HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TERHADAP TINDAKAN PENCEGAHAN ISPA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TELING ATAS KOTA MANADO Venezha A. Mamengko*. Sulaemana Engkeng*. Afnal Asrifuddin* *Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi ABSTRAK Infeksi saluran penapasan akut (ISPA) merupakan penyakit utama penyebab kematian bayi yang menempati urutan pertama angka kesakitan pada balita. Mengetahui bagaimana pengetahuan ibu dalam menjaga balita untuk terhindar dari penyakit ISPA dan bagaimana sikap ibu dalam melakukan tindakan memberikan pencegahan pengobatan ketika anak menderita ISPA serta untuk balita yang menunjukkan gejala ISPA sangat penting untuk menjaga derajat kesehatan anak karena ibu merupakan pengasuh utama balita. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu terhadap infeksi saluran pernapasan akut pada balita di wilayah kerja Puskesmas Teling Atas Kota Manado. Penelitian dilakukan dengan wawancara langsung menggunakan kuesioner dan analisis data dilakukan dengan uji chi-square. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian adalah 85 ibu yang diambil dengan menggunakan teknik random sampling. Hasil menunjukkan bahwa dari total ibu sebanyak 85 ibu didapatkan sebanyak 48 ibu . %) yang memiliki pengetahuan baik dan 37 ibu . %) yang memiliki pengetahuan kurang dan terdapat sebanyak 54 ibu . %) yang memiliki sikap baik dan sebanyak 28 ibu . %) yang memiliki sikap kurang sehingga hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dengan tindakan pencegahan ISPA pada balita dengan p = 0,033 . < 0,. dan terdapat hubungan antara sikap dengan tindakan pencegahan ISPA dengan p = 0,025 . < 0,. Tindakan ibu dalam melakukan pencegahan dikatakan baik dikarenakan pengetahuan ibu baik pula dan ibu belajar dari pengalaman ibu. Kata Kunci : ISPA. Tindakan Pencegahan. Pengetahuan. Sikap. Ibu ABSTRACT Acute respiratory infection (ARI) is the main cause of infant mortality which ranks the first in the morbidity of infants. Determination on the mother's knowledge in keeping their children to prevent ARI and the attitude of mothers in taking action to provide preventive treatment when children suffer from ARI and for toddlers who indicate the symptoms of ARI, is very important to maintain the health of the child because mother is the primary caregiver of the toddler. The purpose of this research was to determine the relationship between knowledge and attitude of the mother towards acute respiratory infections in toddlers on the working area of Teling Atas community health center. Manado. The research was conducted by direct interview with the use of questioner and data analysis was conducted by chi-square test. This type of research was analytic with crosectional study design. The number of samples in the research were 85 mothers, taken by using random sampling technique. The result indicated that there were 48 mothers . %) who had adequate knowledge and 37 mothers . %) who had poor knowledge and there were 54 mothers . %) who had good attitude and 28 mothers . %) who have poor attitude, therefore the result of analysis indicated that there was a relationship between knowledge with ARI preventive measures in toddlers with p = 0,033 . < 0,. and there was a relationship between attitude with ARI preventive measures with p = 0,025 . < 0, . Mother's preventive measures can be categorized as favorable because the knowledge of mother was adequate and they also learn from their mother's experience. Keywords: Ari. Preventive Measures. Knowledge. Attitude. Mother PENDAHULUAN satu dalam daftar 10 penyakit menonjol Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di puskesmas Teling Atas. Pada 3 bulan merupakan penyakit utama penyebab terakhir ditahun 2016 yaitu pada bulan kematian bayi yang menempati urutan Oktober. November, dan Desember pertama angka kesakitan pada balita. tercatat sebanyak 259 kasus ISPA pada Saat balita dari 2. 591 jumlah balita yang ada perhatian khusus baik pada tingkat di wilayah kerja puskesmas Teling Atas rumah sakit maupun puskesmas yang (Profil Puskesmas Teling Atas, 2. ISPA ada di negara maju sampai pada negara Berdasarkan berkembang seperti Indonesia dimana maka peneliti tertarik untuk meneliti ISPA menjadi penyakit nomor satu yang tentang hubungan sering dijumpai pada setiap daftar 10 sikap ibu terhadap tindakan pencegahan ISPA pada balita di wilayah kerja (Agustina Puskesmas Teling Atas Kota Manado. Kematian akibat ISPA lebih di dominasi balita usia 1-4 tahun yaitu METODE PENELITIAN lebih dari 2 juta kematian tiap tahunnya. Jenis penelitian yang digunakan adalah ini juga berarti 1 dari 5 orang balita di dunia meninggal setiap harinya. analitik dengan desain cross sectional Data dari Dinas Kesehatan Kota Manado tahun 2015. Penelitian pada tiga bulan wilayah kerja Puskesmas Teling Atas terakhir ditahun 2015 kasus kejadian Kota Manado, pada bulan September- ISPA menurun atau berkurang, pada Oktober 2017. Populasi dalam penelitian bulan oktober terdapat 1. 221 kasus, dan ini adalah Ibu yang mempunyai balita pada bulan november berkurang menjadi usia 12-59 bulan di wilayah kerja 887 kasus, dan pada bulan desember puskesmas Teling Atas Kota Manado yaitu sebanyak 2. 591 balita. Sampel Manado, (Dinkes Namun Kota dalam penelitian berkurang penderita dengan penyakit menghitung besar sampel menggunakan ISPA ini tercatat masih tergolong sangat rumus Lemeshow sehingga didapatkan tinggi tindakan pencegahan penyakit sampel 85 ibu yang mempunyai balita ISPA harus tetap menjadi perhatian. sebagai sampel. Penentuan sample pada Berdasarkan data laporan dari Puskesmas Teling Atas Kota Manado probability sampling dengan teknik penyakit ISPA menjadi peringkat nomor Kriteria penelitian yaitu Ibu yang mempunyai sebanyak 48 ibu . ,5%), sedangkan balita usia 12 Ae 59 bulan dan bersedia untuk ibu yang memiliki pengetahuan menjadi responden dengan mengisi dan kurang yaitu sebanyak 37 ibu . ,5%). Tabel 2. Distribusi Informed consent dan Pengasuh balita yang bersedia menjadi responden dengan mengisi dan menandatangani formulir Informed consent. Ibu Berdasarkan Sikap Sikap Baik Kurang Total Berdasarkan HASIL DAN PEMBAHASAN bahwa ibu yang mempunyai sikap baik Analisis Univariat sebanyak 54 ibu . ,5%) dan ibu yang Berdasarkan hasil penelitian didapatkan mempunyai sikap kurang yaitu sebanyak bahwa distribusi ibu berdasarkan umur 31 ibu . ,5%). didominasi oleh ibu dengan umur 20-30 Tabel 3. Distribusi Ibu Berdasarkan Tindakan Pencegahan ISPA tahun sebanyak 65 ibu . ,5%). Tingkat besar responden ibu berpendidikan SMA Tindakan Pencegahan Baik Tidak Baik Total Berdasarkan tabel 3 dapat dilihat bahwa yaitu 49 ibu . ,6%). Pekerjaan ibu juga mempunyai pengaruh dalam sikap ibu pencegahan baik didapatkan sebanyak mengasuh balita karena ibu merupakan 57 ibu . ,1%) dan yang mempunyai pengasuh utama balita. Distribusi ibu tindakan pencegahan tidak baik yaitu sebanyak 28 ibu . ,9%). Pendidikan perbedaan dari yang tidak sekolah sampai pada perguruan tinggi. Sebagian penelitian didominasi oleh ibu yang tidak bekerja yaitu sebanyak 46 ibu . ,1%). Tabel 1. Distribusi Ibu Berdasarkan Pengetahuan Pengetahuan Baik Kurang Total Berdasarkan tabel 1 distribusi ibu berdasarkan pengetahuan didapatkan ibu Analisis Bivariat Tabel 4. Analisis Hubungan Antara Pengetahuan Ibu dengan Tindakan Pencegahan ISPA Tindakan Pencegahan ISPA Baik Tidak Baik Pengetahuan Ibu Baik Kurang Total Total Nilai P 0,025 Berdasarkan tabel 4 dapat diketahui beberapa pendapat yang berbeda Ae beda. bahwa dari total ibu sebanyak 85 ibu Pengetahuan ibu kurang tetapi tindakan didapatkan sebanyak 48 ibu . %) ibu didapatkan baik, dengan wawancara yang memiliki pengetahuan baik dan 37 %) yang memiliki pengetahuan berpendapat bahwa pengalaman ibu Dari 48 ibu yang memiliki dalam memberikan tindakan pencegahan pengetahuan baik didapatkan sebanyak ISPA pada balita baik dikarenakan lingkungan sekitar ibu yang mendukung, tindakan pencegahan ISPA yang baik, dimana adanya keluarga yang turut dan sebanyak 11 ibu . ,9%) yang membantu ibu memberikan informasi mempunyai tindakan tidak baik dalam mengenai cara memberikan pengobatan pada balita ketika balita sakit, serta Sedangkan dari 37 ibu yang memiliki adanya faktor budaya atau kebiasaan yang turun temurun ketika balita sakit ,1%) ISPA ,1%) mempunyai tindakan pencegahan ISPA baik, dan sebanyak 17 ibu . ,9%) yang tradisional seperti jeruk nipis dicampur mempunyai tindakan tidak baik dalam dengan kecap atau pemberian madu pencegahan ISPA pada balita. Hasil untuk mencegah terjadinya batuk pilek, analisis uji chi-square menunjukkan serta kebiasaan ketika anak demam nilai p value sebesar 0,025 < 0,05 dikompres dengan air hangat. sehingga dapat disimpulkan bahwa ada Tindakan ibu dalam melakukan pencegahan dikatakan baik dikarenakan dengan tindakan pencegahan ISPA pada pengetahuan ibu baik pula dan ibu belajar dari pengalaman ibu dengan Penelitian adanya penggunaan media internet dan faktor lingkungan yang mendukung dan pengobatan tradisional yang sudah turun temurun dari keluarga serta adanya pelayanan ibu baik maka kejadian ISPA akan menurun, namun pengetahuan ibu yang dilaksanakan oleh puskesmas seperti posyandu yang rutin dilaksanakan yang pengetahuan seseorang yang semakin tinggi akan berdampak pada arah yang berpengetahuan baik akan lebih objektif ISPA. Tingkat melalui tindakan ibu dalam mencegah ISPA pada balita. tindakan yang positif terutama dalam hal Penelitian ini sesuai dengan memberikan pencegahan pada balita yang menderita ISPA Notoatmodjo. Penelitian yang sama dengan merupakan hasil dari tahu dan terjadi Wahyuningsih. Aries . Selain itu faktor Ae faktor dengan penelitian yang dilakukan oleh yang mempengaruhi pengetahuan adalah Annisa informasi/media lingkungan, pengalaman dan usia. Agustina. Jenis Observasional dan pendekatan dalam Penelitian ini sejalan dengan Eka Cross Sectional Design. Berdasarkan uji Chi- Aries Square didapatkan nilai p value 0,007 . Jenis maka Ho ditolak dan disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang ISPA menggunakan metode Cross Sectional dengan kejadian ISPA. Berdasarkan Hasil hasil penelitian tersebut dapat diketahui Wahyuningsih. Accidental Sampling bahwa tingkat pengetahuan responden pengetahuan Ibu dengan pencegahan ISPA pada balita dengan uji statistik Spearman rho (<0,. didapatkan nilai berbagai hal yang berhubungan dengan ISPA. (Annisa dkk, 2. 0,002. Penelitian menyimpulkan bahwa penelitian ini Sama halnya dengan penelitian memberikan informasi jika pengetahuan yang dilakukan oleh olivya dkk . , penelitian Deskriptif Cross kuesioner disertai wawancara dengan Hasil penelitian didapatkan ibu yang memiliki pengetahuan baik Purposive sebesar . ,4%), cukup sebesar . ,4%) Sampling. Hasil analisis bivariat pada dan kurang sebesar . ,13%). Sehingga tingkat pengetahuan dengan pencegahan dapat disimpulkan tingkat pengetahuan ISPA ibu yang mendominasi pada kategori Spearman Rho dengan tingkat signifikan Hasil penelitian menunjukkan c=0,05 didapat nilai koefisien korelasi bahwa pengetahuan ibu termasuk dalam . = 0,391, dengan nilai p = 0,006. kategori cukup mengenai ISPA, dari Penelitian kesimpulan yang ditarik ibu memiliki Sectional pengetahuan ibu dengan pencegahan ISPA karena ibu masih kurang berusaha ISPA pada balita (Olivya dkk, 2. mencari berbagai sumber informasi Penelitian yang dilakukan oleh tentang penyakit ISPA, dimana dalam Aries Wahyuningsih, dkk . dan Annisa Eka Agustina, dkk sejalan berpendidikan SMA serta ibu yang dengan penelitian yang dilakukan oleh mempunyai tingkat pengetahuan baik Nurul Qiyaam, dkk . Penelitian ini menggunakan metode Observasional disebabkan karena kurangnya perhatian Deskriptif dan desain studi Cross ibu terhadap anaknya karena ibu yang Sectional dengan memenuhi kriteria sibuk dengan aktivitasnya sehingga ibu inklusi sejumlah 88 ibu yang memiliki Data diperoleh dari pengisian ISPA Tabel 5. Analisis Hubungan Sikap Ibu dengan Tindakan Pencegahan ISPA Sikap Ibu Baik Kurang Total Tindakan Pencegahan Baik Tidak Baik Total Nilai P 0,022 Berdasarkan tabel 5 diatas menunjukkan bahwa dari 85 ibu terdapat sebanyak 54 ibu . %) yang memiliki sikap baik pencegahan ISPA dan sebanyak 13 ibu sebanyak 28 ibu . %) yang memiliki sikap kurang. Dari 54 ibu yang . ,1%) . ,9%) pencegahan ISPA yang tidak baik. Sedangkan dari 31 Ibu yang memiliki sikap kurang didapatkan sebanyak 16 Penelitian ini sejalan dengan ibu . ,6%) yang mempunyai tindakan penelitian yang dilakukan oleh Kusnanto baik dalam pencegahan ISPA pada balita dan sebanyak 15 ibu . ,4%) yang merupakan penelitian analitik Cross mempunyai tindakan tidak baik dalam Sectional, yang menjadi populasi dalam pencegahan ISPA. Hasil analisis uji chi- penelitian ini ialah seluruh keluarga di square menunjukkan nilai p value Desa Tataaran 1. Kecamatan Tondano Selatan. Minahasa. S ampel penelitian disimpulkan bahwa ada hubungan antara berjumlah 100 responden. Data diambil sikap ibu dengan tindakan pencegahan dengan menggunakan kuisioner dan ISPA pada balita. dianalisis dengan menggunakan uji chi- 0,022 0,05 Sikap adalah respon tertutup . Hasil Penelitian seseorang terhadap stimulus atau objek hubungan yang signifikan antara Sikap tertentu, yang sudah melibatkan faktor dengan Tindakan Pencegahan ISPA pendapat dan emosi yang bersangkutan dengan nilai p = 0,003 . ilai p < 0,. enang Ae tidak senang, setuju Ae tidak yang artinya terdapat hubungan yang Ae Sikap juga melibatkan signifikan antara sikap dengan tindakan pencegahan ISPA. pikiran, perasaan, perhatian, dan gejala Analisis Penelitian Kusnanto dkk sejalan dilakukan mengenai hubungan antara Darmawan dkk . Penelitian ini sikap ibu dengan tindakan pencegahan adalah penelitian korelasional dengan ISPA pada balita memiliki berbagai pendapat oleh ibu yang mempunyai teknik sampling yang digunakan yaitu sikap baik banyak yang mengatakan non probability sampling (Aksidental Samplin. Hasil uji Chi-Square antara diperoleh nilai P Value = 0,002 (P Value memberikan pengetahuan tentang cara < 0,. , sehingga berdasarkan hasil mengobati anak ketika anak sakit, serta tersebut maka H0 ditolak dan H1 pengalaman sebelumnya dalam merawat diterima artinya ada hubungan sikap ibu balita karena ibu mempunyai lebih dari dengan kejadian ISPA. Kesimpulan yang ditarik dalam penelitian ini sikap Sectional mendukung atau tradisi yang turun Cross ISPA, ibu dalam pemberian ASI eksklusif Diharapkan kesehatan di Puskesmas Teling Atas terhadap kejadian ISPA. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Scolastica dkk . dengan hasil penelitian bahwa tidak ada hubungan antara sikap ibu dengan penanganan pertama ISPA didapat nilai p value = 0,520. Peneliti menarik pelayanan kesehatan berupa fasilitas penyuluhan kesehatan kepada ibuibu yang memiliki balita maupun ibu kesimpulan bahwa Sikap positif tidak pencegahan terhadap ISPA pada selalu terwujud dalam suatu tindakan nyata, hal ini disebabkan oleh beberapa bertambah dan sikap serta tindakan alasan antara lain sikap akan terwujud ibu semakin baik. didalam suatu tindakan akan tergabung Bagi Orang Tua pada situasi saat itu, sikap diikuti atau tergantung pengalaman seseorang. Bagi ibu diharapkan untuk balita melalui keikutsertaan ibu dalam kegiatan posyandu, serta KESIMPULAN Hasil penelitian yang dapat dilakukan penyuluhan kesehatan, serta memanfaatkan media yang ada dapat disimpulkan sebagai berikut : Terdapat media internet pengetahuan ibu terhadap tindakan media lainnya sehingga dapat pencegahan ISPA pada balita di menambah wawasan ibu dalam wilayah kerja Puskesmas Teling pengetahuan serta sikap ibu Atas Kota Manado. dalam mencegah balita dari Terdapat hubungan antara sikap ibu terhadap tindakan pencegahan ISPA Puskesmas Teling Atas Kota Manado penyakit ISPA dan penyakit Bagi suami diharapkan untuk mendukung dan memotivasi ibu dalam merawat balita agar SARAN Bagi Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Teling Atas terhindar dari penyakit dalam hal ini ISPA. Dinas Bagi Peneliti Kesehatan Surabaya. Diharapkan akan ada penelitian lebih Menuju Indonesia Sehat dan JKN lanjut lagi mengenai faktor yang Bermutu. berhubungan dengan perilaku ibu Husada. Diakses tanggal 27 maret terhadap tindakan pencegahan ISPA pada balita, karena dilihat dari penelitian sebelumnya masih sedikit peneliti yang meneliti mengenai pencegahan ISPA pada balita Surabaya: Bakti Kementerian Kesehatan RI. Pedoman pengendalian infeksi saluran pernapasan akut 2012. Jakarta. Kementerian Kesehatan RI, 2011. Profil Kesehatan Indonesia Jakarta DAFTAR PUSTAKA