Hymnos Jurnal Teologi dan Keagamaan Kristen Volume 1 No. : 61-75 e-ISSN 3109-2586 DOI: https://doi. org/x A Reynhard Ohoitimur. Andris Kiamani, 2024 Diajukan: 04 November 2024 Direvisi: 30 Desember 2024 Diterima: 31 Desember 2024 PENDAYAGUNAAN ORANG PERCAYA MENURUT POLA TELADAN MUSA DAN YESUS: ROLE MODEL PERTUMBUHAN GEREJA KEMAH INJIL INDONESIA JEMAAT ELROI SORONG Reynhard Ohoitimur 1*. Andris Kiamani 2* Gereja Kemah Injil Indonesia Elroi Sorong1. Gereja Alkitab Anugerah Sobol2 reynhardohoitimur824@gmail. andriskiamani@yahoo. Abstract: Church growth is one of the indicators of church health. Finding a church that is not growing indicates that there is something unhealthy in the church. This was found at the Kemah Injil Indonesia Jemaat Elroi Sorong Church. Based on initial observations, one of the obstacles to church growth is the leadership of the pastor who does not involve and utilize church members in service. This research was conducted to answer the question of how the utilization of believers according to the pattern of Moses and Jesus Role model. The method used is literature study research to support the researcher's analysis. This study found that Moses and Jesus are leaders who can be role models in utilizing believers with indicators, searching/selecting, training/teaching, placing/sending. Keywords: Pattern. Empowerment. Moses. Jesus Abstrak: Pertumbuhan gereja merupakan satu diantara indikator kesehatan gereja. Ditemukan gereja yang tidak bertumbuh mengindikasikan bahwa ada yang kurang sehat dalam gereja tersebut. Hal ini dijumpai pada Gereja Kemah Injil Indonesia Jemaat Elroi Sorong. Berdasarkan observasi yang dilakukan, salah satu penghambat pertumbuhan gereja adalah kepemimipian gembala yang tidak melibatkan serta mendayagunakan anggota gereja dalam pelayanan. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan bagaimana pendayagunaan orang percaya menurut pola teladan Musa dan Yesus sebagai Role model pertumbuhan gereja. Metode yang digunakan adalah penelitian studi pustaka untuk mendukung analisis peneliti. Penelitian ini menemukan bahwa Musa dan Yesus adalah pemimpin yang dapat menjadi teladan dalam mendayagunakan orang percaya dengan indikator, mencari/memilih, melatih/mengajar, penempatan/mengutus. Kata-kata kunci: Pola. Pendayagunaan. Musa. Yesus Copyright 2024 by author. Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat - Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Ambon Pendahuluan Pemberdayaan atau eksploitasi anggota gereja sangat terkait dengan pertumbuhan Pola pemberdayaan yang baik dan tepat akan mendukung perkembangan gereja yang Penggunaan dan pengaktifan anggota jemaat dalam pertumbuhan gereja berpengaruh pada pertumbuhan baik dari segi jumlah . maupun kualitas . Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yang dimaksud dengan pendayagunaan adalah Aupengusahaan agar mampu mendatangkan hasil dan manfaat, pengusahaan agar mampu menjalankan tugas dengan baik. 1 Pendayagunaan berasal dari kata Audaya dan gunaAy. Daya berarti kekuatan , tenaga, pengaruh, akal, jalan cara iktiar untuk sesuatu. 2 Guna berarti Aufaedah, manfaat, perbuatan . sesuatu yang memberi pengaruh . endatangkan perubahan art. , kebaikan, sifat yang baik. Ay3 Sedangkan yang dimaksud oleh penulis dengan pendayagunaan dalam artikel ini adalah : Aumemfungsikan, memakai, atau menggunakan anggota jemaat yang Oleh sebab itu betapa penting gereja Tuhan, dan para pemimpin gereja untuk melibatkan anggota jemaat dalam pelayanan gereja Tuhan. Rasul Petrus berkata. AuDan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembagunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada AllahAy . Petrus 2:. 4 Adalah kehendak Allah bahwa setiap orang yang percaya kepada Kristus perlu difungsikan atau dipakai untuk membangun tubuh Kristus sesuai dengan kemampuan . masing-masing anggota-Nya . Korintus 12:. Jelas disini bahwa adalah kehendak Allah untuk semua orang percaya yang adalah ciptaan-Nya terlibat dan dipakai dalam pekerjaan pelayanan gereja Tuhan. Dikarenakan Tuhan Allah telah memperlengkapi setiap umat atau jemaat Tuhan dengan karunia. Yakob Tomatala berpendapat sebagai berikut. Auuntuk melaksanakan penatalayanan gereja. Kristus telah melengkapi gereja dengan karunia-karunia untuk melaksanakan penatalayanan Allah di dalam dan melalui gerejaAy5 Pernyataan Melvin Hodges dan Ralph Williams mengatakan AuJemaat telah dilengkapi oleh Allah dengan kemampuan yang perlu dan karunia-karunia yang menyanggupkan untuk bertumbuh. Ay6 Dengan demikian maka dapat dikatakan bahwa di dalam gereja-Nya. Allah telah memperlengkapi gereja atau jemaat dengan karunia-karunia untuk melaksanakan tugas pelayanan, sehingga di dalam dan melalui gerejaNya mengalami pertumbuhan gereja. Christian Schwartz menekankan gereja yang sehat dan bertumbuh adalah gereja yang dipimpin oleh seorang gembala yang memperlengkapi jemaatnya, serta bekerja sama dengan jemaat yang digembalakan dan menjadi team work yang kuat, serta sadar bahwa keberhasilan tidak bisa dicapai seorang diri tetapi membutuhkan orang Departemen Pendidikan Nasional. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi 3. (Jakarta: Balai Pustaka, 2. Poerwadarminta. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 1. , 233. Ibid, 332. Lembaga Alkitab Indonesia. Alkitab Terjemahan Baru (Jakarta: LAI, 2. Sumarauw Johny Made Astika. AuAnalisis Pendayagunaan Karunia-Karunia Roh Terhadap Pertumbuhan Jemaat Gereja Pamtekosta Di Indonesiaa Elshaday Makassar,Ay Jurnal Jafray Makassar Volume 13, . : 56. Ibid,56. 7 Senada dengan pernyataan ini Jhon C Maxwell mengatakan bahwa siapapun di dunia ini tidak mungkin melakukan sesuatu yang benar-benar bernilai dengan sendirian saja. Oleh sebab itu memperlengkapi jemaat adalah merupakan tugas utama dari pemimpin yang berhasil. Sehingga gereja harus melibatkan atau mendayagunakan anggota jemaat atau orang percaya dalam pelayanan gereja Tuhan, sehingga anggota gereja menjadi aktif dan mempergunakan karunia-karunia rohani yang sudah Tuhan berikan. Dengan demikian gereja dapat bertumbuh dengan baik. Yoseph Christian Thomassoyan dan Jermia Djadi dalam penelitian yang telah di lakukan mengenai AuKepemimpinan Yesus Kristus Menurut Injil Sinoptik Dan Relevansinya Terhadap Kepemimpinan Rohani Masa KiniAy penelitian tersebut berfokus pada pola kepemimpinan dan keteladanan Yesus Kristus dimana pemimpin harus berfokus pada kuasa Allah, dan pemimpin harus mampu memilih murid, melengkapi murid, dan menggerakkan orang serta mendelegasikan tugas dan mengevaluasi tugas. 9 Ribkah Femmih Tamibaha. Steven Tommy Dakeles Umboh meneliti tentang AuPola Kepemimpinan Yesus dan Impilkasinya Bagi Kepemimpinan Gereja Masa KiniAy dimana keduanya berfokus kepada tema kepemimpinan gereja yang kokoh serta kuat mampu membawa anggota dan organisasinya ke puncak apabila memiliki pemimpin yang beretika kuat dan santun. Ay Ini dimulai dengan pemimpin yang mendelegasikan tugas, memberi pelatihan, mengabdi dan memberi dukungan moril dan 10 Penuliti yang lain seperti Johanes Sembiring yang berfokus pada Implementasi Pola Pemuridan Yesus Menurut Injil Matius. 11 Lebih lanjut Bastian Salabai, juga melakukan penelitian dari kitab Keluaran dengan konsentrasi Pola Kadernisasi Dalam Kepemimpinan Musa terhadap Kepemimpinan Kristen Masa Kini. Dari berbagai penelitian yang ada, terlihat adanya kesenjangan dalam pemberdayaan anggota jemaat di gereja. Yakob Tomatala mengatakan bahwa Kristus telah memberi karunia untuk melayani, sementara Melvin Hodges dan Ralph Williams menekankan bahwa jemaat telah diperlengkapi dengan kemampuan untuk tumbuh. Namun, tantangan dalam penerapan pemberdayaan ini masih ada. Christian Schwartz menyoroti pentingnya pemimpin yang memperlengkapi jemaat dan bekerja sama, serta Jhon C. Maxwell menambahkan bahwa pencapaian yang berarti memerlukan dukungan orang lain. Penelitian sebelumnya lebih fokus pada karakteristik pemimpin, namun kurang membahas strategi konkret untuk Immanuel Munthe. AuGereja Yang Sehat: Penatalayanan Gereja Yang Profesional,Ay https://scholar. com/scholar?hl=id&as_sdt=0,5&q=Gereja Yang sehat penatalayanan gereja yang pr ofesional&btnG= Volume 1, . : 13. Ibid,13. Thomassoyan Christian Yoseph. Djadi Jermia. AuKepemimpinan Yesus Kristus Menurut Injil Sinoptik Dan Relevansinya Terhadap Kepemimpinan Rohani Masa Kini,Ay Jurnal jaffray, 2011 - ojs. : 60-85. Tamibaha femmy Ribkah Umboh Dalekes Tommy Steven. AuPola Kepemimpinan Yesus Dan Implikasinya Bagi Kepemimpinan Gereja Masa Kini,Ay Euanggelion: Jurnal Teologi Dan Pendidikan 4 Nomor 1 . : 12Ae23. Sembiring Johanes. AuImplementasi Pola Pemuridan Yesus Menurut Injil Matius,Ay Teologi Pentakosta 2 No 2 Jan . : 113Ae126. Bastian Salabai M. Th. AuPola Kadernisasi Dalam Kepemimpinan Musa Terhadap Kepemimpinan Kristen Masa Kini,Ay https://scholar. com/scholar?hl=id&as_sdt=0,5&q=bastian Salabai&btnG= . memberdayakan jemaat secara praktis. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menemukan cara agar anggota jemaat dapat berpartisipasi aktif dalam pelayanan gereja. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengatasi kesenjangan ini dengan fokus pada strategi implementasi yang konkret, sehingga gereja tidak hanya memiliki pemimpin yang baik, tetapi juga mampu memberdayakan jemaat secara efektif untuk mencapai pertumbuhan yang Dalam penelitian ini, penulis mengkaji pola pemberdayaan orang percaya berdasarkan teladan Musa dan Yesus sebagai model pertumbuhan gereja di Kemah Injil Indonesia. Jemaat Elroi Sorong. Artikel ini menemukan bahwa ada pola yang sama antara Musa dan Yesus yang dapat dijadikan contoh dalam memberdayakan orang percaya, dengan indikator seperti mencari atau memilih, melatih atau mengajar, serta penempatan atau pengutusan. Metode Artikel ini menggunakan metode kualitatif, dengan menggunakan studi pustaka. Menurut David Eko Setiawan, metode studi pustaka merupakan serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca, mencatat serta mengelola bahan penelitian. Ay13 Senada dengan Patrecia Hutagalung, studi kepustakaan merupakan studi pengumpulan data-data berupa dokumen-dokumen yang ada di perpustakaan. 14 Untuk membantu proses penelitian artikel ini, peneliti melakukan studi pustaka terhadap berbagai sumber pustaka berupa Kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI), buku-buku dan jurnal-jurnal Temuan dan Pembahasan Berbicara tentang pola pendayagunaan, peneliti menemukan banyak bukti-bukti yang menjelaskan bahwa Perjanjian Lama mendayagunakan umat Allah, baik laki-laki maupun Bukan karena mereka umat pilihan-Nya, melainkan juga karena mereka beriman dan menyerahkan diri untuk melayani Tuhan sesuai dengan kemampuan masing-masing. Itulah sebabnya ditemukan nama-nama seperti. Abraham. Isak dan Yakub yang merupakan bapabapa leluhur umat pilihan Allah. Allah memakai Yusuf untuk mengangkat nama bangsanya, bahkan telah menjadi orang kedua dalam pemerintahan Firaun . ejadian 41:42,. Musa sebagai pimpinan rohani umat Israel, ia menuntun umat Israel keluar dari tanah Mesir (Keluaran 3:10, 13: 17-. Yosua sebagai regenarasi dari Musa, berhasil dalam memimpin umat Israel masuk ke tanah kanaan (Yosua 1:1-10, 13:1-. Terdapat juga tokoh lain seperti Gideon seorang hakim yang sukses dan pahlawan yang gagah berani, menjadi pemimpin bangsa Israel untuk mengalahkan bangsa Midian (Hakim- Hakim 6:12, 8:4-. 15 Nehemia, seorang yang David Eko Setiawan Yulianingsih Dwiati. AuSignifikasi Salib Bagi Kehidupan Manusia Dalam Teologi Paulus,Ay https://core. uk/download/pdf/270200456. pdf Volume 2 N . : 229. Patrecia Hutagalung. AuPemuridan Sebagai Manndat Misi Menurut Matius 28:18-20,Ay https://w. id/index. php/pengarah/article/view/22 2 No 1 . : 3. Andris Kiamani et al. AuAnalisa Narasi Yehovah Shalom Dalam Repetisi Perkataan Tuhan Kepada Gideon Berdasarkan Hakim-Hakim 11-24Ay . 156Ae174, https://ojs. id/index. php/diegesis/article/view/438/194. pekerjaannya sebagai seorang juru minuman raja, telah dipakai oleh Tuhan untuk membangun kembali tembok Yerusalem yang sudah runtuh (Nehemia 2:1, 6:. Tentunya masih banyak kaum pria yang telah didayagunakan dan dipakai oleh Allah sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Demikian juga halnya dengan kaum wanita yang berperan aktif dalam pelayanan umat Allah, seperti. Debora yang menjadi hakim wanita di Israel pada masa pemerintahan Theokrasi (Hakim-Hakim 4:1-. Rut wanita Moab, yang adalah bangsa kafir telah menjadi alat yang dipakai Allah untuk melahirkan Obed ayah Isai, ayah Daud. Juga melalui garis keturunan Daud Kristus lahir (Rut 4:17. Matius 1:5,. Akhirnya ditemukan pula Ester yang telah menjadi alat Tuhan untuk menyalamatkan umat Tuhan dari rencana pemusnahan Ahasyweros (Ester 5:1-. Pada prinsipnya. Allah menciptakan manusia bukanlah tanpa tujuan, melainkan dengan tujuan yang mulia (Kejadian 1:. Allah menciptakan manusia dengan tujuan supaya manusia berkuasa atas bumi. Itu berarti manusia diberi tanggung jawab sebagai kawan sekerja Allah. Dengan demikian manusia mampu melaksanakan tugasnya. Sebab Allah menciptakan manusia lebih dari segala ciptaan-Nya yang lain, yaitu segambar dengan Allah (Kejadian 1:. Demikian juga ketika Allah memanggil Abraham. Ishak. Yakub, serta pemimpin umat Israel lainnya, dengan tujuan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa (Kejadian 12:1-9,21:1-7, 25:19-34 dan 41:37-. Dari penjelasan diatas, maka dapatlah dikatakan bahwa yang menjadi pemerkasa pertama dalam mendayagunakan umat Allah adalah Allah sendiri. Dialah yang menjadi pendayaguna yang Agung. Oleh karena itu. Allah berkehendak memberdayakan manusia. Bila seorang pemimpin bekerja sama dengan orang yang dipimpinnya. Inilah yang menjadi kunci keberhasilan para pemimpin umat Israel dalam Perjanjian Lama. Dengan hal tersebut peneliti mengangkat pola pendayagunaan dalam Perjanjian Lama yang telah dilakukan oleh Musa, karena Musa sangat menonjol sebagai pemimpin yang berhasil mendayagunakan umat Allah di dalam pelayanannya. Peneliti tidak bermaksud mengesampinkan para pemimpin yang lain, melainkan tokoh ini dapat menjadi contoh yang ideal. Pola Pendayagunaan Menurut Musa Dalam masa kepemimpinan Musa, cukup banyak umat Allah yang telah didayagunakan untuk bekerja sama dalam mengemban tugasnya. Seperti terlihat dalam Keluaran 3:15-18. Tuhan menunjukkan kepada Musa, supaya tua-tua Israel dipakai sebagai pendukung Musa dalam tugasnya. Bilangan 2:14-17, 24-30, memberikan laporan tentang tua-tua Israel yang diangkat oleh Musa. Demikian juga dengan Harun saudaranya, seorang yang cakap berbicara, dia menjadi juru bicara Musa kepada bangsa Isarel (Keluaran 4:10-. Atas anjuran Yitro mertua Musa. Musa mulai mendayagunakan umatAllah, seperti kaum pria dan tua-tua Israel serta Harus bertugas sebagai jurus bicaranya. Ia memilih orang-orang tersebut secara selektif yaitu orang-orang yang dapat dipercaya untuk tugas yang mulia, menjadi hakim atas saudarasaudaranya. Yitro memisahkan dengan jelas kepada Musa sebagai berikut : AuKau carilah dari seluruh agsa itu orang-orang yang cakap dan pengajaran suap, tempatkanlah mereka diantara bangsa itu menjadi pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang dan pemimpin sepuluh orang. Ay (Keluaran 18:. 16 Inilah pola pendayagunaan yang dilakukan oleh Musa pada waktu iamemimpin bangsa Israel keluar dari Mesir. Kebenaran ini merupakan pola dasar pendelegasian tugas seorang pemimpin kepada orang yang Juga mengandung makna pendayagunaan untuk mempercayakan tugas-tugas kepemimpinan kepada orang lain. Siapa sebenarnya orang-orang yang dipilih oleh Musa tersebut? Apakah mereka terdiri dari semua laki-laki atau semua wanita? ataukah terdiri dari laki- laki dan wanita? tidak begitu jelas. Juga tidak ada keterangan tentang apa jabatan mereka Namun yang jelas bahwa Musa memberikan tanggung jawab kepada umat Israel yang dipimpinnya, supaya mereka berdayaguna bagi kepentingan umat itu sendiri. Orang-orang yang didayagunakan itu adalah orang-orang yang takut akan Tuhan serta dipercaya dan Berkenaan dengan pendelegasian tugas dan kecakapan seseorang. Poeswadarminta mengartikan demikian: AuPertama, sanggup . elakaukan sesuat. , mampu, kedua, pandai, mahir. ketiga, ada kemampuan dan kepandaian untuk melakukan sesuatu pekerjaan. 17 Berdasarkan pengertian diatas, maka dapatlah dikatakan bahwa orangorang yang dipilih oleh Musa, adalah orang-orang yang memiliki kemampuan dan ketrampilan khusus untuk melakukan tugas kepemimpinan tersebut. Lebih dari pada itu, disebutkan mereka yang takut akan Allah, artinya orang-orang yang taat kepada Allah dalam hidup mereka. Bagaimana caranya atau bagaimana pola pendayagunaan potensi umat Tuhan yang dilakukan oleh Musa, yang dapat dilihat dalam Keluaran 18:13-27, dapat ditemukan pola pendayagunaan Musa sebagai berikut: Pertama. Mencari Orang Yang Tepat. Dalam kitab Keluaran menjelaskan bagaimana Musa bertindak. AuDi samping itu kau carilah dari seluruh bangsa itu orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya dan yang benci kepaday (Keluaran 18:. 18 Hal tersebut berarti memerlukan usaha. Musa tidak tinggal menunggu di tempat atau hanya berdoa saja, tetapi ia berdoa dan berusaha. Dalam kitab Ulangan 1:9-18, dengan jelas mengatakan AuMusa mengambil kepala-kepala suku orang Israel. Ay Hal itu terlihat jelas bahwa usahanya tersebut tidaklah sia-sia. Berkaitan dengan pemilihan orang yang tepat guna untuk bekerja. Peter Wongso menjelaskan AuPekerjaan yang baik memerlukan pekerja yang baik pula, dan hasil kerja yang dicapai tergantung pada pekerja yang bagaimana yang dipakai. Oleh sebab itu dalam pekerjaan apapun tenaga-tenaga yang baik selalu memegang peranan pentingAy19 Selain itu, seperti yang dikatakan oleh Hergyana Saras Ningtyas dan Sriyati dalam tulisannya bahwa proses kepemimpinan tidak luput dari mencari dan melatih tanggung jawab orang yang sedang Lembaga Alkitab Indonesia. Alkitab Terjemahan Baru. Poerwadarminta. Kamus Besar Bahasa Indonesia, 179. Lembaga Alkitab Indonesia. Alkitab Terjemahan Baru. Peter Wongso. Tugas Gereja Dan Misi Masa Kini, (Surabaya: Yakin, 1. , 45. dipimpin atau bahkan pemimpin tersebut. 20 Pendapat tersebut senada dengan apa yang disampaikan oleh Kartini Kartono yang dikutip oleh Poluan Alvonce Dalekes Steven Tommy. Setiawan Tjutjun dalam penelitian AuAnalisis Kritis Tentang Manajemen Dan Kepemimpinan Musa Berdasarkan Keluaran 18:1-27,Ay mendiskripsikan bahwa ada tiga teori tentang kemunculan seorang pemimpin, yaitu : . Teori genetis yang berpendapat bahwa seorang pemimpin itu tidak dibuat, tetapi dilahirkan dengan talenta-talenta tertentu untuk menjadi . Teori sosial, bahwa seorang pemimpin harus dipersiapkan, dibentuk dan dididik. Teori Ekologis, bahwa pemimpin yang sukses adalah seseorang lahir dengan talenta kepemimpinan dan kemudian mendapat persiapan serta mendapat pembinaan untuk menjadi seorang pemimpin yang bersesuaian dengan kondisi lingkungan atau ekologisnya. 21 Dengan demikian jelas bahwa pekerjaan yang baik membutuhkan seorang pekerja yang baik pula, dan proses pemelihan seorang pekerja ini tidak lepas dari pengaruh kepemimpinan seorang pemimpin yang dapat melahirkan pemimpin yang baru. Efraim Da Costa dan Dewi Permatasari menulis bahwa penting bagi Musa dalam menentukan pemimpin yang memenuhi kehendak Allah. Yang tidak didasarkan pada kemampuan fisik atau kemampuan manusia, tetapi pada kehendak Allah. Dalam proses pendayagunaan dan pendelegasiannya. Musa dipandu oleh tiga standar khusus, yaitu: . Pribadi yang cakap serta menghormati Allah, . pribadi yang dipercaya, tanpa cacat, dan . tempat dan otoritas sesuai kapasitas kepemimpinan mereka. 22 Bastian Salabai juga menegaskan bahwa keberhasilan seorang pemimpin diukur dari kemampuannya mengkader orang lain yang memiliki kualifikasi kepemimpinan untuk menggantikan posisinya. Sebaliknya, seorang pemimpin dianggap gagal jika selama masa kepemimpinannya ia tidak mempersiapkan pengganti yang mampu melanjutkan peran tersebut. "23 Odaligo Lase menyampaikan pandangan serupa bahwa salah satu ciri utama seorang pemimpin adalah mempersiapkan generasi penerus untuk melanjutkan kepemimpinan. Saat masa jabatan berakhir, mereka memberi kesempatan kepada orang lain untuk memimpin dengan terlebih dahulu mencari individu yang tepat dan merencanakan kesinambungan kepemimpinan di masa depan. 24 Dengan demikian pemilihan penerus kepemimpinan tidak hanya berorientasi pada kemampuan pemimpin dan skil dari pribadi yang akan meneruskan pelayanan tetapi lebih penting adalah memilih seseorang berdasarkan kehendak Allah. Kehendak Allah harus diatas Sriyati dan Ningtyas Hergama Saras. AuRefleksi Pemimpin Yang Memberdayakan Berdasarkan Keluaran 1:18-24,Ay file:///C:/Users/USER/Downloads/58-263-1-PB. pdf 6 No 1 Jun . : 28. Poluan Alvonce Dalekes Steven Tommy, aSetiawan Tjutjun. AuAnalisis Kritis Tentang Manajemen Dan Kepemimpinan Mus Berdasarkan Keluaran 18:1-27,Ay http://stthami. id/ojs/index. php/hami/article/viewFile/57/38 4 No 2 . : 136. Efraim Da Costa. Ayu Dewi Permatasari. AuPentingnya Penerapan Manajemen Dan Kepemimpinan Rohani Musa Di Keluaran 18:1-27 Dalam Kepemimpinan Gereja Masa Kini,Ay file:///C:/Users/USER/Downloads/58-255-1PB. pdf 4 No 2 . : 125. Bastian M. Th. Salabai. AuPola Kadernisasi Dalam Kepemimpinan Musa Terhadap Kepemimpinan Kristen Masa Kini,Ay https://scholar. com/scholar?hl=id&as_sdt=0,5&q=bastian Salabai&btnG= . Lase Odaligo STh. Karakteristik Kepemimpinan Musa Dalam Kitab Pentateukh, ed. Faisal S. Pertama. (Bandung: Kalam Hidup, 2. , 106-107. segala-galanya sebab tanpa penyertaan Allah dan kuasa-Nya segala sesuatu akan gagal. Kedua. Musa Melatih Mereka. AuKemudian haruslah engkau mengajar kepada mereka ketetapan- ketetapan dan keputusan-keputusan dan memberitahukan kepada mereka jalan yang harus dijalani dan pekerjaan yang mereka harus lakukanAy (Keluaran 18:. 25 Dalam manajemen dan kepemimpinan Kristen, penting untuk memberikan pelatihan terlebih dahulu sebelum memberikan tanggung jawab kepada seseorang. Ini berarti individu tersebut harus diajarkan atau dilatih mengenai tugas yang akan dijalankan. Prinsip ini berlaku secara umum, baik di pemerintahan maupun dalam pelayanan gereja. Sebelum seseorang ditempatkan di posisi tertentu, ia perlu mengikuti pelatihan atau serangkaian pengujian untuk membantu mereka memahami tanggung jawabnya, apa yang harus dan tidak perlu dilakukan. Dengan demikian, mereka dapat mengevaluasi apakah tujuan yang diharapkan tercapai. Prinsip ini juga memungkinkan individu menghubungkan berbagai tugas secara terkoordinasi, menghindari tumpang tindih, dan menjalankan tanggung jawabnya dengan baik dan penuh integritas. Dalam manajemen dan kepemimpinan Kristen, pelatihan sebelum penugasan sangat penting agar individu memahami tugas dan tanggung jawabnya. Pelatihan ini membantu mereka mengevaluasi pencapaian tujuan, mengelola tugas secara terkoordinasi, serta menghindari tumpang tindih, sehingga dapat menjalankan peran dengan baik dan penuh integritas. Ketiga. Penempatan Yang Tepat. Dalam kitab Keluaran dengan jelas berkata : AuTempatkanlah mereka di antara bangsa itu menjadi pemimpin seribu orang, dan seratus orang, pemimpin lima puluh orang, dan pemimpin sepuluh orangAy (Keluaran 18:21. Menempatkan seseorang sesuai dengan kemampuannya adalah hal yang sangat penting dan sangat menentuhkan keefektifan dalam menjalankan tugasnya. 27 Sehubungan dengan hal ini. Efraim Da Costa dan Dewi Permatasari menyatakan bahwa Musa diperintahkan untuk membagi otoritas dan kewenangan dari orangorang yang telah dipilih untuk dididik, dilatih, dan dipersiapkan. Pembagian tugas yang berbeda dan berjenjang ini menunjukkan tingkat kemampuannya masing-masing untuk mengambil bagian dalam proses regenerasi. Sebagai seorang pemimpin. Musa diharuskan untuk menilai dan menetapkan aturan yang tepat dan benar agar kepemimpinan yang dia bentuk akan kuat untuk menopang pelayanannya. Ia harus sadar akan kapasitasnya dan menggunakan hikmat Tuhan untuk mengatur tugas, tanggung jawab, dan otoritas yang diberikan kepada setiap orang yang dipilihnya. 28 Musa memilih dan menempatkan seseorang setelah mempertimbangkan Lembaga Alkitab Indonesia. Alkitab Terjemahan Baru. Octavianus. Manajemen Dan Kepemimpinan Menurut Wahyu Allah, 29. Petrus Octavianus. Manajemen Dan Kepemimpinan Menurut Wahyu Allah (Malang: Gandum Mas, 1. Efraim Da Costa. Permatasari. Ayu Dewi. AuPentingnya Penerapan Manajemen Dan Kepemimpinan Rohani Musa Di Keluaran 18:1-27 Dalam Kepemimpinan Gereja Masa Kini, 127Ay apakah mereka sesuai untuk tugas yang diberikan. Ada yang mampu memimpin seribu orang, sementara yang lain lebih cocok memimpin seratus, lima puluh, atau sepuluh orang. Penempatan ini disesuaikan dengan kemampuan setiap individu. Pola Pendayagunaan Menurut Yesus Kristus Dalam Perjanjian Baru juga memberikan perhatian besar bagi pendayagunaan umat Allah. Hal ini dapat terlihat dari banyaknya catatan dan laporan yang menyatakan bahwa ada begitu banyak umat Allah yang didayagunakan dalam pelayanan. Baik itu dari keempat Injil. Kitab Kisah Para Rasul, dan surat-surat kiriman rasul Paulus kepada jemaat-jemaat, juga kepada pribadi-pribadi. Demikian juga dalam surat-surat umum seperti Ibrani. Yakobus. I dan II petrus. Yudas dan I-i Yohanes. Semua kitab-kitab ini menunjukkan bahwa banyak umat Allah yang telah dipakai bagi pelayanan Allah di bumi ini. Fokus utama pembahasan ini bukan pada jumlah umat Allah yang telah diberdayakan, tetapi pada pola pemberdayaan umat Allah menurut Perjanjian Baru. Oleh karena itu, artikel ini meneliti pola pemberdayaan yang dilakukan oleh Yesus sebagai tolok ukur yang dapat diterapkan di Jemaat Elroi Sorong. Dalam menjalankan misi-Nya. Yesus melibatkan umat Allah untuk menyebarkan Injil. Ia memilih dua belas murid, yang semuanya pria dan berasal dari latar belakang sederhana: Petrus dan Andreas. Yakobus dan Yohanes adalah nelayan. Filipus dan Natanael (Bartolomeu. adalah petani (Yohanes 1:. Thomas dan Matius adalah pemungut Yakobus anak Alfeus. Tadius. Simon orang Zelot, dan Yudas Iskariot. Sebelum mengutus mereka. Yesus terlebih dahulu membekali para murid. Pertama. Yesus Memilih Murid-Murid-Nya Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata memilih berarti Aumenentukan apa yang disukai, mencari atau memisah-misahkan mana baik dan menunjuk . rang atau calo. dengan suaranya. Ay29 Memilih berarti menentukan, membedakan, menunjuk, dan mengidentifikasi yang terbaik. Yesus memanggil murid-murid-Nya untuk memenuhi kebutuhan orang-orang yang dilayani pada masa itu. Dalam Yohanes 4:35. Alkitab menggambarkan Yesus melihat ladang Tuhan yang luas dan siap untuk dituai. Robert E. Coleman menyatakan bahwa "Tujuan utama pemilihan murid ini adalah menciptakan pelayan-pelayan yang akan melanjutkan pekerjaan Tuhan di dunia. " Visi besar dari rencana Yesus adalah memilih orangorang yang bisa bersaksi tentang-Nya dan meneruskan pekerjaan-Nya setelah Ia kembali kepada Bapa. Ay30 Henry C. Thiessen menyatakan bahwa "pemilihan" adalah tindakan ilahi yang menunjukkan kedaulatan penuh Allah, di mana Allah memilih orang-orang yang telah Ia ketahui sejak semula. Pemilihan ini bukan sekadar pilihan acak, tetapi panggilan positif dan khusus yang mengundang mereka untuk menerima keselamatan. Thiessen menekankan bahwa pemilihan ini mencerminkan rencana Allah yang telah ditetapkan, di mana setiap individu yang Kamus Besar Bahasa Indonesia, 872. Thomas soyan Christian Yoseph Djadi Jermia. AuKepemimpinan Yesus Kristus Menurut Injil Sinoptik Dan Relevansinya Terhadap Kepemimpinan Rohani Masa Kini,Ay Jurnal jaffray, 2011 - ojs. : 70. dipilih diberi kesempatan untuk menjawab panggilan keselamatan melalui iman dan penerimaan anugerah Allah. 31 Le Roy Eims menjelaskan bahwa setelah Yesus berdoa dan memilih secara cermat orang-orang yang akan menjadi murid-Nya, proses pembinaan pun Yesus kemudian melatih mereka secara langsung melalui keterlibatan dalam 32 Hal penting menurut Le Roy ialah memilih, melatih serta melibatkan melalui pengalaman langsung dalam pelayanan. Dengan demikian, jelas bahwa dunia yang luas ini memerlukan banyak pekerja. Tuhan Yesus sendiri menyadari banyak potensi yang bisa digunakan-Nya untuk menyebarkan pesan pertobatan. Walter A. Hendriksen menyatakan, "Ketika Yesus melihat Petrus. Ia tidak melihatnya seperti apa adanya, tetapi seperti apa yang akan menjadi dirinya di masa depan. " Yesus mampu melihat potensi luar biasa dalam diri Ay33 Tuhan Yesus melihat murid-murid yang dipanggil-Nya jauh sebelumnya, untuk menjadi alat-Nya. Kedua. Yesus Mengajar Murid-Murid-Nya Dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, pengajaran . sangat penting. Doni Heryanto menjelaskan bahwa ada banyak referensi kata pengajaran dalam Alkitab. Menunjukkan bahwa pengajaran adalah tindakan yang sangat penting karena Allah membuat umat-Nya mengetahui firman-Nya dan memimpin ke dalam kebenaran melalui pengajaran. Konteks Pembacaan ini menjelaskan bahwa walaupun murid-murid memiliki potensi yang besar, namun mereka tidaklah mungkin dapat bekerja sebaik yang diharapkan, jikalau tidak diperlengkapi dengan pengetahuan untuk melakukan tugas pelayanan dan juga kuasa untuk Yesus berkeliling di seluruh Galilea. Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadah dan memberitakan injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu (Matius 4:. Meskipun tidak ada penyebutan langsung bahwa Tuhan Yesus mengajar murid-muridNya yang pertama. Namun, jika kita memperhatikan ayat-ayat sebelumnya . , jelas terlihat bahwa Yesus mengarahkan mereka untuk mengikuti-Nya. AuA ikutlah Aku . Lalu mereka mengikuti Dia . :20, . Di sini terlihat teladan Yesus sebagai Guru Agung dalam Yesus tidak sekedar berteori atau mengajarkan berbagai hal yang abstrak dan tidak dapat dijangkau, tetapi Dia selalu secara langsung mengajar mereka bagaimana berkhotbah dan mengajar. Dengan demikian mereka diperlengkapi sebelum mereka diutus untuk pertama kalinya, dan dengan perlengkapan itu memampukan mereka untuk melaksanakan tugas yang sedang menanti mereka. M Price mengatakan bahwa "mengajar adalah pekerjaan Yesus yang utama, dimana Ia menjadikan pengajaran sebagai alat utama untuk mengantar orang kepada penebusan dosa. Dan Yesus mengajar dengan kecakapan yang sempurna serta memperhatikan Henry Thiessen. Teologi Sistimatika (Bandung: Kalam Hidup, 1. , 32. Le Roy Eims. Pemuridan Dan Seni Yang Hilang (Bandung: Lembaga Literatur Baptis, 1. , 24. Walter A Hendriksen. Murid-Murid Dibuat Bukan Dilahirkan (Bandung: Kalam Hidup, 1. , 10. Dr. Heryanto Doni. Gembala Yang Mengajar Mengembangkan Pelayanan Pengajaran Yang Efektif Untuk Kedewasaan Rohani Jemaat, 5th ed. (Yogyakarta: Andi, n. ), 1. metode mengajar yang leluasa dan efektif. "35 Berkenaan dengan Yesus sebagai Guru Agung. Sidjabat. Ed. D, mengatakan bahwa AuIa datang untuk memperkenalkan Allah dan mendemonstrasikan teladan hidup yang unik. Ia mengajar melalui perbuatan dan perkataan serta tanda-tanda dan kuasa. Ay36 Meski demikian, menurut Jermia. Yesus membentuk dua belas murid-Nya menjadi pemimpin yang kuat dan saksi utama iman Kristen. Keberhasilan mereka mencerminkan kekuatan transformasi yang dimiliki Tuhan Yesus. Ia memberikan banyak pelajaran melalui teladan-Nya. Namun, para murid yang mengikuti Yesus terkadang tidak melaksanakan kehendak-Nya (Matius 17:21. Lukas 22:. Meskipun begitu, hal ini tidak membuat Yesus gentar. Ia terus mengajar, menasihati, dan, yang terpenting, mendoakan mereka dengan penuh kasih. 37 Sejalan dengan pernyataan tersebut. Daniel Nuhamara menjelaskan bahwa "pelaksanaan pembinaan rohani bagi jemaat dapat berjalan dengan baik jika tugas yang diberikan sesuai dengan ajaran Alkitab. Selain itu, penting untuk membangun karakter jemaat dengan meningkatkan nilai-nilai kehidupan melalui pendidikan, baik secara formal maupun informal. Ay38 Jelas bahwa untuk membangun sebuah pelayanan yang sukses, diperlukan seorang pemimpin yang mampu memberikan teladan, berperan sebagai guru, dan mengajar dengan otoritas, wibawa, serta kuasa. Selain itu, pemimpin juga berfungsi sebagai mentor yang dapat memberikan pengaruh positif dan menjadi contoh bagi murid-muridnya. Ketiga. Yesus Mengutus Murid-Murid-Nya Pengutusan merupakan aspek yang sangat penting dalam pelayanan Kristen. Ini adalah inti dari pelayanan gereja Tuhan saat ini, karena melalui pengutusan, gereja dapat menyebarkan Injil Kristus. Pengutusan para murid adalah tujuan akhir dari metode pembentukan Pengutusan juga merupakan tahap akhir dari pola pemberdayaan Yesus Kristus dalam kitab-kitab Injil. Yakob Tomatala menjelaskan bahwa istilah "Misi" (Missio. berasal dari bahasa Latin "missio," yang diambil dari kata dasar "mittere," berhubungan dengan "missum," yang berarti "mengirim" atau "pengutusan. " Dalam bahasa Yunani, padanannya adalah "apostello," yang berarti mengirim secara umum, tetapi lebih khusus mengandung arti mengirim dengan otoritas. Dalam konteks ini, mereka yang diutus melakukannya dengan kuasa dari pengirim untuk mencapai tujuan tertentu. 39 Lebih lanjut. Eko Putranto menegaskan bahwa istilah misi atau pengutusan dalam bahasa Yunani berasal dari kata "evangelion," yang juga merujuk pada Injil, dengan makna Kabar Baik. ,40 Dengan demikian misi adalah inisiatif Allah sendiri dimana Allah adalah sumber, landasan dari misi. Oleh karena itu dapat dilihat bagaimana Tuhan Yesus hadir sebagai representasi sorga di dalam dunia ini. Ia memulai M . Price. Yesus Guru Agung (Bandung: LBB, 1. , 10-17. S Ed. Sidjabat. Mengajar Secara Profesional. Mewujudkan Visi Guru (Bandung: Kalam Hidup, 2. Djadi Jermia. AuKepemimpinan Yesus Kristus Menurut Injil Sinoptik Dan Relevansinya Terhadap Kepemimpinan Rohani Masa Kini. Ay Nurhama Danile. AuPengutamaan Dimensi Karakter Dalam Pendidikan Agama Kristen,Ay file:///C:/Users/USER/Downloads/278-1434-1-PB. pdf 16 No 1 . , 93. Tomatala Yakob. Penginjilan Masa Kini. Jilid 1. (Malang: Gandum Mas, 2. , 16. Putranto Bambang Eko. Misi Kristen Menjangkau Jiwa Menyelamatkan Dunia (Yogyakarta: ANDI, 2. ,3. pelayanan-Nya dan mempersiapkan pekerja yang akan meneruskan pelayanan-Nya nanti setelah Ia kembali kepada Bapa di Sorga. Ia memulai dari memilih, melatih atau mengajar mereka dan mengutus. Gunawan Hartono menyatakan bahwa "tujuan dari kepemimpinan adalah untuk memotivasi, mengerahkan, memperlengkapi, dan mengarahkan orang yang dipimpinnya untuk mencapai visi yang diyakini bersama. " Ini adalah komentar yang dibuat oleh Gunawan Hartono tentang mengutus. Oleh karena itu, kepemimpinan yang baik tidak bertanggung jawab atas Dengan kepemimpinan yang baik, orang dapat diberi tugas yang sesuai dengan kemampuan mereka. Oleh karena itu, kepemimpinan adalah seni memperlengkapi dan membebaskan orang lain untuk mencapai tujuan bersama untuk meningkatkan kehidupan. Jika seorang pemimpin tidak menerima pelatihan atau instruksi, mereka bukanlah pemimpin yang mereka bahkan mungkin bukanlah pemimpin seumur hidup. 41 Hal serupa ditegaskan oleh Octavianus, yang menyatakan bahwa kesuksesan seorang pemimpin rohani tidak diukur dari banyaknya tindakan yang dilakukan, melainkan dari kepribadian dan kehidupan rohaninya yang menjadi teladan serta mampu mendorong orang lain untuk mengikuti jejaknya. Ay42 Sejalan dengan pernyataan tersebut. Miron Rush menyatakan bahwa dalam melibatkan anggota jemaat atau orang percaya dalam pelayanan pengutusan atau misi, "salah satu peran utama pemimpin yang sukses adalah menunjukkan teladan yang baik, melatih, melibatkan, dan mendorong orang-orang yang dipimpinnya untuk melakukan pekerjaan serupa, bahkan lebih baik. Ay43 Dari pernyataan di atas, penulis menyimpulkan bahwa gereja yang berkembang adalah gereja yang memiliki pemimpin-pemimpin rohani yang bersedia membuka diri dan melibatkan anggota jemaat atau orang percaya dalam pelayanan gereja. Karena mustahil bagi seorang pemimpin untuk mencapai hasil yang signifikan tanpa dukungan dari jemaat atau orang percaya. Implikasi Terhadap Pertumbuhan Gereja Masa Kini Melalui pola pemberdayaan dalam Perjanjian Lama, terutama melalui contoh-contoh seperti Musa, dan membandingkannya dengan pola pemberdayaan dalam Perjanjian Baru, khususnya melalui contoh-contoh dari Yesus, kita dapat melihat bahwa pemberdayaan merupakan prinsip penting dalam pertumbuhan gereja. Dalam kedua Perjanjian. Musa dan Yesus memilih, melatih, dan mengutus individu untuk melayani Tuhan dan menyebarkan kabar Hal ini menunjukkan bahwa pemberdayaan adalah strategi yang efektif untuk memobilisasi orang-orang agar berpartisipasi aktif dalam gereja. Berikut adalah implikasi dari artikel ini terhadap peran model pertumbuhan gereja: Pertama: Mencari atau Memilih orang yang tepat, peneliti menggarisbawahi pentingnya pemilihan orang yang tepat untuk melayani. Seperti Musa dan juga Yesus memilih orang-orang yang cakap dan takut akan Tuhan, gereja juga harus memilih pemimpin dan pekerja gereja yang Hartono Gunawan MMP. STh. The Servan King. Kepemimpinan Ala Yesus Paradigma Baru, ed. Rosalana Viva Br. Sitepu Selviya Manuputy (Jawa Timur. Sidoarjo: Elijah. Sidoarjo, 2. , 158-159. Petrus Octavianus. Peran Dan Pemikiran (Malang. Jawa Timur: Depertemen Literatur YPPII, 1. , 261. Rush Myron. Pemimpin Baru (Jakarta: Yayasan PeKabaran Injil, 1. , 23. memiliki kemampuan dan integritas yang sesuai dengan tugas mereka. Ini membantu menjaga efektivitas pelayanan gereja. Kedua: Melatih atau Mengajar. Musa dan Yesus memberikan contoh pentingnya pelatihan dan pengajaran dalam pendayagunaan. Orang-orang yang dipilih untuk melayani perlu dilatih dan diajar agar dapat menjalankan tugas mereka dengan baik. Gereja harus menyediakan program pelatihan dan pengajaran yang mendukung pertumbuhan dan pelayanan anggota jemaat. Ketiga: Menempatkan atau Mengutus, menunjukkan bahwa pengutusan adalah langkah akhir dari pendayagunaan. Pengutusan anggota gereja untuk melayani dalam pelayanan gereja adalah esensial untuk pertumbuhan gereja. Gereja harus memberikan kesempatan kepada anggotanya untuk berpartisipasi dan memberitakan kabar baik kepada dunia. Artikel ini memberikan implikasi yang mendalam tentang pentingnya pendayagunaan dalam pertumbuhan gereja. Pemilihan orang yang tepat, pelatihan atau pengajaran. Melalui tiga pola atau prinsip yang diterapkan oleh Musa dan Yesus terlihat adanya pola yang sama. POLA PENDAYAGUNAAN YANG DILAKUKAN OLEH MUSA DAN TUHAN YESUS Pola Pendayagunaan Musa Mencari Orang Yang Tepat Melatih Mereka Penempatan Yang Tepat Pola Pendayagunaan Yesus Memilih Murid Mengajar Murid-Murid Mengutus Mereka Kesimpulan Artikel ini memberikan kesimpulan terhadap "Pendayagunaan Orang Percaya Munurut Pola Teladan Musa dan Yesus Role Model Pertumbuhan Gereja Kemah Injil Indonesia Jemaat Elroi Sorong", pendayagunaan tersebut dilakukan dengan pola, mencari/memilih, melatih/mengajar, penempatan/mengutus. Yang harus dilakukan sebagai gaya hidup gereja dalam pelayanan. Penelitian selanjutnya dapat melibatkan studi lebih lanjut tentang implementasi pendayagunaan dalam gereja-gereja modern. Fokus penelitian dapat difokuskan pada efektivitas strategi pendayagunaan dalam memobilisasi anggota gereja untuk berpartisipasi aktif dalam pelayanan. Selain itu, penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi faktorfaktor yang mempengaruhi keberhasilan pendayagunaan, seperti dukungan dari pemimpin gereja dan kualitas program pelatihan yang disediakan. Daftar Pustaka