Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X Kondisi Jalan Yang Rusak Dampaknya Terhadap Mobilitas Penduduk di Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya. Jawa Barat Ika Soleha*. Dea Detria Nurbahira. Fadilah. Siti Fadjarajani Mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi *email: 212170080@student. ABSTRACT This research aims to examine the impact of inadequate roads on hampering population mobility in the Sukaratu District area. Sukaratu District is one of the areas that experiences difficulties in accessing adequate transportation, resulting in limited population mobility. This research was carried out through primary and secondary data collection, including distributing questionnaires and field observations. Data analysis was carried out using a descriptive quantitative approach to understand the impact of roads on population mobility. The results of this research show that inadequate roads in the Sukaratu District area have an impact on hampering population Potholes, rocky and poorly maintained roads hamper the movement of residents, especially in accessing important facilities such as schools and shopping centers. In this context, improving roads and adequate transportation infrastructure is a necessary solution to increase human mobility in Sukaratu District. Local governments and relevant stakeholders need to work together to identify existing road problems, plan the construction of new roads, and make improvements to existing roads. In this way, it is hoped that population mobility can be increased, local social and economic potential can be developed, and the quality of life of residents in Sukaratu District can improve. Keywords: Population mobility, movement, damaged roads. Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X Pendahuluan Menurut UU Republik Indonesia Nomor 38 tahun 2004 tentang jalan. Jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapan- nya yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan/atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan kereta api, jalan lori, dan jalan kabel. Jalan kabupaten merupakan jalan lokal dalam sistem jaringan jalan primer yang menghubungkan ibukota kabupaten dengan ibukota kecamatan, antaribukota kecamatan, ibukota kabupaten dengan pusat kegiatan lokal, antarpusat kegiatan lokal, serta jalan umum dalam sistem jaringan jalan sekunder dalam wilayah kabupaten, dan jalan strategis kabupaten(INDONESIA, 2. Keberadaan prasarana transportasi darat untuk saat ini, di mana penggunaannya masih memilih jenis Jalan sebagai pilihan utama dibanding dengan yang lainnya karena jalan yang dipandang masih mempunyai keunggulan dalam hal aksesibilitas dan mobilitas. Maka dari itu jalan dituntut untuk bisa mengimbangi permintaan dan sekaligus bisa memberikan kinerja pelayanan yang baik sehingga bisa terpenuhinya kebutuhan dasar pergerakan lalu lintas seperti selamat, cepat, lancar, nyaman, dan ekonomis (Kusnandar. Penyediaan fasilitas untuk pembangunan wilayah serta kelancaran sarana transportasi antar wilayah untuk peningkatan prasarana jalan diikuti pengadaan kendaraan umum juga menjadi penyebab terjadinya mobilitas atau perpindahan suatu wilayah yang tidak menetap dikarenakan beberapa alasan dan tujuan. Namun pada dasarnya prasarana jalan maupun transportasi yang kurang memadai dapat menghambat pelaksanaan mobilitas tersebut. Sehingga frekuensi mobilitas, terutama pada mobilitasnon-permanen yang dilakukan masyarakat akan berbeda-beda. (Mantra dalam Rendah et al. , n. Berdasarkan penjelasan jenis jalan diatas Jalan rusak di kecamatan sukaratu termasuk kedalam jenis jalan kabupaten. Jalan kabupaten dengan Panjang jalan 22,448 km dengan lebar jalan 3,5 M di kecamatan Sukaratu ini Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X dilewati motor, mobil dan kendaraan besar seperti truk pengangkut pasir utamanya dijalan sukaratu dan Gunung Sari. Kerusakan jalan ditunjukkan dengan perubahan bentuk permukaan jalan bisa terjadi sebagai dampak dari ketidak patuhan terhadap regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah akan menyebabkan kerusakan struktural jalan daerah (Mulyono dalam(Pandey. Kerusakan struktural juga disebabkan karena beban kendaraan yang tidak sesuai dengan kelas jalan (Prozzi dan Hong dalam Pandey, 2. Kondisi jalannya berlubang, dipenuhi oleh bebatuan, air menggenang ketika hujan, kondisi jalan ini disebabkan oleh terlalu banyak muatan yang diangkut Sehingga menyebabkan jalan rusak dan menghambat mobilitas penduduk. Keterhambatan mobilitas akibat jalan yang rusak dapat berdampak pada berbagai aspek, seperti meningkatnya biaya transportasi, waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke tujuan yang lebih lama, serta meningkatnya risiko kecelakaan. Selain itu, keterhambatan mobilitas juga dapat mempengaruhi produktivitas dan kualitas hidup masyarakat. Untuk itu, perlu dilakukan upaya untuk mengatasi masalah jalan raya yang rusak ini, seperti melakukan perbaikan jalan secara teratur, meningkatkan kapasitas jalan dengan pembangunan jalan alternatif. Dalam artikel ini, kami akan membahas tentang apa saja dampak yang ditimbulkan dari kondisi jalan yang rusak terhadap penduduk di kecamatan sukaratu serta solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini. II. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitiannya menggunakan deskriptif kuantitatif. metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel Teknik pengambilan sampel pada umum nya dilakukan secara acak . andom samplin. , pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Novitaningsih et al. , 2. Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X Adapun penentuan sampel pada penelitian ini yaitu berdasarkan metode Isaac dan Michael berdasarkan metode tersebut diperoleh sampel sebanyak 261 dari jumlah penduduk sekitar 7000 jiwa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar kuesioner yang diberikan kepada penduduk kecamatan Sukaratu. Kuesioner yang dibuat menggunakan 10 Angket yang dibuat menggunakan skala Guttman dengan 2 skala penilaian yaitu AuYAAy dan AuTIDAKAy. Skala Guttman merupakan skala yang hanya mempunyai dua interval yang satu diantaranya adalah Auya-tidakAy (Sugiyono dalam Asmah & Setyowati, 2. Hasil pengisian angket yang telah diberikan kepada penduduk kecamatan Sukaratu, selanjutnya dianalisis. Tahap pertama dalam analisis adalah menghitung persentase respon dengan menggunakan rumus sebagai berikut. ( )= Ea Ea Selanjutnya, hasil persentase kuesioner klasifikasikan pada kriteria sebagai berikut. Tabel 1. Kriteria Angket Respon Persentase (%) Kategori 81,25 < x < 100 Sangat Baik 62,5 < x < 81,25 Baik 43,75 < x < 62,5 Kurang Sumber: (Akbar dalam Asmah & Setyowati, 2. Setelah mendeskripsikan hasil analisis yang telah diperoleh. Tahapan terahir adalah menarik kesimpulan dari hasil analisis dan deskripsi data yang telah Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X Hasil dan Pembahasan Hasil dan pembahasan dalam jurnal ini berupa deskripsi data para responden tentang dampak kerusakan prasarana jalan di kecamatan sukarau terhadap mobilitas penduduknya, pembahasan pada bagian ini bertujuan untuk dapat menjelaskan dan mengetahui tentang bagaimana dampak yang ditimbulkan dari Kerusakan Prasarana jalan tersebut yang akhirnya mobilitas penduduk terhambat, kerugian yang dirasakan masyarakatnya. Berdasarkan undang undang definisi Jalan merupakan seluruh bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi Lalu lintas umum, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukan tanah dan/atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan rel dan jalan kabel (INDONESIA, 2. Pada dasarnya Penyelenggara jalan umum wajib mengusahakan agar jalan dapat digunakan sebesar-besar kemakmuran rakyat, terutama untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional, dengan mengusahakan agar biaya umum perjalanan menjadi serendah-rendahnya. (PPRI 34/2006, pasal 4 dalam Rorroong D, 2. Kondisi yang ada saat ini banyak terjadi kerusakan di jalan raya salah satunya dijalan Kecamatan Sukaratu dan belum seluruhnya mendapatkan penanganan kerusakan ini akan menghambat tujuan yang Mobilitas penduduk merujuk pada kemampuan individu dan kelompok untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain, baik dalam skala lokal, nasional, maupun internasional. Kelancaran mobilitas dipengaruhi oleh seberapa layaknya prasarana jalan yang bisa dilewati oleh penduduknya dengan itu akan maksimalnya pertumbuhan suatu wilayah kearah yang baik. Namun berbeda halnya dengan apa yang ditemui di kecamatan Sukaratu bahwa bagan jalan yang digunakan penduduknya rusak dan kurang Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X Gambar 1. Peta Wilayah Kecamatan sukaratu Sumber : (Los, n. Gambar 2. Kerusakan jalan Kecamatan Sukaratu Pada penelitian ini, kuesioner respon diberikan kepada 261 responden. Responden dari penelitian ini adalah penduduk Kecamatan Sukaratu. Hasil dari penyebaran kuesioner tersebut di analisis berdasarkan persentase setiap pernyataan sebagai berikut: Tabel 2 Hasil Analisis kuesioner Respon Penduduk terhadap dampak jalan rusak Pernyataan Persentase % Kategori Terganggunya pengguna 100% Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Sangat baik Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X jalan akibat prasarana jalan Ketidaknyamanan Kesulitan berkendara jalan rusak saat 100% di 80% Ketidaklancaran berkendara Sangat baik Baik Sangat baik Terlambat dalam melakukan 100% Aktivitas penting Sangat baik Mengalami kecelakaan lalu 70% lintas akibat jalan rusak Kurang Berdasarkan tabel hasil analisis kuesioner respon penduduk terhadap dampak jalan rusak di kecamatan sukaratu di atas terlihat bahwa untuk pernyataan pertama dan kedua memperoleh persentase sebesar 100% dengan kategori sangat baik. Pernyataan ketiga memperoleh persentase sekitar 80% dengan kategori baik. Untuk pernyataan ke-4 dan 5 memperoleh persentase sebesar 100% berturut-turut dengan kategori sangat baik dan pernyataan terakhir memperoleh persentase 70% dengan kategori kurang. Kerusakan fungsional adalah kerusakan pada permukaan jalan yang menyebabkan terganggunya fungsi jalan dalam melayani lalu lintas pengguna jalan, kerusakan Struktural, kerusakan pada stuktur jalan, sebagian atau seluruhnya yang menyebabkan perkerasan jalan tidak lagi mampu menahan beban yang bekerja diatas(Yuhefizar, 2. Berdasarkan tabel hasil analisis kuesioner respon penduduk terhadap dampak jalan rusak di kecamatan sukaratu di atas terlihat bahwa untuk pernyataan pertama dan kedua memperoleh persentase sebesar 100% dengan kategori sangat baik. Dalam hal ini, responden menyatakan bahwa mereka terganggu oleh jalan rusak. Persentase ini menunjukkan bahwa semua responden merasakan akan dampaknya, yang berarti jalan rusak secara signifikan mengganggu pengguna jalan, responden juga menganggap ketidaknyamanan saat berkendara sebagai Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X dampak dari jalan rusak. Ini menunjukkan bahwa jalan rusak menyebabkan ketidaknyamanan yang signifikan bagi pengguna jalan, pengendara kendaraan bermotor yang melintasi jalan rusak mengalami ketidaknyamanan dan risiko cedera. Jalan rusak dapat menyebabkan goncangan dan getaran yang berlebihan pada kendaraan, yang dapat menyebabkan kelelahan pada pengemudi dan penumpang. Pernyataan ketiga memperoleh persentase sekitar 80% dengan kategori baik yang menyatakan bahwa responden mengalami kesulitan saat berkendara di jalan rusak. Persentase ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden menghadapi kesulitan. Untuk pernyataan ke-4 dan 5 memperoleh persentase sebesar 100% berturut-turut dengan kategori sangat baik responden menganggap ketidaklancaran berkendara sebagai dampak yang kurang baik dari jalan rusak. Ini menunjukkan bahwa jalan rusak secara signifikan mengganggu kelancaran lalu lintas dan responden juga menyatakan bahwa mereka mengalami keterlambatan dalam melakukan aktivitas penting akibat jalan rusak. Persentase ini menunjukkan bahwa jalan rusak memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap efisiensi dan waktu pengguna jalan. Dan pernyataan terakhir memperoleh persentase 70% dengan kategori kurang, responden menyatakan bahwa mereka telah mengalami kecelakaan lalu lintas akibat jalan rusak. Jalan rusak, seperti jalan berlubang atau tidak rata, dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Kendaraan dapat kehilangan kontrol saat melewati jalan rusak, menyebabkan tabrakan dengan kendaraan lain atau objek di sekitarnya. Selain itu, jalan rusak juga dapat menyebabkan ban pecah atau kerusakan pada sistem suspensi kendaraan, yang dapat berpotensi menyebabkan kecelakaan. Meskipun persentase ini kurang dari 100%, dampak kecelakaan yang disebabkan oleh jalan rusak masih dianggap signifikan oleh mayoritas responden. Berdasarkan analisis pengaruh kerusakan terhadap pergerakan diatas diuraikan faktor faktor penyebab jalan rusak di kecamatan sukaratu. Adapun kerusakan jalan dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya yaitu beban volume jenis yang kendaraan berat memiliki pengaruh yang lebih dominan terhadap Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X kerusakan jalan dibandingkan dengan kendaraan ringan (Fadhilah c Riwibowo et al. , 2. Adanya kerusakan jalan yang tidak segera diperbaiki tentu akan berdampak bagi pengguna jalan. Salah satu dampak yang sering terjadi adalah kecelakaan. Selain itu dampak masyarakat sekitar juga akan dirasakan khususnya dalam kegiatan ekonomi yang sangat mungkin terganggu dengan adanya kerusakan jalan tersebut. IV. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan penelitian, maka peneliti dapat menarik kesimpulan, sebagai berikut: Kecamatan sukaratu di atas terlihat bahwa untuk pernyataan pertama dan kedua memperoleh persentase sebesar 100% dengan kategori sangat baik. Pernyataan ketiga memperoleh persentase sekitar 80% dengan kategori Untuk pernyataan ke-4 dan 5 memperoleh persentase sebesar 100% berturut-turut dengan kategori sangat baik dan pernyataan terakhir memperoleh persentase 70% dengan kategori kurang. Jalan yang rusak dapat menimbulkan berbagai hambatan yang mempengaruhi masyarakat dan perekonomian. Dampak dari jalan rusak meliputi kendala transportasi dan mobilitas, gangguan logistik, dampak ekonomi negatif, kerugian kesehatan, dan dampak lingkungan. Selain itu, jalan rusak juga mengakibatkan ketidakamanan bagi pengguna jalan, dengan risiko kecelakaan yang meningkat, kerugian bagi pengendara kendaraan bermotor, dan ancaman terhadap pejalan kaki serta pengendara sepeda. Untuk mengatasi hambatan tersebut, penting bagi pemerintah dan otoritas terkait untuk mengalokasikan dana yang memadai untuk perbaikan dan pemeliharaan jalan, serta mengembangkan strategi jangka panjang untuk infrastruktur yang berkelanjutan. Penanganan jalan rusak tidak hanya berdampak positif pada mobilitas dan konektivitas, tetapi juga pada ekonomi, keselamatan, dan kesehatan Penting juga untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya Jurpis. Volume 21. No. Bulan Januari-Juni 2024 Jurpis: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial E-ISSN: 2987-940X yang mungkin timbul akibat jalan rusak, sehingga langkah-langkah pencegahan dan keamanan yang tepat dapat diimplementasikan. DAFTAR PUSTAKA