Prosiding Seminar Nasional Peternakan. Kelautan, dan Perikanan I (Semnas PKP I) AuOptimalisasi Peran Sektor Peternakan. Kelautan, dan Perikanan dalam Mendukung Kemajuan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dan Menyongsong Indonesia Emas 2045Ay Kehadiran Penyu Lekang (Lepidochelys olivace. dan Kegiatan Penangkaran Penyu di Pesisir Pantai Barane oleh Komunitas Konservasi Penyu (Presence of The Ridley Olive Sea Turtle (Lepidochelys olivace. and Sea Turtle Conservation Activities on Barane Beach by The Sea Turtle Conservation Communit. Hasria1,3. Nurjirana2*. Muhammad Ridwan Alimuddin4 Program Studi Akuakultur. Fakultas Peternakan dan Perikanan. Universitas Sulawesi Barat Pusat Penelitian Biosistematika dan Evolusi. Badan Riset dan Inovasi Nasional Komunitas Barane Lestari Komunitas Bahari Mandar *Corresponding author: nurjirana@gmail. ABSTRACT The olive ridley sea turtle (Lepydochelis olivace. is one of six sea turtle species found in Indonesian waters. This sea turtle species is small compared to other sea turtle species that are often encountered. As one of the protected marine biota, the intense presence of olive ridley turtles laying eggs on the coast of Barane Beach is an indicator of an ideal habitat preference for the process of incubating eggs until they hatch into This study aims to report the intensity of the presence of olive ridley turtles nesting in Barane Beach. Majene Regency. West Sulawesi and the activities carried out by the local community in securing the nesting site to avoid poaching of turtle eggs. Data collection in this study used observation, documentation and descriptive analysis techniques. Sea turtle conservation activities have been carried out since 2018 until now by the Barane Lestari Community which cares about the survival of protected marine Data collected from these activities recorded 2408 eggs that were successfully secured, of which 232 eggs were eggs secured from other locations, and 767 hatchlings that have been released to the sea. The hatchling release process also involved various groups from the community, government, academics, students and other communities in West Sulawesi. Keywords: Turtle conservation. Barane beach. West Sulawesi ABSTRAK Penyu lekang (Lepydochelis olivace. merupakan salah satu dari enam jenis penyu yang ditemukan di perairan Indonesia. Jenis penyu ini termasuk jenis penyu yang berukuran kecil dibandingkan jenis penyu lainnya yang sering dijumpai. Sebagai salah satu biota laut yang dilindungi, kehadiran penyu lekang yang cukup intens bertelur di pesisir pantai barane menjadi salah satu indikator adanya preferensi habitat yang ideal untuk proses pengeraman telur hingga menetas menjadi tukik. Penelitian ini bertujuan untuk melaporkan intensitas kehadiran penyu lekang yang bertelur di pesisir pantai barane. Kabupaten Majene. Sulawesi Barat dan kegiatan yang dilakukan oleh komunitas masyarakat setempat dalam mengamankan lokasi peneluran untuk menghindari perburuan telur penyu. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, dokumentasi dan analisis deskriptif. Kegiatan konservasi penyu dilakukan sejak tahun 2018 hingga saat ini oleh Komunitas Barane Lestari yang peduli dengan kelangsungan hidup biota laut yang dilindungi. Data yang dikumpulkan dari kegiatan tersebut tercatat sebanyak 2408 butir telur yang berhasil diamankan, dimana 232 butir telur merupakan telur yang diamankan dari lokasi lain, dan sebanyak 767 ekor tukik yang telah dilepaskan ke laut. Proses pelepasan tukik turut melibatkan berbagai kalangan baik dari masyarakat, pemerintah setempat, akademisi, mahasiswa, pelajar dan komunitas lainnya yang ada di Sulawesi Barat. Kata Kunci: Konservasi penyu. Pantai barane. Sulawesi Barat AProsiding Seminar Nasional PKP I 2024 e-ISSN: 3090-305X Hasria et al. | Seminar Nasional PKP I . : 142 Ae 146 Pendahuluan Indonesia merupakan lokasi potensial sebagai tempat bersarangnya penyu . esting sit. dan daerah untuk mencari makan . eeding are. bagi berbagai jenis penyu di dunia. Enam dari tujuh spesies penyu yang tersisa saat ini masih dapat ditemukan di Indonesia diantaranya penyu belimbing (Dermochelys coreace. , penyu hijau (Chelonia myda. , penyu lekang (Lepidochelys olivace. , penyu pipih (Natator depressu. , penyu sisik (Eretmochelys imbricat. , dan penyu tempayan (Caretta carett. Pemanfaatan penyu terjadi hampir di seluruh wilayah pantai di Indonesia, beberapa daerah memanfaatkan daging dan telur penyu sebagai kebutuhan dalam upacara adat keagamaan serta kebutuhan konsumsi, karapas penyu menjadi salah satu material dalam pembuatan cendramata yang bernilai tinggi . Pmanfaatan penyu terbesar di Kabupaten Majene adalah dengan konsumsi telur yang dapat ditemukan di pasar-pasar tradisional pada musim peneluran penyu, sehingga perburuan telur penyu masih terjadi hingga saat ini. Hal ini cukup mengkhawatirkan, melihat penyu merupakan spesies purba yang saat ini status keberadaannya telah masuk ke dalam daftar merah the International Union for Conservation of Nature (IUCN) dan Appendix I CITES yang berarti bahwa keberadaannya di alam telah terancam punah . , . Penyu lekang merupakan jenis penyu yang berpeluang dikembangkan melalui kegiatan konservasi penyu di wilayah pantai barane. Kabupaten Majene. Kehadiaran penyu lekang untuk bertelur menjadi indikator bahwa wilayah tersebut menjadi lokasi yang Saat ini, penyu lekang memiliki status konservasi kategori rentan . pada IUCN Red List, sehingga perlu untuk terus dilestarikan. Penelitian ini bertujuan untuk melaporkan intensitas kehadiran penyu lekang di pantai barane dan kegiatan konservasi yang dilakukan oleh komunitas konservsi penyu di pantai barane sebagai langkah awal dalam mendukung pengelolaan kawasan konservasi penyu di Kabupaten Majene. Metode Penelitian Waktu dan Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan pada Januari hingga Agustus 2023 di Kawasan Konservasi Penyu Komunitas Barane Lestari (KOBAR LESTARI) pantai barane. Kelurahan Baurung. Kecamatan Banggae Timur. Kabupaten Majene. Provinsi Sulawesi Barat. Kawasan ini secara geografis terletak pada koordinat 3. 536777,119. 002255 3 32A12. 4A S, 119 00A08. 1A E. Prosedur Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dan survey Data yang digunakan dalam studi ini adalah data primer dari pengamatan langsung, data sekunder berupa laporan pembukuan jumlah penyu dan jumlah telur yang dihasilkan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi langsung di lapangan dan data kegiatan konservasi yang telah dilakukan oleh komunitas konservasi penyu di pantai barane. Observasi dilakukan dengan melakukan penelurusan secara langsung pada setiap lokasi pendaratan dan peneluran penyu, dilanjutkan dengan relokasi telur penyu ke lubang dan bak pasir yang telah disiapkan sebagai tempat penetasan telur penyu secara semi alami, tahap akhir yaitu dengan melakukan pemindahan tukik yang baru menetas ke bak pembesaran atau pemeliharaan sementara penyu yang nanyinya akan dilepas ke laut. Hasil dan Pembahasan Kegiatan konservasi penyu di pantai barane telah dilakukan sejak tahun 2018 oleh Komunitas Barane Lestari yang merupakan salah satu komunitas konservasi penyu yang aktif melakukan penyelamatan terhadap pengamanan telur penyu dari predator ke area penetasan, serta kegiatan pelepasan tukik. Data aktifitas konservasi penyu oleh Komunitas Barane Lestari di pantai barane disajikan di Tabel 1. Hasria et al. | Seminar Nasional PKP I . : 142 Ae 146 Tabel 1. Data jumlah telur penyu yang diamankan dan penyu yang dilepaskan oleh Komunitas Barane Lestari. Tahun Jumlah Tanggal 8 Mei 26 Juni 12 Mei 23 April 13 Mei 22 Mei 28 Mei 29 Mei 23 Juni 3 Juli 12 Agustus 7 April 15 April 21 April 15 Juli 27 April 28 April 4 Mei 5 Mei 9 Mei 10 Mei 12 Mei 15 Mei 7 Mei 11 Mei 1 Februari 15 Februari 7 Maret 26 Maret 28 Maret 8 April 20 April 8 April 30 April Diamankan Dilepaskan Jenis penyu Penyu lekang Penyu lekang Penyu lekang Penyu lekang Penyu lekang Penyu lekang Penyu lekang Penyu lekang Penyu lekang Penyu lekang Penyu lekang Penyu lekang Penyu lekang Penyu lekang Penyu lekang Penyu lekang Penyu lekang Penyu lekang Penyu lekang Penyu sisik Penyu sisik Penyu lekang Penyu lekang Penyu sisik Penyu lekang Penyu lekang Penyu lekang Penyu lekang Penyu lekang Penyu lekang Penyu lekang Penyu lekang Penyu lekang Penyu lekang Lokasi Pantai barane Pantai barane Pantai barane Pantai barane Pantai barane Pantai barane Pantai barane Pantai barane Pantai barane Pantai barane Pantai barane Pantai barane Pantai barane Pantai barane Pantai barane Pantai barane Pantai barane Pantai barane Pantai taman Kota Majene Pantai somba Pantai pamboang Pantai barane Pantai barane Pantai barane Pantai barane Pantai barane Pantai barane Pantai barane Pantai barane Pantai barane Pantai barane Pantai barane Pantai barane Pantai barane Sumber: Data primer hasil penelitian . Berdasarkan data yang dikumpulkan dari kegiatan konservasi tersebut tercatat sebanyak 2408 butir telur penyu yang berhasil diamankan, dimana 232 butir telur merupakan telur yang diamankan dari lokasi lain yaitu dari Pantai Taman Kota Majene . Pantai Pamboang . , dan Pantai Somba . Selama kegiatan konservasi dilakukan, terlaporkan sebanyak 767 ekor tukik yang telah dilepaskan ke laut (Tabel . Adapun sebagian kecil tukik yang berhasil diamankan dan tidak dilakukan proses pelepasan, dikarenakan beberapa lokasi sarang terendam oleh air pasang, sehingga telur-telur tersebut tidak berhasil menetas. Kegiatan konservasi penyu di Pantai Barane merupakan kegiatan yang positif dalam mendukung pelestarian penyu sebagai salah satu biota laut yang dilindungi. Hal tersebut tertuang dalam kesepakatan Appendiks I CITES pada tahun 2008 (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flor. yang menyatakan bahwa semua jenis penyu di dunia dilindungi dan setiap perdangan penyu adalah illegal. Selain itu, hal tersebut juga tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa . Hal ini berarti bahwa segala bentuk perdagangan penyu baik dalam Hasria et al. | Seminar Nasional PKP I . : 142 Ae 146 keadaan hidup, mati, maupun bagian tubuhnya itu dilarang. Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya pelaku perdagangan . aik penjual maupun pembal. satwa dilindungi misalnya penyu dapat dikenakan hukuman penjara selama 5 tahun dan denda sebesar 100 juta. Pemanfaatan jenis satwa dilindungi hanya diperbolehkan untuk kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan dan penyelamatan jenis satwa yang bersangkutan . Gambar 1. Kegiatan konservasi penyu di pantai barane. A = area penyu bertelur. B = area penangkaran C = pengamanan telur penyu. D = proses penyelamatan penyu. E = area pemeliharaan sementara tukik yang baru menetas. F = kegiatan pelepasan tukik bersama warga dan mahasiswa setempat. Proses pelepasan tukik turut dihadiri oleh masyarakat setempat, pelajar, mahasiswa, dosen universitas setempat, dan berbagai instansi pemerintah yang turut mendukung kegiatan konservasi penyu (Gambar . Kegiatan pelepasan tukik turut diliput oleh berbagai media lokal dan nasional sebagai upaya dalam mengkampanyekan aksi pelestarian penyu. Sejak tahun 2022 hingga 2023, tercatat sebanyak empat laporan penyu terdampar di sepanjang pesisir pantai Kabupaten Majene yaitu: jenis penyu hijau . dan penyu sisik . (Tabel . Oros et al. melalui hasil penelitannya terhadap jenis penyu tempayan menyatakan bahwa terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebab kematian pada penyu diantaranya disebabkan oleh jeratan sampah . ,8 %), tersangkut di alat pancing . ,9 %), benturan kapal . ,2 %), infeksi penyakit . ,5 %), tumpahan minyak . ,8 %), konsumsi plastik . %), gangguan daya apung . ,3 %), serangan hiu . ,3 %), malnutrisi . ,3 %), kelainan . ,5 %), dan tidak teridentifikasi . ,4 %). Tabel 2. Data penyu terdampar di sepanjang pesisir Kabupaten Majene. Jenis penyu Penyu hijau Penyu hijau Penyu hijau Penyu sisik Lokasi terdampar Dusun Apoang Selatan Kec. Sendana Pantai Belakang Cafe Diaz Majene Desa Palipi Soreang Pantai taman Kota Majene Waktu 17 Februari 2022 23 Februari 2022 24 Februari 2022 15 Maret 2023 Sumber: Data primer hasil penelitian . Hingga saat ini terdapat tiga jenis penyu yang ditemukan di perairan Kabupaten Majene yaitu jenis penyu lekang, penyu sisik, dan penyu hijau. Namun, untuk jenis penyu lekang, hanya ditemukan di sepanjang pantai barane saja dan hingga saat ini belum terlaporkan adanya penyu lekang yang bertelur dari lokasi lainnya di Kabupaten Majene, sehingga Pantai Hasria et al. | Seminar Nasional PKP I . : 142 Ae 146 barane merupakan area satu-satunya yang menjadi tempat bertelur bagi Penyu lekang. Hal tersebut di atas menjadi dugaan bahwa adanya preferensi habitat yang ideal bagi penyu lekang untuk bertelur pada kawasan tersebut, sehingga perlu dilakukannya kajian lebih lanjut terkait karakteristik substrat dan vegetasi wilayah di pantai barane dan kaitannya dengan preferensi habitat bagi penyu lekang dalam memilih area peneluran. Menurut Anshary et al. , penyu memiliki naluri dalam mendeteksi habitat awal mereka setelah menetas dari sarang, sehingga pada saat dilepaskan ke pantai, besar kemungkinan akan kembali lagi ke tempat yang sama dimana mereka berasal, ketika musim bertelur telah tiba . Meningkatnya pemanfaatan kawasan pantai secara berlebihan akan berdampak pada kelangsungan hidup penyu, sehingga perlu diupayakan dalam menjaga dan melindungi habitat alami bagi penyu untuk bertelur. Hartati & La Harudu . menyatakan bahwa faktor alami dan aktivitas manusia berperan besar dalam terjadinya kerusakan habitat peneluran penyu yang akan berdampak pada kelestarian penyu. Penelitian ini, diharapkan bisa menjadi langkah awal dalam melakukan perlindungan habitat di kawasan pantai barane dan menjadi pusat kawasan konservasi penyu di Kabupaten Majene. Paloh Kabupaten Sambas. Jurnal Protobiont. 3, 2 . , 232Ae239. Appendices Convention International Trade in Endangered Species of Wild Flora and Fauna: 2008. https://cites. org/eng/app/appendices. Accessed: 2023-01-28. Hartati dan Harudu. Identifikasi jenis-jenis kerusakan ekosistem hutan mangrove akibat aktivitas manusia di Kelurahan Lowu- Lowu Kecamatan LeaLea Kota Baubau. Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi. 1, 1 . , 30Ae45. Orys. Montesdeoca. Camacho. Arencibia. dan Calabuig. Causes of stranding and mortality, and final disposition of loggerhead sea turtles (Caretta carett. admitted to a wildlife rehabilitation center in Gran Canaria Island. Spain . : A long-term retrospective study. PLoS ONE. 11, 2 , e0149398. DOI: https://doi. 1371/journal. Pemerintah Republik Indonesia 1990. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Presiden Republik Indonesia 1999. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 Tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Kesimpulan Kegiatan konservasi penyu di pantai barane telah berhasil menyelamatkan penyu dari aktivitas perburuan telur penyu yang masih marak terjadi. Hingga saat ini terdapat tiga jenis penyu yang ditemukan di perairan Kabupaten Majene yaitu jenis penyu lekang (Lepidochelys (Eretmochelys imbricat. , dan penyu hijau (Chelonia myda. Kegiatan konservasi telah melibatkan berbagai pihak yang turut mendukung kelangsungan hidup biota yang . Rapi. Syamsul. Sofyan. Putri, . Laisa. Rahmayana. Aprilyanti. dan Rezkita. Konservasi penyu lekang (Lepidochelys ekosistem alam di pantai lowita Kec. Suppa. Kab. Pinrang. KHIDMAH: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat. 4, 1 . , 20Ae26. Soehartono. dan Mardiastuti. Pelaksanaan konvensi CITES Indonesia. Japan International Cooperation Agency (JICA). Daftar Pustaka