https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. DIALEKTIKA TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM DAN BARAT STUDI KOMPARATIF ATAS NILAI. ORIENTASI. DAN KONTEKS Riska Rama Riyanti Rambe Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan riskaramadiantirambe@gmail. Salsabila Sormin Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan salsabilasormin@gmail. Article History: Received: Agustus 31, 2025. Accepted: September 13, 2025. Published: Oktober 18, 2025. Abstract. This study aims to comparatively examine the goals of education from the perspectives of Islam and the West, highlighting the differences in philosophical foundations, value orientations, and their implications for the educational process. The main issue discussed in this study is how the differing worldviews between Islam and the West influence the formulation of educational objectives and their implementation in real life. Islamic education is based on the belief that the primary goal of education is to shape a complete human being . nsan kami. who is faithful, knowledgeable, and morally upright, with education serving as a means to draw closer to Allah SWT. In contrast. Western education generally relies on the values of humanism, rationality, and individual autonomy, with the main goal of developing human potential intellectually, socially, and economically in a secular life. This research uses a qualitative approach with a library research method, carried out by collecting data from various sources such as books, scholarly journal articles, and relevant educational documents. The analysis is conducted using a descriptive-critical approach to compare the characteristics and orientations of each educational The results of the study show that there are fundamental differences between Islamic and Western education, particularly in terms of the ultimate goals of education, value foundations, and moral orientations. Although both aim to shape knowledgeable and responsible individuals, these philosophical differences direct the educational process in different directions. The study recommends the integration of spiritual and moral values into modern education to make it more holistic and meaningful Keywords: Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komparatif tujuan pendidikan dalam perspektif Islam dan Barat, dengan menyoroti perbedaan dasar filosofis, orientasi Permasalahan utama yang dibahas dalam studi ini adalah bagaimana perbedaan pandangan dunia . antara Islam dan Barat memengaruhi perumusan tujuan pendidikan dan implementasinya dalam kehidupan nyata. Pendidikan Islam berpijak pada keyakinan bahwa tujuan utama pendidikan adalah untuk membentuk manusia paripurna . nsan kami. yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia, serta menjadikan Educational Worldview. Education. Education Goals. Islamic Western 664 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 Dialektika Tujuan Pendidikan Islam Dan Barat: Studi Komparatif Atas Nilai. Orientasi. Dan Konteks | Riska Rama Riyanti Rambe. Salsabila Sormin pendidikan sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sementara itu, pendidikan Barat pada umumnya bertumpu pada nilai-nilai humanisme, rasionalitas, dan otonomi individu, dengan tujuan utama untuk mengembangkan potensi manusia secara intelektual, sosial, dan ekonomi dalam kehidupan sekuler. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur . ibrary researc. , yang dilakukan melalui pengumpulan data dari berbagai sumber buku, artikel jurnal ilmiah, serta dokumen pendidikan yang Analisis dilakukan secara deskriptif-kritis untuk membandingkan karakteristik serta orientasi masing-masing sistem pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan mendasar antara pendidikan Islam dan Barat, terutama dalam aspek tujuan akhir pendidikan, landasan nilai, dan orientasi moral. Meskipun keduanya memiliki kesamaan dalam upaya membentuk manusia yang berpengetahuan dan bertanggung jawab, perbedaan filosofis tersebut mengarahkan proses pendidikan ke arah yang berbeda. Studi ini merekomendasikan perlunya integrasi nilai-nilai spiritual dan moral dalam pendidikan modern agar lebih holistik dan bermakna PENDAHULUAN Pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam pembangunan peradaban manusia. Melalui pendidikan, nilai-nilai, norma, ilmu pengetahuan, serta keterampilan hidup ditanamkan dan dikembangkan dalam diri peserta Lebih dari itu, pendidikan juga berfungsi sebagai media pembentukan karakter dan arah hidup seseorang, baik dalam konteks individu maupun (Fadilah 2. Namun demikian, pendidikan tidak pernah netral. selalu berada dalam kerangka nilai dan pandangan hidup tertentu yang menjadi fondasinya. Oleh karena itu, sistem pendidikan di suatu masyarakat sangat dipengaruhi oleh worldview . andangan duni. yang dianut, baik secara eksplisit maupun implisit. Dalam sejarah dan praktiknya, terdapat dua sistem pendidikan dominan yang sering dikaji dan dibandingkan, yakni pendidikan Islam dan pendidikan Barat. Keduanya memiliki akar filsafat, tujuan, dan orientasi nilai yang Pendidikan Islam berpijak pada prinsip tauhid yang menjadikan Allah SWT sebagai pusat segala aktivitas manusia, termasuk aktivitas pendidikan. (M. Hidayat 2. Tujuan utama pendidikan dalam Islam adalah untuk membentuk manusia paripurna atau insan kamil, yaitu manusia yang tidak 665 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga beriman, bertakwa, dan memiliki akhlak yang luhur. Dalam perspektif ini, pendidikan dipandang sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memperkuat identitas spiritual peserta didik. Sementara itu, pendidikan Barat pada umumnya berakar pada tradisi humanisme, rasionalisme, dan sekularisme. Pendidikan dalam konteks ini berfokus pada pengembangan individu secara bebas dan otonom. Tujuannya adalah untuk mengasah potensi intelektual, keterampilan sosial, serta kesiapan ekonomi individu agar mampu bersaing di tengah masyarakat yang plural dan modern. (Sari 2. Pendidikan dipandang sebagai alat untuk menciptakan warga negara yang produktif, kritis, dan rasional. Dalam sistem pendidikan ini, nilai-nilai spiritual atau transendental seringkali tidak menjadi prioritas utama, bahkan dianggap berada di luar ruang lingkup pendidikan Permasalahan utama yang muncul dari perbedaan paradigma ini adalah bagaimana pandangan dunia Islam dan Barat memengaruhi perumusan serta implementasi tujuan pendidikan. (Rahmawati 2. Apakah pendidikan Barat yang berorientasi pada rasionalitas dan kemajuan teknologi dapat diterapkan secara utuh dalam konteks masyarakat Muslim? Atau sebaliknya, sejauh mana pendidikan Islam yang berbasis wahyu mampu menjawab tantangan global tanpa kehilangan jati dirinya? Perbedaan tersebut bukan hanya terletak pada tujuan akhir pendidikan, tetapi juga menyangkut aspek nilai, metode, dan orientasi moral. Pendidikan Islam menekankan integrasi antara aspek kognitif, afektif, dan spiritual. Sedangkan pendidikan Barat lebih menekankan pada aspek kognitif dan keterampilan teknis yang dibutuhkan untuk menjalani kehidupan modern. Oleh karena itu, perbandingan antara keduanya menjadi penting untuk dipahami secara mendalam agar sistem pendidikan dapat dikembangkan secara lebih utuh, tidak hanya melayani kepentingan duniawi tetapi juga kebutuhan spiritual dan moral. 666 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 Dialektika Tujuan Pendidikan Islam Dan Barat: Studi Komparatif Atas Nilai. Orientasi. Dan Konteks | Riska Rama Riyanti Rambe. Salsabila Sormin Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komparatif tujuan pendidikan dalam perspektif Islam dan Barat, dengan menyoroti perbedaan mendasar dalam filsafat, orientasi nilai, dan tujuan akhir pendidikan. Kajian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka . ibrary researc. , yaitu dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber literatur seperti buku, artikel jurnal ilmiah, serta dokumen pendidikan yang relevan. (Zulfikar 2. Analisis dilakukan secara deskriptif-kritis guna memahami karakteristik khas dari masing-masing sistem pendidikan dan pendidikan di lapangan. Melalui kajian ini, diharapkan akan ditemukan titik temu maupun perbedaan yang signifikan antara pendidikan Islam dan Barat, sehingga dapat menjadi landasan dalam merumuskan model pendidikan yang lebih holistik dan relevan dengan kebutuhan zaman. Studi ini juga merekomendasikan pentingnya integrasi nilai-nilai spiritual dan moral dalam sistem pendidikan modern agar mampu membentuk manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral dan tanggung jawab sosial yang tinggi. (Damayanti 2. Dengan demikian, pendidikan tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten di bidangnya, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif dalam kehidupan masyarakat secara luas. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka . ibrary researc. Pendekatan ini dipilih karena kajian difokuskan pada penelusuran literatur yang relevan guna menggali, memahami, dan menganalisis pemikiran filosofis yang melandasi tujuan pendidikan dalam perspektif Islam dan Barat. Penelitian kualitatif bersifat interpretatif dan holistik, yang memungkinkan peneliti untuk mendeskripsikan, menafsirkan, dan mengkritisi data secara mendalam. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif, yang diperoleh dari dokumen-dokumen tertulis berupa buku, jurnal ilmiah, artikel akademik, serta 667 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 dokumen pendidikan resmi yang berkaitan dengan konsep dan tujuan Sumber data dibagi menjadi dua, yaitu sumber primer dan sumber Sumber primer mencakup karya-karya klasik maupun kontemporer dari tokoh-tokoh pendidikan Islam seperti Al-Ghazali. Ibn Sina, dan Syed Muhammad Naquib al-Attas, serta tokoh-tokoh pendidikan Barat seperti John Dewey. Immanuel Kant, dan Paulo Freire. Sumber sekunder meliputi artikel jurnal ilmiah, buku-buku referensi pendidikan, hasil penelitian sebelumnya, dan dokumen kebijakan pendidikan dari lembaga terkait. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif-kritis. Analisis dilakukan dengan mengklasifikasikan data berdasarkan tema tertentu seperti tujuan akhir pendidikan, dasar nilai, dan orientasi moral. Selanjutnya dilakukan perbandingan untuk melihat persamaan dan perbedaan antara kedua perspektif. Peneliti kemudian menyusun interpretasi secara kritis terhadap arah pendidikan yang ditawarkan oleh masing-masing sistem, serta relevansinya dalam konteks pendidikan modern. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya bersifat deskriptif tetapi juga evaluatif dan reflektif. HASIL DAN PEMBAHASAN Landasan Filosofis Pendidikan Islam dan Barat Landasan filosofis pendidikan merupakan dasar pijakan utama dalam merumuskan arah, tujuan, metode, serta isi pendidikan. Dalam konteks ini, pendidikan Islam dan Barat memiliki titik tolak yang berbeda secara mendasar. Pendidikan Islam berpijak pada ajaran tauhid dan wahyu ilahi sebagai fondasi utama, sedangkan pendidikan Barat sebagian besar humanisme(M. Rahmatullah 2. Perbedaan ini tidak hanya bersifat pendidikan dilaksanakan dan apa yang menjadi tujuannya. Dalam pendidikan Islam, filsafat pendidikan dilandaskan pada AlQur'an, hadits, serta warisan intelektual para ulama. Tujuan utamanya adalah pembentukan insan kamil, yaitu manusia seutuhnya yang tidak 668 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 Dialektika Tujuan Pendidikan Islam Dan Barat: Studi Komparatif Atas Nilai. Orientasi. Dan Konteks | Riska Rama Riyanti Rambe. Salsabila Sormin hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki iman dan akhlak yang Pendidikan adalah sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menjadi jalan untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Oleh karena itu, pendidikan Islam bersifat holistik dan integratif, mencakup aspek spiritual, moral, sosial, dan intelektual. Sementara itu, pendidikan Barat secara historis banyak dipengaruhi oleh pemikiran filsuf seperti Socrates. Plato. Descartes, dan John Dewey. Rasionalitas dan otonomi individu menjadi landasan filosofis utamanya. Tujuan pendidikan dalam pandangan Barat lebih diarahkan untuk pengembangan potensi diri, berpikir kritis, serta kontribusi terhadap masyarakat dalam kerangka sekuler. Nilai-nilai moral dalam pendidikan Barat tidak selalu bersumber dari wahyu, melainkan dari kesepakatan sosial atau filsafat etika tertentu. Konsekuensi dari perbedaan filosofis ini sangat besar. Dalam pendidikan Islam, ilmu pengetahuan tidak dapat dipisahkan dari nilai dan Sebaliknya, dalam tradisi Barat, pemisahan antara ilmu dan agama sering kali menjadi dasar sistem pendidikan. Hal ini menghasilkan pendekatan yang berbeda dalam kurikulum, metode pembelajaran, serta relasi guru dan peserta didik. Pendidikan Islam melihat guru sebagai pembimbing spiritual, sementara pendidikan Barat lebih melihatnya sebagai fasilitator proses belajar. Dengan demikian, memahami perbedaan landasan filosofis antara pendidikan Islam dan Barat menjadi sangat penting, terutama dalam konteks globalisasi dan pendidikan multikultural saat ini. Integrasi antara rasionalitas dan spiritualitas bisa menjadi jembatan untuk membentuk sistem pendidikan yang lebih seimbang, adil, dan bermakna. Peran Agama dalam Pendidikan Islam dan Barat Peran agama dalam pendidikan memiliki landasan yang kuat baik dalam tradisi Islam maupun dalam pemikiran Barat, meskipun keduanya memiliki pendekatan yang berbeda. Dalam pendidikan Islam, agama 669 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 menjadi fondasi utama dalam keseluruhan proses pendidikan. Pendidikan tidak hanya ditujukan untuk mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk akhlak dan kepribadian peserta didik berdasarkan nilai-nilai ilahiyah(Rahman 2. Tujuan utamanya adalah membentuk manusia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Sebaliknya, dalam tradisi pendidikan Barat, peran agama mengalami pasang surut tergantung pada konteks sejarah dan geografisnya. Pada masa abad pertengahan, agama khususnya Kristen memiliki pengaruh besar dalam pendidikan yang dijalankan oleh lembaga gereja. Namun, setelah era pencerahan . , pendidikan di Barat mulai bersifat sekuler, di mana agama dipisahkan dari sistem pendidikan formal. Meskipun demikian, sebagian institusi pendidikan Barat tetap memasukkan nilainilai moral yang secara implisit masih bersumber dari ajaran agama. Pendidikan Islam menempatkan agama sebagai poros utama dalam kurikulum dan praktik pendidikan. Nilai-nilai Al-Qur'an dan Hadis menjadi pedoman dalam pengembangan kurikulum, metode pengajaran, dan penilaian keberhasilan belajar. Guru bukan sekadar pendidik, tetapi juga pembimbing spiritual (Suhendar 2. Ini berbeda dengan sistem Barat yang cenderung menekankan pada pendekatan ilmiah dan empiris dalam proses pendidikan, dengan sedikit penekanan pada aspek spiritual. Meskipun terdapat perbedaan signifikan, ada juga titik temu antara keduanya, yaitu pentingnya nilai moral dan pembentukan karakter dalam Dalam konteks global saat ini, terjadi upaya integrasi antara aspek religius dan sekuler dalam pendidikan untuk menciptakan sistem pembelajaran yang holistik (Yusuf 2. Dengan demikian, memahami peran agama dalam kedua tradisi ini penting agar pendidikan mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan arah moral dan spiritual. Perbandingan Tujuan Pendidikan dalam Perspektif Islam dan Barat 670 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 Dialektika Tujuan Pendidikan Islam Dan Barat: Studi Komparatif Atas Nilai. Orientasi. Dan Konteks | Riska Rama Riyanti Rambe. Salsabila Sormin Tujuan pendidikan dalam perspektif Islam dan Barat memiliki perbedaan mendasar dalam hal landasan filosofis dan orientasinya. Pendidikan Islam berlandaskan pada wahyu ilahi (Al-QurAoan dan Hadi. , dengan tujuan utama untuk mendekatkan manusia kepada Allah SWT dan membentuk pribadi yang bertakwa, berilmu, serta berakhlak mulia (A. Hidayat 2. Sedangkan pendidikan Barat umumnya bertumpu pada rasionalitas, humanisme, dan empirisme, dengan tujuan mengembangkan potensi individu agar mampu hidup mandiri, produktif, dan rasional dalam Dalam pendidikan Islam, aspek spiritual dan moral menjadi komponen utama yang menyatu dengan aspek intelektual. Tujuan pendidikan Islam bukan sekadar mencetak manusia yang cerdas secara akademik, tetapi juga manusia yang memiliki kesadaran akan tanggung jawabnya sebagai hamba Allah dan khalifah di bumi. Ini menunjukkan bahwa pendidikan Islam memiliki visi yang holistik, mencakup dunia dan akhirat, jasmani dan rohani. Pendidikan Barat lebih mengarah pada pencapaian tujuan duniawi. Sistem pendidikan Barat lebih menekankan pada pengembangan keterampilan kognitif, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis, yang semuanya diarahkan pada pencapaian keberhasilan karier atau peran dalam masyarakat yang kompetitif. Nilai-nilai spiritual dan moral tidak menjadi inti, melainkan opsional dan seringkali terpisah dari kurikulum utama. Namun demikian, dalam perkembangannya, sebagian pemikir Barat modern mulai menyadari pentingnya pendidikan karakter dan nilai moral. Hal ini terlihat dari munculnya konsep pendidikan humanistik dan pendidikan nilai yang menggabungkan aspek afektif dalam pembelajaran (Maulana 2. sisi lain, pendidikan Islam juga mengalami pendekatan-pendekatan pedagogis modern yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, sehingga terjadi titik temu dalam hal perlunya pendidikan yang menyeluruh dan seimbang. 671 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 Dengan demikian, perbandingan antara tujuan pendidikan Islam dan Barat memperlihatkan perbedaan dalam orientasi nilai dan pendekatan, namun keduanya memiliki kontribusi penting dalam membentuk sistem pendidikan yang relevan dengan konteks sosial dan budaya masing-masing (Fitriani 2. Integrasi nilai spiritual dan rasionalitas menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pendidikan masa depan agar mampu membentuk manusia yang utuh secara intelektual dan moral. Perbedaan Pandangan Dunia (Worldvie. dalam Pendidikan Islam dan Barat Pandangan dunia . merupakan dasar filosofis yang memengaruhi cara pandang manusia terhadap realitas, termasuk dalam Dalam Islam, berlandaskan pada tauhid, yaitu keyakinan bahwa segala aspek kehidupan, termasuk pendidikan, harus terhubung dengan nilai-nilai ketuhanan. Hal ini membuat pendidikan Islam bersifat transendental, mengintegrasikan ilmu dengan iman dan akhlak (Ramadhan 2. Sebaliknya, dalam Barat, humanisme, dan rasionalisme, yang memisahkan antara ilmu dan agama serta lebih menekankan pada otonomi manusia dan pendekatan ilmiah Pendidikan Islam mendekatkan diri kepada Allah dan memakmurkan bumi sesuai dengan tuntunan wahyu. Oleh karena itu, setiap ilmu pengetahuan harus membawa implikasi moral dan spiritual. Dalam pendekatan ini, guru tidak hanya sebagai penyampai ilmu, tetapi juga sebagai pembimbing ruhani yang menanamkan nilai-nilai keislaman kepada peserta didik. Sebaliknya, dalam sistem Barat, pendidikan dianggap sebagai upaya manusia untuk menguasai alam melalui akal, teknologi, dan metode ilmiah, tanpa selalu mempertimbangkan dimensi ilahiyah. 672 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 Dialektika Tujuan Pendidikan Islam Dan Barat: Studi Komparatif Atas Nilai. Orientasi. Dan Konteks | Riska Rama Riyanti Rambe. Salsabila Sormin Worldview Barat menempatkan manusia sebagai pusat alam semesta . , sedangkan Islam menempatkan Allah sebagai pusat segala sesuatu . Ini berdampak pada perbedaan dalam penentuan Dalam Islam, ilmu harus membawa manfaat untuk kehidupan dunia dan akhirat, sedangkan dalam pendidikan Barat, ilmu lebih diarahkan untuk kemajuan material dan teknologi. Perbedaan worldview ini juga memengaruhi cara pendidikan merespons persoalan-persoalan kontemporer (Zahro 2. Pendidikan Islam, dengan worldview-nya yang integral, mencoba mencari solusi yang seimbang antara kemajuan ilmu dan moralitas. Di sisi lain, pendidikan Barat sering kali mengalami krisis nilai karena terlalu menekankan aspek kognitif dan mengabaikan dimensi spiritual. Hal ini mendorong munculnya kritik dari para pendidik terhadap sistem pendidikan Barat yang dianggap menghasilkan manusia cerdas tetapi miskin moral. Dengan pendidikan Islam dan Barat sangat penting dalam rangka mengembangkan sistem pendidikan yang holistik dan berakar pada nilai-nilai yang kuat. Pendidikan Islam dapat belajar dari pendekatan metodologis Barat, namun tetap mempertahankan esensi nilai-nilai tauhid agar tidak kehilangan arah dalam mencetak generasi yang unggul secara intelektual dan spiritual. Implikasi Filsafat Pendidikan terhadap Kurikulum Islam dan Barat Filsafat pendidikan menjadi landasan penting dalam perumusan kurikulum, karena ia menentukan tujuan, isi, dan metode pembelajaran. Dalam konteks kurikulum Islam, filsafat pendidikan berakar pada nilainilai tauhid, akhlak, dan hubungan manusia dengan Tuhan serta sesama. Implikasi dari filsafat ini adalah kurikulum yang menekankan aspek dan moral sebagai bagian tak terpisahkan dari Kurikulum Islam pengetahuan umum dengan ilmu agama secara harmonis, bertujuan 673 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 membentuk peserta didik yang beriman dan bertaqwa sekaligus cakap secara intelektual. Sebaliknya, filsafat pendidikan Barat seringkali berfokus pada humanisme, rasionalisme, dan pragmatisme yang menempatkan manusia sebagai pusat pembelajaran (Suyanto 2. Implikasi filsafat ini pada kurikulum adalah penekanan pada pengembangan potensi individu, pemikiran kritis, dan keterampilan yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Kurikulum Barat cenderung bersifat sekuler dan lebih menonjolkan aspek ilmiah serta praktis tanpa keterkaitan langsung dengan nilai-nilai agama, sehingga peserta didik diarahkan untuk menjadi individu yang mandiri dan adaptif terhadap perubahan zaman. Perbedaan filsafat pendidikan ini menghasilkan perbedaan juga dalam pendekatan dan isi kurikulum. Kurikulum Islam memiliki dimensi spiritual dan nilai moral yang menjadi landasan dalam penyusunan materi pembelajaran, sedangkan kurikulum Barat menekankan aspek kognitif dan keterampilan praktis (Widodo 2. Meski demikian, dalam perkembangan globalisasi, terdapat kecenderungan integrasi antara kedua pendekatan tersebut agar kurikulum dapat menghasilkan peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan beretika. Dengan kurikulum, pendidik dan pembuat kebijakan dapat menyusun kurikulum yang tidak hanya relevan dengan kebutuhan zaman, tetapi juga berakar pada nilai-nilai budaya dan kepercayaan yang dianut oleh masyarakat. Hal ini menjadi penting untuk menjaga keberlanjutan nilai-nilai luhur sekaligus menghasilkan generasi yang mampu menghadapi tantangan dunia modern. KESIMPULAN Kesimpulan dari studi ini menunjukkan bahwa landasan filosofis pendidikan Islam dan Barat sangat berbeda dan menjadi dasar utama yang 674 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 Dialektika Tujuan Pendidikan Islam Dan Barat: Studi Komparatif Atas Nilai. Orientasi. Dan Konteks | Riska Rama Riyanti Rambe. Salsabila Sormin memengaruhi tujuan pendidikan masing-masing. Pendidikan Islam berakar pada keyakinan spiritual dan wahyu Ilahi, yang menempatkan agama sebagai fondasi utama dalam seluruh proses pendidikan. Dalam konteks ini, pendidikan berperan tidak hanya untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga untuk membentuk insan kamilAimanusia paripurna yang beriman, berakhlak mulia, serta dekat dengan Sang Pencipta. Sebaliknya, pendidikan Barat lebih banyak didasarkan pada filsafat humanisme, rasionalitas, dan empirisisme, yang cenderung memisahkan agama dari pendidikan dan menempatkan akal serta otonomi individu sebagai pusat pembentukan manusia. Peran agama dalam pendidikan Islam bersifat integral dan holistik, membimbing nilai-nilai moral dan spiritual yang menjadi pedoman hidup peserta didik. Sementara dalam pendidikan Barat, peran agama sering kali dikurangi atau dilepaskan demi nilai-nilai sekuler dan ilmu pengetahuan yang bersifat universal dan objektif. Hal ini mengarah pada perbedaan mendasar dalam tujuan pendidikan: pendidikan Islam menekankan pembentukan karakter dan spiritualitas, sedangkan pendidikan Barat lebih menitikberatkan pada pengembangan potensi intelektual, sosial, dan ekonomi individu. Perbedaan worldview atau pandangan dunia ini menjelaskan mengapa kedua sistem pendidikan mengarahkan tujuan yang berbeda, meskipun keduanya memiliki kesamaan dalam upaya membentuk manusia yang berpengetahuan dan bertanggung jawab. Secara komparatif, integrasi nilai spiritual dan moral dari pendidikan Islam ke dalam pendidikan modern dapat memperkaya dan melengkapi orientasi pendidikan Barat agar lebih holistik dan bermakna dalam menghadapi tantangan zaman. REFERENSI