Received: 09 December 2025 Revised: 10 January 2026 Accepted: 13 April 2026 Available online: 13 April 2026 Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 Pengaruh Environmental. Social. Governance(ESG) Dan Firm Size Terhadap Kinerja Keuangan Dan Nilai Perusahaan. M Dedy Eko Trisyono Safari1*. Umi Muawanah1. Oyong Lisa1. Ronni Hendra Hertanto1. Sri Hastuti1 Email : dedy. ak@undar. Universitas Gajayana Malang1 ABSTRACT Environmental. Social, and Governance (ESG) is a framework that encourages companies to operate responsibly by considering environmental, social, and governance aspects. ESG is increasingly important as an indicator of sustainability and long-term performance, particularly in the high-risk energy sector. The study employs a quantitative approach using Structural Equation ModelingAePartial Least Squares (SEM-PLS), which allows simultaneous analysis of direct and indirect effects, including the mediating role of financial performance. The study uses a quantitative approach with a panel data regression method on energy sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2022Ae2024 period. The sample was selected purposively based on the availability of ESG reports. The results show that ESG has a positive and significant effect on financial performance and firm value, supporting the legitimacy theory that adherence to social values improves corporate sustainability. Keywords: Environmental. Social, and Governance (ESG), kinerja keuangan, nilai perusahaan. Return on Assets (ROA). Return on Equity (ROE). Price to Book Value (PBV). TobinAos Q, sektor energi PENDAHULUAN Perubahan dinamika ekonomi global menunjukkan adanya pergeseran orientasi bisnis dari pencapaian laba jangka pendek menuju penciptaan nilai jangka panjang yang berkelanjutan. Dalam konteks keilmuan dan praktik bisnis modern, penilaian kinerja perusahaan tidak lagi hanya didasarkan pada aspek finansial, tetapi juga mencakup tanggung jawab terhadap lingkungan, sosial, serta kualitas tata kelola perusahaan. Konsep Environmental. Social, and Governance (ESG) berkembang sebagai indikator penting dalam menilai keberlanjutan dan daya saing perusahaan di mata investor dan pemangku kepentingan. Perusahaan yang mampu mengimplementasikan ESG secara konsisten cenderung memiliki efisiensi operasional yang lebih baik, risiko yang lebih rendah, serta akses pendanaan yang lebih luas, sehingga berpotensi meningkatkan kinerja dan nilai perusahaan (Friede et al. , 2015. Fatemi et al. , 2018. Wulandari et al. , 2023. Hendro & Pranogyo, 2. Berbagai penelitian terdahulu telah mengkaji hubungan antara ESG. Firm Size, kinerja keuangan, dan nilai perusahaan. ESG diketahui berperan dalam Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 meningkatkan reputasi dan stabilitas perusahaan, sedangkan Firm Size mencerminkan kapasitas sumber daya yang dimiliki perusahaan dalam mengelola strategi bisnis dan keberlanjutan. Dalam perspektif Resource-Based View (RBV), perusahaan dengan ukuran lebih besar memiliki keunggulan dalam pemanfaatan sumber daya strategis untuk menciptakan keunggulan kompetitif (Indrasari, 2. Selain itu, kinerja keuangan yang diproksikan melalui Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE), serta nilai perusahaan melalui Price to Book Value (PBV) dan TobinAos Q, banyak digunakan sebagai indikator dalam mengukur keberhasilan implementasi strategi perusahaan (Ana & Wibowo, 2025. Simbolon & Sudjiman. Namun demikian, hasil penelitian sebelumnya masih menunjukkan Sebagian penelitian menemukan bahwa ESG dan Firm Size berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja keuangan dan nilai perusahaan, sementara penelitian lainnya menunjukkan hasil yang tidak signifikan. Perbedaan ini dipengaruhi oleh variasi karakteristik industri, periode penelitian, serta pendekatan metodologis yang digunakan. Selain itu, sebagian besar penelitian masih menguji hubungan antar variabel secara parsial dan belum mengintegrasikan peran kinerja keuangan sebagai variabel mediasi dalam satu model yang Di sisi lain, penggunaan pendekatan Structural Equation ModelingAe Partial Least Squares (SEM-PLS) dalam konteks penelitian ESG di sektor energi Indonesia masih relatif terbatas, sehingga belum mampu memberikan gambaran yang utuh mengenai mekanisme hubungan langsung dan tidak langsung antar Lebih lanjut, penelitian yang secara simultan menguji ESG. Firm Size, kinerja keuangan, dan nilai perusahaan dalam satu kerangka model terintegrasi masih jarang dilakukan, khususnya pada sektor energi yang memiliki karakteristik risiko dan regulasi yang tinggi. Berdasarkan kesenjangan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Environmental. Social, and Governance (ESG) dan Firm Size terhadap kinerja keuangan serta implikasinya terhadap nilai perusahaan. Penelitian ini juga menguji peran kinerja keuangan sebagai variabel mediasi dalam hubungan tersebut menggunakan pendekatan SEM-PLS. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan model empiris yang terintegrasi dalam menjelaskan hubungan ESG, ukuran perusahaan, kinerja keuangan, dan nilai perusahaan, khususnya pada sektor energi di Indonesia. Secara akademis, penelitian ini diharapkan dapat memperkaya literatur mengenai keberlanjutan dan keuangan perusahaan, sedangkan secara praktis dapat menjadi dasar pertimbangan bagi manajemen dan investor dalam merumuskan strategi bisnis yang berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang (Wulandari et al. , 2023. Yanti & Hanjani, 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori yang bertujuan untuk menguji hubungan sebabAeakibat antar variabel, yaitu Environmental. Social, and Governance (ESG). Firm Size, kinerja keuangan. Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 dan nilai perusahaan. Pendekatan kuantitatif dipilih karena mampu memberikan pengukuran yang objektif melalui data numerik dan analisis statistik, sehingga hasil penelitian dapat digeneralisasi (Sugiyono, 2. Penelitian ini dirancang untuk menguji pengaruh langsung ESG dan Firm Size terhadap kinerja keuangan dan nilai perusahaan, serta pengaruh tidak langsung melalui kinerja keuangan sebagai variabel mediasi. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya menjelaskan hubungan antar variabel, tetapi juga mengkaji mekanisme terbentuknya pengaruh tersebut secara komprehensif (Duryadi, 2. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2022Ae2024. Berdasarkan data yang tersedia, jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 90 perusahaan. Penentuan populasi dan unit analisis dilakukan dengan mempertimbangkan kesesuaian objek penelitian dengan tujuan penelitian yang telah ditetapkan (Suriani & Jailani, 2. Daftar perusahaan sektor energi yang menjadi populasi penelitian disajikan pada Tabel 1. Table 1. Daftar Nama Perusahaan Sektor Energi Kode Nama Perusahaan Tanggal Papan Pencatatan ABMM ABM Investama Tbk. 06 Des 2011 Utama ADRO Alamtri Resources Indonesia Tb 16 Jul 2008 Utama AIMS Artha Mahiya Investama Tbk. 20 Jul 2001 Pemantauan Khusus AKRA AKR Corporindo Tbk. 03 Okt 1994 Utama APEX Apexindo Pratama Duta Tbk. 05 Jun 2013 Pengembangan ARII Atlas Resources Tbk. 08 Nov 2011 Pengembangan ARTI Ratu Prabu Energi Tbk 30 Apr 2003 Pemantauan Khusus BIPI Astrindo Nusantara Infrastrukt 11 Feb 2010 Pengembangan BSSR Baramulti Suksessarana Tbk. 08 Nov 2012 Pengembangan 10 BULL Buana Lintas Lautan Tbk. 23 Mei 2011 Pengembangan 11 BUMI Bumi Resources Tbk. 30 Jul 1990 Utama 12 BYAN Bayan Resources Tbk. 12 Agt 2008 Utama 13 CANI Capitol Nusantara Indonesia Tb 16 Jan 2014 Pemantauan Khusus 14 CNKO Exploitasi Energi Indonesia Tb 20 Nov 2001 Pemantauan Khusus 15 DEWA Darma Henwa Tbk 26 Sep 2007 Utama 16 DOID BUMA Internasional Grup Tbk. 15 Jun 2001 Utama 17 DSSA Dian Swastatika Sentosa Tbk 10 Des 2009 Utama 18 ELSA Elnusa Tbk. 06 Feb 2008 Utama 19 ENRG Energi Mega Persada Tbk. 07 Jun 2004 Utama 20 GEMS Golden Energy Mines Tbk. 17 Nov 2011 Utama 21 GTBO Garda Tujuh Buana Tbk 09 Jul 2009 Pengembangan 22 HITS Humpuss IntermodaTransportasi 15 Des 1997 Pengembangan 23 HRUM Harum Energy Tbk. 06 Okt 2010 Utama 24 IATA MNC Energy Investments Tbk. 13 Sep 2006 Pemantauan Khusus 25 INDY Indika Energy Tbk. 11 Jun 2008 Utama 26 ITMA Sumber Energi Andalan Tbk. 10 Des 1990 Pengembangan 27 ITMG Indo Tambangraya Megah Tbk. 18 Des 2007 Utama 28 KKGI Resource Alam Indonesia Tbk. 01 Jul 1991 Utama Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 Kode KOPI LEAD MBAP MBSS MEDC MTFN MYOH PGAS PKPK PTBA PTIS PTRO RAJA RIGS RUIS SMMT SMRU SOCI SUGI TOBA TPMA TRAM WINS Nama Perusahaan Mitra Energi Persada Tbk. Logindo Samudramakmur Tbk. Mitrabara Adiperdana Tbk. Mitrabahtera Segara Sejati Tbk Medco Energi Internasional Tbk Capitalinc Investment Tbk. Samindo Resources Tbk. Perusahaan Gas Negara Tbk. Paragon Karya Perkasa Tbk. Bukit Asam Tbk. Indo Straits Tbk. Petrosea Tbk. Rukun Raharja Tbk. Rig Tenders Indonesia Tbk. Radiant Utama Interinsco Tbk. Golden Eagle Energy Tbk. SMR Utama Tbk. Soechi Lines Tbk. Sugih Energy Tbk. TBS Energi Utama Tbk. Trans Power Marine Tbk. Trada Alam Minera Tbk. Wintermar Offshore Marine Tbk. SHIP Sillo Maritime Perdana Tbk. TAMU Pelayaran Tamarin Samudra Tbk. FIRE Alfa Energi Investama Tbk. PSSI IMC Pelita Logistik Tbk. DWGL Dwi Guna Laksana Tbk. BOSS Borneo Olah Sarana Sukses Tbk. JSKY Sky Energy Indonesia Tbk. INPS Indah Prakasa Sentosa Tbk. TCPI Transcoal Pacific Tbk. SURE Super Energy Tbk. WOWS Ginting Jaya Energi Tbk. TEBE Dana Brata Luhur Tbk. BESS Batulicin Nusantara Maritim Tb SGER Sumber Global Energy Tbk. UNIQ Ulima Nitra Tbk. MCOL Prima Andalan Mandiri Tbk. GTSI GTS Internasional Tbk. RMKE RMK Energy Tbk. BSML Bintang Samudera Mandiri Lines Tanggal 04 Mei 2015 11 Des 2013 10 Jul 2014 06 Apr 2011 12 Okt 1994 16 Apr 1990 27 Jul 2000 15 Des 2003 11 Jul 2007 23 Des 2002 12 Jul 2011 21 Mei 1990 19 Apr 2006 05 Mar 1990 12 Jul 2006 01 Des 1997 10 Okt 2011 03 Des 2014 19 Jun 2002 06 Jul 2012 20 Feb 2013 10 Sep 2008 29 Nov 2010 Papan Pencatatan Pengembangan Pengembangan Pengembangan Utama Utama Pemantauan Khusus Utama Utama Pengembangan Utama Pengembangan Utama Utama Pengembangan Pengembangan Pengembangan Pemantauan Khusus Pengembangan Pemantauan Khusus Utama Utama Pemantauan Khusus Utama 16 Jun 2016 10 Mei 2017 Utama Pemantauan Khusus 09 Jun 2017 05 Des 2017 13 Des 2017 15 Feb 2018 28 Mar 2018 06 Apr 2018 06 Jul 2018 05 Okt 2018 08 Nov 2019 18 Nov 2019 09 Mar 2020 10 Agt 2020 08 Mar 2021 07 Sep 2021 08 Sep 2021 07 Des 2021 16 Des 2021 Pengembangan Utama Pengembangan Pemantauan Khusus Pemantauan Khusus Pengembangan Pengembangan Pengembangan Pemantauan Khusus Utama Pengembangan Utama Utama Utama Pemantauan Khusus Utama Pengembangan Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 Kode ADMR SEMA SICO Nama Perusahaan Alamtri Minerals Indonesia Tbk Semacom Integrated Tbk. Sigma Energy CompressindoTbk. 74 COAL Black Diamond Resources Tbk. 75 SUNI Sunindo Pratama Tbk. 76 CBRE Cakra Buana Resources Energi T 77 HILL Hillcon Tbk. 78 CUAN Petrindo Jaya Kreasi Tbk. 79 MAHA Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk 80 RMKO Royaltama Mulia Kontraktorindo 81 HUMI Humpuss Maritim Internasional 82 RGAS Kian Santang Muliatama Tbk. 83 CGAS Citra Nusantara Gemilang Tbk. 84 ALII Ancara Logistics Indonesia Tbk 85 MKAP Multikarya Asia Pasifik Raya T 86 ATLA Atlantis Subsea Indonesia Tbk. 87 BOAT Newport Marine Services Tbk. 88 AADI Adaro Andalan Indonesia Tbk. 89 RATU Raharja Energi Cepu Tbk. 90 BBRM Pelayaran Nasional Bina Buana Sumber: w. Tanggal 03 Jan 2022 10 Jan 2022 08 Apr 2022 Papan Pencatatan Utama Pengembangan Pengembangan 07 Sep 2022 09 Jan 2023 09 Jan 2023 01 Mar 2023 08 Mar 2023 25 Jul 2023 Pemantauan Khusus Utama Pemantauan Khusus Utama Utama Utama 31 Jul 2023 Pengembangan 09 Agt 2023 08 Nov 2023 08 Jan 2024 07 Feb 2024 12 Feb 2024 16 Apr 2024 12 Nov 2024 05 Des 2024 08 Jan 2025 09 Jan 2013 Pengembangan Pengembangan Pengembangan Utama Pengembangan Pengembangan Pengembangan Utama Pengembangan Pengembangan Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan kriteria tertentu, antara lain perusahaan yang secara konsisten mempublikasikan laporan keuangan, laporan tahunan, serta laporan keberlanjutan atau memiliki skor ESG selama periode penelitian. Teknik ini digunakan untuk memastikan bahwa sampel yang dipilih memiliki kelengkapan data yang relevan dengan tujuan penelitian (Sugiyono, 2. Proses seleksi sampel berdasarkan kriteria penelitian disajikan pada Tabel 2, sedangkan daftar perusahaan yang memenuhi kriteria sampel ditampilkan pada Tabel 3. Table 2. Kriteria Penentuan Sampel Keterangan Jumlah 1 Jumlah Perusahaan sektor energi yang terdaftar di bursa efek 90 Perusahaan Indonesia 2 Perusahaan Sektor Energi yang terdaftar di 51 Perusahaan Bursa Efek Indonesia yang tidak masuk ke dalam papan utama Bursa Efek Indonesia 3 Perusahaan Sektor Energi yang terdaftar di Bursa Efek 6 Perusahaan Indonesia sebelum tahun 2001 Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 4 Perusahaan Sektor Energi yang terdaftar di Bursa Efek 0 Perusahaan Indonesia yang tidak menerbitkan laporan tahunan selama periode tahun 2022 Ae 2024 secara berturut-turut 5 Perusahaan Sektor Energi yang tidak 3 perusahaan mempublikasikan nilai ESG kepada publik Jumlah Sampel 30 Perusahaan Sumber : Peneliti . Table 3. Perusahaan Sektor Energi yang termasuk Kriteria Penelitian Tanggal Papan No Kode Nama Perusahaan Pencatatan Pencatatan 1 DOID BUMA Internasional Grup Tbk. 15 Jun 2001 Utama 2 PTBA Bukit Asam Tbk. 23 Des 2002 Utama 3 PGAS Perusahaan Gas Negara Tbk. 15 Des 2003 Utama 4 ENRG Energi Mega Persada Tbk. 07 Jun 2004 Utama 5 RAJA Rukun Raharja Tbk. 19 Apr 2006 Utama 6 DEWA Darma Henwa Tbk 26 Sep 2007 Utama 7 ITMG Indo Tambangraya Megah Tbk. 18 Des 2007 Utama 8 ADRO Alamtri Resources Indonesia Tb 16 Jul 2008 Utama 9 BYAN Bayan Resources Tbk. 12 Agt 2008 Utama 10 ELSA Elnusa Tbk. 06 Feb 2008 Utama 11 INDY Indika Energy Tbk. 11 Jun 2008 Utama 12 DSSA Dian Swastatika Sentosa Tbk 10 Des 2009 Utama 13 HRUM Harum Energy Tbk. 06 Okt 2010 Utama 14 WINS Wintermar Offshore MarineTbk. 29 Nov 2010 Utama 15 ABMM ABM Investama Tbk. 06 Des 2011 Utama 16 GEMS Golden Energy Mines Tbk. 17 Nov 2011 Utama 17 MBSS Mitrabahtera Segara Sejati Tbk 06 Apr 2011 Utama 18 TOBA TBS Energi Utama Tbk. 06 Jul 2012 Utama 19 TPMA Trans Power Marine Tbk. 20 Feb 2013 Utama 20 SHIP Sillo Maritime Perdana Tbk. 16 Jun 2016 Utama 21 TEBE Dana Brata Luhur Tbk. 18 Nov 2019 Utama 22 SGER Sumber Global Energy Tbk. 10 Agt 2020 Utama 23 UNIQ Ulima Nitra Tbk. 08 Mar 2021 Utama 24 MCOL Prima Andalan Mandiri Tbk. 07 Sep 2021 Utama 25 RMKE RMK Energy Tbk. 07 Des 2021 Utama 26 ADMR Alamtri Minerals Indonesia Tbk 03 Jan 2022 Utama 27 SUNI Sunindo Pratama Tbk. 09 Jan 2023 Utama 28 HILL Hillcon Tbk. 01 Mar 2023 Utama 29 CUAN Petrindo Jaya Kreasi Tbk. 08 Mar 2023 Utama 30 AADI Adaro Andalan Indonesia Tbk. 05 Des 2024 Utama Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan . nnual repor. , laporan keberlanjutan . ustainability repor. , serta publikasi resmi lainnya yang tersedia melalui Bursa Efek Indonesia dan sumber terpercaya lainnya. Metode pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi, yaitu dengan mengumpulkan, mencatat, dan mengolah data yang relevan dengan variabel penelitian. Data yang dikumpulkan meliputi informasi terkait skor ESG, total aset perusahaan, serta indikator kinerja keuangan dan nilai perusahaan (Hanafi & Halim, 2012. Irham, 2. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel independen, dependen, dan Variabel independen meliputi ESG dan Firm Size. ESG diukur berdasarkan skor atau tingkat pengungkapan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan, sedangkan Firm Size diproksikan menggunakan logaritma natural total aset. Variabel dependen adalah nilai perusahaan yang diukur menggunakan Price to Book Value (PBV) dan TobinAos Q (Ana & Wibowo, 2. Sementara itu, variabel mediasi dalam penelitian ini adalah kinerja keuangan yang diukur menggunakan Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE) (Simbolon & Sudjiman, 2. Definisi operasional dan pengukuran variabel secara rinci disajikan dalam Tabel 4. Table 4. Definisi Operasional Variabel Definisi Operasional Indikator / Rumus Environmental. Social, and Governance (ESG) (X. Skala Sumber Data Ukuran tingkat penerapan prinsip perusahaan dalam aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola yang dinilai oleh lembaga Firm Size (Ukuran Ukuran perusahaan Perusahaa. (X. yang mencerminkan kapasitas sumber daya dan skala ESG Disclosure Score / ESG Rating Rasio / Interval Refinitiv. Bloomberg. Sustainalytics Ln Total Aset (Logaritma Natural Total Ase. Rasio / Interval Laporan Keuangan (BEI) Kinerja Keuangan Kemampuan (Y. laba secara efektif dan - ROA = Laba Bersih Rasio / / Total Aset - ROE = Interval Laba Bersih / Ekuitas Laporan Tahunan (Annual Repor. Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 Nilai Perusahaan (Y. Persepsi pasar - TobinAos Q = (Harga Rasio / terhadap nilai Saham y Saham Interval perusahaan yang Beredar Total tercermin dalam harga Utan. / Total Aset saham dan nilai buku PBV = Harga Saham / Nilai Buku per Saham Laporan Keuangan & BEI Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode Structural Equation ModelingAePartial Least Squares (SEM-PLS). Penggunaan metode SEM-PLS dalam penelitian ini didasarkan pada beberapa pertimbangan. Pertama, model penelitian melibatkan hubungan yang kompleks dengan variabel mediasi, sehingga membutuhkan pendekatan analisis yang mampu menguji pengaruh langsung dan tidak langsung secara simultan. Kedua. SEM-PLS memiliki keunggulan dalam mengakomodasi ukuran sampel yang relatif terbatas serta tidak mensyaratkan distribusi data normal secara ketat. Ketiga, metode ini juga sesuai untuk penelitian eksploratif dan pengembangan model teoritis, sehingga mampu memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai hubungan antara ESG, ukuran perusahaan, kinerja keuangan, dan nilai perusahaan. (Sholihin & Ratmono, 2021. Pering, 2. Tahapan analisis meliputi analisis statistik deskriptif untuk menggambarkan karakteristik data (Handayani, 2023. Martias, 2. , serta analisis inferensial untuk menguji hipotesis penelitian melalui pengujian model pengukuran . easurement mode. dan model struktural . tructural mode. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Bagian ini menyajikan hasil analisis empiris yang diperoleh dari pengolahan data penelitian mengenai pengaruh Environmental. Social, and Governance (ESG) dan Firm Size terhadap kinerja keuangan serta implikasinya terhadap nilai perusahaan. Analisis dilakukan secara sistematis menggunakan pendekatan Structural Equation ModelingAePartial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji hubungan antar variabel baik secara langsung maupun tidak langsung melalui peran mediasi kinerja keuangan. Penyajian hasil penelitian ini diawali dengan gambaran umum data dan karakteristik sampel, dilanjutkan dengan analisis statistik deskriptif, evaluasi model pengukuran . easurement mode. , evaluasi model struktural . tructural mode. , serta pengujian hipotesis penelitian Gambaran Umum Data Penelitian Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2022Ae2024. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, yaitu berdasarkan kriteria tertentu agar data yang digunakan relevan dengan tujuan penelitian. Kriteria tersebut meliputi perusahaan yang secara konsisten menerbitkan laporan keuangan, laporan tahunan, serta laporan keberlanjutan atau memiliki skor Environmental. Social, and Governance (ESG) selama periode pengamatan. Berdasarkan proses seleksi tersebut, diperoleh sejumlah perusahaan yang memenuhi kriteria sebagai sampel akhir penelitian. Sampel ini dianggap representatif untuk menggambarkan kondisi Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 perusahaan sektor energi di Indonesia, khususnya dalam mengkaji hubungan antara implementasi ESG, ukuran perusahaan (Firm Siz. , kinerja keuangan, dan nilai perusahaan (Wulandari et al. , 2023. Yanti & Hanjani, 2. Deskripsi Objek Penelitian Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data panel yang diperoleh dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2022Ae2024. Sektor energi dipilih sebagai objek penelitian karena memiliki keterkaitan yang erat dengan isu keberlanjutan, khususnya dalam aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), yang semakin menjadi perhatian dalam praktik bisnis modern (Hendro & Pranogyo. Krishnamoorthy, 2. Jumlah sampel dalam penelitian ini terdiri dari 30 perusahaan yang memenuhi kriteria penelitian. Dengan periode observasi selama tiga tahun, total data yang dianalisis adalah sebanyak 90 observasi. Pemilihan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling, yaitu dengan menetapkan kriteria tertentu agar data yang digunakan relevan dengan tujuan penelitian (Sugiyono, 2. Adapun kriteria pemilihan sampel dalam penelitian ini meliputi: . perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan berada pada papan utama. perusahaan yang secara konsisten terdaftar selama periode . perusahaan yang menerbitkan laporan tahunan secara lengkap selama tahun 2022Ae2024. perusahaan yang mempublikasikan data atau skor Environmental. Social, and Governance (ESG) kepada publik. Dengan kriteria tersebut, sampel yang diperoleh diharapkan mampu merepresentasikan kondisi perusahaan sektor energi di Indonesia serta memberikan gambaran empiris yang komprehensif mengenai hubungan antara implementasi ESG, ukuran perusahaan, kinerja keuangan, dan nilai perusahaan (Wulandari et al. , 2023. Agustina et al. Statistik Deskriptif Statistik deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran umum mengenai karakteristik data penelitian yang meliputi nilai rata-rata . , nilai minimum, nilai maksimum, dan standar deviasi dari setiap variabel yang dianalisis. Analisis statistik deskriptif bertujuan untuk menyajikan informasi awal mengenai distribusi data sehingga memudahkan interpretasi hasil penelitian (Handayani, 2023. Martias. Variabel utama dalam penelitian ini terdiri dari Environmental. Social, and Governance (ESG), ukuran perusahaan (Firm Siz. , kinerja keuangan (ROA), dan nilai perusahaan (TobinAos Q) seperti yang terlihat pada Tabel 5. Table 5. Statistik Deskriptif Variabel Mean Min Max Std. Dev ESG SIZE ROA (%) Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 TobinAos Q Sumber: Data diolah peneliti, 2025 Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata skor ESG perusahaan sebesar 0,654 dengan nilai minimum 0,321 dan maksimum 0,921. Nilai standar deviasi sebesar 0,178 mengindikasikan adanya variasi yang cukup tinggi dalam implementasi ESG antar perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pengungkapan dan penerapan prinsip keberlanjutan di sektor energi masih belum merata, yang sejalan dengan temuan bahwa implementasi ESG dapat berbeda antar perusahaan tergantung pada kapasitas dan komitmen masing-masing (Wulandari et , 2023. Hendro & Pranogyo, 2. Ukuran perusahaan yang diproksikan dengan logaritma natural total aset (Firm Siz. memiliki nilai rata-rata sebesar 28,502 dengan standar deviasi sebesar 1,248. Variasi yang relatif kecil menunjukkan bahwa sebagian besar perusahaan dalam sampel memiliki skala usaha yang tidak terlalu jauh berbeda, meskipun tetap terdapat perbedaan kapasitas sumber daya antar perusahaan, yang dapat memengaruhi kemampuan perusahaan dalam mengelola strategi bisnis dan keberlanjutan (Indrasari, 2. Kinerja keuangan yang diukur menggunakan Return on Assets (ROA) menunjukkan nilai rata-rata sebesar 8,452% dengan nilai minimum 2,102% dan maksimum 15,804%. Standar deviasi sebesar 3,241% mencerminkan adanya perbedaan tingkat profitabilitas yang cukup signifikan antar perusahaan dalam sektor energi, yang menunjukkan adanya variasi efisiensi dalam pengelolaan aset perusahaan (Hanafi & Halim, 2012. Irham, 2. Sementara itu, nilai perusahaan yang diproksikan dengan TobinAos Q memiliki rata-rata sebesar 1,521 dengan nilai minimum 0,845 dan maksimum 2,451. Nilai rata-rata yang lebih besar dari satu menunjukkan bahwa secara umum pasar memberikan valuasi yang lebih tinggi dibandingkan nilai buku perusahaan, yang mengindikasikan adanya prospek pertumbuhan yang baik (Ana & Wibowo, 2. Standar deviasi sebesar 0,352 menunjukkan variasi persepsi pasar terhadap masing-masing perusahaan. Secara keseluruhan, hasil statistik deskriptif menunjukkan bahwa perusahaan sektor energi di Indonesia memiliki tingkat implementasi ESG yang bervariasi, dengan kondisi kinerja keuangan dan nilai perusahaan yang relatif baik, meskipun masih terdapat disparitas antar perusahaan dalam hal profitabilitas dan persepsi pasar (Yanti & Hanjani, 2. Uji Kelayakan Data Sebelum dilakukan analisis lebih lanjut, data penelitian terlebih dahulu diuji untuk memastikan bahwa model yang digunakan memenuhi asumsi dasar dan layak untuk dianalisis. Pengujian asumsi klasik ini penting untuk memastikan validitas model dalam analisis kuantitatif (Sugiyono, 2. Ringkasan hasil uji kelayakan data disajikan pada Tabel 6. Table 6. Uji Kelayakan Data Uji Indikator Hasil Kesimpulan Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 Normalitas p-value > 0,05 Multikolinearitas VIF < 5 Heteroskedastisitas p-value > 0,05 Terpenuhi Terpenuhi Terpenuhi Autokorelasi Terpenuhi DW OO 2 Normal Tidak ada masalah Homoskedastis Tidak ada Sumber: Data diolah peneliti, 2025 Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa seluruh variabel memiliki nilai signifikansi di atas 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi Selanjutnya, uji multikolinearitas menunjukkan bahwa nilai Variance Inflation Factor (VIF) seluruh variabel berada di bawah batas kritis, sehingga tidak terdapat gejala multikolinearitas dalam model penelitian. Uji heteroskedastisitas menggunakan metode Breusch-Pagan menunjukkan nilai signifikansi di atas 0,05, yang mengindikasikan bahwa varians residual bersifat homogen . Selain itu, hasil uji autokorelasi dengan pendekatan Durbin-Watson menghasilkan nilai yang mendekati 2, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat autokorelasi dalam model (Ghazali et al. , 2. Dengan demikian, seluruh hasil pengujian menunjukkan bahwa data penelitian telah memenuhi asumsi klasik dan layak untuk digunakan dalam analisis lanjutan menggunakan pendekatan Structural Equation ModelingAePartial Least Squares (SEM-PLS), yang memungkinkan pengujian hubungan antar variabel secara simultan dalam model penelitian (Sholihin & Ratmono, 2021. Pering, 2. Evaluasi Model Analisis data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan Structural Equation ModelingAePartial Least Squares (SEM-PLS), yang mencakup evaluasi model pengukuran . easurement mode. dan model struktural . tructural mode. Metode SEM-PLS digunakan karena mampu menganalisis hubungan antar variabel secara simultan, baik pengaruh langsung maupun tidak langsung dalam satu model terintegrasi (Sholihin & Ratmono, 2021. Pering, 2. Evaluasi model pengukuran dilakukan untuk menguji validitas dan reliabilitas Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh indikator memiliki nilai outer loading di atas 0,70, sehingga memenuhi kriteria validitas konvergen. Selain itu, nilai Average Variance Extracted (AVE) untuk setiap konstruk berada di atas 0,50 dan nilai composite reliability di atas 0,70, yang menunjukkan bahwa seluruh konstruk dalam penelitian ini reliabel. Uji validitas diskriminan juga menunjukkan hasil yang baik, di mana nilai Fornell-Larcker Criterion dan Heterotrait-Monotrait Ratio (HTMT) berada dalam batas yang direkomendasikan, sehingga setiap konstruk mampu membedakan konsep yang diukur secara tepat (Tentama & Situmorang, 2. Selanjutnya, evaluasi model struktural dilakukan untuk menguji hubungan antar variabel dalam model penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan penjelasan yang cukup baik, dengan nilai koefisien determinasi (RA) sebesar 0,542 untuk kinerja keuangan dan 0,632 untuk nilai Hal ini menunjukkan bahwa variabel independen mampu menjelaskan Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 variasi kinerja keuangan secara moderat dan nilai perusahaan secara kuat. Selain itu, nilai predictive relevance (QA) yang positif mengindikasikan bahwa model memiliki kemampuan prediktif yang baik. Dengan demikian, model penelitian dinyatakan layak untuk digunakan dalam pengujian hipotesis (Sholihin & Ratmono. Ringkasan nilai koefisien determinasi (RA) disajikan pada Tabel 7. Table 7. Evaluasi Model Variabel Dependen Kategori Kinerja Keuangan Moderat Nilai Perusahaan Kuat Sumber: Data diolah peneliti, 2025 Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan SEM-PLS dengan teknik bootstrapping untuk mengetahui signifikansi hubungan antar variabel. Metode ini digunakan karena mampu menguji hubungan kausalitas secara simultan dalam model struktural (Sholihin & Ratmono, 2021. Pering, 2. Hasil pengujian ditunjukkan pada Tabel 8, yang menunjukkan bahwa seluruh hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima, ditandai dengan nilai p-value di bawah tingkat signifikansi 0,05. Hasil analisis menunjukkan bahwa Environmental. Social, and Governance (ESG) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan dengan nilai koefisien sebesar 0,452 . < 0,. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin baik implementasi ESG, maka semakin meningkat kinerja keuangan perusahaan, yang sejalan dengan temuan bahwa praktik ESG dapat meningkatkan efisiensi dan kinerja perusahaan (Wulandari et al. , 2023. Agustina et al. , 2. Selain itu, ukuran perusahaan . irm siz. juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan dengan koefisien sebesar 0,248 . < 0,. , meskipun pengaruhnya relatif lebih kecil dibandingkan ESG. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan dengan ukuran lebih besar memiliki sumber daya yang lebih memadai dalam mendukung peningkatan kinerja keuangan (Indrasari, 2. Selanjutnya. ESG juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan dengan koefisien sebesar 0,284 . < 0,. , yang menunjukkan bahwa praktik keberlanjutan mampu meningkatkan persepsi pasar terhadap perusahaan (Fatemi et al. , 2018. Jeanice & Kim, 2. Ukuran perusahaan juga memiliki pengaruh positif terhadap nilai perusahaan dengan koefisien sebesar 0,152 . = 0,. , meskipun dengan tingkat pengaruh yang lebih rendah. Kinerja keuangan terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan dengan koefisien sebesar 0,402 . < 0,. , yang menjadikannya sebagai variabel dengan pengaruh paling kuat dalam model penelitian ini. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan profitabilitas perusahaan secara langsung meningkatkan nilai perusahaan di pasar, yang sejalan dengan konsep bahwa kinerja keuangan merupakan indikator utama dalam penilaian perusahaan (Hanafi & Halim, 2012. Ana & Wibowo, 2. Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 Tabel 8. Hasil Pengujian Hipotesis Koefisien pHipotesis Hubungan () ESG Ie Kinerja Keuangan Firm Size Ie Kinerja Keuangan 0. ESG Ie Nilai Perusahaan Firm Size Ie Nilai Perusahaan Kinerja Keuangan Ie Nilai Perusahaan Sumber: Data diolah peneliti, 2025 Hasil Diterima Diterima Diterima Diterima Diterima Analisis Mediasi Analisis mediasi dilakukan untuk menguji peran kinerja keuangan dalam menjembatani hubungan antara Environmental. Social, and Governance (ESG) dan ukuran perusahaan . irm siz. terhadap nilai perusahaan. Pengujian dilakukan menggunakan pendekatan SEM-PLS dengan melihat pengaruh tidak langsung . ndirect effec. serta nilai Variance Accounted For (VAF). Pendekatan ini digunakan karena mampu mengidentifikasi peran variabel mediasi dalam hubungan kausalitas antar variabel secara simultan (Sholihin & Ratmono, 2021. Pering. Hasil pengujian disajikan pada Tabel 9. Hasil analisis menunjukkan bahwa kinerja keuangan mampu memediasi secara parsial hubungan antara ESG dan nilai perusahaan. Nilai pengaruh tidak langsung sebesar 0,182 dengan nilai VAF sebesar 39,06% menunjukkan bahwa sebagian pengaruh ESG terhadap nilai perusahaan terjadi melalui peningkatan kinerja keuangan. Hal ini mengindikasikan bahwa implementasi ESG tidak hanya berdampak langsung terhadap persepsi pasar, tetapi juga meningkatkan nilai perusahaan melalui perbaikan profitabilitas (Wulandari et al. , 2023. Agustina et al. Selain itu, kinerja keuangan juga terbukti memediasi secara parsial hubungan antara ukuran perusahaan dan nilai perusahaan. Nilai pengaruh tidak langsung sebesar 0,100 dengan nilai VAF sebesar 39,68% menunjukkan bahwa pengaruh ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan sebagian dijelaskan melalui peningkatan kinerja keuangan. Hal ini sejalan dengan pandangan bahwa perusahaan dengan sumber daya yang lebih besar memiliki kemampuan lebih baik dalam meningkatkan kinerja keuangan yang berdampak pada peningkatan nilai perusahaan (Indrasari, 2024. Hanafi & Halim, 2. Temuan ini menunjukkan bahwa mekanisme hubungan dalam model penelitian bersifat tidak langsung sekaligus langsung . artial mediatio. , di mana ESG dan ukuran perusahaan memengaruhi nilai perusahaan melalui dua jalur, yaitu secara langsung dan melalui kinerja keuangan sebagai variabel perantara. Hasil ini memperkuat penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa kinerja keuangan memiliki peran penting dalam menjelaskan hubungan antara ESG dan nilai perusahaan (Arofah, 2023. Jeanice & Kim, 2. Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 Table 9. Hasil Analisis Mediasi Pengaruh Pengaruh VAF Jalur Mediasi Tidak Langsung (%) Langsung ESG Ie Kinerja Keuangan Ie Nilai Perusahaan Firm Size Ie Kinerja Keuangan Ie Nilai Perusahaan Sumber: Data diolah peneliti, 2025 Keterangan Mediasi Parsial Mediasi Parsial Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa Environmental. Social, and Governance (ESG) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan. Temuan ini mengindikasikan bahwa perusahaan yang menerapkan praktik keberlanjutan secara konsisten cenderung memiliki efisiensi operasional yang lebih baik serta mampu mengelola risiko secara lebih efektif. Implementasi ESG juga dapat meningkatkan reputasi perusahaan di mata pemangku kepentingan, sehingga berdampak pada peningkatan kinerja keuangan. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang menyatakan bahwa ESG memiliki pengaruh positif terhadap kinerja keuangan perusahaan (Wulandari et al. , 2023. Agustina et al. , 2025. Friede et al. , 2. Selain itu, ukuran perusahaan . irm siz. juga terbukti berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Perusahaan dengan skala yang lebih besar umumnya memiliki akses yang lebih luas terhadap sumber daya, teknologi, serta pendanaan, sehingga mampu meningkatkan efisiensi dan profitabilitas. Namun demikian, pengaruh ukuran perusahaan dalam penelitian ini relatif lebih kecil dibandingkan dengan ESG, yang menunjukkan bahwa faktor keberlanjutan memiliki peran yang semakin penting dalam menentukan kinerja perusahaan di era modern (Indrasari. Pardede, 2. Selanjutnya. ESG terbukti berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa pasar memberikan respons positif terhadap perusahaan yang memiliki komitmen terhadap praktik keberlanjutan. ESG dapat berfungsi sebagai sinyal positif yang menunjukkan bahwa perusahaan memiliki prospek jangka panjang yang baik dan mampu mengelola risiko non-keuangan secara efektif, sehingga meningkatkan valuasi perusahaan (Fatemi et al. , 2018. Jeanice & Kim, 2. Ukuran perusahaan juga memiliki pengaruh positif terhadap nilai perusahaan, meskipun dengan tingkat pengaruh yang lebih rendah. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun skala perusahaan penting, investor tidak hanya mempertimbangkan ukuran, tetapi juga kualitas pengelolaan perusahaan, termasuk aspek keberlanjutan (Yanti & Hanjani, 2. Kinerja keuangan terbukti memiliki pengaruh paling kuat terhadap nilai Temuan ini menunjukkan bahwa profitabilitas tetap menjadi faktor utama yang diperhatikan oleh investor dalam menilai perusahaan. Perusahaan dengan kinerja keuangan yang baik cenderung memiliki kemampuan untuk Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 menghasilkan arus kas yang stabil dan memberikan return yang menarik, sehingga meningkatkan kepercayaan pasar (Hanafi & Halim, 2012. Ana & Wibowo, 2. Lebih lanjut, hasil analisis mediasi menunjukkan bahwa kinerja keuangan mampu memediasi secara parsial hubungan antara ESG dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan. Hal ini mengindikasikan bahwa ESG tidak hanya berdampak langsung terhadap nilai perusahaan, tetapi juga melalui peningkatan kinerja keuangan. Dengan kata lain, perusahaan yang menerapkan ESG secara efektif akan meningkatkan profitabilitas, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan nilai perusahaan. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menegaskan peran kinerja keuangan sebagai variabel mediasi dalam hubungan ESG dan nilai perusahaan (Arofah, 2023. Wulandari et al. , 2. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan bahwa ESG merupakan faktor strategis yang tidak hanya berdampak pada aspek non-keuangan, tetapi juga memiliki implikasi langsung terhadap kinerja keuangan dan nilai perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengintegrasikan ESG dalam strategi bisnis utama, bukan hanya sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi, tetapi sebagai upaya untuk menciptakan nilai jangka panjang (Krishnamoorthy, 2021. Farhan, 2. KESIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Environmental. Social, and Governance (ESG) dan ukuran perusahaan terhadap kinerja keuangan serta implikasinya terhadap nilai perusahaan pada sektor energi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ESG dan ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan dan nilai perusahaan. Kinerja keuangan juga terbukti memiliki pengaruh paling kuat terhadap nilai perusahaan, serta berperan sebagai variabel mediasi parsial dalam hubungan antara ESG dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa implementasi ESG tidak hanya memberikan dampak langsung terhadap peningkatan nilai perusahaan, tetapi juga secara tidak langsung melalui peningkatan kinerja keuangan. Dengan demikian. ESG dapat dipandang sebagai faktor strategis yang mampu meningkatkan daya saing dan nilai perusahaan secara berkelanjutan. Hasil penelitian ini memiliki implikasi penting bagi berbagai pihak. Bagi perusahaan, temuan ini menunjukkan bahwa penerapan ESG perlu diintegrasikan dalam strategi bisnis utama, bukan sekadar sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi, melainkan sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja dan nilai perusahaan dalam jangka panjang. Bagi investor. ESG dapat dijadikan sebagai salah satu indikator dalam pengambilan keputusan investasi, karena terbukti memberikan sinyal positif terkait prospek perusahaan. Sementara itu, bagi regulator, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam mendorong kebijakan yang mendukung transparansi dan standarisasi pelaporan ESG di Indonesia. Adapun saran untuk penelitian selanjutnya adalah memperluas cakupan sektor penelitian agar diperoleh generalisasi yang lebih luas, serta menambahkan variabel lain seperti corporate governance, risiko perusahaan, atau inovasi sebagai faktor Wacana Equiliberium : Jurnal Pemikiran & Penelitian Ekonomi Vol. No. P-ISSN : 2339-2185. E-ISSN : 2654-3869 yang dapat memengaruhi nilai perusahaan. Selain itu, penggunaan metode analisis yang berbeda atau periode penelitian yang lebih panjang juga disarankan untuk memperoleh hasil yang lebih komprehensif dan mendalam. DAFTAR PUSTAKA