MEMAHAMI POLA KOMUNIKASI KELOMPOK ANTAR ANGGOTA KOMUNITAS PUNK DI KOTA SEMARANG Aditya Oktendy Saputra . oysfactoryrunner@yahoo. (Alumni Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Semaran. Abstract Communications between members of the community in Semarang City Punk and How to use the Punk communication media in the city of Semarang by its members, in order to maintain harmony among communities. The population in this study were community members who live in areas Punk Genuk in the city of Semarang. While as many as 5 samples taken by the informant in-depth interview technique . The pattern of communication is known that a person's personality represents a real community members. the Punk community to gain acceptance from other members, an individual is forced to follow the pattern of communication other community members, so that communication patterns can be understood by everyone or is universal. And by using various social networking Punk community members can communicate with their comrades from other communities to get out of town, in order to maintain the relationship, strengthen kinship and closeness even though they do not have long to meet. Keywords: Group communication. Punk community. The pattern of communication. pandangan yang sama terhadap tindakan PENDAHULUAN Pada awal kemunculannya. Punk merupakan sebuah gerakan perlawanan sewenang-wenang para pemilik modal. yang dilakukan oleh sekelompok buruh Dengan menganut prinsip Do It di Inggris yang tidak puas dengan Yourself Equality, sistem sosial yang berlaku pada saat itu yang mengelompokkan masyarakat menjadi budaya penentang tersebut menjadi dua golongan, yaitu kaum Punk pengusaha . emilik moda. dan kaum . net / 10 Mei 2011 Ketidakpuasan para buruh 00 WIB). terutama diakibatkan oleh perlakuan Pergerakan Punk di Indonesia telah masyarakat kelas pengusaha terhadap sejak tahun 1970-an tetapi baru kelas pekerja. Kesenjangan sosial yang benar-benar meledak pada tahun 1990terjadi dan eksploitasi yang dilakukan Hal ini disebabkan oleh ekspos kaum pengusaha terhadap kaum buruh media massa terhadap komunitas Punk menimbulkan perasaan senasib diantara yang baru terjadi pada pertengahan para buruh dan kemudian melahirkan 1990-an dan kemudian mengubah sebuah pergerakan yang menentang pergerakan resistensi radikal menjadi sistem kapitalisme. Pergerakan tersebut sebuah budaya trend global dari komunitas yang anggotanya terdiri atas THE MESSENGER. Volume IV. Nomor 1. Edisi Januari 2012 Disebut demikian karena, sekarang anak-anak muda yang mengikuti pergerakan Punk hanya sebatas penampilan luarnya saja dan tidak tahu apapun mengenai Punk itu sendiri kecuali anarkisme yang sering identik dengan komunitas Punk. Padahal, anarki menurut Punk adalah anarki dalam cara berpikir dan bagaimana Punk bisa melakukan pemberontakan dengan cara sendiri. Menurut Yasraf Amir Piliang dalam Beyond the Barbed Wire . punk lahir tanpa subtansi sejak awal. Ia tidak lahir dari sebuah bentuk resistensi, melainkan dari sebuah kerinduan akan sebuah bentuk representasi baru saat merepresentasikan diri kita lagi. Maka tidak mengherankan apabila hal-hal yang subtansial baru hadir bertahun-tahun setelah punk dikenal secara musikal dan dalam konteks . 007/11/26/kekuatan-opresif-kelompokmayoritas/. 10 Mei 2011 pukul 23. WIB). Terkait dengan sejarah pergerakan Punk. Punk mereka melalui simbol-simbol yang sampai sekarang tetap melekat dan menjadi identitas dari komunitas Punk di seluruh pelosok wilayah. Simbolsimbol tersebut dituangkan melalui gaya hidup, cara berpakaian dan jenis musik yang dimainkan oleh anak-anak Punk. Cara berpakaian anak-anak Punk yang cenderung lusuh dan terlihat menyeramkan karena berbagai macam aksesori yang tidak biasa digunakan oleh anak-anak muda pada umumnya berhubungan erat dengan sejarah awal pergerakan Punk. Bukan karena keinginan untuk tampil beda dan untuk menarik perhatian saja. Simbol-simbol tersebut antara lain sepatu boots Doc Mart yang melambangkan kaum buruh itu sendiri sebagai penggagas pergerakan Punk, sedangkan celana jins ketat yang panjangnya di atas mata kaki dengan jas dan dasi yang sering dikenakan oleh para Rude Boy . omunitas Ska/Tuton. dimaksudkan untuk menyindir kaum Borjouis. Gaya rambut Mohawk, safety pin, kalung anjing dan gelang spike melambangkan perlawanan terhadap kemapanan dan modernisasi. Komunitas Punk lahir di jalanan dan anggota dari komunitas tersebut juga merupakan orang-orang jalanan, maka tempat berkumpul anak-anak Punk adalah di jalan. Tempat yang biasa digunakan untuk berkumpul . alam istilah komunitas Punk disebut sebagai nye-treet, diambil dari kata street yang berarti jala. adalah di perempatan jalan dan sekitar pinggiran pusat keramaian, dimana mereka juga mencari uang dari Semarang, perempatanperempatan jalan yang sering digunakan untuk nye-treet antara lain di lampu merah Genuk Sayung, ruko pertokoan dekat masjid Panut lampu merah Palebon Pedurungan. Depan McD Mall Ciputra (Total Spike/TS), serta Taman Singosari yang biasa disebut Tamsing depan Wonderia. Berdasarkan lokasi nye-treet tersebut maka muncul istilah Punk Cah Genuk. Punk Cah Tamsing. Punk Cah Palebon atau pun Punk Cah TS/Total Spike. Penamaan komunitas Punk di masing-masing daerah tersebut bukan dimaksudkan sebagai pembatas atau tindakan pengkotak-kotakan komunitas sebab pada dasarnya anak-anak Punk yang ada di scene Semarang adalah orang-orang yang sama apa pun sebutannya dan menjadi satu komunitas. Pemberian nama itu hanya untuk memudahkan dalam mengidentifikasi THE MESSENGER. Volume IV. Nomor 1. Edisi Januari 2012 lokasi yang menjadi tempat nye-treet anak-anak Punk. Dalam kehidupannya anak-anak Punk yang mempunyai kegiatan nyetreet tersebut sering dikenal dengan istilah AoStreet PunkAo. Dalam pergerakan Punk terdapat berbagai macam jenis Punk dengan aliran musik yang Namun, inti dari pergerakan Punk itu sendiri apa pun jenis alirannya adalah sama yaitu AoDo It YourselfAo. Idealisme tersebut seolah menjadi sebuah harga mati bila ingin ikut ke dalam komunitas Punk dan masuk menjadi anggota komunitas Punk. Dari idealisme tersebut, para anggota Punk melalui fashion, life style dan terutama melalui musik. Punk dan musik adalah satu Karena kebanyakan anakanak Punk adalah musisi maka gerakan yang paling dominan adalah melalui musik, yaitu dengan mengusung genre musik indie label atau underground. Musik dengan irama bertempo cepat dan suara gitar berdistorsi kasar serta syair lagu yang penuh dengan kritik sosial merupakan ciri dari musik dalam komunitas Punk. Musik menjadi media komunikasi Punk menyampaikan protes mereka terhadap tatanan sosial masyarakat. Selain itu, musik dengan syair-syair lagu yang sarat dengan kritik sosial politik dapat menjadi sarana pendidikan politik yang ampuh bagi anggota komunitas Punk. Tetapi, lirik lagu yang dimainkan oleh band-band Punk tidak hanya bertema sosial politik saja, ada juga yang mengangkat tema mengenai kehidupan sehari-hari anak-anak Punk. Bentuk komunikasi yang terjadi di dalam komunitas Punk di Semarang adalah melalui newsletter, pamflet underground, event musik serta kegiatan nye-treet yang biasanya memakan waktu hingga berjam-jam dan dilakukan setiap hari terutama pada Sabtu malam. Kegiatan nye-treet yang sering dilakukan oleh anak-anak Punk menjadi sarana paling efektif untuk berdiskusi, saling bertukar informasi ataupun sebagai sarana sosialisasi pergerakan Punk untuk para Poser . rang yang tertarik dengan pergerakan Punk namun bukan seorang anggota Pun. dan sarana publikasi acara musik yang akan diadakan oleh komunitas Punk di daerah tertentu. Pada saat nye-treet tersebut, anakanak Punk biasanya berdiskusi seputar isu-isu yang terjadi di masyarakat maupun di dalam komunitasnya sendiri dan saling bertukar informasi berupa news letter, zine, kaset, literatur, majalah maupun pamflet acara musik Pertukaran informasi yang terjadi tersebut biasanya menjadi sarana sosialisasi pergerakan Punk bagi anggota komunitas Punk yang baru bergabung dan ingin mengetahui lebih dalam mengenai Punk dan idealismenya. Berawal dari kegiatan nye-treet tersebut sering kali penyelenggaraan event-event musik Punk. Sampai saat ini, event musik yang komunitas Punk Semarang, antara lain AuJava DisorderAy. AuSemarang Bernyanyi BersamaAy (SBB). AuAyo SeduluranAy . ang bekerja sama dengan komunitas Punk dari Ambaraw. , dsb. Proses pelaksanaan event-event musik atau biasa disebut AuGigsAy tersebut biasanya bermula dari gagasan beberapa orang anak Punk yang sedang nye-treet kemudian dikembangkan menjadi sebuah rapat besar yang melibatkan anggota komunitas Punk di Semarang melalui perwakilan dari masing-masing wilayah (Punk Cah genuk. Punk Cah Tamsing. Punk TS. THE MESSENGER. Volume IV. Nomor 1. Edisi Januari 2012 ds. Setelah melalui beberapa kali pertemuan dan tercapai kesepakatan masing-masing biasanya akan membantu panitia dengan memberikan donasi berupa uang hasil kolektifan dari masing-masing scene maupun alat-alat musik. Kegiatan-kegiatan seperti itulah yang memperkuat solidaritas dan menjadi media komunikasi bagi anggota komunitas Punk Kota Semarang. Namun, seiring dengan perkembangan jenis media serta kemajuan di bidang teknologi, anak-anak Punk Semarang saling berinteraksi dan berkomunikasi dengan anggota komunitas Punk di kota lainnya melalui internet. Kegiatan komunikasi yang dilakukan antara lain dengan saling mengirim email, diskusi melalui mailing list ataupun mengakses situs dan zine komunitas Punk di wilayah tertentu com/innergarden_zine. Melalui internet, interaksi anggota komunitas Punk baik lokal Kota Semarang. Nasional, internasional semakin terjalin dengan baik dan menambah pengetahuan bagi masing-masing anggota komunitas. Penelitian ini hanya akan meneliti pola komunikasi yang terjadi diantara anggota komunitas Punk di Kota Semarang, bukan pola komunikasi dengan orang awam yang bukan dari dalam komunitas bahkan di luar Berdasarkan gagasan-gagasan pada latar belakang di atas, maka poin-poin permasalahan yang ingin diteliti adalah: Bagaimana pola komunikasi yang dilakukan antara anggota komunitas Punk di Kota Semarang ? Bagaimana pemanfaatan media komunikasi Punk di Kota Semarang oleh anggotanya, dalam rangka TINJAUAN PUSTAKA Teori pertama yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori fungsional, yaitu dalam komunikasi kelompok memandang proses sebagai sebuah instrumen dimana kelompok membuat keputusan, menekankan hubungan antar kualitas komunikasi dan hasil dari kelompok (Barker, 1994 . Komunikasi melakukan sejumlah hal atau fungsi dengan banyak cara untuk menentukan hasil kelompok. Ini adalah sarana untuk berbagi informasi, cara anggota kelompok menyelidiki dan kerusakan dalam pikiran, dan sebuah cara persuasi (Simon, 1976. Walaupun metode penelitian digunakan untuk mempelajari fungsi kelompok mirip dengan semua yang dilihat dalam tradisi psikologi sosial, kita telah meletakannya disini, dalam sosial budaya, karena memiliki hubungan yang kuat dengan tradisi sosial budaya yang lebih besar yang melihat bagaimana kelompok bekerja. Pendekatan fungsional telah sangat prakmatik dalam kelompok diskusi Ini berdasarkan dari penelitian kinerja oleh filsuf John Dewey, sejak mempublikasikan AyHow We ThinkAy pada tahun 1910, yang sangat prakmatik abad ke-20. Versi Dewey dalam proses pemecahan masalah . penganalisis masalah. membandingkan alternatif dan menguji mereka dengan tujuan dan kriteria yang berlawanan. THE MESSENGER. Volume IV. Nomor 1. Edisi Januari 2012 mengamalkan solusi yang terbaik. Teori dari tradisi fungsional menyebut cara yang mempengaruhi tiap-tiap elemen ini (Little John, 2009: . Dalam media komunitas terdapat peranan dari orang lain yang mempengaruhi pola pikir kita, dan itu berada di dalam kelompok dimana kita juga menjadi anggotanya, besar atau kecil, formal atau informal. Kelompok orang ini bisa mempunyai dampak yang besar pada cara kita menerima pesan. Keanggotaan menciptakan sikap prasangka yang sulit Berikut ini adalah jenis-jenis yang paling Kelompok Primer . rimary grou. adalah sebuah kelompok . ua orang perkumpulan yang anggotanya bertemu langsung dengan akrab selama jangka waktu yang lama. Kelompok Acuan . efference grou. adalah sebuah kelompok yang dikenali dan digunakan sebagai standar acuan namun tidak mesti dimiliki. Kelompok Kasual . asual grou. adalah sekelompok orang yang terbentuk satu kali saja dan anggota kelompok tersebut tidak saling mengenali satu sama lainya sebelum mereka berkumpul. (Severin, 1990: Dalam komunitas Punk terdapat juga media yang mereka gunakan untuk berkomunikasi antara anggota satu dengan yang lain baik itu dalam satu komunitas maupun beda komunitas dengan tempat yang berbeda pula. Mereka biasanya menggunakan media informasi berupa news letter, zine, kaset, literatur, majalah maupun pamflet acara musik terbitan underground. Pertukaran informasi yang terjadi tersebut biasanya menjadi sarana sosialisasi pergerakan Punk bagi anggota komunitas Punk yang baru bergabung dan ingin mengetahui lebih Punk bahkan mereka juga menggunakan media yang lebih moderen lagi seperti internet. Meskipun mereka banyak hidup di jalanan, mereka juga mempunyai akun Facebook bahkan hingga MySpace. Dengan menggunakan media tersebut lah para Punk berkomunikasi dan berbagi pesan atau saling menyapa dengan kawan-kawan mereka dari komunitas lain hingga keluar daerah bahkan luar pulau. Media massa jelas terkait dengan kultur karena melalui media massa itulah orang-orang kreatif punya tempat yang cepat. Meski media punya potensi menyebarluaskan karya kreatif terbaik dari pikiran dan jiwa manusia, beberapa krirtikus mengatakan media sangat obsesif terhadap subjek-subjek trendi, yang kadang menggelikan. Para kritikus ini juga menemukan kesalahan serius dalam perhatian media terhadap kultur pop, karena kultur pop dianggap tidak mengandung isi yang signifikan. (Marshall Mcluhan, 1998: . Teori pemikiran kelompok adalah sebuah hasil langsung terhadap kepaduan kelompok yang telah dibahas beberapa bagian oleh Kurt Lewin pada tahun 1930-an dan semenjak dilihat Kepaduan . adalah tingkatan minat ganda diantara anggota kelompok. Dalam sebuah kelompok yang sangat padu, sebuah identifikasi ganda menjaga sebuah kelompok bersamasama. Dan juga kepaduan adalah sebuah hasil dari tingkatan yang semua anggota merasa bahwa tujuan mereka dapat tercapai dalam golongan. Ini tidak membutuhkan anggota yang memiliki sikap yang sama, namun anggota yang menunjukan sebuah tingkatan saling ketergantungan, bersandar pada satu sama lain untuk meraih tujuan yang Semakin kelompok padu. THE MESSENGER. Volume IV. Nomor 1. Edisi Januari 2012 tekanan akan lebih mendesak anggota untuk menjaga kepaduan tersebut (Little John, 2009: . Demikian penting kedudukan teori khususnya dalam suatu kegiatan penelitian, sehingga hampir tidak ada sesuatu yang tidak berangkat dari teori dengan satu atau beberapa fungsinya. Kemudian sebuah teori diarahkan untuk . timbul regularitas alam, dengan demikian teori harus memuat pertanyaan tentang mekanisme tertentu, serta hubungan antar variabel dalam fenomena yang diselidiki (Kaplan dan Manners, 2002: . Dalam penelitian kualitatif teori yang dikembangkan dimulai dilapangan studi dari data yang terpisah-pisah dan atas bukti-bukti yang terkumpul serta saling berkaitan. Penekanannya pada proses analisis induktif, sehingga penelitian yang Ayempirico inductive researhAy (Sutopo, 2002: . Komunikasi dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada satu penerima atau lebih dengan maksud mengubah perilaku. Dalam pengoperan . ide, gagasan, lambang, dan di dalam proses itu melibatkan orang lain. Harold D Lasswell menyatakan bahwa cara yang baik untuk menggambarkan komunikasi menyatakan apa dengan saluran apa kepada siapa dan efeknya bagaimana. (Marhaeni Fajar, 2009: . Menurut Hafied Changara . , terjadinya proses komunikasi ini karena menginterpresentasikan sebuah objek dan pikirannya. Objek tersebut bisa berbentuk benda, informasi, alam, peristiwa, pengalaman, atau fakta yang dianggap berarti bagi manusia. Berbagai objek tersebut bisa terjadi pada diri sendiri dan diluar diri sendiri. Untuk selanjutnya objek itu diberi arti, pengalaman yang berpengaruh pada sikap dan perilaku seseorang. Oleh karena itu masing-masing orang berbeda dalam memberi interpretasi dan kepekaan diri, maka masingmasing orang berbeda pula dalam proses penentuan tindakan apa yang akan dilakukan. Apabila diaplikasikan secara benar komunikasi akan mencegah dan menghilangkan konflik antarpribadi, antarkelompok, antarsuku, antarbangsa, dan antarras. Hakikat komunikasi adalah proses penyampaian pesan dengan dengan menggunakan bahasa sebagai penyalurnya. Komunikasi berlangsung dalam berbagai tingkat kesengajaan untuk meraih tujuan dari komunikasi sendiri. Tujuan tersebut antara lain, mengubah sikap, opini, perilaku, dan mengubah masyarakat. Dimana dari tujuan tersebut dapat dilihat bahwa komunikasi tersebut memang berlangsung dari kesengajaan di mana fungsi dari komunikasi itu sendiri, menginformasikan, mendidik, (Marhaeni Fajar, 2009: . Guna mencapai kunci sukses suatu komunikasi perlu diperhatikan prinsip komunikasi yang efektif yakni, jenis publik yang menjadi sasaran, susunan pesan yang tepat dan mudah dipahami, serta saluran apa yang sesuai dengan sifat publik yang dituju (Marhaeni Fajar, 2009: . Dalam kegiatan berkomunikasi efek atau perubahan diharapkan terjadi bukan saja pada seseorang, melainkan kepada orang banyak atau masyarakat. Khalayak penerima yang terdiri dari banyak orang menjadi sasaran pesan THE MESSENGER. Volume IV. Nomor 1. Edisi Januari 2012 Masing-masing orang mempunyai perbedaan dalam mengaktualisasikan Oleh karena itu, dalam komunikasi dikenal dengan pola-pola tertentu sebagai manifestasi perilaku manusia dalam berkomunikasi. Pola komunikasi dibagi menjadi empat, komunikasi publik dan komunikasi Komunikasi kelompok mempunyai tujuan dan organisasi . eskipun tidak selalu forma. dan melibatkan interaksi diantara anggota-anggotanya. Jadi, ada dua tanda kelompok secara psikologis Anggota-anggota kelompok merasa terikat dengan kelompok . da sense of belonging, yang tidak dimiliki orang yang bukan anggot. Nasib anggota-anggota bergantung, sehingga hasil setiap orang terkait dalam cara tertentu dengan hasil yang lain. Ada empat faktor situasional yang mempengaruhi efektifitas komunikasi kelompok adalah, ukuran kelompok, jaringan komunikasi, kohesi kelompok. Seperti halnya tindakan komunikasi, peranan yang dimainkan emosional yang baik, atau hanya mementingkan kepentingan individu saja (Riswandi, 2008: 120-. Komunikasi merupakan alat utama dalam kehidupan sosial manusia. Dewasa ini komunikasi tidak hanya menyangkut satu orang ke orang lainnya melainkan melibatkan khalayak yang banyak dan di berbagai daerah yang berbeda yang kemudian disebut sebagai komunikasi massa. Dalam komunitas Punk terdapat juga media-media yang mereka gunakan untuk berkomunikasi antara anggota satu dengan yang lain baik itu dalam satu komunitas maupun beda komunitas dengan tempat yang berbeda pula. Mereka biasanya menggunakan media Meskipun mereka banyak hidup di jalanan, mereka juga mempunyai akun Facebook bahkan hingga MySpace. Dengan menggunakan media tersebut lah para anggota komunitas Punk dapat berkomunikasi dan berbagi pesan atau saling menyapa dengan kawan-kawan mereka dari komunitas lain hingga keluar daerah bahkan luar pulau. Menurut Dennis McQuail ciri utama komunikasi massa adalah sumber komunikasi massa bukanlah satu orang melainkan suatu organisasi formal, dan Ausang pengirim-nyaAy merupakan komunikatornya. Pesannya tidak unik dan beraneka ragam, serta dapat diperkirakan. Hubungan antara pengirim dan penerima bersifat satu arah dan jarang sekali bersifat interaktif. Hubungan tersebut bersifat impersonal, bahkan mungkin seringkali bersifat non-moral dan kalkulatif, dalam pengertian bahwa sang pengirim biasanya tidak bertanggungjawab atas konsekuensi yang terjadi pada para individu dan pesan yang diperjual belikan dengan uang atau ditukar dengan perhatian tertentu (McQuail, 1987: 34-. Ada beberapa sifat yang melekat dalam komunikasi masa dan sekaligus komunikasi yang lainnya. Sifat yang komunikator, sifat pesan, sifat media massa, sifat komunikan, sifat efek, dan sifat umpan balik (Marhaeni Fajar, 2009: . METODE PENELITIAN Bentuk dan Strategi Penelitian Bentuk dan strategi penelitian yang berjudul Memahami Pola Komunikasi Kelompok Antar Anggota Komunitas THE MESSENGER. Volume IV. Nomor 1. Edisi Januari 2012 Punk Di Kota Semarang ini merupakan penelitian yang menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan paradigma interpretive. Menurut F. Whitney, penelitian deskriptif dipakai untuk mencari data melalui interprestasi secara tepat (Nazir, 2003: . Peneliti berusaha mengkaji dan memberikan penjelasan teoritik tentang bagaimana pola komunikasi yang dilakukan oleh anggota dalam komunitas Punk di Kota Semarang. Hingga dapat memberikan deskripsi secara untuh mengenai pengalaman subyek tersebut tentang bagaimana mereka untuk memecahkan masalah dalam Aspek yang ditekankan dalam Teori-teori interpretive menggambarkan proses pikiran aktif untuk mengingat kembali pengalaman individu atas kejadian apapun yang dialaminya (Littlejohn, 1999: . Data dan sumber data Dalam pengumpulan data dilakukan pada natural setting atau kondisi yang alamiah, sumber primer dan teknik pengumpulan data lebih banyak pada observasi berperan serta . articipant observatio. , wawancara mendalam . ndepth intervie. dan dokumentasi. Catherine Marshall. Gretchen B. Rossman, menyatakan bahwa Authe fundamental methods relied on by qualitative researchrs for gathering information are, participation in the setting direct observation, in-depth reviewAy (Sugiyono, 2008: . Data primer Merupakan data utama yang diperoleh langsung dari key informant yang sekaligus merupakan subyek penelitian ini melalui wawancara mendalam . ndepth intervie. yang dipilih secara purposive dengan menggunakan interview guide sebagai pedoman wawancara. Populasi sampel dalam penelitian ini adalah komunitas Punk Cah Genuk, dengan karakteristik khas komunitas sampel sebagai berikut: Komunitas Punk di daerah Genuk yang merupakan salah satu komunitas Punk terbesar di kota Semarang. Komunitas Punk Cah Genuk merupakan komunitas yang paling sering berinteraksi dengan komunitas lain dari luar kota. Karena lokasi mereka berkumpul berada di sekitar lampu merah Genuk, yang merupakan daerah strategis dan menjadi jalur lalu lintas pantura. maka dari itulah berkumpulnya anggota komunitas Punk dari luar kota untuk singgah dan melanjutkan perjalanan lagi dengan menumpang truk bak terbuka atau mereka biasa menyebutnya ngeplat. Aktivitas komunikasi yang sering dilakukan, ditandai dengan: Berkomunikasi lisan jika ada teman dari komunitas lain di luar kota yang membagikan selebaran pamflet acara gigs bahkan menggunakan internet, misal melalui akun-akun Facebook dan Twitter yang menghubungi dan memberi kabar demi menjaga silaturahmi dan komunitas lain di luar kota. Mempunyai Facebook dan Myspace untuk berkomunikasi melaui dunia maya dengan membagikan pamflet THE MESSENGER. Volume IV. Nomor 1. Edisi Januari 2012 elektronik kepada teman-teman komunitas lain di luar kota, untuk mengabari seputar acara gigs Punk yang akan diadakan di dalam kota Semarang maupun luar kota. Melakukan komunitas lain untuk sekedar saling menyapa maupun bertukar membahas seputar isu yang Data sekunder Merupakan data terkumpul dari sumber-sumber terkait dan sumbersumber lain yang memiliki relevansi dengan masalah yang diteliti seperti: buku, jurnal penelitian, artikel, surat kabar dan internet. Data sekunder interprestasi, pengkajian, penelaahan, analisis masalah penelitian dan juga Teknik Sampling Berkenaan dengan tujuan penelitian di atas, maka dalam prosedur sampling yang terpenting adalah bagaimana menentukan informan kunci . ey informan. atau situasi sosial tertentu yang sarat informasi sesuai dengan fokus penelitian (Bungin, 2005: . Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian (Arikunto, 1998: . Populasi penelitian ini adalah anggota komunitas Punk cah genuk yang merupakan komunitas terbesar di Kota Semarang berjumlah kurang lebih 150 Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Arikunto, 2006: Untuk memilih sampel . alam hal ini informasi kunci atau situasi sosia. lebih tepat dilakukan secara sengaja . urposive samplin. Teknik ini mendasarkan pada ciri-ciri atau sifatsifat tertentu informan yang mempunyai sangkut paut erat dengan ciri-ciri atau sifat-sifat yang ada dalam subjek Jadi ciri-ciri atau sifat-sifat spesifik yang ada dalam subyek penelitian, dijadikan kunci untuk (Achmadi, 2002: . Berdasarkan pada pertimbangan teoritik tersebut, maka penelitian kualitatif ini tidak dipersoalkan jumlah informannya. Dalam hal ini, jumlah informan bisa sedikit tetapi juga bisa banyak, tergantung sampai tercapainya tujuan Kriteria dalam memilih orang-orang tertentu dari populasi sasaran dengan kriteria tertentu untuk dijadikan sampel dalam penelitian ini - Anggota komunitas Punk yang berdomisili di daerah Genuk dan selalu eksis dalam berbagai acara komunitas di Kota Semarang. - Aktif komunitas Punk ditandai dengan: C Mempunyai teman komunitas dan saling mengenal dengan anggota komunitas yang lain. C Dalam berinteraksi dengan seluruh anggota komunitas yang ada. C Melakukan sehari-hari berdampingan dan bersamasama dengan anggota lain di dalam komunitas. Sesuai dengan kriteria diatas, maka peneliti menentukan sampel sebanyak 5 . orang yang diambil dari anggota komunitas Punk cah Genuk yang sesuai dengan kriteria sampel untuk mewakili penelitian ini. Teknik pengumpulan data THE MESSENGER. Volume IV. Nomor 1. Edisi Januari 2012 Data penelitian ini akan diperoleh dari kegiatan wawancara mendalam . ndepth-intervie. dengan subyek penelitian ini yang berusaha melakukan interprestasi atau memberikan makna terhadap perilaku individu-individu Punk, komunikasi antar anggotanya di saat mereka menyelesaikan masalah atau isu yang sedang terjadi demi menjaga keharmonisan antar anggota komunitas. Karena penelitian ini bersifat kualitatif, maka instrumen untuk melakukan wawancara adalah penelitian sendiri wawancara . nterview guid. yang tidak terstruktur dan bersifat open-ended. Pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya open-ended tersebut merupakan sarana yang paling efektif untuk memahami otentisitas pengalaman individu. Hasil wawancara ini audiotape, maupun hand phone dan dicatat sebagai transkip wawancara. Disamping dilakukan studi kepustakaan yaitu pengumpulan data dan informasi yang berasal dari sumber tertulis seperti surat kabar, buku-buku, literatur, majalah, internet, dan sebagainya. (Sutopo, 2002: Validitas Data Suatu alat ukur dikatakan valid apabila alat ukur tersebut mengukur apa yang ingin diukur (Singarimbun, 1989: Memiliki ketepatan dalam pengukuran atau mampu menunjukan dengan tepat ukuran besar kecilnya gejala yang akan diukur. Setelah mendapatkan data yang cukup lengkap dan peneliti mulai menyusun laporan, maka unit-unit laporan yang telah disusun dikonfirmasikan kepada key informant dengan tujuan menyesuaikan data/informasi yang didapat sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Analisa terhadap penelitan ini akan mengacu pada metode penelitan deskriptif yang dikemukakan oleh Noeng Muhajir . 6: . Langkahlangkah analisis data serta pengambilan kesimpulan dalam penelitian ini Menggambarkan memformulasikan pertanyaan dengan cara tertentu yang dipahami oleh orang Sehubungan dengan penelitian dalam masalah ini, secara operasional pertanyaan dalam penelitian ini adalah mengenai hal-hal yang berkaitan dengan perilaku individu komunitas Punk menyelesaikan masalah atau issu yang keharmonisan antar anggota komunitas. Meringkas data kontak langsung dengan individu, kejadian dan situasi Mengembangkan berkesinambungan pertanyaan analitik. Selama dilapangan peneliti bertanya, mencari jawaban dengan wawancara dan menganalisanya, dan kemudian mengembangkan pertanyaan-pertanyaan mendapatkan apa yang diharapkan. Membuat catatan deskriptif untuk menyajikan data yang didapat. Langkah ini ditujukan dengan cara peneliti mulai menyusun narasi deskriptif yang didasarkan pada subyek peneliti yang merupakan anggota Narasi ini dibuat dengan bersumber pada hasil wawancara dengan subyek yang memberikan pertanyaan atau pendapat mengenai halhal yang berkaitan dengan bagaimana pola komunikasi dalam penyelesaian masalah yang dilakukan oleh anggota dalam komunitas Punk di Kota Semarang. Analisis data THE MESSENGER. Volume IV. Nomor 1. Edisi Januari 2012 e. Melakukan analisa berdasarkan hasil wawancara yang telah disusun dalam bentuk narasi deskriptif sehingga dapat diungkap relevansi teori-teori yang digunakan untuk mengkaji keterbukaan dalam proses komunikasi antar anggota komunitas, di saat mereka menyelesaikan masalah atau issu yang keharmonisan antar anggotanya. Jadwal penelitian Kegiatan penelitian yang akan dilakukan ini menggunakan prosedur sebagai berikut: Persiapan - Menyusun protokol penelitian - Pengembangan penyusunan data - Penyusunan jadwal kegiatan secara rinci Pengumpulan data - Pengumpulan data primer dan - Melakukan pembahasan data yang telah terkumpul dengan melakukan Menentukan strategi pengumpulan data yang dipandang tepat, serta menentukan fokus, serta pendalaman dan pemantapan Analisis data - Melakukan analisis dari data yang sudah terkumpul. - Melakukan kesimpulan sebagai temuan saran dalam laporan akhir Penyusunan laporan penelitian - Menyusun laporan awal - Review laporan dilakukan dengan dosen pembimbing untuk mendiskusikan laporan yang telah disusun sementara. - Perbaikan disusun sebagai laporan akhir - Perbanyakan laporan sesuai Waktu yang ditentukan - Persiapan : 2 minggu - Pengumpulan data :2 minggu - Analisis Data : 1 bulan - Penyusunan laporan: 1 bulan Penelitian ini akan memerlukan waktu 3 bulan dan dilakukan mulai bulan Oktober 2011 hingga selesai bulan November 2011. PEMBAHASAN Sejarah Punk Pada awal kemunculannya. Punk merupakan sebuah gerakan perlawanan yang dilakukan oleh sekelompok buruh di London. Inggris yang tidak puas dengan sistem sosial yang berlaku pada yang mengelompokkan masyarakat menjadi dua golongan, yaitu kaum pengusaha . emilik moda. dan kaum pekerja. Ketidakpuasan para buruh terutama diakibatkan oleh perlakuan masyarakat kelas pengusaha terhadap kelas pekerja. Kesenjangan sosial yang terjadi dan eksploitasi yang dilakukan kaum pengusaha terhadap kaum buruh menimbulkan perasaan senasib diantara para buruh dan pergerakan yang menentang sistem Sejak tahun 1980-an, saat Punk merajalela di Amerika, golongan seolah-olah menyatu, karena mempunyai semangat yang sama. Namun. Punk juga dapat berarti jenis musik atau genre yang lahir di awal tahun1970-an. Punk juga bisa berarti ideologi hidup yang mencakup aspek sosial dan politik. Pergerakan membentuk sebuah komunitas yang THE MESSENGER. Volume IV. Nomor 1. Edisi Januari 2012 anggotanya terdiri atas kaum buruh yang mempunyai pandangan yang sama terhadap tindakan sewenang-wenang para pemilik modal. Dengan menganut prinsip Do It Yourself dan Equality, kemudian menjadi budaya penentang Punk . net / 10 Mei 2011 00 WIB). Pengaruh dan Perkembangan Punk di Indonesia Pergerakan Punk di Indonesia telah masuk sejak tahun 1970-an tetapi baru benar-benar meledak pada tahun 1990-an. Hal ini disebabkan oleh komunitas Punk yang baru terjadi pada pertengahan 1990-an dan kemudian mengubah pergerakan resistensi radikal menjadi sebuah budaya trend global dari kapitalisme. Disebut demikian karena, sekarang anak-anak muda yang mengikuti pergerakan Punk hanya sebatas penampilan luarnya saja dan tidak tahu apapun mengenai Punk itu sendiri kecuali anarkisme yang sering identik dengan komunitas Punk. Padahal, anarki menurut Punk adalah anarki dalam cara berpikir dan bagaimana Punk bisa melakukan pemberontakan dengan cara sendiri. Terkait dengan sejarah pergerakan Punk. Punk mereka melalui simbol-simbol yang sampai sekarang tetap melekat dan menjadi identitas dari komunitas Punk di seluruh pelosok wilayah. Simbolsimbol tersebut dituangkan melalui gaya hidup, cara berpakaian dan jenis musik yang dimainkan oleh anak-anak Punk. Cara berpakaian anak-anak Punk yang cenderung lusuh dan terlihat menyeramkan karena berbagai macam aksesori yang tidak biasa digunakan oleh anak-anak muda pada umumnya berhubungan erat dengan sejarah awal pergerakan Punk. Bukan karena keinginan untuk tampil beda dan untuk menarik perhatian saja. Simbol-simbol tersebut antara lain sepatu boots Doc Mart yang melambangkan kaum buruh itu sendiri sebagai penggagas pergerakan Punk, sedangkan celana jins ketat yang panjangnya di atas mata kaki dengan jas dan dasi yang sering dikenakan oleh para Rude Boy . omunitas Ska/Tuton. dimaksudkan untuk menyindir kaum Borjouis. Gaya rambut Mohawk, safety pin, kalung anjing dan gelang spike melambangkan perlawanan terhadap kemapanan dan modernisasi. Komunitas Punk lahir di jalanan dan anggota dari komunitas tersebut juga merupakan orang-orang jalanan, maka tempat berkumpul anak-anak Punk adalah di jalan. Tempat yang biasa digunakan untuk berkumpul . alam istilah komunitas Punk disebut sebagai nye-treet, diambil dari kata street yang berarti jala. adalah di perempatan jalan dan sekitar pinggiran pusat keramaian, dimana mereka juga mencari uang dari Bentuk Komunikasi Terjadi di dalam Komunitas Punk. Bentuk komunikasi yang terjadi di dalam komunitas Punk di Semarang bermacam-macam. Salah satunya ialah kegiatan nye-treet. Kegiatan tersebut sering dikenal dengan istilah AoStreet PunkAo. Dalam komunitas Punk terdapat individu-individu dengan berbagai macam jenis pola pemikiran idealisme Punk. Namun, inti dari pergerakan Punk itu sendiri apa pun cara pemikiran yang kita punya kita tetap sama yaitu AoDo It YourselfAo. Idealisme tersebut seolah menjadi sebuah harga mati di dalam komunitas Punk. Dari idealisme THE MESSENGER. Volume IV. Nomor 1. Edisi Januari 2012 tersebut, para anggota komunitas Punk mewujudkannya melalui fashion, life style dan terutama melalui musik. Punk dan musik adalah satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan. Karena kebanyakan anak-anak Punk adalah musisi maka gerakan yang paling dominan adalah melalui musik, yaitu dengan mengusung komunitas musik indie label atau underground. Musik dengan irama ketukan tempo cepat dan suara gitar berdistorsi kasar serta syair lagu yang penuh dengan kritik sosial dan perlawanan terhadap sistem merupakan ciri dari musik dalam komunitas Punk. Selain itu, musik dengan syair-syair lagu yang sarat dengan kritik sosial politik dapat menjadi sarana pendidikan politik yang ampuh bagi anggota komunitas Punk. Tetapi, lirik lagu yang dimainkan oleh band-band Punk tidak hanya bertema sosial politik saja, ada juga yang mengangkat tema mengenai sehari-hari anak-anak anggota komunitas Punk. Bentuk media komunikasi yang ada di dalam komunitas Punk di Semarang adalah melalui newsletter, zine, forum bebas, gigs musik serta kegiatan nyetreet yang biasanya memakan waktu hingga berjam-jam dan dilakukan setiap hari terutama pada Sabtu malam. Kegiatan nye-treet yang sering dilakukan oleh anak-anak Punk menjadi sarana paling efektif untuk berdiskusi, bertukar pikiran, bertukar pengalaman, dan saling bertukar informasi ataupun sebagai sarana sosialisasi pergerakan Punk untuk para Poser . rang yang tertarik dengan pergerakan Punk namun bukan seorang anggota komunitas Pun. dan juga sarana publikasi acara gigs musik yang akan diadakan oleh komunitas Punk di daerah tertentu. Pada saat nye-treet tersebut, anakanak Punk biasanya berdiskusi seputar isu-isu yang terjadi di masyarakat maupun di dalam komunitasnya sendiri dan saling bertukar informasi berupa news letter, zine, kaset, literatur, majalah maupun pamflet acara musik Pertukaran informasi yang terjadi tersebut biasanya menjadi sarana sosialisasi pergerakan Punk bagi anggota komunitas Punk yang baru bergabung dan ingin mengetahui lebih dalam mengenai Punk dan idealismenya. Berawal dari kegiatan nye-treet tersebut sering kali penyelenggaraan event-event musik Punk. Kegiatan-kegiatan seperti itulah yang memperkuat solidaritas dan menjadi media komunikasi bagi anggota komunitas Punk Kota Semarang khususnya yang berada di daerah Genuk. Namun, seiring dengan perkembangan jenis media serta kemajuan di bidang teknologi, anakanak dalam komunitas Punk tersebut saling berinteraksi dan berkomunikasi dengan anggota komunitas Punk di kota lainnya melalui internet. Gambaran komunikasi yang terdapat di dalam komunitas Punk cah Genuk Berikut ini merupakan paparan dari hasil penelitian setelah dilakukan wawancara dengan beberapa informan dalam studi deskriptif kualitatif ini. Diawali dari indikator deskripsi tentang gambaran umum pola komunikasi di dalam komunitas Punk ini mulai terbentuk, hingga sampai pada indikator tentang cara para anggota komunitas menjaga kohesivitas dan keharmonisan di dalam komunitas Punk itu sendiri. Penggambaran proses berfikir secara pengalaman individu atas segala kejadian yang dialami di dalam komunitas selama sang informan tergabung di dalam komunitas Punk THE MESSENGER. Volume IV. Nomor 1. Edisi Januari 2012 tersebut. Sehingga proses komunikasi antar individu maupun antar kelompok yang terjadi di dalam komunitas Punk seakan-akan dapat terlihat dari hasil . ndepth intervie. antara peneliti dengan kelima informan dari komunitas Punk cah Genuk tersebut. Pemilihan lima informan ini ditentukan berdasarkan kriteria sampel yang telah dijabarkan pada Bab sebelumnya, yang diharapkan mampu memberikan gambaran situasi dan kondisi secara komprehensif. Proses analisis data dalam penemuan ini, dimulai dengan mengkoordinasikan informan atau data dengan tujuan untuk mendapatkan waktu yang tepat didalam melakukan tahap wawancara, sehingga dalam proses wawancara setiap informan mampu pengalaman diri dengan total dan Pola Komunikasi dilakukan antara Anggota Komunitas Punk di Kota Semarang. Dalam masyarakat khususnya dalam komunitas Punk, individu-individu tertentu yang dengan mudahnya menjalin hubungan pertemanan setiap bertemu dengan teman yang baru. Bukan itu saja persahabatan mereka pun biasanya mampu bertahan dalam waktu yang lama. Sebaliknya, ada juga orangorang yang justru mengalami kesulitan dalam pergaulan. Banyak faktor yang kegagalan seseorang anggota komunitas dalam pergaulan, salah satunya adalah pola komunikasi mereka. Tanpa kita sadari, sebenarnya pola komunikasi itu sendiri adalah berbagai kecenderungan dalam penyampaian isi pesan yang dikomunikasikan. Pada umumnya, seorang anggota komunitas dalam pergaulan tidak saja memahami dampak pola komunikasinya kepada orang lain, dia pun telah berhasil mengubahnya menjadi pola komunikasi yang luwes dan menyenangkan. Pola komunikasi tidak hanya mempengaruhi isi pesan yang akan disampaikan, bahkan dengan gaya penyampaian yang luwes akan menambah kekuatan bahkan melengkapi kekurangan isi pesan yang Penelitian komunitas Punk ini, persahabatan diantara mereka terjalin karena mereka mempunyai kesamaan idealisme dan minat, yaitu genre musik Punk. Namun tidak hanya genre musik Punk saja yang dapat menyatukan mereka, adanya komunikasi yang efektif dan pemikiran yang sama di mempererat persahabatan di antara anggota-anggota komunitas Punk. Pola komunikasi setiap individu anggota komunitas Punk berbeda satu sama lain. Ada individu yang memiliki pola komunikasi yang fleksibel dan dapat menyesuaikan dengan kondisi individu di sekitarnya, sehingga dapat menyenangkan dan mampu membuat lawan bicaranya nyaman berlama-lama berkomunikasi dengannya. Namun, ada juga anggota yang memiliki pola komunikasi yang pasif, atau dengan kata lain dapat mempersulit komunikasi yang sedang berlangsung. Pola komunikasi yang tidak sehat tersebut antara lain hanya berbicara sepenggal-penggal dan kurang respon terhadap masalah yang ada di Keterbatasan koordinasi antara kinerja otak dan indera berkomunikasi secara efektif. Hal ini seringkali tidak disadari oleh individu. Sepanjang pengetahuannya, ia sudah semuanya tersampaikan. THE MESSENGER. Volume IV. Nomor 1. Edisi Januari 2012 Ada juga anggota yang memiliki pola komunikasi tipe penyenang yaitu orang yang mempunyai satu tujuan dalam hidupnya, yaitu menyenangkan semua orang. Berbicara dengan tipe menyenangkan, karena respon yang kita terima selalu memiliki kecenderungan positif, sehingga pola komunikasi seperti ini dapat mendangkalkan hubungan antar pribadi. Sulit sekali untuk mengetahui isi hati dari individu tipe penyenang karena ia tidak terbuka, cenderung membuatnya menumpuk semua perasaan dalam hati dan Kalau tidak tertahankan, ia mudah menjadi orang yang depresi, tertekan, dan tidak bahagia, biasanya akan cenderung pendiam. Uraian diatas mendiskripsikan bahwa pola komunikasi dapat melambangkan komunitas yang sesungguhnya, namun terdapat kemungkinan hal tersebut merupakan pola yang tengah dipelajari dan dikembangakan oleh komunitas Dalam komunitas Punk, penerimaan dari para anggota lain, seorang anggota terpaksa mengikuti pola komunikasi anggota mayoritas komunitas yang tersebut, sehingga pola komunikasi tersebut dapat dipahami semua orang atau bersifat universal. Menurut peneliti, jika pola komunikasi anggota tersebut memang merupakan karakter suatu kepribadian sendiri, tentu misalnya dengan meminta tanggapan orang lain di dalam komunitas. Sehingga pola komunikasi yang dimiliki setiap anggota komunitas dapat menciptakan pola komunikasi yang sinergis dan efektif serta mampu menyelesaikan permasalahan di dalam komunitas sehingga dapat mempererat persahabatan diantara anggota-anggota komunitas Punk. Apabila diaplikasikan secara benar komunikasi akan mencegah dan menghilangkan konflik antarpribadi, antarkelompok, antarsuku, antarbangsa, dan antarras. Hakikat komunikasi adalah proses penyampaian pesan dengan dengan menggunakan bahasa Komunikasi berlangsung dalam berbagai tingkat kesengajaan untuk meraih tujuan dari komunikasi sendiri. Tujuan tersebut antara lain, mengubah sikap, opini, perilaku, dan mengubah masyarakat. Dimana dari tujuan tersebut dapat dilihat bahwa komunikasi tersebut memang berlangsung dari kesengajaan di mana fungsi dari komunikasi itu sendiri, menginformasikan, mendidik, (Marhaeni Fajar, 2009: . Bateson Watzlawick merupakan bagian dari sebuah sistem. Orang-orang dalam suatu hubungan pengharapan, memperkuat hubungan yang lama, atau mengubah pola interaksi yang sudah ada (Littlejohn, 1996: . Pemanfaatan Media Komunikasi Punk di Kota Semarang oleh anggotanya, dalam rangka menjaga keharmonisan antar komunitas. Dalam media komunitas terdapat peranan dari orang lain yang mempengaruhi pola pikir kita, dan itu berada di dalam kelompok dimana kita juga menjadi anggotanya, besar atau kecil, formal atau informal. Kelompok orang ini bisa mempunyai dampak yang besar pada cara kita menerima pesan. Keanggotaan menciptakan sikap prasangka yang sulit Berikut ini adalah jenis-jenis yang paling THE MESSENGER. Volume IV. Nomor 1. Edisi Januari 2012 Kelompok Primer . rimary grou. adalah sebuah kelompok . ua orang perkumpulan yang anggotanya bertemu langsung dengan akrab selama jangka waktu yang lama. Kelompok Acuan . efference grou. adalah sebuah kelompok yang dikenali dan digunakan sebagai standar acuan namun tidak mesti dimiliki. Kelompok Kasual . asual grou. adalah sekelompok orang yang terbentuk satu kali saja dan anggota kelompok tersebut tidak saling mengenali satu sama lainya sebelum mereka berkumpul. (Severin, 1990: Komunitas Punk memiliki media yang biasa mereka gunakan untuk berkomunikasi antara anggota satu dengan yang lain baik itu dalam satu komunitas maupun dengan komunitas dari tempat yang berbeda pula. Mereka biasanya menggunakan media informasi berupa news letter, zine, forum bebas, kaset, literatur, majalah, maupun pamflet acara musik Gigs terbitan Dari beberapa media yang sering digunakan dalam komunitas Punk, salah satunya ialah Zine. Penggagas media Zine, adalah individuindividu yang memahami dan memiliki pengetahuan lebih terkait dengan suatu hal dan peka terhadap suatu masalah sosial yang terdapat di masyarakat, dan ingin mengembangkan komunitas, sehingga dengan sukarela membuat kemudian membagikan zine secara Pertukaran informasi yang terjadi tersebut biasanya menjadi sarana sosialisasi pergerakan Punk bagi anggota komunitas Punk yang baru bergabung dan ingin mengetahui lebih Punk Proses tersebut, mereka mencakup penggunaan media yang lebih moderen seperti Meskipun mereka banyak hidup di jalanan, mereka juga mempunyai akun Friendster. Facebook. MySpace, hingga Blog. Menggunakan komunitas Punk dapat berkomunikasi dan berbagi pesan informasi atau saling menyapa dengan kawan-kawan mereka dari komunitas lain hingga keluar daerah bahkan luar pulau. Media massa jelas terkait dengan kultur, karena melalui media massa itulah pekerja kreatif dapat menyalurkan kreativitasnya dengan tepat. Meski media punya potensi menyebarluaskan karya kreatif terbaik dari pikiran dan jiwa manusia, beberapa krirtikus mengatakan media sangat obsesif terhadap subjek-subjek trendi, yang kadang menggelikan. Para kritikus ini juga menemukan kesalahan serius dalam perhatian media terhadap kultur pop, karena kultur pop dianggap tidak mengandung isi yang signifikan. (Marshall Mc Luhan, 1998: . Melalui media, seluruh anggota komunitas saling berdiskusi tentang sebuah permasalahan atau isu yang berkembang di dalam komunitas, demi menjaga kepaduan kelompok dimana individu-individu didalamnya bersifat heterogen, hal ini dilakukan dengan cara saling menjaga komunikasi antar anggota, memahami satu sama lain, mempererat hubungan antar pribadi dan menjaga kekompakan antar semua anggota di dalam komunitas, meskipun tiap-tiap individu anggota komunitas memiliki tujuan yang berbeda-beda dalam cara penyelesaian masalah, namun hal itu tampaknya tidak menjadi penghalang dalam rangka menjaga keharmonisan dan kesatuan komunitas Punk. KESIMPULAN Penelitian ini terinspirasi masalah dalam pemahaman THE MESSENGER. Volume IV. Nomor 1. Edisi Januari 2012 komunikasi yang terjadi di dalam komunitas Punk di kota Semarang. Dengan judul. AuMemahami Pola Komunikasi Kelompok antar Anggota Komunitas Punk di Kota SemarangAy, dan peneliti mengkajinya dengan Pada bertujuan untuk mendapatkan gambaran dari informan mengenai berbagai gejala dan pola komunikasi yang terjadi di dalam komunitas Punk di Kota Semarang. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses penyampaian pesan dan informasi antar individu di dalam komunitas sekaligus informan dengan individu-individu lain di dalam komunitas bahkan luar komunitas untuk mendapatkan respon dan umpan balik yang sesuai dengan isi pesan yang disampaikan oleh informan atau komunikan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti mendapatkan beberapa kesimpulan sebagai berikut: Pola Komunikasi dilakukan antar Anggota Komunitas Punk di Kota Semarang diwarnai oleh pola komunikasi dari setiap individu anggota komunitas Punk berbeda satu sama lain. Ada individu yang memiliki pola komunikasi yang fleksibel sehingga dapat menyesuaikan dengan sifat dan kondisi individu di sekitarnya, sehingga dapat menciptakan suasana yang menyenangkan dan mampu membuat lawan bicaranya betah untuk melakukan komunikasi dengan individu Ada juga anggota yang memiliki pola komunikasi yang pasif, individu yang memiliki sifat seperti ini dapat mempersulit komunikasi yang sedang berlangsung, dengan hanya berbicara sepenggal-penggal dan kurang merespon masalah yang ada di Ada juga anggota yang penggembira, yaitu individu yang hidupnya, yaitu menyenangkan semua Melakukan komunikasi dengan menyenangkan, karena dia akan mengangguk-angguk saja dan selalu meng AyiyaAy kan semua pesan informasi yang dia terima tanpa memberikan tanggapan lebih menjauh, jadi pola mendangkalkan hubungan antar pribadi. Sulit untuk mengetahui isi hati dari individu tipe penyenang ini, karena dia tidak terbuka dalam berkomunikasi, ketidakterbukaan itu justru cenderung membuat individu tersebut memendam semua perasaan dalam hati dan Jika tidak tertahankan, ia mudah menjadi orang yang depresi, tertekan, dan tidak bahagia, biasanya akan cenderung pendiam. Dapat diketahui bahwa pola komunikasi melambangkan kepribadian seseorang anggota komunitas yang sesungguhnya, namun bisa juga hal tersebut merupakan pola yang sedang dipelajari. Dalam komunitas Punk untuk mendapatkan penerimaan dari anggota lain, seorang individu terpaksa mengikuti pola komunikasi anggota komunitas yang lain, sehingga pola komunikasi tersebut dapat dipahami semua orang atau bersifat universal. Jika pola komunikasi anggota tersebut memang merupakan suatu kepribadian sendiri, tentu saja tetap memerlukan koreksi, misalnya dengan meminta tanggapan orang lain di dalam komunitas. Sehingga pola komunikasi yang dimiliki setiap anggota komunitas dapat menciptakan komunikasi yang efektif dan mampu menyelesaikan permasalahan di dalam komunitas sehingga dapat mempererat persahabatan diantara anggota-anggota komunitas Punk. THE MESSENGER. Volume IV. Nomor 1. Edisi Januari 2012 b. Pemanfaatan Media Komunikasi Punk di Kota Semarang oleh anggotanya, dalam rangka menjaga dilakukan dengan menempuh kegiatan berkomunikasi dan menyampaikan pesan informasi kepada anggota lain, mayoritas para individu di dalam komunitas Punk menggunakan sebuah media komunitas mereka yang biasa disebut Zine. Zine adalah sebuah media yang tidak untuk dikomersilkan, dan hanya dikonsumsi atau digunakan oleh terhadap pemerintahan yang memihak memperdulikan nasib rakyat jelata, maupun isu sosial yang terjadi di dalam Zine juga merupakan sebuah media perlawanan terhadap sistem hukum dan pemerintahan yang memihak terhadap kalangan atas. Penggagas Zine adalah para individu di dalam komunitas Punk yang memahami dan memiliki pengetahuan tentang hal permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat, dan ingin mengembangkan komunitas Punk agar dapat dikenal oleh masyarakat luas dan juga masyarakat dapat mengetahui apa arti sebenarnya Punk itu. Pelaksanaan beragam tujuan tersebut maka, dengan sukarela beberapa individu di dalam komunitas Punk membagikan zine secara gratis saat sedang ada acara Gigs berlangsung. Dalam proses komunikasi tersebut, mereka juga menggunakan media yang Meskipun mereka mempunyai media komunitas sendiri dan banyak hidup di jalanan, banyak dari anggota komunitas Friendster. Facebook. MySpace, bahkan hingga Blog. Dengan menggunakan komunitas Punk dapat berkomunikasi dan berbagi pesan informasi atau saling menyapa dengan kawan-kawan mereka dari komunitas lain hingga keluar kota, dalam rangka menjaga silaturahmi, mempererat tali persaudaraan, dan kedekatan meskipun telah lama mereka tidak bertemu. IMPLIKASI Teoritis Penelitian implikasi teoritis bahwa kajian terhadap Pola Komunikasi yang Dilakukan Anggota Komunitas Punk di Kota Semarang. hubungan antar teori fungsional, media komunitas, dan pemikiranlah yang menjadi acuan dasar peneliti dalam melakukan penelitian di dalam komunitas ini. Berawal dari teori fungsional yang mengacu pada bagaimana para anggota komunitas mengungkapkan kesulitan dalam menghadapi sebuah permasalahn atau isu, bagaimana permasalahan, dan bagaimana para anggota komunitas menganalisis permasalahan yang sedang dihadapi hingga menemukan solusi. Dan dalam menyampaikan permasalahan yang terjadi kepada individu lain di dalam komunitas. Metodologis Implikasi metodologis penelitian ini adalah bersifat deskriptif dengan menggunakan metode kualitatif Metode ini digunakan untuk mencari data melalui interprestasi dari informasi yang didapat dari para informan untuk mengkaji pola komunikasi dan pemanfaatan media yang dilakukan oleh anggota komunitas Punk di Kota Semarang. Praktis THE MESSENGER. Volume IV. Nomor 1. Edisi Januari 2012 Digunakan sebagai masukan bagi peneliti-peneliti di waktu mendatang tentang bagaimana memahami pola komunikasi yang terjadi di dalam komunitas Punk, dan kepada khalayak luas agar dapat lebih mengenal apa itu sebuah komunitas Punk. Dengan penyajian yang bersifat universal sehingga dapat dengan mudah diterima oleh khalayak luas. Peneliti berharap cara-cara memahami dan mendeskripsikan berbagai pola pemanfaatan media komunitas Punk di kota Semarang Untuk Punk diharapkan mampu menjadikan pembelajaran dalam hal yang berhubungan dengan kehidupan berkomunikasi mereka, agar mampu menelaah sisi positif dalam pola komunikasi dan merubah sisi negatifnya sehingga pola komunikasi di dalam komunitas Punk menjadi lebih efisien dan bermanfaat. DAFTAR PUSTAKA