RITUS PEWARTAAN INJIL DALAM MISA: KOMPARASI MISSALE ROMANUM PIUS V . DAN MISSALE ROMANUM PAULUS VI . Pontiycio Istituto Liturgico di SantAoAnselmo. Roma. Italia E-mail: christianuswatu@gmail. Abstract: This study explores the evolution and history of the rite of proclaiming the Gospel as found in the Ordo Missae of the Missale Romanum of Pius V . and the Missale Romanum of Paul VI . The objective is to facilitate a deeper understanding of how this rite has been celebrated in different contexts over time. The liturgical renewal of the Second Vatican Council has brought changes to the rite, simplifying some elements and removing unnecessary repetitions from the old Ordo Missae. Therefore, a comparative study of these two Ordines is necessary to fully comprehend the changes that have occurred in this This study uses a descriptive-qualitative approach, focusing on comparative and historical analysis. It concludes that understanding the current rite of proclaiming the Gospel in the Ordo Missae is best achieved through comparison with the previous rite. The new Ordo Missae was not created abruptly or in a completely new way, but was compiled based on extensive liturgical study while retaining the essentials. Although the rite is expressed in two different forms of Ordines Missae, this does not mean that the Roman Catholic Church celebrates the Eucharist using Autwo rites,Ay but only with one rite, namely the Roman rite. Keywords: Proclamation of the Gospel. Liturgy of the Word. Ordo Missae. Missale Romanum. Eucharistic Celebration. Liturgical Renewal Abstrak: Studi ini menunjukkan evolusi dan sejarah dari ritus pewartaan Injil yang terdapat dalam Ordo Missae dari Missale Romanum Pius V . dan Missale Romanum Paulus VI . Tujuannya adalah untuk membantu pembaca agar dapat mengenal dan memahami bagaimana ritus pewartaan Injil ini dirayakan dalam konteks zaman yang berbeda. Pembaruan liturgi Konsili Vatikan II telah menampilkan wajah baru DISKURSUS. Volume 20. Nomor 2. Oktober 2024: 238-273 dari ritus ini. Beberapa unsur dari Ordo Missae yang lama telah disederhanakan dan bahkan segala bentuk pengulangan yang tidak perlu telah Maka, penting melakukan studi komparatif terhadap kedua Ordines ini, agar segala bentuk perubahan yang terjadi pada ritus ini dapat dipahami dengan baik. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-kualitatif, yang berfokus pada analisis komparatif dan Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa ritus pewartaan Injil dalam Ordo Missae saat ini akan dapat dipahami dengan baik jika ritus ini dikonfrontasikan dengan ritus dari Ordo Missae sebelumnya. Ordo Missae yang baru tidak diciptakan secara tiba-tiba atau baru sama sekali, melainkan telah disusun berdasarkan studi liturgi yang panjang, sambil mempertahankan hal-hal yang pokok. Meski ritus ini diungkapkan dalam dua bentuk Ordines Missae yang berbeda, tetapi ini tidak berarti bahwa Gereja Katolik Roma merayakan Ekaristi dengan menggunakan Audua ritusAy, melainkan hanya dengan satu ritus, yakni ritus Romawi. Kata-kata Kunci: Pewartaan Injil. Liturgi Sabda. Ordo Missae. Missale Romanum. Perayaan Ekaristi. Pembaruan Liturgi PENDAHULUAN Institutio Generalis Missalis Romani (= Institutio Generalis/ IGMR) atau Pedoman Umum Misale Romawi (= PUMR), yang dipromulgasikan bersama dengan Missale Romanum (= Missale/MR) pada Maret 20021 Ai dalam artikel 602 Ai mengatakan bahwa pewartaan Injil merupakan puncak Liturgi Sabda dan Injil lebih mulia daripada bacaan-bacaan lain, sebab melaluinya Kristus sendiri hadir dan berbicara kepada umat-Nya. 3 Oleh IGMR . [AuInstitutio Generalis Missalis RomaniAy, in Missale Romanum ex decreto Sacrosancti Oecumenici Concilii Vaticani II instauratum auctoritate Pauli Pp. VI promulgatum Ioannis Pauli Pp. II cura recognitum. Editio typica tertia 2000. Typis Vaticanis, (Vaticano: LEV, 2. , pp. Teks terjemahan Indonesia dapat dilihat dalam Pedoman Umum Misale Romawi cetakan kedua tahun 2009: PUMR . [Pedoman Umum Misale Romawi, terj. Komisi Liturgi KWI . pprobatio oleh KWI tahun 2. , (Ende: Nusa Indah, 20. Dalam artikel ini, rujukan selalu mengacu kepada teks asli dalam Latin (IGMR), sedangkan teks Indonesia (PUMR), selain sebagai pembanding untuk melihat hasil terjemahan, digunakan untuk membantu dalam memahami teks asli. Bdk. IGMR . , n. Bdk. IGMR . , nn. 55, 29. Ritus Pewartaan Injil dalam Misa (Christianus Wat. karena itu. Kitab Injil harus dihormati secara khusus, dan ritus pewartaan Injil harus dilaksanakan dengan cara yang sangat hormat. Petugas yang mewartakan Injil haruslah Diakon atau Imam. Saat Injil dibawa oleh Diakon atau Imam menuju ke mimbar, para misdinar mendahuluinya dengan membawa pedupaan dan lilin bernyala. 4 Selama pembacaan Injil umat berdiri, sebagai tanda penghormatan khusus kepada Injil Kristus. Setelah Injil selesai dibacakan. Diakon atau Imam mengucapkan dalam hati: AuPer evangelica dicta deleantur nostra delictaAy (Semoga melalui pembacaan Injil, dosa-dosa kita dihapu. Dengan pembaruan liturgi Konsili Vatikan II (= KV II), beberapa unsur dari ritus pewartaan Injil yang terdapat dalam Ordo Missae dari Missale Pius V . disi Konsili Trent. tidak ditemukan lagi dalam Ordo Missae dari Missale Paulus VI . disi KV II). Beberapa rumusan doa, rubrik-rubrik, struktur, dan tata gerak dalam Missale Pius V telah disederhanakan, bahkan di antaranya telah dihilangkan. Oleh karena itu, tulisan ini hendak menunjukkan segala bentuk perubahan itu dengan cara menyajikan dua wajah yang berbeda dari ritus yang sama, yakni pada Missale Pius V dan Missale Paulus VI. Tujuannya adalah agar pembaca dapat memiliki gambaran yang luas mengenai pelaksanaan ritus pewartaan Injil, baik sebelum maupun setelah KV II. agar pembaca dapat melihat unsur-unsur apa saja yang diperbarui oleh pembaruan liturgi KV II. dan secara lebih luas, agar pembaca dapat memahami dengan baik asal usul teks dan evolusinya. Tujuan ini tentu saja tidak dimaksudkan untuk kemudian mempertentangkan dan mengklaim Ordo mana yang lebih sakral daripada yang lain, tetapi untuk bisa memahaminya berdasarkan maksud Gereja dan konteks zaman saat teks itu disusun. Studi terbaru mengenai pewartaan Injil telah dilakukan oleh Radek Tichy pada tahun 2016 dalam bukunya yang berjudul AuProclamation de Bdk. IGMR . , n. Bdk. IGMR . , n. Terjemahan oleh penulis. Terjemahan resmi Indonesia berbunyi AuSemoga karena pembacaan Injil, dosa-dosa kami dihapusAy: TPE . , p. 23 [Tata Perayaan Ekaristi. Konferensi Waligereja Indonesia, (Jakarta: Obor, 2. , p. Bdk. PUMR . 134, 175. DISKURSUS. Volume 20. Nomor 2. Oktober 2024: 238-273 lAoyOvangile dans la Messe en OccidentAy. 7 Studi ini membandingkan tata pelaksanaan pewartaan Injil dari beberapa ritus Gereja barat, seperti ritus Romawi. Galicana. Hispanik, dan Ambrosiana. Selain itu, beberapa penulis sebelumnya juga telah menguraikan tema yang sama dari sudut pandang sejarah dan evolusinya, seperti: J. Jungmann,8 M. Righetti,9 Martimort,10 dan V. Raffa. Studi yang disajikan dalam tulisan ini lebih pada studi komparatif dan sejarah, yang berfokus hanya pada Ordo Missae dari Missale Pius V tahun 1570 . disi pertama dari Konsili Trent. 12 dan Ordo Missae dari Missale Paulus VI tahun 2008 . disi ketiga emendata dari KV II). 13 Dengan demikian, tulisan ini sekaligus merupakan sebuah kontribusi bagi ilmu liturgi, khususnya di bidang buku Missale Romanum. METODE PEMBAHASAN Sebagaimana telah dikatakan sebelumnya, studi ini akan menganalisis ritus pewartaan Injil dari dua Ordines Missae. Maka metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah deskriptif kualitatif yang berfokus pada studi komparatif dan historis. Pertama-tama akan diuraikan apa itu Missale Pius V dan Missale Paulus VI. kemudian ditunjukkan teks-teks Tichy. Proclamation de lAoyOvangile dans la messe en Occident: Rituality, histoire, comparison, thyologie, (Studia Anselmiana 168. Analecta Liturgica 34. Roma: Pontiycio Ateneo Anselmo, 2. Jungmann. Missarum sollemnia. Origini, liturgia, storia e teologia della messa romana. I, edizione anastatica, (Milano: Ancora, 2. , pp. Righetti. Manuale di soria liturgica, vol. i: La messa. Commento storico-liturgico alla luce del consilio Vaticano II, (Milano: Ancora, 19. , pp. 10 A. Martimort. La chiesa in preghiera. Introduzione alla liturgia, vol. II: LAoEucaristia . dizione italiana a cura di A. Biazz. , (Brescia: Queriniana, 20. , pp. 11 V. Raffa. Liturgia eucaristica. Mistagogia della messa: dalla storia e dalla teologia alla pastorale pratica. Nuova edizione ampiamente riveduta e aggiornata secondo lAoeditio typica tertia del Messale Romano, (Roma: CLV-Ed. Liturgiche, 2. , pp. 12 Lihat MR . [Missale Romanum. Editio Princeps . ], edd. Sodi-A. Triacca, (Monumenta Liturgica Concilii Tridentini 2. Citty del Vaticano: LEV, 22. 13 Lihat MR . [Missale Romanum ex decreto Sacrosancti Oecumenici Concilii Vaticani II instauratum auctoritate Pauli Pp. VI promulgatum Ioannis Pauli Pp. II cura recognitum. Editio typica tertia emendata 2008. Typis Vaticanis, (Vaticano: LEV, 2. Ritus Pewartaan Injil dalam Misa (Christianus Wat. dari kedua Ordines itu. dan terakhir akan dianalisis unsur-unsur yang turut membentuk keseluruhan ritus pewartaan Injil. Tentu saja, analisis ini tidak dapat dipisahkan dari Ritus servandus . dan Institutio Generalis . , sebab keduanya berisikan norma-norma untuk merayakan Ekaristi, baik mengenai pelaksanaannya maupun mengenai para pelayan serta perlengkapan yang digunakan. Agar tidak mengaburkan penjelasan dari kedua Ordines ini, maka seluruh informasi mengenai sejarah, asal usul, dan makna dari unsur-unsur ini tidak akan diuraikan pada bagian tubuh dari tulisan ini, melainkan pada catatan kaki. Selain itu, teks Ritus servandus dan Institutio Generalis tidak akan dimuat di sini mengingat ruang yang sangat terbatas. Meski demikian, pembaca hendaknya tidak mengabaikan kedua dokumen ini karena itu akan membantu untuk membuktikan kebenaran dari analisis yang kami buat. Kedua dokumen ini dapat dilihat melalui rujukan yang telah kami sediakan. ORDO MISSAE DARI MISSALE ROMANUM PIUS V16 Pada pertengahan abad ke-16, terdapat banyak sekali Missale yang beredar dengan struktur dan isi yang hampir sama, namun variannya tidak terbatas. Atas dasar ini. Paus Pius V menghendaki agar Gereja Katolik ritus Roma memiliki hanya satu ritus untuk merayakan Misa. Dan untuk merealisasikannya, ia pun menunjuk orang-orang terpilih untuk 14 AuOrdinesAy adalah bentuk jamak dari AuOrdoAy. 15 Lihat AuRitus servandusAy, in Missale Romanum. Editio Princeps . , edd. Sodi-A. Triacca, (Monumenta Liturgica Concilii Tridentini 2. Citty del Vaticano: LEV, 22. IGMR . , nn. 132-134 . alam Misa tanpa Diako. dan IGMR . , n. alam Misa dengan Diako. Untuk edisi bahasa Indonesia, dapat merujuk pada: PUMR . , nn. 132-134, 175. 16 Disadur dari tulisan kami sebelumnya yang dimuat di Jurnal Ledalero, namun dengan beberapa penambahan baru: C. Watu. AuPembacaan kembali Traditionis Custodes Paus Fransiskus terhadap penggunaan Missale Romanum 1962. Sebuah tinjauan Liturgis-Eklesiologis dalam terang reformasi Konsili Vatikan IIAy. Jurnal Ledalero, vol. 22, n. , pp. DISKURSUS. Volume 20. Nomor 2. Oktober 2024: 238-273 merevisi dan memperbaiki Missale Kuria Roma,17 dan memerintahkan agar Missale itu segera diterbitkan di Roma. Dengan Konstitusi Apostolik Quo primum tempore pada 14 Juli 1570. Paus Pius V secara resmi mengeluarkan Missale edisi resmi pertama dengan judul Missale Romanum ex Decreto Sacrosancti Concilii Tridentini restitutum. Pii V. Pont. Max. iussu editum. 18 Semua Gereja Katolik ritus Roma diwajibkan untuk menggunakan Missale ini, kecuali di gereja-gereja tertentu di mana ritus-ritus tradisional telah dipraktikkan lebih dari dua ratus tahun. Izin untuk menggunakan Missale ini tetap diberikan bagi gereja-gereja itu asalkan sudah mendapat persetujuan dari Uskup atau Ordinaris setempat. Hal menarik yang kita jumpai dalam Missale 1570 ini adalah Rubricae generales missalis19 dan Ritus servandus,20 yaitu sebuah instruksi liturgi mengenai penggunaan Missale. Keduanya ini tidak kita temukan pada 17 Missale ini dapat dilihat dalam: AuOrder of The Mass according to the use of the Roman Church . before 1227Ay, in The Ordinal of the Papal court from Innocent i to Boniface Vi and related documents, ed. Van Dijk (Fribourg Switzerland: The University Press, 1. , pp. Ordo ini kemudian diadopsi oleh para Fransiskan dan kemudian disesuaikan dengan penggunaan Fransiskan di bawah kepemimpinan Haymo Faversham, pemimpin umum ordo Fransiskan tahun 1240-1243. Gambaran mengenai Ordo dari Haymo ini dapat dilihat dalam: Missale Franciscanum Regulae. Codicis VI. Bibliothecae Nationalis Neapolinensis, ed. Przeczewski (MSIL . , (Citty del Vaticano: LEV, 2. 18 MR . , pp. 19 Berisikan penyajian jenis dan tingkatan perayaan . ari biasa, hari Raya, hari Minggu, perayaan arwah, dl. , pengaturan menurut waktu liturgi . Adven. Natal. Prapaskah. Paska. , situasi-situasi yang dirayakan sesekali . eringatan, pest. , dan bagian-bagian Misa . yanyian masuk. Kyrie, dst. 20 Instruksi atau panduan yang menuntun langkah demi langkah semua momen dalam Misa, mulai dari persiapan Imam sebelum Misa hingga ucapan syukur selesai Misa. Ritus Pewartaan Injil dalam Misa (Christianus Wat. Missale sebelumnya dari edisi princeps 1474. 21 Namun. Jungmann22 memberikan kita informasi bahwa Rubricae generales missalis dan Ritus servandus yang ada dalam Missale 1570 diilhami oleh Ordo Missae dari seorang Ceremoniarius Kepausan. Yohanes Burkard, yang diterbitkan pada tahun Setelah edisi pertama Missale 1570, ada lima edisi khas dari Missale yang diperbarui dan diterbitkan dalam beberapa periode terakhir sebelum edisi Paulus VI tahun 1970, di antaranya: Missale 1604 (Paus Klemens V. Missale 1634 (Paus Urbanus V. Missale 1884 (Paus Leo X. Missale 1920 (Paus Benediktus XV), dan Missale 1962 (Paus Yohanes XX. , ditambah edisi dwi-bahasa dari berbagai Negara antara tahun 1964-1968. Terhadap ritus pewartaan Injil, semua edisi ini menunjukkan bentuk dan struktur yang sama. Perbedaan kecil hanya pada redaksi rubrik yang memperlihatkan perubahan struktur kalimat. Rubrik-rubrik dalam Missale 1570 sedikit diubah dalam Missale 1604, 1634, 1884 dan 1920. Oleh Missale 1962, rubrik-rubrik dari keempat Missale yang terakhir ini diperbarui kembali, namun tanpa mengubah isi doa dan struktur perayaan. Antara tahun 1964-1968. Missale edisi dwi-bahasa mulai memperlihatkan perubahan dari segi bentuk, struktur perayaan, dan isi rubrik, namun rumusan doa-doa dan aklamasi masih mengikuti Missale dari edisi-edisi 21 MR . [AuMissale Romanum. Mediolani 1474Ay, in Tracts on the Mass, vol. I: Text. Lippe, (London: Henry Bradshaw Society, 1899/1. Tertulis dalam Missale adalah edisi Princeps . ang pertam. , namun beberapa ahli tidak yakin bahwa MR 1474 adalah sungguh-sungguh edisi Princeps. Menurut Folsom, sebuah Missale yang dicetak lebih awal dari edisi ini telah ditemukan, dan itu disimpan di Perpustakaan Vatikan (Urb. Lat. : Bdk. Folsom. The Liturgical Books of the Roman Rite. A guide to the study of their typology and history, vol. 1: Books for the Mass (Ecclesia Orans. Studi e Ricerche/. , (Napoli: Editrice Dominicana Italiana, 2. , 153. Raffa juga mengungkapkan hal yang sama bahwa Missale 1474 ini bukanlah edisi Princeps seperti yang telah diyakini banyak orang: Bdk. Raffa. Liturgia eucaristica. Mistagogia della messa, 160. 22 Jungmann. Missarum sollemnia, vol. 1, p. 23 AuOrdo Missae Ioannis BurckardiAy, in Tracts on the Mass, ed. Legg, (London: Henry Bradshaw Society, 1. , pp. 24 Bdk. Folsom. The Liturgical Books of the Roman Rite, vol. 1, pp. DISKURSUS. Volume 20. Nomor 2. Oktober 2024: 238-273 ORDO MISAE DARI MISSALE ROMANUM PAULUS VI25 KV II, melalui Konstitusi Liturgi Sacrosanctum Concilium yang dipromulgasikan pada 4 Desember 1963, telah meletakkan dasar untuk suatu pembaruan teks Ordo Missae atau secara menyeluruh atas buku Missale. Dikatakan demikian: AuAdapun dalam pembaruan itu naskah-naskah dan upacara-upacara harus diatur sedemikian rupa, sehingga lebih jelas mengungkapkan hal-hal kudus yang dilambangkanAy. 26 Lebih lanjut ditegaskan bahwa: AuTata perayaan Ekaristi hendaknya ditinjau kembali sedemikian rupa, sehingga lebih jelaslah makna masing-masing bagiannya serta hubungannya satu dengan yang lainAy. 27 Dan kriteria yang paling menonjol dalam pembaruan ini adalah ditekankannya keikutsertaan segenap umat beriman secara penuh dan aktif. Atas dasar ini, pada 3 April 1969. Paus Paulus VI, yang juga terlibat langsung dalam dinamika pembaruan Missale, melalui beberapa dokumen yang mendahuluinya, seperti Inter oecumenici . ,29 Tres abhinc annos . ,30 Prece eucharistica . 31 dan publikasi Ordo Missae bersama 25 Bdk. Watu. AuPembacaan kembali Traditionis Custodes Paus Fransiskus terhadap penggunaan Missale Romanum 1962Ay, pp. 26 Sacrosanctum Concilium, n. 21 [AuKonstitusi AuSacrosanctum ConciliumAy tentang Liturgi SuciAy, in Dokumen Konsili Vatikan II, terj. Hardawiryana, (Jakarta : Obor, 2. , n. 27 Sacrosanctum Concilium, n. 28 Bdk. Sacrosanctum Concilium, nn. 14, 48. 29 Inter Oecumenici diterbitkan oleh Kongregasi Suci Ritus dan Konsilium untuk pelaksanaan Konstitusi Liturgi, pada tanggal 26 September 1964. Isinya adalah prinsip-prinsip umum untuk penerapan pembaruan liturgi secara teratur. Lihat Sacra Ritum Congregatio. AuInstructio prima ad exsecutionem Constitutionis de sacra Liturgia recte ordinandam AInter OecumeniciA . Ay. Acta Apostolica Sedis 56 . 30 Dokumen ini merupakan instruksi kedua yang dikeluarkan pada 4 Mei 1967. Isinya menetapkan adaptasi lebih lanjut terhadap tata perayaan Misa. Lihat Sacra Ritum Congregatio. AuInstructio altera ad exsecutionem Constitutionis de sacra Liturgia recte ordinandam ATres abhinc annosA . Maii 1. Ay. Acta Apostolica Sedis 59 . , pp. 31 Ini adalah dekret yang disetujui oleh Paus Paulus VI, dikeluarkan pada 23 Mei 1968, tentang pengenalan tiga Doa Ekaristi, selain Doa Ekaristi I, dan delapan Prefasi baru. Lihat Sacra Ritum Congregatio. AuDecretum APreces Eucharisticae et PrafationesA . Ay. Notitiae 4 . , p. Ritus Pewartaan Injil dalam Misa (Christianus Wat. Institutio Generalis . , menyetujui dan mempromulgasikan Missale Romanum. Pada 26 Maret 1970, atas mandat Paus. Kongregasi Ibadat Ilahi Ai dengan dekret Celebrationis eucharisticae33 Ai mempromulgasikan dan mendeklarasikan edisi resmi pertama dari Missale Romanum . ditio typic. Pada tahun 1971. Missale edisi pertama dicetak kembali, tetapi dengan beberapa perbaikan, koreksi dan pembaruan unsur-unsur tertentu. Karena itu, edisi Missale 1971 bukanlah edisi baru, melainkan edisi cetak ulang dengan beberapa koreksi . eimpressio emendat. 35 Lima tahun kemudian, dengan surat keputusan tanggal 27 Maret 1975, diterbitkan Missale edisi khas yang kedua . ditio typica alter. , yang berisi penyesuaian-penyesuaian baru dan penambahan beberapa formula baru (Missale Setelah tiga puluh tahun penerbitan edisi pertama dan dua puluh lima tahun edisi kedua, pada tanggal 20 April 2000. Paus Yohanes Paulus II menyetujui dan mempromulgasikan Missale edisi resmi yang ketiga . ditio typica terti. untuk menggantikan edisi sebelumnya. Edisi baru ini dipublikasikan pada Maret 2002 (Missale 2. 37 Ia merupakan buah 32 Institutio Generalis berisi Aukaidah-kaidah baru untuk merayakan kurban Ekaristi, baik mengenai pelaksanaan serta perayaannya serta tugas-tugas khusus para pelayan dan para peserta, maupun mengenai perlengkapan dan tempat yang diperlukan untuk kebaktian ilahiAy: PUMR . , p. Dokumen asli dalam Latin dapat dilihat pada halaman-halaman awal dari buku Missale: MR . , pp. MR . , pp. MR . , pp. 33 Sebuah dekret, atas persetujuan Paus Paulus VI, yang dikeluarkan oleh Kongregasi Ibadat Ilahi pada 26 Maret 1970. Dekret ini terdapat pada bagian awal dari Missale. Kata-kata pertama dari dekret ini berbunyi AuCelebrationis Eucaristicae Ordine statutoAy yang berarti AuSetelah menetapkan ritus perayaan EkaristiAy: Lihat MR . , p. 34 MR . [Missale Romanum ex decreto Sacrosancti Oecumenici Concilii Vaticani II instauratum auctoritate Pauli Pp. VI promulgatum. Editio typica . Typis Polyglottis Vaticanis, (Vaticano: LEV, 1. 35 MR . [Missale Romanum ex decreto Sacrosancti Oecumenici Concilii Vaticani II instauratum auctoritate Pauli Pp. VI promulgatum. Editio typica . Typis Polyglottis Vaticanis (Vaticano: LEV, 1. 36 MR . [Missale Romanum ex decreto Sacrosancti Oecumenici Concilii Vaticani II instauratum auctoritate Pauli Pp. VI promulgatum. Editio typica altera . Typis Polyglottis Vaticanis, (Vaticano: LEV, 1. 37 MR . [Missale Romanum ex decreto Sacrosancti Oecumenici Concilii Vaticani II instau- DISKURSUS. Volume 20. Nomor 2. Oktober 2024: 238-273 dari proses Gerejawi yang panjang dan hasil kerja dari Kongregasi Ibadat Ilahi dan Tata Tertib Sakramen, yang telah digagas sejak tahun 1991 dan secara konkret mulai dikerjakan pada tahun 1996. Pada tahun 2008, atas beberapa alasan seperti koreksi beberapa kekeliruan, penghapusan beberapa bagian yang kurang berguna, dan penyisipan unsur-unsur lain yang lebih sesuai. Kantor Percetakan Vatikan mencetak ulang edisi ketiga. 39 Edisi ini disebut reimpressio emendata atau edisi ketiga yang dicetak ulang dengan perbaikan-perbaikan (Missale 2. Dalam rentang tahun 1970-2008, tidak ada perubahan mendasar dari ritus pewartaan Injil, baik dari segi struktur maupun rumusan doadoa dan aklamasi. Tambahan kecil dilakukan hanya pada rubrik untuk memberikan penekanan tertentu, seperti Auprofunde inclinatusAy, (Missale 2002/2. dari yang sebelumnya hanya AuinclinatusAy . alam Missale 1970 dan 1. dan penambahan Ausignat se signo crucisAy, . alam Missale 2002/2. dari yang sebelumnya tidak ada tertulis demikian. Dengan pembaruan Missale berdasarkan maksud KV II, maka teks Ordo Missae yang baru (Missale Paulus VI) secara resmi digunakan sebagai yang wajib untuk menggantikan Ordo Missae yang lama (Missale Pius V). Penegasan ini disampaikan kembali oleh Paus Paulus VI pada tahun 1976, yakni enam tahun setelah penerbitan Missale edisi pertama. Ia mengatakan bahwa sama seperti pendahulunya Pius V, yang melalui Konsili Trento telah menetapkan Missale 1570 sebagai buku wajib, maka melalui KV II, hal yang sama juga ia tetapkan sebagai sebuah kewajiban untuk menggunakan buku Missale yang baru. ratum auctoritate Pauli Pp. VI promulgatum Ioannis Pauli Pp. II cura recognitum. Editio typica tertia 2000. Typis Vaticanis, (Vaticano: LEV, 2. 38 Bdk. Barba. Il Messale Romano. Tradizione e progresso nella terza edizione tipica, (MSIL . (Citty del Vaticano: LEV, 2. , pp. 39 Bdk. Barba. Missale Romanum. Processi evolutivi nella terza edizione emendata del 2008, (Monopoli: Edizioni Viverein, 2. , p. Barba. Il Messale Romano. Sviluppi dopo la terza edizione emendata, (Monopoli: Edizioni Viverein, 2. , pp. 40 MR . , p. MR . , p. MR . , p. MR . , p. Ritus Pewartaan Injil dalam Misa (Christianus Wat. Novus Ordo promulgatus est, ut in locum veteris substitueretur post maturam deliberationem, atque ad exequendas normas quae a Concilio Vaticano II impertitae sunt. Haud dissimili ratione. Decessor Noster S. Pius V post Concilium Tridentinum Missale auctoritate sua recognitum adhiberi iusserat. Idem promptum obsequium, vi supremae auctoritatis Nobis a Christo Iesu concessae, iubemus erga ceteras novas leges ad liturgiam, disciplinam, rem pastoralem spectantes, quae hisce annis latae sunt, ut Concilii decreta ad effectum deducerentur [. TEKS RITUS PEWARTAAN INJIL DALAM ORDO MISSAE ORDO MISSAE DARI MISSALE ROMANUM PIUS V . His ynitis, si est Missa solemnis. Diaconus deponit librum euangeliorum super altare, a benedicto incenso ut supra, genuyecit manibus iunctis ante medium altaris dicit. Munda cor meum ac labia mea omnipotens Deus: qui labia Isaie prophete calculo mundasti ignito: ita me tua grata miseratione dignare mundare, ut sanctum euangelium tuum digne ualeam nunciare. Per Christum dominum nostrum. Amen. Deinde accipit librum, et rursus genuyexus petit benedictionem a sacerdote dicens: Jube domne benedicere. Sacerdos respondet: Dominus sit in corde tuo e in labiis tuis, ut digne et competenter annuncies euangelium suum: in nomine patris et ylii u et spiritus sancti. Deinde accepta benedictione osculatur manum sacerdotis: et cum aliis ministris, incenso, et luminaribus accedens ad locum euangelii, stans iunctis manibus dicit: V. Dominus vobiscum. Et cum spiritu tuo. Pronuncians: Sequentia sancti euangelii secundum NA. Pollice dextre manus signat librum euangelii, deinde frontes, labia, et pectus et dum ministri respondent. Gloria tibi domine, incensat ter librum, postea dicit euangelium iunctis manibus. Quo ynito. Subdiaconus defert librum sacerdoti, qui osculatur euangelium, dicens: Per euangelica dicta deleantur nostra delicta. Deinde a diacono sacerdos incensatur. 41 Paulus PP. VI. AuConsistorium Secretum . Ay. Acta Apostolica Sedis 68 . , pp. 42 MR . , pp. DISKURSUS. Volume 20. Nomor 2. Oktober 2024: 238-273 Si vero sacerdos sine diacono et subdiacono celebrat, delato libro ad aliud cornu altaris, stans ad medium altaris iunctis manibus et aliquantulum inclinatus, dicit: Munda cor meum et Iube Domne benedicere, ut supra, et Dominus sit in corde meo et in labiis meis, ut digne et competynter annunciem evangylium suum. Deinde ad librum conversus iunctis manibus dicit: V. Dominus vobiscum. Et cum spiritu tuo. Et pronuntians: Initium, sive Sequyntia sancti Evangylii, signat se et legit evangelium ut dictum est. Quo ynito, respondent ministri: Laus tibi Christe, et sacerdos osculatur Evangelium, ut supra. ORDO MISSAE DARI MISSALE ROMANUM PAULUS VI . Interim sacerdos incensum, si adhibetur, imponit. Postea diaconus. Evangelium prolaturus, ante sacerdotem profunde inclinatus, benedictionem petit, submissa voce dicens: Iube, domne, benedicere. Sacerdos submissa voce dicit: Dominus sit in corde tuo et in labiis tuis: ut digne et competynter annunties Evangylium suum: in nomine Patris, et Filii, et Spiritus Sancti. Diaconus signat se signo crucis et respondet: Amen. Si vero non adest diaconus, sacerdos ante altare inclinatus secreto dicit: Munda cor meum ac labia mea, omnipotens Deus, ut sanctum Evangylium tuum digne valeam nuntiare. Postea diaconus, vel sacerdos, ad ambonem pergit, ministris pro opportunitate cum incenso et cereis eum comitantibus, et dicit: Dominus vobiscum. Populus respondet: Et cum spiritu tuo. Diaconus, vel sacerdos: Lyctio sancti Evangylii secundum N. , et interim signat librum et seipsum in fronte, ore et pectore. 43 MR . , pp. Terjemahan dalam Indonesia dapat dilihat dalam buku TPE . Sayangnya, rubrik-rubrik yang tertulis di dalam TPE bukan terjemahan langsung dari rubrik-rubrik yang tertulis dalam Ordo Missae, melainkan hasil dari modiykasi yang menggabungkan rubrik-rubrik dalam Ordo Missae dengan pedoman Misa yang diambil dari Institutio Generalis. Meski tujuannya untuk memudahkan Imam merayakan Ekaristi, namun di sisi lain kita tidak bisa melihat rapresentasi dari teks asli Ordo Missae. Oleh karena itu, sambil melihat teks asli yang telah disajikan, adalah selalu perlu untuk membandingkannya dengan teks terjemahan Indonesia: Lihat TPE . , pp. Ritus Pewartaan Injil dalam Misa (Christianus Wat. Populus acclamat: Gloria tibi. Domine. Deinde diaconus, vel sacerdos, librum, si incensum adhibetur, thuriycat, et Evangelium proclamat. Expleto Evangelio, diaconus, vel sacerdos acclamat: Verbum Domini. Omnes respondent: Laus tibi. Christe. Deinde librum osculatur dicens secreto: Per evangylica dieta deleantur nostra delicta. UNSUR-UNSUR RITUAL DARI RITUS PEWARTAAN INJIL PELETAKAN DAN PEMBERKATAN DUPA Dalam Missale Pius V, sebelum proklamasi Injil, kita tidak menemukan secara tertulis doa peletakan dupa ke dalam turibulum dan pemberkatannya. Namun ada keterangan Auut supraAy yang merujuk pada rumusan sebelumnya dari pemberkatan dupa. Doa yang dimaksud mengacu pada doa pemberkatan dupa pada saat ritus masuk, yang berbunyi: AuAb illo beneAdicaris, in cuius honore cremaberis. AmenAy. 44 Ini artinya bahwa doa yang diucapkan saat memberkati dupa sebelum pembacaan Injil adalah doa yang sama yang diucapkan pada ritus masuk. Jadi, jika dipakai dupa, maka setelah membubuhkan dupa. Imam memberkatinya dengan membuat tanda salib45 sambil mengucapkan rumusan berkat. Dalam Missale Paulus VI, jika dipakai dupa, setelah Imam membubuhkan dupa ke dalam turibulum, ia memberkatinya dengan membuat tanda salib tetapi tanpa mengucapkan apa pun. Jadi, dalam Missale Paulus VI, tidak ada rumusan berkat untuk memberkati dupa. (Missale Pius V):46 His ynitis, si Missa est solemnis, diaconus librum Evangeliorum deponit super medium altaris, et, nisi sit Missa defunctorum, celebrans benedicit incensum, ut supra. 44 MR . , p. 45 Kita menemukan tanda salib (A) pada doa AuAb illo beneAdicaris, in cuius honore cremaberis. AmenAy: MR . , p. 46 MR . , p. DISKURSUS. Volume 20. Nomor 2. Oktober 2024: 238-273 (Missale Paulus VI):47 Interim sacerdos incensum, si adhibetur, imponit. DOA DI HADAPAN ALTAR Dalam Missale Pius V, jika itu adalah Misa meriah . n missa solemn. , setelah memindahkan buku Missale dari sudut kanan altar . empat pembacaan Epistol. ke sudut kiri altar . empat pembacaan Inji. ,48 Diakon membawa buku Injil dan meletakkannya di atas altar. 49 Setelah itu. Imam membubuhkan dupa dan memberkatinya. Diakon kemudian berlutut di bagian tengah di hadapan altar dengan tangan terkatup sambil mengucapkan doa Munda cor meum50 (Sucikanlah hatik. Jika itu adalah Misa yang dirayakan secara pribadi . i privatim celebre. , maka Imam sendiri yang memindahkan buku Missale itu dari sudut kanan ke sudut kiri altar. 47 MR . , p. 48 Paus Inosensius i . mengatakan bahwa sebelah kanan altar adalah simbol untuk orang-orang benar, sedangkan sebelah kiri untuk orang-orang berdosa. Karena itu. Injil dibacakan di sebelah kiri altar, yang menunjukkan bahwa Kristus tidak memanggil orang benar, melainkan orang berdosa agar bertobat (Mat . : Bdk. Innocenzo i. Il Sacrosanto Mistero dellAoAltare (De sacro Altaris Mysteri. , ed. Fioramonti, (Citty del Vaticano: LEV, 2. , p. 49 Penempatan Kitab Injil (Evangeliariu. di atas altar telah menjadi aturan selama abad pertengahan: Bdk. Jungmann. Missarum sollemnia, vol 1, 358. Dalam Ordo Romanus I, digambarkan bahwa sejak awal Kitab Injil telah diletakkan di atas altar: Bdk. AuOrdo Romanus IAy, n. 59 [AuOrdo Romanus IAy, in Les Ordines Romani du Haut Myyen Cge, t. Les textes (Ordines I-X. , ed. Andrieu (SSLED . , (Louvain: SSLA, 1. , n. Penempatan Kitab Injil di atas altar sesungguhnya hendak menyoroti hubungan antara meja Sabda dan meja Ekaristi: Bdk. Eucaristicum Mysterium . , n. 10 [Sacra Congregatio Rituum. AuInstructio de cultu Mysterii Eucharistici . Ay. Acta Apostolicae Sedis 59 . , pp. 547-548 . erjemahan Indonesia dapat dilihat dalam Komisi Liturgi KWI. AuMisteri Ekaristi (Eucharisticum Mysteriu. Ay, in Bina Liturgia. Bunga rampai liturgi . D), (Jakarta: Obor 1. , pp. Bdk. Dei Verbum, n. [AuKonstitusi Dogmatis AuDei VerbumAy tentang Wahyu IlahiAy, in Dokumen Konsili Vatikan II, terj. Hardawiryana, (Jakarta : Obor, 2. , n. 50 Kesaksian tertua dari doa Munda cor meum sudah ditemukan dalam beberapa Ordo Missae abad ke-XI: Lihat AuCodex 300 de Bibl. Riccard. FlorenceAy, in Quellen und Forschungen zur Geschichte und Kunstgeschichte des Missale Romanum in Mittelalter. Iter Italicum, ed. Ebner, (Graz: Akademische Druck- und Verlagsanstalt, 1. , 300. AuCodex C 32 de Bibl. Vallicellana. RomaAy, in Quellen und Forschungen zur Geschichte und Kunstgeschichte des Missale Romanum in Mittelalter. Iter Italicum, ed. Ebner, (Graz: Akademische Druck- und Verlagsanstalt, 1. , 340. Selain digunakan sebagai doa di hadapan altar. Munda cor meum juga pernah digunakan sebagai doa saat mencium Injil dan altar. Dikatakan: AuQuando osculat evangelium et altare: Munda cor meum. Adiugat: Domine labia meaAy: Codex C 32 de Bibl. Vallicellana. Roma, ed. Ebner, 340. Ritus Pewartaan Injil dalam Misa (Christianus Wat. Setelah itu, ia kemudian kembali ke tengah altar, mengatupkan tangannya di depan dada, mengangkat pandangannya ke atas, lalu membungkuk dalam-dalam sambil mengucapkan doa Munda cor meum. Dalam Missale Paulus VI, jika Misa dengan Diakon, maka setelah mendapat berkat dari Imam. Diakon menuju ke altar dan membungkuk di hadapannya tanpa mengucapkan apa-apa. 51 Jika Misa tanpa Diakon, maka Imam, dengan tangan terkatup ia membungkuk di hadapan altar sambil mengucapkan doa Munda cor meum. 52 Di sini. Missale Paulus VI menunjukkan perbedaannya dari Missale Pius V bahwa doa Munda cor meum diucapkan setelah berkat, bukan sebelum berkat. dan Diakon, saat di hadapan altar, tidak berlutut, melainkan hanya membungkuk. (Missale Pius V):53 [A] genuyecit manibus iunctis ante medium altaris dicit. Munda cor meum ac labia mea omnipotens Deus: qui labia Isaie prophete calculo mundasti ignito: ita me tua grata miseratione dignare mundare, ut sanctum euangelium tuum digne ualeam nunciare. Per Christum dominum nostrum. Amen [A] Si vero sacerdos sine diacono et subdiacono celebrat, delato libro ad aliud cornu altaris, stans ad medium altaris iunctis manibus et aliquantulum inclinatus, dicit: Munda cor meum. 51 Dalam Missale dan Institutio Generalis tidak dikatakan apapun mengenai doa yang diucapkan oleh Diakon saat membungkuk di hadapan altar. Rubrik hanya menyebutkan bahwa AuMunda cor meumAy hanya diucapkan oleh Imam, tapi tidak oleh Diakon: Bdk. MR . , p. IGMR . , n. Menurut Raffa. Diakon sudah menerima berkat Imam, jadi ia tidak perlu mengucapkan AuMunda cor meumAy. Hal yang sama juga berlaku pada Imam. Jika yang memimpin Misa adalah Uskup dan yang membaca Injil adalah Imam konselebran, maka Imam itu tidak perlu lagi mengucapkan doa AuMunda cor meumAy di hadapan altar, sebab permohonan kepantasan untuk mewartakan Injil telah termuat dalam rumusan berkat yang diucapkan oleh Uskup. Jadi, dengan berkat itu. Imam sudah dipantaskan untuk mewartakan Injil, dan ia tidak perlu mengulangi kembali doa apapun untuk meminta kepantasan: Bdk. Raffa. Liturgia eucaristica. Mistagogia della messa, p. 52 Oleh pembaruan liturgi KV II, rumusan doa AuMunda cor meumAy telah disederhanakan sehingga menjadi demikian. Kata-kata yang merujuk Nabi Yesaya (Yes 6:6-. telah 53 MR . , pp. DISKURSUS. Volume 20. Nomor 2. Oktober 2024: 238-273 (Missale Paulus VI):54 Si vero non adest diaconus, sacerdos ante altare inclinatus secreto dicit: Munda cor meum ac labia mea, omnipotens Deus, ut sanctum Evangylium tuum digne valeam nuntiare. BERKAT UNTUK DIAKON Dalam Missale Pius V, setelah mengucapkan doa AuMunda cor meumAy. Diakon mengambil Kitab Injil yang sebelumnya telah diletakkan di atas 55 Sambil membawa Kitab Injil, ia menuju ke arah Imam dan berlutut di sampingnya seraya meminta berkat dengan mengatakan: AuIube domne benedicereAy56 (Bapa, mohon berka. 57 Imam menjawabnya dengan mengucapkan doa berkat: AuDominus sit in corde tuo et in labiis tuisAy58 . emoga Tuhan ada di dalam hati dan mulutm. ,59 kemudian membuat tanda salib 54 MR . , p. 55 Paus Inosensius i mengatakan bahwa pengambilan Kitab Injil dari altar melambangkan sebuah hukum atau pengajaran yang keluar dari Sion, dan Sabda Tuhan dari Yerusalem (Yes 2:. : Bdk. Innocenzo i. Il Sacrosanto Mistero dellAoAltare, p. Righetti memberi kita informasi bahwa dalam konsep kuno. Kitab Injil diletakkan di atas altar sebab altar adalah tahtanya: bdk. Righetti. Manuale di storia liturgica, vol. i: La messa, 56 Kesaksian tertua mengenai rumusan AuIube Domne benedicereAy sudah ada sejak abad ke-VI atau awal abad ke-VII, di mana permohonan ini ditujukan kepada Paus saat dia melakukan perarakan keluar dari gereja-gereja yang telah ditentukan untuk merayakan Misa: AuOrdo Romanus IAy, n. juga pada abad Vi: AuOrdo Romanus XIXAy, nn. 22 [AuOrdo Romanus XIXAy, in Les Ordines Romani du Haut Myyen Cge, t. Les textes (Ordines XIV-xIV), ed. Andrieu (SSLED . , (Louvain: SSLA, 1. , nn. 7, . Kata AuDomnusAy yang digunakan di sini sudah digunakan sejak abad ke-IV untuk merujuk pada tuan-tuan yang ada di bumi, yakni untuk membedakannya dengan AuDominusAy (Tuhan yang di surg. : Bdk. Jungmann. Missarum sollemnia, vol. 1, p. 57 Terjemahan oleh penulis. 58 Kesaksian tertua dari rumusan ini dapat kita temukan pada beberapa Ordo Romanus . bad VII-IX) dan Ordo Missae . bad XI): AuOrdo Romanus IAy, n. AuOrdo Romanus VIAy, n. 29, [AuOrdo Romanus VIAy, in Les Ordines Romani du Haut Myyen Cge, t. Les textes (Ordines I-X. , ed. Andrieu (SSLED . , (Louvain: SSLA, 1. , n. AuVetus MissaAy, in Ex Codex Ratoldi abbatis Corbeinsis, ed. Migne (PL . Migne, (Paris, 1. , p. AuSt. Gall Mass Orders (I): Ms. Sangallensis 338, pp. 319-329Ay, ed. Witczak. Ecclesia Orans 16 . , 403-404. AuCodex Helmstadiensis 1151Ay, in Sacerdotal Spirituality at Mass: Text and Study of the Prayerbook of Sigebert of Minden . , ed. Pierce, (PhD dissertatio. , (Paris: Notre Dame, 1. , p. Dalam Ordo Romanus I, doa AuDominus sit in corde tuoAy adalah doa berkat yang diucapkan oleh Paus saat diakon mencium kakinya. Dikatakan: AuDeinde diaconus osculans pedes pontiycis, et tacite dicit ei pontifex: Dominus sit [A]Ay: AuOrdo Romanus IAy, n. 59 Terjemahan oleh penulis. Ritus Pewartaan Injil dalam Misa (Christianus Wat. atas diakon sambil mengucapkan: Auin nomine patris et ylii A et spiritus sanctiAy. 60 Dalam kasus tidak ada Diakon, maka Imam mengucapkan sendiri doa AuMunda cor meumAy dan AuIube Domne benedicereAy. sedangkan untuk doa berkat. Imam mengucapkan rumusan yang sedikit berbeda dari yang diucapkan oleh Diakon. Rumusannya adalah AuDominus sit in corde meoAy . emoga Tuhan hadir di hatik. Dalam Missale Paulus VI. Diakon membungkuk hikmat di depan Imam dan meminta berkat dengan kata-kata: AuIube Domne benedicereAy. Imam kemudian memberkatinya sambil mengucapkan: AuDominus sit in corde tuoAy, sementara itu Diakon membuat tanda salib pada dirinya sendiri seraya mengucapkan: AuAmenAy. Jika Misa tanpa Diakon, maka Imam, setelah mengucapkan AuMunda cor meumAy, langsung mengambil Kitab Injil yang terletak di atas altar, atau langsung menuju ambo jika Kitab Injil sudah berada di sana. (Missale Pius V):62 Deinde accipit librum, et rursus genuyexus petit benedictionem a sacerdote dicens: Jube domne benedicere. Sacerdos respondet: Dominus sit in corde tuo e in labiis tuis, ut digne et competenter annuncies euangelium suum: in nomine patris et ylii u et spiritus sancti. Si vero sacerdos sine diacono et subdiacono celebrat, delato libro ad aliud cornu altaris, stans ad medium altaris iunctis manibus et aliquantulum inclinatus, dicit: 60 Membuat tanda salib atas diakon sudah dilakukan sejak akhir abad ke-VII. Dikatakan: AuEt domnus pontifex dat ei benedictionem, faciens crucem [A]Ay: AuOrdo Romanus IAy, n. Dalam Ordo Missae Sankt Gallen dari manuskrip 354 . bad XI), rumusan berkat atas Diakon tidak hanya AuDominus sit in corde tuoAy, tapi juga AuBenedictio dei Patris et Filii et Spiritus SanctiAAy. Hal yang sama juga ditemukan dalam Ordo Missae Sigebert dari Minden . bad XI). Doa berkat untuk Diakon dimulai dengan rumusan AuBenedictio dei Patris et omnipotentis, et Filii, et Spiritus SanctiAy dan diakhiri dengan AuDominus Deus sit in corde tuoAy: Lihat: AuSt. Gall Mass Orders (IV): Ms. Sangallensis 354, pp. 2-63Ay, ed. Witczak-D. Merz. Ecclesia Orans 28, (Roma: Pontiycio Ateneo S. Anselmo, 2. AuCodex Helmstadiensis 1151Ay, ed. Pierce, 203. 61 Terjemahan oleh penulis. 62 MR . , p. DISKURSUS. Volume 20. Nomor 2. Oktober 2024: 238-273 Munda cor meum et Iube Domne benedicere, ut supra, et Dominus sit in corde meo et in labiis meis, ut digne et competynter annunciem evangylium suum. (Missale Paulus VI):63 Postea diaconus. Evangelium prolaturus, ante sacerdotem profunde inclinatus, benedictionem petit, submissa voce dicens: Iube, domne, benedicere. Sacerdos submissa voce dicit: Dominus sit in corde tuo et in labiis tuis: ut digne et competynter annunties Evangylium suum: in nomine Patris, et Filii, et Spiritus Sancti. Diaconus signat se signo crucis et respondet: Amen. MENCIUM TANGAN SELEBRAN Ritus mencium tangan hanya ditemukan dalam Missale Pius V. Setelah diakon menerima berkat dari Imam, masih dalam posisi berlutut, ia mencium tangan kanan Imam, tanpa mengatakan apa pun. Dalam Missale Paulus VI, tidak dikatakan apa pun bahwa Diakon harus mencium tangan atau lutut atau kaki selebran,64 melainkan hanya membungkuk dan kemudian membuat tanda salib pada dirinya sendiri. (Missale Pius V):65 Deinde accepta benedictione osculatur manum sacerdotis. 63 MR . , p. 64 Antara abad VII-IX, dalam Misa yang dipimpin oleh Paus, sebelum Diakon menerima berkat, ia terlebih dahulu berlutut dihadapannya dan mencium kaki atau lututnya. Alasan mencium kaki Paus adalah untuk menunjukkan penghormatan yang dalam dan untuk menyatakan bahwa Paus adalah wakil dari seseorang yang kakinya dicium oleh seorang perempuan berdosa (Luk . : Bdk. Innocenzo i. Il Sacrosanto Mistero dellAoAltare, p. Kesaksian mengenai Diakon mencium kaki Paus dapat dilihat dalam: AuOrdo Romanus IAy, n. AuOrdo Romanus VAy, n. 32, [AuOrdo Romanus VAy, in Les Ordines Romani du Haut Myyen Cge, t. Les textes (Ordines I-X. , ed. Andrieu (SSLED . , (Louvain: SSLA, 1. , n. AuOrdo Romanus VIAy, n. 29, [AuOrdo Romanus VIAy, in Les Ordines Romani du Haut Myyen Cge, t. Les textes (Ordines I-X. , ed. Andrieu (SSLED . , (Louvain: SSLA, 1. , n. Diakon mencium lutut Paus: AuOrdo Romanus IXAy, n. 16, [AuOrdo Romanus IXAy, in Les Ordines Romani du Haut Myyen Cge, t. Les textes (Ordines I-X. , ed. Andrieu (SSLED . , (Louvain: SSLA, 1. , 65 MR . , p. Ritus Pewartaan Injil dalam Misa (Christianus Wat. (Missale Paulus VI): Postea diaconus. Evangelium prolaturus, ante sacerdotem profunde inclinatus, benedictionem petit. PROSESI DAN TEMPAT PEMBACAAN INJIL Dalam Missale Pius V, setelah Diakon mencium tangan Imam, ia pergi membawa Kitab Injil menuju ke tempat pembacaan, didahului oleh pembawa turibulum, dua akolit pembawa lilin bernyala dan subdiakon yang akan memegang Kitab Injil saat pembacaan. Tempat pembacaan Injil itu bukanlah ambo atau mimbar seperti yang kita ketahui dalam Ordines Romani67 atau dalam konteks saat ini, tetapi di sebelah utara atau kiri dari altar . d locum Evangelii contra altare versum populu. 68 Jadi, saat membaca Injil. Diakon tidak menghadap umat, melainkan menghadap ke arah utara. Diakon akan membaca Injil di sana. Subdiakon memegang Kitab Injil yang sudah dibuka oleh Diakon. Dua pembawa lilin bernyala berada di sebelah kiri dan kanannya. Dalam prosesi menuju tempat pembacaan, pelayan yang bertugas berjumlah empat orang: satu pembawa turibulum . , diikuti oleh dua akolit . uobus acolythi. pembawa lilin bernyala, dan kemudian subdiakon di sebelah kiri Diakon. Tidak dikatakan bagaimana posisi tangan diakon saat membawa Kitab Injil. Dalam Misa privat, tidak ada prosesi menuju tempat pembacaan. Imam hanya membaca Injil dari meja altar di sisi kirinya, dengan tangan terkatup di depan dada. Dalam Missale Paulus VI, sesudah Diakon mendapat berkat Imam, ia membungkuk di hadapan altar, mengambil Kitab Injil dari altar, lalu pergi ke ambo atau mimbar sambil membawa Kitab Injil yang sedikit diang66 MR . , p. 67 Bdk. AuOrdo Romanus IAy, n. AuOrdo Romanus VAy, nn. AuOrdo Romanus VIAy, n. 68 Arah utara adalah simbol dari kejahatan dan iblis, dan dari sanalah malapetaka akan menimpa segala penduduk bumi . Yer 1:. Oleh karena itu. Injil harus dibaca menghadap ke utara agar iblis dikalahkan oleh Sabda Tuhan: Bdk. Innocenzo i. Il Sacrosanto Mistero dellAoAltare, p. Stephanus de Balgiaco. De sacramento altaris, cap. 12, ed. Migne (PL . , (Paris, 1. , p. Honorius Augustodunensis. Sacramentarium, cap. 84, ed. Migne (PL . , (Paris, 1. , p. DISKURSUS. Volume 20. Nomor 2. Oktober 2024: 238-273 Para misdinar yang membawa pedupaan dan lilin bernyala berjalan mendahului Diakon. (Missale Pius V):69 Deinde accepta benedictione osculatur manum sacerdotis: et cum aliis ministris, incenso, et luminaribus accedens ad locum euangelii. (Missale Paulus VI):70 Postea diaconus, vel sacerdos, ad ambonem pergit, ministris pro opportunitate cum incenso et cereis eum comitantibus. SALAM Dalam Missale Pius V, sebelum mulai membaca Injil. Diakon atau Imam menyampaikan salam: AuDominus vobiscumAy,71 dan umat menjawab: AuEt cum spiritu tuoAy. 72 Posisi tangan saat menyampaikan salam adalah terkatup di depan dada. 69 MR . , p. 70 MR . , p. 71 Dasar Biblis dari salam ini ditemukan dalam beberapa Kitab dari Perjanjian Lama. Dalam bentuk tunggal dikatakan: AuDominus tecum sitAy (= Tuhan bersamam. Sam 17:37. Yos 1:. sedangkan dalam bentuk plural: AuDominus vobiscumAy (= Tuhan bersamamu/kalia. (Rut 2:4. Kel 10:10. 1Taw 22:18. 2Tes 3:16. Secara liturgis, salam ini sudah digunakan dalam Ordines Romani, namun tidak semuanya dari mereka merujuk pada ritus sebelum Injil. Hanya Ordo Romanus V yang merujuk pada salam sebelum Injil: Bdk. AuOrdo Romanus VAy, n. Beberapa Ordines yang lain merujuk pada salam setelah Injil selesai dibacakan: Bdk. AuOrdo Romanus IAy, n. AuOrdo Romanus VIAy. Salam sebelum Injil juga ditemukan dalam Amalarius Metensis. AuEclogae de ordine romanoAy, in Amalarii episcopi opera liturgica omnia, t. 3, cap. 16, n. 1, ed. Hanssens (ST . , (Citty del Vaticano: BAV, 1. , p. 72 Dasar Biblis dari respon ini adalah surat kedua rasul Paulus kepada Timoteus: AuDominus Jesus Christus cum spiritu tuoAy (= Tuhan Yesus Kristus bersama rohm. Tim 4:22. Gal 6:8. Flp 4:. Oleh karena itu, istilah Aucum spiritu tuoAy dipertahankan dalam teks liturgi karena ia sesuai dengan teks Kitab Suci dan telah digunakan selama berabad-abad sebagai tradisi. Martimort, berdasarkan komentar para Bapa Gereja, telah memberi kita informasi mengenai pemilihan rumusan Aucum spiritu tuoAy. Ia mengatakan bahwa AurohAy yang dimaksudkan di sini bukanlah roh atau jiwa yang ada di dalam diri Imam, melainkan Roh yang diterimanya melalui penumpangan tangan . ahbisan Jadi, di dalam nama Tuhan, umat merespon sapaan Allah ini. Inilah gambaran sebuah Gereja di mana Kristus adalah kepalanya, yang dilambangkan dalam diri Imam: Bdk. Martimort. La chiesa in preghiera. Introduzione alla liturgia, vol. II: LAoEucaristia, (Edisi bahasa Italia, ed. Cabi. , (Brescia: Queriniana, 20. , p. Penjelasan dan uraian mengenai salam ini juga dapat dilihat dalam P. Dacquino. AuI saluti liturgici nel nuovo rito della messaAy. Notitiae, vol. , pp. Ritus Pewartaan Injil dalam Misa (Christianus Wat. Dalam Missale Paulus VI, sesampainya di ambo atau mimbar. Diakon, dengan tangan terkatup . unctis manibu. ,73 menyampaikan salam kepada umat: AuDominus vobiscumAy, dan umat menjawab: AuEt cum spiritu tuoAy. (Missale Pius V):74 stans iunctis manibus dicit: V. Dominus vobiscum. Et cum spiritu tuo. (Missale Paulus VI):75 Postea diaconus, vel sacerdos [. ] dicit: V. Dominus vobiscum. Et cum spiritu tuo. TANDA SALIB: DI DAHI. MULUT. DADA Tidak ada perbedaan yang signiykan antara kedua Ordo ini. Dalam keduanya dikatakan bahwa sambil mengucapkan AuSequentia sancti evangelii. Ay76 atau AuLectio sancti evangelii. Ay (Inilah Injil suci. Diakon atau Imam membuat tanda salib dengan ibu jari kanan pada halaman Injil yang akan dibaca, kemudian pada dahi, mulut dan dadanya. 77 Aklamasi 73 Menurut Raffa, salam AuDominus vobiscumAy merupakan ungkapan yang bersifat multifungsi, yakni sebagai salam pertemuan (PUMR . dan juga salam perpisahan (PUMR . Karena itu, gerakan kedua tangan pada salam ini adalah terbuka . xtendens manu. Pada pembacaan Injil, gerakan kedua tangan pada salam ini adalah terkatup . unctis manibu. Gestur ini merupakan sebuah penegasan akan kehadiran Kristus, sebuah ajakan untuk berdoa dan mendengarkan Injil dengan seksama. tindakan iman kepada Pembicara Ilahi: Bdk. Raffa. Liturgia eucaristica. Mistagogia della messa, p. 74 MR . , p. 75 MR . , p. 76 Bdk. AuOrdo Romanus VAy, n. Penggunaan kata AuSequentiaAy mungkin pertama kali telah digunakan sekitar abad ke VII-Vi: Bdk. Righetti. Manuale di soria liturgica, vol. i: La messa, p. 77 Makna dari dari tanda salib ini tidak dijelaskan oleh Ordo Missae dan Institutio Generalis. Tentu saja ini mengacu pada Yesus Kristus yang telah mati di kayu salib dan yang Sabda-Nya diwartakan. Miralles mengatakan bahwa tanda salib ini mengekspresikan sebuah keinginan agar Sabda Kristus mendasari pikiran, perkataan, perasaan, yang menyatukan seseorang dengan Kristus. Menurut Raffa, tanda ini menekankan perjalanan Sabda Kristus dalam diri seseorang, di mana Sabda itu direnungkan dengan pikiran, diwartakan dengan mulut dan diresapkan di dalam hati: Bdk. Miralles. Teologia Liturgica dei Sacramenti, vol. I : Eucaristia, (Veritatem Inquirere . , (Roma: Edizione Santa Croce, 2. , p. Raffa. Liturgia eucaristica. Mistagogia della messa, p. DISKURSUS. Volume 20. Nomor 2. Oktober 2024: 238-273 Diakon ini ditanggapi dengan seruan AuGloria tibi DomineAy (Dimuliakanlah Tuha. Dalam Missale Paulus VI, aklamasi AuGloria tibi. DomineAy diucapkan oleh umat beriman, sedangkan dalam Missale Pius V tidak dikatakan dengan jelas. Ritus servandus hanya menerangkan bahwa dalam Misa privat tanggapan itu diucapkan oleh para pelayan . inistri responden. , sedangkan dalam Misa meriah tidak dikatakan apa-apa. (Missale Pius V):79 Pronuncians: Sequentia sancti euangelii secundum NA. Pollice dextre manus signat librum euangelii, deinde frontes, labia, et pectus et dum ministri respondent. Gloria tibi domine. (Missale Paulus VI):80 Diaconus, vel sacerdos: Lyctio sancti Evangylii secundum N. , et interim signat librum et seipsum in fronte, ore et pectore. Populus acclamat: Gloria tibi. Domine. PENDUPAAN KITAB INJIL Dalam Missale Pius V, sebelum membaca Injil. Diakon mengambil turibulum dari pelayan dan kemudian mendupai Kitab Injil sebanyak tiga kali, yakni di tengah, di kanan, dan di kiri. 81 Setelah itu, ia menyerahkan kembali turibulum kepada pelayan. Selama mendupai Kitab Injil. Diakon atau Imam tidak mengucapkan apa-apa. 78 Lihat AuRitus ServandusAy, in MR . , p. Meski tidak ada keterangan yang jelas. Mgr. Righetti, salah satu konsultor dari Consilium ad exsequendam Constitutionem de Sacra Liturgia, telah memberi kita informasi bahwa AuGloria tibi DomineAy adalah aklamasi yang diucapkan oleh umat beriman. Aklamasi ini merupakan sebuah tanggapan terhadap Injil, di mana di dalamnya Kristus sendiri yang hadir dan berbicara: Bdk. Righetti. Manuale di soria liturgica, vol. i: La messa, p. 79 MR . , p. 80 MR . , p. 81 Au[A] postea ter librum incensat, hoc est, in medio, a dexteris, et a sinistrisAy: AuRitus ServandusAy, in MR . , p. 82 Pada abad IX-XI, kita menemukan sebuah doa yang menyertai pendupaan. Doa ini dilakukan saat pendupaan dalam ritus pembuka dan ritus setelah penghormatan Injil. Meski ini bukan doa pendupaan untuk Kitab Injil, namun kita bisa melihat bahwa Ritus Pewartaan Injil dalam Misa (Christianus Wat. Ritus ini dilakukan dengan cara yang sama dalam Missale Paulus VI. Meski di sini tidak disebutkan secara detail mengenai ketiga arah pendupaan, namun Institutio Generalis menerangkan bahwa pendupaan Kitab Injil dilakukan dengan mengayunkan pedupaan ke depan dan ke belakang sebanyak tiga kali. 83 Dengan kata lain, ada dua kali ayunan turibulum yang dilakukan sebanyak tiga kali. (Missale Pius V):85 dum ministri respondent. Gloria tibi domine, incensat ter librum. (Missale Paulus VI):86 Populus acclamat: Gloria tibi. Domine. Deinde diaconus, vel sacerdos, librum, si incensum adhibetur, thuriycat, et Evangelium proclamat. AKLAMASI SETELAH PEMBACAAN INJIL Dalam Missale Pius V, setelah Imam selesai membaca Injil, para pelayan langsung menyerukan aklamasi AuLaus tibi ChristeAy (Terpujilah Kristu. Dalam Misa meriah . n Missa solemn. keterangan ini tidak ditemukan, baik dalam Missale maupun dalam Ritus servandus. Mungkin saja, dalam Missa meriah, aklamasi ini tetap diucapkan, tetapi hanya oleh pelayan atau bahkan oleh Imam saja. tindakan pendupaan juga disertai dengan doa. Dalam OM dari Amiens, doa itu berbunyi AuDirigatur. Domine oratio mea sicut incensum in conspectus tuoAy (Biarlah doaku terarah kepada-Mu ya Tuhan, seperti dupa di hadapan-M. : AuLAoOrdo Missae du Sacramentaire dAoAmiensAy, ed. Leroquais. Ephemerides Liturgicae 41 . Lihat juga Ordo Missae Sigebert dari Minden: AuCodex Helmstadiensis 1151Ay, ed. Pierce, 204. 83 Bdk. IGMR . , n. Dalam Caerimoniale Episcoporum, arah pendupaan diuraikan dengan jelas seperti di dalam Missale Pius V, yakni di tengah, di kiri, dan di kanan: Bdk. Caeremoniale Episcoporum . , n. 74 [Caeremoniale episcoporum ex decreto sacrosancti Oecumenici Concilii Vaticani II instauratum auctoritate Ioannis Pauli Pp. II promulgatum. Editio typica . Typis Polyglottis Vaticanis, . (Citty del Vaticano: LEV, 1. , n. 84 AuSe si utilizza lAoincenso, il Celebrante incensa il Vangelo che deve proclamare con due colpi di turibolo per tre volteAy: Bdk. Maranatha. AuRitus Pauli VIAy, in https://w. novusordo/02page. htm, . kses 02-08-2. 85 MR . , p. 86 MR . , p. 87 Brightman memberi informasi bahwa aklamasi ini diucapkan hanya oleh mereka yang DISKURSUS. Volume 20. Nomor 2. Oktober 2024: 238-273 Dalam Missale Paulus VI, setelah pembacaan Injil. Diakon atau Imam menyerukan aklamasi AuVerbum DominiAy (Demikianlah Sabda Tuha. 88 dan semua menjawab AuLaus tibi ChristeAy. (Missale Pius V):89 Quo ynito, respondent ministri: Laus tibi Christe. (Missale Paulus VI):90 Expleto Evangelio, diaconus, vel sacerdos acclamat: Verbum Domini. Omnes respondent: Laus tibi. Christe. MENCIUM INJIL SETELAH PEMBACAAN Dalam Missale Pius V, setelah Diakon selesai membaca Injil. Subdiakon, yang memegang Kitab Injil selama pembacaan, membawa Kitab itu kepada Imam yang berdiri di sudut kanan altar tempat pembacaan epistola . cornu epistola. 91 Kemudian Imam, menciumnya tepat pada halaman Injil yang telah dibaca oleh Diakon . sculatur principium Evangeli. 92 sambil mengatakan AuPer euangelica dicta deleantur nostra delictaAy93 . emoga melayani Misa. Praktek semacam ini muncul pada akhir abad pertengahan, sebab sebelumnya aklamasi ini diucapkan oleh kelompok Paduan suara: Bdk. Brightman. Liturgies eastern and western: I, (Oxford: Eastern Liturgies, 1. , p. 88 Dalam Praenotanda dari Ordo Lectionum Missae (Prakata-Tata Bacaan Mis. dikatakan bahwa aklamasi AuVerbum DominiAy (Demikianlah Sabda Tuha. boleh dinyanyikan oleh solis yang bukan pembaca Injil: Bdk. Ordo Lectionum Missae . , n. 18 [Missale Romanum ex decreto Sacrosancti Oecumenici Concilii Vaticani II instauratum auctoritate Pauli PP. VI promulgatum. Ordo Lectionum Missae. Editio typica altera. LEV. Citty del Vaticano 1981, n. 89 MR . , p. 90 MR . , p. 91 AuInterim celebrans stat iunctis minibus a cornu epistolae versus euangeliumAy: AuRitus servandusAy, in MR . , p. 92 Praktik mencium Injil sebagai tanda penghormatan sudah ada sejak abad VII/Vi: Lihat AuOrdo Romanus IAy, n. AuOrdo Romanus IVAy, n. AuOrdo Romanus VAy, n. AuOrdo Romanus VIAy, n. 93 Rumusan ini telah dimodiykasi sedemikian rupa sehingga menjadi lebih singkat dan Rumusan sebelumnya pada abad ke-XI berbunyi: AuPer istos sanctos sermons euangelii Domini nostril Ihesu Christe indulgeat nobis Dominus uniuersa peccata nostraAy: St. Gall Mass Orders (IV): Ms. Sangallensis 354, pp. 2-63Ay, ed. Witczak-D. Merz, p. AuCodex Helmstadiensis 1151Ay, ed. Pierce, 204. Ritus Pewartaan Injil dalam Misa (Christianus Wat. melalui pembacaan Injil, dosa-dosa kita dihapu. Setelah selesai mencium Kitab Injil. Imam didupai oleh Diakon sebanyak tiga kali. Dalam Missale Paulus VI, setelah selesai membaca Injil. Diakon atau Imam mencium Kitab Injil sambil berkata dalam hati: AuPer euangelica dicta deleantur nostra delictaAy. Jika yang memimpin Misa adalah Uskup, maka Diakon atau Imam dapat membawa Kitab Injil itu kepadanya untuk dicium, atau Diakon atau Imam sendiri yang menciumnya sambil mengucapkan dalam hati: AuPer euangelica dicta deleantur nostra delictaAy. Dalam Misa meriah, jika itu memungkinkan, setelah mencium Injil. Uskup memberkati umat dengan Kitab Injil. Tidak ada pendupaan untuk Imam atau Uskup setelah penciuman Injil. (Missale Pius V):95 Quo ynito. Subdiaconus defert librum sacerdoti, qui osculatur euangelium, dicens: Per euangelica dicta deleantur nostra delicta. Deinde a diacono sacerdos incensatur. (Missale Paulus VI):96 Deinde librum osculatur dicens secreto: Per evangelica dicta deleantur nostra delicta. PEMBERKATAN DENGAN KITAB INJIL OLEH USKUP Missale Pius V tidak menyediakan ritus ini. Pedoman mengenai pemberkatan Kitab Injil oleh Uskup hanya ditemukan dalam Missale Paulus VI, itu pun tidak tertulis di dalam Missale, melainkan di dalam Institutio Generalis. Di situ dikatakan bahwa Uskup, dalam Misa meriah, jika memungkinkan, dapat memberkati umat dengan Kitab Injil. (Missale Paulus VI)97 In celebrationibus sollemnioribus Episcopus, pro opportunitate, benedictionem cum Evangeliario populo impertit. 94 Terjemahan oleh penulis. 95 MR . , p. 96 MR . , p. 97 IGMR . , n. DISKURSUS. Volume 20. Nomor 2. Oktober 2024: 238-273 Pedoman mengenai hal ini baru saja dimasukkan ke dalam Institutio Generalis edisi ketiga, yakni tahun 2000 . ditio prae-typica terti. dan 2002 . ditio typica terti. , sedangkan pada dua edisi sebelumnya . ahun 1969/70 dan 1. aturan ini belum termuat. 98 Lalu mengapa ia dimasukkan ke dalam Institutio Generalis, dan bagaimana asal usulnya? Proses redaksi dari Institutio Generalis . mengenai hal ini tidak terlepas dari perjalanan panjang dari praktik pembacaan Injil dalam dua bahasa, yakni Yunani dan Latin. Dalam perayaan Misa Kepausan tertentu, seperti acara inaugurasi Paus, kanonisasi Santo Santa, dan perayaan-perayaan besar lainnya, kebiasaan untuk membacakan Injil dalam dua bahasa masih dilestarikan. Beberapa buku perayaan yang dicetak oleh kantor perayaan liturgi Kepausan menunjukkan bukti-bukti ini. Pada Mei 1970,99 saat perayaan kanonisasi Beato Yohanes dari Avilla, rubrik dalam buku perayaan memberi petunjuk bahwa setelah selesai pembacaan Injil dalam dua bahasa. Paus mencium Injil dan kemudian ia memberkati umat dengan Kitab itu. Verbum Domini R. Laus tibi. Christe / Parola del Signore R. Lode a te o Cristo. Ora il diacono greco proclama lo stesso brano in lingua greca. Il Santo Padre dopo avere baciato il vangelo benediry il popolo con il libro dei vangeli, e poi pronuncia lAoomelia. Pada tahun 1978, dalam Misa inaugurasi Paus Yohanes Paulus I, buku perayaan Misa yang dikeluarkan oleh kantor perayaan liturgi menerangkan hal yang sama mengenai pemberkatan dengan Kitab Injil. Diakon, setelah mewartakan Injil dalam bahasa Yunani, membawa Kitab itu 98 Untuk melihat perbadingan teks-teks Institutio Generalis dari seluruh edisi typica, silahkan melihat: M. Institutio Generalis Missalis Romani. Textus Ae Synopsis Ae Variationis, (MSIL . , (Citty del Vaticano: LEV, 2. , pp. 99 Menurut analisis Tichy, ini adalah perayaan pertama Misa Kepausan di mana pemberkatan dilakukan dengan Kitab Injil: Tichy. Proclamation de lAoyOvangile dans la messe en Occident, p. 100 Buku Perayaan Kepausan: Solenne canonizzazione del Beato Giovanni dAoAvila, 31 maggio 1970, (Citty del Vaticano: Tipograya Vaticana, 1. , p. Ritus Pewartaan Injil dalam Misa (Christianus Wat. kepada Paus untuk dicium. Lalu, setelah memberkati Diakon. Ia memberkati umat dengan Kitab itu sambil membuat gerakan salib. Il diacono greco proclama la stessa pericope evangelica in greco. [A] Il Santo Padre benedice il Diacono e con il Vangelo benedice il popolo tracciando un segno di croce. Pada tahun-tahun berikutnya . ntara 1979-1. beberapa perayaan di mana Injil dibacakan dalam dua bahasa tidak menggunakan pemberkatan dengan Kitab Injil. Baru pada tahun 1986 dan seterusnya, perayaan-perayaan Misa yang menggunakan Injil dalam dua bahasa selalu memasukkan ritus pemberkatan dengan Kitab Injil. Dalam Institutio Generalis 2000 . ditio prae-typica terti. dan 2002 . ditio typica terti. ritus ini kemudian dimasukkan sebagai sebuah pedoman Rubrik menjelaskan bahwa pemberkatan dengan Injil ini tidak wajib dilakukan . ro opportunitat. dan hanya berlaku untuk liturgi meriah yang dirayakan oleh Uskup. Sayangnya, belum ada studi yang mencoba untuk memberikan secara detail alasannya. Menurut penjelasan Tichy,103 setelah berkonsultasi dengan para penanggung jawab liturgi dari Kongregasi Ibadat Ilahi, para Uskup tampaknya telah meniru praktik yang ditemukan dalam liturgi Kepausan, dan rubrik yang tertulis dalam Institutio Generalis ini sebenarnya muncul untuk menanggapi praktik yang sudah lama meluas. Bahkan, para Imam juga mulai meniru para Uskup dan memberkati umat dengan Kitab Injil. 101 Buku Perayaan Kepausan: Messa celebrata dal Papa Giovanni Paolo I per lAoinizio del suo minister del supremo pastore. Piazza S. Pietro, 3 settembre 1978, (Citty del Vaticano: Tipograya Vaticana, 1. , pp. 102 Tichy. Proclamation de lAoyOvangile dans la messe en Occident, pp. 103 Tichy. Proclamation de lAoyOvangile dans la messe en Occident, p. DISKURSUS. Volume 20. Nomor 2. Oktober 2024: 238-273 PENYIMPANAN KITAB INJIL Ritus ini tidak dikatakan dalam Missale Pius V, baik dalam Missale maupun dalam Ritus servandus. Sebaliknya, dalam Missale Paulus VI, ritus ini diterangkan di dalam Institutio Generalis. Dikatakan bahwa setelah Uskup memberkati umat dengan Kitab Injil Ae atau dalam kasus tanpa Uskup Ae setelah Imam mencium Kitab Injil. Diakon membawa dan menempatkan Kitab itu di sebuah meja atau tempat lain yang telah disediakan dan layak. (Missale Paulus VI)104 Evangeliarium demum ad abacum vel alius locum aptum et dignum deferri Dari pedoman ini, jelas bahwa Kitab Injil tidak disimpan di sakristi seperti yang pernah digambarkan dalam Ordo Romanus VI,105 melainkan di meja atau di tempat lain yang telah disiapkan dan pantas . d locum Mengingat hal ini penting untuk diperhatikan. Paus Benediktus XVI, dalam Verbum Domini, menegaskan kembali apa yang telah diusulkan oleh para Bapa Sinode bahwa gereja-gereja hendaknya memiliki tempat khusus yang terlihat untuk menempatkan Kitab Injil, sehingga Kitab yang memuat Sabda Allah itu diperlihatkan, sekalipun di luar perayaan Misa dan tanpa mengabaikan tabernakel. KESIMPULAN Pewartaan Injil adalah puncak dari Liturgi Sabda, di mana Injil dianggap lebih mulia dari bacaan-bacaan lain, sebab melaluinya Kristus 104 IGMR . , n. 105 Dalam Ordo Romanus VI, segera setelah pembacaan Injil dan penghormatannya. Kitab itu disimpan di sakristi: Lihat AuOrdo Romanus VIAy, n. 106 Dalam Ordo Romanus I, tidak dikatakan di ruang mana Kitab itu harus diletakkan, tetapi hanya disebutkan bahwa ia diletakkan di tempatnya . d locum suu. atau di kotak khusus tempat penyimpanan Injil: Lihat AuOrdo Romanus IAy, n. 107 Bdk. Benediktus XVI. AuVerbum DominiAy, n. Acta Apostolica Sedis 102 . Ritus Pewartaan Injil dalam Misa (Christianus Wat. sendiri hadir dan berbicara kepada umat-Nya. 108 Oleh karena itu, sejak awal Gereja telah mengatur sedemikian rupa ritus untuk menghormati Injil, dan tetap melestarikannya hingga saat ini. Dalam proses evolusinya, ritus pewartaan Injil secara perlahan-lahan diperkaya dengan rubrik-rubrik yang sangat detail. Jauh sebelum Missale edisi pertama tahun 1570, ritus ini digambarkan dengan rubrik-rubrik yang sangat singkat dan sederhana, sehingga terkadang kita tidak memahami apa yang harus dilakukan. 109 Belum ada juga pada waktu itu Ritus servandus atau Institutio Generalis. Setelah Paus Pius V mempromulgasikan Missale 1570, kita memiliki rubrik-rubrik yang menerangkan dengan sangat detail ritus ini, sehingga memudahkan Imam untuk merayakan Misa. Dengan pembaruan liturgi KV II yang menekankan kebutuhan zaman dan peran aktif umat beriman,110 ritus pewartaan Injil dalam Missale Pius V ini diperbarui dan diatur sedemikian rupa sesuai maksud Gereja. 111 Hasilnya, ritus ini menampilkan wajah baru: rubrik-rubrik yang sebelumnya menekankan doa-doa yang diucapkan untuk menyertai tindakan Imam telah dihapus . isalnya, doa pada saat memberkati dup. doa imam di hadapan altar telah disederhanakan . akni doa Munda cor tempat pembacaan Injil tidak lagi di altar atau di sudut utara, melainkan di mimbar dan menghadap umat. saat menerima berkat. Diakon tidak lagi mencium tangan Imam melainkan hanya membungkuk. pendupaan Imam setelah pembacaan Injil telah dihapus. dan seterusnya. Dengan melakukan studi komparatif terhadap Missale Pius V dan Missale Paulus VI, kita memiliki gambaran mengenai harta Gereja Katolik Roma yang telah tersimpan dan digunakan selama berabad-abad 108 Bdk. IGMR . , n. 109 Bandingkan rubrik-rubrik dari ritus pewartaan Injil dalam beberapa Ordo Missae abad IX-XI, seperti Ordo Missae dari Amiens. Sankt Gallen. Reichenau: AuLAoOrdo Missae du Sacramentaire dAoAmiensAy, ed. Leroquais, 441. AuSt. Gall Mass Orders (I): Ms. Sangallensis 338, pp. 319-329Ay, ed. Witczak, 403-404. Ordo Missae de Reichenau, ed. Braganca. Didaskalia I . , pp. 110 Bdk. Sacrosanctum Concilium, nn. 14, 48. 111 Bdk. Sacrosanctum Concilium, n. DISKURSUS. Volume 20. Nomor 2. Oktober 2024: 238-273 dan masih terpelihara hingga saat ini. Meski ritus ini diungkapkan melalui dua bentuk Ordines Missae yang berbeda, tetapi ini tidak hendak mengatakan bahwa Gereja Katolik Roma menggunakan Audua ritusAy dalam merayakan Ekaristi, melainkan hanya satu ritus yang satu dan sama, yakni ritus Romawi. 112 Oleh karena itu, kedua Ordo Missae ini tidak dapat dipertentangkan atau bahkan diklaim sebagai salah satu yang lebih sakral daripada yang lain, karena Ordines ini telah disusun berdasarkan konteks zaman yang berbeda. Dengan Missale yang telah dipromulgasikan oleh Paus Paulus VI, maka Missale Paulus VI menjadi lex orandi . ata doa/cara berdo. yang baru bagi Gereja Katolik Roma, dan karena itu Missale ini menggantikan Missale Pius V. 113 Paus Fransiskus, dalam Traditionis Custodes tahun 2021, menegaskan kembali hal ini bahwa Missale Paulus VI yang baru itulah . ang telah direvisi kembali oleh Paus Yohanes Paulus II) yang harus digunakan sebagai satu-satunya lex orandi saat ini, dan bukan yang lain. Akhirnya, studi ini akan menjadi lengkap jika setiap unsur dari ritus ini dianalisis dan diperdalam guna menemukan makna teologisnya. Oleh karena itu, tema baru yang diusulkan untuk dikembangkan dari studi ini adalah analisis kritik dan hermeneutik terhadap teks-teks doa yang diucapkan selama ritus pewartaan Injil. 112 Bdk. AuLettera di Sua Santita Benedetto XVI ai Vescovi in occasione della pubblicazione della lettera Apostolica AuMotu Proprio DataAy Summorum Pontiycum sullAouso della liturgia Romana anteriore alla riforma effettuata nel 1970Ay, https://w. va/content/benedict-xvi/it/letters/2007/documents/hf_ben-xvi_let_20070707_lettera-vescovi. html, . kses 19-09-2. 113 Bdk. Paulus PP. VI. AuConsistorium Secretum . Ay, p. 114 Au[A] unica expressio Aulegis orandiAy Ritus Romani suntAy: Franciscus PP. AuLetterae Apostolicae Motu Proprio Datae. Traditionis Custodes. De usu librorum liturgicorum instaurationem Concili Vaticani II antecedentiumAy, https://w. va/content/ francesco/la/motu_proprio/documents/20210716-motu-proprio-traditionis-custodes. kses 06-08-2. Lihat juga teks dalam Indonesia: Traditionis Custodes. Surat Apostolik dalam bentuk Motu Proprio dari Bapa Suci Paus Fransiskus tentang penggunaan liturgi Romawi sebelum pembaruan tahun 1970, terj. Postinus Guly OSC (Jakarta: Departemen Dokumentasi dan penerangan KWI 2. , p. Ritus Pewartaan Injil dalam Misa (Christianus Wat. DAFTAR RUJUKAN Alkitab Biblia sacra iuxta vulgatam versionem, edd. Weber-R. Gryson-B. Fischer et . Deutsche Bibelgesellschaft. Stuttgart 52007. Liturgi Amalarius Metensis. AuEclogae de ordine romanoAy. In Amalarii episcopi opera liturgica omnia, t. 3, cap. 16, n. 1, ed. Hanssens (ST . Citty del Vaticano: BAV, 1950. Benediktus XVI. AuVerbum DominiAy. Acta Apostolica Sedis 102 . Caeremoniale episcoporum ex decreto sacrosancti Oecumenici Concilii Vaticani II instauratum auctoritate Ioannis Pauli Pp. II promulgatum. Editio typica . Typis Polyglottis Vaticanis, . Citty del Vaticano: LEV, 1984. AuCodex 300 de Bibl. Riccard. FlorenceAy. In Quellen und Forschungen zur Geschichte und Kunstgeschichte des Missale Romanum in Mittelalter. Iter Italicum, pp. 300-302, ed. Ebner. Graz: Akademische Druck-und Verlagsanstalt, 1957. AuCodex C 32 de Bibl. Vallicellana. RomaAy. In Quellen und Forschungen zur Geschichte und Kunstgeschichte des Missale Romanum in Mittelalter. Iter Italicum, pp. 339-340, ed. Ebner. Graz: Akademische Druckund Verlagsanstalt, 1957. AuCodex Helmstadiensis 1151Ay. In Sacerdotal Spirituality at Mass: Text and Study of the Prayerbook of Sigebert of Minden . , pp. 146-278, Pierce. (PhD dissertatio. Paris: Notre Dame, 1988. Honorius Augustodunensis. Sacramentarium, cap. 84, ed. Migne (PL Paris, 1854. Innocenzo i. Il Sacrosanto Mistero dellAoAltare (De sacro Altaris Mysteri. Fioramonti. Citty del Vaticano: LEV, 2002. AuInstitutio Generalis Missalis RomaniAy. In Missale Romanum ex decreto Sacrosancti Oecumenici Concilii Vaticani II instauratum auctoritate Pauli Pp. VI promulgatum, pp. Editio typica . Typis Polyglottis Vaticanis. Vaticano: LEV, 1970. AuInstitutio Generalis Missalis RomaniAy. In Missale Romanum ex decreto Sacrosancti Oecumenici Concilii Vaticani II instauratum auctoritate Pauli Pp. VI promulgatum Ioannis Pauli Pp. II cura recognitum, pp. Editio typica tertia 2000. Typis Vaticanis. Vaticano: LEV, 2002. DISKURSUS. Volume 20. Nomor 2. Oktober 2024: 238-273 AuKonstitusi Dogmatis Dei Verbum tentang Wahyu IlahiAy. In Dokumen Konsili Vatikan II. Terjemahan R. Hardawiryana, pp. Jakarta : Obor, 2002. AuKonstitusi Sacrosanctum Concilium tentang Liturgi SuciAy. In Dokumen Konsili Vatikan II. Terjemahan R. Hardawiryana, pp. Jakarta : Obor, 2002. AuLAoOrdo Missae du Sacramentaire dAoAmiensAy, ed. Leroquais. Ephemerides Liturgicae 41 . : 439-445. Messa celebrata dal Papa Giovanni Paolo I per lAoinizio del suo minister del supremo pastore. Piazza S. Pietro, 3 settembre 1978, ed. Ufycio delle celebrazioni liturgiche del sommo pontiyce. Citty del Vaticano: Tipograya Vaticana, 1978. Missale Franciscanum Regulae. Codicis VI. 38 Bibliothecae Nationalis Neapolinensis, ed. Przeczewski (MSIL . Citty del Vaticano: LEV. Missale Romanum. Editio Princeps . , edd. Sodi-A. Triacca. (Monumenta Liturgica Concilii Tridentini . Citty del Vaticano: LEV. AuMissale Romanum. Mediolani 1474Ay. In Tracts on the Mass, vol. I: Text. Lippe. London: Henry Bradshaw Society, 1899/1907. Missale Romanum ex decreto SS. Concilii Tridentini restitutum summorum pontiycum cura recognitum. Editio typica 1962, edd. Sodi-A. Toniolo. Monumenta Liturgica Piana 1. Citty del Vaticano: LEV, 2007. Missale Romanum ex decreto Sacrosancti Oecumenici Concilii Vaticani II instauratum auctoritate Pauli Pp. VI promulgatum. Editio typica . Typis Polyglottis Vaticanis. Vaticano: LEV, 1970. Missale Romanum ex decreto Sacrosancti Oecumenici Concilii Vaticani II instauratum auctoritate Pauli Pp. VI promulgatum. Editio typica . Typis Polyglottis Vaticanis. Vaticano: LEV, 1971. Missale Romanum ex decreto Sacrosancti Oecumenici Concilii Vaticani II instauratum auctoritate Pauli Pp. VI promulgatum. Editio typica altera . Typis Polyglottis Vaticanis. Vaticano: LEV, 1975. Missale Romanum ex decreto Sacrosancti Oecumenici Concilii Vaticani II instauratum auctoritate Pauli Pp. VI promulgatum Ioannis Pauli Pp. cura recognitum. Editio typica tertia 2000. Typis Vaticanis. Vaticano: LEV, 2002. Missale Romanum ex decreto Sacrosancti Oecumenici Concilii Vaticani II in- Ritus Pewartaan Injil dalam Misa (Christianus Wat. stauratum auctoritate Pauli Pp. VI promulgatum Ioannis Pauli Pp. cura recognitum. Editio typica tertia emendata 2008. Typis Vaticanis. Vaticano: LEV, 2008. Missale Romanum ex decreto Sacrosancti Oecumenici Concilii Vaticani II instauratum auctoritate Pauli PP. VI promulgatum. Ordo Lectionum Missae. Editio typica altera. Citty del Vaticano: LEV, 1981. AuMisteri Ekaristi (Eucharisticum Mysteriu. Ay. In Bina Liturgia. Bunga rampai liturgi . D), ed. Komisi Liturgi KWI. Jakarta: Obor, 1987. AuOrder of The Mass according to the use of the Roman Church . before 1227Ay. In The Ordinal of the Papal court from Innocent i to Boniface Vi and related documents, pp. 493-505, ed. Van Dijk. Fribourg Switzerland: The University Press, 1975. Ordo Missae de Reichenau, ed. Braganca. Didaskalia I . : 151-152. AuOrdo Missae Ioannis BurckardiAy. In Tracts on the Mass, pp. 119-178, ed. Legg London: Henry Bradshaw Society, 1904. AuOrdo Romanus IAy. In Les Ordines Romani du Haut Myyen Cge, t. Les textes (Ordines I-X. , pp. 68-108, ed. Andrieu (SSLED . Louvain: SSLA, 1960. AuOrdo Romanus VAy. In Les Ordines Romani du Haut Myyen Cge, t. Les textes (Ordines I-X. , pp. 207-227, ed. Andrieu (SSLED . Louvain: SSLA, 1960. AuOrdo Romanus VIAy. In Les Ordines Romani du Haut Myyen Cge, t. Les textes (Ordines I-X. , pp. 239-250, ed. Andrieu (SSLED . Louvain: SSLA, 1960. AuOrdo Romanus IXAy. In Les Ordines Romani du Haut Myyen Cge, t. Les textes (Ordines I-X. , pp. 327-336, ed. Andrieu (SSLED . Louvain: SSLA, 1960. AuOrdo Romanus XIXAy. In Les Ordines Romani du Haut Myyen Cge, t. Les textes (Ordines XIV-xIV), pp. 217-227, ed. Andrieu (SSLED Louvain: SSLA, 1951. Paulus PP. VI. AuConsistorium Secretum . Ay. Acta Apostolica Sedis 68 . : 369-379. Pedoman Umum Misale Romawi. Terjemahan Komisi Liturgi KWI . pprobatio oleh KWI tahun 2. Ende: Nusa Indah, 20092. AuRitus servandusAy. In Missale Romanum. Editio Princeps . , pp. 12-13, Sodi-A. Triacca. (Monumenta Liturgica Concilii Tridentini Citty del Vaticano: LEV, 20122. DISKURSUS. Volume 20. Nomor 2. Oktober 2024: 238-273 Sacra Ritum Congregatio. AuDecretum APreces Eucharisticae et PrafationesA . Ay. Notitiae 4 . : 156. Sacra Ritum Congregatio. AuInstructio altera ad exsecutionem Constitutionis de sacra Liturgia recte ordinandam ATres abhinc annosA . Maii 1. Ay. Acta Apostolica Sedis 59 . : 442-448. Sacra Congregatio Rituum. AuInstructio de cultu Mysterii Eucharistici . Ay. Acta Apostolicae Sedis 59 . : 539-573. Sacra Ritum Congregatio. AuInstructio prima ad exsecutionem Constitutionis de sacra Liturgia recte ordinandam AInter OecumeniciA . Ay. Acta Apostolica Sedis 56 . : 877-900. Solenne canonizzazione del Beato Giovanni dAoAvila, 31 maggio 1970, ed. Ufycio delle celebrazioni liturgiche del sommo pontiyce. Citty del Vaticano: Tipograya Vaticana, 1970. AuSt. Gall Mass Orders (I): Ms. Sangallensis 338, pp. 319-329Ay, ed. Witczak. Ecclesia Orans 16 . : 393-410. AuSt. Gall Mass Orders (IV): Ms. Sangallensis 354, pp. 2-63Ay, ed. Witczak-D. Merz. Ecclesia Orans 28. Roma: Pontiycio Ateneo S. Anselmo, 2011: 202-224. Stephanus de Balgiaco. De sacramento altaris, cap. 12, ed. Migne (PL Paris, 1854. Tata Perayaan Ekaristi. Terjemahan Konferensi Waligereja Indonesia. Jakarta: Obor, 2021. Traditionis Custodes. Surat Apostolik dalam bentuk Motu Proprio dari Bapa Suci Paus Fransiskus tentang penggunaan liturgi Romawi sebelum pembaruan tahun 1970. Terjemahan Postinus Guly OSC. Jakarta: Departemen Dokumentasi dan penerangan KWI, 2021. AuVetus MissaAy. In Ex Codex Ratoldi abbatis Corbeinsis, pp. 239-245, ed. Migne (PL . Paris, 1862. Studi Barba. Il Messale Romano. Tradizione e progresso nella terza edizione tipica. (MSIL . Citty del Vaticano: LEV, 2004. ________. Il Messale Romano. Sviluppi dopo la terza edizione emendata. Monopoli: Edizioni Viverein, 2023. ________. Institutio Generalis Missalis Romani. Textus Ae Synopsis Ae Variationis, (MSIL . Citty del Vaticano: LEV 2006. ________. Missale Romanum. Processi evolutivi nella terza edizione emendata Ritus Pewartaan Injil dalam Misa (Christianus Wat. Monopoli: Edizioni Viverein, 2015. Brightman. Liturgies eastern and western: I. Oxford: Eastern Liturgies. Folsom. The Liturgical Books of the Roman Rite. A guide to the study of their typology and history, vol. 1: Books for the Mass. (Ecclesia Orans. Studi e Ricerche/. Napoli: Editrice Dominicana Italiana, 2023. Jungmann. Missarum sollemnia. Origini, liturgia, storia e teologia della messa romana, vol. Edizione anastatica. Milano: Ancora, 2004. Martimort. La chiesa in preghiera. Introduzione alla liturgia, vol. II: LAoEucaristia. dizione Italiana a cura di A. Biazz. Brescia: Queriniana, 20083. Miralles. Teologia Liturgica dei Sacramenti, vol. I : Eucaristia, (Veritatem Inquirere . Roma: Edizione Santa Croce, 2022. Raffa. Liturgia eucaristica. Mistagogia della messa: dalla storia e dalla teologia alla pastorale pratica. Nuova edizione ampiamente riveduta e aggiornata secondo lAoeditio typica tertia del Messale Romano. Roma: CLV-Ed. Liturgiche, 2003. Righetti. Manuale di soria liturgica, vol. i: La messa. Commento storico-liturgico alla luce del consilio Vaticano II. Milano: Ancora, 19643. Tichy. Proclamation de lAoyOvangile dans la messe en Occident: Rituality, histoire, comparison, thyologie. (Studia Anselmiana 168. Analecta Liturgica . Roma: Pontiycio Ateneo S. Anselmo, 2016. Watu. AuPembacaan kembali Traditionis Custodes Paus Fransiskus terhadap penggunaan Missale Romanum 1962. Sebuah tinjauan Liturgis-Eklesiologis dalam terang reformasi Konsili Vatikan IIAy. Jurnal Ledalero, vol. 22, n. : 220-240. Internet Benedetto XVI. AuLettera di Sua Santita Benedetto XVI ai Vescovi in occasione della pubblicazione della lettera Apostolica AuMotu Proprio DataAy Summorum Pontiycum sullAouso della liturgia Romana anteriore alla riforma effettuata nel 1970Ay, https://w. va/content/ benedict-xvi/it/letters/2007/documents/hf_ben-xvi_let_20070707_lettera-vescovi. html, . kses 19-09-2. Franciscus PP. AuLetterae Apostolicae Motu Proprio Datae. Traditionis Custodes. De usu librorum liturgicorum instaurationem Concili Vaticani II antecedentiumAy, https://w. va/content/francesco/ la/motu_proprio/documents/20210716-motu-proprio-traditionis-custo- DISKURSUS. Volume 20. Nomor 2. Oktober 2024: 238-273 html, . kses 06-08-2. Kitab Suci, https://w. id/alkitab. php?k=kid&b=4&a1=1&a2=30, . kses 07-08-2. Maranatha. AuRitus Pauli VIAy, in https://w. it/novusordo/02page. htm, . kses 02-08-2.