ZONA KEDOKTERAN VOL. 15 NO. 2 MEI 2025 KEJADIAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDS) DITINJAU DARI POSISI KERJA PADA PENJAHIT DI PT GARMENT BATAM TAHUN 2024 Rusdani1. Nopri Esmiralda2. Aziz Saputra3 1Fakultas Kedokteran Universitas Batam, rusdani117@gmail. 2Fakultas Kedokteran Universitas Batam, dr. nopri@gmail. 3Fakultas Kedokteran Universitas Batam, 61121016@univbatam. ABSTRACT Background: Musculoskeletal Disorders (MSD. are common health issues that can cause discomfort in joints, muscles, bones, cartilage, ligaments, and nerves. Workers in the textile industry, especially in the convection bussiness, are at high risk of developing MSDs due to less ergonomic working positions. Methods: This research uses quantitative methods with a cross-sectional design to assess the relationship between work position and MSD complaints among tailors at PT Garment Batam in The sampling method used is total sampling, where all 43 tailors at PT Garment Batam are included as research subjects. The chi-square and fisher test will be used for statistical analysis. Results: Based on the results of the fisher test, a p-value of 0. < 0. was obtained. This indicates a significant relationship between work position and musculoskeletal disorder complaints among tailors at PT Garment Batam in 2024. Conclusion:. This research concludes that poor working positions can increase the risk of Musculoskeletal Disorder (MSD) complaints among tailors at PT Garment Batam in 2024. Keywords: Work Posture, complaints of musculoskeletal disorders. Tailors ABSTRAK Latar Belakang: "Musculoskeletal Disorders (MSD. merupakan salah satu masalah kesehatan umum yang dapat menyebabkan keluhan di area sendi, otot, tulang, tulang rawan, ligamen, dan saraf. Pekerja di industri tekstil, terutama dalam usaha konveksi, menghadapi risiko tinggi terpapar MSDs akibat posisi kerja yang kurang ergonomis. Metode: Pada tahun 2024, penjahit di PT Garment Batam melakukan korelasi jabatan dengan laporan MSDs yang mereka terima menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metodologi penelitian crosectional. Peneliti menggunakan teknik pengambilan sampel yang komprehensif dalam penelitian ini, yaitu dengan memilih sampel penelitian dari 43 penjahit yang bekerja di PT Garment Batam. Uji statistik yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah uji Fisher exact. Hasil: Berdasarkan hasil uji fisher exact test, diperoleh nilai p 0,005 . < 0,. Nilai p dari analisis data ini didapatkan nilai 0,005 . < ) sehingga menunjukkan bahwa terdapat Hubungan Antara Posisi Kerja Dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders Pada Penjahit di PT Garment Batam tahun Kesimpulan: Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa posisi kerja yang buruk dapat meningkatkan risiko keluhan Musculoskeletal Disorders (MSD. pada penjahit di PT Garment Batam tahun 2024. Kata Kunci: Posisi Kerja. Keluhan MSDs. Penjahit Universitas Batam Page 166 ZONA KEDOKTERAN VOL. 15 NO. 2 MEI 2025 PENDAHULUAN Ketika muskuloskeletal (MSD. Anda mungkin merasakan nyeri pada otot, tulang, ligamen, sendi, tulang rawan, dan saraf. Rasa tidak nyaman yang dirasakan oleh otot rangka seseorang, yang dapat berkisar dari yang hampir tidak terasa hingga yang sangat parah, secara kolektif dikenal sebagai keluhan (MSD. (Krismayani, 2. Hampir 1,71 miliar orang di seluruh dunia mengalami gangguan menjadikannya salah satu masalah kesehatan global yang paling mendesak (WHO, 2. Menurut RISKESDAS, 7,9% kasus MSD di Indonesia didiagnosis oleh tenaga Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia . , provinsi Aceh . ,3%). Bengkulu . ,5%), dan Bali . ,5%) memiliki insidensi terbesar berdasarkan Berdasarkan data BPJS Kesehatan kota Batam, pada tahun 2020-2023 mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada tahun 2020 terdapat 21. 063 pasien, kemudian pada tahun 2021 terdapat 27. 785 pasien dan pada tahun 2023 terdapat 41. 621 pasien (BPJS Kesehatan, 2. Permasalahan yang Menyebabkan Ketidaknyamanan Muskuloskeletal Peter Vi menyatakan bahwa sejumlah hal dapat menyebabkan masalah muskuloskeletal, termasuk peregangan otot yang berlebihan, melakukan hal yang sama berulang-ulang, tidak berada dalam posisi alami untuk bekerja, penyebab sekunder seperti tekanan dan getaran, iklim mikro, usia, jenis kelamin, merokok, tingkat kebugaran, kekuatan, ukuran tubuh, lama bekerja, dan (Tarwaka, 2. Pekerja di industri tekstil, terutama dalam usaha konveksi. Musculoskeletal Disorders (MSD. Di industri Garment, bagian penjahitan didominasi oleh pekerja perempuan yang memiliki beragam bentuk tubuh dan variasi posisi saat Sikap kerja berisiko tinggi Universitas Batam ditandai dengan sikap kerja punggung . ,43%) atau sikap kerja leher . ,48%), menurut penelitian Devi Krismayani. Tingkat bahaya yang terkait dengan sikap kerja bahu kanan dan kiri tergolong sedang, menurut . %). Menurut Krismayani . , kelompok dengan minggu kerja terpanjang (O40 ja. mencakup 59,52% dari semua minggu kerja. Keluhan bahu, leher, lengan, tangan, jari, punggung, pinggang, dan otot rangka bawah sering terjadi. Posisi tubuh yang tidak ergonomis, gerakan berulang yang monoton, dan penggunaan alat kerja yang Musculoskeletal Disorders (MSD. , yang berakibat fatal bagi kesehatan pekerja. Beberapa muskuloskeletal (MSD. yang paling umum meliputi: leher dan punggung kaku. kaku, atau penurunan fleksibilitas pada bahu. nyeri menusuk di tangan dan kaki. bengkak, dan kaku di pergelangan kaki atau nyeri, baik sendiri atau bersamaan dengan pembengkakan, di pergelangan tangan dan tangan. mati rasa, dingin, sensasi terbakar, atau kelemahan. dan terakhir, kurangnya sensitivitas (Tarwaka, 2. Macam-macam Musculoskeletal Disorders yaitu ada 2 : keluhan sementara (Reversibe. yaitu rasa pegal atau nyeri yang muncul akibat aktivitas fisik atau posisi tubuh tertentu dan keluhan tetap (Persiste. yaitu nyeri yang menetap kemungkinan besar disebabkan oleh cedera peradangan atau penyakit tertentu (Tarwaka. Jenis jenis Musculoskeletal Disorders (MSD. : Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Tendinitis. Bursitis. Tension Neck Syndrome. Trigger Finger,Tennis Elbow. Low Back Pain (Jusman N, 2. Beberapa faktor dapat menyebabkan peregangan otot yang berlebihan, yang umum terjadi pada pekerja yang pekerjaannya melibatkan mengangkat beban berat, mendorong, menarik, atau memegang benda. dan gerakan berulang, seperti mencangkul. Page 167 ZONA KEDOKTERAN VOL. 15 NO. 2 MEI 2025 membelah kayu, atau mengangkat beban, yang membuat otot terusmenerus tegang tanpa henti. Nyeri otot dapat terjadi karenanya. Keluhan otot rangka dapat disebabkan oleh sejumlah Salah satunya adalah berada dalam posisi yang tidak wajar saat terangkat, punggung bungkuk, atau kepala terangkat. Faktor lainnya termasuk tekanan, getaran, iklim mikro, dan penyebab gabungan, yang berarti bahwa risiko keluhan otot rangka meningkat ketika pekerja terpapar Misalnya, konstruksi yang mengangkat beban di bawah terik matahari dalam jangka waktu lama . -50 jam per mingg. berisiko lebih tinggi terkena penyakit akibat kerja akibat kebiasaan kerja yang tidak banyak bergerak (Tarwaka, 2. Saat bekerja dengan kontainer yang tidak stabil atau tidak terduga, metode REBAAialat analisis posisiAisangat sensitif terhadap tugas yang memerlukan perubahan posisi secara tiba-tiba. Sumber yang dikutip adalah Tarwaka . Saat mengevaluasi tingkat penyakit atau cedera otot rangka, teknik Nordic Body Map (NBM) digunakan. Sementara metode OWAS. RULA, dan REBA digunakan untuk menilai Posisi kerja, menentukan tingkat risiko, dan melakukan tindakan perbaikan tanpa memperhitungkan tingkat keparahan atau keluhan pekerja. METODE PENELITIAN Pada tahun 2024, penjahit di PT Garment Batam mengkorelasikan posisi pekerjaan mereka dengan laporan MSD mereka menggunakan pendekatan penelitian cross-sectional. Peneliti di PT Garment Batam menggunakan teknik pengambilan sampel lengkap untuk memilih 43 penjahit dari seluruh staf sebagai bagian dari penelitian. Uji statistik yang akan digunakan dalam Universitas Batam penelitian ini adalah uji eksak Fisher. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisi Univariat Distribusi Frekuensi Posisi Kerja Tabel 1. Posisi Kerja Frekuensi Persentase Karakteristik (%) Sangat Rendah 18,6% Rendah 58,1% 16,3% Sedang 4,7% Tinggi 2,3% Sangat Tinggi Total Berdasarkan Tabel 1 dapat dilihat bahwa dari 43 responden yang menjadi sample penelitian didapatkan hasil penelitian menunjukkan responden penelitian yang memiliki posisi tubuh dengan kategori sangat rendah (Tidak ada Tindakan yang diperluka. yaitu sebanyak 8 . ,6%), kategori rendah (Mungkin diperlukan tindaka. yaitu sebanyak 25 . ,1%), kategori sedang . iperlukan tindaka. yaitu sebanyak 7 . ,3%), kategori tinggi . iperlukan tindakan seger. yaitu sebanyak 2 . ,7%) dan kategori sangat tinggi . iperlukan tindakan sesegera mungki. yaitu sebanyak 1 . ,3%). Penelitian ini sejalan dengan studi Tiyas Desinta . , yang mengungkapkan bahwa sikap tidak alami yang sering dilakukan adalah posisi lengan yang terlalu rendah saat menyetrika. Nyeri pada lengan dan tangan mungkin disebabkan oleh postur ini karena lengan tidak sejajar dengan dada dan siku tidak membentuk sudut 90A. Meskipun demikian, hanya 4% pekerja yang melaporkan ketidaknyamanan ringan pada tangan kanan selama penilaian palpasi ini mungkin karena beban kerja sangat rendah selama Baik berdiri . % dari wakt. atau duduk . % dari wakt. , satu kaki biasanya menopang beban saat bekerja. Akibatnya, tekanan pada setiap kaki tidak merata, dan ketidaknyamanannya berbeda. Dua ketidaknyamanan pada kedua betis selama penilaian palpasi. dua persen mengalami Page 168 ZONA KEDOKTERAN VOL. 15 NO. 2 MEI 2025 nyeri ringan pada satu kaki dan empat persen pada kaki lainnya. Lebih lanjut, ketidaknyamanan leher bagian atas, 2% nyeri kaki kiri, dan 4% nyeri kaki Lebih lanjut, 2% karyawan melaporkan ketidaknyamanan leher bagian atas, 2% melaporkan nyeri di tengkuk, dan 1% melaporkan tidak ada Praktik menundukkan kepala berulang kali ke belakang di bawah sinar matahari menyebabkan penyakit ini. Ketika Anda menyetrika dalam posisi yang sama selama lebih dari lima belas menit, otot-otot Anda menegang dan tidak terlalu rileks (Desinta, 2. Distribusi Frekuensi MusculoskeleTal Disorders Tabel 2. Keluhan Musculosekeletal Disorders Karakteristik Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi Total Dalam penelitian ini, . ,8%) . ungkin memerlukan tindakan di kemudian har. berdasarkan hasil pengukuran keluhan gangguan muskuloskeletal menggunakan Nordic Body Map. Penelitian penelitian yang dilakukan oleh Rovanaya Nurhayuning Jalajuwita pada tahun 2015, yang menunjukkan bahwa sebagian besar . ,5%) muskuloskeletal dengan tingkat risiko sedang, 25% pekerja memiliki keluhan dengan tingkat risiko rendah, 9,4% dengan tingkat risiko tinggi, dan 3,1% pekerja menghadapi keluhan muskuloskeletal dengan tingkat risiko sangat tinggi (Rovanaya Nurhayuning Jalajuwita. Frekuensi Persentase (%) 11,6% 69,8% 16,3% 2,3% Berdasarkan pada tabel 2 diperoleh hasil ukur keluhan muskuloskeletal disorder menggunakan Nordic Body Map pada Penjahit PT Garment Batam didapatkan sebanyak 5 penjahit dengan persentase . ,6%) musculoskeletal rendah, 30 penjahit dengan persentase . ,8%) memiliki keluhan muskuloskeletal sedang, 7 penjahit dengan persentase . ,3%) memiliki keluhan muskuloskeletal tinggi, dan 1 penjahit dengan persentase . ,3%) memiliki keluhan muskuloskeletal yang sangat tinggi. Pengukuran keluhan penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Nordic Body Map, di mana responden diminta untuk mengisi 28 poin terkait keluhan pada bagian Universitas Batam Page 169 ZONA KEDOKTERAN VOL. 15 NO. 2 MEI 2025 Analisis Bivariat Tabel 3. Hubungan Antara Posisi Kerja Dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders Keluhan MuskuloSkeletal Disorders Rendah Sedang Tinggi Sangat Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat tinggi Total Posisi Kerja P- Value Total . Dari tabel 3 di atas, terdapat beberapa kolom yang kosong berdasarkan hasil pengumpulan data dari kusionoer yang di isi oleh responden kemudian di olah menggunakan bantuan Sehingga terdapat expected count . ilai ekpektas. yang kurang dari 5 (<. , maka dilakukan penggabungan sel, adapun penggabungan selnya adalah untuk posisi kerja sangat rendah/rendah/sedang dan tinggi/sangat tinggi. Kemudian pada sel keluhan muskuloskeletal disorders keluhan rendah/sedang dan keluhan tinggi/sangat tinggi. Tabel 4 Krostabulasi Antara Posisi Kerja dan Keluhan Muskuloskeletal Disorders yang digabung PValue Keluhan Muskuloskeletas Disorders Rendah/Sedang Posisi Kerja Sangat Rendah /Rendah/Sedang Tinggi/Sangat Tinggi Total Tinggi/Sangat Tinggi Total . Berdasarkan tabel 4. 4 di atas dapat diketahui posisi kerja yang beresiko sangat rendah, rendah, dansedang dengan keluhan rendah atau keluhan sedang pada muskuloskeletal disorders didapatkan sebanyak 35 dengan persentase . 5%) dan pada posisi kerja beresiko sangat rendah, rendah, dan sedang dengan keluhan tinggi atau keluhan sangat tinggi sebanyak 5 dengan persentase . 5%). Kemudian pada posisi kerja beresiko tinggi dan sangat tinggi dengan keluhan tinggi atau keluhan sangat tinggi sebanyak 3 dengan persentase . %). Universitas Batam Page 170 ZONA KEDOKTERAN VOL. 15 NO. 2 MEI 2025 Analisis statistik kami menggunakan uji exact Fisher menghasilkan nilai (P-Value 0,. , yang menunjukkan bahwa penjahit di PT Garment Batam pada tahun 2024 melaporkan korelasi antara posisi pekerjaan Salah satu hal yang menentukan seberapa efektif suatu pekerjaan adalah Kinerja kemungkinan besar akan berada pada kondisi terbaiknya ketika ia mengadopsi postur yang ergonomis. Risiko kelelahan operator meningkat, namun, jika tidak ada stasiun kerja yang ergonomis (Sulaiman et , 2. Ketika orang bekerja dengan cara yang tidak wajar, tubuh mereka bergeser keluar dari posisi normal. Ini mungkin bermanifestasi sebagai halhal seperti punggung bungkuk, kepala terangkat, atau tangan terangkat. Penyebab paling umum dari hal ini kemampuan pekerja dan sifat tugas, instrumen yang mereka gunakan, dan stasiun kerja mereka (Tarwaka, 2. Keluhan otot rangka cenderung meningkat ketika lokasi anatomi relatif terhadap pusat gravitasi menyimpang. Ketika keterampilan pekerja tidak sesuai dengan pekerjaan, hal itu dapat menyebabkan postur yang tidak wajar (Budiman, 2. Keluhan otot rangka cenderung meningkat ketika lokasi anatomi relatif terhadap pusat gravitasi Ketika keterampilan pekerja tidak sesuai dengan pekerjaan, hal itu dapat menyebabkan postur yang tidak wajar (Budiman, 2. Chintia . menemukan hasil yang serupa dengan penelitian ini. Menurut penelitiannya, terdapat korelasi antara ditunjukkan oleh hasil uji Chi-Square . = 0,004 (<0,. Penelitian lain yang mendukung penelitian ini adalah penelitian Cindyastira . tentang hal ini, yang menemukan adanya korelasi antara intensitas getaran Universitas Batam dengan masalah muskuloskeletal. Hasil uji statistic menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara postur kerja dengan keluhan tersebut . -value 0,015 <0,. Posisi tubuh yang secara signifikan menyimpang dari posisi normal saat bekerja dapat menyebabkan stres mekanik, sementara posisi tubuh yang alami dapat mengurangi stres mekanik dan menurunkan keluhan Penelitian ini bertentangan dengan hasil penelitian Netasya yang menemukan bahwa frekuensi keluhan MSDs pada pekerja laundry tidak berhubungan dengan status pekerjaannya. Otot yang lemah merupakan akibat umum dari bekerja dengan postur yang tidak tepat. Misalnya, menurut Netasya . , sejumlah masalah ketidaknyamanan punggung bawah dan leher, umum terjadi pada pekerja yang menghabiskan waktu lama membungkuk atau memiringkan kepala ke atas. KESIMPULAN Diketahui distribusi frekuensi posisi kerja dengan kategori sangat rendah sebanyak 8 . ,6%) kategori rendah 25 . ,1%) kategori sedang sebanyak 7 . ,3%), kategori tinggi yaitu sebanyak 2 . ,7%) dan kategori sangat tinggi yaitu sebanyak 1 . ,3%). Diketahui distribusi frekuensi keluhan musculoskeletal disorders dengan resiko rendah yaitu sebanyak 5 . ,6%), resiko sedang yaitu sebanyak 30 . ,8%), resiko tinggi yaitu sebanyak 7 . ,3%) dan resiko sangat tinggi yaitu sebanyak 1 . Berdasarkan hasil uji korelasi fisher exact test diperoleh nilai p 0,005 . < 0,. Nilai p dari analisis data ini didapatkan nilai 0,005 . < ) sehingga Hubungan Antara Posisi Kerja Dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders Pada Penjahit di PT Garment Batam Page 171 ZONA KEDOKTERAN VOL. 15 NO. 2 MEI 2025 SARAN Diharapkan dari hasil yang didapatkan semoga bisa memberikan informasi yang bermanfaat dan berguna untuk masyarakat dan semua yang bekerja semoga penjahit, untuk mengetahui posisi kerja dan keluhan Musculoskeletal Disorders. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis ini mengucapkan terima kasih kepada kepala PT Garment atas kesempatan dan meluangkan waktu untuk membantu dan memberikan izin kepada saya untuk penelitian di PT ini sehingga penelitian ini terselesaikan dengan tepat waktu. DAFTAR PUSTAKA