E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1463 Volume 6 No. 1 April 2024 Pengaruh Struktur Modal Terhadap Profitabilitas Perusahaan (Studi Kasus pada Sub Sektor Farmasi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesi. Predina Bastian. Burhanuddin. Anwar. Agung Widhi Kurniawan. Nurman Manajemen. Ekonomi dan Bisnis. Universitas Negeri Makassar Email: predinabastian13@gmail. burhanuddin@unm. anwar@unm. agungwk@unm. nurman@unm. Diterima: 8 Februari 2024 Diterima Setelah Revisi: 22 April 2024 Dipublikasikan: 30 April 2024 Abstrak Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh struktur modal terhadap profitabilitas perusahaan pada Sub Sektor Farmasi di Bursa Efek Indonesia Periode 2018-2022. Indikator yang digunakan untuk mengukur Struktur Modal adalah Debt to Assets Ratio dan Debt to Equity Ratio, sedangkan Profitabilitas menggunakan rasio Net Profit Margin. Sampel penelitian terdiri dari 10 perusahaan Sub Sektor Farmasi yang dipilih secara purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif dan analisis statistik menggunakan uji regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan secara parsial terdapat pengaruh negatif dan signifikan antara variabel Struktur Modal dengan indikator DAR maupun DER terhadap Profitabilitas yang diukur dengan NPM. Uji t menghasilkan nilai thitung DAR sebesar -4,348 dan nilai thitung DER sebesar -4,169 serta nilai ttabel 2,011 dengan masing-masing nilai probabilitas sebesar 0,000. Secara simultan Struktur Modal yang diukur dengan DAR dan DER memiliki pengaruh yang signifikan terhadap NPM, ditunjukkan oleh nilai Fhitung 57,712 dan Ftabel 4,04 serta nilai probabilitas sebesar 0,000. Kata Kunci: Struktur Modal. Debt to Assets Ratio. Debt to Equity Ratio. Profitabilitas. Net Profit Margin. Abstract This study aims to examine the effect of capital structure on company profitability in the Pharmaceutical Sub-Sector listed on the Indonesia Stock Exchange for the Period 2018-2022. The indicators used to measure capital structure are Debt to Assets Ratio and Debt to Equity Ratio, while Profitability uses the Net Profit Margin Ratio. The research sample consisted of 10 Pharmaceutical Sub-Sector which were selected by purposive sampling. Data analysis was carried out by descriptive analysis and statistical analysis using multiple linear regression tests. The results showed that partially there was a negative and significant influence between capital structure variables with DAR and DER indicators on Profitability as measured by NPM. The t-test resulted in DAR tvalue of -4,348 and DER tvalue of -4,169 and the ttable value of 2,011 with each P-value of 0. Simultaneously. Capital Structure measured by DAR and DER has a significant influence on NPM, indicated by the Fvalue of 57. 712 and Ftable of 4. 04 and P-value of 0. Keywords: Capital Structure. Debt to Assets Ratio. Debt to Equity Ratio. Profitability. Net Profit Margin Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1463 Volume 6 No. 1 April 2024 PENDAHULUAN Industri pengolahan selalu memberikan kontribusi yang besar setiap triwulannya selama kurun waktu 2018-2022. Berdasarkan data dari Direktorat Neraca Produksi . menunjukkan bahwa rata-rata sumbangsih industri pengolahan terhadap PDB nasional pada tahun 2018-2021 adalah sebesar 19,66 persen. Adapun salah satu sub sektor industri pengolahan yang menopang angka pertumbuhan pada sektor industri pengolahan tersebut adalah Industri Farmasi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik. Industri Farmasi yang tercakup dalam Industri Farmasi. Produk Obat Kimia, dan Obat Tradisional mengalami peningkatan kinerja pada tahun 2019 hingga 2021, namun mengalami penurunan kinerja di tahun 2022. Pada tahun 2022 kinerja industri farmasi menunjukkan angka pertumbuhan yang sangat kecil, yaitu kinerjanya hanya tumbuh sebesar 0,69 persen. Pertumbuhan kinerja suatu perusahaan dapat menggambarkan tingkat pencapaian atas pelaksanaan kegiatan operasionalnya. Dalam dunia usaha, setiap perusahaan berlomba-lomba untuk meningkatkan kinerja guna mencapai tujuannya. Umumnya, memaksimalkan perolehan laba atau keuntungan merupakan tujuan utama yang ingin dicapai oleh suatu perusahaan (Kasmir, 2021:. Profitabilitas merupakan istilah yang mengacu pada kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba. Profitabilitas berperan penting untuk mempertahankan keberlangsungan hidup perusahaan di tengah ketatnya iklim persaingan bisnis. Kemampuan perusahaan dalam mengelola sumber pendanaan dapat berperan penting dalam menentukan tingkat perolehan keuntungan suatu Keputusan pendanaan. perusahaan berhubungan dengan jumlah dana yang perlu dipersiapkan oleh perusahaan untuk menjalankan operasional perusahaan secara efektif dengan biaya yang rendah . Dimana dana tersebut dapat diperoleh baik dari internal perusahaan maupun dari sumber eksternal di luar perusahaan. (Anwar, 2019:. Keputusan tersebut berkaitan dalam menentukan sumber dana yang akan digunakan yang tercermin dalam struktur modal. Struktur modal adalah gabungan atau perbandingan antara penggunaan utang . odal pinjama. dan ekuitas . odal yang dimiliki perusahaa. sebagai sumber dana atau pembiayaan dari proses berjalannya suatu kegiatan usaha. Perusahaan harus berhati-hati dalam mempertimbangkan komposisi antara penggunaan utang dan modal sendiri. Tabel 1. Rata-Rata dari Total Utang. Total Aset. Total Ekuitas, dan Total Laba Bersih pada Sub Sektor Farmasi Periode 2018-2022 . alam ribuan rupia. Kode Emiten DVLA INAF KAEF KLBF MERK PEHA PYFA SIDO SCPI TSPC Total Utang (R. Total Aset (R. Total Ekuitas (R. Laba Bersih (R. Sumber: Bursa Efek Indonesia . ata diolah, 2. Data di atas menunjukkan rata-rata total utang, total aset, total aktiva, dan laba bersih yang dimiliki perusahaan sub sektor farmasi periode 2018-2019. Dari data tersebut, dapat dilihat bahwa DVLA. KLBF. MERK. SIDO. SCPI, dan TSPC memiliki rata-rata total utang yang lebih rendah dibandingkan total ekuitas dan total aset perusahaan. Sedangkan sebanyak empat perusahaan yaitu INAF. KAEF. PEHA, dan PYFA memiliki rata-rata dari total utang yang lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata total ekuitas dan total asetnya. Dari data yang tertera si atas menunjukkan bahwa Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1463 Volume 6 No. 1 April 2024 perusahaan dengan utang yang melebihi kepemilikan modalnya menunjukkan indikasi kesulitan Itu artinya, semakin besar utang yang digunakan, perusahaan tersebut dituntut untuk memberikan kemampulabaan yang besar, karena risiko kesulitan keuangan semakin bertambah. Maka, tidak selamanya tingginya tingkat penggunaan utang diikuti dengan tingginya tingkat perolehan laba perusahaan. Emiten perusahaan INAF. KAEF. PEHA, dan PYFA menunjukkan penggunaan utang yang melebihi modal yang dimilikinya. Penggunaan utang yang tinggi tersebut berefek pada kemampulabaan perusahaan, dimana keempat perusahaan tersebut belum dapat menunjukkan tingkat perolehan laba yang cukup baik. Trade off theory yang menyatakan menggunakan utang dalam pembiayaan hingga tingkat tertentu dapat memberikan keuntungan melalui pengurangan beban pajak, yang harus diperhitungkan dengan kemungkinan biaya financial distress (Sulindawati, 2017:. Selain itu, menurut teori signalling menyatakan bahwa utang dianggap sebagai indikator positif yang diberikan oleh perusahaan kepada para investor untuk menunjukkan bahwa perusahaan memiliki prospek yang baik di masa depan. Penelitian Tondok et al. menyatakan hubungan antara struktur modal menggunakan indikator DER dan profitabilitas dengan indikator ROE adalah positif dan signifikan. Penelitian Mardhatillah et al. memperoleh hasil bahwa struktur modal yang diukur dengan DAR berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas yang diukur dengan NPM. Penelitian yang Cahyana et al. memperoleh hasil struktur modal yang diukur menggunakan indikator DAR dan DER menunjukkan pengaruh yang negatif terhadap profitabilitas yang diukur dengan NPM. Sedangkan hasil penelitian Harianja & Sinambela . menunjukkan bahwa struktur modal yang diukur dengan DER tidak berpengaruh terhadap profitabilitas yang diukur dengan NPM. Serta penelitian Maulita & Tania . memperoleh hasil bahwa struktur modal dengan indikator rasio DAR dan DER tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas yang diukur dengan indikator rasio NPM. KAJIAN PUSTAKA Manajemen Keuangan Manajemen keuangan adalah kombinasi antara ilmu dan seni yang mengkaji serta menganalisis cara seorang manajer keuangan menggunakan semua sumber daya perusahaan untuk mengumpulkan, mengorganisir, dan membagi dana untuk memberikan keuntungan atau kesejahteraan kepada para pemegang saham, serta menjaga keberlanjutan usaha bagi perusahaan. Untuk memenuhi kebutuhan dana perusahaan, balancing theories . iasa disebut trade-off theor. menyebutkan kebijakan untuk memperoleh dana dapat dilakukan dengan menggunakan pinjaman atau dengan menerbitkan surat berharga (Fahmi, 2020:. Trade-off Theory Trade-off theory adalah salah satu teori manajemen keuangan yang menjelaskan mengenai struktur modal. Teori trade-off menyatakan bahwa organisme menghadapi kompromi ketika mengalokasikan sumber daya terbatas untuk sifat atau fungsi yang berbeda Peter. DeMarzo. Zhiguo. He. , dihubungkan dengan penggunaan utang dalam kaitannya dengan peningkatan profitabilitas menyatakan bahwa perusahaan akan memanfaatkan penggunaan utang sampai pada titik di mana manfaat tambahan utang, seperti penghematan pajak, sebanding dengan biaya yang timbul dari kesulitan keuangan (Sulindawati, 2017:. Beban bunga pinjaman sebagai pengurang pajak dapat digunakan untuk menurunkan biaya utang serta biaya modal rata-rata tertimbang Namun, utang yang tinggi membuat perusahaan lebih mungkin mengalami kesulitan keuangan (Diana & Tjiptono, 2022:. Teori ini menjelaskan bagaimana perusahaan menentukan keputusan pendanaan pada struktur modal. Trade-off theory menggambarkan upaya perusahaan untuk mencapai keseimbangan dari manfaat perolehan keuntungan dari penggunaan utang dengan Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1463 Volume 6 No. 1 April 2024 menimilkan risiko keuangan dari penggunaan utang tersebut. Maka, trade-off merupakan perimbangan antara risiko dengan keuntungan. Signaling Theory Teori signaling yang dikembangkan oleh Ross pada tahun 1977 menjelaskan tindakan perusahaan dalam memberikan petunjuk kepada para investor . ihak lua. berdasarkan struktur modal . enggunaan utan. mengenai cara manajer memandang prospek perusahaan yang baik. Apabila utang meningkat, maka probabilitas dari kebangkrutan juga meningkat. Maka, perusahaan yang meningkatkan penggunaan hutangnya dianggap sebagai perusahaan yang yakin pada prospek masa depan perusahaan. Sehingga investor diharapkan mampu menangkap sinyal tersebut, bahwa perusahaan memiliki prospek yang baik kedepannya. Sehingga, utang dianggap sebagai suatu indikator atau sinyal positif (Hanafi, 2017:. Struktur Modal Menurut Diana & Tjiptono . struktur modal adalah kombinasi dari utang, saham preferen, dengan saham biasa yang dipergunakan untuk mendanai aset perusahaan. Menurut Musthafa . , struktur modal merupakan suatu perimbangan dari jumlah utang jangka pendek yang sifatnya permanen, dengan utang jangka panjang, saham preferen, dan saham biasa. Struktur modal dapat diukur dengan beberapa rasio, seperti: Debt to Assets Ratio serta Debt to Equity Ratio. 1 Debt to Assets Ratio Rasio ini merupakan salah satu rasio solvabilitas yang menilai sejauh mana pengelolaan aset atau aktiva dipengaruhi oleh utang perusahaan. Pengukuran rasio ini juga bertujuan untuk mengukur perbandingan antara proporsi utang dengan total aset perusahaan Kasmir . Rumus untuk menghitung DAR menurut Sutrisno . Total Utang DAR = ycu 100% Total Aset 2 Debt to Equity Ratio Rasio ini merupakan salah satu rasio solvabilitas yang digunakan untuk mengukur seberapa besar modal sendiri menjadi jaminan untuk memenuhi utang perusahaan. DER juga menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk melunasi utangnya dengan menggunakan modal yang dimilikinya (Kasmir, 2021:. Rumus untuk menghitung DER adalah menurut Sutrisno . Total Utang DER = ycu 100% Total Equity Profitabilitas Menurut Sujarweni . profitabilitas merupakan suatu rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa besar tingkat imbalan atau keuntungan dibandingkan dengan penjualan atau Salah satu rasio profitabilitas yang digunakan sebagai indikator ukuran tingkat perolehan keuntungan perusahaan ialah Net Profit Margin. Rasio ini digunakan untuk mengukur persentase laba bersih yang diperoleh setelah dikurangi pajak pendapatan yang didapatkan dari penjualan bersih. Semakin tinggi persentase yang dihasilkan, maka semakin dianggap baik, karena hal itu menandakan perusahaan dapat menjalankan kegiatan operasionalnya dengan efektif. Rumus untuk menghitung NPM menurut menurut Sutrisno . Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1463 Volume 6 No. 1 April 2024 NPM = Laba Bersih ycu 100% Penjualan . 6 Hubungan Antar Variabel dalam Mengembangkan Hipotesis 1 Pengaruh Struktur Modal (DAR) Terhadap Profitabilitas (NPM) Trade-off Theory terkait hubungan penggunaan hutang terhadap peningkatan profitabilitas menyatakan bahwa perusahaan akan berhutang hingga manfaat dari utang tersebut sama dengan biaya kesulitan keuangannya. Maka perusahaan dapat meningkatkan penggunaan utang atas total aset apabila penggunaan utang tersebut dapat berimplikasi terhadap peningkatan laba Menurut Fahmi . keadaan struktur modal dari suatu perusahaan dapat berdampak langsung pada posisi keuangannya, sehingga dapat mempengaruhi kinerja dari perusahaan tersebut. Penelitian oleh Mardhatillah et al. , . serta penelitian oleh Shabrina . menyimpulkan bahwa DAR memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap NPM. H1: Struktur modal yang diukur dengan Debt to Assets Ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas yang diukur dengan Net Profit Margin. 2 Pengaruh Struktur Modal (DER) Terhadap Profitabilitas (NPM) Trade off theory merupakan salah satu teori yang menjelaskan keterkaitan antara struktur modal terhadap profitabilitas yang menekankan pada adanya keseimbangan dan pertukaran antara perolehan laba atau keuntungan dari dari manfaat penggunaan utang dengan risiko yang akan Utang akan terus digunakan selama manfaat yang diperoleh dari utang tersebut masih lebih besar daripada biaya kebangkrutan yang mungkin timbul (Hanafi, 2017:. Penggunaan utang atas modal sendiri dapat berpengaruh positif terhadap profitabilitas perusahaan apabila perusahaan tersebut mampu mengelola sumber pendanaan secara efektif dan efisien. Penelitian oleh Amelia & Gulo . serta penelitian oleh Miranti et al. memperoleh hasil bahwa DER memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap NPM. H2: Struktur modal yang diukur dengan Debt to Equity Ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas yang diukur dengan Net Profit Margin. 3 Pengaruh Struktur Modal (DAR dan DER) Terhadap Profitabilitas (NPM) Pernyataan Trade-off theory dihubungkan mengenai pengaruh dari struktur modal terhadap profitabilitas menyatakan bahwa pembiayaan dengan utang pada tingkat tertentu dapat memberikan keuntungan atau laba yang diperoleh dari manfaat utang yang dapat dibandingkan dengan biaya kemungkinan financial distress (Sulindawati, 2017:. Dalam teori sinyal, penggunaan utang merupakan sebuah sinyal dari perusahaan kepada para investor bahwa perusahaan memiliki peluang yang positif kedepannya. Sehingga, utang merupakan suatu tanda atau sinyal positif. Penelitian Amelia & Gulo . menyimpulkan bahwa DAR memiliki pengaruh yang signifikan terhadap NPM. H3: Struktur modal yang diukur dengan Debt to Assets Ratio dan Debt to Equity Ratio berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas yang diukur dengan Net Profit Margin. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang mengumpulkan data berupa angka atau data numerik, guna menjelaskan suatu fenomena tertentu (Paramita et al. , 2021:. Variabel Independen atau variabel bebas dalam penelitian ini adalah struktur modal yang menggunakan indikator ukuran berupa rasio Debt to Assets Ratio (DAR) dan Debt to Equity Ratio (DER). Variabel dependen atau variabel terikat dalam penelitian ini ialah profitabilitas dengan menggunakan indikator berupa rasio Net Profit Margin (NPM). Populasi pada penelitian ini adalah seluruh perusahaan Sub Sektor Farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1463 Volume 6 No. 1 April 2024 periode 2018-2022. Sampel penelitian yang digunakan adalah laporan keuangan tahunan berupa laporan neraca dan laporan laba rugi dari perusahaan Sub Sektor Farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2022. Adapun pemilihan sampel penelitian dilakukan dengan purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 11 perusahaan Sub Sektor Farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2022. Sedangkan yang memenuhi kriteria sampel adalah sebanyak 10 perusahaan. Sehingga jumlah sampel laporan keuangan tahunan dari 10 perusahaan selama 5 tahun adalah sebanyak 50 sampel data. Data dikumpulkan dengan teknik dokumentasi, yaitu dengan mempelajari dan mengklasifikasikan data sekunder dalam bentuk laporan neraca serta laporan laba rugi dari perusahaan sub sektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2022 yang diperoleh dari website PT Bursa Efek Indonesia . Teknik analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif serta pengujian statistik yang terdiri atas: uji statistik deskriptif, uji asumsi klasik, uji regresi linear berganda, uji hipotesis, dan uji koefisien determinasi. Pengujian statistik deskriptif dilakukan untuk memaparkan hasil pengolahan data dalam bentuk numerik, seperti jumlah data atau sampel penelitian, nilai minimum, nilai maksimum, nilai rata-rata . dan standar deviasi dari data struktur modal (DAR dan DER) serta profitabilitas (NPM) pada sampel penelitian. Uji asumsi klasik dalam penelitian ini menggunakan, uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, uji autokorelasi, dan uji linearitas. Pertama, uji normalitas dilakukan guna melihat apakah nilai residual memiliki distribusi yang normal atau tidak (Duli, 2019:. Menurut Ghozali . salah satu metode untuk melakukan pengujian normalitas dapat dilakukan dengan uji Kolmogorov-smirnov. Dasar pengambilan keputusannya ialah apabila nilai probabilitas signifikannya di atas 0,05 data dikatakan telah berdistribusi normal. Uji normalitas juga dapat dilakukan menggunakan uji grafik P-Plot dengan memperhatikan sebaran titik data, jika titik-titik data mendekati atau mengikuti dan berada pada garis diagonal maka data berdistribusi normal. Kedua, uji multikolinearitas dilakukan guna melihat ada atau tidaknya korelasi atau hubungan yang tinggi di antara variabel-variabel bebasnya. Pada suatu model regresi linear dikatakan tidak terdapat gejala multikolinearitas apabila nilai Tolerance lebih besar dari 0,10 dan apabila nilai VIF lebih kecil 00 (Duli, 2019:. Pada model regresi yang baik seharusnya tidak terdapat masalah Ketiga, uji hetetoskedastisitas bertujuan guna melihat apakah ada ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Ada tidaknya masalah heteroskedastisitas dapat dideteksi dengan uji scatterplot, yaitu dengan melihat sebaran data dari nilai ZPRED . ilai prediks. dengan SREISD . ilai residua. Model regresi yang baik menunjukkan tidak adanya pola tertentu pada grafik plot (Duli, 2019:. Keempat, uji autokorelasi digunakan untuk melihat apakah ada korelasi atau hubungan pada suatu periode dengan periode-periode sebelumnya (Syarifuddin & Saudi, 2022:. Uji Durbin Watson (DW) dapat dilakukan untuk mendeteksi gejala autokorelasi. Dengan dasar pengambilan keputusan, apabila nilai Durbin Watson berada di antara -2 dan 2 (-2 < DW < . , maka dikatakan pada model regresi tidak terjadi gejala autokorelasi. Kelima, uji linearitas dilakukan untuk mengetahui apakah pada dua variabel terdapat hubungan yang linear secara Linear berarti setiap perubahan pada satu variabel akan diikuti oleh perubahan variabel lainnya dengan besaran yang sejajar (Marwan et al. , 2023:. Pengujian pada SPSS dapat menggunakan Test of Linearity dengan taraf signifikansi 0,05. Adapun dasar pengambilan keputusan apabila nilai Sig. Linearity < 0,05 maka terdapat hubungan linear secara signifikan antar variabel. Selanjutnya, dilakukan uji regresi linear berganda dilakukan untuk mengetahui apakah seluruh variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen. Berikut adalah bentuk persamaan dari uji regresi linear berganda: Y = yu1 ycU1 yu2 ycU2 e = Variabel terikat (Profitabilita. = Konstanta ycU1 , ycU2 = Variabel bebas Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1463 Volume 6 No. 1 April 2024 yu1 , yu2 = Koefisien regresi atau angka arah = Standard error Hipotesis dalam penelitian ini terdiri dari uji parsial . dan uji simultan . ji F). Uji parsial . dimaksudkan untuk mengetahui apakah variabel independen memiliki pengaruh terhadap variabel dependen secara parsial. Adapun dasar pengambilan keputusan dari uji parsial adalah apabila nilai thitung lebih besar dari ttabel atau nilai signifikansinya lebih kecil dari 0,05 dan jika nilai positif, maka H0 ditolak. H1 dan H2 diterima. Uji simultan . ji F) dimaksudkan untuk mengetahui apakah seluruh variabel independen secara bersama-sama . memiliki pengaruh pada variabel dependen. Adapun dasar pengambilan keputusan uji F adalah apabila fhitung lebih besar ftabel atau nilai signifikansinya lebih kecil dari 0,05 maka H0 ditolak. H3 diterima. Lebih lanjut, untuk menilai sejauh mana kemampuan variabel independen untuk dapat menjelaskan variabel dependen dilakukan uji koefisien determinasi (R Squar. Apabila pengaruh dari variabel independen terhadap variabel dependen semakin besar, maka nilai koefisien determinasinya semakin mendekati nilai satu. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan. Adapun hasil uji statistik deskriptif pada penelitian ini, yaitu sebagai berikut. Tabel 2. Hasil Uji Statistik Deskriptif Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean DAR DER NPM Valid N . Sumber: Output SPSS versi 26 . ata diolah, 2. Std. Deviation Hasil uji statistik deskriptif pada tabel 2, menunjukkan banyaknya data yang diuji adalah sebanyak 48 data. Variabel Debt to Assets Ratio (DAR) yang digunakan sebagai indikator struktur modal menunjukkan nilai minimum sebesar 0,13 yaitu pada PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) pada tahun 2019. Sedangkan nilai maksimumnya sebesar 0,94 yaitu pada PT Indofarma Tbk (INAF) tahun 2022. Nilai mean DAR menunjukkan angka sebesar 0,4094 artinya rata-rata perusahaan menggunakan utang sebesar 40,94 persen dari total asetnya. Nilai standar deviasi DAR adalah sebesar 0,20973 lebih kecil dari nilai rata-ratanya, maka data dari variabel DAR memiliki sebaran data yang kecil. Variabel Debt to Equity Ratio (DER) yang sebagai indikator untuk mengukur struktur modal menunjukkan nilai minimum sebesar 0,05 yaitu pada PT Tempo Scan Pacific (TSPC) tahun 2022. Sedangkan nilai maksimumnya adalah 16,77 yaitu pada PT Indofarma Tbk (INAF) tahun 2022. Rata-rata DER adalah 1,2348 dan standar deviasinya yang lebih besar dari nilai mean yaitu sebesar 2,44197 menunjukkan bahwa data DER memiliki sebaran data yang besar. Variabel Net Profit Margin (NPM) sebagai indikator pengukuran profitabilitas memiliki nilai minimum sebesar negatif 0,37 yaitu pada PT Indofarma Tbk (INAF) tahun 2022. Sedangkan nilai maksimum sebesar 0,31 pada PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) tahun 2021. Rata-rata dari NPM adalah sebesar 0,1210 dengan standar deviasinya di atas nilai rata-rata tersebut yaitu 0,27926. Berdasarkan uji asumsi klasik yang telah dilakukan pada penelitian ini, diketahui hasil uji normalitas menunjukkan nilai signifikansi yang dihasilkan pada model regresi dari Monte Carlo Sig. -taile. lebih besar dari 0,05. Dimana nilainya adalah 0,134. Maka, model regresi pada penelitian ini dapat dikatakan telah berdistribusi normal. Uji normalitas juga dilakukan dengan melihat penyebaran data menggunakan grafik Normal P-Plot of Regression Standadized Residual Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1463 Volume 6 No. 1 April 2024 memperlihatkan bahwa titik-titik sebaran data cenderung tersebar mendekati garis diagonal, maka hal tersebut menunjukkan bahwa grafik pola distribusi mendekati normal dan uji asumsi normalitas telah terpenuhi. Hasil uji multikolinearitas menunjukkan bahwa variabel DAR dan DER memiliki nilai tolerance sebesar 0,578 yang menunjukkan angka lebih besar dari 0,10. Serta memiliki nilai VIF sebesar 1,279 dimana nilai tersebut lebih kecil dari 10,00. Sehingga dapat dinyatakan bahwa pada model regresi ini tidak terdapat gejala atau masalah multikolinearitas. Hasil uji heteroskedastisitas dengan grafik scatterplot seperti pada gambar 3 di atas memperlihatkan bahwa grafik scatterplot memiliki titik sebaran data yang tersebar secara acak, tidak memiliki pola tertentu . ergelombang, menyebar kemudian menyempi. , serta tersebar di bawah dan di atas nilai nol pada sumbu Y. Sehingga, dapat ditarik kesimpulan model regresi pada penelitian ini tidak terdapat gejala heteroskedastisitas. Hasil uji autokorelasi dengan Durbin Watson pada tabel 5 menunjukkan bahwa nilai Durbin Watson yang diperoleh dari model regresi adalah 0,423. Hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai Durbin Watson terletak di antara -2 dan 2 atau -2 < 0,423< 2, sehingga dapat dikatakan bahwa tidak terdapat gejala atau masalah autokorelasi. Hasil uji linearitas DAR dengan NPM menunjukkan nilai Sig. Linearity yang dihasilkan adalah sebesar 0,000. Dimana nilai Sig. Linearity tersebut lebih kecil dari taraf signifikansi 5% atau 0,05. Maka dapat diambil kesimpulan bahwa variabel DAR memiliki hubungan yang linear dan signifikan terhadap variabel NPM, dan hasil uji linearitas DER dengan NPM menunjukkan nilai Sig. Linearity sebesar 0,000. Nilai Sig. Linearity tersebut lebih kecil dari 0,05. Maka dapat dikatakan bahwa variabel DER memiliki hubungan linear yang signifikan terhadap variabel NPM. Hasil uji regresi linear berganda yang telah dilakukan pada penelitian ini, menunjukkan hasil sebagai berikut: Tabel 3. Hasil Uji Regresi Linear Berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. DAR DER Dependent Variable: NPM Sumber: Output SPSS versi 26 . ata diolah, 2. Standardized Coefficients Beta Sig. Berdasarkan hasil pengujian regresi linear berganda pada tabel 3, dapat diketahui bentuk persamaan dari model regresi sebagai berikut: Y = 0,193 Ae 0,020X1 Ae 0,221X2 e Maka, dari persamaan regresi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: Nilai dari konstanta () pada persamaan regresi adalah 0,193. Maka, apabila variabel independen (DAR dan DER) diasumsikan tidak mengalami perubahan . atau memiliki nilai nol, maka nilai variabel NPM adalah sebesar 0,193 atau 19,3 persen. Nilai dari koefisien regresi variabel DAR (X. adalah -0,020. Nilai konstanta tersebut menunjukkan pengaruh yang negatif . erlawanan ara. antara DAR dan NPM. Artinya, jika nilai DAR mengalami kenaikan 1 persen maka NPM akan mengalami penurunan sebesar 0,020 atau 2 persen, dengan asumsi variabel lainnya dianggap konstan. Nilai dari koefisien regresi variabel DER (X. adalah -0,221. Nilai tersebut menunjukkan pengaruh yang negatif . erlawanan ara. antara DER dan NPM. Artinya, ketika nilai DER naik sebesar 1 persen, maka nilai NPM akan turun sebesar 22,1 persen dengan asumsi bahwa variabel lainnya tetap atau konstan. Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1463 Volume 6 No. 1 April 2024 Merujuk pada Tabel 3, diketahui hasil uji hipotesis secara parsial . pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Pengaruh Debt to Assets Ratio (DAR) terhadap Net Profit Margin (NPM) Variabel DAR memiliki nilai koefisien sebesar -0,020 yang artinya DAR berpengaruh negatif terhadap NPM (Y). Dari hasil uji parsial di atas diperoleh nilai ycEaycnycycycuyci DAR yaitu sebesar 4,348 dan nilai Ttabel sebesar 2,011 dengan nilai signifikansi sebesar 0,00 < 0,05. Maka hal tersebut menunjukkan bahwa DAR secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap NPM, maka H1 ditolak. Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Net Profit Margin (NPM) Variabel DER menunjukkan nilai koefisien sebesar -0,2211 yang artinya DER (X. memiliki pengaruh negatif terhadap NPM (Y). Berdasarkan hasil uji parsial diperoleh nilai ycEaycnycycycuyci DER sebesar -4,169 dan nilai ycycycaycayceyco sebesar 2,011 dengan nilai signifikansi sebesar 0,00 < 0,05. Maka hasil tersebut menunjukkan bahwa DER secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap NPM, maka H2 ditolak. Selanjutnya. Hasil uji hipotesis secara simultan . ji F) pada penelitian ini adalah sebagai Tabel 4. Hasil Uji F ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Regression Residual Total Dependent Variable: NPM Predictors: (Constan. DAR. DER Sig. Sumber: Output SPSS versi 26 . ata diolah, 2. Berdasarkan hasil uji F pada tabel 9, diketahui bahwa nilai signifikansi untuk pengaruh dari Debt to Assets Ratio dan Debt to Equity Ratio terhadap Net Profit Margin adalah sebesar 0,000 dimana nilainya kurang dari 0,05, dengan nilai Fhitung 57,712 > Ftabel 4,04. Sehingga, dapat diambil kesimpulan bahwa Debt to Assets Ratio dan Debt to Equity Ratio secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Net Profit Margin, maka H3 diterima. Lebih lanjut, hasil uji koefisien determinasi (R Squar. pada penelitian ini adalah sebagai Tabel 5. Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. DER. DAR Sumber: Output SPSS versi 26 . ata diolah, 2. Hasil uji koefisien determinasi pada tabel 10, dapat diketahui bahwa nilai koefisien determinasi (Adjusted R Squar. adalah sebesar 0,683. Artinya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen adalah sebesar 68,3 persen. Sedangkan sisanya . % - 68,3% = 31,7%) dipengaruhi oleh faktor - faktor lain yang ada di luar dari model penelitian. Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1463 Volume 6 No. 1 April 2024 2 Pembahasan Penelitian 1 Pengaruh Struktur Modal yang Diukur dengan Debt to Assets Ratio Terhadap Profitabilitas yang Diukur dengan Net Profit Margin Pada penelitian ini diperoleh hasil bahwa Debt to Assets Ratio (DAR) memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap Net Profit Margin (NPM) pada perusahaan sub sektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2022. DAR berpengaruh negatif negatif dan signifikan terhadap NPM disebabkan karena data yang diperoleh memiliki kecenderungan yang berbanding terbalik. Ketika 58 persen data nilai DAR menunjukkan penurunan, 62 persen data NPM menunjukkan peningkatan. Penggunaan utang atas aset perusahaan dapat memberikan manfaat bagi perusahaan, berupa pengurangan pajak dari beban bunga. Semakin tinggi penggunaan utang seharusnya mampu menuntut perusahaan untuk menghasilkan keuntungan atas penjualan. Namun, pinjaman utang yang sangat tinggi akan mengakibatkan beban dan pembayaran bunga yang tinggi, sehingga memungkinkan perusahaan mengalami kesulitan keuangan di masa yang akan datang serta dapat mengakibatkan kerugian sehingga mengurangi arus kas perusahaan. Temuan dari penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Amelia & Gulo . yang menunjukkan bahwa Debt to Assets Ratio memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap Net Profit Margin. 2 Pengaruh Struktur Modal yang Diukur dengan Debt to Equity Ratio Terhadap Profitabilitas yang Diukur dengan Net Profit Margin Pada penelitian ini diperoleh hasil bahwa Debt to Equity Ratio (DER) memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap Net Profit Margin (NPM) pada perusahaan sub sektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2022. DER berpengaruh negatif signifikan terhadap NPM disebabkan karena data yang diperoleh memiliki kecenderungan yang berbanding terbalik. Ketika 60 persen data nilai DER menunjukkan penurunan, 62 persen data NPM menunjukkan Semakin tinggi proporsi utang atas modal sendiri seharusnya menuntut perusahaan untuk memperoleh laba. Akan tetapi, semakin tinggi tingkat penggunaan hutang, maka beban biaya modal dan beban bunga perusahaan semakin meningkat. Ketika perusahaan tidak mampu untuk mengelola pendanaan dengan baik, maka perusahaan akan dihadapkan dengan kesulitan karena biaya modal yang semakin tinggi. Sehingga perusahaan tidak dapat menghasilkan laba bersih atas penjualan yang baik. Hasil dari penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Cahyana et al. yang memperoleh hasil bahwa Debt to Equity Ratio memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap Net Profit Margin. 3 Pengaruh Struktur Modal yang Diukur dengan Debt to Assets Ratio dan Debt to Equity Ratio Terhadap Profitabilitas yang Diukur dengan Net Profit Margin Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa Debt to Assets Ratio (DAR) dan Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh secara signifikan terhadap Net Profit Margin (NPM) pada perusahaan sub sektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2022. Pengaruh signifikan DAR dan DER terhadap NPM menandakan bahwa naik turunnya struktur modal akan mempengaruhi profitabilitas perusahaan. Perolehan hasil dari penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Amelia & Gulo . yang dalam penelitiannya memperoleh hasil bahwa Debt to Assets Ratio dan Debt to Equity Ratio berpengaruh signifikan terhadap Net Profit Margin. SIMPULAN Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan, dapat ditarik beberapa kesimpulan bahwa struktur modal yang diukur dengan Debt to Assets Ratio (DAR) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas perusahaan yang diukur dengan Net Profit Margin (NPM) pada sub Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1463 Volume 6 No. 1 April 2024 sektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2022. Hal tersebut ditunjukkan dari hasil uji statistik. DAR menunjukkan nilai T-hitung sebesar -4,348 dengan nilai T-tabel sebesar 2,011 dan nilai probabilitas lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,000. Ketika DAR meningkat, maka NPM akan menurun. Begitu juga sebaliknya, ketika DAR menurun, maka NPM akan meningkat. Struktur modal yang diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas perusahaan yang diukur dengan Net Profit Margin (NPM) pada sub sektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2022. Hal tersebut ditunjukkan dari hasil uji statistik. DER menunjukkan nilai T-hitung sebesar 4,169 dengan nilai T-tabel sebesar 2,011 dan nilai probabilitas lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,000. Maka. Ketika DER meningkat, maka NPM akan menurun. Begitu juga sebaliknya, ketika DER menurun, maka NPM meningkat. Struktur modal yang diukur dengan Debt to Assets Ratio (DAR) dan Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas perusahaan yang diukur dengan Net Profit Margin pada sub sektor farmasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2022. Hal tersebut ditunjukkan dari hasil uji statistik yang menunjukkan nilai F-hitung sebesar 57,712 dengan nilai F-tabel sebesar 4,04 dan nilai probabilitas lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,000. Maka, setiap perubahan nilai DAR dan DER akan berdampak atau berpengaruh pada nilai NPM. DAFTAR PUSTAKA Amelia. , & Gulo. Pengaruh Debt to Assets Ratio. Debt to Equity Ratio Terhadap Net Profit Margin Pada Perusahaan Industri Makanan dan Minuman yang Terdaftar di BEI 20162019. Jurnal Manajemen Retail Indonesia, 2. , 115Ae124. Anwar. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan Perusahaan (Edisi Pertam. Prenada Media Group. Cahyana. Azis. , & Masruri. Pengaruh Struktur Modal dan Intensitas Teknologi Terhadap Profitabilitas Perusahaan. Neraca Keuangan: Jurnal Akuntansi Dan Keuangan, 17. , 69Ae79. Diana. , & Tjiptono. Manajemen Keuangan . st ed. Andi. Direktorat Neraca Produksi. Produk Domestik Bruto Indonesia Triwulanan 2018-2022. BPSStatistics Indonesia. Duli. Duli. Metodologi Penelitian Kuantitatif: Beberapa konsep dasar untuk penulisan skripsi & analisis data dengan SPSS. Deepublish. Fahmi. Pengantar Manajemen Keuangan: Teori dan Soal Jawab (M. Djalil. Ed. Edisi Revis. Alfabeta. Ghozali. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 25 . th e. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Hanafi. Manajemen Keuangan . nd ed. BPFE-YOGYAKARTA. Harianja. , & Sinambela. Pengaruh Struktur Modal dan Pertumbuhan Aset Terhadap Profitabilitas Pada Perusahaan Property dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Neraca Agung, 9. , 15Ae26. Kasmir. Analisis Laporan Keuangan (Cetakan ke . Rajawali Pers. Mardhatillah. Waluyo. , & Fatah. Pengaruh Corporate Social Responsibility (CSR) dan Struktur Modal terhadap Profitabilitas Bank Umum Syariah di Indonesia. SERAMBI: Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Bisnis Islam, 2. , 177Ae186. https://doi. org/10. 36407/serambi. Marwan. Konadi. Kamaruddin. Sufi. , & Akmal. Analisis Jalur dan Aplikasi SPSS Versi 25 (Edisi Kedu. Merdeka Kreasi Group. Maulita. , & Tania. Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER). Debt to Assets Ratio (DAR), dan Long Term Debt to Equity Ratio (LDER) Terhadap Profitabilitas. Jurnal Akuntansi, 5. , 132Ae137. Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1463 Volume 6 No. 1 April 2024 Miranti. Sahabuddin. , & Kurniawan. Pengaruh Debt to Equity Ratio Terhadap Net Profit Margin Pada Perusahaan Minuman Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Pinisi: Journal of Art. Humanity & Social Studies, 3. , 130Ae137. Musthafa. Manajemen Keuangan . st ed. ANDI. Paramita. Rizal. , & Sulistyan. Metode Penelitian Kuantitatif . rd ed. WIDYA GAMA PRESS. Peter. DeMarzo. Zhiguo. He. Leverage Dynamics without Commitment. Journal of Finance, 76. :1195-1250. doi: 10. 3386/W22799 Shabrina. Pengaruh Current Ratio dan Debt to Assets Ratio Terhadap Net Profit Margin Pada PT Indo Tambang Raya Megah Tbk (Periode 2008-2. Jurnal Semarak, 3. , 90Ae Sujarweni. Analisis Laporan Keuangan: Teori. Aplikasi, dan Hasil Penelitian. Pustaka