Raqib: Jurnal Studi Islam Volume 01 Nomor 01 Juni 2024 ISSN: x-x | E-ISSN: x-x IJCCS. Vol. No. July x, pp. ISSN: 1978-1520 PETIR MENURUT AL-QURAoAN DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM: ANALISIS PENAFSIRAN KATA AL-RAAoDU. AL-BARQU. DAN AL-SHAAoIQAH (Lightning According to The Qur'an and Natural Science: Analysis of The Interpretation of The Words Al-Ra'du. Al-Barqu, and Al-Sha'iqa. Yasser Muda Lubis Universitas PTIQ Jakarta email: yassermudalubis@ptiq. Hasan Fadli Hasibuan Univesitas PTIQ Jakarta. Indonesia email: hasibuanhasanfadli@gmail. Abstract This article discusses lightning according to the Koran and natural science. The main focus of this research is to explore the ulama's interpretation of the lightning phenomenon in the text of the Koran. The research method used is the Maudhu'i interpretation method with a scientific interpretation approach. This research is qualitative descriptive analytical, by exploring the relationship between verses from the Koran relating to lightning and natural science concepts. The research results show that there is a connection between the interpretation of lightning in the Al-Qur'an and the concept of natural science, especially in the process of lightning occurrence. The explanation presented based on a scientific approach provides a deeper understanding of the relationship between religious beliefs and scientific knowledge. From the results of this research, it can be concluded that understanding lightning in the Koran can provide a valuable contribution in enriching religious and scientific insight. Further discussion regarding the relevance of the findings of this research to the development of interpretive and natural science studies is also presented. Thus, this research provides a significant contribution in understanding the relationship between lightning from the perspective of the Koran and natural science, as well as its relevance in religious and scientific contexts. Keywords: Lightning. The Koran. Science Abstrak Tulisan ini membahas tentang petir menurut Al-Qur'an dan ilmu pengetahuan alam. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi penafsiran ulama terhadap fenomena petir dalam teks Al-Qur'an. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penafsiran maudhu'i dengan pendekatan tafsir 'ilmi. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif analitik, dengan menggali hubungan antara ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan petir dan konsep ilmu pengetahuan Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat keterkaitan antara penafsiran petir dalam AlQur'an dengan konsep ilmu pengetahuan alam, terutama dalam proses terjadinya petir. Penjelasan yang disajikan berdasarkan pendekatan ilmiah memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang hubungan antara keyakinan agama dan pengetahuan ilmiah. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pemahaman terhadap petir dalam Al-Qur'an dapat memberikan kontribusi yang berharga dalam memperkaya wawasan keagamaan dan ilmiah. Diskusi lebih lanjut mengenai relevansi temuan penelitian ini terhadap pengembangan studi tafsir dan ilmu pengetahuan alam juga disajikan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam memahami hubungan antara petir dalam perspektif Al-Qur'an dan ilmu pengetahuan alam, serta relevansinya dalam konteks keagamaan dan ilmiah. Kata kunci: Petir, al-QurAoan. Ilmu Pengetahuan PENDAHULUAN Al-QurAoan adalah kitab suci yang diturunkan oleh Allah SWT melalui perantara Jibril pada Nabi Muhammad SAW. sebagai petunjuk bagi seluruh umat muslim secara global. Kitab suci yang di dalamnya memuat berbagai macam aspek keilmuan yang bisa menjadi pedoman dalam hidup manusia. Salah satu aspek keilmuan yang dibahas dalam al-QurAoan adalah aspek ilmu pengetahuan alam. Konsep-konsep agama sangat berperan penting bagi ilmu pengetahuan alam sebagaimana konsep-konsep yang datang dari kalangan saintis, insinyur, dan lain-lain. Maka dari pada itu kajian al-QurAoan dengan menggunakan pendekatan sains serta mengungkapkan fenomena-fenomena alam yang terjadi sangat penting untuk dilakukan, terkhusus yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan alam, sebab al-QurAoan adalah petunjuk dan panduan hidup manusia. samping itu, salah satu kemukjizatan yang dimiliki oleh al-QurAoan adalah mampu mengungkapkan kebeneran llmiah. Sejumlah kebenaran ilmiah yang baru bisa diungkap manusia menggunakan tyknologi abad ke-20, sudah dinyatakan dalam al-QurAoan sekitar 1400 abad terdahulu. banyak bukti ilmiah yang dinyatakan dalam al-QurAoan baru ditemukan faktanya dengan menggunakan pendekatan sains. Hal ini menunjukkan bahwa al-QurAoan merupakan benar-benar firman Allah SWT. Jika kita telaah QS. al-Nur ayat 43, kita mendapatkan gambaran bagaimana Allah SWT memperlihatkan proses terjadinya berbagai keajaiban di langit, kilauan kilat yang disebutkan dalam ayat tersebut merupakan kilauan cahaya yang bertarung di langit bumi sehingga menciptakan fenomena alam yang terjadi sebelum turunnya hujan di langit. Selain itu, ayat tersebut juga menggambarkan bahwa petir memberikan manfaat yang begitu besar bagi alam, seperti penunjuk jalan dikala gelap dan bahkan sumber energi Dalam ilmu fisika. Petir/kilat merupakan salah satu dampak listrik alami dalam atmosfer Bumi yang tidak dapat dicegah yang timbul akibat lepasnya salah satu muatan listrik baik positif maupun negatif yang terdapat di dalam awan. Ditinjau dari tempatnya terjadinya, pelepasan muatan listrik dapat terjadi di dalam satu awan (Inter Cloud. IC), antara awan dengan awan (Cloud to Cloud. CC) ataupun dari awan ke Bumi (Cloud to Ground. CG). Dari uraian di atas, dapat mengambarkan keserasian antara ilmu pengetahuan alam dengan al-QurAoan. Di dalam al-QurAoan banyak membahas kejadian alam baik sebagai pelajaran atau IAobrah maupun sebagai ancaman dan peringatan kepada ummat manusia, dan juga sebagai tanda kekuasaan Allah SWT. Dalam QS. al Baqarah ayat 20 A a aENa eI acI eaO Aa eO aN o aO a a e a e aEI a a aE eO aN eI aC aI eO aO aE eO aa NA a AcEE a aE a aNA a A aN eI aE acE aIe aA a AOa aE a eEa e aC Oa e aA a a a AA a eA n AOs aC aO UeA A aN eI acaI NA a a eI a aN eI aOa eA a a e AcEE a aEO aE aE aA Hampir saja kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali . ilat it. menyinari, mereka berjalan di bawah . itu, dan apabila gelap menerpa mereka, mereka Sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia hilangkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sungguh. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Ayat di atas menggambarkan kepada kita bagaimana al-QurAoan menjelaskan fenomena sumber energi yang terdapat pada petir. Al-QurAoan yang selalu eksis bahkan menjadi penemu awal ilmu kelistrikan. Akan tetapi, sekarang ini ummat Muslim seharusnya menjadi yang paling awalnya mengenalkan sumber energi, akan tetapi malah menjadi sebaliknya non muslim-lah yang menjadi pelopor ilmu energi di abad modern saat ini. Bahkan dasar temuan mereka merupakan dari peninggalan manuskripmanuskrip ulama yang terdahulu yang mengkaji ilmu alam dan dikembangkan oleh orang-orang barat dan mengklaim bahwa temuan itu merupakan temuan mereka. Sekarang ini bangsa lan berlomba-lomba menciptakan sumber energi untuk memenuhi Harun Yahya. Al-Qur'an Dan Sains. Jakarta: PT Syamil Cipta Media, 2002. Saba Zaidi Abrori. AyKonsep Hujan Dalam Al-QurAoan Dan Relevansinya Dalam Pelestarian Lingkungan (Studi Tafsir Temati. Ay, 3. Deni Septiadi. Safwan Hadi, dan Bayong Tjasyono. AuKarakteristik Petir Dari Awan Ke Bumi Dan Hubungannya Dengan Curah Hujan. Ay Jurnal Sains Dirgantara 8, no. 2 (Mei 2. : 129Ae38. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 01 Nomor 01 Juni 2024 | 36 kebutuhan bangsanya masing-masing serta menjadikannya sumber pertahanan bangsa yang siap menghadapi musuh apabila terjadi pertempuran seketika. Bangsa yang besar di zaman sekarang diukur dari kehebatantannya terhadap sumber daya alam dan energi termasuk energi nuklir, maka oleh sebab itu ummat Muslim harusnya berlomba-lomba untuk mampu bersaing dan menandingi bangsa lain, kelak ummat Muslim disegani dan dihormati dan tidak ditindas oleh bangsa lain. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui makna petir dalam al-QurAoan, serta mengetahui konteks makna petir dalam ilmu pengetahuan alam. Sehingga dapat dirumuskan pokok pembahasan bagaimana konstekstualiasasi makna petir dalam ilmu pengetahuan alam. Penelitian ini penting untuk dilakukan selain memvalidasi kemukjizatan al-QurAoan, juga memberikan gambaran kepada kita pemahaman yang holistik, memahami petir tidak hanya dari sudut pandang ilmiah, tetapi juga dari perspektif keagamaan Al-Qur'an. Hal ini dapat memberikan pemahaman yang lebih holistik dan menyeluruh tentang fenomena alam tersebut. Selain itu, aspek Integrasi antara Agama dan Sains, penelitian ini dapat menjadi jembatan untuk Integrasi antara keyakinan agama dan pengetahuan sains. Hal ini penting dalam mengatasi perbedaan pandangan antara agama dan sains. Hasil penelitian tentunya diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berharga dalam pengembangan studi tafsir Al-Qur'an dan ilmu pengetahuan alam. Dengan memperdalam pemahaman terhadap petir dalam konteks agama dan ilmiah, dapat membuka ruang untuk penelitian lanjutan dan pemikiran kritis. Beberapa tulisan-tulisan terdahulu yang mempunyai kaitan dengan penelitian ini diantaranya: Pertama. AuKonsep Ar-RaAod. Al-Barq Dan As-Saiqah Dalam Kitab Al-Jawahir Fi Tafsir. Al-QurAoan Al KarimAy, oleh M. Fikrillah. Perbedaannya dengan yang penulis sajikan disini adalah terletak pada konsep pokok pengkajian ulama tafsirnya, yakni penulis terfokus pada konstektualisasi penafsiran ayat-ayat petir dalam Inmu Pengetahuan Alam, dengan dan analisis Tafsir ilmi. Kedua. AuTelaah Kritis Makna Hujan Dalam al-QurAoan (Dalam Tafsir Ibn Kathir. Quraish Shihab dan HamkaAy. Oleh Arif Imam jurnal tersebut menjelaskan penafsiran Ibn Katsir. Quraish Shihab dan Hamka tentang makna hujan sebagai rahmat, bencana dan fenomena alam. Ketiga. AuAir Sebagai Sumber Energi Dalam Perspektif Al-QurAoanAy, oleh Mohammad Nizam Bin Abd Latib. fokus permasalahannya hanya pada aspek fenomena air saja. Dalam hal ini, penulis fokus pada konsep Konstektualisasi penafsiran ayat-ayat petir dalam Ilmu Pengetahuan Alam. Melihat beberapa tinjauan pustaka terdahulu, penulis menilai masih tedapat kekosongan ilmu dari aspek lain, sehingga penulis menyimpulkan bahwa yang membedakan penelitian penulis dengan tulisan-tulisan terdahulu yaitu penelitian penulis membahas konstektualisasi makna petir dalam ilmu pengetahuan alam sedangkan yang sebelumnya membahas petir dan air dengan fokus dan metode yang berbeda-beda. METODE Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif yang bersifat kepustakaan (Library Researc. , dengan pendekatan ilmiah mengumpulkan semua data yang berasal dari buku-buku tafsir yang menjelaskan tentang petir, kamus-kamus, serta artikel-artikel terdahulu yang hasilnya mendekati dengan penelitian ini, dan apabila memungkinkan sumber lain diperlukan, penulis juga akan mengumpulkan dari beberapa Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini, penulis akan mengumpulkan semua data yang berhubungan dengan tema ini, khususnya semua buku yang berbicara tentang petir dalam al-QurAoan, dan sebagainya. Terlebih kepada buku-buku kitab para ulama dan juga literatur umum seputar fisika. Penulis juga akan mengumpulkan data-data sekunder yang berasal dari jurnal dan website . dengan mencocokan tema penelitian ini. Agar bisa dipertanggung jawabkan dan sesuai dengan keinginan penulis. Langkah-langkah penelitian, menyertakan ayat dan terjemah Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 01 Nomor 01 Juni 2024 | 37 yang terkait dengan tema penelitian ini dan menyertakan munasabah, kontektualisasi, dan asbabun nuzul ayat dalam surat yang terkait dengan tema tersebut, mengumpulkan semua data dari buku-buku yang berhubungan dengan tema penelitian ini, merumuskan kerangka teori dan kerangka penelitian tentang konsep energi secara sistematis dan teoritis sesuai dengan metode penelitian yang dipilih, menyimpulkan hasil analisis data sesuai dengan tujuan dan rumusan masalah. HASIL DAN PEMBAHASAN Tinjauan Umum Mengenai Petir Menurut Kamus akbar Bahasa Indonesia petir adalah suatu kilatan listrik di udara yg disertai menggunakan bunyi gemuruh dikarenakan bertemunya antara dua awan yaitu awan yg bermuatan listrik positif dan awan yg bermuatan listrik negatif maka timbullah sebuah petir yg memiliki bunyi yg sangat keras bunyinya, yang terdengar dengan secara tiba-tiba. 4 Petir adalah tanda-tanda listrik alami pada atmosfer bumi yang tidak bisa dicegah, yang terjadi mengakibatkan lepasnya muatan listrik yang ada di dalam awan baik positif ataupun negatif. Pabla dan Price sesuai tempatnya, pelepasan muatan listrik bisa terjadi pada bagian dalam satu awan (Inter Cloud. IC), antara awan dengan awan ataupun dari awan ke bumi (Cloud Ground-CG). Badai petir (Thunderstor. umumnya terjadi sebab adanya awan-awan Cumulonimbus (C. yang mempunyai ketebalan hingga beberapa kilometer. Awan Cb ini dapat terdiri atas satu sel tunggal kecil . ingle cel. , atau dapat pula berupa satu sel yang sangat besar . uper cel. , atau mampu pula terdiri atas banyak sel yang berukuran besar serta kecil membuat sebuah barisan dan dikenal dengan squall line. Awan Cb ini terjadi diakibatkan adanya konveksi udara lembab yang kuat pada bagian atas. Indonesia menjadi wilayah tropis yang 70% nya terdiri atas perairan, dimana perairan merupakan tempat yang sangat baik bagi pertumbuhan awan-awan ini. 5 Awan Cumulonimbus merupakan jenis awan cumulus yang memiliki ketebalan vertikal yang cukup besar serta terdiri atas berbagai macam kristal es di permukaan serta tetes air pada bagian bawah. Ciri ini mengakibatkan awan Cb akan menurunkan hujan deras . pada saat yang singkat. tetapi, sesudah periode hujan deras hujan gerimis . masih mampu terjadi serta mampu terjadi sangat lama. Selain hujan deras, dampak terjadinya upward serta downward yang kuat, awan ini juga seringkali menimbulkan kilat . serta guruh . sebab terbentuknya lapisan elektrik positif dan negatif pada awan. Cumulonimbus semacam inilah yang seringkali dianggap badai guruh . seperti disebutkan sebelumnya, thunderstorm dapat terjadi pada sebuah awan tunggal, baik yang radiusnya kecil . ingle cel. begitu pula yang radiusnya besar . uper cel. akan tetapi thunderstorm juga terjadi dalam kumpulan beberapa sel awan . ulti cel. dengan area presipitasi yang besar juga. Konveksi sel tunggal biasanya dipicu oleh pemanasan yang kuat yang mengakibatkan massa udara naik dengan sangat cepat serta kuat. Badai guruh (Thunderstro. merupakan proses pelepasan muatan listrik awanawan konvektif yang ditandai dengan adanya kilat . dan guruh. Sedangkan kilat merupakan proses loncatan bunga api listrik yang sangat kuat yang terjadi antara medan muatan listrik diantaranya: Awan dengan awan . nter clou. , awan dengan massa udara . loud and air mas. serta awan dengan permukaan bumi . loud and groun. energi pelepasan petir itu begitu hebat sampai mengakibatkan rentetan cahaya, panas, dan suara menggelegar yang disebut geluduk atau geledek. Terdapat pula yang http://kbbi. id/presisi. Diakses 12 Mei 2024. Artinya ketelitian. Taufik Hidayat. AuRelasi Spasial Sambaran Petir Dengan Menara BTS Di Wilayah Pemukiman Kota DepokAy. Tesis pada universitas Indonesia, 2012. Taufik Hidayat. AuRelasi Spasial Sambaran Petir. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 01 Nomor 01 Juni 2024 | 38 menyebut guntur atau halilintar, geluduk, guntur, atau halilintar ini bisa menghancurkan bangunan, membunuh manusia serta memusnahkan pohon. Sedemikian besarnya tenaga petir itu sampai-sampai langit menjadi terang. Proses terjadinya petir bersumber dari awan bisa terbentuk apabila udara yang mengandung air bergerak ke atas. wilayah yang lebih tinggi, maka tekanan serta suhu atmosfir akan lebih rendah sebagai akibatnya udara yang mengandung uap air akan mengembang dan berubah menjadi Sebagian uap airnya mengkondensasi sehingga terbentuklah awan. Awan yang bisa menyebabkan petir merupakan awan Cummulonimbus. dianggap demikian sebab terjadi pemisahan muatan . dampak adanya angin keras yang meniup awan lebih tinggi. Polarisasi yang terjadi di awan Cummulonimbus bisa dijelaskan dengan memakai dasar teori listrik statis. Pemisahan muatan . terjadi dampak adanya angin keras bisa mengakibatkan turbulensi. Angin keras ke atas . membawa butiran-butiran air . mall liquid water droplet. yang ada di awan ke daerah yang suhunya sangat rendah . reezing leve. Mayoritas masyarakat menganggap peristiwa petir merupakan suatu fenomena yang ditandai akan bahaya serta bencana yang tidak jarang pada kalangan masyarakat mulai dari yang kecil sampai yg tua merasa takut serta cemas saat terjadi petir, namun pada hakikatnya fenomena petir sangat erat kaitannya dengan manfaat serta berita gembira baik itu tentang proses akan turunnya hujan menjadi rahmat serta kesuburan bumi maupun sebagai penerang bagi musafir digelapnya malam, pada tahun 1750-an, salah seorang ilmuwan barat bernama Benyamin Franklin menemukan bahwa petir merupakan sebuah peristiwa listrik. Petir merupakan sebuah peristiwa lompatan listrik yang bertegangan tinggi yang terjadi di atmosfir. Ditinjau dari sifat fisik serta ciri petir maka tilaklah keliru bila petir, kilat, atau halilintar termasuk asal cahaya serta listrik. energi listrik yang dapat dilepaskanya sangatlah besar. Arus listrik yang terjadi sekali sambaran mencapai 10 coulomb pada perbedaan tegangan potensial sebesar 100 juta Energi yang ditimbulkan mencapai 280 kwh, cukup untuk menghidupkan AC kamar selama dua minggu. 8 Jikalau medan listrik di udara mulai membesar menandakan potensial bertambah serta Bila beda potensial antara keduanya memiliki besaran yang relatif besar maka tentu akan terjadi suatu pelepasan muatan atau lightning Discharge supaya mencapai kesetimbangan maka terjadilah petir. Adapun besaran energi yang diperoleh serta ditimbulkan oleh satu sambaran petir mencapai 55 kwhours. sambarang tadi mengenai seseorang maka pasti akan mengakibatkan kematian orang tersebut serta Adapun Jika mengenai suatu benda seperti pohon atau gedung maka akan mengakibatkan kerusakan yang hebat. Menurut Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional jenis-jenis kilat/petir terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu: Petir dari Awan ke Bumi (Cloud to groun. Merupakan jenis petir yang paling berbahaya dan merusak. Kebanyakan sambarannya bermuatan negatif yang berasal dari pusat muatan negatif pada awan bagian bawah dan menghantarkan muatan negatif ke bumi. Namun terkadang terjadi sambaran bermuatan positif pada saat berakhirnya badai guntur . Sambaran positif juga sering terjadi selama musim dingin . Petir di dalam Awan (Intraclou. merupakan jenis petir yang paling sering terjadi karena adanya pusat-pusat muatan yang berbeda dalam satu awan. Petir Vulkanik, petir vulkanik merupakan jenis petir yang hanya muncul jika terjadi suatu letusan gunung berapi. Jenis petir ini akan muncul tepat di atas gunung berapi yang sedang meletus sehingga jenis petir ini tergolong jenis petir yang jarang ditemukan atau jarang terjadi. Hal ini juga dikarenakan tidak semua gunung berapi memiliki asap dan juga gas yang sangat tebal Ketika sedang meletus. Petir dari Awan Taufik Hidayat. AuRelasi Spasial Sambaran PetirA. , 11. Bambang Pranggono. Percikan Sains dalam Al QurAoan. Bandung: Ide Islami, 2005. Deni Septiadi. Safwan Hadi, dan Bayong Tjasyono. AoKarakteristik Petir Dari Awan Ke Bumi Dan Hubungannya Dengan Curah Hujan. Ay Jurnal Sains Dirgantara 8, no. 2 (Mei 2. : 129Ae38. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 01 Nomor 01 Juni 2024 | 39 ke Awan (Inter Clou. , jenis petir ini terjadi antara dua muatan pada awan yang berbeda dimana pelepasan muatan ini menjembatani kekosongan . antara kedua awan ini. Di dalam al-QurAoan petir digambarkan dengan tiga istilah yaitu al-RaAodu , alBarqu, dan al-ShaAoiqah. Definisi istilah al-RaAodu . 11 pada kamus Lisanul AoArabi berarti bunyi yang berasal dari awan. 12 Sedangkan berdasarkan kamus KBBI al-RaAodu yang berarti guruh adalah suara menggelegar di udara ditimbulkan oleh halilintar. Dalam KBBI guruh memiliki beberapa sinonim, yaitu geluduk,14 guntur, tagar, degam, serta dentung. 15 Adapun definisi asal istilah al-Barqu . dalam kamus Lisanul Arabi menurut sahabat Ibnu Abas ialah cambuk dari cahaya yang dipergunakan oleh malaikat menggiring awan. 16 Sedangkan menurut KBBI kata al-Barqu yang berarti kilat merupakan cahaya yang merambat dengan sangat cepat, suatu cahaya yang berkilau, cepat sekali dalam waktu yang singkat. Sedangkan definisi kata al-haAoiqah . 18 artinya pada kamus Lisanul AoArabi artinya api yang mematikan dari langit bersamaan dengan guruh yang sangat keras. Sedangkan berdasarkan kamus KBBI al-haAoiqah berarti petir merupakan bunyi yang sangat keras di udara biasanya bersamaan dengan kilat dari ledakan liistrik serta 20 Sebagaimana di dalam terjemah al-QurAoan versi Kementrian Agama RI bahwa al-haAoiqah juga berarti halilintar, adapun definisi halilintar berdasarkan KBBI ialah cahaya yang berkelebat sangat cepat di langit, mata petir. Menurut KBBI petir memiliki sinonim, yaitu geledek . uruh yang kera. Penafsiran Ayat-Ayat Petir Aktifitas penafsiran al-QurAoan sudah melawati proses sejarah yang sangat panjang, dimulai semenjak Nabi Muhammad SAW masih hidup sampai masa kini. Munurut Mundhir secara garis besar penafsiran al-QurAoan dibagi menjadi dua periode yaitu periode klasik dan periode terbaru atau modern. Tafsir Al-QurAoan pada masa klasik mencakup masa Nabi Muhammad saw, sahabat, serta tabiAin, masa kodifikasi . Periode klasik merentang dimulai dari masa Rasulullah saw hingga masa abad ke-8. Sesudah abad ke-8 H dan selanjutnya, disebut dengan periode modern. Berdasarkan hal tersebut, penulis akan menjelaskan perihal term al-RaAodu, al-Barqu serta al-aAoiqah berdasarkan beberapa kitab tafsir baik klasik begitu juga terbaru. Agar bisa mengetahui penafsiran para ulama sesuai dengan periodesasi. Dengan memaparkan serta menampilkan penafsiran beberapa kitab tafsir diharapkan akan diketahui adanya disparitas penafsiran antara para ulamaA tafsir yang lain. Di dalam al- https://dirgantara-lapan. id/mengenal-jenis-petir-dan-proses-terjadinya/ diakses pada 11 Mei Ahmad Warson Munawir. Kamus Al-Munawir Bahasa Arab Indonesia Lengkap. Yogyakarta: Pustaka Progresf, 1997. Jamluddin Muhammad Ibn al Manzhur. Lisan alAoArab. Libanon: Dar al Marif, 1981. Jild 2. Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa, 2008. Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. Kamus Bahasa Indonesia. Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. Kamus Bahasa Indonesia. Ibn al-Mandhur. Lisan al-Arabi. Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. Ahmad Warson Munawir. Kamus Al-Munawir Bahasa Arab Indonesia Lengkap. Ibnu al-Mandhur. Lisan al-Arabi. Suharso dan Dra. Ana Retnoningsih. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Lux. Semarang: CV. Widya Karya, 2009. Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. Mundhir. Studi Kitab Tafsir Klasik. Semarang : CV. Karya Abadi Jaya, 2015. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 01 Nomor 01 Juni 2024 | 40 QurAoan tentang beberapa ayat-ayat mengenai al-RaAodu, al-Barqu dan al-haAoiqah tersebar dalam beberapa surat, diantaranya: QS. al-Baqarah Ayat 19: a AA aO aCa a a a eE aI eOA ca A IaIa EA ca AO aIa aN eI aIIa EA s a AAOA a aA aI a Aa eO aN a aEI U acO a e U acOa e oU UC Oa e a aE eOIa A a Aa eO aEA e e aNa eI AA aAcEE a aI a eO U a eE E aA aOeIA AaO NA Atau seperti . rang yang ditimp. hujan lebat dari langit, yang disertai kegelapan, petir dan kilat. Mereka menyumbat telinga dengan jari-jarinya, . suara petir itu karena takut mati. Allah meliputi orang-orang yang kafir. Menurut Wahbah al-Juhaili, asbabun nuzul ayat ini adalah seperti yang di riwayatkan al-Thabari dari lbnu Abbas. Ibnu Mas'ud, dan lain-lain tentang turunnya ayat Kata mereka: Dulu ada dua orang munafik penduduk Madinah yang melarikan diri dari Rasulullah saw. ke orang- orang musyrik, lalu kedua orang itu diterpa hujan lebat yang disebutkan Allah ini: disertai guruh yang keras, petir, dan kilat. Setiap kali petir menyambar dan menerangi keadaan, mereka menutup telinga mereka dengan jari karena takut petir itu memasuki telinga mereka sehingga mereka tewas. Apabila kilat bersinar, mereka berialan di bawah cahayanya. jika tak muncul kilat, mereka tak bisa melihat apa-apa sehingga mereka diam di tempat, tak meneruskan perjalanan. Maka mereka pun berkata, "Mudah-mudahan pagi segera tiba, lalu kita datangi Muhammad dan kita baiat beliau" Setelah pagi menielang mereka menghadap beliau, menyatakan masuk Islam, dan membaiat beliau. Keislaman mereka bagus setelah itu. Allah menjadikan keadaan dua orang munafik yang kabur ini sebagai perumpamaan bagi orang-orang munafik yang berada di Madinah. Biasanya ketika menghadiri majelis Nabi saw. , orang-orang munafik menutupi telinga mereka dengan jari karena khawatir sabda Nabi saw. mengandung suatu ayat yang diturunkan berkenaan dengan mereka, atau khawatir mereka diingatkan dengan sesuatu sehingga mereka dibunuh, sebagaimana dua orang munafik yang kabur tadi menutup telinga mereka dengan jari. "Bila kilat menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu": Apabila harta mereka berlimpah dan mereka punya banyak anak serta mereka memperoleh rampasan perang serta kemenangan, mereka berialan di dalamnya dan berkata bahwa agama Muhammad saw. adalah agama yang benar lantas mereka pun terus memeluknya, sebagaimana kedua orang munafik tadi terus berjalan apabila cahaya kilat menerangi. "Dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti": Apabila harta dan anak-anak mereka binasa serta mereka tertimpa malapetaka, mereka berkata, "lni gara-gara agama Muhammad!" maka mereka pun kembali menjadi kafir, sama seperti kedua orang munafik tadi yang berhenti di tempat tatkala tak ada kilat yang menyinari mereka. Ibnu katsir menafsirkan ayat tersebut seperti perumpamaan sebuah ketakutan yang mengguncangkan hati dan diantara keadaan orang-orang munafik itu adalah berada dalam rasa takut dan khawatir yang besar sebagaimana firman Allah dalam QS al Munafiquun ayat 4 AuMereka mengira setiap teriakan yang keras ditujukan kepada Ay25 Al-Qurtubi dalam kitab tafsirnya menjelaskan bahwa para ulama berbeda pendapat tentang A( a e UAguruh/halilinta. Dalam riwayat At-Tirmidzi dari Ibnu Abbas, dia berkata, "Orang-orang Yahudi bertanya kepada Nabi SAW tentang ar-ra'd, 'Itu apa sebenarnya?' Nabi SAW menjawab, 'Itu adalah salah satu malaikat Allah yang ditugaskan mengatur awan. Dia membawa alat pemukul dari api. Dengan alat itu dia menghalau awan-awan ke tempat mana yang dikehendaki Allah. AuOrang-orang Yahudi Al-Thabari. Abu JaAofar Muhammad bin Jarir. JamiA Al- Bayan an TaAwil Ayi Al-QurAan. penerjemah: Abdul Somad. Yusuf Hamdani, dkk. Jakarta: Pustaka Azzam, 2008 Vol 1. Al-Thabari. Abu JaAofar Muhammad bin Jarir. JamiA Al- Bayan an TaAwilA. Ibnu Katsir. Tafsir Ibnu Katsir. Jilid 1. Jakarta: Pustaka Imam Asy-SyafiAoI, 2013. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 01 Nomor 01 Juni 2024 | 41 bertanya lagi. AuLalu suara yang kami dengar itu apa? AuNabi SAW menjawab. AuSuara bentakannya, apabila membentak awan-awan, hingga sampai ke tempat yang diperintahkan Allah. AuLalu orang-orang Yahudi berkata. AuKamu benar. Ay Ada lagi penafsiran lain dari para ulama tentang ar-ra'd ini. Namun yang jelas, ar-ra'd adalah nama suara yang kita dengar seperti yang dikatakan oleh Ali RA, dan ini sudah dimaklumi dalam bahasa Arab. Dalam riwayat lain dari Ibnu Abbas, dia berkata, "Ar-Ra'd adalah angin yang terjepit di antara awan-awan, lalu mengeluarkan suara seperti itu. "26 Para ulama juga berbeda pendapat tentang A( a e UCAkila. Diriwayatkan dari Ali. Ibnu Mas'ud dan Ibnu Abbas -semoga Allah meridhai mereka- bahwa al barq adalah alat pemukul dari besi yang berada di tangan malaikat dan dipergunakan untuk menghalau Saya (Al Qurthub. mengatakan, "Yang jelas dari hadits At-Tirmidzi dan riwayat dari Ibnu Abbas, al barq adalah cambuk dari cahaya yang berada di tangan malaikat untuk membentak awan-awan. Namun ada riwayat dari Ibnu Abbas juga bahwa al barq itu adalah malaikat yang saling memandang. Ahli filsafat berkata. AuAl-Ra'du adalah suara benturan material awan-awan, sedangkan al-Barqu adalah kilatan yang muncul akibat benturan tersebut. Ay Ini jelas ditolak lagi bertentangan dengan dalil naqli. "27 Menurut Buya Hamka hujan diartikan sebuah tanda kesuburan setelah kemarau. Guruh dan petir diartikan menjadi proses terjadinya suatu hujan, mereka mengharapkan hujan akan tetapi mereka takut akan guruh, petir yang menjadi syarat terjadinya hujan. Sebab setiap kemarau Panjang pasti dilalui oleh gelap gulita langit dan petir yang menyambarnyambar. Buya hamka menafsirkan makna petir dan guruh adalah perantara datangnya hidayah, seringnya peringatan-peringatan yang keras datangnya bersamaan dengan datangnya hidayah. Suara Rasulullah akan terasa keras seperti guruh dan petir sebab ajaran yang menurut mayoritas masyarakat bertentangan dengan adat biasanya menjadikan dakwah Rasulullah menjadi begitu mengerikan laksana petir dan guruh, akan tetapi dibalik guruh dan petir itu ada kabar gembira berupa hujan yang akan turun memberikan kesuburan pada gersangnya suatu wilayah, begitu pula jiwa seseorang. Dalam ayat tersebut Allah membuat dua perumpamaan untuk menjelaskan keadaan orang-orang munafik dan menerangkan kekejian perbuatan mereka, demi menghukum mereka dan membongkar identitas mereka, sebab mereka menjadi duri dan penyakit bagi umat. Membuat perumpamaan adalah metode Al-Qur'an untuk menerangkan berbagai konsep dan menampilkan hal-hal abstrak yang samar dalam bentuk hal-hal konkret/ kasatmata yang jelas. Kedua perumpamaan ini menggambarkan keadaan cemas dan bingung dalam diri orang-orang munafik serta betapa cepatnya keadaan mereka terungkap. 29 Quraish Shihab dalam kitab tafsirnya menjelaskan tentang jika perumpamaan pertama dapat tertuju kepada orang kafir dan atau munafik, perumpamaan kedua jelas tertuju kepada orang-orang munafik saja. Allah swt. melukiskan situasi yang mereka hadapi dengan firman-Nya: Atau seperti hujan lebat yang tercurah dari langit yakni langsung dari langit, tidak datang dari satu saluran atau terjatuh melalui atap atau pohon. Ini menunjuk kepada petunjuk-petunjuk al-Qur'an yang diterima langsung oleh Nabi Muhammad saw. dari sumbernya untuk disampaikan kepada mereka, bukan hasil pengalaman atau nalar manusia. Air atau petunjuk tersebut mampu menghidupkan tanah yang gersang, yakni hati manusia. Tetapi, hujan itu disertai dengan gelap gulita awan yang tebal, guruh yang menggelegar, dan kilat yang Ini adalah gambaran dari ayat-ayat al-Qur'an yang mengandung kritik dan kecaman dalam rangka menyembuhkan penyakit-penyakit jiwa manusia. Orang-orang munafik bukannya mendengar kecaman itu agar penyakit hati mereka sembuh, tetapi Al-Qurtubi. Tafsir Al-Qurtubi. Terj. Asmuni. Jilid 1. Jakarta: Pustaka Azzam, 2008. Al-Qurtubi. Tafsir Al-Qurtubi. Hamka. Tafsir Al-Azhar, jilid 1. Jakarta: Gema Insani, 2015. Wahbah Az-Zuhaili. Tafsir Al-Munir Fi al-AoAqidah wa al-SyariAoah wa al-Manhaj. Jilid I. Damaskus: Dar al-Fikr, 2009. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 01 Nomor 01 Juni 2024 | 42 sebaliknya, mereka menyumbat dengan ujung jari-jari mereka ke dalam telinga mereka karena mendengar suara petir- petir yang sahut-menyahut akibat bertemunya awan bermuatan listrik positif dan negatif. Mereka melakukan itu karena takut dijemput Thahir Ibn 'Asyur sebagaimana dikutip oleh Qurasih Shihab, memahami ayat ini sebagai gambaran tentang keadaan orang-orang munafik ketika menghadiri majelis Rasul saw. dan mendengar ayat-ayat al-Qur'an yang mengandung ancaman serta berita-berita yang menggembirakan. Dengan demikian, ayat-ayat al-Qur'an diibaratkan dengan hujan yang lebat, apa yang dialami dan dirasakan oleh orang-orang munafik diibaratkan dengan aneka kegelapan, sebagaimana yang dialami pejalan di waktu malam yang diliputi oleh awan tebal sehingga menutupi cahaya bintang dan hujan. Guntur adalah kecaman dan peringatan-peringatan keras al-Qur'an. Kilat adalah cahaya petunjuk al-Qur'an yang dapat ditemukan di celah peringatan-peringatannya itu. alSaAodi menafsirkan tentang ayat ini Kemudian Allah taAoala berfirman. AuAtau seperti orangorang yang ditimpa hujan lebat dari langit. Auyakni yang disiram hujan, yaitu hujan yang mengalir yang turun dengan derasnya. Audisertai gelap gulita. Auyakni kegelapan malam, kegelapan awan, dan kegelapan hujan yang ada padanya. Audan guruh. Auyaitu suara yang terdengar dari awan dan juga ada padanya Aukilat,Ay yaitu cahaya yang menyala dan terlihat dari awan. 32 Al-Razi menfasirkan makna kata al-RaAodu merupakan suara yang terdengar dari awan yang saling bertabrakan disebabkan oleh hembusan angin yang menyebabkannya saling berbenturan maka suara benturan itulah disebut al-RaAodu. QS. Al-RaAodu Ayat 13: A aNa aI eI Oac aa aO aN eI Oa a a aE eOIa AaOA a a eOA ca AE e a a a eI naN aO eE aIEOai aE a aI eI a eO a noUN aOO ea a aE EA ca AaOOaa a aA a AA aO aCa aAOA aANA AcEE aoUON aaO a a eO a eE aI a aEA Dan guruh bertasbih memuji-Nya, . emikian pul. para malaikat karena takut kepadaNya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, sementara mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dia Mahakeras siksaan-Nya. Penyebab turunnya ayat ini tentang kisah penolakan seorang musyrik terhadap dakwah Islam yang disampaikan kepadanya dan berkali-kali dakwah itu disampaikan kepadanya namun dia tetap enggan menerimanya sehingga Allah mengazabnya dengan halilintar yang menyambarnya dan membakarnya. 34 Anas bin Malik berkata. AuSuatu hari Rasulullah mengutus seorang sahabat untuk menemui salah seorang tokoh jahiliah dalam rangka mengajaknya menyembah Allah. Tokoh itu kemudian berkata. AuSiapakah Tuhanmu yang engkau dakwahkan? Apakah Ia terbuat dari tembaga? Apakah Ia terbuat dari besi? Apakah Ia terbuat dari perak? Ataukah Ia terbuat dari emas?Ay Sahabat itu pun pulang. Ia menemui Rasulullah dan mengadukan apa yang Nabi lalu mengutusnya untuk kedua kalinya, namun tokoh jahiliah itu tetap mengatakan hal yang sama. Sahabat itu pun pulang dan mengadukan hal itu kepada Nabi. Nabi lalu mengutusnya untuk ketiga kalinya, namun tokoh jahiliah itu tetap mengatakan hal yang sama. Sahabat itu pun pulang dan kembali mengadukan hal itu Quraish Shihab. Tafsir Al-Mishbah: Peran. Kesan, dan Keserasian Al-QurAoan. Jakarta: Lentera Hati, 2002. Vol, 1. Quraish Shihab. Tafsir Al-Mishbah. Abdurrahman, al-Syaikh bin Nashir as-Sa'di. Taisir al-Karimir Rahman Fi Tafsiri Kalamil Mannan. Beirut: Mu'asasah ar-Risalah, 2006. Fakhr al-Din al-Razi. Tafsir al-Kabir wa Mafatih al-Ghaib. Beirut: Dar al Kutub al-Ilmiah, 2000. Vol 2. Muchlis M. Hanafi. Asbabun Nuzul. Jakarta Timur: Lajnah Pentashihan Mushaf Al QurAoan. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 01 Nomor 01 Juni 2024 | 43 kepada Nabi. Allah lalu mengirim petir yang menyambar dan membakar tokoh jahiliah Rasulullah bersabda. AuSungguh. Allah telah mengutus kepada temanmu sebuah halilintar yang menyambar dan membakarnyaAy. Al-Qurtubi dalam tafsirnya menyebutkan pembahasan tentang al-Ra'du . , al-Barqu . dan al-Shwaa'iq . sebenarnya menjelaskan kesempuraan kekuasaan Allah SWT, dan bahwa jika Allah SWT menunda siksa bukan bermakna Artinya, ketika Allah SWT menciptakan kejadian kilat di langit, itu adalah sebagai terapi ketakutan bagi para musafir, dengan turunnya hujan, kegemparan, dan sambaran Allah SWT berfirman, "Kesusahan karena hujan. Ay (Qs. An-Nisaa: . Ini bisa juga berfungsi sebagai harapan bagi orang-orang yang berada dalam kampungnya, sebab dibalik semua itu akan datang hujan dan tanah menjadi subur. "Dan Dia mengadakan awan mendung. " Mujahid berkata, "Maksudnya, dengan air. " Siapa yang mengatakan, guruh (Ar-raAod. adalah suara . ang muncul dar. mendung, maka boleh mengatakan bahwa guruh juga bertasbih mensucikan nama-Nya dengan dalil penciptaan kehidupan di dalam awan. Benarnya, pendapat ini berdasarkan firman-Nya, "(Demikian pul. para malaikat karena takut kepada-Nya. " Jika yang dimaksud dengan guruh (Ar-ra 'd. adalah malaikat, tentu lafazh Ar-raAodu digabungkan ke dalam susunan kalimat malaikat. Sedangkan orang yang mengatakan. Ar-ra'du itu adalah malaikat, maka maknanya adalah karena takut kepada Allah. Demikian pendapat yang dinyatakan oleh Ath Thabari dan ulama lainnya. Ibnu Abbas RA berkata, "Para malaikat itu takut kepada Allah SWT, tetapi tidak seperti halnya takutnya manusia, rasa takut para malaikat kepada Allah SWT itu sedemikian rupa sehingga seorang di antara mereka tidak mengetahui siapa yang di samping kanan dan kirinya, serta tidak ada makanan. Quraish Shihab dalam tafsirnya menyebutkan ada ulama yang memahami kata guruh pada firman-Nya: yusabbihu Ar-RaAod yaitu guruh bertasbih dalam arti malaikat yang bertugas mengatur guruh. Ada lagi yang memahaminya dalam arti kiasan. Yakni, suara guntur yang menggelegar itu mengundang Ausiapa yang mendengarnya untuk mengingat Allah swt. Ada lagi yang memahaminya sebagai satu ilustrasi. Penulis cenderung menguatkan pendapat yang menyatakan bahwa memang guruh bahkan segala sesuatu bertasbih memuji Allah. Kita tidak perlu membahas bagaimana cara guruh bertasbih karena Allah telah menegaskan: "Bertasbih untuk-Nya langit yhng dan bumi serta semua yang ada di dalamnya. Dan tak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memujiNya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun" (QS. al-lsraAo . : . Dengan demikian, semua upaya untuk mengetahui bagaimana cara bertasbih mereka, atau apa yang mereka tasbihkan, semuanya akan gagal dan jawaban yang diberikan tidak benar karena, seandainya hal tersebut diketahui, itu menggugurkan pernyataan Allah di atas, yakni kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Menurut al-SyaAorawi sebagaimana dikutip oleh Quraish Shihab menyebutkan ilmu pengetahuan modern telah berhasil mempelajari bahasa makhluk dan membuktikannya bahkan telah membuktikan bahwa tumbuh-tumbuhan pun mempunyai Para pakar dewasa ini-menurutnya-mempelajari perasaan pohon terhadap manusia yang menyiraminya. Suatu percobaan yang dilakukan oleh para pakar menyangkut getaran-getaran yang terjadi pada saat pohon itu disiram oleh seorang tetapi setelah petani itu meninggal dunia, dan diukur lagi getaran-getaran yang terjadi pada pohon itu, kali ini ditemukan getaran tersebut kacau seakan-akan pohon tersebut bersedih atas kepergian petani yang selama ini menyiraminya. Demikian AsySya rawi . 1998 M/1418 H), yang selanjutnya mengukuhkan uraian di atas dengan Muchlis M. Hanafi. Asbabun Nuzul. Al-Qurtubi. Tafsir Al-Qurtubi. Quraish Shihab. Tafsir Al-Mishbah. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 01 Nomor 01 Juni 2024 | 44 ayat al-Qur'an yang melukiskan sikap langit dan bumi terhadap para pembangkang, yakni bahwa: "Langit dan bumi tidak menangisi mereka". QS. al-Baqarah Ayat 19: a AA aO aCa a a a eE aI eOA ca A IaIa EA ca AO aIa aN eI aIIa EA s a AAOA a aA aI a Aa eO aN a aEI U acO a e U acOa e oU UC Oa e a aE eOIa A a Aa eO aEA e e aNa eI AA aAcEE a aI a eO U a eE E aA aOeIA AaO NA Atau seperti . rang yang ditimp. hujan lebat dari langit, yang disertai kegelapan, petir dan kilat. Mereka menyumbat telinga dengan jari-jarinya, . suara petir itu karena takut mati. Allah meliputi orang-orang yang kafir. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Al-Barq merupakan kilat yang menyinari hati orang-orang munafik itu pada suatu waktu yaitu berupa cahaya keimanan. 39 Al-Qurtubi dalam tafsirnya menjelaskan bahwa para ulama berbeda pendapat tentang UAa eA . uruh/halilinta. Dalam riwayat At-Tirmidzi dari Ibnu Abbas, dia berkata, "Orang-orang Yahudi bertanya kepada Nabi SAW tentang ar-ra'd. AuItu apa sebenarnya?Ay Nabi SAW menjawab. AuItu adalah salah satu malaikat Allah yang ditugaskan mengatur awan. Dia membawa alat pemukul dari api. Dengan alat itu dia menghalau awan-awan ke tempat mana yang dikehendaki Allah. Ay Orang-orang Yahudi bertanya lagi. AuLalu suara yang kami dengar itu apa? AuNabi SAW menjawab. AuSuara bentakannya, apabila membentak awanawan, hingga sampai ke tempat yang diperintahkan Allah. AuLalu orang-orang Yahudi berkata. AuKamu benar. Ay Ada lagi penafsiran lain dari para ulama tentang al-Ra'du ini. Namun yang jelas, al-Ra'du adalah nama suara yang kita dengar seperti yang dikatakan oleh Ali RA, dan ini sudah dimaklumi dalam bahasa Arab. Dalam riwayat lain dari Ibnu Abbas, dia berkata, "Al-Ra'du adalah angin yang terjepit di antara awan-awan, lalu mengeluarkan suara seperti itu. " Para ulama juga berbeda pendapat tentang UA( a eCAkila. Diriwayatkan dari Ali. Ibnu Mas'ud dan Ibnu Abbas -semoga Allah meridhai merekabahwa al-Barqu adalah alat pemukul dari besi yang berada di tangan malaikat dan dipergunakan untuk menghalau awan. Saya (Al Qurtub. mengatakan, "Yang jelas dari hadits At-Tirmidzi dan riwayat dari Ibnu Abbas, al-Barqu adalah cambuk dari cahaya yang berada di tangan malaikat untuk membentak awan-awan. Namun ada riwayat dari Ibnu Abbas juga bahwa al barq itu adalah malaikat yang saling memandang. Ahli filsafat berkata. Aual-Ra'du adalah suara benturan material awan-awan, sedangkan al barq adalah kilatan yang muncul akibat benturan tersebut. Ay Ini jelas ditolak lagi bertentangan dengan dalil naqli. QS. al-Baqarah Ayat 20: a A a aENa eI acI eaO Aa eO aN o aO a a e a e aEI a a aE eO aN eI aC aI eO aO aE eO a a NA a AcEE a aE aNA a aA aN eI aE acE aIe A a AOa aE a eEa e aC Oa e aA a a a AA a eA n AOs aC aO UeA A aN eI acaI NA a a eI a aN eI aOa eA a a e AcEE a aEO aE aE aA Hampir saja kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali . ilat it. menyinari, mereka berjalan di bawah . itu, dan apabila gelap menerpa mereka, mereka Sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia hilangkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sungguh. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan tentang firman Allah a a AOaEaa eE a e aC O a e aA AAu )) eAa a aN eIAHampir saja kilat itu menyambar penglihatan merekaAy, karena kuat dan hebatnya kilatan tersebut serta lemahnya penglihatan mereka dan ketidakteguhan mereka dalam beriman. Kemudian Allah melanjutkan firman-NYA, ( AaE acE aI a aENa eI aI eaO AaO aN aOu a aA AOs CaaO UA ca A aN eI oU u a acIA ca au ) a eEaIa a aE eO aN eI Ca aIO oU aO aE eO aASetiap kali . ilat it. a AcEE a aE a aNA a aA aa eI a aN eI aO a eAA e AcEE a a aE O aE aE aA Quraish Shihab. Tafsir Al-Mishbah. Ibnu Katsir. Tafsir Ibnu Katsir. Al-Qurtubi. Tafsir Al-Qurtubi. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 01 Nomor 01 Juni 2024 | 45 menyinari, mereka berjalan di bawah . itu dan apabila gelap menerpa mereka, mereka berhenti. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia hilangkan pendengaran dan penglihat mereka. Sungguh. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatuAy (QS. AlBaqarah:. Ibnu Ishaq menuturkan dari dari ibnu Abbas. Au Artinya mereka mengetahui kebenaran dan berbicara mengenai kebenaran tersebut. Jika mereka mengetahui kebenaran itu, maka mereka tetap istiqamah. Namun jika tidak, mereka kembali kepada kekafiran, mereka berhenti dalam keadaan bingungAy. Demikian juga seperti yang dikatakan oleh Al-Hasan Bashri. Qatadah. Al-RabiAo bin Anas, dan Al-Suddi, dengan sanadnya dari beberapa sahabat, dan merupakan pendapat yang paling benar dan jelas. Begitulah keadaan yang akan mereka alami pada hari kiamat kelak, yaitu Ketika manusia diberi cahaya sesuai dengan keimanannya. Diantaranya mereka ada diberi cahaya sesuai dengan keimanannya. Diantara mereka ada yang diberi cahaya yang dapat menerangi perjalanan beberapa mil, dan ada yang diberi kurang atau lebih dari Ada juga yang kadang-kadang berjalan dan kadang berhenti. Bahkan ada juga yang cahayanya mati sama sekali, mereka itulah orang munafik tulen yang Allah sebutkan dalam Al QurAoan. Al-Qurtubi menjelaskan bahwa, siapa yang menjadikan al-Barqu . sebagai perumpamaan untuk ancaman maka makna ayat adalah bahwa ketakutan mereka dari apa yang turun kepada mereka hampir-hampir menghilangkan pandangan mereka. Sedangkan siapa yang menjadikan al barg sebagai perumpamaan keterangan apa yang ada di dalam Al Qur' an maka makna ayat adalah bahwa datang kepada mereka keterangan yang menyilaukan mereka. Makna ayat: Setiap kali mereka mendengar Al Qur'an dan nampak bagi mereka bukti-bukti, mereka menerima dan berjalan Namun apabila turun dari Al Qur'an yang mereka merasa berat melakukannya, mereka berhenti. Maksudnya, tetap pada kemunafikan mereka. Ini diriwayatkan dari Ibnu Abbas. " Ada juga yang mengatakan bahwa makna ayat: Setiap kali keadaan mereka baik, baik dalam hal pertanian dan ternak mereka, begitu juga dalam kenikmatan lainnya, mereka berkata, "Agama Muhammad adalah agama yang penuh berkah. " Namun apabila mereka ditimpa musibah dan mengalami krisis, mereka marah dan tetap dalam kemunafikan mereka. Ini diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud dan Qatadah. Buya Hamka menerangkan tentang sifat kaum munafikin dan kafir Quraish yang mana mereka sifatnya berubah-ubah dan tidak menentu, oleh karena mereka merabaraba dalam gelap, terutama kegelapan jiwa. Maka kilat yang sambung-menyambung nyaris saja mencelakakan diri mereka sendiri namun bagi orang mukmin sendiri kilat itu tidak apa-apa bahkan bagi mereka kilat dan guruh merupakan kabar gembira bagi Akan tetapi kaum munafik menjadi kebingungan karena tidak tentu jalan yang akan ditempuh. Autiap-tiap kilat menerangi mereka, merekapun berjalan padanyaAy. Kaum munafikin berjalan berangsur kedepan akan tetapi mereka dalam keadaan takut dan bimbang. AuDan, apabila telah gelap gulita atas mereka, merekapun berhentiAy. Perjalanan tidak diteruskan lagi, karena mereka. Hanya meraba-raba karena pelita yang terang tidak ada di dalam dada mereka. Yaitu pelita iman. 43 Fakhruddin Al-Razi menjelaskan makna al-Barqu adalah cahaya yang keluaran dari awan yang disertai dengan sambaran yang menyambar sesuatu sehingga menyinarinya. QS. al-RaAodu Ayat 12: A Ea aC oU aEA ca A EA a AO O aa eO aEI a eEa eCa eaO UA acO a aIU acOOa eI aA a A aA e AN aaO acE aA Ibnu Katsir. Tafsir Ibnu Katsir. Al-Qurtubi. Tafsir Al-Qurtubi. Hamka. Tafsir Al-Azhar. Fakhr al-Din al-Razi. Tafsir al-Kabir wa Mafatih al-Ghaib. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 01 Nomor 01 Juni 2024 | 46 Dialah yang memperlihatkan kilat kepadamu, yang menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Dia menjadikan mendung. Quraish Shihab menjelaskan Ayat ini masih merupakan lanjutan uraian tentang bukti-bukti kekuasaan Allah swt. Kandungannya membuktikan betapa luas Ilmu dan Kuasa Allah dan betapa mudah Dia melaksanakan ancaman-Nya bila Dia telah menetapkan kebinasaan suatu kaum. Dia-lah yang Maha Mengetahui dan Kuasa itulah yang dari saat ke saat memperlihatkan kepada kamu kilat, yakni cahaya yang berkelebat dengan cepat di langit untuk menimbulkan ketakutan dalam benak kamu-apalagi para pelaut-jangan sampai ia menyambar dan juga untuk menimbulkan harapan bagi turunnya hujan, lebih-lebih bagi yang bermukim, dan Dia mengadakan awan berat, yakni mendung yang mengandung butir-butir air yang menguap dari laut dan sungai kemudian menyatu dan berat sehingga akhirnya turun tercurah ke bawah. Dan guruh senantiasa bertasbih menyucikan nama Allah disertai dengan memuji-Nya. demikian pula para malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar yang berpotensi membakar, kemudian menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki sehingga halilintar itu membakarnya. Tetapi, betapapun sudah demikian jelas luasnya Ilmu dan kuasa Allah, sikap orang-orang kafir itu tidak berubah. Betapapun semua sudah mengakui, menyucikan, dan memuji-Nya termasuk guruh yang "tidak berakal" itu telah meraung sedemikian keras sebagai bukti keesaan dan kesucian Allah serta ketundukan dan kepatuhannya kepada Yang Mahakuasa itu, orang-orang kafir masih tetap ingkar dan mereka terus membantah kamu, wahai Muhammad dan kaum muslimin, tentang keesaan dan kekuasaan Allah, padahal Dia-lah Tuhan Yang Maha kukuh tipu daya-Nya atau Maha keras siksa-Nya. QS. al-Nur Ayat 43: a a eOIaN aIac Oa e a aEN a aE UI aA aaO eE aOeCa Oa e a a aI eI aE aE noUN aOOaI aa aE aIIA Aa aE eI aa a acI NA a AO a aU aIac Oa a aEA e AcEE a O ea aA a a AA a aAN a eI acI eI Oac a a Oa aE a aIa a eCa nN Oa eNA e aA a nN aI eI Oac a a aOOA a a eOA ca AEA a A aI a aI eI aa sE Aa eONa aI U eI a a s aAOA a e a AA a AeE eA a a Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menjadikan awan bergerak perlahan, kemudian mengumpulkannya, lalu Dia menjadikannya bertumpuk-tumpuk, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya dan Dia . utiran-butira. es dari langit, . umpalan-gumpalan awan sepert. gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya . utiran-butiran e. itu kepada siapa yang Dia kehendaki dan dihindarkan-Nya dari siapa yang Dia kehendaki. Kilauan kilatnya hampir-hampir menghilangkan penglihatan. Al-Qurtubi menjelaskan potongan ayat A" OaEa a aIa a eCa aNAKilauan kilat awan itu hampira a AO a eNaa A hampirAy, maksudnya adalah cahaya kilat yang ada di awan itu . a aAeE eAA Aumenghilangkan penglihatan,Ay karena kuatnya kilauan dan cahayanya. Dengan demikian, kata Al-Sanaou adalah cahaya kilat. Kata ini juga berarti tumbuhan yang dapat dijadikan obat . Jika kata ini dibaca panjang (Al-Sanaa'. , maka ia berarti keluhuran atau kemuliaan. Demikian pula Abu Thalhah bin Musharrif pun membaca lafazh tersebut dengan lafazh As-Sanaa'u, karena merupakan bentuk hiperbola lantaran kuatnya cahaya dan kejernihan . Al Mubarrad berkata, "As-Sanaa adalah Apabila ia mengandung makna kemuliaan dan kedudukan, maka ia dibaca panjang (As-sanao . Asal makna (As-Sanaa dan As-Sanao. adalah sama yaitu " Ahmad bin Yahya berkata, "Lafazh Buraq adalah jamak dari Burqah. " An- Quraish Shihab. Tafsir Al-Mishbah. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 01 Nomor 01 Juni 2024 | 47 Nuhas berkata, "Al Burgah adalah ukuran dari kilat, sedangkan Al Barqah adalah satu kali kilatan. "46 Quraish Shihab ayat ini dinilai sementara oleh pakar muslim sebagai telah mendahului penemuan ilmiah modern tentang fase-fase pembentukan awan kumulus dan ciri-cirinya dan yang berkaitan dengan hal tersebut. Disebutkan bahwa awan yang menurunkan hujan dimulai dari atas awan yang berbentuk onggokan yang disebut kumulus, yaitu awan yang timbulnya ke atas. Puncak kumulus bisa mencapai 15 sampai 20 kilometer hingga tampak seperti gunung yang tinggi. Dalam penemuan ilmu pengetahuan modern, cumulus yang menghasilkan hujan mengalami tiga fase: yaitu Fase koherensi dan pertumbuhan. Fase penurunan hujan, dan Fase penghabisan. samping itu, awan kumulus inilah satu-satunya awan yang menghasilkan dingin dan mengandung aliran listrik. Kata Al-Abshar di sini adalah bentuk jamak dari kata bashar yaitu potensi untuk melihat/mata. Dalam surah al-Baqarah 7, digunakan kata absharahum, sedang di sini al-abshar. Di sisi lain, di sini digunakan kata yadzhabu atau dalam bacaan lain yudzhibu, sedang dalam surah al-Baqarah adalah yakhthafu. Hal ini agaknya disebabkan ayat ini dikemukakan dalam konteks uraian tentang kebesaran dan kekuasaan Allah dalam menciptakan kilat akibat gesekan-gesekan di awan dan karena itu pula di sini ditekankan kata sana yakni kilauan kilat itu. Adapun dalam al-Baqarah, konteksnya adalah ancaman kepada orang-orang munafik yang menampakkan diri sebagai muslim tetapi hati mereka kufur. Karena itu pula mereka diancam dengan kata yakhthafu, yakni menyambar, yang tersirat di dalamnya makna siksaan. QS. al-Rum Ayat 24: a e A aI a aI U aAOaeOn a aNA aAO EaEA ca AaO aI eI Oa nN O aa eO aEI a eEa eCa eaO UA acO a aIU acOOaI aa aE IaIa EA a AeE eA e aA ae a aI eOaNa a acI AA s Aa eE OA aA aE aC eO sI Oace aC aE eOIA Dan di antara tanda-tanda . -Nya. Dia memperlihatkan kilat kepadamu untuk . ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan air . dari langit, lalu dengan air itu dihidupkannya bumi setelah mati . Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mengerti. Imam Al Qurthubi menjelaskan dalam kitab tafsirnya tentang Firman Allah SWT "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya. Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk . ketakutan dan harapan. " Ada yang berpendapat bahwa maknanya adalah. AuAy-YuriikumAy. Huruf AuAnAy dihilangkan karena ungkapan tersebut telah Ada juga yang berpendapat bahwa dalam ayat ini ada yang didahulukan dan diakhirkan. Yaitu AuDan Dia memperlihatkan kepada kalian kilat dari tanda-tanda kekuasaan-NyaAy. Lebih jauh, ada juga yang berpendapat bahwa maksudnya adalah . an di antara tanda-tanda kekuasaan-Ny. Ada pula yang berpendapat bahwa maksudnya adalah . an di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, ada satu tanda yang dengannya Dia memperlihatkan kepada kalian kila. Pendapat lain juga mengatakan bahwa maksudnya adalah . an di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya bahwa Dia memperlihatkan kepada kalian kilat untuk menimbulkan ketakutan dan harapan dari tanda-tanda kekuasaan-NYA). Quraish Shihab menerangkan bahwa ayat yang lalu diakhiri dengan menyebut pendengaran, di samping pendengaran, manusia memiliki penglihatan. Dari sini, ayat di atas berbicara tentang sebagian dari apa yang dapat dilihat di angkasa yakni, potensi listrik pada awan. Allah berfirman: Dan, di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia memperlihatkan kepada kamu dari saat ke saat kilat, yakni cahaya yang berkelebat dengan cepat di langit, untuk menimbulkan ketakutan dalam benakmu, apalagi para Al-Qurtubi. Tafsir Al-Qurtubi. Quraish Shihab. Tafsir Al-Mishbah. Al-Qurtubi. Tafsir Al-Qurtubi. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 01 Nomor 01 Juni 2024 | 48 pelaut, jangan sampai ia menyambar dan juga untuk menimbulkan harapan bagi turunnya hujan, lebih-lebih bagi yang berada di darat, dan Dia menurunkan air hujan dari langit, yakni awan, lalu menghidupkan bumi dari air tersebut, yakni tanah, dengannya, yakni dengan air itu, sesudah matinya, yakni sesudah kegersangan dan ketandusan tanah di bumi itu. Sesungguhnya pada yang demikian peristiwa yang hebat dan menakjubkan itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah, antara lain menghidupkan kembali yang telah mati. Tanda-tanda itu diperoleh dan bermanfaat bagi kaum yang berakal, yakni yang memikirkan dan merenungkannya. Penyebutan turunnya hujan setelah penyebutan kilat karena biasanya hujan turun setelah atau berbarengan dengan kilat, di sisi lain harapan yang dimaksud di atas adalah harapan turunnya hujan. Kata Thama'an digunakan untuk menggambarkan keinginan kepada sesuatu yang biasanya tidak mudah diperoleh. Penggunaan kata itu di sini untuk mengisyaratkan bahwa hujan adalah sesuatu yang berada di luar kemampuan manusia atau sangat sulit Sekarang, walau ilmuwan telah mengenal apa yang dinamai hujan buatan, yakni cara-cara menurunkan hujan, tetapi cara itu belum lumrah, dan yang lebih penting lagi adalah bahwa mereka tidak dapat membuat sekian bahan yang dapat diolah untuk terciptanya hujan. Ayat di atas berbicara tentang turunnya hujan dan kilat yang menimbulkan harapan dan kecemasan. Ini dapat terjadi bagi siapa pun, baik ia mengetahui tentang sebab-sebab kilat dan proses turunnya hujan maupun tidak. Rasa takut dan cemas serta harap itu dapat mengantar seseorang berhati-hati sehingga tidak terjerumus di dalam pelanggaran atau dalam bahasa ayat di atas yakni mengikat nafsunya sehingga tidak terjerumus dalam kedurhakaan dan kesalahan. QS. al-Baqarah Ayat 55: a a aC a aOa eIa eI a eI a a eOIA AcEE a a eN aU aA a a a e aEI a E NA AaO a e aC eEa eI O aI eO O aE eI acIe IaIa aEEa aNO I aaO NA Dan . ketika kamu berkata. AuWahai Musa! Kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan jelas,Ay maka halilintar menyambarmu, sedang kamu Ibnu Juraij meriwayatkan dari ibnu abbas, maksud ayat tersebut adalah melihat secara jelas . asat mat. Abu JaAofar meriwayatkan dari RabiAo bin Anas: AuBahwa mereka itulah tujuh puluh orang yang dipilih oleh Musa. Mereka berjalan Bersama Musa sampai akhirnya mereka mendengar firman Allah kemudian mereka berkata AuKami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan jelasAy kemudian RabiAo bin Anas melanjutkan bahwa mereka mendengar suara yang menyambar dan mereka pun kemudian mati. Ay Marwan bin Hakam menjelaskan tentang ayat ini Ketika berpidato di atas mimbar di Makkah:AyPetir berarti suara keras dari langit. Ay Adapun makna al-aAoiqah menurut Al-Suddi berarti api. 50 Menurut satu pendapat, mereka adalah tujuh puluh orang yang dipilih oleh Musa. Ketika Musa memperdengarkan firman Allah kepada mereka, maka setelah itu mereka pun berkata kepadanya, "Kami tidak akan beriman kepadamu. " Iman kepada para Nabi adalah suatu hal yang wajib setelah munculnya kemukjizatan kepada mereka. Allah kemudian menurunkan api dari langit yang kemudian membakar Musa kemudian berdoa kepada Tuhannya, sehingga Tuhannya pun menghidupkan mereka. Hal ini sebagaimana Allah Ta'ala berfirman, "Setelah itu Kami bangkitkan kamu sesudah kamu mati. "51 Tafsir al-Munir menjelaskan makna UA eN aA a adalah terlihat secara jelas dengan mata terbuka. Adapun makna AA aCa aA ca A EAadalah suara akan turunya azab atau api dari langit. Wahai Bani Israel, ingatlah perkataan 70 orang dari leluhur kalian yang telah dipilih Musa ketika mereka menemaninya pergi ke bukit Thur guna meminta maaf atas Quraish Shihab. Tafsir Al-Mishbah. Ibnu Katsir. Tafsir Ibnu Katsir. Al-Qurtubi. Tafsir Al-Qurtubi. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 01 Nomor 01 Juni 2024 | 49 penyembahan anak lembu: "Kami tidak akan beriman kepada Allah maupun kitab-Nya, meski kami tahu bahwa engkau telah mendengar firman-Nya, kecuali jika kami telah melihat Allah dengan mata kepala sendiri tanpa terhalang sesuatu pun. " Maka Allah menjatuhkan adzab-Nya kepada mereka, dengan menurunkan api dari langit . akni halilinta. sehingga membakar mereka hingga mati. Mereka berada dalam kondisi demikian selama sehari semalam, sementara orang yang hidup menyaksikan orang yang mati. Demikianlah sikap Bani Israel kepada Musa. Mereka memberontak dan melawan sehingga Allah mengadzab mereka di bumi dengan berbagai wabah . enyakit menula. serta berjangkitnya kutu dan serangga sehingga banyak di antara mereka Kemudian Allah memberi nikmat kepada mereka. Sebagian ahli tafsir mengartikan firman-Nya "Kami bangkitkan kalian sesudah kalian mati" adalah "Kami ajari kalian setelah kalian sebelumnya tidak tahu. "52 Quraish Shihab menafsirkan bahwa ayat ini menunjukkan betapa besar dosa dan keburukan Bani Isra'il, yang oleh Allah diminta agar direnungkan oleh siapa pun untuk di hindari, sekaligus mengingat nikmat Allah kepada mereka yang ditegaskan oleh ayat Lihatlah, betapa kasar ucapan mereka terhadap Nabi mereka dengan hanya memanggil namanya AuHai MusaAy. Selanjutnya, sungguh angkuh mereka dengan permintaan melihat Allah dengan terang sebagai syarat agar mereka percaya kepada ucapan-ucapan Nabi Musa. Walaupun dalam teks ayat di atas tidak ditemukan kata ucapan-ucapan, tetapi karena idiom yang digunakan kata nu'minu adalah lam pada kata laka, sedang biasanya ia langsung menyebut objeknya atau dengan menggunakan ba',. maka karena itu kata tidak percaya yang mereka maksud bukan tertuju kepada pribadi Nabi Musa as. tetapi kepada apa yang beliau sampaikan. Kata jahratan/ terang-terangan yang digunakan ayat di atas, untuk meyakinkan bahwa bukan sekadar pengetahuan tentang Tuhan yang mereka kehendaki, tetapi melihatnya dengan mata kepala. Matahari saja tidak dapat ditatap oleh manusia, bagaimana pula untuk melihat Tuhan dengan mata kepala? Bukankan telah berulang kali diberikan kepada kalian bukti-bukti yang sangat jelas. Bukankah pula beranekaragam peringatan telah mereka terima? Syarat itu melampaui batas dan bukan pada tempatnya, karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya. Yang dimaksud dengan halilintar oleh ayat ini bisa jadi api yang membakar akibat pertemuan listrik positif dan negatif di awan bisa pula udara yang tercemar akibat halilintar itu, atau suara halilintar. Apapun yang terjadi, yang jelas, sekali lagi Allah mencurahkan rahmat-Nya, karena lanjutan ayat di atas menyatakan bahwa. AuKemudian kami bangkitkan kamu setelah kematian kamu," yakni setelah peristiwa halilintar itu, mereka dibangkitkan dengan kebangkitan yang terjadi di dunia ini, agar mereka bersyukur. Apakah sambaran halilintar mengakibatkan tercabutnya nyawa mereka atau hilangnya semangat hidup mereka, ataukah halilintar itu menjadikan mereka jatuh pingsan tidak sadarkan diri, hingga keadaan mereka serupa dengan orang mati, atau tidur, itu semua adalah aneka pendapat para ulama dalam memahami maksud ayat ini. Yang jelas bahwa, setelah peristiwa itu Allah masih mencurahkan rahmat-Nya. Karena halilintar terjadi akibat perbenturan awan positif dan negatif, maka amat tepat bila mereka diingatkan pula tentang nikmat Ilahi yang mereka peroleh melalui QS. al-NisaAo Ayat 153: AcEE a a eN a UA ca AOaeA ai aEEa a eN aE eE aE a a eI aI aa aE a aE eO aN eI aE U IaIa EA A aI a aA aC e a a aE eO aI eO eO a eEa a aI eI EaEa aA aC aE e eO a aIa NA AA a aC a a a eE aI aN oU eI aIac ac a aO eEae aE aI U eI ae a aI a a eNaI a eEaO a Ia aA a aA eOIa a eI EaEa oU aO a eOIa aI eO OA ca a a a a eNaI a EA Aa eE UI acI a eO UIA Wahbah Az-Zuhaili. Tafsir Al-Munir. Quraish Shihab. Tafsir Al-Mishbah, h, 243. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 01 Nomor 01 Juni 2024 | 50 (Orang-oran. Ahli Kitab meminta kepadamu (Muhamma. agar engkau menurunkan sebuah kitab dari langit kepada mereka. Sesungguhnya mereka telah meminta kepada Musa yang lebih besar dari itu. Mereka berkata. AuPerlihatkanlah Allah kepada kami secara nyata. Ay Maka mereka disambar petir karena kezalimannya. Kemudian mereka menyembah anak sapi, setelah mereka melihat bukti-bukti yang nyata, namun demikian Kami maafkan mereka, dan telah Kami berikan kepada Musa kekuasaan yang nyata. Al-Qurtubi menjelaskan bahwa orang-orang Yahudi meminta nabi Muhammad naik ke langit dengan disaksikan oleh mereka, kemudian menurunkan kepada mereka sebuah kitab yang membenarkan pengakuan dirinya secara sekaligus, sebagaimana nabi Musa pernah diberikan kitab Taurat. Semua itu hanya karena keingkaran terhadap nabi Muhammad Allah kemudian memberitahukan bahwa nenek moyang mereka pun mengingkari Musa dengan pengingkaran yang lebih besar dari ini. Mereka berkata: AuPerlihatkanlah Allah kepada kami dengan nyataAy, yakni secara jelas. Firman Allah ini telah dijelaskan dalam surah Al Baqarah. Lafazh UA eN aA a adalah na'at bagi mashdar yang dibuang, yakni ruAoyatan jahratan . engan penglihatan yang nyat. Mereka kemudian dihukum dengan sambaran petir karena betapa besarnya permintaan dan kezhaliman yang mereka perbuat terhadap Musa setelah mereka menyaksikan berbagai bentuk 54 Quraish Shihab menjelaskan bahwa Kata sha'iqah/petir, menurut AthThabari, digunakan al-QurAoan untuk segala sesuatu yang mengerikan sehingga mengakibatkan bencana bagi yang melihat atau mendengarnya. Al-Raghib al-Ashfahani memerinci maknanya dalam salah satu dari tiga hal, yaitu kematian, siksa, dan api. Ketiga hal yang dikemukakan ini dapat merupakan akibat dari petir. Petir dapat mematikan dapat juga mengakibatkan terjadinya api/kebakaran serta siksa. QS. al-RaAodu Ayat 13: A aNa aI eI Oac aa aO aN eI Oa a a aE eOIa AaOA a a eOA ca AE e a a a eI naN aO eE aIEOai aE a aI eI a eO a noUN aOO ea a aE EA ca AaOOaa a aA a AA aO aCa aAOA AcEE aoUON aaO a a eO a eE aI a aEA aANA Dan guruh bertasbih memuji-Nya, . emikian pul. para malaikat karena takut kepadaNya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, sementara mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dia Mahakeras siksaan-Nya. Penyebab turunnya ayat ini tentang kisah penolakan seorang musyrik terhadap dakwah islam yang disampaikan kepadanya dan berkali-kali dakwah itu disampaikan kepadanya namun dia tetap enggan menerimanya sehingga Allah mengazabnya dengan halilintar yang menyambarnya dan membakarnya. 56 Anas bin Malik berkata. AuSuatu hari Rasulullah mengutus seorang sahabat untuk menemui salah seorang tokoh jahiliah dalam rangka mengajaknya menyembah Allah. Tokoh itu kemudian berkata. AuSiapakah Tuhanmu yang engkau dakwahkan? Apakah Ia terbuat dari tembaga? Apakah Ia terbuat dari besi? Apakah Ia terbuat dari perak? Ataukah Ia terbuat dari emas?Ay Sahabat itu pun pulang. Ia menemui Rasulullah dan mengadukan apa yang Nabi lalu mengutusnya untuk kedua kalinya, namun tokoh jahiliah itu tetap mengatakan hal yang sama. Sahabat itu pun pulang dan mengadukan hal itu kepada Nabi. Nabi lalu mengutusnya untuk ketiga kalinya, namun tokoh jahiliah itu tetap mengatakan hal yang sama. Sahabat itu pun pulang dan kembali mengadukan hal itu kepada Nabi. Allah lalu mengirim petir yang menyambar dan membakar tokoh jahiliah Al-Qurtubi. Tafsir Al-Qurtubi, h, 15. Quraish Shihab. Tafsir Al-Mishbah, h, 793. Muchlis M. Hanafi. Asbabun Nuzul. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 01 Nomor 01 Juni 2024 | 51 itu. Rasulullah bersabda. AuSungguh. Allah telah mengutus kepada temanmu sebuah halilintar yang menyambar dan membakarnya. Ay57 QS. Fushilat Ayat 13: A eO aA aC eE a eI a ea aE eI A a aC U aI e aE A a aC a a s acO a aI eO aA a a eaI a aeA Jika mereka berpaling maka katakanlah. AuAku telah memperingatkan kamu akan . petir seperti petir yang menimpa kaum AoAd dan kaum Samud. Ay Quraish Shihab menjelaskan bahwa kata sha'iqah pada mulanya berarti suara hempasan benda keras. Biasanya digunakan untuk benda-benda langit. Al-Qur'an menggunakan untuk tiga makna, yaitu kematian, siksa serta api yang menyambar dari langit dan biasanya disertai dengan guntur. Makna inilah yang dimaksud oleh ayat Ayat di atas menyebut kaum 'Ad dan Tsamud karena kedua kaum itu dikenal secara luas oleh masyarakat Mekkah. 'Ad adalah kaum Nabi Hud yang menghuni AlAhqaf, suatu daerah dataran tinggi yang dipenuhi pasir di Jazirah Arab, sedang Tsamud adalah kaum Nabi Shalih yang bertempat tinggal di sebelah utara Jazirah Arab dan sering kali dilalui oleh kaum musyrikin dalam perjalanan mereka ke Syam untuk QS. Fushilat Ayat 17: Uo aOa acI a aI eO a aANa aO eINa eI aA ea aacO eEaI O a aEO eENa O aA a a a eNa eI A a aC a eE a aa eENa eO aI a aI aEIa eO Oa eE a eaOIA Dan adapun kaum Samud, mereka telah Kami beri petunjuk tetapi mereka lebih menyukai kebutaan . daripada petunjuk itu, maka mereka disambar petir sebagai azab yang menghinakan disebabkan apa yang telah mereka kerjakan. Quraish Shihab meyebutkan setelah menguraikan kedurhakaan kaum 'Ad pada ayat sebelumnya, ayat di atas melanjutkan dengan kaum Tsamud. Allah berfirman: Dan adapun kaum Tsamud, maka mereka telah Kami beri petunjuk tentang jalan kebaikan dan Kami buktikan kebenarannya dengan mukjizat kepada Nabi Shalih. Dengan demikian, seharusnya mereka dapat melihat kebenaran tetapi mereka lebih menyukai kebutaan, yakni kesesatan yang diakibatkan oleh kebutaan hati, daripada petunjuk yang Kami berikan itu, lalu mereka durhaka dengan menganiaya unta yang merupakan mukjizat buat mereka, maka akibatnya mereka disambar petir azab yang menghinakan disebabkan apa yang telah mereka selalu kerjakan. As-Saiqah adalah sebuah ledakan yang diiringi dengan sambaran petir disertai dengan api yang lembut dapat menghancurkan sesuatu dengan kuat, kecepatan sambarannya tidak bisa ditandingin dan seketika sudah sampai ke bumi. QS. al-ZariAoyat Ayat 44: a a aC a aO aN eI Oa eI a a eOIA a eaO a eI a eI a a a aN eI aA a a a eNaI a E NA Lalu mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhannya, maka mereka disambar petir sedang mereka melihatnya. Al-Qurtubi menafsirkan ayat tersebut bahwa mereka menentang perintah dari Allah dan melanggar larangan-NYA dengan membunuh onta yang seharusnya mereka Kemudian mereka dibinasakan dengan sambaran petir sampai mati. Beberapa ulama berpendapat bahwa makna AA aCa aA ca A EAjuga dapat bermakna teriakan seseorang ketika sedang diazab. 60 Quraish Shihab menafsirkan bahwa setelah menyinggung kaum Muchlis M. Hanafi. Asbabun Nuzul. Quraish Shihab. Tafsir Al-Mishbah. Fakhr al-Din al-Razi. Tafsir al-Kabir. Al-Qurtubi. Tafsir Al-Qurtubi. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 01 Nomor 01 Juni 2024 | 52 'Ad, kini ayat di atas menyebut kaum Nabi Shalih as. yakni Tsamad. Allah berfirman: Dan demikian juga terdapat bukti-bukti kekuasaan Allah pada peristiwa yang dialami oleh kaum Nabi Shalih as. yakni Tsamud, bukti-bukti itu antara lain ditemukan ketika dikatakan kepada mereka oleh Nabi Shalih as. : "Bersenang-senanglah kamu di tempat kamu ini sampai suatu waktu tertentu yang ditentukan Allah. " Maka, mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhannya yang puncaknya adalah menyembelih unta yang merupakan mukjizat Nabi Shalih as. bahkan bermaksud juga membunuh nabi Shalih. Maka, akibat kedurhakaan dan keangkuhan itu, mereka disambar petir hingga binasa sedang mereka melihat, yakni menyaksikan sendiri siksa itu turun berupa awan yang mengandung petir lalu menimpa mereka. Maka, mereka sekali-kali sedikit pun tidak dapat bangkit untuk menyelamatkan diri dan tidak pula mereka mendapat pertolongan dari siapa pun. Itulah yang dialami oleh generasi masa lalu yang durhaka dan Allah telah membinaskan juga kaum Nuh sebelum generasi-generasi itu. Sesungguhnya mereka semua adala kaum fasik yang telah mendarah daging kedurhakaan dalam diri mereka. Dari penjelasan dari beberapa penafsiran kitab tafsir di atas, bisa disimpulkan bahwa para ulama tafsir di atas ada yang memiliki kesamaan arti dalam menafsirkan kata al-RaAodu, al-Barqu, dan al-aAoiqah, namun ada juga yang memiliki perbedaan satu sama lain dalam menafsirkan kata al-RaAodu, al-Barqu, dan al-aAoiqah. Kebanyakan dari para mufasir di atas menafsirkan ketiga kata tersebut sebatas pada arti secara lughawi . tidak tafili . Para mufassir yang penulis sebutkan di atas tidak menjelaskan secara rinci tentang fenomena-fenomena dari proses terjadinya al-RaAodu, al-Barqu, dan al-aAoiqah, begitu juga tidak disebutkan tentang hikmah dari diciptakannya ketiga kata tersebut. Konstektualisasi Penafsiran Ayat-Ayat Petir Dalam Ilmu Pengetahuan Alam Dalam istilah sains terbaru tidak dikenal istilah kata Al RaAodu, al-Barqu, serta alaAoiqah. namun hanya dikenal dengan sebutan guruh, guntur, kilat, petir serta halilintar. Maka pada bagian ini penulis akan memaparkan beberapa penyebutan kata yang dikenal dalam istilah dunia sains terbaru perihal guruh, guntur, kilat, petir serta halilintar. Guruh/Thunder Guruh merupakan bunyi menggelegar yang menyertai petir, disebabkan karena udara yang datang secara tiba-tiba kemudian memuai karena dipanaskan oleh petir. Guntur terdengar setelah kilat dikarenakan cahaya berjalan lebih cepat dibandingkan dengan suara. Guruh dapat disebut guntur. 62 Guntur merupakan suara yang diikuti oleh cahaya kilat, hal ini dikarenakan adanya pemanasan secara mendadak yang berkembang dalam sepanjang lintasan kilat tersebut. timbulnya guntur diawali akan adanya pelepasan muatan listrik positif ( ) ke medan listrik yang bermuatan negatif (-) yang bersumber dari awan-awan konvektif yang disertai akan adanya cahaya kilat . asal mula terjadinya kilat datang dari lompatan bunga api listrik yang terjadi antar medan muatan listrik yang berasal dari awan dengan awan . ntra/inter clou. , awan dengan massa udara . loud and air mas. , serta terjadi antara awan terhadap permukaan bumi . loud and groun. Sedangkan badai guntur didefinisikan dengan insiden satu atau lebih pelepasan listrik udara secara mendadak. Hal ini menjadi perwujudan akan cahaya kilat serta disertai adanya suara gemuruh yang sangat keras. Berikut ayat yang berkenaan dengan proses terjadinya guruh: Quraish Shihab. Tafsir Al-Mishbah. Eko Sujatmiko. Kamus IPS. Surakarta: Aksara Sinergi Media, 2014. Vol, 1. Byers. Element of Cloud Physics. Chicago: Geneva WMO The University of Chicago Press, 1997. Vol. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 01 Nomor 01 Juni 2024 | 53 a AA aO aCa a a a eE aI eOA ca A IaIa EA ca AO aIa aN eI aIIa EA s a AAOA a aA aI a Aa eO aN a aEI U acO a e U acOa e oU UC Oa e a aE eOIa A a Aa eO aEA e e aNa eI AA aAcEE a aI a eO aEE aA aOeIA AaO NA Atau seperti . rang yang ditimp. hujan lebat dari langit, yang disertai kegelapan, petir dan kilat. Mereka menyumbat telinga dengan jari-jarinya, . suara petir itu karena takut mati. Allah meliputi orang-orang yang kafir. Para mufassirin dalam menafsirkan ayat ini tidak mengatakan secara mutlak bahwa ayat ini secara keseluruhan berbicara mengenai proses petir, namun Allah memberikan mengisyaratkan dengan adanya kalimat A a e UA. Rasulullah SAW. Juga menjelaskan tentang hal ini dalam riwayat At-Tirmidzi dari Ibnu Abbas, dia berkata, "Orang-orang Yahudi bertanya kepada Nabi SAW tentang Ar-ra'd, 'Itu apa sebenarnya?' Nabi SAW menjawab, 'Itu adalah salah satu malaikat Allah yang ditugaskan mengatur Dia membawa alat pemukul dari api. Dengan alat itu dia menghalau awan-awan ke tempat mana yang dikehendaki Allah. AuOrang-orang Yahudi bertanya lagi. AuLalu suara yang kami dengar itu apa? AuNabi SAW menjawab. AuSuara bentakannya, apabila membentak awan-awan, hingga sampai ke tempat yang diperintahkan Allah. AuLalu orang-orang Yahudi berkata. AuKamu benar. Ay Ada lagi penafsiran lain dari para ulama tentang ar-ra'd ini. Namun yang jelas, ar-ra'd adalah nama suara yang kita dengar seperti yang dikatakan oleh Ali RA, dan ini sudah dimaklumi dalam bahasa Arab. Dalam riwayat lain dari Ibnu Abbas, dia berkata, "Ar-Ra'd adalah angin yang terjepit di antara awanawan, lalu mengeluarkan suara seperti itu. " apabila diterjemahkan dengan Bahasa Indonesia maka tidak dapat dipahami secara luas maka apabila diterjemahkan kedalam Bahasa inggris akan lebih spesifik dan pengarah kepada terjadinya pemanasan dan pemuain udara yang sangat cepat yaitu dengan sebutan AuthunderAy yang dikaitkan dengan proses terjadinya guruh. Berdasarkan pendapat Vladimir A. Rakov serta Martin A. Uman, guruh atau guntur (Thunder. Red: Bahasa Inggri. merupakan istilah yang dipergunakan untuk menggambarkan gelombang kejut bunyi yang dihasilkan dampak dari terjadinya pemanasan dan juga pemuaian udara yang sangat cepat saat dilalui oleh sambaran Sambaran petir mengakibatkan udara berubah menjadi plasma sehingga terjadi ledakan kuat, mengakibatkan timbulnya bunyi yang bergemuruh. serta kejadian alam ini, ini terjadi di waktu yang bersamaan dengan kilatan petir, namun bunyi gemuruhnya umumnya terdengar beberapa saat sesudah kilatan terlihat. Hal ini terjadi sebab cahaya merambat lebih cepat . 000 mil/299. 338 kilometer per deti. Jika dibandingkan bunyi . urang lebih 700 mil/1. 126 kilometer per jam, bervariasi tergantung temperatur, kelembapan serta tekanan udar. Guruh juga merupakan bunyi yang sangat keras, tercatat kurang lebih 120 desibel, setara dengan bunyi yang ditimbulkan oleh senjata api. bunyi yang keras ini bisa mengakibatkan kerusakan pada organ tubuh manusia bagian pendengaran dalam. Penyebab guruh sudah menjadi subjek spekulasi serta penelitian ilmiah selama berabad-abad. Teori pertama telah tercatat dikemukakan oleh Aristoteles di abad ketiga Masehi, serta spekulasi awal yang memperkirakan bahwa dia ditimbulkan oleh tabrakan antar awan. lalu, teori-teori lain mulai bermunculan. di pertengahan abad ke-19, teori yang diterima salah satunya menyebutkan bahwa petir membentuk keadaan vakum di jalur yang dilewatinya, serta guruh disebabkan karena pergerakan udara yang segera mengisi ruang kosong tersebut. lalu di akhir abad ke-19, orang menduga bahwa guruh ditimbulkan oleh ledakan uap air ketika air yang berada pada jalur petir dipanaskan. Teori yang lain menyatakan bahwa material berbentuk gas dihasilkan oleh petir lalu Vladimir A. Rakov dan Martin A. Uman. Lightning. Physics and Effects. Florida: Department of Electrical and Computer Engineering. University of Florida, 2003. Vernon Cooray. The Lightning Flash. London: Institution of Electrical Engineers, 2003. 163Ae Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 01 Nomor 01 Juni 2024 | 54 meledak. Baru di abad ke-20 diperoleh kesepakatan bahwa guruh diakibatkan gelombang kejut di udara dampak pemuaian termal mendadak plasma pada jalur petir. Kilat/ Lightning Di dunia sains, kilat, petir, serta halilintar seringkali disamakan. Padahal menurut Save M. Dagun di dalam Kamus besar Ilmu Pengetahuan, menyatakan bahwa definisi asal kilat ialah terjadinya proses pelepasan muatan listrik diantara dua bagian di dalam awan yang bermuatan listrik yang berlawanan unsur. 67 Kilat bisa menyambar ke tanah secara langsung dalam bentuk kilat yang menggarpu, menyambar awan lain, atau secara langsung menghilang ketika di udara. Kilat lembaran . heet lightnin. terjadi pada bagian dalam awan sehingga awan terlihat sangat terang secara tiba-tiba di dalam ruangan serta hilang dalam hitungan beberapa detik saja melewati jendela yang terbuka. Jet biru yang sempit atau sprite mungkin timbul di langit, jauh di atas badai petir. Cahaya yang berasal dari sambaran kilat bisa langsung terlihat, namun bunyi petir lebih lambat terdengar, sebab kecepatan suara hanya 340 m per detik . 130 kaki per deti. supaya menghitung seberapa jauh jarak pusat badai petir, hitunglah selang waktu antara kilat terlihat dengan bunyi petir terdengar kemudian bagi tiga untuk mengetahui hasil dalam skala kilometer . agi lima untuk skala mi. jika anda melakukan hal tadi beberapa kali, anda dapat memprediksi apakah badai semakin dekat. 69 Hal ini telah dijelaskan oleh firman Allah pada (Q. S al-Baqarah: . Hubungan guruh dan kilatan petir sudah lama dibahas oleh Al QurAoan dan ayat tersebut mendahulukan kata guruh kemudian kilat seolah menjelaskan bahwa suara guruh lebih dahulu timbul kemudian disusul oleh kilauan kilat yang menyambar, tapi kilauan kilat lebih dahulu terlihat dibandingkan suara guruh itu sendiri. Kilat menyambar sejauh sekitar 140. 000 mi. per detik. Hampir separuh nya kecepatan cahaya. Kilat selalu melewati jalur paling praktis supaya mencapai tanah, umumnya melalui titik tinggi, contohnya pohon atau gedung. Gedung-gedung dilengkapi dengan menggunakan penangkal kilat . abel tembaga yang menghubungkan tiang logam pada atap ke lempeng logam pada tana. supaya menyalurkan kilat sebagai jalur lintasan menuju bumi yang mudah serta tidak berbahaya. Pepohonan dapat mengalami dampak kerusakan berat atau bahkan hancur karena sambaran kilat yang begitu hebat. Kilat juga dapat memicu kebakaran Petir/ Thunderbolt Adapun definisi petir berdasarkan Pabla ialah tanda-tanda listrik alami pada atmosfer bumi yang tidak tidak mungkin dapat dicegah yang terjadi dampak lepasnya muatan listrik baik positif juga negatif yang ada di dalam awan. 71 Petir, kilat, atau halilintar merupakan fenomena alam yang sering kali muncul ketika musim penghujan ketika langit memunculkan kilatan cahaya sesaat yang sangat menyilaukan. Beberapa saat setelah itu kemudian disusul oleh suara menggelegar yang disebut guruh. Adapun perbedaan waktu kemunculannya disebabkan oleh adanya perbedaan antara kecepatan suara dan kecepatan cahaya. Donald R. MacGorman and W. David Rust. The Electrical Nature of Stomrs. Oxford: Oxford University Press, 1998. 102Ae104. Save M. Dagun. Kamus Besar Ilmu Pengetahuan. Jakarta: Lembaga Pengkajian Kebudayaan Nusantara, 1997. Sue Nicholson. Marshall Mini Weather. Intisari Ilmu Cuaca. Anggia Prasetyoputri. Si. Jakarta: Penerbit Erlangga. Sue Nicholson. Marshall Mini Weather. Sue Nicholson. Marshall Mini Weather. Pabla. Sistem Distribusi Daya Listrik. Jakarta: Penerbit Erlangga, 1981. Martin A. Uman. All About Lightning. New York: Dover Publications, 1986. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 01 Nomor 01 Juni 2024 | 55 Petir adalah tanda-tanda alam yang mampu kita analogikan seperti sebuah kondensator super besar, yang mana lempeng pertama merupakan awan . isa lempeng negatif atau lempeng positi. adapun lempeng kedua adalah bumi . empeng netra. seperti yang telah diketahui kapasitor artinya sebuah komponen pasif pada rangkaian listrik yang mampu menyimpan daya energi sesaat . nergy storag. Petir juga bisa terjadi dari awan ke awan . , yang mana salah satu awan bermuatan negatif serta awan lainnya bermuatan positif. 73 Petir ialah bunyi udara yang membesar dengan sangat cepat serta mengahasilkan gelombang kejut seiring terjadinya pemanasan udara di langit hingga 30. 000 C . 000 F) pada waktu sepersekian detik. bunyi yang ditimbulkan bergemuruh sebab adanya jeda waktu antara tiap gelombang kejut yang ditimbulkan sepanjang jalur kilat. 74 Petir terjadi karena ada perbedaan potensial antara awan dan bumi atau dengan awan lainnya. Proses terjadinya muatan pada awan karena dia bergerak terus menerus secara teratur, dan selama pergerakannya dia akan berinteraksi dengan awan lainnya sehingga muatan negatif akan berkumpul pada salah satu sisi . tas atau bawa. , sedangkan muatan positif berkumpul pada sisi sebaliknya. Jika perbedaan potensial antara awan dan bumi cukup besar, maka akan terjadi pembuangan muatan negatif . dari awan ke bumi atau sebaliknya untuk mencapai kesetimbangan. Pada proses pembuangan muatan ini, media yang dilalui elektron adalah udara. Pada saat elektron mampu menembus ambang batas isolasi udara inilah terjadi ledakan suara. Petir lebih sering terjadi pada musim hujan, karena pada keadaan tersebut udara mengandung kadar air yang lebih tinggi sehingga daya isolasinya turun sehingga arus lebih mudah mengalir. dikarena ada awan bermuatan negatif dan awan bermuatan positif, maka petir juga bisa terjadi antara awan yang berbeda muatan. 75 Al QurAoan juga mengabarkan tentang proses setelah terjadinya petir maka terjadilah proses turunnya air hujan dari langit seperti pada (Q. Al-Rum: . a A aI a aI U aAOaeOn a aNA aAO EaEA ca AaO aI eI Oa nN O aa eO aEI a eEa eCa eaO UA acO a aIU acOOaI aa aE IaIa EA a AeE eA e aA ae a aI eOaNa a acI AA s Aa eE OA aA aE aC eO sI Oace aC aE eOIA Dan di antara tanda-tanda . -Nya. Dia memperlihatkan kilat kepadamu untuk . ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan air . dari langit, lalu dengan air itu dihidupkannya bumi setelah mati . Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mengerti. Kebanyakan petir yang terdapat pada atmosfer berasosiasi dengan badai guruh 76 Petir bisa dideteksi dari bagian atas dan angkasa memakai sensor optik, gelombang radio elektrik ataupun gelombang magnetik yang ditimbulkan oleh proses luah listrik pada frekuensi tertentu. 77 Petir selalu berusaha mencari jalan yang tersingkat supaya cepat sampai ke bumi. dengan begitu, muatan listrik yang terkandung pada awan mendung bisa segera dinetralkan. oleh sebab itu, gedung-gedung tinggi, pohon-pohon tinggi, dan bahkan orang yang berdiri di tengah lapangan terbuka ketika hujan selalu dijadikan target petir. 78 Teori ini membuktikan bahwasanya petir bisa menjadi penyebab azab terhadap ummat manusia baik dalam kerusakan benda mati maupun makhluk hidup seperti manusia sekalipun seperti yang tercantum dalam firman Allah dalam (Q. John E. Oliver. Encyclopedia of World Climatology. New York: Springer, 2005. Sue Nicholson. Marshall Mini Weather. Vladimir A. Rakov and Martin A. Uman. Lightning. Physics and Effects. Florida: Department of Electrical and Computer Engineering. University of Florida, 2003. MacGorman and W. Rust. The Electrical Nature of Storms. New York: Oxford University Press, 1998. Vladimir A. Rakov and Martin A. Uman. Dr. Eng. Mikrajuddin Abdullah. Si, dkk. IPA Terpadu SMP dan MTS Jilid 3A Untuk Kelas IX Semester I Standar Isi 2006. Jakarta: Penerbit Erlangga, 2007. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 01 Nomor 01 Juni 2024 | 56 Fuilat: . Begitu pula dalam ayat lain disebutkan bahwasanya petir seringkali Allah jadikan bagi ummat manusia yang menolak ajaran yang Allah turunkan melalui RasulNya atau sebagai ancaman bagi yang berbuat fasik dimuka bumi ini seperti pada (Q. Al-Baqarah: . Quraish Shihab menjelaskan bahwa Kata AA aCa aA ca A( EAthunderbol. digunakan alQur'an untuk segala sesuatu yang mengerikan sehingga mengakibatkan bencana bagi yang melihat atau mendengarnya. Ia memerinci maknanya dalam salah satu dari tiga hal, yaitu kematian, siksa, dan api. Ketiga hal yang dikemukakan ini dapat merupakan akibat dari petir. Petir dapat mematikan dapat juga mengakibatkan terjadinya api/kebakaran serta siksa. 79 Petir terjadi minimal mempunyai dua sambaran. Sambaran pertama bermuatan negatif mengalir dari awan ke tanah. Sambaran kilat ini umumnya mempunyai percabangan yang bisa dicermati keluar dari jalur kilat primer. Sambaran kedua yang bermuatan positif terbentuk dari dalam jalur kilat primer yang langsung keluar menuju awan. Kilat yang terbentuk turun sangat cepat ke bumi dengan kecepatan 000 km/jam. Sambaran pertama mencapai titik permukaan bumi dalam waktu milidetik adapun sambaran kedua dengan arah berlawanan menuju awan dalam tempo 70 mikrodetik setelahnya. Adapun terjadinya guntur dikarenakan ketika udara dilalui petir, terjadi pemanasan serta pemuaian udara dengan sangat cepat. sebagai akibatnya udara menjadi plasma serta meledak menimbulkan bunyi yang menggelegar. Sebenarnya proses terbentuknya bunyi ini terjadi bersamaan ketika terjadinya petir. tetapi, bunyi guntur . baru terdengar sesudah petir terlihat. Keterlambatan bunyi guntur ini terjadi sebab perbedaan kecepatan cahaya . x 108 m/. serta kecepatan suara pada udara . 81 Lalu, sambaran petir terjadi karena ada perbedaan potensial antara awan dan bumi atau dengan awan lainnya. Proses terjadinya muatan pada awan dikarenakan terjadi pergerakan terus menerus secara teratur, dan pergerakannya awan akan berinteraksi dengan awan lainnya sebagai akibatnya muatan negatif akan berkumpul di salah satu sisi . tas atau bawa. , sedangkan muatan positif berkumpul di sisi kebalikannya. Apabila perbedaan potensial antara awan dan bumi relatif lebih besar, maka akan terjadi pembuangan muatan negatif . yang berasal dari awan ke bumi atau kebalikannya agar mencapai keseimbangan. proses pembuangan muatan ini, media yang dilewati elektron ialah udara. ketika saat elektron bisa menembus ambang batas isolasi udara inilah terjadi ledakan suara. Sambaran petir lebih seringkali terjadi ketika musim hujan, dikarenakan ketika keadaan itu udara mengandung kadar air yang lebih tinggi sebagai akibatnya daya isolasinya turun serta arus lebih mudah mengalir. sebab terdapat awan bermuatan negatif serta awan bermuatan positif, maka sambaran petir pula mampu terjadi antar awan yang tidak sama muatan. 83 Proses perpindahan muatan negatif . menuju ke muatan positif . inilah yang menyebabkan terjadinya sambaran petir. Para ilmuan menganggap lompatan bunga api listriknya sendiri terjadi, terdapat beberapa tahapan yang umumnya dilewati. Yaitu dimulai dengan pemampatan muatan listrik pada awan bersangkutan. biasanya, akan menumpuk di bagian paling atas awan adalah listrik muatan positif, sementara pada bagian dasar merupakan muatan negatif. Sedangkan pada bagian tengah inilah berbaur muatan negatif dengan muatan positif, di bagian inilah petir biasa berlontar. Petir bisa terjadi antara awan dengan tanah . Quraish Shihab. Tafsir Al-Mishbah. Beiser Artur. Konsep Fisika Modern. Jakarta: Penerbit Erlangga, 1990. Beiser Artur. Konsep Fisika Modern. Beiser Artur. Konsep Fisika Modern. Beiser Artur. Konsep Fisika Modern. Beiser Artur. Konsep Fisika Modern. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 01 Nomor 01 Juni 2024 | 57 Menurut Vladimir A. Rakov serta Martin A. Uman, ada 2 teori yang mendasari proses terjadinya sambaran petir. Pertama, proses Ionisasi, dan. kedua, proses tabrakan antar awan. pada proses Ionisasi, perlu diketahui terlebih dahulu bahwa sambaran petir adalah insiden alam yaitu proses pelepasan muatan listrik (Electrical Discharg. yang terjadi di atsmosfer. Hal ini disebabkan berkumpulnya ion bebas bermuatan negatif serta positif pada awan. Ion listrik ditimbulkan oleh tabrakan antar awan serta pula peristiwa ionisasi ini ditimbulkan oleh perubahan bentuk air mulai dari cair menjadi gas atau sebaliknya, bahkan padat . menjadi cair. Ion bebas menempati bagian atas awan serta bergerak mengikuti angin yang berhembus. Apabila awan-awan terkumpul pada suatu tempat, maka awan bermuatan ion tersebut akan mempunyai beda potensial yang cukup untuk menyambar permukaan bumi. Maka, inilah yang memicu terjadinya sambaran petir. 85 Adapun pada proses gesekan awan, dapat dipahami bahwa pada awalnya awan bergerak mengikuti arah angin. Selama proses bergeraknya awan ini, maka saling bergesekan satu sama yang lainnya. Dalam proses ini terlahir elektron-elektron bebas yang memenuhi bagian atas awan. Proses ini dapat disimulasikan secara sederhana pada sebuah penggaris plastik yang digosokkan pada rambut, maka penggaris ini akan mampu menarik potongan kertas. di suatu ketika awan ini akan terkumpul di sebuah tempat, pada saat inilah sambaran petir dimungkinkan terjadi dikarenakan elektron-elektron bebas ini saling menguatkan satu dengan yang sebagai akibatnya mempunyai cukup beda potensi untuk menyambar permukaan bumi. KESIMPULAN Al-QurAoan bukanlah buku ensiklopedia sains atau yang biasa disebut juga sebagai buku ilmu pengetahuan yang di dalamnya menjelaskan berbagai macam teori-teori ilmiah yang sifatnya masih bisa terbantahkan dengan ditemukannya teori-teori baru dari masa-kemasa, seperti ilmu kimia, biologi, fisika, geologi, antropologi, kedokteran dan lain sebagainya. Adapun dalam lingkup kapasitas sebagai Hudan Li Nas (Petunjuk bagi manusia, al-QurAoan memberikan informasi seputar fenomena-fenomena alam dalam porsi yang cukup banyak. Al-QurAoan juga seringkali memerintahkan ummat manusia untuk memikirkan serta merenungkan tanda-tanda kuasa Allah yang selalu berbanding lurus dengan penemuan penelitian ilmiah, seperti langit, bintang-bintang, hewan dan tumbuh-tumbuhan. Bahkan, sering ditemukannya istilah-istilah khusus yang digunakan dalam al-QurAoan sebagai penegasan terhadap ilmu pengetahuan tertentu. Misalnya, mengajak untuk berpikir, melihat, memperhatikan serta mengamati kejadian-kejadian yang ada di alam semesta ini. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa kata al-RaAodu disebut 2 kali, kata al-Barqu disebut 5 kali dan kata al-aAoiqah disebut 7 kali. Petir dalam al-QurAoan diungkapkan dalam tiga terminologi yaitu al-RaAodu, al-Barqu, dan al-haAoiqah. Ketiga istilah tersebut mempunyai pengertian yaitu al-RaAodu adalah peristiwa dasyat berupa suara dan bunyian yang begitu keras sehingga dapat menyebabkan kerusakan disebabkan suara gemuruh yang terlalu tinggi yang dapat merusak pendengaran Al-Barq adalah sebuah peristiwa atau musibah yang dapat menyebabkan suatu kerusakan benda bahkan kematian dikarenakan sambaran kilat yang memiliki tegangan yang sangat tinggi. Sedangkan al-ShaAoiqah merupakan sebuah peristiwa sambaran petir yang sangat dasyat yang diidentik dengan azab atau musibah kepada suatu kaum. Proses terjadinya petir menurut al-QurAoan sama dengan proses petir dalam ilmu pengetahuan alam. Secara garis besar ditemukannya hubungan antara al-QurAoan dan ilmu pengetahuan alam . tentunya harus dilihat dengan bijak, dengan artian seseorang Vladimir A. Rakov and Martin A. Uman. Vladimir A. Rakov and Martin A. Uman. Raqib: Jurnal Studi Islam | Volume 01 Nomor 01 Juni 2024 | 58 tidak bisa menyamakan antara al-QurAoan dengan ilmu pengetahuan alam bahkan lebih parah mengartikan makna kandungan Al-QurAoan dengan teori-teori ilmiah yang dikemukakan atau ditemukan oleh manusia sehingga dikhawatirkan akan terjadi cocokologi yang terkesan sangat dipaksaka Akan tetapi seharusnya dilihat dari sudut pandang akan adanya semangat atau isyarat al-QurAoan terhadap teori-teori ilmiah. DAFTAR PUSTAKA