo untuk penentu jalan sampah basah atau kering yang diuji 19 kali dengan kelipatan derajat adalah 5A dan didapatkan 18 kali benar dan hanya 1 kali error yaitu pada saat 35A. Maka dari pengujian dari Tabel V diatas dapat disimpulkan bahwa keakuratan motor servo yang digunakan sebagai penentu jalur sampah basah atau kering nilainya adalah sebesar 95%. Dan dari nilai 95% keakuratan servo tersebut dapat disimpulkan bahwa motor servo dapat dijadikan sebagai penentu jalur yang akan dilalui sampah kering atau sampah basah secara otomatis. Pada Gambar 8 menunjukan fisik mekanik dari servo penentu arah jalur sampah. Gambar 8. Motor servo penentu jalur sampah TELEKONTRAN. VOL. NO. APRIL 2021 Tabel V. Hasil pengujian motor servo penentu jalur sampah Sudut(A) Sudut Hasil Pengujian Error Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Error Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Pengujian Servo Penggerak Magnet Pengujian motor servo kali ini adalah pengujian motor servo untuk penggerak magnet yang nantinya magnet akan bekerja ketika degerakan oleh servo menuju dibawah dari corong. Pengujian dilakukan dengan cara yang sama yaitu dengan menggunakan program servo sederhana pada Arduino UNO untuk melakukan input kepada Adapun hasil dari pengujian motor servo penggerak magnet akan ditampilkan pada Tabel VI. Dari hasil pengujian pada Tabel VI diatas dapat dilihat dari 14 kali percobaan yang dilakukan didapatkan 13 kali tidak ada kesalahan dalam derajat motor servo dan 1 kali ada error 2 derajat yang artinya dapat disimpulkan bahwa nilai tingkat keberhasilan motor servo adalah sebesar 92. Dari tingkat keberhasilan itu maka motor servo dapat digunakan sebagai penggerak magnet dalam sistem yang akan dibuat. Gambar 9 adalah gambar fisik dari servo penggerak magnet Gambar 9. Motor servo penggerak magnet Pengujian LCD Pengujian LCD bertujuan untuk mengetahui LCD berjalan dengan baik atau tidak. Gambar 10 adalah gambar hasil baca LCD. Tabel VI. Hasil pengujian motor servo penggerak magnet Sudut(A) Sudut Hasil Pengujian Error Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Error Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Gambar 10. Hasil baca LCD Pada Gambar 10 menunjukan bahwa data yang dikirim oleh ATmega328P diterima dengan baik oleh LCD. Setelah melakukan pemrograman awal maka pengujian LCD dilakukan sebanyak 10 kali untuk mengetahui bahwa LCD itu stabil dan layak dalam penerimaan data. Adapun hasil pengujian LCD terdapat dalam Tabel VII. Dari hasil data Tabel VII dari 10 pengujian yang dituliskan pada program ATmega328P. LCD berfungsi dengan baik dan stabil. Dari sini dapat disimpulkan bahwa LCD dapat digunakan dalam pembuatan sistem dengan harapan dapat menampilkan keterangan yang dihasilkan oleh sensor touch. TELEKONTRAN. VOL. NO. APRIL 2021 Tabel VII. Hasil pengujian LCD Program Hendre Setio N Hendre Setio N Elektro Elektro 16 16 Elektro UNIKOM *bandung* *jawabarat* z Sampah Basah Sampah Kering Tampilan LCD Hendre Setio N Hendre Setio N Elektro Elektro 16 16 Elektro UNIKOM *bandung* *jawabarat* z y Sampah Basah Sampah Basah Tabel Vi. Hasil pengujian keseluruhan sistem Keterangan Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Hasil Pengujian Keseluruhan Sistem Hasil pengujian keseluruhan sistem akan diamati ketika sistem memulai awal dari semua sistem yang ada hingga kondisi akhir sistem yang diharapkan keseluruhan sistem dapat berjalan sesuai rencana penulis dengan baik dan stabil. Adapun hasil pengujian keseluruhan sistem yang dilakukan akan ditunjukan oleh Tabel Vi. Dari Tabel Vi adalah hasil dari uji coba keseluruhan sistem pemilah sampah yang dibaca oleh sensor touch pada awal sistem. Tanda yang kotaknya berwarna hijau artinya adalah keadaan sampah benar terdeteksi oleh sensor, namun kotak yang berwarna merah artinya ada error dalam sistem, error yang disebabkan adalah karena mekanik sensor yang kurang bekerja dengan baik sehingga sampah tidak terdeteki. Untuk keadaan sampah logam adalah sampah tertarik oleh magnet yang berada tepat dibawah corong dan diantarkan langung menuju tempat sampah khusus jenis logam dan dari delapan kali percobaan terdapat 3 Dari Tabel Vi dapat dikategorikan jenis sampah basah dan sampah kering dari masing Ae masing 15 kali percobaan. Sampah basah yang terdeteksi oleh sensor berarti memiliki nilai output analog dari 2. 5 Ae 209 dan sampah kering yang terdeteksi oleh sensor artinya memiliki nilai output analog lebih dari 210-224. Dari data yang ada pada Tabel 4. 9 dapat disimpulkan bahwa sensor touch jika digunakan dalam keseluruhan sistem untuk membaca sampah basah adalah sebesar 66,67% dan untuk membaca sampah kering sensor touch memiliki nilai keberhasilan sebesar 100%. Untuk magnet nilai keberhasilan dari 8 kali percobaan untuk menarik sampah logam yang jatuh pada belt conveyor adalah sebesar 63%. Nama Sampah Sampah jeruk busuk Sampah belimbing Sampah bawang daun Sampah apel busuk Sampah kulit rambutan Sampah dukuh busuk Sampah bengkuang Sampah buah naga Sampah Timun Sampah cengek Sampah onde-onde Sampah kulit jeruk Sampah wortel Sampah batang bawang Sampah tomat Sampah kayu Sampah bungkus rokok Sampah kertas Sampah botol plastik aqua kecil Sampah plastik garuda Sampah tissue Sampah karet sendal Sampah kabel tunggal Sampah puntung rokok Sampah tempat timah Sampah solatip Sampah double tip Sampah bekas Sampah lem tembak Sampah akrilik Sampah Baut dalam Sampah logam mur dalam plastik Sampah batu kilo 1 ons Sampah seng Sampah minuman Sampah kaleng susu Sampah isi hekter Sampah kaleng lem Jenis Sampah Basah Basah Kering Basah Basah Kering Basah Basah Basah Kering Basah Kering Kering Basah Basah Kering Kering Kering Kering Kering Kering Kering Kering Kering Kering Kering Kering Kering Kering Kering Logam Logam Kering Kering Logam Logam Kering Logam TELEKONTRAN. VOL. NO. APRIL 2021 IV. KESIMPULAN Dari hasil pengujian dan analisis dapat disimpulkan bahwa nilai analog dari sensor touch dapat digunakan untuk memilah sampah basah dan sampah kering. Nilai analog dapat membedakan antara sampah kering atau sampah basah yang dibuang tepat diatas sensor, jika sampah basah yang dibuang nilai output analog akan berada diantara nilai 2. 5 sampai dengan nilai 209 dan jika sampah kering yang dibuang nilai output analog akan berada pada nilai 210 hingga 222. Penggunaan magnet juga dapat membedakan antara jenis sampah logam dan non-logam dengan cara menarik sampah logam yang jatuh pada belt conveyor dan membuangnya pada tempat sampah khusus logam. Dari percobaan yang dilakukan kita dapat memilah jenis sampah basah , kering dan logam sehingga sampah tidak akan tercampur pada satu tempat sampah. Pembuatan magnet elektromagnetik pada penelitian kali ini menggunakan kawat mail yang dililitkan kepada batang besi berdiameter 8mm dan panjang 10cm berhasil membuat medan magnet ketika lilitan dialiri tegangan DC. Magnet yang di ujicoba pada keseluruhan sistem berhasil memisahkan sampah logam dari belt conveyor dan membuangnya pada tempat sampah khusus logam. DAFTAR PUSTAKA