Volume 14 Nomor 1 . ISSN (P): 2087-4820 ISSN (E): 2579-8995 DOI: https://doi. org/10. 54180/elbanat. PENGUATAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI LITERASI KEAGAMAAN DIGITAL Rikza Syahrial Kurniawan1. Muhammad Fahmi2. Ali MasAoud3. Syaifuddin4 1,2,3,4 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya ABSTRAK Pesatnya perkembangan dunia digital masa kini menjadi tantangan sekaligus peluang dalam dunia pendidikan terkhusus pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Terobosan baru dari pendidik sangat dibutuhkan dalam menguatkan motivasi belajar peserta didik agar senantiasa semangat dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan literasi keagamaan digital sebagai upaya penguatan motivasi belajar peserta didik pada pendidikan agama Islam kelas XI SMA Negeri 1 Gedangan Sidoarjo. Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data yang terkumpul merupakan hasil dari observasi, wawancara dan dokumentasi melalui teknik purposive. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis interaktif dengan skema kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa penerapan literasi keagamaan digital telah dapat menguatkan motivasi belajar peserta didik pada pembelajaran pendidikan agama Islam. Hal ini dapat menjadi pedoman bagi para pendidik agama islam dalam merancang pembelajaran yang relevan sesuai perkembangan zaman dan mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi tantangan masa depan dengan media literasi keagamaan digital. Kata Kunci: Penguatan Motivasi Belajar. Pendidikan Agama Islam. Literasi Keagamaan Digital. ABSTRACT The rapid development of today's digital world is both a challenge and an opportunity in the world of education, especially in Islamic Religious Education (PAI). New breakthroughs from educators are really needed in strengthening students' learning motivation so that they are always enthusiastic in the learning This research aims to examine the application of digital religious literacy as an effort to strengthen PAI and BP learning motivation in class XI students at SMA Negeri 1 Gedangan Sidoarjo. This research is a type of field research using a descriptive qualitative approach. The data collected is the result of observation, interviews and documentation through purposive sampling techniques. The technique used in data analysis goes through three stages, namely data condensation, data presentation and drawing conclusions. This research shows the results that the application of digital religious literacy has significantly strengthened the motivation to learn PAI and BP in class XI students at SMA Negeri 1 Gedangan Sidoarjo. This can be a guide for Islamic religious educators in designing relevant learning according to current developments and preparing students to face future challenges. Keywords: Learning Motivation. Islamic Religious Education. Digital Religious Literacy Pendahuluan Pendidikan memegang peranan sentral dalam kehidupan manusia, dalam hal ini masing-masing individu berhak memperoleh akses pendidikan yang berkualitas guna pengembangan diri. Dalam perkembangannya, pendidikan tak akan lepas dari berbagai Dari waktu ke waktu selalu ada masalah yang harus diselesaikan, salah satunya yakni digitaliasi pendidikan. Pesatnya perkembangan dunia digital masa kini menjadi tantangan sekaligus peluang dalam dunia Pendidikan. salah satu tantangan besar bagi Rikzakauman2002@gmail. Jl. Ahmad Yani No. Jmur Wonosari. Kec. Wonocolo. Kota Surabaya. Jawa Timur 60237. Rikza Syahrial Kurniawan, dkk. pendidikan adalah penggunaan internet yang tidak sehat, hal ini dibuktikan dengan penyebaran berita hoaks, intoleransi dan ujaran kebencian yang marak di media sosial. Dalam kenteks ini, guru PAI memiliki peran untuk mengarahkan peserta didik untuk cakap dalam media sosial. Sehingga literasi kegamaan digital hadir untuk menjadi obat bagi proses pembelajaran di masa sekarang. Literasi keagamaan digital diharapkan dapat membantu peserta didik dalam keterampilan media sosial dan penguatan motivasi Terdapat berbagai bidang ilmu yang diwajibkan bagi peserta didik, dan pengetahuan agama Islam memegang peran sentral sebagai salah satu mata pelajaran yang harus dipelajari oleh semua peserta didik. 1 Kehadiran pendidikan agama Islam dianggap sangat vital dalam sistem pendidikan, bertujuan untuk membentuk generasi yang memiliki nilai-nilai kepribadian yang sesuai dengan Pancasila. Al-Qur'an dengan tegas menyatakan kepentingan pengetahuan, di mana kehidupan tanpa pengetahuan dapat menjadi suram dan tanpa arah. 2 Al-QurAoan memosisikan manusia dikedudukan tinggi jika mau menuntut ilmu pengetahuan, dimana yang disebutkan dalam firman Allah Swt. QS. Al-Mujadalah . ayat 11, yang artinya: AuWahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu AuBerilah kelapangan di dalam majelis-majelis,Ay lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Apabila dikatakan. AuBerdirilah,Ay . Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan. Ay Pendidikan sangat penting untuk kemajuan seseorang, terutama dalam masyarakat Islam, yang telah berkembang sejak zaman Nabi Muhammad SAW. AlQur'an dan hadits, terus mendorong penganutnya untuk mengubah cara hidup mereka sehingga mereka dapat hidup dengan sejahtera dan meningkatkan derajat dan martabat mereka di dunia ataupun di akhirat. Menjadi seorang muslim akan memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk menghadirkan ajaran islam yang seadil-adilnya sejak dalam pikiran dan aktualisasinya dalam perilaku keseharian. Amanah ini pada babak selanjutnya mengalami tantangan yang cukup serius dengan kehadiran teknologi informasi. Melalui penggunaan internet, cara seseorang memahami islam menjadi tak terkendali Muhardi. AuKontribusi Pendidikan Dalam Meningkatkan Kualitas Bangsa Indonesia,Ay MIMBAR : Jurnal Sosial dan Pembangunan 20, no. , 478Ae492. Mahdar. AuIlmu Pendidikan,Ay Pujangga. Vol. No. : 1Ae9. AuM. Arifin. Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Pt Bumi Aksara, 2. Cet. Iv, 1-2. Ay El Banat Vol. 14 No. Penguatan Motivasi Belajar Peserta Didik dan sering kehilangan kaidah islam yang esensial. Kontestasi informasi yang dilahirkan oleh media online tak jarang menimbulkan gelanggang yang ironis dengan lahirnya intoleransi di dunia maya. Inilah pentingnya menghadirkan islam yang lebih substansial di ruang digital. 4 Sehubungan dengan hal ini, penting untuk dipertegas bahwa tujuan mengajar adalah untuk memfasilitasi dan mendorong proses Sebagai seorang guru, mereka memiliki tanggung jawab untuk memfasilitasi peserta didik. Dari sekian bentuk interaksi, khusus mengenai interaksi yang disengaja. pendidikan merupakan jenis interaksi manusia yang dengan sengaja diwujudkan untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam arti yang lebih spesifik. Pendidikan sangat berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar. 5 Sehubungan dengan hal tersebut, perlu dipertegas bahwasanya prinsip dari mengajar adalah memberikan kemudahan dan motivasi dalam kegiatan proses pembelajaran. Sehingga guru dalam mengajar akan mempunya tugas dan kewajiban memfsasilitasi peserta didik. Motivasi dan belajar menjadi dua hal yang berkaitan, belajar merupakan suatu proses perubahan perilaku secara Aupermanen dan potensial sebagai hasil dari praktik penguatan motivasi yang dilandasiAy dengan tujuan tertentu. Keterkaitan ini menjadi penguat bahwa urgensitas motivasi belajar dalam proses pembelajaran. Dengan demikian motivasi belajar harus diberikan untuk mencapai tujuan yang direncanakan. Hakikat motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternalAy untuk peserta didik yang tengah belajar untuk mengubah perilaku mereka untuk menjadi lebih baik. Pemberian semangat, kegigihan, dan ketekunan pada perilaku seseorang disebut motivasi belajar. Ini berarti bahwa perilaku yang termotivasi bertahan lama. Dalam konteks yang lebih luas, pendidikan tidak pernah berhenti berkembang. Pendidikan adalah proses pendidikan moral, mental, dan pengetahuan yang mampu menghasilkan manusia berbudaya tinggi. Oleh karena itu, pendidikan harus menumbuhkan kepribadian dan menanamkan rasa tanggun jawab. Namun, lebih jauh dari itu pendidikan agama islam harus mencakup semua aspek kehidupan umat islam karena islam telah menjadi pedoman hidup untuk semua aspek kehidupan manusia, baik duniawi maupun ukhrowi. Oleh karena itu, karena luasnya ruang lingkup yang harus dipenuhi oleh pendidikan agama islam, maka harus selalu memperhatikan Achmad Muhibbin Zuhri. Beragama Di Ruang Digital: Konfigurasi Ideologi dan Ekspresi Keberagaman Masyarakat Virtual, (Lamongan: Nawa Litera, 2. , 78. AuSardiman. Interaksi Dan Motivasi Belajar Mengajar, (Jakarta: Pt Raja Grafindo Persada, 2. , 1. Ay Ibid, 2. AuAgus Suprijono. Cooperative Learning Teori Dan Aplikasi Paikem, (Surabaya: Pustaka Pelajar, 2. , 163-164. Ay El Banat Vol. 14 No. Rikza Syahrial Kurniawan, dkk. kebutuhan umat islam untuk ilmu pengetahuan dan teknologi serta untuk memenuhi kebutuhan rohani mereka. 8 Yang paling penting dari Pendidikan agama islam adalah bagaimana peran guru sebagai pendidik dalam membentuk sikap dan karakter peserta didik sesuai dengan ajaran agama islam. Menggunakan literasi keagamaan digital untuk kepentingan peserta didik, guru akan secara sadar merencanakan pelajaran dan kegiatan pembelajaran dengan Harapan abadi adalah peserta didik dapat menguasai seluruh materi pelajaran guru. Media memiliki peran penting dalam proses pembelajaran. Selain menentukan kemampuan yang diharapkan peserta didik, media juga menentukan pentingnya penggunaan media untuk mencapai tujuan. Hal ini menunjukkan bahwa Audengan menggunakan media yang tepat dan sesuaiAy dengan standar keberhasilan tertentu dalam suatu tujuan, tujuan pembelajaran dapat dicapai. Peneliti menggunakan literasi keagamaan digital untuk memberikan penguatan motivasi belajar pendidikan agama islam dan budi pekerti dengan sebab masih banyak pendidik yang menggunakan media non digital yang kurang bisa mengikuti perkembangan zaman. Karena media non digital terkadang kurang memberikan motivasi peserta didik, dari segi variasi pembelajaran sehingga peserta didik sering merasakan bosan dan kurang semangat dalam pembelajaran. Dengan penerapan literasi keagamaan digital diharapkan dapat membantu peserta didik agar selalu semangat dalam belajar pendidikan agama islam karena dapat diakses dimanapun dan kapanpun berada serta efektif dalam operasional untuk mencari dan menemukan ilmu pengetahuan agama islam yang belum dimiliki. Metode Penelitian Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian lapangan . ield researc. Penelitian jenis ini mempelajari interaksi antar individu, masyarakat, lembaga, dan masyarakat secara menyeluruh melalui kondisi yang terjadi. 11 Pendekatan yang digunakan Audalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Ay Penelitian deskriptif kualitatif merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk memahami dan mnjabarkan fenomena sosial yang tengah terjadi dalam penelitian. baik secara perilaku, persepsi. AuM. Arifin. Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Pt Bumi Aksara, 2. Cet XIX, 7-8. Ay AuZakiyah Darajat. Ilmu Jiwa Agama, (Yogyakarta: Bumi Aksara, 2. Cet Xi, 73. Ay AuSyaiful Bahri Djamarah Dan Aswan Zain. Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: Pt Rineka Cipta, 2. Cet i. Ay AuHusaini Usma Negeri. Dkk. Metodologi Penelitian, (Jakarta. Pt. Bumi Aksara, 2. , 5. Ay El Banat Vol. 14 No. Penguatan Motivasi Belajar Peserta Didik motivasi dan tindakan lainnya. 12 Data yang dibutuhkan diperoleh dari warga SMA Negeri 1 Gedangan Sidoarjo yang akan diinteraksi langsung oleh peneliti. Dengan demikian dapat diperoleh data yang akurat karena mereka berinteraksi secara langsung dengan informan. Proses penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive, yakni teknik pengambilan data melalui informan atas dasar pertimbangan tertentu. 13 Subjek penelitian ini adalah seseorang yang dianggap paham terkait masalah yang akan diteliti sehingga mampu untuk menjelaskan dan memaparkan informasi yang lengkap sesuai dengan kebutuhan penelitian. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitaif dengan model analisis interaktif melalui skema kondenasi data, penyajian data, dan Kerangka Teori Motivasi belajar terdiri dari dua kata yang memiliki perngertian masing-masing yaitu motivasi dan belajar. Akan tetapi dalam pembahasan ini penulis akan menjelaskan pengertian dari motivasi belajar. Motivasi berasal dari kata motif yang berarti dorongan seseorang untuk melaksanakan sesuatu. Motif juga bisa berarti sebagai daya penggerak untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi mencapai tujuan. Dalam makna lain, motivasi diartikan sebagai dorongan yang telah menjadi aktif. 14 Adapun secara terminologi, para ahli memberikan batasan pengertian tentang motivasi antara lain. James O. Whittaker mengemukakan bahwa motivasi adalah kondisi atau keadaan yang mengaktifkan makhluk untuk bertingkah laku mencapai tujuan yang dimunculkan oleh 15Sedangkan pengertian dari belajar menurut Morgan adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai hasil dari latihan dan Dari pengertian motivasi dan belajar di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa motivasi belajar adalah totalitas daya penggerak pada siswa yang menimbulkan terlibat aktif kegiatan belajar dan memberi arah pada kegiatan belajar untuk mencapai suatu Dalam hal ini, sadirman menjelaskan bahwa motivasi belajar dapat diartikan sebagai keseluruhan daya penggerak dalam diri siswa yang menimbulkan aktif belajar sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek dapat tercapai. 17 Beberapa uraian di atas AuLexy J. Moleong. Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung: Pt Rosdakarya, 2. , 6. Ay Sugiyono. R&D. Metode Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif, (Bandung: Alfabeta, 2. , 18. Sardiman. Interaksi Dan Motivasi Belajar Mengajar, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2. , 73. Wasty Soemanto. Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 1. , 205-206. Ngalim Purwanto. Psikologi Pendidikan, (Bandung: Pt Rosdakarya, 2. , 84. Ibid, 73. El Banat Vol. 14 No. Rikza Syahrial Kurniawan, dkk. menegaskan bahwa motivasi belajar memegang peranan penting sebab motivasi akan memunculkan semangat belajar siswa untuk terlibat aktif dalam kegiatan belajar Motivasi belajar terdiri dari: . Motivasi intrinsik, yaitu motivasi yang menjadi aktif karena dorongan individu yang muncul sehingga tidak perlu adanya rangsangan dari 18 . Motivasi ekstrinsik, yaitu motivasi yang aktif karena dipengaruhi oleh pihak eksternal dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Misalnya : peserta didik belajar sungguh-sungguh karena ingin mendapatkan nilai yang baik dari gurunya. Dalam penelitian ini, motivasi belajar dikaitkan dengan pembelajaran pendidikan agama Islam (PAI). Pendidikan dalam Iaslam berasal dari bahasa arab yaitu AutarbiyahAy dengan kata kerja AurabbaAy. Walaupun kata rabba memiliki arti yang banyak, namun pengertian secara globalnya menunjukkan arti tumbuh, berkembang, memelihara, mengatur, dan menjaga kelestarian atau eksistensinya. 20 Kata pengajaran dalam bahasa arab adalah AutaAolimAy dengan kata kerja AualamaAy. Pendidikan dan pengajaran dalam bahasa arabnya adalah Autarbiyah wa taAo limAy. Sedangkan Pendidikan Islam dalam bahasa arab adalah AuTarbiyah IslamiyahAy. Sehingga kata tarbiyah diartikan dengan proses menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan yang ada pada diri seseorang, baik secara fisik, mental, sosial, maupun spiritual. Selain itu kata tarbiyah juga memiliki arti menumbuhkan dan mendewasakan peserta didik, menguasai segala urusan, memelihara dan merawat, memperindah, dan menjaga kemaslahatan hidup seseorang. John Dewey menjelaskan bahwa pendidikan adalah proses pembentukan kemampuan dasar, serta hubungan emosional dengan alam dan satu sama lain. Menurut Langeveld, pendidikan adalah tentang memberi anak-anak waktu, perhatian, keamanan, pengaruh, dan dukungan yang mereka butuhkan untuk tumbuh dan menjadi orang dewasa yang mampu dan mampu menangani tanggung jawab mereka sendiri. Menurut Ki Hajar Dewantara, pendidikan adalah usaha membina jasmani, budi, dan budi pekerti anak guna memajukan kesempurnaan hidup dan membesarkannya selaras dengan masyarakat dan alam. 23 Selanjutnya, pendidikan agama islam memiliki makna pendidikan yang dapat dipahami dan dikembangkan sesuai dengan nilai yang terkandung dalam Al- Ibid, 89-90. Jhon W. Santrock. Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2. , 514. Mardan Umar Dan Feiby Ismaii. Buku Ajar Pendidikan Agama Islam (Konsep Dasar Bagi Mahapeserta Didik Perpendidikan Tinggi Umu. Manado : Cv. Pena Persada . , 18. Nashrullah. Pengantar Kurikulum Profil Pelajar Pancasila Di Pendidikan Dasar. Jakarta: CV. Kanhayakarya . , 173. Rohidin. Pendidikan Agama Islam. Yogyakarta : FH UII Press . , 1-242. Ibid. El Banat Vol. 14 No. Penguatan Motivasi Belajar Peserta Didik Quran Dan Hadits. 24 Pendidikan Agama Islam adalah sebuah usaha dan proses penanaman suatu pendidikan secara berkelanjutan antara guru dengan siswa, dengan akhlak yang baik dan tujuan akhir. Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia nomor 15 pasal 1 tahun 2014 menyatakan bahwa pendidikan agama Islam ialah pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan tentang ajaran agama Islam dan/atau menjadi ahli agama Islam dan mengamalkan ajaran Islam. 26 Adanya pendidikan agama Islam yang menjadi mata pelajaran di sekolah bukan hanya untuk menanamkan pengetahuan mengenai Islam semata, akan tetapi dapat diharapkan untuk dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan budi pekerti ialah sebuah pengajaram yang dilakukan di sekolah dengan tujuan mengembangkan karakter siswa dengan menghayati nilai-nilai serta keyakinan masyarakat sebagai kekuatan moral dalam kehidupan melalui kejujuran, kepercayaan, kedisiplinan, dan kerjasama yang menekankan para arah efektif tanpa meninggalkan kognitif dan ranah Dalam kajian ini, motivasi belajar peserta didik pada pendidikan agama Islam ditingkatkan melalui literasi keagamaan digital. Literasi keagamaan digital berarti kemampuan untuk mencari, mempelajari, dan memanfaatkan sumber informasi keagamaan dalam platform digital. Thompson menjelaskan bahwa literasi merupakan kemampuan menangkap sebuah informasi dari berbagai sumber digital untuk memcahkan sebuah masalah yang dihadapi. Secara hukum, literasi mulai dikembangkan oleh pemerintah melalui UndangUndang nomor 23 tahun 2015 tentang gerakan literasi sekolah. Sedangkan dalam konteks keagamaan, literasi telah jelas termaktub dalam Q. Al-Alaq 1-5. Dalam penjelasan Quraish Shihab. Kata iqraAo diambil dari kata qaraAoa yaqroAou yang berarti menghimpun. Dalam bahasa Al-QurAoan. AuqaraAtahu qiratan. Ay Arti asal kata ini menunjukkan bahwa Auiqray yang diterjemahkan dengan AubacalahAy tidak megharuskan adanya teks tertulis yang dibaca. Meyampaikan, menelaah, membaca, mendalani, meneliti, megetahui ciri- Erma Fatmawati. Pendidikan Agama Untuk Semua. Yogyakarta: CV. Pustaka Ilmu Group . , 1-92. Mokh. Iman Firmansyah. Pendidikan Agama Islam. Jurnal Pendidikan Agama Islam. Vol. No. 2, 2019, 83. Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2014 Pasal 1, 2. Mutia Analisawati Audina. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Di SMAN 12 Semarang. Skripsi Pada Sarjana UIN Walisongo Semarang. Semarang, 2019, 40. Helen M Thompson. Dan Susan A. Henley. Fostering Information Literacy. (Colorado: Libraries Unlimited. Inc. , 2. Quraish Shihab. Tafsir Al-Misbah. Pesan. Kesan Dan Peran Wahyu Dan Keserasian Al-QurAAn, (Ciputat: Lentera Hati. Cet, 1, 392. El Banat Vol. 14 No. Rikza Syahrial Kurniawan, dkk. cirinya dan sebagainya yang kesemuaya dapat dikembalikan kepada hakekat makna AumenghimpunAy. Hasil dan Pembahasan Implementasi Literasi Keagamaan Digital pada Mata Pelajaran PAI Tahap pelaksanaan dilakukan setelah perencanaan dianggap telah mencapai tingkat ideal dan sempurna. Jadi, pelaksanaan merupakan realisasi dan eksekusi dari sebuah rencana yang telah dipersiapkan secara matang dan detail. Menurut Nurdin Usman bahwa pelaksanaan merupakan Aumelibatkan aktivitas, tindakan dan mekanisme dalam suatu sistem yang telah direncanakan untuk mencapai tujuan tertentuAy. Muhaimin menjelaskan bahwa pembelajaran PAI merupakan upaya yang disengaja untuk mempersiapkan peserta didik agar memahami, meyakini dan menerapkan nilai-nilai keagamaan melalui kegiatan latihan, bimbingan, dan Hal ini juga bertujuan untuk menciptakan kerukunan masyarakat dalam 32 Secara pelaksanaan, walaupun pembelajaran PAI memiliki kesan yang jenuh dan membosankan karena identik dengan metode ceramah, maka tugas guru adalah bisa menerapkan pembelajaran yang menarik dan interaktif. Pembelajaran PAI bisa menggunakan prinsip dan strategi sebagai berikut: Relevan dan kontekstual Materi pembelajaran PAI perlu dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari bagi peserta didik supaya lebih relevan dan mudah diterima. Selain itu peserta didik akan belajar lebih baik jika apa yang dipelajari terkait dengan apa yang telah diketahui dan dengan kegiatan atau peristiwa yang terjadi disekelilingnya, ini yang dimaksud dengan pembelajaran PAI menggunakan prinsip relevansi dan Karena Proses pengetahuan dari pendidik ke peserta didik, tetapi berlangsung secara alamiah dalam bentuk kegiatan peserta didik bekerja dan mengalaminya. Peserta didik didorong untuk mengerti apa arti belajar, apa manfaatnya belajar, dan bagaimana mencapainya. Quraish Shihab. Membumikan Al-QurAAn. Fungsi Dam Peran Wahyu Dalam Kehidupan Masyarakat, (Bandung: Mizan, 1. Cet XIX, 167. Nurdin Usman. Konteks Implementasi Berbasis Kurikulum, (Yogyakarta: Insan Media, 2. , 70. Muhaimin. Dkk. Srategi Belajar Mengajar Dan Penerapannya Dalam Pembelajaran PAI, (Surabaya: CV Citra Media, 1. , 1. El Banat Vol. 14 No. Penguatan Motivasi Belajar Peserta Didik Pembelajaran seperti itu disebut dengan pembelajaran kontekstual. Pembelajaran kontekstual ini sudah lama dikembangkan oleh John Dewey sebagai filosofi belajar yang menekankan pada pengembangan minat dan pengalaman peserta didik. artinya pembeajaran konstektual ini sangat sesuai dengan keadaan peserta didik di SMA Negeri 1 Gedangan Sidoarjo yang harus dikembangkan minat dan pengalaman dalam memperlajari agama. Harapannya, hasil belajar akan lebih signifikan bagi anak-anak dalam menyelesaikan masalah, berpikir secara kritis, melakukan observasi, dan membuat kesimpulan yang berkelanjutan dalam kehidupan mereka. Pendekatan kontekstual dianggap sebagai salah satu strategi pembelajaran yang berguna. Seperti strategi pembelajaran lainnya, kontekstual dikembangkan dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas pembelajaran. Interaktif dan partisipatif Pembelajaran interaktif merupakan pembelajaran yang fokus pada tingkat interaksi dan partisipasi antara pendidik dan peserta didik mengenai materi pembelajaran yang tengah dipelajari. Dalam proses ini, peserta didik akan diajak untuk menggunakan berbagai metode yang mendorong keterlibatan aktif mereka. Sedangkan pembelajaran pastisipatif adalah pembelajaran yang memberikan peran kepada peserta didik. Teknologi dan digitalisasi Pada proses pembelajaran, tentunya harus melihat kemajuan-kemajuan yang ada disekitar, dimana teknologi ini sudah tidak asing lagi pada peserta didik. Di SMA Negeri 1 Gedangan Sidoarjo ini sudah mengikuti perkembangan teknologi baik pendidik maupun peserta didik, terlebih kepada pendidik yang kurang update tentang teknologi ini berupaya memaksimalkan teknologi dengan mempelajari cara membuat pembelajaran yang tidak membosankan dan menarik dari karena era sekarang adalah era digital, semua peserta didik maupun pendidik pasti memiliki smartphone. Dengan adanya smartphone tersebut dangat bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pembelajaran agar tidak terkesan membosankan. Seperti dengan menggunakan video, audio, atau presentasi visual untuk menyampaikan materi dengan cara yang lebih beragam. Selain itu juga peserta didik memanfaatkan platform pembelajaran online seperti pembuatan konten yang menarik dan dapat Ida Meutiawati. Konsep Dan Implementasi Pendekatan Kontekstual Dalam Proses Pembelajaran. Vol. 13 No. , 80-90. Syafrimen Siti Nurhasanah. Dkk. Strategi Pembelajaran. Cv. Reka Karya Amerta, (Mataram, 2. , 37. El Banat Vol. 14 No. Rikza Syahrial Kurniawan, dkk. dipresentasikan di depan kelas dengan tema yang berbeda-beda. Karena dengan perbedaan tema, maka peserta didik lebih banyak memperoleh wawasan dan bisa saling bertukar pikiran. Jadi dalam kegiatan pembelajaran ini pendidik dan peserta didik harus benar-benar bisa memanfaatkan teknologi dengan baik agar tidak selalu disalahgunakan ke hal-hal yang menjerumuskan dan merugikan. Praktik langsung Kegiatan praktik langsung adalah kegiatan yang mengukur seberapa faham peserta didik menangkan pembelajaran yang disampaikan oleh pendidik. Kegiatan praktik langsung ini dilakukan dengan kegiatan lapangan seperti kunjungan ke tempat ibadah, acara amalan ataupun kegiatan sosial yang berhubungan dengan ajaran Islam. Misalnya mengadakan kegiatan dalam rangka memperingati PHBI . eringatan hari besar Isla. Disini peserta didik bisa terjun langsung ke lapangan dengan menjadi panitia, ataupun pengisi acara pada PHBI tersebut. artinya peserta didik tidak hanya belajar tentang teori saja, namun bisa mempraktikkan apa yang telah dipelajarinya. Selain itu, peserta didik juga bisa belajar menjadi daAoi melalui penerapan literasi keagamaan digital yang diterjemahkan dalam tugas ceramah. Tugas ceramah tersebut secara individu bisa diupload ke media sosial masing-masing kemudian guru dapat menilai sesuai dengan lembar penilaian yang telah dibuat. Hal tersebut bisa mengembangkan kompetensi dan menguatkan motivasi belajar peserta didik karena bisa melakukan praktik langsung dan sesuai dengan kebutuhan zaman. Pembelajaran diferensiasi Metode atau pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran diferensiasi berpusat pada kebutuhan peserta didik. Pertanyaan mendasar dalam konsep pembelajaran diferensiasi adalah apakah peserta didik tersebut membutuhkan pembelajaran ini atau tidak. Dalam pembelajaran diferensiasi, tidak ada paksaan terhadap peserta didik untuk menerima atau mengikuti materi pembelajaran yang tidak mereka sukai atau inginkan. Pendidik memberi kebebasan kepada peserta didik untuk mempelajari hal-hal yang relevan dan bermakna bagi masa depan mereka, sesuai dengan kemampuan yang beragam. Oga Sugianto. Dkk. Peran Teknologi Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. IJOIS: Indonesian Journal Of Islamic Studies. Vol. 4 No. 1 (Januari-Juni 2. , 17-24. Elihami. Penerapan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Karakter Pribadi Yang Islami. EDUMASPUL. Vol. 2 No. 1 (Februari 2. , 79-96. El Banat Vol. 14 No. Penguatan Motivasi Belajar Peserta Didik Setiap peserta didik memiliki kemungkinan goals atau tujuan yang berbeda satu sama lain. Oleh karena itu, dalam konsep pembelajaran diferensiasi, peserta didik dianggap sebagai individu yang memiliki kebebasan memilih tujuan masingmasing yang ingin dicapai pada akhir pembelajaran. Dalam konteks pembelajaran diferensiasi, nilai akhir bukanlah satu-satunya fokus, melainkan proses yang harus dijalani peserta didik selama pembelajaran. Fokus pembelajaran diferensiasi adalah melakukan pemetaan kebutuhan belajar peserta didik melalui tiga aspek: kesiapan belajar, minat belajar, dan profil belajar mereka. Hal ini dapat dilakukan melalui observasi atau wawancara langsung dengan peserta didik. Evaluasi yang menarik Evaluasi merupakan tahapan penting dalam pendidikan. Evaluasi yang dilakukan dalam pembelajaran PAI dan BP di SMA Negeri 1 Gedangan Sidoarjo sangat beragam. Dulu evaluasi yang dilakukan ini hanya dengan melihat kebiasaan peserta didik dan ujian penlilaian yang dilakukan dengan mengerjakan di kertas. Namun saat ini sangat banyak cara mengevaluasi peserta didik agar menarik. Salah satunya pendidik di SMA Negeri 1 Gedangan Sidoarjo menggunakan cara Quizizz yaitu aplikasi yang dilakukan secara online yang merupakan sebuah web tool untuk membuat permainan kuis interaktif untuk digunakan dalam pembelajaran di kelas. Penggunaannya sangat mudah, kuis interaktif yang dana buat memiliki hingga 5 pilihan jawaban termasuk jawaban yang benar. Faktor Pendukung dan Penghambat Implementasi Literasi Keagamaan Digital Secara praktis, dalam melaksanakan proses pembelajaran pasti ada faktor pendukung dan penghambat. Seperti halnya penguatan motivasi belajar pendidikan agama islam dan budi pekerti melalui literasi keagamaan digital pada peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Gedangan Sidoarjo juga memiliki faktor pendukung dan faktor Faktor pendukung bisa menjadi kunci sukses literasi keagamaan digital dalam penguatan motivasi belajar peserta didik. Adapun faktor pendukung tersebut Kebijakan menggunakan smartphone dalam proses pembelajaran Kebijakan dari kepala sekolah yang memperbolehkan menggunakan smartphone dalam proses pembelajaran sangat mendukung penerapan literasi keagamaan digital. Dengan penggunaan smartphone oleh setiap peserta didik Agus Purwowidodo Dan Muhammad Zaini. Teori Dan Praktik Model Pembelajaran Berdiferensiasi Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar, (Yogyakarta: Penebar Media Pustaka, 2. , 45. El Banat Vol. 14 No. Rikza Syahrial Kurniawan, dkk. maka akan memudahkan pendidik pula ketika membagikan video bahan ajar untuk dipelajari bersama. Berbeda ketika tidak ada smartphone maka secara terpaksa guru harus menyedikan media tv atau proyektor yang memadai guna menampilkan informasi keagamaan digital. Kebijakan tersebut harus bisa dimanfaatkan oleh guru dalam penerapan pembelajaran berbasis digital. Dukungan atas kebijakan tersebut membuat guru bisa menerapkan proses pembelajaran berbasis digital dengan mudah. Dengan menyesuaikan kebutuhan zaman, guru dituntut pula untuk memberikan asupan ilmu pengetahuan tentang kecakapan digital. Apabila tidak ada pembelajaran berbasis digital maka secara otomatis peserta didik tidak memiliki pengalaman empiris dalam persoalan digitalisasi pendidikan. Atas dasar tersebut, maka penerapan literasi keagamaan digital dapat menjadi sarana penguat bagi peserta didik untuk memiliki semangat belajar yang tinggi dalam kegiatan belajar mengajar. Guru yang menguasai literasi keagamaan digital Pendidik merupakan subjek penting dalam pendidikan, berawal dari pendidik maka akan bisa menciptakan strategi, metode, model dan media pembelajaran yang baik. Strategi pembelajaran yang baik adalah yang mampu mengeksplorasi potensi dan minat yang dimiliki oleh peserta didik. 39 Dengan hadirnya literasi keagamaan digital maka akan mampu meningkatkan potensi peserta didik dalam kecakapan digital dan juga mampu menguatkan motivasi Sebelum diterapkan kepada peserta didik maka guru harus menguasai literasi keagamaana digital terlebih dahulu. Mensiasati hal tersebut, maka sekolah menyediakan pelatihan cakap digital yang berkolaborasi dengan kominfo bagi para guru sehingga ada bekal materi yang akan diterapkan dalam proses pembelajaran. Seperti halnya contoh: sebelum guru membagikan literatur keagamaan digital maka guru akan mengamati dan menganalisa Materi yang lebih menarik daripada non digital Literasi informasi digital akan membuat peserta didik mampu menafsirkan informasi sebagai pengguna dan penghasil informasi bagi dirinya Mahmudi Dan Sari. Implementasi Literasi Keagamaan Digital Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Sma Negeri 3 Salatiga. Jurnal Pendidikan Islam. Vol. No. , 12-26. Sulistiyono. Peran Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Di Sekolah. Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial. Vol. No. , 1-14. El Banat Vol. 14 No. Penguatan Motivasi Belajar Peserta Didik Seperti contoh: memberikan keterampilan agar mampu mengakses dan memperoleh informasi mengenai keagamaan. Bisa juga membimbing peserta didik dalam membuat keputusan yang bersifat kritikal mengenai kehidupan sehari-hari serta mengajarkan lebih bertanggung jawab atas ilmu yang mereka peroleh. Literasi informasi digital juga bisa membantu peserta didik dalam memenuhi kebutuhan informasi keagamaan dengan cara pemanfaatan sumber literasi yang tersedia. Literasi informasi digital sangat dibutuhkan agar pengguna memiliki kemampuan untuk menggunakan informasi dan teknologi komunikasi serta aplikasinya di era globalisasi. Dalam konteks tersebut, literasi keagamaan digital akan dikemas semenarik mungkin dalam memuat materi-materi keagamaan berbasis digital yang bertujuan untuk menarik minat peserta didik dalam pembelajaran. Dengan konten yang menarik, maka akan memberikan manfaat lebih kepada peserta didik supaya dalam proses pembelajaran tidak merasa jenuh dan bosan serta memiliki semangat tinggi dalam belajar pendidikan agama islam dan budi pekerti. 40 Sementara itu, faktor penghambatnya adalah sebagai Informasi keagamaan digital yang merajalela Pemanfaatan ruang digital harus diimplementasikan di segala sektor termasuk pendidikan. Ruang digital merupakan ruang dimana segala sesuatu bisa diakses. Setiap kata yang dicari akan muncul seketika. Banyak platform yang menyediakan informasi cepat untuk dipakai. Contoh : youtube, google, instagram dan sebagainya. Menyadari akan luasnya ruang digital maka ketersediaan informasi keagamaan sangat merajalela bisa dalam bentuk tulisan di google, video di youtube, dan konten kreatif di instagram. Sehingga perlu adanya pengawasan dari guru kepada peserta didik. Sarana belajar yang kurang memadai Pada idealnya, sarana belajar digital harus terpenuhi dalam bentuk media pembelajaran. Seperti halnya: proyektor dan lcd yang tersedia khusus untuk menayangkan praktik literasi keagamaan digital sehingga ada satu titik yang membuat peserta didik bisa fokus secara berkelompok dan bisa Hamdan Dan Fitriani. Implementasi Tik Dalam Pembelajaran Pai Di Sekolah Menengah Kejuruan Nu An-Nur Pekanbaru. Jurnal Pendidikan Islam. Vol. No. , 121-133. Saputra Dan Munzir. Kendala Dan Solusi Implementasi Pembelajaran Jarak Jauh Di Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Tadris Matematika. Vol. No. , 63-72. El Banat Vol. 14 No. Rikza Syahrial Kurniawan, dkk. berdiskusi dengan temannya mengenai materi keagamaan yang telah Sebagai alternatif, smartphone juga berfungsi untuk memberikan latihan-latihan soal sebagai bahan evaluasi materi setelah penerapan literasi keagamaan digital. 42 Untuk meningkatkan sarana belajar dalam penerapan literasi keagamaan digital, perlu mengambil pendekatan yang lebih interaktif, menyediakan konten yang sistematis, memperhatikan keragaman perspektif keagamaan dan menyediakan latihan praktis dalam materi ajar. Adanya peserta didik yang tidak fokus saat pembelajaran berlangsung Fokus merupakan kunci dalam menerima materi dari guru kepada peserta didik, jika tidak fokus maka materi pembelajaran sering menjadi angin lewat. Agar tidak menjadi seperti itu maka perlu mempertimbangkan faktor-faktor pembelajaran, kurang keterlibatan dalam proses pembelajaran, dan kurangnya motivasi intrinsik maupun ekstrinsik untuk belajar tentang literasi keagaman digital. Dalam mengatasi ketidakfokusan peserta didik, penting untuk memperhatikan faktor lingkungan dan teknologi yang dapat menggangu Perlu adanya desain pembelajaran yang interaktif dan memberikan umpan balik yang konstruktif bagi peserta didik untuk membantu fokus dan keterlibatan dalam proses pembelajaran. Hal tersebut bisa menjadi motivasi peserta didik dengan memperlihatkan relevansi materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Kesimpulan Perkembangan dunia digital masa kini menjadi tantangan sekaligus peluang dalam dunia Pendidikan. salah satu tantangan besar bagi Pendidikan penggunaan internet yang tidak bisa dibatasi, dalam artian internet tergantung oleh pengguna dan bisa berdampak positif pun juga bisa berdampak negatif. Dalam kenteks ini, guru PAI memiliki peran untuk mengarahkan peserta didik untuk cakap dalam media sosial. Sehingga literasi kegamaan digital hadir untuk menjadi obat bagi proses pembelajaran di masa sekarang. Literasi keagamaan digital mampu membantu peserta didik dalam keterampilan media sosial dan penguatan motivasi belajar. Langkah-langkah dalam F Fadhilah Dan I Utami. Literasi Digital Siswa Sekolah Dasar Dalam Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Tik. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara. Vol. No. , 137-146. Khairun Dan Rusman R. Pemanfaatan Literasi Digital Dalam Pembelajaran Agama Islam Di Smp Negeri 3 Bukittinggi. Jurnal Pendidikan Islam. Vol. No. , h. El Banat Vol. 14 No. Penguatan Motivasi Belajar Peserta Didik penerapan literasi keagamaan digital berguna untuk memberikan pengalaman dan melatih peserta didik . ognitif, afektif, psikomotori. dengan keterlibatan penggunaan media digital yang relevan. Pada konteks pendidikan agama islam, seluruh aspek yang berkaitan dengan nilai . terlebih pembentukan karakter dan pengembangan keterampilan peserta didik maka harus diajarkan oleh guru secara bertahap. Dalam temuan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa literasi keagamaan digital mampu secara signifikan untuk menguatkan motivasi belajar peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Gedangan Sidoarjo. Referensi Arifin. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Pt Bumi Aksara, 2009. Audina. Mutia Analisawati. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Di SMAN 12 Semarang. Skripsi Pada Sarjana UIN Walisongo Semarang. Semarang. Aziz. Abd. Landasan Pendidikan. Pamulang: HAJA Mdaniri, 2018. Bakhtir. Nurhasanah. Pendidikan Agama Islam. Riau: Aswaja Pressindo, 2018. Bernadetta. Pratiwi. Kurikulum Dan Pembelajaran. Medan: Yayasan Kita Menulis, 2021. Darajat. Zakiyah. Ilmu Jiwa Agama. Yogyakarta: Bumi Aksara, 2017. Elihami. Penerapan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Karakter Pribadi Yang Islami. EDUMASPUL. Vol. 2 No. Februari 2018. Fatmawati. Erma. Pendidikan Agama Untuk Semua. Yogyakarta: CV. Pustaka Ilmu