Penyuluhan Penggunaan Teknologi Bagi Siswa Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Di SMP Negeri 32 Palembang Hartini Agustiawati . Andriamella Elfarissyah . Putri Nurizki . Universitas Palembang . Universitas Muhammadiyah Palembang Email: 1 hartiniagustiawati@unpal. 2 andriamellaelfarisya@gmail. 3 putrinurizki67@gmail. Article History Received . Desember 2. Revised . Januari 2. Accepted . Januari 2. Keywords Persepsi Siswa. Teknologi. Belajar Bahasa Inggris. This is an open access article under the CCAeBY-SA license ABSTRAK Penyuluhan ini dilakukan di SMP Negeri 32 Palembang. Tujuan penyuluhan ini adalah untuk mengetahui persepsi siswa terhadap penggunaan teknologi dalam pembelajaran bahasa Inggris di SMP Negeri 32 Palembang. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Sampel penelitian berjumlah 31 siswa. Data dikumpulkan melalui kuesioner. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam kesimpulan. Hasil penyuluhan menunjukkan bahwa siswa merasa antusias dan senang dalam pembelajaran bahasa Inggris melalui teknologi. ABSTRACT This study was conducted in SMP Negeri 32 Palembang, the purpose of this study was to find out the StudentsAo Perception Regarding The Use of Technology in Learning English at SMP Negeri 32 Palembang. The method was Qualitative method. The Sample were 31 Students . The questionnaire has been used to collect the data. And The data has been analyzed through descriptive method and displayed in the conclusion. The results showed that the Students feel enthusiastic and happy in learning English through Technology PENDAHULUAN Penggunaan Bahasa Inggris sangat penting di era digital. Kebutuhan untuk belajar Bahasa Inggris akan menjadi poin utama dalam Pendidikan. Bahasa Inggris tidak hanya untuk remaja dan dewasa tetapi juga pelajar muda sekarang dituntut untuk dapat berbahasa Inggris. Agar Bahasa Inggris lebih dikenal oleh siswa. Pemerintah juga menyediakan kurikulum Bahasa Inggris di sekolah. Ada solusi bagi siswa yang ingin belajar Bahasa Inggris dengan cepat. Siswa dapat mengikuti kursus, kursus privat, dan belajar Bahasa Inggris bersama. Di Indonesia, beberapa sekolah menyediakan layanan untuk belajar Bahasa Inggris. Mereka membuat klub Bahasa Inggris setelah jam belajar mengajar (Agustiawati 2. Ada empat keterampilan dalam Bahasa Inggris: Mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat keterampilan tersebut memiliki kesulitan satu sama lain. Saat siswa belajar Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing, mereka akan memiliki area terbatas untuk melatih Bahasa Inggris mereka. Jadi, itu membuat mereka malas untuk berlatih. Terutama bagi pelajar muda. Siswa akan bosan untuk fokus pada materi. Mereka membutuhkan suasana yang berbeda di mana kelas harus menyenangkan dan menarik (Agustiawati 2. Di beberapa sekolah, guru memberikan strategi kepada pelajar muda untuk belajar Bahasa Inggris. Guru dapat menggunakan gambar, realita, alat peraga, dan media pengajaran lainnya agar siswa dapat Bagi siswa, motivasi dan dukungan sangat penting untuk membuat siswa sadar dalam belajar bahasa Inggris. Guru harus memahami konsep pemerolehan dan pembelajaran saat mengajar bahasa Inggris kepada siswa (Nunan 2. Kolaborasi antara guru, siswa, dan orang tua akan memberikan peran penting dalam belajar bahasa Inggris. Mengajar bahasa Inggris kepada siswa dampaknya memaksa siswa untuk mengetahui aturan dan mengembangkan kalimat (Lesia dan Petrus 2. Di kota besar, beberapa kursus bahasa Inggris memberikan metode pengajaran terbaik mereka untuk menyediakan layanan belajar bahasa Inggris kepada siswa. Beberapa orang tua juga tertarik untuk mendaftarkan anak-anak mereka untuk belajar di Kursus Bahasa Inggris. Perspektif orang tua sekarang berkembang. Mereka menuntut anak-anak mereka dapat berbicara bahasa Inggris dan mulai belajar bahasa Inggris sejak siswa. Memberikan motivasi kepada siswa sangat penting dan mereka harus memiliki kepercayaan diri dalam belajar bahasa Inggris. Dalam mengajar siswa, guru dapat menggunakan banyak pilihan saat memilih strategi untuk mengajar. Berdasarkan uraian di atas, sudut pandang orang tua tentang penggunaan bahasa Inggris untuk anak-anak usia dini telah digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini dilakukan di Gandus Palembang untuk menanyakan kepada beberapa orang tua tentang perlunya bahasa Inggris bagi anak-anak mereka. Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 5 No. 1 Januari 2026 page: 107 Ae 110 | 107 METODE Dalam penelitian ini, metode Kualitatif telah digunakan. Penelitian kualitatif adalah pendekatan penelitian yang mempelajari ilmu sosial dan fenomena budaya. Pendekatan penelitian ini digunakan karena memungkinkan peneliti untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang pengalaman seseorang atau kelompok (Sitorus 2. Untuk mengumpulkan data, kuesioner dan wawancara telah Untuk memilih sampel yang sesuai telah digunakan sampel. Di mana penelitian ini menggunakan populasi yang tersedia dan mampu menjawab. Populasi dan sampel adalah 31 Siswa dan. Kuesioner telah diberikan kepada 31 siswa. Ada 10 pertanyaan yang telah dijawab oleh siswa. Setelah kuesioner, wawancara telah diterapkan kepada orang tua. Ada 5 pertanyaan yang telah dijawab oleh siswa dalam sesi wawancara. Tabel 1 Populasi No Respondents Jumlah Siswa Total Sumber: SMP Negeri 32 Palembang Tabel 2 Sample No Respondents Jumlah Siswa Total Sumber: SMP Negeri 32 Palembang Setelah mendapatkan data dari kuesioner dan wawancara, data dianalisis berdasarkan metode Data dihitung melalui statistik deskriptif dan ditampilkan dalam bentuk tabel serta dibuat HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan penelitian yang dilakukan, ditemukan bahwa dari 31 siswa yang diberikan kuesioner, 20 siswa menjawab mereka biasanya menggunakan teknologi dalam belajar bahasa Inggris. Dan 11 siswa menjawab terkadang menggunakan teknologi. Berdasarkan sesi wawancara, ditemukan bahwa 16 siswa menjawab biasanya menggunakan teknologi dalam belajar bahasa Inggris dan 15 siswa menjawab terkadang menggunakan teknologi dalam belajar bahasa Inggris. Hasil kuesioner dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Table 3 Skor Distribusi Kuesioner Category Respondent Percentage Always Usually Total Dari tabel tersebut, kita dapat melihat bahwa 20 orang dengan persentase 65% menjawab biasanya dan 11 siswa dengan persentase 35% menjawab kadang-kadang. Tidak ada yang menjawab selalu, jarang, dan tidak pernah. 108 | Hartini Agustiawati. Ressy Novasyari. Putri Nurizki. Penyuluhan Penggunaan Teknologi. Table 4 Skor Distribusi Wawancara Kategori Respondent Persentase Excellent Very Important Important Fairly Important Not Important Total Dari tabel, kita dapat melihat bahwa 16 siswa dengan persentase 52% menjawab biasanya dan 15 siswa dengan persentase 48% menjawab kadang-kadang. Dan tidak ada yang menjawab selalu, jarang dan tidak pernah. Berdasarkan penelitian dan data penelitian telah menjelaskan bahwa siswa menggunakan Teknologi dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Oleh karena itu, lembaga harus mempersiapkan sumber daya manusia yang siap mengajar melalui Teknologi. Sesi Pelatihan adalah salah satu solusi yang baik bagi guru dan siswa. Semua Pendidik dan siswa harus dapat bekerja sama untuk menciptakan kondisi yang mendukung Mempersiapkan sumber daya manusia tidaklah mudah, kesadaran masyarakat sangat penting untuk mendukung Keberhasilan kegiatan belajar mengajar melalui teknologi KESIMPULAN DAN SARAN Mengajar Bahasa Inggris merupakan tantangan di Era digital ini. Penggunaan Bahasa Inggris terus berkembang dari waktu ke waktu. Bahasa Inggris tidak hanya sebagai bahasa internasional dan asing, tetapi juga telah menjadi bahasa kedua bagi beberapa negara. Beberapa siswa memiliki perspektif untuk mengembangkan kemampuan mereka dalam belajar Bahasa Inggris melalui teknologi. Mereka menggunakan berbagai teknologi dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam belajar Bahasa Inggris. Mereka percaya bahwa era digital akan berkembang pesat dalam beberapa tahun ke depan, sehingga penggunaan Bahasa Inggris akan bermanfaat bagi kehidupan mereka di masa depan. Untuk membuat siswa tertarik belajar Bahasa Inggris melalui Teknologi, guru dan instruktur harus kreatif dan sabar dalam menyampaikan pelajaran kepada siswa. Motivasi dan semangat perlu dikembangkan dalam diri siswa. Strategi dan metode pengajaran juga memberikan pengaruh yang signifikan terhadap proses belajar mengajar. Hal ini tidak mudah, tetapi kontinuitas akan memberikan hasil yang lebih baik. UCAPAN TERIMA KASIH