Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN KETERAMPILAN. PENGUATAN KELEMBAGAAN. DAN PENINGKATAN PARTISIPASI DALAM MEMPERSIAPKAN DESA WISATA Rianto1. Dian Octarina2. Elda Nurmalinda3*. Agus Riyadi4 1,2,3,4 Institut Pariwisata Trisakti e-mail: rianto@iptrisakti. id1, dianoctarina@itptrisakti. elda@iptrisakti. id3, agus. riyadi@iptrisakti. ABSTRACT This activity aims to enhance the local communityAos knowledge and skills in managing agricultural potential as educational tourism attractions, contributing to their economic and social well-being. Through field research and in-depth interviews, local resources were identified, followed by technical guidance involving training on processing agricultural products, marketing strategies, and developing sustainable tourism attractions. The results highlight improved community capabilities in transforming agricultural products such as tobacco, chilies, and melons into value-added items like visitor souvenirs, fostering additional income and stronger engagement with tourism opportunities. This initiative also shifted the communityAos perspective toward a more proactive approach to tourism development, with evident economic benefits, including increased entrepreneurial activities and interest in tourism-related ventures. By converting agricultural potential into educational tourism, this activity supports sustainable village development while empowering the community to maximize their resources and contribute to regional tourism growth. Keywords: educational tourism, village potential, capacity building, agriculture-based tourism Rianto. Dian Octarina. Elda Nurmalinda, dan Agus Riyadi Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 ABSTRAK Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat lokal dalam mengelola potensi pertanian sebagai daya tarik wisata edukasi, sehingga dapat mendukung kesejahteraan ekonomi dan sosial mereka. Melalui penelitian lapangan dan wawancara mendalam, potensi lokal diidentifikasi, diikuti dengan bimbingan teknis berupa pelatihan pengolahan hasil pertanian, strategi pemasaran, dan pengembangan daya tarik wisata berkelanjutan. Hasilnya menunjukkan peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengolah produk pertanian seperti tembakau, cabai, dan melon menjadi produk bernilai tambah, seperti suvenir untuk pengunjung, yang mendukung peningkatan pendapatan serta keterlibatan yang lebih kuat dalam peluang Inisiatif ini juga berhasil mengubah perspektif masyarakat menjadi lebih proaktif terhadap pengembangan pariwisata, dengan manfaat ekonomi yang terlihat, termasuk meningkatnya aktivitas kewirausahaan dan minat pada usaha terkait pariwisata. Dengan mengubah potensi pertanian menjadi wisata edukasi, kegiatan ini mendukung pengembangan desa berkelanjutan sekaligus memberdayakan masyarakat untuk memaksimalkan sumber daya mereka dan berkontribusi pada pertumbuhan pariwisata daerah. Kata Kunci: wisata edukasi, potensi desa, peningkatan kapasitas, pariwisata berbasis pertanian Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Keterampilan. Penguatan Kelembagaan, dan Peningkatan Partisipasi dalam Mempersiapkan Desa Wisata Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 PENDAHULUAN Pembangunan pariwisata berbasis masyarakat (Community-Based Touris. di pedesaan semakin menjadi fokus utama untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat dan mempertahankan tradisi serta budaya lokal (Wijaya & Sudarmawan, 2. Desa Watusigar. Kabupaten Gunung Kidul, memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata, terutama di Dusun Randusari. Cikal, dan Dungmas, yang masing-masing menawarkan karakteristik dan potensi unik, seperti pertanian, seni budaya, dan teknologi modern. Namun, tantangan seperti pengelolaan tradisional dan keterbatasan akses pasar membatasi optimalisasi potensi lokal, khususnya pada komoditas tembakau yang menjadi andalan masyarakat (Rachmat, 2010. Ningrum et al. , 2. Potensi Dusun Randusari, misalnya, terletak pada pengolahan tembakau, sedangkan Dusun Cikal memiliki keunggulan hortikultura berbasis greenhouse modern. Di sisi lain. Dusun Dungmas kaya akan seni budaya seperti Reog. Wayang Orang, dan tradisi Nyadran yang menarik sebagai daya tarik wisata. Namun, potensi ini belum terkelola dengan baik untuk mendukung pengembangan desa wisata yang berkelanjutan. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengatasi hambatan tersebut melalui peningkatan keterampilan masyarakat dalam pengolahan hasil pertanian, strategi pemasaran, dan pengembangan pariwisata berbasis komunitas. Dengan pendekatan modern, seperti pelatihan teknis dan integrasi konsep agrowisata, program ini tidak hanya mendukung peningkatan pendapatan masyarakat tetapi juga menguatkan daya tarik desa sebagai destinasi wisata edukatif (Yusnita, 2019. Astono et , 2. Di Cikal, misalnya, pengelolaan hortikultura berbasis greenhouse modern dapat dijadikan paket wisata edukasi, sementara Randusari difokuskan pada peningkatan nilai tambah produk tembakau. Rianto. Dian Octarina. Elda Nurmalinda, dan Agus Riyadi Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 Program ini terinspirasi dari model pemberdayaan sebelumnya, seperti di Desa Sukawening (Istiyanti, 2. dan program Masrudi et al. , yang menunjukkan keberhasilan tiga tahap pemberdayaan: penyadaran, peningkatan keterampilan, dan pengembangan intelektual. Dengan mengacu pada model ini, kegiatan PKM di Desa Watusigar dirancang untuk memberdayakan masyarakat melalui pendampingan, pelatihan, dan penguatan kolaborasi komunitas. Pemberdayaan masyarakat akan dilakukan dalam tiga tahapan, yakni: pengembangan keterampilan teknis melalui pelatihan dalam bidang pertanian, pengolahan produk tembakau, dan pengelolaan wisata. penguatan kelembagaan dengan membentuk dan memperkuat kelompokkelompok usaha atau koperasi desa yang dapat mengelola potensi wisata secara mandiri. peningkatan partisipasi masyarakat dengan melibatkan mereka dalam seluruh proses perencanaan dan pelaksanaan kegiatan wisata di desa. Partisipasi aktif masyarakat merupakan kunci utama dalam kesuksesan program ini. Dengan adanya pelatihan dan pemberdayaan yang terstruktur, diharapkan masyarakat Desa Watusigar dapat meningkatkan kapasitas mereka untuk mengelola sumber daya lokal, serta membangun kelembagaan yang kuat untuk mengelola dan memasarkan produk serta atraksi wisata. Luaran yang diharapkan dari program ini antara lain peningkatan keterampilan masyarakat dalam mengelola hasil pertanian dan produk tembakau, penguatan organisasi dan kelembagaan desa dalam pengelolaan wisata, serta peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa wisata yang berbasis komunitas. Program ini diharapkan dapat memberikan dampak yang berkelanjutan pada perekonomian, budaya, dan kemandirian masyarakat, serta memperkuat Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Keterampilan. Penguatan Kelembagaan, dan Peningkatan Partisipasi dalam Mempersiapkan Desa Wisata Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 posisi Desa Watusigar sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat yang unggul dan berkelanjutan. PELAKSANAAN DAN METODE Dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan di Dusun Randusari. Cikal, dan Dungmas. Desa Watusigar. Kecamatan Ngawen. Kabupaten Gunung Kidul pada tanggal 5-8 September 2024, tim PKM fokus pada pemberdayaan masyarakat dengan tujuan utama mengembangkan pariwisata berbasis komunitas. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengelola dan memasarkan atraksi wisata di setiap dusun, serta mempersiapkan Desa Watusigar sebagai desa wisata yang mandiri dan berkelanjutan. Di Dusun Randusari, yang sebelumnya dikenal dengan pengolahan tembakau, program ini lebih menekankan pada pemanfaatan produk lokal sebagai daya tarik wisata. Pelatihan yang diberikan berfokus pada teknik pengemasan produk tembakau dan produk lokal lainnya, serta strategi pemasaran yang efektif untuk menarik wisatawan. Demonstrasi dilakukan untuk menunjukkan cara mempromosikan produk sebagai bagian dari pengalaman wisata, yang diharapkan dapat meningkatkan minat pengunjung dan pendapatan masyarakat dari sektor pariwisata. Di Dusun Cikal, program PKM difokuskan pada pengembangan agrowisata melalui pengelolaan greenhouse. Pelatihan yang diberikan bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengelola pertanian hortikultura yang berbasis teknologi modern. Hal ini termasuk merancang tur edukatif dan interaktif yang mengedukasi pengunjung tentang proses pertanian, yang dapat menjadi daya tarik wisata yang unik dan menarik bagi wisatawan. Rianto. Dian Octarina. Elda Nurmalinda, dan Agus Riyadi Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 Sementara di Dusun Dungmas, kegiatan PKM mengarah pada pengembangan potensi wisata budaya dan alam. Pelatihan difokuskan pada cara mempromosikan dan mengelola atraksi budaya seperti Nyadran. Reog, dan Wayang Orang, serta pengolahan produk lokal seperti jaddah dan es buah sebagai bagian dari paket wisata. Demonstrasi dilakukan untuk menunjukkan cara-cara mengelola acara budaya dan produk lokal yang dapat menarik wisatawan dan meningkatkan pendapatan dari sektor Setiap kegiatan pelatihan dilengkapi dengan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan dan keterampilan masyarakat sebelum dan setelah pelatihan. Evaluasi ini digunakan untuk menilai dampak program terhadap peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengembangkan potensi pariwisata serta untuk mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki dalam pelaksanaan kegiatan ke depan. Dengan pendekatan yang terukur ini, diharapkan program PKM dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pemberdayaan masyarakat dan pengembangan pariwisata lokal yang berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini akan menjadi referensi bagi inisiatif pengabdian masyarakat lainnya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pengembangan pariwisata berbasis HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil observasi, terdapat beberapa kesamaan dan perbedaan yang dimiliki oleh masing-masing dusun. Kesamaan utama dari ketiga dusun, yaitu Randusari. Cikal, dan Dungmas, terletak pada sektor pertanian tembakau. Ketiga dusun ini membudidayakan varietas tembakau Voor-Oogst, yang hanya dapat ditanam pada musim kemarau. Kondisi alam Kabupaten Gunung Kidul, yang terletak di wilayah Yogyakarta, memiliki Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Keterampilan. Penguatan Kelembagaan, dan Peningkatan Partisipasi dalam Mempersiapkan Desa Wisata Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 curah hujan yang relatif rendah. Hal ini memungkinkan budidaya tembakau jenis Voor-Oogst berlangsung dalam jangka waktu yang cukup panjang, disesuaikan dengan iklim daerah tersebut. Namun, kegiatan PKM yang dilakukan tidak hanya terbatas pada aspek pertanian tembakau. Di Dusun Randusari, tim PKM memberikan pelatihan tentang pengembangan dan pemanfaatan tembakau sebagai daya tarik wisata. Pelatihan ini meliputi strategi pemasaran tembakau sebagai bagian dari paket wisata lokal dan cara-cara inovatif untuk meningkatkan nilai tambah produk tembakau. Dusun Cikal, kegiatan PKM difokuskan pada pengembangan agrowisata berbasis greenhouse, dengan pelatihan yang melibatkan perancangan tur edukatif dan teknik-teknik pengelolaan greenhouse untuk menarik Sementara di Dusun Dungmas, tim PKM berfokus pada pengelolaan atraksi budaya dan alam, termasuk bimbingan tentang cara mempromosikan acara budaya lokal dan produk lokal sebagai bagian dari penawaran wisata. Dengan pendekatan ini, kegiatan PKM bertujuan untuk meningkatkan potensi pariwisata di masing-masing dusun, memperluas pasar, dan memberikan kontribusi positif terhadap ekonomi lokal serta kesejahteraan masyarakat di Desa Watusigar. Adapun perbedaan yang dimiliki oleh Dusun Cikal terletak pada fokus pertanian yang lebih beragam, selain tembakau. Di dusun ini, terdapat pembibitan hortikultura yang hasilnya dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian di seluruh wilayah Desa Watusigar. Beberapa jenis bibit yang dihasilkan meliputi bibit cabai keriting, bibit semangka, bibit melon, terong, serta bibit tembakau. Potensi hortikultura ini menjadi salah satu keunggulan Dusun Cikal yang tidak ditemukan di dusun lainnya, dan merupakan aspek penting dalam pengembangan agrowisata yang dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal. Dengan adanya pembibitan hortikultura ini. Dusun Cikal memiliki peluang untuk memperluas pasar dan menarik minat Rianto. Dian Octarina. Elda Nurmalinda, dan Agus Riyadi Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 wisatawan yang tertarik pada kegiatan pertanian yang edukatif. Selain itu, pengembangan agrowisata berbasis hortikultura ini dapat mendukung diversifikasi produk wisata, sehingga meningkatkan daya tarik Dusun Cikal sebagai destinasi wisata yang unik dan menarik. Inisiatif ini juga berpotensi untuk menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penjualan bibit dan produk hortikultura, serta pengembangan kegiatan wisata yang berfokus pada edukasi dan pengalaman langsung di bidang pertanian. Sementara itu. Dusun Dungmas memiliki potensi serupa dengan Dusun Randusari dan Cikal, terutama dalam hal pertanian tembakau. Namun, yang membedakan Dusun Dungmas adalah keberadaan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berfokus pada pengolahan hasil pertanian. Di dusun ini, hasil panen seperti pepaya, melon, dan semangka diolah menjadi produk makanan dan minuman, salah satunya adalah minuman es buah. Pengembangan UMKM ini memberikan nilai tambah bagi hasil pertanian setempat dan menjadi daya tarik tersendiri. Selain potensi di bidang pertanian, ketiga dusun ini juga memiliki kekayaan budaya yang sama, yaitu tradisi Nyadran. Reog, dan Wayang Orang, yang masih lestari hingga saat ini. Tradisi ini tidak hanya menjadi warisan budaya yang dijaga oleh masyarakat, tetapi juga berpotensi dikembangkan sebagai atraksi wisata budaya yang dapat menarik wisatawan. Langkah-langkah yang dilakukan dalam memberikan masukan terhadap potensi yang dimiliki meliputi pemberian bimbingan teknis sadar wisata untuk meningkatkan prinsip-prinsip pemilihan rumah-rumah sebagai lokasi wisata edukasi pertanian, bimbingan teknik interpretasi wisata untuk penyampaian informasi yang menarik kepada wisatawan, penetapan jalur wisata edukasi yang mencakup aspek pertanian dan budaya, pelatihan pengelolaan dan inovasi hasil pertanian Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Keterampilan. Penguatan Kelembagaan, dan Peningkatan Partisipasi dalam Mempersiapkan Desa Wisata Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 untuk meningkatkan nilai tambah, penerapan sistem tata kelola yang efektif, dan pemilihan rumah-rumah masyarakat sebagai homestay yang memperhatikan kenyamanan dan keunikan lokal. Berikut adalah beberapa langkah strategis yang dapat dilakukan dalam upaya pengembangan pariwisata di ketiga dusun, yaitu Randusari. Cikal, dan Dungmas. Dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini, berbagai langkah penting telah diambil untuk mengoptimalkan potensi pariwisata di Dusun Randusari. Cikal, dan Dungmas. Pertama, diberikan bimbingan teknis tentang sadar wisata kepada masyarakat untuk memastikan mereka memahami prinsip-prinsip kepariwisataan dan dapat menerapkannya dalam aktivitas sehari-hari. Hal ini bertujuan agar masyarakat menyadari potensi pariwisata di desa mereka serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dan budaya Selanjutnya, dilakukan pemilihan rumah-rumah di setiap dusun yang akan dijadikan lokasi kegiatan wisata edukasi pertanian, di mana wisatawan dapat mempelajari proses budidaya, pengolahan, dan hasil pertanian sebagai bagian dari pengalaman wisata edukatif yang mendalam. Rianto. Dian Octarina. Elda Nurmalinda, dan Agus Riyadi Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 Gambar 1. Tim Memberikan Sosialisasi Sadar Wisata kepada Masyarakat di Dusun untuk Pengembangan Potensi Pariwisata Lokal Sumber: Tim Pengabdi . Selain itu, diadakan bimbingan teknik interpretasi wisata agar masyarakat mampu menyampaikan informasi secara menarik dan edukatif kepada wisatawan, sehingga dapat meningkatkan pemahaman dan pengalaman mereka mengenai keunikan lokal. Penetapan jalur wisata edukasi juga dilakukan, mencakup berbagai aspek pertanian mulai dari proses penanaman hingga pengolahan hasil, serta atraksi budaya di masingmasing dusun. Pelatihan pengelolaan dan inovasi hasil pertanian diberikan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola hasil panen dan menciptakan produk baru yang memberikan nilai tambah serta meningkatkan ekonomi lokal. Sistem tata kelola yang sesuai untuk setiap dusun juga ditetapkan untuk memastikan keberlanjutan dan koordinasi yang efektif antara berbagai pihak yang terlibat dalam kegiatan pariwisata. Terakhir, pemilihan rumah-rumah masyarakat untuk digunakan sebagai homestay dilakukan dengan mempertimbangkan kenyamanan, aksesibilitas, dan keunikan lokal, agar wisatawan dapat menikmati pengalaman menginap yang autentik. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Keterampilan. Penguatan Kelembagaan, dan Peningkatan Partisipasi dalam Mempersiapkan Desa Wisata Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 Hasil yang diharapkan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini mencakup beberapa aspek penting. Pertama, pemahaman masyarakat terkait konsep sadar wisata diharapkan meningkat, sehingga berdampak langsung pada kualitas pelayanan yang diberikan kepada pengunjung. Dengan kesadaran tersebut, masyarakat akan lebih memperhatikan kebersihan lingkungan dan kebersihan diri saat memberikan pelayanan, serta mampu mengaplikasikan prinsip-prinsip hospitality dengan baik. Kedua, diharapkan terbentuknya tempat khusus yang akan digunakan untuk presentasi dan kegiatan pengunjung terkait edukasi pertanian, yang juga dapat menghasilkan produk olahan pertanian untuk mendukung kegiatan Salah satu hasil yang diharapkan adalah inovasi dalam membuat cabai hias yang bisa dijadikan sebagai souvenir, memberikan potensi tambahan pendapatan bagi masyarakat. Ketiga, peningkatan kemampuan interpretasi masyarakat terkait aktivitas wisata edukasi juga menjadi harapan besar, dengan tujuan agar masyarakat dapat memberikan pengetahuan baru dan bermanfaat kepada pengunjung, sehingga meningkatkan kualitas pengalaman wisata edukasi yang ditawarkan. Berikut adalah tabel evaluasi untuk kegiatan PKM di Desa Watusigar, dengan skor rata-rata pre-test dan post-test serta perubahan persentase: Rianto. Dian Octarina. Elda Nurmalinda, dan Agus Riyadi Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 Tabel 1. Pre test dan Post Test PKM di Desa Watusigar Pre-Test Skor Post-Test Skor RataAspek Penilaian Rata-Rata Rata Pemahaman Konsep 40% . 85% . Sadar Wisata Pengetahuan tentang Edukasi 45% . 80% . Wisata Pertanian Kemampuan dalam Interpretasi 50% . 78% . Produk Wisata Pengelolaan Hasil Pertanian 42% . 76% . Penerapan Prinsip 38% . 72% . Hospitality Kemampuan 47% . 79% . Mengorganisir kegiatan Wisata Keberhasilan 43% . 74% . Implementasi Program Sumber: Tim Pengabdi . Peruba 45% 35% 28% 34% 34% 32% 31% Tabel 1 terkait evaluasi untuk kegiatan PKM di Desa Watusigar menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam berbagai aspek penilaian antara pre-test dan post-test. Pemahaman tentang konsep sadar wisata mengalami peningkatan drastis dari 40% . sebelum pelatihan menjadi 85% . setelah pelatihan, dengan perubahan sebesar 45%. Pengetahuan tentang edukasi pertanian juga meningkat dari 45% . menjadi 80% . , menunjukkan perubahan sebesar 35%, yang menunjukkan keberhasilan program dalam memperluas pengetahuan Kemampuan dalam interpretasi wisata meningkat dari 50% Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Keterampilan. Penguatan Kelembagaan, dan Peningkatan Partisipasi dalam Mempersiapkan Desa Wisata Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 menjadi 78% . , dengan perubahan 28%, menandakan kemajuan dalam penyampaian informasi wisata secara edukatif. Pengelolaan hasil pertanian menunjukkan peningkatan dari 42% . menjadi 76% . , dengan perubahan 34%, menunjukkan perbaikan dalam manajemen hasil pertanian. Penerapan prinsip hospitality meningkat dari 38% . menjadi 72% . , dengan perubahan 34%, menunjukkan kemajuan dalam pelayanan pariwisata. Kemampuan dalam mengorganisir wisata juga meningkat dari 47% . menjadi 79% . , dengan perubahan 32%, mencerminkan peningkatan keterampilan dalam pengorganisasian acara wisata. Terakhir, keberhasilan dalam implementasi program meningkat dari 43% . menjadi 74% . , dengan perubahan 31%, menunjukkan peningkatan efektivitas dalam pelaksanaan program. Secara keseluruhan, kegiatan PKM telah membawa perubahan positif yang signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan masyarakat setempat terkait berbagai aspek pariwisata dan pertanian. Hal ini dapat dilihat dari grafik di bawah ini yang menunjukkan perubahan skor rata-rata pada setiap pre-test post-test. Grafik menggambarkan peningkatan yang signifikan pada semua kategori yang diuji, yang mengindikasikan keberhasilan program dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta. Peningkatan ini juga mencerminkan dampak positif program terhadap pengelolaan wisata di Desa Watusigar, yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat untuk memanfaatkan potensi lokal menjadi daya tarik wisata yang berkelanjutan. Rianto. Dian Octarina. Elda Nurmalinda, dan Agus Riyadi Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 Gambar 2. Grafik Peningkatan hasil Pre-Test dan Post-Test Sumber: Tim Pengabdi . Berdasarkan hasil observasi dan wawancara mendalam terhadap berbagai potensi di ketiga dusun, kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat menjadi modal penting dalam pengembangan tur wisata edukasi yang direncanakan. Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini memerlukan pendekatan yang berkelanjutan, tidak hanya dilakukan sekali, untuk memastikan hasil yang maksimal dan berkelanjutan. Untuk mengevaluasi apakah kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat telah mencapai target yang diinginkan, disarankan adanya pengabdian lanjutan. Pengabdian ini bertujuan untuk mengukur kualitas layanan yang diberikan dan menilai efektivitas pelatihan serta bimbingan yang telah dilakukan. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Keterampilan. Penguatan Kelembagaan, dan Peningkatan Partisipasi dalam Mempersiapkan Desa Wisata Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 Gambar 2. Tim melakukan survei lapangan ke Dusun Cikal Sumber: Tim Pengabdi . Selain itu, pengabdian ini akan memberikan gambaran sejauh mana masyarakat telah berhasil mengaplikasikan keterampilan baru dalam memberikan layanan kepada pengunjung diharapkan terbentuknya jalur pelaksanaan tur wisata edukasi yang efektif dan efisien, memudahkan pengunjung untuk mengeksplorasi potensi pertanian dan budaya yang ada di dusun. Kegiatan ini juga diharapkan mampu menghasilkan produk olahan baru dari hasil pertanian, seperti keripik buah melon, singkong, jagung, dan lain-lain, yang tidak hanya dapat dinikmati selama tur tetapi juga dapat dibawa pulang sebagai oleh-oleh, dengan harapan adanya peningkatan nilai tambah dari hasil pertanian lokal. Selanjutnya, pengetahuan dan kemampuan dalam tata kelola pariwisata di setiap dusun akan diberikan, sehingga masyarakat dapat mengelola pariwisata secara mandiri dengan manajemen operasional yang baik dan terorganisir. Terakhir, bersama masyarakat akan dibentuk indikator-indikator yang menjadi kriteria bagi rumah-rumah yang akan dijadikan sebagai homestay, di mana masyarakat juga akan diberikan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola homestay dengan baik. Semua langkah ini diharapkan dapat menciptakan Rianto. Dian Octarina. Elda Nurmalinda, dan Agus Riyadi Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 lingkungan pariwisata yang berkelanjutan dan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. KESIMPULAN Dusun Randusari. Cikal, dan Dungmas di Desa Watusigar memiliki potensi besar untuk mendukung kegiatan wisata edukasi berkat keberagaman sumber daya alam dan budaya lokal yang mereka miliki. Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di wilayah ini telah berhasil meningkatkan kapasitas masyarakat, yang kini berperan aktif dalam mengelola dan mengoperasikan kegiatan wisata edukasi di masingmasing dusun. Pemberdayaan masyarakat sebagai pelaku utama tidak hanya meningkatkan kemampuan dan keterampilan mereka dalam pengelolaan pariwisata, tetapi juga membantu melestarikan budaya lokal dan tradisi. Dengan memanfaatkan sumber daya seperti pertanian tembakau, hortikultura, produk olahan UMKM, serta potensi budaya seperti tradisi Nyadran. Reog, dan Wayang Orang, kegiatan pariwisata ini memberikan nilai tambah yang signifikan. Dampak positif dari kegiatan ini meliputi peningkatan sosial dengan memperkuat rasa kepemilikan dan tanggung jawab masyarakat, pelestarian budaya lokal, serta pertumbuhan ekonomi melalui pengolahan hasil pertanian dan pengembangan UMKM. Dengan strategi yang berkelanjutan, kegiatan pariwisata ini diharapkan dapat memperkuat posisi masyarakat sebagai subjek utama dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan, mempromosikan Desa Watusigar sebagai destinasi wisata edukasi yang menarik, serta memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan masyarakat dan pelestarian budaya lokal. Beberapa saran penting dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan program PKM di masa yang akan datang. Pertama, perlu dilakukan pemantauan dan evaluasi berkala untuk menilai Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Keterampilan. Penguatan Kelembagaan, dan Peningkatan Partisipasi dalam Mempersiapkan Desa Wisata Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 kemajuan serta dampak dari kegiatan yang telah dilakukan. Evaluasi ini dapat dilakukan melalui survei kepuasan, wawancara, dan observasi lapangan secara rutin, dengan tujuan untuk mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan. Kedua, penguatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan lanjutan dan bimbingan teknis yang lebih mendalam sangat penting untuk memastikan bahwa keterampilan dan pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan secara efektif dalam jangka panjang. Selain itu, memperluas jaringan kerja sama dengan pihak-pihak terkait, seperti pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan pelaku industri pariwisata, akan memberikan dukungan dalam mempromosikan desa dan menarik lebih banyak pengunjung. Ketiga, pengembangan produk wisata yang lebih beragam dan inovatif dapat meningkatkan daya tarik wisatawan. Hal ini dapat mencakup pengembangan paket wisata yang mengintegrasikan elemen edukasi, budaya, dan pengalaman langsung dengan pertanian lokal. Terakhir, upaya untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan pariwisata harus terus dilakukan, dengan mengadakan forum atau pertemuan rutin untuk mendiskusikan perkembangan dan tantangan yang dihadapi. UCAPAN TERIMA KASIH Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Program Doktor Pariwisata Institut Pariwisata Trisakti, yang telah memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Watusigar. Terima kasih juga kami sampaikan kepada seluruh dosen, tim pengabdi, serta pihak-pihak terkait yang telah bekerja sama dalam menyukseskan kegiatan ini. Kami menghargai kesempatan yang diberikan untuk berkontribusi dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat di Desa Watusigar. Rianto. Dian Octarina. Elda Nurmalinda, dan Agus Riyadi Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor: 1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 Kami berharap kolaborasi ini dapat terus terjalin dan membawa manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, serta menjadi bagian dari upaya untuk memajukan pariwisata yang berkelanjutan di Indonesia. Semoga kerjasama ini dapat menjadi langkah awal yang bermanfaat dalam mewujudkan tujuan bersama untuk pengembangan pariwisata yang lebih inklusif dan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Keterampilan. Penguatan Kelembagaan, dan Peningkatan Partisipasi dalam Mempersiapkan Desa Wisata Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 5. Nomor:1. Desember 2024 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 DAFTAR PUSTAKA