Jurnal Penelitian & Gagasan Sains dan Matematika Terapan Vol. No. September 2025, pp. 86Ae93 | ISSN 1978Ae290X (Prin. | ISSN 3047Ae2385 (Onlin. https://doi. org/10. 35313/sigmamu. Manajemen Kepala Sekolah dalam Pengimplementasian Kurikulum Merdeka di SD Negeri Segugus Tanjung Karang Timur Vahira Ronalta Abella1. Muhammad Nurwahidin2. Riswandi3. Alif Luthvi Azizah4* Universitas Lampung. Indonesia *Corresponding Author: Alif. azizah@fkip. Artikel Penelitian Diterima 5 Juli 2025. Disetujui 26 Agustus 2025 Cara sitasi: Abella. Nurwahidin. Riswandi. Azizah. Manajemen Kepala Sekolah dalam Pengimplementasian Kurikulum Merdeka di SD Negeri Segugus Tanjung Karang Timur. SIGMAMu, 17. , 86Ae93. Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mendeskripsikan manajemen kepala sekolah dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka di SD Negeri se-Gugus Tanjung Karang Timur. Pada penelitian ini digunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data: wawancara, observasi, dan studi Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa kepala sekolah dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka di SD Negeri se-Gugus Tanjung Karang Timur memiliki komitmen kuat pada . perencanaan, yaitu adanya rencana dan arahan yang jelas serta mengedepankan kerja sama sehingga pengimplementasian kurikulum merdeka dapat terlaksana secara maksimal. pengorganisasian, yaitu dilibatkannya penataan struktur sekolah, penempatan pendidik, dan pengaturan jadwal. pelaksanaan, yaitu diberikannya dukungan dan penguatan kepada pendidik dan peserta didik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, serta menjalin komunikasi antar orang tua dan masyarakat sehingga tercipta lingkungan belajar yang inklusif dan responsif. pengawasan, yaitu dilakukan pemantauan dan pengevaluasian terhadap kegiatan sekolah. Dengan menerapkan prinsip POAC secara efektif, manajemen pendidikan dapat meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan dan menghasilkan peserta didik yang lebih siap menghadapi tantangan di masa depan. Kata Kunci: kepala sekolah. kurikulum merdeka. Abstract: This research aimed to analyze and describe the management of school principals in implementing the independent curriculum in state elementary schools throughout the East Tanjung Karang Cluster. This research uses descriptive qualitative methods. The subjects in this research were the heads of state elementary schools in the East Tanjung Karang Cluster. Data collection techniques in this research are interviews, observation, and documentation studies. The results of this research show that the management of school principals in implementing the independent curriculum in State Elementary Schools in the East Tanjung Karang Cluster shows that the principals have a strong commitment, namely to: . planning, having clear plans and directions and prioritizing cooperation, implementing the curriculum independence can be implemented optimally. organizing, involving structuring the school structure, placing educators, and setting schedules. implementation, providing support and reinforcement to educators and students in improving the quality of learning, as well as establishing communication between parents and the community to create an inclusive and responsive learning environment. supervision, including monitoring and evaluation of school activities. By applying POAC principles effectively, educational management can improve the overall quality of education, producing students who better prepared to face future challenges. Keywords: independent curriculum. school principal Sigma-Mu ISSN 3047Ae2385 (Onlin. | 86 Vahira Ronalta Abella1. Muhammad Nurwahidin2. Riswandi3. Alif Luthvi Azizah4 Pendahuluan Di Indonesia, pendidikan masih menghadapi banyaknya problematika dan tantangan sehingga perlu diperbaiki agar merata di berbagai kalangan masyarakat baik di perkotaan maupun pedesaan. Beberapa masalah pendidikan yang sering terjadi adalah kurikulum yang kurang relevan, fasilitas yang tidak memadai, dan kurangnya sumber daya pendidik menyebabkan rendahnya kualitas pendidikan (Elvira, 2. Adapun upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk mengingkatkan kualitas pendidikan yakni menerapkan wajib belajar minimal 9 tahun untuk semua masyarakat di kota maupun di pedesaan dan menempatkan pendidik pada lingkungan masyarakat yang kekurangan seperti masyarakat miskin, masyarakat di daerah bermasalah, masyarakat minoritas, dan sejenisnya (Afifah, 2. Upaya pemerintah selanjutnya ialah dengan melahirkan Kurikulum Merdeka Belajar. Kurikulum merupakan petunjuk institusi pendidikan berupa perangkat atau sistem rencana mengenai pembelajaran yang akan dilakukan di sekolah untuk tercapainya tujuan pendidikan. Untuk itu, kurikulum sangatlah penting dalam dunia pendidikan. Namun, kurikulum di Indonesia masih sering berubah-ubah. Perubahan pada kurikulum yang terjadi membuat banyak perubahan materi maupun strategi pendidik dalam mengajar sehingga banyak kurikulum yang tidak mencapai tujuannya dengan sempurna. Perubahan kurikulum ini sejatinya dilakukan sesuai dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi, tingkat kecerdasan peserta didik, kultur, sistem nilai, dan kebutuhan masyarakat (Rahayu, 2. Implementasi kurikulum baru sering menghadapi berbagai tantangan, tak terkecuali pada tingkat sekolah dasar. Sekolah dasar merupakan fondasi penting dalam sistem pendidikan nasional. Kurikulum yang diterapkan di tingkat dasar memiliki dampak jangka panjang terhadap kualitas pendidikan dan pengembangan karakter peserta didik (Sumilat & Pangalo, 2. Implementasi kurikulum yang efektif di tingkat dasar tidak hanya berkontribusi pada pencapaian akademik peserta didik, tetapi juga pada pengembangan kompetensi sosial dan emosional mereka. Dengan demikian, kesuksesan Kurikulum Merdeka di sekolah dasar akan memiliki implikasi yang signifikan terhadap kualitas pendidikan secara keseluruhan dan mendukung tujuan pembangunan nasional dalam bidang pendidikan (Kurniawan, 2. Kurikulum Merdeka merupakan inovasi terbaru dalam sistem pendidikan Indonesia yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Inisiatif ini bertujuan memberikan fleksibilitas kepada sekolah dalam mengatur proses pembelajaran, dengan harapan dapat menciptakan suasana belajar yang lebih baik dan kontekstual bagi peserta didik. Kurikulum Merdeka menekankan pada pengembangan kompetensi peserta didik melalui pendekatan yang lebih personal dan kontekstual, dengan memberikan kebebasan pada sekolah untuk menyesuaikan materi serta metode belajar sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan konteks lokal (Sumilat & Pangalo, 2. Pada kurikulum merdeka, pendidik dan peserta didik dapat keluasan untuk berekspresi pada pelaksanaan sistem pendidikan, tetapi tetap perlu penyesuaian dari pendidik untuk diajarkan kembali ke peserta didik. Adanya keluasan dalam pembelajaran seperti ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas peserta didik sehingga karakter serta nilai akademik peserta didik berkembang baik. Pelatihan dan pengembangan profesional bagi pendidik merupakan elemen penting dalam memastikan implementasi Kurikulum Merdeka yang sukses. Penyediaan pelatihan yang memadai dan berkelanjutan untuk pendidik sangat penting untuk memastikan bahwa mereka dapat mengadopsi metode dan materi baru sesuai dengan prinsip kurikulum Merdeka. Dukungan berkelanjutan melalui workshop, seminar, dan bimbingan dari kepala sekolah menjadi kunci keberhasilan implementasi (Tunas & Pangkey, 2. Implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah memerlukan perhatian mendalam dari manajemen kepala sekolah, terutama dalam menghadapi berbagai permasalahan yang mungkin Dengan kepemimpinan yang kuat, dukungan yang tepat, dan strategi komunikasi yang Sigma-Mu ISSN: 2747-0695 (Onlin. | 87 Vahira Ronalta Abella1. Muhammad Nurwahidin2. Riswandi3. Alif Luthvi Azizah4 efektif, kepala sekolah dapat memfasilitasi perubahan ini dengan sukses dan memastikan bahwa kurikulum baru dapat memberikan manfaat maksimal bagi peserta didik. Dalam Kurikulum Merdeka, kepala sekolah memainkan peran sentral dalam memastikan implementasi yang Kepala sekolah harus melakukan penilaian terhadap efektivitas Kurikulum Merdeka dengan mengumpulkan data dari hasil belajar peserta didik, kinerja pendidik, dan umpan balik dari komunitas sekolah. Evaluasi ini penting untuk mengenali kelebihan dan kekurangan dalam penerapan kurikulum serta untuk melakukan penyesuaian yang diperlukan. Implementasi Kurikulum Merdeka juga mempengaruhi berbagai pihak di komunitas sekolah, termasuk peserta didik, orang tua, dan masyarakat sekitar (Kurniawan, 2. Kepala sekolah juga harus mengelola berbagai aspek, termasuk perencanaan kurikulum, pelatihan pendidik, penyediaan sumber daya, serta pemantauan dan evaluasi hasil belajar peserta didik (Sutrisno, 2. Manajemen kepala sekolah yang efektif dapat menentukan kesuksesan atau kegagalan implementasi kurikulum ini. Kepala sekolah perlu membangun kapasitas internal sekolah untuk mengadaptasi kurikulum baru, mengatasi resistensi terhadap perubahan, dan memastikan bahwa semua elemen sekolah, termasuk pendidik dan peserta didik, dapat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi (Nasution, 2. Peran manajerial kepala sekolah merupakan berbagai kegiatan penyelenggaraan sekolah yang mencakup fungsi perencanaan, fungsi pengorganisasian, fungsi pengarahan, fungsi pengoordinasian, dan fungsi pengawasan (Sukmadewi, 2. Sebagai seorang manajer, kepala sekolah berperan sebagai perencana, pemimpin organisasi, dan pengendali dalam suatau lembaga (Sakir et al. , 2. Kemendikbud Ristek juga menambahkan bahwa kepala sekolah sebagai seorang manajer memiliki fungsi dalam melakukan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Dari berbagai pendapat, peneliti menyimpulkan bahwa fungsi kepala sekolah sebagai manajer sesuai dengan Kemendikbud Ristek yaitu dapat merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan pengawasan. Kepala sekolah ialah individu yang ditunjuk secara khusus untuk menduduki posisi tertentu dengan tanggung jawab dan tugas utamanya adalah memastikan kelancaran pelaksanaan pendidikan di sekolah serta seorang pemimpin suatu lembaga pendidikan atau tempat berlangsungnya proses pembelajaran . Kepala sekolah bukan hanya sebagai pengelola, tetapi juga sebagai pemimpin pendidikan yang visioner. Mereka harus mampu mengoordinasikan pendidik dan staf pendidikan untuk menerapkan pembelajaran yang menyesuaikan dengan kebutuhan dan potensi setiap peserta didik. Selain itu, mereka juga harus memastikan bahwa kurikulum yang dijalankan di sekolah mendukung pengembangan karakter dan kemampuan peserta didik sesuai dengan semangat Kurikulum Merdeka (Isa et al. , 2. Gugus Tanjung Karang Timur adalah daerah yang terletak di kota Bandar Lampung, dengan berbagai fasilitas pendidikan dan infrastruktur yang relatif memadai. Meskipun bukan daerah terpencil, kota ini masih menghadapi tantangan tersendiri dalam implementasi kurikulum baru khususnya di gugus Tanjung Karang Timur. Tantangan yang mungkin dihadapi termasuk adaptasi terhadap perubahan kurikulum di lingkungan perkotaan yang kompetitif serta kebutuhan untuk menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan lokal yang spesifik (Isa et al. , 2. Adanya peranan kepala sekolah sehingganya kurikulum merdeka dapat terlaksana dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji lebih lanjut dan mendalam tentang AuManajemen Kepala Sekolah dalam Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di SD Negeri se-gugus Tanjung Karang Timur. Metode Penelitian Pada penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan jenis penelitian studi kasus . ase studie. Penelitian ini merupakan penelitian mendalam mengenai individu dalam satu kelompok, satu organisasi, satu program, dan sejenisnya dalam kurun waktu Dengan tujuan mendapatkan deskripsi yang komprehensif dan mendetail mengenai sebuah Sesuai dengan prosedur pengumpulan data penelitian kualitatif, data studi kasus diperoleh Sigma-Mu ISSN: 2747-0695 (Onlin. | 88 Vahira Ronalta Abella1. Muhammad Nurwahidin2. Riswandi3. Alif Luthvi Azizah4 melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi (Haelaludin & Hengki, 2. Lokasi penelitian dilakukan di seluruh sekolah dasar negeri segugus Tanjung Karang Timur dengan subjek penelitian yaitu seluruh kepala sekolah di SD Negeri segugus Tanjung Karang Timur. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi nonpartisipan, dan studi Wawancara mendalam bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan yang diteliti dan memahami aspek-aspek responden secara lebih mendetail tentang manajerial kepala sekolah dalam mengimlementasikan kurikulum merdeka. Observasi nonpartisipan diterapkan ketika pengamat tidak turut serta dalam aktivitas, melainkan hanya mengawasi kegiatan yang ada, hal ini dilakukan untuk mendapatkan data atas informasi yang akurat tentang bagaimana manajemen kepala sekolah dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka. Studi dokumentasi dilakukan untuk menambah dan memperkuat data dengan menggunakan baik dokumen tertulis, maupun Analisis data dilakukan berdasarkan langkah-langkah analisis Miles & Huberman . , yang mencakup pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan Untuk memastikan keabsahan data, penelitian ini menggunakan beberapa uji sesuai dengan pendapat Sugiyono . , yaitu uji credibility . aliditas interna. , transferability . aliditas eksterna. , dependability . , dan confirmability . Hasil dan Pembahasan Kepala sekolah sebagai pemimpin memiliki tanggung jawab penting dalam memimpin dan menghadapi tantangan yang ada dalam mengimplementasikan kurikulum yang ada. Adapun beberapa tantangan tersebut yakni, . perubahan pola pikir yaitu pendidik masih kesulitan dalam beradaptasi pada metode pengajaran yang baru. variasi kemampuan peserta didik yang beragam menuntut pendidik harus menyesuaikan metode pengajaran secara individu. resistensi terhadap perubahan karena ketidakpastian tentang kurikulum maupun ketidaknyamanan dengan pendekatan yang belum familiar. penyediaan sumber daya yang masih memiliki keterbatasan pada penyediaan materi dan sarana yang dibutuhkan. koordinasi dan komunikasi yang masih belum berjalan optimal. belum semua pendidik merasa siap untuk beradaptasi dalam penerapan kurikulum baru. Menghadapi tantangan-tantangan ini diperlukan strategi yang terencana yang dapat diwujudkan dengan beberapa strategi, yakni: . frekuensi rapat yang fleksibel. kriteria penempatan pendidik. pelatihan terstruktur untuk pendidik. kolaborasi dengan orang tua. monitoring dan evaluasi rutin. pendekatan berbasis data untuk perbaikan. fleksibilitas dalam penjadwalan pembelajaran. membangun budaya kolaborasi. Untuk itu, dibutuhkan manajemen kepala sekolah yang baik agar strategi dalam menghadapi tantangan kurikulum baru dapat terlaksana dengan baik. Manajemen kepala sekolah yang efektif dapat menentukan keberlangsungan implementasi kurikulum kedepannya. Kepala sekolah perlu menyiapkan sekolah untuk mengadaptasi kurikulum baru, mengatasi perubahan, dan memastikan bahwa semua elemen sekolah, termasuk pendidik dan peserta didik, dapat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi (Nasution, 2. Untuk itu dibutuhkan peran kepala sekolah dalam memanajemen kegiatan penyelenggaraan sekolah dengan Manajemen yang efektif memiliki pengaruh yang besar dalam meningkatkan kualitas pendidikan, karena setiap langkah dalam proses manajerial berpengaruh langsung pada hasil belajar peserta didik. Kepala sekolah sebagai manajer harus dapat memiliki fungsi dalam perencanaan . , pengorganisasian . , pelaksanaan . , dan pengawasan . agar terciptanya sekolah dengan kurikulum yang berjalan secara maksimal. Dengan menerapkan fungsi manajemen POAC (Planning. Organizing. Actuating. Controllin. , institusi pendidikan dapat mengoptimalkan sumber daya, meningkatkan motivasi pendidik, dan memastikan bahwa proses pembelajaran berjalan dengan baik. Dengan pemahaman yang baik, kepala sekolah dapat Sigma-Mu ISSN: 2747-0695 (Onlin. | 89 Vahira Ronalta Abella1. Muhammad Nurwahidin2. Riswandi3. Alif Luthvi Azizah4 memberikan arahan yang jelas dan mendorong pendidik untuk beradaptasi dengan perubahan yang Perencanaan Kepala Sekolah dalam Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Perencanaan merupakan pondasi penting dalam manajemen pendidikan yang mencakup penentuan tujuan pendidikan, pengembangan kurikulum, dan alokasi sumber daya. Dalam perananannya, kepala sekolah harus mampu merancang program-program pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan konteks sekolah. dalam Kurikulum Merdeka. Beberapa kegiatan dalam perencanaan ini adalah dengan berperan serta dalam penyusunan modul ajar. Peran serta kepala sekolah ini berfungsi sebagai motivator bagi pendidik untuk menciptakan suasana kolaboratif sehingga pendidik merasa dihargai dan termotivasi untuk berkontribusi. Pengembangan strategi implementasi juga merupakan kegiatan dalam perencanaan. Inventarisasi sumber daya yang ada di sekolah dengan memastikan bahwa sarana dan prasarana siap digunakan, sekolah dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan efektif bagi peserta didik. Keseluruhan langkah ini bertujuan untuk memfasilitasi transisi yang mulus ke Kurikulum Merdeka, sehingga peserta didik dapat belajar dengan cara yang lebih mandiri dan inovatif. Perencanaan ini dilakukan dengan mengadakan rapat bulanan yang membahas tentang perbaikanperbaikan atau evaluasi dalam proses pembelajaran sehingga pengimplementasian kurikulum merdeka dapat tercapai dengan baik. Adanya perencanaan yang jelas, sekolah dapat memfokuskan upaya untuk mencapai hasil yang diinginkan. Misalnya, jika sebuah sekolah merencanakan program pengembangan kompetensi pendidik, hal ini akan berdampak positif pada kualitas pengajaran dan hasil belajar peserta didik yang semakin meningkat. Hal ini sejalan dengan teori dan penelitian Yenni et al. yang berpendapat bahwa perencanaan yang dilakukan kepala sekolah sebagai leader dapat meningkatkan kompetensi profesional pendidik. Kepala sekolah tidak hanya menyampaikan tujuan kurikulum, tetapi juga berperan sebagai pemimpin perubahan dan inspirator bagi pendidik serta peserta didik. Beberapa peran yang ditunjukkan adalah dengan keikutsertaannya dalam penyusunan, perencanaan, pelaksanaan, penilaian kegiatan pembelajaran, pembimbingan dan pelatihan pendidik, pemberian kesempatan kepada pendidik untuk berkembang, dan penyiapan sarana prasarana sekolah yang memadai. Hal ini sejalan dengan penelitian Judijanto et al. , dengan memberikan arahan yang jelas serta mengedepankan kerja sama, kepala sekolah menciptakan motivasi untuk beradaptasi dan mengimplementasikan kurikulum yang lebih fleksibel dan inovatif sehingga kurikulum ini dapat terlaksana secara maksimal. Pengorganisasian Kepala Sekolah dalam Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Organisasi yang efektif memastikan bahwa setiap individu memiliki peran dan tanggung jawab yang jelas sehingga proses pendidikan berjalan lancar. Sebuah sekolah yang memiliki struktur organisasi yang baik dapat dengan mudah mengoordinasikan kegiatan pembelajaran dan mengatasi masalah yang muncul. Pengorganisasian ini meliputi penataan struktur sekolah, penempatan pendidik, dan pengaturan jadwal. Penataan struktur sekolah dilakukan untuk mengatur dan mengoordinasi berbagai fungsi serta kegiatan yang ada di sekolah sehingga tujuan pendidikan dapat Kepala sekolah memilih dan menempatkan pendidik sesuai dengan pengalamannya sehingga pendidik yang terpilih merupakan pendidik yang kompeten, serta kepala sekolah juga mengatur penjadwalan sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan prinsip kurikulum merdeka. Sejalan dengan teori dan penelitian Yenni et al. , tanggung jawab kepala sekolah untuk mengorganisasi dan memfasilitasi kebutuhan sangat dibutuhkan sehingga tercipta proses pembelajaran yang baik dan efisien. Selain itu, kepala sekolah juga berperan dalam pengembangan profesional pendidik. Mereka menyediakan pelatihan terstruktur yang diperlukan untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi pendidik. Pendidikan dan pengembangan untuk pendidik dan staf pendidikan sangatlah krusial. Kepala sekolah mengikutsertakan pendidik dalam pelatihan guna meningkatkan kemampuan pendidik itu sendiri (Sakir et al. , 2. Mengadakan sesi pelatihan yang terfokus pada Kurikulum Merdeka akan membantu para pendidik memahami prinsip-prinsip dan strategi yang harus diterapkan. Selain Sigma-Mu ISSN: 2747-0695 (Onlin. | 90 Vahira Ronalta Abella1. Muhammad Nurwahidin2. Riswandi3. Alif Luthvi Azizah4 itu, kultur kolaboratif di antara pendidik juga harus dibangun sehingga mereka dapat saling berbagi praktik terbaik dan mendukung satu sama lain. Sebagai fasilitator dan motivator, kepala sekolah mendorong partisipasi aktif pendidik dalam pelatihan dan diskusi sehingganya dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang kolaboratif dan responsif terhadap perubahan yang terjadi. Memfasilitasi pendidik untuk ikut serta dalam kegiatan pelatihan guna memperdalam tentang bagaimana kurikulum merdeka sehingga pendidik dapat memaksimalkan pembelajaran di kelas sesuai standar kurikulum terbaru (Rahayu, 2. Pelaksanaan Kepala Sekolah dalam Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Pelaksanaan merupakan kegiatan yang dilakukan dalam praktik sehari-hari demi mencapainya suatu tujuan yang telah ditetapkan. Berdasarkan temuan penelitian, kepala sekolah melakukan supervisi kelas atau kunjungan kelas secara rutin untuk mendukung upaya pendidik dalam meningkatkan kompetensi pendidik dan profesionalitasnya dalam mengajar. Sebagai pemimpin yang baik, sangat penting untuk memotivasi staf pendidik dan peserta didik sehingga mereka merasa didukung dan termotivasi, serta dapat memberikan yang terbaik dalam proses pembelajaran. Berdasarkan teori dan penelitian yang relevan. Kuncoro . mengatakan bahwa memberikan motivasi kepemimpinan berupa dukungan dan bimbingan yang dapat menciptakan kondisi belajar mengajar yang lebih baik. Sejalan dengan itu. Sukmadewi . menambahkan bahwa kepala sekolah dalam memberikan dukungan dan bimbingan memerlukan informasi dan materi yang tepat sehingga dapat menghadapi masalah yang ada. Untuk itu, kepala sekolah memegang peranan yang sangat penting dalam memberikan dukungan dan penguatan kepada pendidik maupun peserta didik. Kepala sekolah membantu membangun karakter peserta didik dan menjadi role model yang baik bagi semua peserta didik. Dengan demikian, peserta didik terbiasa untuk berakhlak baik serta hasil belajar peserta didik pun dapat meningkat, baik dari segi akademis maupun nonakademis. Di pihak pendidik, implementasi kurikulum ini mendorong pengembangan profesionalisme. Pendidik didorong untuk terus belajar dan berinovasi dalam metode pengajaran mereka. Dengan adanya pelatihan dan dukungan, mereka dapat mengeksplorasi berbagai pendekatan pedagogis yang lebih efektif dan relevan. Selain itu, kerja sama antarpendidik dalam merancang pembelajaran juga meningkat, menciptakan komunitas pembelajaran yang lebih solid dan kolaboratif. Kepala sekolah juga menjalin koordinasi dengan orang tua dan masyarakat untuk mendukung pendidikan. Adanya kerja sama antar sekolah dan orangtua yang baik maka dapat tercipta lingkungan belajar yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan semua pihak (Tunas & Pangkey, 2. Melalui peran yang menyeluruh, kepala sekolah memainkan peranan penting dalam keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah. Pengawasan Kepala Sekolah dalam Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Pengawasan mencakup pemantauan dan evaluasi terhadap kegiatan yang terjadi di sekolah. Berdasarkan temuan penelitian, pengawasan dilakukan melalui rapat rutin untuk membahas masalah yang ada. Pengawasan ini melibatkan evaluasi hasil belajar dan kinerja pendidik. Melalui sistem pengawasan yang baik, manajemen dapat mengidentifikasi masalah yang ada dan melakukan perbaikan yang diperlukan. Evaluasi berkala terhadap proses dan hasil pendidikan memungkinkan sekolah untuk terus meningkatkan kualitasnya. Monitoring terhadap proses pembelajaran merupakan bagian penting dari implementasi kurikulum. Pengawasan terhadap kinerja staf pengajar merupakan bagian penting untuk mewujudkan pengimplementasian kurikulum dengan baik (Rohmah et al. , 2. Umpan balik yang diberikan kepada pendidik sangat penting untuk perbaikan berkelanjutan. Dengan cara ini, kepala sekolah dapat mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan dan memastikan bahwa setiap langkah dalam proses pembelajaran berjalan dengan baik. Dengan langkah-langkah kontrol yang tepat, institusi pendidikan dapat memastikan bahwa semua aspek berfungsi dengan baik dan memenuhi standar yang ditetapkan. Selain itu, keikutsertaan stakeholder termasuk orang tua dan masyarakat, juga merupakan faktor pendukung yang signifikan. Orang tua diharapkan dapat mengenali minat dan kemampuan anak, mendukung upaya anak dalam menyelesaikan tugas ataupun menggali potensi Sigma-Mu ISSN: 2747-0695 (Onlin. | 91 Vahira Ronalta Abella1. Muhammad Nurwahidin2. Riswandi3. Alif Luthvi Azizah4 dirinya, serta menjalin komunikasi dengan guru kelas agar dapat sama-sama mengontrol anak dalam pengembangan dirinya. Masyarakat juga turut andil dalam pengevaluasian kurikulum merdeka dengan turut memahami, membantu, dan mengontrol jalannya kurikulum sehingga kurikulum dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan yang ada di masyarakat agar peserta didik memiliki bekal untuk masa depannya. Mengikutsertakan mereka dalam evaluasi kurikulum agar dapat menciptakan rasa kepemilikan dan tanggung jawab bersama. Adanya rasa tanggung jawab dan pengawasan bersama akan menjadi pendukung keberhasilan kurikulum (Isa et al. , 2. Kesimpulan Kepala sekolah merupakan pilar utama di sebuah lembaga pendidikan atau sekolah yang memiliki tanggung jawab untuk memberikan arahan dan motivasi kepada pendidik, staf pendidikan, dan peserta didik, erta unsur-unsur yang terdapat di dalam lembaga tersebut demi mencapai tujuan sesuai dengan lembaga yang dipimpinnya. Peran kepala sekolah dapat didefinisikan sebagai serangkaian tanggung jawab dan tugas yang diemban oleh seorang kepala sekolah dalam mengelola dan mengawasi kegiatan sekolah secara keseluruhan termasuk dalam mengimplementasikan kurikulum. Manajemen Kepala Sekolah dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di SD Negeri se-Gugus Tanjung Karang Timur memiliki komitmen kuat dalam perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan kurikulum. Perencanaan (Plannin. merupakan pondasi penting dalam manajemen pendidikan. Dengan mengadakan rapat bulanan yang membahas tentang perbaikan pada proses pembelajaran, maka kualitas pengajaran dan hasil belajar peserta didik dapat meningkat. Adanya rencana dan arahan yang jelas serta mengedepankan kerja sama, pengimplementasian kurikulum merdeka dapat terlaksana secara maksimal. Pengorganisasian (Organizin. , meliputi penataan struktur sekolah, penempatan pendidik, dan pengaturan jadwal. Kepala sekolah bertanggung jawab untuk mengatur dan menyusun penjadwalan sesuai dengan kebutuhan dan kurikulum merdeka, memfasilitasi kebutuhan sekolah, dan mengembangkan profesional pendidik sehingga tercipta lingkungan belajar yang baik dan efisien. Pelaksanaan (Actuatin. , kegiatan yang dilakukan dalam praktik sehari-hari. Pelaksanaan kurikulum dipantau rutin melalui kunjungan kelas, meskipun ada tantangan seperti resistensi dari pendidik dan variasi kemampuan peserta didik. Kepala sekolah melakukan kunjungan kelas secara rutin guna memberikan dukungan dan penguatan kepada pendidik dan peserta didik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, serta menjalin komunikasi antar orang tua dan masyarakat agar tercipta lingkungan belajar yang inklusif dan responsif. Pengawasan (Controllin. , mencakup pemantauan dan pengevaluasian terhadap kegiatan sekolah. Pengawasan dilakukan melalui rapat rutin untuk membahas masalah yang ada. Pengawasan ini mencakup evaluasi hasil belajar dan kinerja pendidik. Metode evaluasi ini beragam, digunakan untuk menilai pencapaian dan memperbaiki proses pembelajaran. Melalui sistem pengawasan yang baik, manajemen dapat mengidentifikasi masalah yang ada dan melakukan perbaikan yang diperlukan. Dengan menerapkan prinsip POAC dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka secara efektif, manajerial kepala sekolah dapat meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan dan menghasilkan peserta didik yang lebih siap menghadapi tantangan di masa depan. Referensi