Jurnal Mitra Rafflesia Volume 17 Nomor 2 Juli-Desember 2025 HUBUNGAN PERAN PETUGAS KESEHATAN DAN PERAN KADER DENGAN CAKUPAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADABALITA DI DAERAH PESISIR WILAYAH KERJA PUSKEMAS LUAS KABUPATEN KAUR Wulandari1. Fikitri Marya Sari1. Novega2. Dwi Hermawati3 1Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Dehasen Bengkulu 2 Prodi Kesehatan Masayarakat (S. STIKES Bhakti Husada 3Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ratu Samban corresponding author: wulandari@unived. ABSTRAK Pendahuluan : Imunisasi merupakan salah satu cara paling efektif untuk mengendalikan dan memberantas penyakit menular yang dapat mengakibatkan kematian. Imunisasi memberikan dampak signifikan, dan strategi terbaik untuk menurunkan angka kematian pada anak. Terjadi peningkatan cakupan imunisasi dasar lengkap di Indonesia pada tahun 2022, sebesar 99,6%, namun tidak merata di setiap wilayah. Universal Child Immunization (UCI) Provinsi Bengkulu sebesar 87%. Sedangkan cakupan UCI di Kabupaten Kaur masih rendah dibandingkan dengan Kabupaten/Kota di Provinsi Bengkulu, yaitu berada pada urutan ke 9 dari 10 Kabupaten/Kota yaitu sebesar 79%. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran petugas kesehatan dan peran kader dengan cakupan imunisasi dasar lengkap pada Balita di daerah pesisir wilayah kerja Puskesmas Luas Kabupaten Kaur. Metode : Penelitian ini menggunakan metode analitik deskriptif dengan desain cross Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia Ou13 bulan-24 Bulan di Puskesmas Luas Kabupaten Kaur yang berjumlah 77 responden. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Hasil : hasil penelitian menunjukkan bahwa peran petugas kesehatan baik sebesar 70,1%, peran kader kesehatan kurang sebesar 44%, dan sebesar 68,8% cakupan imunisasi dasarnya tidak lengkap. Berdasarkan uji statistic menggunakan uji chi square, hasil penelitain menunujkkan bahwa ada hubungan antara peran petugas kesehatan . =0,. dan peran kader . =0,. dengan cakupan imunisasi dasar lengkap. Kesimpulan : Disarankan kepada petugas kesehatan dan kader untuk meningkatkan promosi kesehatan kepada ibu hamil dan ibu balita tentang pentingnya imunisasi dasar pada saat posyandu, atau media elektronik. ABSTRACT Introduction: Immunisation is one of the most effective ways to control and eradicate infectious diseases that can lead to death. Immunisation has a significant impact and is the most effective strategy for reducing child mortality. Although Indonesia achieved a 99. coverage rate for complete basic immunisation by 2022, this was not evenly distributed across regions. Universal Child Immunisation (UCI) coverage in Bengkulu Province is 87%. Meanwhile. UCI coverage in Kaur Regency remains low compared to other districts/cities in Bengkulu Province, ranking 9th out of 10 with 79% coverage. Objective: This study aims to determine the role of health workers and the role of cadres with complete basic immunisation coverage in toddlers in coastal areas of the working area of Puskesmas Luas Kaur Regency. Methods: This study used a descriptive analytical method with a cross-sectional design. The study population comprised all mothers with toddlers aged 13Ae24 months at Puskesmas Luas Jurnal Mitra Rafflesia Volume 17 Nomor 2 Juli-Desember 2025 in Kaur Regency, totalling 77 respondents. The study used a total sampling technique for its Results: the results showed that the role of health workers was good at 70. 1%, the role of health cadres was less at 44%, and 68. 8% of basic immunisation coverage was incomplete. Based on statistical tests using the chi square test, the results showed that there was a relationship between the role of health workers . =0. and the role of cadres . =0. with complete basic immunisation coverage. Conclusion: It is recommended to health workers and cadres to increase health promotion to pregnant women and mothers of toddlers about the importance of basic immunisation during posyandu, or electronic media. Keywords: Role of Health Workers. Role of Cadres. Complete Basic Immunisation Coverage PENDAHULUAN Imunisasi merupakan salah satu mengendalikan dan memberantas penyakit menular yang berbahaya dan mematikan. Imunisasi bermanfaat terutama bagi anakanak sebagai metode pencegahan dini dari berbagai risiko kesehatan sejak dini (Kemenkes RI, 2. Data WHO tahun 2021, menunjukkan sebanyak 25 juta anak tidak mendapatkan imunisasi lengkap di tingkat global. Data ini menunjukkan 5,9 juta lebih banyak dari tahun 2019 dan jumlah tertinggi sejak Sementara di Indonesia, jumlah anak yang belum di imunisasi lengkap sejak 2017 sampai tahun 2021 adalah 1,525,936 anak (Kemenkes RI. Selanjutnya data WHO tahun 2023 mendapatkan imunisasi (Darmayanti. Putu Ayu Ratna. dkk, 2. Hanya Enam provinsi yang berhasil mencapai target nasional sebesar 93,6% di tahun 2021 dan lebih dari 1,7 juta anak belum mendapat imunisasi rutin pada 2019- 2021 (Kemenkes RI, 2. Data Survey Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023 menunjukkan proporsi jenis imunisasi dasar pada anak umur 1223 bulan di Indonesia untuk HB0 . ,3%). BCG 85,6%. DPT- HBHib lengkap . ,9%). Polio lengkap . ,4%) dan dan Campak-Rubella (MR) 64,8%. Sedangkan proporsi jenis imunisasi dasar pada anak umur 12-23 bulan untuk di provisnsi Bengkulu menunjukkan HB0 . ,6%). BCG . ,7%). DPT- HBHib lengkap . ,8%). Polio lengkap . ,9%), dan Campak-Rubella (MR) ,5%). (Kemenkes RI 2. Cakupan Pelayanan Kesehatan bayi salah satunya pemberian imunisasi dasar (BCG. DPT/HB/HiB1-3. Polio 1-4. Campa. di Provinsi Bengkulu tahun 2022 sebesar 94%, sedangkan Kabupaten Kaur sebesar 73%. Persentase Desa/Kelurahan UCI Tahun 2022 di Provinsi Bengkulu 513 desa/kelurahan, dimana 310 . %) desa termasuk dalam desa/kelurahan UCI. Desa/kelurahan Universal Child Immunization (UCI) adalah Desa/Kelurahan dimana Ou 80% dari jumlah bayi yang ada di desa/kelurahan tersebut sudah mendapat imunisasi dasar lengkap (Dinkes Provinsi Bengkulu Tahun 2. Cakupan desa/kelurahan UCI tertinggi adalah Kabupaten Lebong yaitu mencapai . ,%) dan yang terendah adalah Kabuapten Seluma yaitu sebesar . %), sedangkan kabupaten Kaur cakupan Universal Child Immunization (UCI) sebesar 79% (Dinkes Provinsi Bengkulu Tahun 2. Sedangkan laporan Puskesmas Luas Kabupaten Kaur menunjukkan angka ketercapaian UCI (Universal Child Immunizatio. sebesar 27,8% angka ini masih sangat rendah dan belum memenuhi target Renstra tahun 2023 sebesar 100% (Puskesmas Luas. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan orang tua/pengasuh belum membawa anak mereka untuk memperoleh Jurnal Mitra Rafflesia Volume 17 Nomor 2 Juli-Desember 2025 imunisasi lengkap diantaranya petugas kesehatan seringkali kesulitan dalam menanggapi dan mengubah pendirian orang tua yang ragu dan tidak mengizinkan anak mereka divaksin. Ada juga orang tua yang melaporkan bahwa konseling, dan pemberian informasi bergantung pada inisiatif orang tua untuk bertanya atau meminta informasi. Selain itu kader perlu mengelola prioritas mereka dalam melaksanakan berbagai kegiatan program, dan promosi imunisasi seringkali tidak sempat dilakukan karena banyaknya kegiatan yang menuntut perhatian Kader di lapangan (Kemenkes RI, 2. Hasil penelitian Imas Nurhasanah. Deasy Febriyanty. Dwi Nurmawaty, dan Ade Heryana tahun 2025 berdasarkan hasil uji statistik Chi Square menunjukkan bahwa nilai p value 0,035<0,05, artinya terdapat hubungan antara peran kader dengan imunisasi dasar Penelitian Cut Rahma Huswatul Hasanah. Agustina, dan Wardiati . hasil analisis bivariat menunjukkan peran petugas kesehatan . -value:0,. , dengan pemberian Imunisasi Studi awal di Puskesmas Luas menunjukkan dari 10 orang ibu yang memiliki Balita 3 diantaranya memiliki cakupan imunisasi dasar tidak lengkap. Tiga orang ibu yang imunisasi balitanya tidak lengkap menyatakan bahwa peran kader posyandu dan petugas kesehatan kurang baik, dikarena kader dan petugas kesehatan kurang aktif memberikan informasi terkait posyandu dengan ibu Maka dari itu peneliti tertarik untuk mengetahui hubungan peran petugas kesehatan dan peran kader dengan cakupan imunisasi dasar di pada balita di Daerah Pesisir Wilayah Kerja Puskemas Luas Kabupaten Kaur. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan Cross-Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia Ou13-24 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Luas Kabupaten Kaur tahun 2025 yang berjumlah 77 Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total Instrumen Analisis data penelitian menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. HASIL Variabel Cakupan Imunisasi Dasar Tidak Lengkap Lengkap Jumlah Peran Petugas Kesehatan Kurang Baik Jumlah Peran Kader Kurang Baik Jumlah Tabel 1 Analisis Univariat Frekuensi Persentase (%) Jurnal Mitra Rafflesia Volume 17 Nomor 2 Juli-Desember 2025 Hasil penelitian pada tabel 1 responden 68,8% memiliki cakupan imunisasi dasar tidak lengkap. Sebagian besar dai responden menyatakan peran petugas kesehatan baik sebanyak 70,1%, dan sebagian besar dari responden menyatakan peran kader kurang baik sebesar 57,1%. Tabel 2 Hubungan Peran Petugas Kesehatan Dengan Cakupan Imunisasi Dasar di Daerah Pesisir Wilayah Kerja Puskesmas Kaur Tahun 2025 Cakupan Imunisasi Dasar Total Peran Petugas Tidak Lengkap Lengkap NA Kesehatan Kurang 3,890 0,049 Baik Total Hasil penelitian pada tabel 2 menunjukkan dari 23 responden yang menyatakan peran petugas kesehatan kurang baik memiliki cakupan imunisasi dasar tidak lengkap sebanyak 20 . %) dan cakupan imunisasi dasar lengkap sebanyak 3 . %). Selanjutnya dari 54 responden yang menyatakan peran petugas baik memiliki cakupan imunisasi dasar tidak lengkap sebanyak 33 . ,1%) dan yang memiliki cakupan imunisasi dasar lengkap sebanyak 21 . ,9%). Tabel 3 Hubungan Peran Kader Dengan Cakupan Imunisasi Dasar di Daerah Pesisir Wilayah Kerja Puskesmas Kaur Tahun 2025 Peran Kader Kurang Baik Total Cakupan Imunisasi Dasar Tidak Lengkap Lengkap Hasil penelitian pada tabel 3 menunjukkan dari 44 responden yang menyatakan peran kader kurang baik memiliki cakupan imunisasi dasar tidak lengkap sebanyak 35 . ,5%) dan yang memiliki cakupan imunisasi dasar lengkap Total 0,035 4,390 sebanyak 9 . ,5%). Selanjutnya dari 33 responden yang menyatakan peran petugas baik memiliki cakupan imunisasi dasar tidak lengkap sebanyak 18 . ,5%) dan yang memiliki cakupan imunisasi dasar lengkap sebanyak 15 . ,5%). Jurnal Mitra Rafflesia Volume 17 Nomor 2 Juli-Desember 2025 PEMBAHASAN Hubungan Peran Petugas Kesehatan Dengan Cakupan Imunisasi Dasar Pada Balita Di Daerah Pesisir Wilayah Kerja Puskesmas Luas Kabupaten Kaur Hasil penelitian menunjukkan dari 23 responden yang menyatakan peran petugas kesehatan kurang baik memiliki cakupan imunisasi dasar lengkap sebanyak Penelitian ini menunjukkan bahwa ibu memahami bahwa imunisasi memiliki manfaat yang baik untuk kekebalan tubuh pada balita, selain itu ibu memahami efek samping dari imunisasi sehingga ketika anak mengalami demam setelah divaksin ibu tidak merasa cemas. Selain itu ibu juga didukung oleh peran kader yang baik selalu mengingatkan ibu untuk berangkat ke posyandu dan suami atau keluarga mau mengantarkan ibu ke posyandu untuk membawa balita imunisasi. Selanjutnya dari 54 responden yang menyatakan peran petugas baik memiliki cakupan imunisasi dasar tidak lengkap sebanyak 33 . ,1%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa banyak faktor yang mempengaruhi cakupan imunisasi dasar pada balita selain peran petugas kesehatan diantaranya, ibu balita tidak tahu manfaat dan efek samping imunisasi, ibu balita cemas ketika anak mengalami demam saat imunisasi, peran kader kesehatan kurang baik, sikap ibu, dan dukungan keluarga yang kurang baik. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara peran petugas kesehatan dengan cakupan imunisasi dasar pada balita di daerah pesisir Wilayah Kerja Puskesmas Luas Kabupaten Kaur. Penelitian ini memiliki makna bahwa semakin baik peran petugas kesehatan maka cakupan imunisasi dasar pada balita akan semakin lengkap dan sebaliknya jika peran petugas kesehatan kurang baik maka cakupan imunisasi dasar pada balita tidak Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ikrimah Pohan. A, lprida Harahap. Anto J. Hadi tahun 2023, dimana peran petugas terhadap imunisasi dasar lengkap pada bayi dengan nilai p 0,008 < 0,05. Artinya bahwa peran petugas kesehatan memiliki pengaruh secara signifikan terhadap pemberian imunisasi dasar pada bayi di Puskesmas Padangmatinggi Kota Padang Sidempuan. Kelengkapan imunisasi dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satu faktornya adalah peran tenaga Ini menunjukkan bahwa tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam pelaksanaan program imunisasi di masyarakat (Pohan I. Harahap I. Hadi. Selain itu penelitan Rizki Hidayat. Tita Septi Handayani. Handi Rustandi . juga menunjukkan ada hubungan antara dukungan petugas kesehatan dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi dengan nilai p value 0,031 < = 0,05. Penelitian oleh Elmaniar. Elwan Candra. Berta Afriani tahun 2024 menunjukkan Hasil uji chi Square didapatkan A value 0,010<0,05. Artinya terdapat hubungan yang bermakna terhadap peran petugas kesehatan dengan cakupan imuninasi dasar di Desa Kota Batu Wilayah Kerja Puskesmas Warkuk Ranau Selatan Kabupaten OKU Selatan tahun 2023. Penelitian Agil Pratiwi. Farrah Fahdhienie. Riza Septiani . menunjukkan ada hubungan peran petugas kesehatan dengan p-value 0,000, dengan imunisasi dasar lengkap di Wilayah Kerja Puskesmas Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar. Petugas kesehatan adalah individu yang terlibat dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat. Mereka memiliki peran penting dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan masyarakat (Sagita Y,D. Dkk 2. Peran petugas kesehatan sangat penting dalam rangka meningkatkan cakupan imunisasi dan memberikan informasi serta sosialisasi tentang manfaat imunisasi dan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Untuk mencegah kesakitan dan kematian. Jurnal Mitra Rafflesia Volume 17 Nomor 2 Juli-Desember 2025 petugas imunisasi dapat berperan aktif dalam pemberian imunisasi (Falawati. Penilaian kualitatif terhadap situasi imunisasi menunjukkan bahwa saat konseling petugas kesehatan sering memberi informasi yang tidak konsisten terkait dengan jenis vaksin, manfaat imunisasi, dan efek samping yang umum dialami setelah balita imunisasi. Petugas kesehatan seringkali kesulitan dalam menanggapi dan mengubah pendirian orang tua yang ragu dan tidak mengizinkan anak mereka divaksin. Ada juga orang tua yang melaporkan bahwa konseling, dan pemberian informasi bergantung pada inisiatif orang tua untuk bertanya atau meminta informasi. Petugas keterampilan khusus untuk menjelaskan tentang imunisasi secara sederhana dengan menggunakan istilah-istilah umum dan bahasa lokal agar orang tua dapat dengan mudah memahami informasi yang diberikan (Kemenkes RI, 2. satu-satunya berhubungan dengan cakupan imunisasi dasar tidak lengkap faktor lain diantaranya adalah peran petugas kesehatan yang kurang baik, pengetahuan ibu yang kurang baik, atau ibu tidak membawa anak ke posyandu karena ibu sibuk bekerja seperti pergi ke kebun. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara peran kader dengan cakupan imunisasi dasar pada balita di daerah pesisi Wilayah Kerja Puskesmas Luas Kabupaten Kaur. Penelitian ini memiliki makna bahwa semakin baik peran kader maka cakupan imunisasi dasar pada balita akan semakin lengkap dan sebaliknya jika peran kader kurang maka cakupan imunisasi dasar pada balita tidak Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian Septian Mugi Rahayu. Maria Adelheid Ensia, dan Evaririn tahun 2021, hasil analisis Chi-Square, diperoleh nilai 0,003 < (=0,. , maka terdapat hubungan antara peran kader dengan cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi usia 011 bulan di Posyandu Wilayah Puskesmas Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Penelitian Imas Nurhasanah. Deasy Febriyanty. Dwi Nurmawaty, dan Ade Heryana tahun 2025 hasil uji statistik dengan Chi Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara peran kader kesehatan dengan imunisasi dasar lengkap dengan p value 0,035 < 0,05. Diperoleh nilai PR sebesar 1,067 yang berarti kader kesehatan yang berperan memiliki 2,308 kali lebih besar untuk menjadikan ibu berperilaku memberikan Imunisasi dasar lengkap kepada bayinya dibandingkan dengan kader kesehatan yang kurang Kader Possyandu berfungsi sebagai penggerak kegiatan di tengah-tengah masyarakat sehingga dapat mengetahui dan memahami secara langsung mengenai segala bentuk permasalahan kesehatan yang dialami masyarakat sehingga dapat dicarikan solusi sebagai bentuk pemecahan masalahnya sesuai kondisi yang ada di Hubungan Peran Kader Dengan Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap Pada Balita di Daerah Pesisir Wilayah Kerja Puskesmas Luas Kabupaten Kaur Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 44 responden menyatakan peran kader kurang baik memiliki cakupan imunisasi dasar lengkap sebanyak 20,5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun peran kader kurang baik, namun ibu mengetahui manfaat imunisasi bagi Ibu juga mengetahui informasi seputar pentingnya imunisasi dari petugas Selanjutnya dari 33 responden menyatakan peran kader yang baik memiliki cakupan imunisasi dasar tidak lengkap sebesar 54,5%. Kader Posyandu memiliki peranan yang sangat dalam mengingatkan ibu balita agar mau datang ke posyandu untuk melakukan imunisasi. Namun peran kader posyandu bukanlah Jurnal Mitra Rafflesia Volume 17 Nomor 2 Juli-Desember 2025 masyarakat (Isnawati Aini Lin dan Yunita Riska, 2019 dalam Olii Nancy. Caludia G. Yanti F. , 2. Kader posyandu berperan dalam memberdayakan masyarakat meliputi masyarakat mengikuti kegiatan posyandu, penyediaan tanaman obat keluarga, memberikan pelayanan melalui posyandu yaitu melakukan pendaftaran anggota posyandu, penimbangan bayi dan balita, penyuluhan tumbuh kembang balita, pemberian kapsul vitamin A, serta pemberian imunisasi bayi dan balita (Rasyid. Suherlin. Pombaile, , 2. Tugas kader posyandu salah satunya adalah memotivasi masyarakat untuk ikut berperan dalam kegiatankegiatan di posyandu dan memberi inputinput teknis (Olii Nancy. Caludia J. Yanti F. Kader posyandu seharusnya selalu berperan aktif disetiap kegiatan posyandu, baik itu sebelum, sesaat, maupun setelah kegiatan posyandu dilaksanakan (Didah, 2. Selain itu masalah sumber daya manusia yang dihadapi dalam program imunisasi antara lain tingginya tingkat pergantian kader yang disebabkan oleh pergantian Kepala Desa dan perubahan situasi politik desa, ataupun ketiadaan dana insentif atau imbalan bagi kader. Kader juga terlibat dalam berbagai program kesehatan/pembangunan dan memiliki peran yang beragam di masing-masing, kegiatan promosi imunisasi merupakan satu dari sekian banyak kegiatan yang harus dilaksanakan oleh kader. Akibatnya kader perlu mengelola prioritas mereka dalam melaksanakan berbagai kegiatan program, dan promosi imunisasi seringkali tidak sempat dilakukan karena banyaknya kegiatan yang menuntut perhatian Kader di lapangan (Kemenkes RI, 2. SIMPULAN Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat sebagian besar dari responden memiliki cakupan imunisasi dasar tidak lengkap sebanyak 68,8%. Terdapat lebih dari setengah responden menyatakan peran petugas kesehatan baik sebanyak 70,1%, dan terdapat sebagian besar dari responden menyatakan peran kader kurang baik sebanyak 57,1%. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara peran petugas kesehatan dan kader posyandu dengan cakupan imunisasi dasar di Daerah Pesisir Wilayah Kerja Puskesmas Luas Kabupaten Kaur. UCAPAN TERIMA KASIH