Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM) e:ISSN: 2827-9557 Volume 05 Issue 02 Month Mei 2026 Hal 445-452 Available Online at: https://jurnal. id/index. php/JPPM/index Pemberdayaan Ibu PKK Melalui Pembuatan Abon Ikan Termodifikasi Kelapa sebagai Upaya Penguatan Ekonomi Biru di Kampung Urbinasopen Ainul Alim Rahman. Harlina. Ratna Dewi. Kasma F. Amin. Kalam Nun. Supriyati Fatma Rabia. Lydia Aprilia Jumroh. Program Studi Teknik Kimia. Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong. Jl. KH. Ahmad Dahlan No. Sorong. Indonesia. Program Studi Ilmu Perikanan. Universitas Muslim Indonesia. Jl. Urip Sumiharjo Km. Makassar Indonesia . Program Studi Manajemen. Universitas Muslim Indonesia. Jl. Urip Sumiharjo Km. Makassar Indonesia . Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Universitas Muslim Indonesia. Jl. Urip Sumiharjo Km. Makassar Indonesia . Program Studi PGSD. Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong. Jl. KH. Ahmad Dahlan No. Sorong. Indonesia. Program Studi Bisnis Digital. Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong. Jl. KH. Ahmad Dahlan No. Sorong. Indonesia Email: . supriyatifatmarabia@unimudasorong. ABSTRACT Urbinasopen Village in Raja Ampat Regency possesses abundant fishery and coconut plantation resources. however, their utilization remains limited to the sale of fresh catches without further processing, resulting in relatively low economic added value for coastal communities. This community service activity was designed to transform this condition through training in the production of coconut-modified yellowtail fish floss . for 25 PKK women members as a concrete effort to strengthen blue economy principles based on local potential. A mixed methods approach was applied integratively, combining quantitative measurement through pre-test-post-test instruments and skills observation rubrics, as well as qualitative data collection through focus group discussions and in-depth interviews. The results demonstrated a significant increase in participants' knowledge with an average improvement of 89. 1%, accompanied by an enhancement in practical skills from a poor to an excellent The program also successfully produced a local flagship product named Ole-ole Raja Ampat in professional packaging with two flavor variants. Qualitative findings revealed psychosocial transformation among participants, encompassing increased self-confidence, entrepreneurial motivation, and product branding This activity proved effective as a sustainable coastal women empowerment model with strong replication potential across other remote island regions in Indonesia. Keywords: Blue Economy. Coconut-Modified Fish Floss. PKK Women Empowerment ABSTRAK Kampung Urbinasopen di Kabupaten Raja Ampat menyimpan potensi sumber daya perikanan dan perkebunan kelapa yang melimpah, namun pemanfaatannya masih terbatas pada penjualan hasil tangkapan segar tanpa pengolahan lanjutan, sehingga nilai tambah ekonomi yang diperoleh masyarakat pesisir relatif rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk mentransformasi kondisi tersebut melalui pelatihan pembuatan abon ikan ekor kuning termodifikasi kelapa kepada 25 orang ibu PKK sebagai upaya konkret penguatan ekonomi biru berbasis potensi Pendekatan mixed methods diterapkan secara integratif, menggabungkan pengukuran kuantitatif melalui instrumen pre-test-post-test dan rubrik observasi keterampilan, serta penggalian data kualitatif melalui focus group discussion dan wawancara mendalam. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan dengan rata-rata kenaikan sebesar 89,1%, disertai peningkatan keterampilan praktik dari kategori kurang menjadi sangat baik. Program ini juga berhasil melahirkan produk unggulan lokal bertajuk Ole-ole Raja Ampat dalam kemasan profesional dengan dua varian rasa. Temuan kualitatif mengungkap transformasi psikososial peserta yang mencakup peningkatan kepercayaan diri, motivasi wirausaha, dan kesadaran branding produk. Kegiatan ini terbukti efektif sebagai model pemberdayaan perempuan pesisir yang berkelanjutan dan berpotensi direplikasi di wilayah kepulauan terpencil lainnya di Indonesia. Kata Kunci: Abon Ikan Termodifikasi Kelapa. Ekonomi Biru. Pemberdayaan Ibu PKK DOI: https://doi. org/10. 59066/jppm. Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM) e:ISSN: 2827-9557 Volume 05 Issue 02 Month Mei 2026 Hal 445-452 Available Online at: https://jurnal. id/index. php/JPPM/index PENDAHULUAN Raja Ampat merupakan kawasan kepulauan strategis di Indonesia bagian timur yang mencakup sekitar 4,6 juta hektare perairan dengan 1. 411 pulau, beting, dan gugusan karang yang mengelilingi empat pulau utama, yakni Waigeo. Batanta. Salawati, dan Misool. Posisinya yang berada tepat di garis khatulistiwa menjadikan wilayah ini sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati laut tertinggi di dunia (BLUD UPTD Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Raja Ampat, 2. Keunggulan ekologis tersebut tidak hanya bernilai konservasi, tetapi juga menopang beragam aktivitas ekonomi masyarakat pesisir, mulai dari perikanan tangkap, budi daya laut, pertanian subsisten, hingga pariwisata bahari (UNESCO, 2. Sebagai bagian integral dari Coral Triangle atau Segitiga Terumbu Karang Dunia, perairan Raja Ampat menjadi habitat bagi ribuan spesies ikan, terumbu karang, dan biota laut lainnya yang memberikan manfaat ekologis sekaligus nilai ekonomi dan sosial yang besar bagi komunitas pesisir yang secara langsung bergantung pada keberlanjutan sumber daya tersebut (Andradi-Brown et al. , 2. Di tengah kekayaan hayati yang luar biasa itu, masyarakat pesisir di Kampung Urbinasopen masih menghadapi persoalan struktural yang menghambat peningkatan kesejahteraan mereka. Sebagian besar penduduk menggantungkan pendapatan utama pada penjualan ikan segar hasil tangkapan tanpa melalui proses pengolahan lanjutan, sehingga nilai tambah ekonomi yang diperoleh sangat rendah dan rentan terhadap ketidakstabilan harga pasar (Goa et al. , 2024. Hidayat et al. , 2. Kondisi ini mencerminkan belum optimalnya pemanfaatan potensi lokal, khususnya komoditas ikan ekor kuning dan kelapa, sebagai basis pengembangan produk pangan bernilai ekonomi tinggi. Pendekatan blue economy atau ekonomi biru yang saat ini menjadi landasan kebijakan kelautan nasional menekankan pentingnya transformasi pemanfaatan sumber daya laut dari pola ekstraktif menuju pola produktif dan inovatif yang tetap menjaga kelestarian ekosistem (Kementerian Kelautan & Perikanan Republik Indonesia, 2. Diversifikasi produk perikanan melalui pengolahan menjadi abon ikan merupakan salah satu bentuk konkret dari pendekatan tersebut, karena terbukti meningkatkan daya simpan produk, memperluas akses pasar, dan membuka peluang usaha berbasis rumah tangga (Fadhilah et al. , 2. Lebih jauh, integrasi kelapa lokal sebagai bahan modifikasi dalam produk abon merepresentasikan penerapan local wisdom yang selaras dengan prinsip keberlanjutan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan baku dari luar wilayah (Gaspar, 2. Berbagai kajian terdahulu telah membuktikan relevansi program pemberdayaan berbasis pengolahan pangan lokal. Pelatihan keterampilan produktif yang kontekstual terbukti secara konsisten meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat pesisir (Hasan et al. , 2025. Nge & Ballo, 2. Di sisi lain, program yang secara spesifik menyasar perempuan sebagai agen perubahan ekonomi keluarga menunjukkan dampak yang lebih berkelanjutan dibandingkan pendekatan yang bersifat umum (Sauyai et al. , 2025. Surya et al. , 2. Namun demikian, terdapat research gap yang signifikan dalam literatur yang ada. Sebagian besar studi yang relevan berfokus pada komoditas ikan air tawar seperti lele dan bandeng di wilayah Jawa, dengan metode pelaksanaan yang cenderung bersifat kualitatif deskriptif tanpa pengukuran kuantitatif yang sistematis. Belum ada kajian yang secara spesifik mengeksplorasi pemberdayaan ibu PKK melalui produk abon ikan berbasis modifikasi kelapa di kawasan kepulauan terpencil seperti Raja Ampat dengan menggunakan pendekatan mixed methods yang mengintegrasikan data kuantitatif dan kualitatif secara komplementer. Kebaruan . penelitian ini terletak pada tiga aspek utama, yakni konteks geografis yang unik berupa kawasan biodiversity hotspot global, inovasi produk berupa abon ikan termodifikasi kelapa sebagai identitas kuliner lokal, serta penerapan mixed methods yang memungkinkan pengukuran perubahan pengetahuan dan keterampilan sekaligus penggalian pengalaman subjektif peserta secara mendalam. Berdasarkan uraian tersebut, kegiatan pengabdian ini diarahkan untuk menjawab empat rumusan masalah utama, yaitu: . seberapa besar peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu PKK setelah mengikuti pelatihan pembuatan abon ikan termodifikasi kelapa. bagaimana efektivitas diversifikasi produk berbasis sumber daya lokal kelapa dan ikan ekor kuning sebagai strategi penguatan ekonomi biru. bagaimana penguatan kapasitas branding dan pemasaran produk Ole-ole Raja Ampat sebagai luaran nyata kegiatan. bagaimana transformasi psikososial dan motivasi wirausaha peserta pascapelatihan dalam mendorong kemandirian ekonomi perempuan pesisir. Secara DOI: https://doi. org/10. 59066/jppm. Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM) e:ISSN: 2827-9557 Volume 05 Issue 02 Month Mei 2026 Hal 445-452 Available Online at: https://jurnal. id/index. php/JPPM/index umum, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas perempuan pesisir dalam mengolah sumber daya lokal menjadi produk bernilai tambah tinggi sebagai wujud penguatan ekonomi biru berbasis Adapun manfaat yang diharapkan mencakup peningkatan pendapatan rumah tangga, terbentuknya kelompok usaha produktif berbasis produk lokal, serta tersedianya model pemberdayaan yang dapat direplikasi di wilayah kepulauan terpencil lainnya di Indonesia. METODE Kegiatan ini menerapkan pendekatan mixed methods yang mengintegrasikan data kuantitatif dan kualitatif secara komplementer guna memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai efektivitas program pemberdayaan. Pendekatan ini dipilih karena mampu menangkap perubahan pengetahuan dan keterampilan peserta secara terukur sekaligus menggali pengalaman serta persepsi mereka secara mendalam (Creswell & Creswell, 2. Pelaksanaan kegiatan terdiri atas tiga tahap yang saling berkesinambungan. Tahap pertama adalah sosialisasi dan asesmen awal, yang dilakukan melalui focus group discussion (FGD) bersama peserta dan tokoh masyarakat untuk mengidentifikasi kebutuhan, potensi lokal, serta tingkat pengetahuan awal peserta mengenai pengolahan hasil perikanan. Pada tahap ini juga diberikan pre-test terstruktur sebagai instrumen pengukuran kuantitatif awal. Tahap kedua adalah pelatihan praktik langsung . ands-on trainin. pembuatan abon ikan ekor kuning termodifikasi kelapa, mencakup pengenalan bahan baku lokal, prosedur pengolahan higienis, teknik pengemasan, serta strategi penetapan harga jual produk. Tahap ketiga adalah pendampingan dan evaluasi, yang dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam . n-depth intervie. , serta pemberian post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta secara kuantitatif. Data kuantitatif dianalisis menggunakan uji beda paired sample t-test, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui pendekatan thematic analysis untuk mengidentifikasi pola dan tema dominan yang muncul dari pengalaman peserta (Braun & Clarke. Triangulasi data dilakukan untuk memastikan keabsahan dan kredibilitas hasil kegiatan secara LOKASI DAN SUBJEK KEGIATAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Kampung Urbinasopen. Kabupaten Raja Ampat. Provinsi Papua Barat Daya. Subjek kegiatan adalah 25 orang ibu PKK yang dipilih secara purposif berdasarkan keterlibatan aktif mereka dalam organisasi kemasyarakatan dan keterbukaan terhadap kegiatan pelatihan keterampilan ekonomi produktif. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Kampung Urbinasopen. Raja Ampat, melibatkan 25 orang ibu PKK sebagai peserta aktif. Pelaksanaan program berlangsung melalui tiga tahap sistematis, yakni sosialisasi dan asesmen awal, pelatihan praktik langsung, serta pendampingan dan evaluasi. Data dikumpulkan secara komprehensif menggunakan instrumen pretest-post-test, lembar observasi partisipatif, dan panduan wawancara mendalam . n-depth intervie. Peningkatan Pengetahuan Peserta Pengukuran tingkat pengetahuan peserta dilakukan sebelum dan sesudah pelatihan menggunakan instrumen tes terstruktur dengan skala 0Ae100. Hasil perbandingan nilai pre-test dan posttest disajikan pada Tabel 1 berikut. Tabel 1. Perbandingan Nilai Pre-test dan Post-test Pengetahuan Peserta No. Aspek Pengetahuan Rata-rata Rata-rata Pre-test Post-test Pengetahuan bahan baku ikan ekor kuning DOI: https://doi. org/10. 59066/jppm. Peningkatan (%) Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM) e:ISSN: 2827-9557 Volume 05 Issue 02 Month Mei 2026 Hal 445-452 Available Online at: https://jurnal. id/index. php/JPPM/index Teknik pengolahan higienis Modifikasi kelapa dalam produk abon Pengemasan dan labelisasi produk Strategi penetapan harga jual Rata-rata Keseluruhan 44,96 85,00 Sumber: Data hasil olahan peneliti, 2026 Tabel 1 menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan pada seluruh aspek yang diukur, dengan rata-rata peningkatan sebesar 89,1%. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek strategi penetapan harga jual . ,4%), yang mengindikasikan bahwa sebelum pelatihan peserta memiliki keterbatasan pemahaman mengenai nilai ekonomi produk olahan berbasis hasil laut. Peningkatan Keterampilan Praktik Peserta Selain pengetahuan teoritis, keterampilan praktik peserta dalam proses produksi abon ikan termodifikasi kelapa juga dievaluasi oleh tim pendamping menggunakan rubrik observasi dengan skala 1Ae4. Hasil penilaian keterampilan disajikan pada Tabel 2 berikut. Tabel 2. Hasil Penilaian Keterampilan Praktik Peserta No. Indikator Keterampilan Skor Awal . Ae Persiapan dan seleksi bahan baku Teknik perebusan dan pengepresan Pencampuran parutan kelapa dan Proses sangrai dan pengeringan abon Pengemasan dan pelabelan produk Rata-rata 1,52 Skor Akhir . Ae Kategori Akhir Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik 3,66 Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Sumber: Data hasil olahan peneliti, 2026 Data pada Tabel 2 memperlihatkan lonjakan keterampilan praktik peserta dari kategori kurang . ata-rata 1,. menjadi sangat baik . ata-rata 3,. Peningkatan paling menonjol terjadi pada aspek pencampuran parutan kelapa dan bumbu, yang merupakan kekhasan produk Ole-ole Raja Ampat sebagai abon ikan termodifikasi kelapa. Hasil ini sejalan dengan temuan bahwa pelatihan berbasis demonstrasi langsung secara konsisten mampu mendorong peningkatan kapasitas keterampilan produksi peserta secara signifikan. Profil Produk dan Capaian Pemasaran Melalui proses pelatihan yang intensif, peserta berhasil menghasilkan produk abon ikan ekor kuning termodifikasi kelapa yang diberi nama Ole-ole Raja Ampat. Produk dikemas dalam kemasan plastik standing pouch berisi netto 250 gram dengan dua varian rasa, yakni original dan pedas. Data capaian produksi dan pemasaran awal disajikan pada Tabel 3. Tabel 3. Capaian Produksi dan Distribusi Produk Ole-ole Raja Ampat No. Indikator Keterangan Nama produk Ole-ole Raja Ampat Abon Ekor Kuning Berat netto 250 gram per kemasan Varian produk Original dan Pedas Harga jual per kemasan Rp45. Produksi per sesi pelatihan A30 kemasan Total pendapatan per sesi ARp1. Saluran distribusi Penjualan langsung, wisatawan, media sosial Diproduksi oleh Ibu PKK & Kelompok Nelayan Urbinasopen. Raja Ampat Sumber: Data hasil olahan peneliti, 2026 DOI: https://doi. org/10. 59066/jppm. Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM) e:ISSN: 2827-9557 Volume 05 Issue 02 Month Mei 2026 Hal 445-452 Available Online at: https://jurnal. id/index. php/JPPM/index Produk Ole-ole Raja Ampat telah menunjukkan potensi pasar yang menjanjikan, khususnya sebagai oleh-oleh khas bagi wisatawan yang berkunjung ke Raja Ampat. Keberhasilan menciptakan identitas produk lokal yang kuat merupakan langkah strategis dalam penguatan ekonomi biru berbasis komunitas pesisir. Berikut adalah tampilan produk Ole-ole Raja Ampat Abon Ekor Kuning yang dihasilkan oleh Kelompok Nelayan Urbinasopen sebagai luaran nyata dari kegiatan pengabdian ini. Gambar 1. Produk Ole-ole Raja Ampat Abon Ikan Ekor Kuning Sumber: Dokumentasi peneliti, 2026 Gambar 1 menampilkan produk abon ikan yang telah dikemas secara profesional menggunakan standing pouch berlabel informatif, mencantumkan nama produk, varian rasa, berat bersih, serta identitas produsen. Kehadiran kemasan yang representatif menjadi bukti nyata peningkatan kapasitas ibu PKK tidak hanya dalam aspek produksi, tetapi juga dalam hal branding dan presentasi produk kepada konsumen. Hasil Wawancara Mendalam (In-depth Intervie. Untuk memperdalam temuan kuantitatif, wawancara mendalam dilakukan terhadap enam peserta terpilih yang mewakili variasi latar belakang usia dan pengalaman usaha. Tema-tema dominan yang teridentifikasi dari analisis thematic analysis disajikan pada Tabel 4. Tabel 4. Ringkasan Tema dan Kutipan Representatif Hasil Wawancara Mendalam Tema Utama Kutipan Representatif Peningkatan kepercayaan "Sebelumnya saya tidak tahu ikan bisa diolah seperti ini, sekarang saya merasa bisa membuka usaha sendiri. "Ternyata kelapa yang biasa kami pakai sehari-hari bisa Penemuan nilai tambah membuat abon ikan jadi lebih enak dan harganya bisa lebih produk lokal "Kami ingin terus produksi setelah pelatihan ini selesai. Motivasi keberlanjutan karena turis banyak yang suka dan mau beli. "Dulu kami pikir yang penting rasanya enak, sekarang Kesadaran pentingnya tahu kalau kemasan juga menentukan apakah orang mau beli atau tidak. "Suami dan anak-anak juga mendukung, mereka bangga Dukungan keluarga dan kalau ibu bisa buat produk sendiri dengan nama Raja Ampat. "Harapan kami ada pendampingan lanjutan untuk Harapan pengembangan pemasaran online supaya bisa dijual ke luar Raja Ampat. ke depan Informan Informan 2, usia 34 tahun Informan 5, usia 41 tahun Informan 1, usia 29 tahun Informan 4, usia 38 tahun Informan 6, usia 45 tahun Informan 3, usia 36 tahun Sumber: Data hasil olahan peneliti, 2026 Temuan pada Tabel 4 mengungkap dimensi kualitatif yang tidak tertangkap oleh data numerik Keenam tema yang teridentifikasi mencerminkan transformasi yang terjadi bukan hanya pada tataran keterampilan teknis, melainkan juga pada aspek psikologis, sosial, dan motivasi wirausaha Hal ini konsisten dengan pendekatan pemberdayaan berbasis potensi lokal yang terbukti efektif dalam membangun kapasitas dan kemandirian ekonomi perempuan pesisir. DOI: https://doi. org/10. 59066/jppm. Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM) e:ISSN: 2827-9557 Volume 05 Issue 02 Month Mei 2026 Hal 445-452 Available Online at: https://jurnal. id/index. php/JPPM/index PEMBAHASAN Efektivitas Pelatihan dalam Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa program pelatihan pembuatan abon ikan termodifikasi kelapa mampu menghasilkan peningkatan pengetahuan peserta secara substansial, dengan rata-rata kenaikan sebesar 89,1% berdasarkan perbandingan nilai pre-test dan post-test. Capaian ini mengonfirmasi efektivitas pendekatan hands-on training atau pelatihan berbasis praktik langsung sebagai metode andragogi yang tepat bagi perempuan pesisir. Widjayanti & Setyowati . menegaskan bahwa pelatihan pengolahan ikan yang dikombinasikan dengan praktik demonstratif secara konsisten meningkatkan kompetensi peserta lebih signifikan dibandingkan pendekatan ceramah konvensional semata. Peningkatan yang sangat tinggi pada aspek pengemasan dan penetapan harga mengindikasikan adanya kesenjangan pengetahuan awal yang cukup besar di bidang kewirausahaan, yang selama ini tidak terjangkau oleh intervensi program pemberdayaan sebelumnya. Diversifikasi Produk Berbasis Sumber Daya Lokal sebagai Strategi Ekonomi Biru Keberhasilan peserta menghasilkan produk Ole-ole Raja Ampat yang memanfaatkan dua komoditas lokal unggulan, yakni ikan ekor kuning dan kelapa, merupakan wujud konkret dari prinsip ekonomi biru yang berkelanjutan. Integrasi kelapa sebagai bahan modifikasi bukan sekadar penambah cita rasa, melainkan juga merepresentasikan pemanfaatan kearifan lokal dalam inovasi produk pangan. Pendekatan diversifikasi berbasis potensi setempat ini relevan dengan temuan Ansar et al. yang membuktikan bahwa pemberdayaan kelompok ibu PKK melalui diversifikasi olahan hasil perikanan secara efektif meningkatkan kapasitas ekonomi keluarga sekaligus memperkuat ketahanan pangan Dengan harga jual Rp45. 000 per kemasan 250 gram, produk ini memiliki margin keuntungan yang jauh lebih tinggi dibandingkan penjualan ikan segar, sehingga secara langsung berkontribusi pada peningkatan pendapatan rumah tangga pesisir. Penguatan Kapasitas Branding dan Pemasaran Aspek yang membedakan kegiatan pengabdian ini dari program serupa adalah perhatian serius terhadap dimensi branding dan identitas produk. Kemasan standing pouch berlabel profesional yang memuat nama produk, varian rasa, berat neto, dan identitas produsen lokal mencerminkan pemahaman peserta tentang pentingnya presentasi produk di pasar. Spanton M et al. menekankan bahwa modernisasi proses produksi dan pelabelan merupakan faktor kritis dalam meningkatkan daya saing produk olahan ikan di pasar yang lebih luas. Identitas "Raja Ampat" yang tersemat dalam nama produk secara strategis memanfaatkan reputasi global kawasan tersebut sebagai destinasi wisata kelas dunia, sehingga membuka peluang pasar segmen wisatawan yang signifikan (Wahyuni et al. , 2. Transformasi Psikososial dan Kemandirian Ekonomi Perempuan Di luar capaian teknis dan ekonomi, temuan wawancara mendalam mengungkap dimensi transformasi yang lebih dalam pada peserta. Enam tema utama yang teridentifikasi mulai dari peningkatan kepercayaan diri, kesadaran nilai tambah produk, hingga harapan keberlanjutan usaha mencerminkan perubahan orientasi dari pola pikir konsumtif menuju pola pikir produktif dan Isma et al. dalam kajiannya tentang pemberdayaan ibu PKK melalui inovasi abon ikan menemukan bahwa transformasi motivasi wirausaha merupakan indikator keberhasilan program yang justru lebih berkelanjutan dibandingkan peningkatan keterampilan teknis semata, karena mendorong peserta untuk secara mandiri melanjutkan dan mengembangkan usaha pascapelatihan. Dukungan keluarga yang terungkap dalam wawancara juga mengindikasikan terbentuknya ekosistem sosial yang kondusif bagi keberlanjutan usaha rumah tangga berbasis produk lokal (Andajani et al. Khatimah et al. , 2. KESIMPULAN DAN SARAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Kampung Urbinasopen. Raja Ampat, berhasil membuktikan bahwa pelatihan pembuatan abon ikan ekor kuning termodifikasi DOI: https://doi. org/10. 59066/jppm. Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM) e:ISSN: 2827-9557 Volume 05 Issue 02 Month Mei 2026 Hal 445-452 Available Online at: https://jurnal. id/index. php/JPPM/index kelapa secara efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan 25 ibu PKK dengan rata-rata peningkatan pengetahuan sebesar 89,1% dan keterampilan praktik dari kategori kurang menjadi sangat baik. Program ini juga berhasil melahirkan produk unggulan lokal bertajuk Ole-ole Raja Ampat yang memiliki identitas branding kuat, nilai jual kompetitif, dan potensi pasar yang menjanjikan khususnya di segmen wisatawan. Secara implikatif, kegiatan ini menegaskan bahwa pendekatan mixed methods berbasis pemberdayaan perempuan pesisir merupakan strategi yang relevan dan aplikatif dalam mewujudkan konsep ekonomi biru yang berkelanjutan. Transformasi peserta tidak hanya terjadi pada dimensi keterampilan teknis, tetapi juga pada aspek kepercayaan diri, motivasi wirausaha, dan kesadaran branding produk lokal. Sebagai saran, diperlukan pendampingan lanjutan yang mencakup penguatan kapasitas pemasaran berbasis digital marketing, fasilitasi akses permodalan usaha mikro, serta integrasi program serupa ke desa-desa pesisir lain di Raja Ampat agar dampak ekonomi biru dapat dirasakan secara lebih luas dan merata. DAFTAR PUSTAKA