Al-Liqo: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM P-ISSN: 2461-033X | E-ISSN: 2715-4556 Upaya Pembentukan Akhlak Santri melalui Kitab TaAolim MutaAoalim di Pondok Pesantren Utari Langeningtias. N Taufiq. IAoanatut Thoifah. Email: utarilangeningtias06@gmail. com1, hn. taufiq17@gmail. com2, thoifah@umm. 1,2,. Universitas Muhammadiyah Malang. Jawa Timur. Indonesia Abstract In Islamic boarding schools, students can be monitored directly so that it can facilitate the formation of morals and learning the yellow book as a support for the cultivation of moral education, one of which is the book Ta'lim Muta'alim. Students who have mastered studying the book Ta'lim Muta'alim should be able to implement it in their daily lives. However, many articles were found that were still not working as they should. The aim of this research is to examine how learning the book Ta'lim Muta'alim shapes the morals of students at the Sabilurrosyad Islamic Boarding School in Malang. This research uses qualitative research with a field study approach. This research resulted in an analysis of the learning of the book Ta'lim Muta'alim at the Sabilurrosyad Islamic Boarding School in Malang and an analysis of the factors that influence the formation of santri morals at the Sabilurrosyad Islamic Boarding School in Malang. Keywords: SantriAos Character. TaAolim MutaAoalim. Pondok Pesantren Abstrak Di pesantren peserta didik dapat dipantau secara langsung sehingga dapat memudahkan dalam pembentukan akhlak dan pembelajaran kitab kuning sebagai pendukung penanaman pendidikan akhlak, salah satunya kitab TaAolim MutaAoalim. Seharusnya santri yang telah khatam dalam mempelajari kitab TaAolim MutaAoalim dapat mengimplementasikannya di kehidupan sehari-hari. Akan tetapi banyak ditemukan beberapa pasal yang masih belum berjalan sebagaimana mestinya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji bagaimana pembelajaran kitab TaAolim MutaAoalim dalam membentuk akhlak santri di Pondok Pesantren Sabilurrosyad Malang. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi lapangan. Penelitian ini menghasilkan analisis pembelajaran kitab TaAolim MutaAoalim di Pondok Pesasntren Sabilurrosyad Malang dan anlisis faktor yang mempengaruhi pembentukan akhlaksantri di Pondok Pesantren Sabilurrosyad Malang. Kata Kunci: Akhlak Santri. TaAolim MutaAoalim. Pondok Pesantren Cara Mensitasi Artikel: (APA . Langeningtias. Taufiq. , & Thoifah. Upaya pembentukan akhlak santri melalui kitab TaAolim MutaAoalim di Pondok Pesantren. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam, 9. , 146-165. https://doi. org/10. 46963/alliqo. *Corresponding Author: utarilangeningtias06@gmail. Histori Artikel: Diterima Direvisi Diterbitkan Editorial Address: Kampus Parit Enam. STAI Auliaurrasyidin Tembilahan. Jl. Gerilya No. Tembilahan Barat. Riau Indonesia 29213. : 07/07/2023 : 30/06/2024 : 30/06/2024 DOI: https://doi. org/10. 46963/alliqo. PENDAHULUAN Pembentukan akhlak merupakan tujuan penting dari pendidikan Islam. Beberapa ahli mengatakan bahwa pendidikan budi pekerti dan akhlak adalah jiwa dan tujuan pendidikan Islam (Prof. Dr. Abuddin Nata, 2006: . Tujuan pendidikan Islam merupakan bentuk pengembangan nilai-nilai Islami yang hendak AAuthors . Licensed under (CC-BY-SA) Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Utari Langeningtias. N Taufiq. IAoanatut Thoifah Upaya Pembentukan Akhlak Santri melalui Kitab TaAolim MutaAoalim di Pondok Pesantren diwujudkan pada peserta didik di akhir proses pendidikan sehingga menjadikan peserta didik berkepribadian Islam yang beriman, bertaqwa dan berilmu pengetahuan yang sanggup mengembangkan dirinya menjadi hamba Allah (Warasto, 2018: . Pendidikan Islam di era globalisasi saat ini, cenderung di kesampingkan dan kurang mendapatkan perhatian. Dikarenakan pengelolaan pendidikan Islam yang masih memakai metode lampau, sumber daya yang tidak memadai dan dalam pembelajarannya hanya memberikan penekanan yang berlebihan dalam aspek kognitif saja dan mengabaikan pada aspek lain sehingga melahirkan masyarakat yang berkepribadian menyimpang (Putra, 2019: . Pada masa kini, banyak peserta didik yang melakukan kekerasan dan tidak hormat kepada orang yang lebih dewasa darinya, tidak mempunyai sopan santun dalam berbicara kepada gurunya, dan memakai pakaian yang tidak sesuai dengan anjuran Islam dan melanggar akhlak (Fitriyani et al. , 2020: . Mereka hanya mengandalkan kepintarannya dari pada akhlak kepada guru. Pada hal ilmu yang dimiliki tidak akan bermanfaat kecuali dengan menghormati ilmu dan ahli ilmu serta gurunya (Sarkawi, 2022: . karena kunci suksesnya menuntut ilmu adalah dengan memiliki adab. Adab merupakan indikator utama kemajuan sebuah masyarakat (Arif, 2019: . Fenomena inilah yang membuat dunia pendidikan di Indonesia mengalami kemerosotan akhlak. Berikut bentuk kemerosotan akhlak peserta didik terhadap gurunya yang terjadi pada tahun 2022 yaitu pertama, guru yang dikeroyok orang tua siswa usai menegur 8 murid di kelas SMPN 3 Kabupaten Jeneponto. Sulawesi Selatan pada tanggal 26 Januari 2022 (Novelino, 2. Kedua, seorang guru pesantren tewas dikeroyok oleh santrinya di salah satu pondok pesantren di Mugirejo. Sungai Pinang. Samarinda pada tanggal 23 Februari 2023 (Maulana. Ketiga, guru olahraga dikeroyok murid dan orangtua murid setelah menegur murid karena menggunakan baju olahraga pada saat praktek renang di SMPN 6 Kabupaten Konawe Selatan. Sulawesi Tenggara pada tanggal 19 Maret 2022 (Agus. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2024 Utari Langeningtias. N Taufiq. IAoanatut Thoifah Upaya Pembentukan Akhlak Santri melalui Kitab TaAolim MutaAoalim di Pondok Pesantren Beberapa kasus kekerasan peserta didik terhadap gurunya di atas tidak akan terjadi jika peserta didik dapat mengimpelementasikan sikap takdzim terhadap guru di kehidupan sehari-hari. Sebenarnya jika diselesaikan dengan kepala dingin dapat berakhir tanpa kekerasan oleh murid atau orang tua murid. Jika saja antara teman satu dan teman lainnya dan orang tua saling memperingati atau mencegah perbuatan-perbuatan tersebut. Maka dapat memungkinkan kejadian tersebut tidak akan terjadi. Permasalahan yang terjadi di atas membutuhkan upaya perbaikanya itu pembentukan akhlak. Pembentukan akhlak harus diterapkan pada seluruh masyarakat terutama pada anak di usia dini karena dengan akhlak dapat mencerminan karakter diri manusia yang menghasilkan orang-orang yang bermoral dan memiliki akhlak yang baik (Rahmawati et al. , 2021: . Dan akhlak merupakan modal untuk memajukan suatu bangsa karena modal pokok dalam pembangunan adalah akhlakul karimah dan ketakwaan terhadap Allah SWT. Lembaga pendidikan yang telah dipercaya oleh kalangan masyarakat sebagai lembaga pembentuk akhlak yang paling efektif dan memiliki tujuan tak jauh beda dengan pendidikan umum adalah pesantren (Soim, 2020: . Pesantren merupakan system pendidikan pertama dan tertua di Indonesia (Tafsir, 2012: . Kiprah pesantren dalam berbagai hal telah dirasakan oleh masyarakat seperti pembentukan kader-kader ulama dan pembangunan keilmuan Islam (Soim, 2020: . Berkat kiprah pesantren yang cukup banyak, pesantren dapat eksis hingga saat ini. Pesantren juga merupakan lembaga pendidikan keagamaan yang mempunyai cirri khas tersendiri dan berbeda dengan pendidikan lainnya. Beberapa unsur yang membedakan pesantren dan lembaga lainnya adalah pesantren sebagai tempat tinggal santri, santri sebagai santri, masjid sebagai sarana ibadah dan pusat kegiatan santri, kiai sebagai watak atau sebutan seseorang yang memiliki kelebihan dalam agama, dan wibawa yang dimilikinya serta kitab kuning sebagai rujukan utama dalam kajian Islam (Fahham, 2020: . Beberapa pesantren dalam membentuk akhlak bagi peserta didik menggunakan salah satu kitab kuning dari karya seorang tokoh klasik, penulis Kitab TaAolim MutaAoalim yaitu Imam Az-Zarnuji yang dimana kitab tersebut telah Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2024 Utari Langeningtias. N Taufiq. IAoanatut Thoifah Upaya Pembentukan Akhlak Santri melalui Kitab TaAolim MutaAoalim di Pondok Pesantren mengakar kuat dalam lingkaran pesantren (Junedi et al. , 2022: . Di dalam kitab TaAolim MutaAoalim banyak sekali penjelasan mengenai etika atau adab yang salah satunya adalah mengenai adab murid terhadap guru (Zarnuji, 2019: . Kitab TaAolim MutaAoalim mengajarkan santri untuk bersikap tawaduAo, beradab, semangat, tawakkal, bersikap waraAo ketika menuntut ilmu, saling mengasihi dan Dan yang menjadi tujuan pengajaran kitab ini adalah perubahan perilaku atau akhlak santri menuju yang lebih baik dari perilaku dan akhlak sebelumnya (Zarnuji, 2019: . Dan salah satu pesantren yang mengajarkan tentang kitab TaAolim MutaAoalim adalah Pondok Pesantren Sabilurrosyad Malang. Pondok Pesantren Sabilurrosyad merupakan pondok pesantren semi modern yang mengkaji nilai-nilai tasawuf tetapi tidak meninggalkan teknologi dan terus mengikuti zaman (Darojat, 2018: . Sebenarnya banyak kitab kuning yang dipakai Pondok Pesantren Sabilurrosyad Malang dalam membentuk akhlak seperti kitab Kifayatul Atqiya. Minhajul Abidin. Akhlakul lil Nabiyin dan lain sebagainya. Akan tetap peneliti memilih kitab TaAolim MutaAoalim dikarenakan berdasarkan hasil wawancara dengan Madin di Pondok Pesantren Sabilurrosyad Malang yaitu Saila Rahmatika menyatakan bahwa kitab TaAolim MutaAoalim merupakan kitab akhlak yang diajarkan pada kelas Diniyah 1 yang menjelaskan tentang akhlak dasar yang harus dimiliki santri sebelum menuntut ilmu. Jadi, kitab TaAolim MutaAoalim memiliki peranan utama dalam mengarahkan santri agar dapat memiliki sikap sopan terhadap guru, ilmu maupun sesame santri. Dengan pembelajaran kitab ini diharapkan santri dapat menimba ilmu dengan baik, menanamkan sikap sopan dalam belajar yang ditanamkan melalui proses belajar mengajar (Zakaria, 2020: . Pondok Pesantren Sabilurrosyad dikenal sebagai salah satu pondok yang tergolong salaf yang memiliki cara sendiri untuk menanamkan sikap takdzim dalam membentuk kepatuhan. Jadi tak bias dipungkiri bahwa santri di Pondok Pesantren Sabilurrosyad dikenal memiliki sikap takdzim kepada guru atau orang yang lebih Hal ini dibuktikan berdasarkan hasil observasi peneliti yaitu bentuk sikap takdzim santri sehari-hari antara lain saat kiai/ustadz/ustadzah berjalan para santri menundukkan kepala, selalu mengucapkan salam dan mematuhi perintah. Selain itu Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2024 Utari Langeningtias. N Taufiq. IAoanatut Thoifah Upaya Pembentukan Akhlak Santri melalui Kitab TaAolim MutaAoalim di Pondok Pesantren jika santri melewati makam abah atau perumahan ustadz/ustadzah diharuskan untuk mematikan dan menuntun motornya. Sikap takdzim di atas dapat dibentuk melalui pembelajaran kitab TaAolim MutaAoalim di Pondok Pesantren Sabilurrosyad Malang. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu bagian keamanan Pondok Pesantren Sabilurrosyad Malang yaitu Zahrotul Mila menyatakan banyak pelanggaran yang terjadi di pesantren antara lain pelanggaran santri yang tidak mengikuti acara rutin seperti ngaos, wetonan, diniyah dan muhadhoroh yang alasannya karena hujan, tidak ada teman, malas pergi ke masjid dan tidak berada di pondok ketika acara tersebut diselenggarakan. Selain itu banyak santri yang telat kembali kepondok sebelum maghrib dan beberapa santri yang telat ada yang tidak balik kepondok ataupun izin kepada bagian keamanan yang bertanggungjawab. Dari permasalahan di atas, tak heran pasti saja kita temukan di dalam lingkungan pondok. Pada hal seharusnya santri yang sudah mempelajari kitab TaAolim MutaAoalim dapat mengimplementasikannya di kehidupan sehari-hari. Namun berdasarkan hasil wawancara di atas terdapat 3 pasal pada kitab TaAolim MutaAoalim yang masih belum berjalan lancar di Pondok Pesantren Sabilurrosyad Malang yaitu pasal 2 tentang niat . etika belaja. , pasal 4 tentang takzim terhadap ilmu dan ahli ilmu dan pasal 5 tentang giat. Penelitian yang dilakukan oleh Rohman & Abdur . 2: . menunjukkan bahwa adanya perubahan setelah pembelajaran kitab TaAolim MutaAoalim yakni perubahan positif pada murid terutama pada etika terhadap guru. Penelitian AlHadiq . 2: . menunjukkan bahwa adanya perubahan positif seperti menjadi disiplin, menghormati ilmu dan ahli ilmu. Penelitian Nurhasanah . 2: . menunjukkan perubahan santri dapat mempelajari kitab TaAolim MutaAoalim yaitu akhlak terhadap sesama makhluk seperti menghormati guru, membangun sikap persaudaraan, melakukan silaturahmi, bersikap adil, saling tolong menolong, bersikap penyayang serta membentuk santri yang berakhlak mulia. Penelitian sebelumnya banyak membahas tentang bagaimana pengaruh, pelaksanaan dan faktor pendukung penghambat pada pembelajaran kitab secara keseluruhannya hingga ditetapkanlah pada hasil akhir bahwa akhlak santri dapat Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2024 Utari Langeningtias. N Taufiq. IAoanatut Thoifah Upaya Pembentukan Akhlak Santri melalui Kitab TaAolim MutaAoalim di Pondok Pesantren berubah atau tidak dengan adanya pembelajaran kitab TaAolim MutaAoalim ini. Akan tetapi pada penelitian ini, saya ingin mengisi celah penelitian mengenai bagaimana pembentukan akhlak santri melalui kitab TaAolim MutaAoalim pada beberapa pasal yang masih belum terjalankan setelah santri khatam kitab TaAolim MutaAoalim secara keseluruhan dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan akhlak santri sehingga hasil pembelajaran belum berjalan secara efektif di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran kitab TaAolim MutaAoalim di Pondok Pesantren Sabilurrosyad Malang dan faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan akhlak di Pondok Pesantren Sabilurrosyad Malang. Diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan acuan dalam memaksimalkan pembentukan akhlak santri di Pondok Pesantren Sabilurrosyad Malang sehingga santri tidak hanya bisa mempelajari kitab TaAolim MutaAoalim saja, akan tetapi dapat menerapkannya di kehidupan sehari-hari sehingga santri dapat memiliki akhlak yang terpuji dan bermanfaat bagi METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian kualitatif dapat dikatakan sebagai penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena apa yang dialami oleh subjek penelitian, semacam sikap, anggapan, motivasi, aksi dan lain lain secara holistik serta lewat deskripsi berbentuk perkataan ataupun bahasa dalam konteks spesial yang secara natural dengan menggunakan bermacam tata cara ilmiah (Juhana, 2019: . Jenis penelitian ini adalah penelitian studi lapangan (Field Researc. Penelitian studi lapangan adalah penelitian yang dicoba di lapangan ataupun di masyarakat, maksudnya informasi yang diambil ataupun diperoleh berasal dari lapangan (Rukin, 2019: . Dalam penelitian sumber data dibagi menjadi 2 yaitu primer dan sekunder. Data primer adalah sumber data yang memuat data utama yakni data yang diperoleh secara langsung di lapangan. Data sekunder adalah sumber data tambahan yang diambil secara tidak langsung di lapangan melainkan dari sumber yang sudah di buat orang lain (Nugrahani & Hum, 2014: . Pada penelitian ini sumber data Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2024 Utari Langeningtias. N Taufiq. IAoanatut Thoifah Upaya Pembentukan Akhlak Santri melalui Kitab TaAolim MutaAoalim di Pondok Pesantren primer digali dengan wawancara dan pengamatan langsung. Sedangkan sumber data sekunder dengan dokumentasi dan foto santri saat penelitian. Dalam pelaksanaan pengumpulan data, peneliti menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi (Moleong, 2007: . Observasi dilaksanakan dengan melakukan observasi langsung ketika pembelajaran kitab TaAolim MutaAoalim dalam membentuk akhlak di Pondok Pesantren Sabilurrosyad Malang. Untuk wawancara dilakukan terhadap guru pengampu, bagian mading, pengurus pondok, bagian keamanan pondok dan beberapa santri untuk memperoeh informasi yang berkaitan mengenai pembelajaran kitab TaAolim MutaAoalim. Dan dokumentasi dipakai untuk mengumpulkan data yang di dokumentasikan terkait pondok dan pembelajaran kitab TaAolim MutaAoalim. Peneliti akan melakukan observasi langsung, melakukan wawancara saat jam istirahat kepada ustadz/ustadzah dan santri Pondok Pesantren Sabilurrosyad Malang, setelah saling tanya jawab peneliti akan mengamati kegiatan pembelajaran kitab taAolim mutaAoalim dalam membentuk akhlak santri. Dengan demikian peneliti dapat menyimpulkan data dari gabungan hasil wawancara dan pengamatan secara Selain itu untuk mengambil data tambahan maka peneliti mengambil dokumentasi dari sekolah seperti laporan kegiatan pembelajaran kitab taAolim mutaAoalim dengan menggunakan alat bantu tulis seperti buku, pulpen, dan alat berbasis IT demi memudahkan untuk input data yang diperoleh. Penelitian ini berkiblat pada criteria keabsahan data dengan menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Triangulasi diadakan untuk mengecek keabsahan informasi tidak hanya dengan informasi itu sendiri, sehingga diperlukan perbandingan dengan informasi yang didapat oleh sumber dan teknik analisis data lainnya (Sugiyono, 2013: . HASIL DAN PEMBAHASAN Pembelajaran Kitab TaAolim MutaAoalim di Pondok Pesantren Sabilurrosyad Malang Pembelajaran merupakan suatu sistem. Sistem dapat diartikan sebagai suatu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan dari sejumlah komponen. Komponenkomponen tersebut antara yang satu dengan yang lain saling berpengaruh dengan Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2024 Utari Langeningtias. N Taufiq. IAoanatut Thoifah Upaya Pembentukan Akhlak Santri melalui Kitab TaAolim MutaAoalim di Pondok Pesantren fungsinya masing-masing untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Di dalam pembelajaran terdapat beberapa komponen sebagai berikut (Setiawan, 2017: . Pendidik/Guru Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa guru pengajar di Pondok Pesantren Sabilrrosyad Malang berjumlah 40 orang terdiri dari 33 guru laki-laki dan 7 guru perempuan yang beberapa sudah menyelesaikan sarjana, magister, doktor dan beberapa yang masih belum. Tabel 1. Daftar nama guru di Pondok Pesantren Sabilurrosyad Malang No. Nama Drs. KH. Chamzawi. Qowimul Iman. Hum Ali Mahsun. Moh. Bisri M. Dr. KH. Muzakki. Gus Kafa Ainul Aziz. Imam Ahmad. Nur Kholis. Pd. Abdurrosyid. Rohmanan. LC. Thl Hanadi Muhammad. Ahmad ShofiAoI. Mahbub Kholidusen. Ahmad Bushiri. Zamroni. Gus Habib Nur Ahmad Gus Nurul Ilmi B. Gus Angga Adi Muryono Muhammad Aminudin Ning Diana Nabella. Nama Ning Millah Shofiyah. Ked Erni Sulistiyah. Pd. Miftahul Bari. Rifki Amirulloh Ahmad Basyaruddin. Badrotudtamam. Saiful Hidayat. Islahuddin. Syafril Lutfi Alfian Haikalusshomadani. Moch. Afifuddin. Ach. Sirojul Munir. Jumhur Hidayat. Ahmad Harits. Hasan Albanna Nurul Hasanah. Nur Alfy Syahriana. Maratus Sholihah Iif Nur Sholiha Peserta Didik Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa Pondok Pesantren Sabilurrosyad Malang merupakan pondok yang berisikan santri pada jenjang mahasiswa. SMA dan SMP. Beberapa santri SMA dan SMP berasal dari peserta didik yang mengampu pembelajarannya di SMP dan SMA gasek pula. Dan beberapa mahasiswa berasal dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Universitas Negri Malang. Universitas Brawijaya bahkan ada yang berasal dari Universitas Ma Chung. Selain itu santri juga berasal dari Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2024 Utari Langeningtias. N Taufiq. IAoanatut Thoifah Upaya Pembentukan Akhlak Santri melalui Kitab TaAolim MutaAoalim di Pondok Pesantren berbagai kota jadi setiap santri memiliki cara belajar dan karakteristik yang berbeda pula. Tujuan Tujuan merupakan landasan untuk menentukan strategi, materi, media dan evaluasi pembelajaran. Tujuan pembelajaran adalah target yang ingin dicapai dalam kegiatan pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa tujuan pembelajaran kitab TaAolim MutaAoalim adalah agar dapat membentuk adab santri terhadap ilmu, ahli ilmu, guru dan teman sebelum menuntut ilmu sehingga santri dapat memahami dan mengimplementasikannya di kehidupan sehari-hari Bahan Pembelajaran Berdasarkan hasil penelitan ditemukan bahwa bahan pembelajaran di Pondok Pesantren Sabilurrosyad Malang berasal dari kitab-kitab kuning dan terdahulu seperti Kifayatul Atqiya. Minhajul Abidin. MabadiAo Fiqhiyyah. Amtsilah Tasrifiyah. TaAolim MutaAoalim dan lain sebagainya. Setiap jenjang diniyah mempelajari kitab yang berbeda-beda. Tabel 2. Daftar Bahan Pembelajaran Kelas IAodad Diniyah 1 Diniyah 2 Diniyah 3 Buku Ajar Al-QurAoan dan Tajwid Mabadi Fiqhiyyah 4 Tahsinul Khot JalaAoil Afham Taisiril Kholaq TaAolim MutaAoalim Ghoyatu Wat Taqrib Jazariyah Jurumiyah Jawahir Kalamiyah Amtsilah Tasrifiyah Fathul Qorib 1 Fathul Majid AmtsilahTasrifiyah Idhotu Nasyiin Muthammimah 1 Qowaidh Sorfiyyah Fathu Qorib 2 Mutammimah 2 Idzkar Nawawi Minhatul Mughits Rohbiyyah Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2024 Utari Langeningtias. N Taufiq. IAoanatut Thoifah Upaya Pembentukan Akhlak Santri melalui Kitab TaAolim MutaAoalim di Pondok Pesantren Metode Berdasarkan wawancara dengan guru pengampu kitab TaAolim MutaAoalim putri, pada pembelajaran kitab TaAolim MutaAoalim biasanya memakai metode sorogan dan bandongan. Metode sorogan adalah kegiatan pembelajaran yang mengedepankan pendekatan antara guru dan santri secara perorangan, praktik pembelajarannya dapat dengan mengajukan, menyetorkan atau menyodorkan kitabnya ke guru (Kamal, 2020: . Sedangkan metode bandongan adalah pembelajaran yang mengedepankan mempelajari kitab kuning, praktik kegiatannya santri mengikuti kegiatan pelajaran dengan duduk di sekeliling pengajar yang menerangkan kitab (Kamal, 2020: . Hal ini diperkuat oleh wawancara guru pengampu kitab TaAolim MutaAoalim putra bahwa metode yang dipakai di kelas tidak murni hanya metode sorogan dan bandongan saja, akan tetapi dapat menyesuaikan dengan karakteristik dan kondisi kelas agar efektif dan tidak ramai. Seperti contoh. Pondok Pesantren Sabilurrosyad Malang merupakan pondok yang terdiri dari mahasiswa dan pelajar setingkat SMP/SMA. Terkadang pembelajaran yang tidak selesai atau tidak dipahami di kelas dapat dikaji kembali ketika ngopi bersama ustadz sehingga santri dapat menambah wawasan dan pengetahuan lebih banyak. Akan tetapi hal ini hanya dilakukan oleh beberapa santri saja bukan kegiatan wajib Sarana dan Prasarana Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa pembelajaran kitab TaAolim MutaAoalim di Pondok Pesantren Sabilurrosyad Malang masih menggunakan metode konvesional dengan menggunakan masjid sebagai tempat belajar dan Di masjid santri menggunakan meja kecil sebagai sarana pembelajaran dan beberapa kelas ada yang dipisahkan dengan sekat untuk membedakan kelas satu dengan kelas lainnya. Untuk buku ajar, pondok tidak menyiapkan sendiri akan tetapi setiap santri dianjurkan untuk membeli buku sesuai kebutuhan pada setiap jenjang kelas. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2024 Utari Langeningtias. N Taufiq. IAoanatut Thoifah Upaya Pembentukan Akhlak Santri melalui Kitab TaAolim MutaAoalim di Pondok Pesantren Evaluasi Berdasarkan hasil peneltian ditemukan bahwa tahap evaluasi di Pondok Pesantren Sabilurrosyad Malang dibagi menjadi 2 yaitu ujian pada semester ganjil dan semester genap. Dan untuk prosedur ujian, kepala mading memberikan wewenang langsung untuk memberikan ujian kepada santri secara langsung, baik dengan cara ujian lisan atau ujian tulis. Selain komponen-komponen yang berkerja sama untuk mencapai tujuan Perlu adanya manajemen pembelajaran, guna untuk menciptakan dan mengembangkan kerjasama sehingga terbentuk pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan di kelas secara efektif dan efesien (Ambarita, 2006: . Menurut Indarti . 0: . manajemen pembelajaran adalah kegiatan mendidik yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan dan penilaian serta evaluasi, sebagai berikut: Perencanaan Pembelajaran Pembuatan rencana pendidikan ialah suatu yang dikira sangat berarti untuk pendidik, sebab dalam penerapan pendidikan di sekolah kerap kali dibatasi oleh kurikulum, waktu, serta tujuan yang sudah ditetapkan oleh negeri secara Oleh sebab itu, dalam menyusun rencana ini, guru wajib sanggup menganalisis tujuan pendidikan, modul pendidikan, serta strategi yang digunakan dalam pendidikan yang wajib diterapkan (Setiawan, 2017: . Berbeda dengan pendidikan formal yang menggunakan perangkat pembelajaran sebagai penunjang keberhasilan suatu pembelajaran seperti RPP. Silabus. PROTA dan PROSEM (Jaya, 2019: . ataupun idad mengajar yang biasanya diajukan pada bagian pengajaran atau kepala sekolah sebagai bukti kesiapan guru. Berdasarkan wawancara dengan guru pengampu kitab TaAolim MutaAoalim putri, walaupun guru pengampu tidak membuat perangkat pembelajaran akan tetapi sebelum pembelajaran pasti melakukan persiapan dengan mempelajari dan menelaAoah kembali materi yang akan diajarkan di kelas dan tak lupa setelah selesai mengajar untuk memberikan tanda agar mengetahui sampai mana pelajaran yang telah ditempuh. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2024 Utari Langeningtias. N Taufiq. IAoanatut Thoifah Upaya Pembentukan Akhlak Santri melalui Kitab TaAolim MutaAoalim di Pondok Pesantren Hal ini diperkuat oleh wawancara dengan guru pengampu kitab TaAolim MutaAoalim putra, bahwa tugas guru pengampu adalah menyampaikan isi kitab agar maksud dari pengarang buku dapat tersampaikan dengan benar kepada Akan tetapi dalam penyampaiannya dibutuhkan persiapan seperti membaca dan mempelajari bukunya sebelum memasuki kelas dengan buku dukungan seperti kamus dan kitab terjemah dari berbagai penerjemah di Indonesia. Dan jika dirasa masih kurang terkadang guru pengampu mengikuti kajian-kajian ustadz/ustadzah, tujuannya untuk menambah ilmu pengetahuan agar tidak salah paham tentang kandungan dari kitab TaAolim MutaAoalim. Pelaksanaan Pembelajaran Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa kegiatan pembelajaran kitab TaAolim MutaAoalim di Pondok Pesantren Sabilurrosyad Malang dimulai dengan pretest. Pretest ini dilakukan agar guru dapat mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman santri atau mengetahui sejauh mana pemahaman santri dari hasil pembelajaran sebelumnya. Setelah itu guru akan memulai dengan membacakan kitab dan menerjemahkannya. Biasanya kitab yang dipakai santri adalah kitab yang tidak ada harokatnya, hal ini juga menunjang santri untuk mempelajari nahwu dan shorof secara tidak langsung. Setelah guru menerjemahkan, akan dilanjutkan dengan penjelasan dari analisa guru-guru sebelumnya lalu dikontekstualisasikan dengan praktik di kehidupan sehari-hari. Pada tahap penutup, guru akan mempersilahkan kepada santri yang masih belum memahami sepenuhnya untuk bertanya kepada guru, dan guru akan memberikan umpan balik kepada santri secara berurutan. Evaluasi Pembelajaran Komponen evaluasi dilakukan untuk megetahui apakah perencanaan yang telah direalisasikan dalam pelaksanaan pembelajaran telah tercapai atau belum. Menurut Anshori . 9: . evaluasi pembelajaran dapat dibedakan menjadi lima yaitu pretest, posttest, formatif, sumatif, diagnotik. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa evaluasi pembelajaran kitab TaAolim MutaAoalim di Pondok Pesantren Sabilurrosyad Malang dilaksanakan setiap proses pembelajaran di awal kelas atau yang disebut pretest. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2024 Utari Langeningtias. N Taufiq. IAoanatut Thoifah Upaya Pembentukan Akhlak Santri melalui Kitab TaAolim MutaAoalim di Pondok Pesantren hal ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman santri sebelum mempelajari kitab TaAolim MutaAoalim. Lalu di akhir kelas atau posttest untuk mengetahui tingkat pencapaian santri terhadap tujuan pembelajaran. Di akhir semester ganjil dan genap juga dilakukan tes untuk menentukan hasil belajar santri dan kemajuan belajar santri. Faktor Yang Mempengaruhi Pembentukan Akhlak Santri Di Pondok Pesantren Sabilurrosyad Malang Pondok Pesantren Sabilurrosyad Malang merupakan pondok salaf yang sangat mengedepankan etika santri terhadap gurunya. Hal ini dapat dibuktikan berdasarkan hasil penelitian bahwa ketika kiai/ustadz/ustadzah berjalan para santri akan menundukkan kepala, selalu mengucapkan salam dan selalu mematuhi Selain itu jika santri melewati makam abah atau perumahan ustadz/ustadzah diharuskan untuk mematikan dan menuntun motornya. Sikap di atas merupakan bentuk dari menghormati ahli ilmu yang telah memberikan pembelajaran kepada santri. Tak hanya di luar kelas saja, di dalam kelas santri juga mengimplementasikan sikap hormat kepada guru dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian bahwa ketika pembelajaran dimulai santri akan duduk mendengarkan dengan baik penjelasan dari ustadz/ustadzah, tidak menyangkal atau memotong pembicaraan guru dan ketika selesai pembelajaran, menunggu guru untuk beranjak pulang terlebih dahulu baru diikuti oleh santri-santri lain. Akan tetapi walaupun pembelajaran berjalan dengan baik dan hasil dari pembelajaran cukup memuaskan, masih ada beberapa santri masih belum mampu mengimplementasikan kitab TaAolim MutaAoalim dengan baik dan benar. Berdasarkan hasil penelitian menemukan bahwa masih banyak santri yang tidak mengikuti acara rutin pondok seperti ngaos, wetonan, diniyah dan muhadhoroh dikarenakan hujan, tidak ada teman, malas pergi ke masjid dan tidak berada di pondok ketika acara tersebut diselenggarakan. Santri tidak ada di pondok dikarenakan tidak balik kepondok pada jam yang sudah ditentukan dan tidak izin kepada bagian keamanan yang bertanggung jawab. Hal ini membuktikan beberapa pasal dalam kitab TaAolim Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2024 Utari Langeningtias. N Taufiq. IAoanatut Thoifah Upaya Pembentukan Akhlak Santri melalui Kitab TaAolim MutaAoalim di Pondok Pesantren MutaAoalim masih belum berjalan dengan baik yaitu pasal niat . etika belaja. , pasal takzim terhadap ilmu dan ahli ilmu dan pasal giat, rajin dan semangat. Bagi santri yang tidak memahami kitab TaAolim MutaAoalim dengan baik dan benar tidak akan mengerti bahwa perilaku di atas merupakan salah satu bentuk tidak menghormati guru dan ahli ilmu. Dengan tidak datang kepada ngaos dan acara rutin pondok berarti santri tidak menghargai guru yang telah mempersiapakan pembelajaran dan juga yang telah meluangkan waktu untuk dating ke acara rutin Sebenarnya banyak sekali faktor yang dapat mempengaruhi pembentukan akhlak santri. Terdapat tiga aliran yang sudah amat popular yaitu aliran nativisme, aliran empirisme dan aliran konvergensi. Aliran nativisme berpendapat bahwa faktor yang paling berpengaruh dalam pembentukan diri seseorang adalah pembawaan dari dalam berupa kecenderungan, bakat, akal dan lain-lain. Aliran emipirisme berpendapat bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap pembentukan seseorang adalah factor dari luar, yaitu lingkungan social termasuk pembinaan dan pendidikan yang diberikan kepada anak itu. Dan aliran konvergensi berpendapat bahwa pembentukan akhlak santri dipengaruhi oleh faktor internal yaitu pembawaan si anak dan factor dari luar yaitu pendidikan dan pembinaan yang dibuat secara khusus, atau melalui interaksi dalam lingkungan social (Abuddin Nata, 2006: . Aliran konvergensi merupakan aliran yang paling sesuai dengan ajaran Islam. Sebagaimana firman Allah dalam Al-QurAoan yang berbunyi: AuDan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberikan kamu pendengaran, penglihatan dan hati agar kamu bersyukurAy. Ayat tersebut menunjukkan bahwa setiap manusia memiliki potensi untuk dididik yaitu dengan memiliki penglihatan, pendengaran dan hati sanubari. Potensi ini patut disyukuri dengan mengisinya dengan ajaran dan pendidikan. Hal ini sejalan dengan yang dilakukan Luqmanul Hakim ketika memberikan pelajaran kepada anak-anaknya untuk tidak mempersekutkan Allah . atau keimanan karena keimananlah yang menjadi salah satu dasar yang kokoh dalam pembentukan Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2024 Utari Langeningtias. N Taufiq. IAoanatut Thoifah Upaya Pembentukan Akhlak Santri melalui Kitab TaAolim MutaAoalim di Pondok Pesantren Hal ini diperkuat oleh hadist Nabi yang berbunyi: Ausetiap anak dilahirkan dalam keadaan membawa fitrah . asa ketuhanan dan kecenderungan kepada kebenara. , maka kedua orang tuanyalah yang membentuk anak itu menjadi yahudi, nasrani atau majusiAy. (HR. Bukhor. Dari ayat tersebut dijelaskan bahwa pelaksanaan utama dalam pendidikan adalah orang tua. Maka dari itu terkadang orang tua dikatakan sebagai madrasah utama bagi anak-anaknya. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempegaruhi pembentukan akhlak santri dapat melalui dua factor yaitu faktor internal dan factor Faktor internal dapat dari potensi fisik, intelektual dan hati . yang dibawa anak dari sejak lahir, sementara factor eksternal dapat dipengaruhi oleh kedua orang tua, guru di sekolah, tokoh-tokoh masyarakat dan lingkungan (Warasto, 2018: . Berdasarkan hasil wawancara, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pembentukan akhlak santri di Pondok Pesantren Sabilurrosyad Malang. Pertama faktor internal yaitu latar belakang santri yang tidak pernah belajar di pondok pesantren akan berbeda dengan yang pernah belajar di pondok pesantren dengan begitu tingkat pemahamanakan pondok pun juga berbeda. Santri yang tidak pernah belajar di pondok cenderung belum terbiasa dan paham akan kegiatan pondok. Selain itu asalkota dan tingkat jenjang pendidikan juga dapat mempengaruhi pembentukan akhlak santri. Di Pondok Pesantren Sabilurrosyad Malang, santrinya terdiri dari mahasiswa, siswa SMP. SMA dan berasal dari berbagai kota. Cara belajar santri mahasiswa akan berbeda dengan santri yang dari SMA ataupun SMP dan kesibukan santri mahasiswa pun berbeda, jadi kebanyakan santri mahasiswa yang tidak sepenuhnya masuk diniyah dikarenakan sibuk dengan urusan dan tugas di kampus Begitu pula santri yang berasal dari pulau Jawa dan luar pulau Jawa pun Bagi beberapa santri yang berasal dari luar Jawa, kebanyakan mereka terkendala akan bahasa dalam pembelajaran. Seperti yang kita ketahui bahwa Pondok Pesantren Sabilurrosyad Malang sudah terbiasa dengan menggunakan bahasa Jawa kromoinggil. Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2024 Utari Langeningtias. N Taufiq. IAoanatut Thoifah Upaya Pembentukan Akhlak Santri melalui Kitab TaAolim MutaAoalim di Pondok Pesantren Kedua, factor eksternal yaitu persiapan guru yang masih kurang matang. Hal ini berdasarkan hasil wawancara dengan guru pengampu kitab TaAolim MutaAoalim dan penelitian bahwa guru terkadang masih kurang mampu menginterpretasikan apa yang dimaksud kalimat dalam kitab TaAolim MutaAoalim secara baik dan benar sehingga terkadang penjelasan guru menjadi tidak kontekstual dan santri pun kesulitan untuk memahami penjelasan guru. Apalagi kitab TaAolim MutaAoalim termasuk kitab terdahulu yang isi kandungannya jika dijelaskan pada saat ini mungkin agak tidak sesuai, kecuali kita dapat memahaminya dengan baik dan menyesuaikan dengan keadaan saat ini. Seperti contoh membaca tulisan pada nisan dapat menyebabkan lupa, menyapu di malam hari dapat menghambat rezeki. Halhal tersebut sudah tidak bias lagi diterapkan di zaman sekarang karena sudah dipandang tidak logis. Selain itu fasilitas penunjang pembelajaran di Pondok Pesantren Sabilurrosyad Malang juga masih kurang. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru pengampu kitab TaAolim MutaAoalim dan peneltian bahwa kurangnya fasilitas seperti meja dan kursi di setiap kelas. Beberapa kelas di masjid bahkan hanya memakai meja kecil ataupun tidak sama sekali. Pada hal meja dan kursi juga dapat mempengaruhi konsentrasi santri ketika pembelajaran. Jarak setiap kelas pun berdekatan, beberapa ada yang disekat antara kelas yang satu dengan kelas lainnya atau mungkin tidak sama sekali. Sehingga terkadang pembelajaran kelas yang satu dengan kelas lainnya akan berbenturan penjelasannya dikarenakan kelas yang Untuk mencapai berhasilnya suatu pembelajaran perlu adanya kolaborasi dari pondok untuk mengatasi faktor-faktor pengahambat pembentukan akhlak santri yaitu dengan pembiasaan dan keteladanan (Abuddin Nata, 2006: . Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa setiap harinya santri dibiasakan untuk selalu sholat 5 waktu, mengikuti serangkaian kegiatan seperti ngaos, diniyah dan kegiatan rutin pondok lainnya, terbiasa untuk mandiri, disiplin waktu dan bergaul dengan siapa saja. Hal ini sudah diterapkan pondok setiap harinya dengan tujuan dapat menjadi kebiasaan bagi santri-santrinya dengan kiai, guru pengajar dan kakak kelas sebagai pemberi contoh teladan yang baik dan nyata. Karena akhlak tak dapat Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2024 Utari Langeningtias. N Taufiq. IAoanatut Thoifah Upaya Pembentukan Akhlak Santri melalui Kitab TaAolim MutaAoalim di Pondok Pesantren dibentuk hanya dengan larangan atau instruksi saja akan tetapi perlu adanya sosok teladan bagi santrinya Demi membentuk generasi santri yang dapat bermanfaat bagi masyarakat dan tak tertinggal oleh teknologi yang semakin maju. Pesantren harus mampu memberikan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik generasi milenial yaitu berpikir kritis dan bersikap kreatif. Jadi pesantren dituntut untuk mampu menjadi wadah pendidikan santri yang mampu merangsang daya intelektual kritis santri, akan tetapi tetap mempertahankan identitas dirinya sebagai penjaga tradisi keilmuan klasik tanpa harus larut sepenuhnya dengan modernisasi (Gazali, 2020: . Dengan begitu perlu adanya sumber daya guru yang profesional yang sudah andal dibidangnya (Wati et al. , 2021: . dan konsep dan praktik pendidikan yang sesuai untuk generasi millennial (Gazali, 2020: . Berdasarkan hasil observasi, jumlah guru yang terdapat pada Pondok Pesantren Sabilurrosyad Malang adalah 40 guru yang terdiri dari 30 guru yang sudah standar starta-1 atau starta-2 dan 10 orang guru yang belum standar starta-1. Dari sini bahwa guru profesional yang mengajar lebih banyak dari pada guru yang belum standar starta-1. Akan tetapi pada konsep dan praktik pada pembelajaran kitab TaAolim MutaAoalim cenderung hanya berpaku pada teacher centered yaitu guru menjelaskan di depan dan santri mendengarkan. Metode ini merupakan metode yang sudah sering digunakan pada pesantren. Jika guru terlalu monoton dan tidak mengkreasikan metode ajarnya maka pembelajaran akan cenderung membosankan. Padahal guru dituntut untuk memberikan pembelajaran yang kreatif dan sesuai dengan karakteristik santri saat ini agar hasil dari pembelajaran dapat sesuai dengan potensi santri saat ini. Beberapa aspek yang harus disiapkan guru sebelum memasuki ruangannya yaitu pertama, fokus pada keterampilan bukan isi materi. Kedua, memberikan pembelajaran dengan fleksibilitas dan tujuan yang lebih besar. Ketiga, perencanaan untuk peningkatan kemampuan kolaboratif. Keempat, mengembangkan soft skill (Gazali, 2020: . Berdasarkan hasil peneltian ditemukan bahwa guru pengajar kitab TaAolim MutaAoalim masih terlalu monoton dalam menggunakan metode pembelajaran yaitu Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2024 Utari Langeningtias. N Taufiq. IAoanatut Thoifah Upaya Pembentukan Akhlak Santri melalui Kitab TaAolim MutaAoalim di Pondok Pesantren sorogan atau bandongan jadi cenderung hanya terpaku pada isi materi pada kitab saja dan membosankan. Selain itu pembelajaran kurang mengarah pada berpikir kritis dan mengatasi masalah secara kreatif. Hal ini dapat dibuktikan dari minimnya santri yang bertanya setelah penjelasan guru di depan kelas. KESIMPULAN Berdasarkan data hasil penelitian dan uraian pembahasandapat disimpulkan bahwa dalam pembelajaran kitab TaAolim MutaAoalim di Pondok Pesantren Sabilurrosyad Malang terdiri dari komponen guru yang kompeten, peserta didik, tujuan pembelajaran yang jelas, bahan pembelajaran yang bersumber dari kitab kitab terdahulu, metode pembelajaran, sarana dan prasarana yang terjangkau dan kegaiatan evaluasi yang dilaksnakan 2 tahun sekali yaitu pada semester genap dan ganjil dengan manajemen pembelajaran yang baik dari kiai, guru dan pengurus. Beberapa faktor pendukung dan penghambat dalam pembentukan akhlak yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal mencakup kemampuan santri yang tidak pernah sama sekali belajar di pondok, santri yang berbeda jenjang pendidikannya dan asalkotanya. Sementara faktor eksternal dapat dipengaruhi oleh kedua orang tua, guru di sekolah, tokoh-tokoh masyarakat dan lingkungan. REFERENSI