JMS: Jurnal Masyarakat Siber Volume 2. No 1. Juni 2023 Halaman 16 Ae 20 Literasi Media Dalam Pengelolaan Identitas Komunikasi Di Ruang Digital Muhammad Nur Ichsan1#. Yulian Suryo Muliono2#. Rudin Hidayat3# 1,2,3 PJJ Manajemen. Universitas Siber Asia Jl. Harsono RM No. 1 Jakarta Selatan, . 27806189 MuhammadIchsan@lecturer. Abstrak Interaksi dalam dunia virtual dengan berbagai latar belakang berbeda khususnya dalam hal agama . perlu diiringi suatu pemahaman yang holistik dalam memandang dan menyikapi perbedaan. Mengingat isu agama merupakan suatu isu sentitif yang rentan atas suatu konflik horizontal. Maka dari itu literasi media sebagai suatu upaya dalam meminimalisasi atas terbentuknya suatu pemahaman radikal menjadi suatu kegiatan solutif- preventif bagi kalangan masyarakat saat ini. Dengan memiliki kemampuan filterisasi . semua paparan informasi, bijak dalam menyikapi perbedaan identitas agama serta memiliki manajemen pola komunikasi yang baik dalam media sosial akan melahirkan suatu situasi yang kondusif, aman, damai dan toleransi di tengah masyarakat multikultural-multireligi. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat . aum pelaja. dalam penggunaan dan pemanfaatan media sosial. Sebagai suatu ruang publik yang bersifat virtual, media sosial merupakan suatu lingkungan baru dalam proses komunikasi, interaksi dan sosialisasi diantara berbagai jutaan individu di dalamnya. Pengetahuan yang minim mengenai penggunaan dan pemanfaatan media sosial sebagai media informasi kerapkali menimbulkan suatu gejala sosial yang diakibatkan oleh merebaknya informasi bohong . , munculnya ujaran kebencian sampai pada gesekan sosial atas isu sensitif seperti agama. Kata Kunci: literasi, media, identitas, agama, pelajar PENDAHULUAN Indonesia sebagai salah satu negara yang mengikuti arus perkembangan zaman, turut beradaptasi dan mengadopsi terhadap tumbuh dan menjamurnya suatu terobosan baru dalam segi teknologi. Salah satu bentuk kemudahan dan fleksibilitas yang ditawarkan dalam berbagai aspek kehidupan yaitu lahirnya sebuah ruang virtual atau yang disebut dengan media sosial. Media sosial sebagai bentuk media digital memberikan kemudahan untuk menjembatani antar individu agar bisa saling terhubung dan berinteraksi satu sama lain tanpa terbatas ruang dan waktu. Kehadiran media sosial di tanah air mendapat sambutan hangat dan respon positif dari berbagai kalangan masyarakat karena dianggap sebagai suatu solusi dalam aspek sosial, politik, ekonomi sampai pada aspek agama. Hadirnya media sosial dalam dimensi kehidupan sosial masyarakat setidaknya membawa beberapa perubahan dalam tata nilai dan norma sosial. Begitupun dalam pola komunikasi yang terbentuk dalam dunia https://jurnal. id/index. php/jms/index maya . Hal tersebut menjadi suatu fenomena tersendiri dimana terjadinya pergeseran nilai kehidupan masyarakat dalam hal interaksi-sosialisasi. Media sosial sebagai suatu ruang virtual masyarakat menjadi dimensi tersendiri dalam penyaluran kebutuhan manusia seperi kebutuhan informasi, edukasi sampai pada pemenuhan kebutuhan hiburan . Dalam hal ini, media sosial menjadi suatu sarana bertemu dan berkumpulnya semua anggota masyarakat dari latarbelakang yang beragam, lokasi yang berbeda dan waktu yang Salah satu bentuk kemajemukan masyarakat yang bisa dijumpai pada ruang virtual . edia sosia. yaitu bersifat Artinya berbagai identitas agama/keyakinan atas suatu kepercayaan yang dianut oleh setiap individu merupakan corak dalam warna komunikasi lintas iman dalam dunia maya. Berkaitan dengan hal demikian, kebebasan memilih agama sesuai kehendak masing-masing individu telah dijamin negara sebagaimana tercantum pada JMS: Jurnal Masyarakat Siber Volume 2. No 1. Juni 2023 Halaman 16 Ae 20 pasal 28 E ayat . UUD 1945 menyatakan bahwa setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan . Isu agama merupakan topik menarik untuk selalu diperbincangkan di tengah kehidupan masyarakat. Namun demikian, masih ditemukan sikap intoleransi atas isu ketidakharmonisan antar umat bergama, seperti ditunjukkan dalam bentuk penolakan kegiatan keagamaan, pengusiran tokoh yang berbeda agama, bahkan penyerangan secara langsung dan membabi buta . Maka dari itu, komunikasi diperlukan sebagai suatu alat/instrumen dalam menciptakan situasi yang aman dan damai di tengah masyarakat Keberagaman atas sikap dan juga cara komunikasi setiap individu adalah bentuk identitas agama yang ingin dipresentasikan secara online dalam dimensi Oleh karenanya, diperlukan suatu penggunaan media digital dalam bentuk literasi untuk mengelola identitas agama. Literasi digital sendiri secara sederhana dapat dimaknai sebagai suatu usaha menemukan, menggunakan maupun menyebar-luaskan informasi secara efektif . Berbagai penelitian mengenai literasi digital dalam konteks multikultural telah banyak dilakukan. Seperti yang ditulis oleh Baig menunjukkan bahwa facebook sebagai salah satu media sosial memiliki pengaruh besar untuk mengkonstruksi identitas melalui dimensi digital . Hal ini mengindikasikan bahwa media sosial sebagai suatu ruang kesempatan atas kemungkinan-kemungkinan terbentuknya suatu identitas personal yang dapat berkembang ke ranah sosial seperti identitas agama yang melekat pada setiap Media sosial sebagai ruang publik menjadi suatu media eksistensi dalam presentasi dan proyeksi diri atas identitas agama yang ingin ditampilkan. Dalam penelitian berbeda, seperti yang dilakukan https://jurnal. id/index. php/jms/index oleh Learning . bahwa proses literasi informasi dalam media digital . edia sosia. memiliki keterkaitan yang erat secara historical dengan pengguna dalam menerima paparan informasi dari media digital . Hasil penelitian tersebut menjelaskan bahwa media sosial sebagai salah satu sumber informasi yang memiliki kekuatan untuk menerpa setiap penggunanya . Arus informasi yang tidak bisa terbendung dalam media sosial memiliki perjalanan historical dan saling berkaitan antara informasi yang terbentuk dengan user pada sebuah aplikasi media sosial tertentu. Penelitian lainnya yang dilakukan oleh Pieterse . , bahwa hasil yang didapatkan yaitu pelajar di kalangan multikulturalmultibahasa memiliki perbedaan pola tersendiri dalam menggunakan media. Artinya aspek multibahasa yang dipengaruhi oleh suatu kebudayaan dan wilayah menjadi faktor tersendiri khususnya bagi kalangan pelajar dalam pola penggunaan media sosial baik digunakan sebagai media edukasi, informasi, interaksi ataupun hiburan . Terakhir. Kim . melakukan penelitian yang menghasilkan temuan bahwa bentuk literasi media melalui sebuah film, internet dan media virtual reality sangat membantu pada proses belajar siswa dari kalangan Maka dari itu, dapat dipahami bahwa proses literasi media atas kolaborasi berbagai macam teknik dapat membantu pada pola-pola tertentu sebagai suatu tujuan . yang diharapkan termasuk pada dunia pendidikan . Paparan kajian-kajian di atas merupakan gambaran bentuk literasi digital dalam konteks multikultural. Begitupun dalam pengabdian masyarakat ini, lokus kajian terletak pada pola pembentukan dan pengelolaan identitas komuniksi . di dalam ruang virtual . edia sosia. II. METODE PELAKSANAAN Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdiakan masyarakat ini dilakukan secara langsung . Pelibatan pelajar JMS: Jurnal Masyarakat Siber Volume 2. No 1. Juni 2023 Halaman 16 Ae 20 sebagai peserta umata didukung oleh Guru SMAN 1 Majalengka sebagai mitra kerjasama dengan tim pengabdi . osen Universitas Siber Asi. Pemaparan materi dilakukan ke tujuh . kelas secara paralel dengan durasi 30 menit di setiap kelas. Pelajar/siswa kerapkali menjadi jargon atas agen dari perubahan nyata dalam berbagai konteks sosial, seperti politik, ekonomi, budaya dan lain sebagainya. Dalam hal ini, penulis melihat figur pelajar (Sekolah Menengah Atas/SMA) sebagai suatu golongan ataupun kelompok berpendidikan perlu dibekali baik dari aspek kognitif maupun psikomotorik dalam hal kemampuan berinteraksi di dalam media Program pengabdian masyarakat ini menyasar kalangan pelajar di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Majalengka. Gambar 1. Dokumentasi Kegiatan PKM Kelas XII Ae SMAN 1 Majalengka i. HASIL PELAKSANAAN KEGIATAN DAN ANALISA Sebagai menanamkan pemahaman dan toleransi mengenai perbedaan sudut pandang, prinsip sampai pada perbedaan identitas atas suatu agama maka diperlukan aksi nyata dalam bentuk literasi media. Literasi media sebagai suatu kegiatan yang bersifat preventif dalam mencegah terjadinya ujaran kebencian, hoaks, diskriminasi yang melibatkan suatu golongan agama tertentu. Dalam hal ini, aspek komunikasi menjadi suatu instrument penting dalam menumbuhkan dan membentuk komunikator yang memiliki kredibilitas, kompetibel dan memiliki daya saring tinggi terhadap paparan arus informasi dalam ruang virtual . edia Salah satu segmentasi dari berbagai kelas sosial masyarakat yang bisa diberikan pemahaman atas suatu pola interaksi dalam media sosial yaitu kalangan pelajar. Pelajar sendiri secara sederhana dapat dimaknai sebagai suatu kelompok intelektual yang memiliki pengetahuan/wawasan yang luas serta dibekali daya pikir kritis dan ilmiah. https://jurnal. id/index. php/jms/index Gambar 2. Dokumentasi Bersama salah satu kelas XII SMAN 1 Majalengka setelah pemaparan materi PKM Literasi media merupakan suatu usaha dalam mengedukasi masyarakat terkait penggunaan, penerimaan dan kemampuan menyaring semua informasi yang didapat dari media digital . edia sosia. Dalam hal ini, pelatihan dalam bentuk sosialisasi yang telah dilaksanakan berfokus pada proses berorientasi pada terbentuknya pemahaman yang holistik dalam melihat dan merespon segala bentuk keberagaman atas berbagai kayakinan . Isu agama sendiri menjadi suatu isu sosial yang bersifat sensitif, yang bilamana masuk kedalam ranah virtual sangat rentang terhadap terjadinya penistaan, ujaran kebencian, kabar bohong . , sikap arogansi sampai pada terbentuknya suatu pemahaman radikalisme. Isu agama pula seringkali menjadi suatu topeng atas berbagai kepentingan seperti isu politik, ekonomi, budaya dan lain Maka dari itu program pelatihan literasi media digital dalam pengelolaan identitas komunikasi . di ruang virtual JMS: Jurnal Masyarakat Siber Volume 2. No 1. Juni 2023 Halaman 16 Ae 20 menjadi penting untuk dilakukan, terlebih bisa berlanjut secara berkala yang menyasar kalangan masyarakat potensial. Urgensi program pengabdian masyarakat ini terletak pada pentingnya memiliki kemampuan komunikasi dalam media sosial sebagai suatu ruang publik yang bersifat virtual di kalangan masyarakat multireligi-multikultural. dari populasi . Sajian data tersebut menggambarkan bahwa media sosial menunjukkan eksistensinya sebagai ruang sosial yang memberi kebebasan sekaligus bersosialisasi dan berekspresi bagi setiap Begitupun dengan topik yang diperbincangkan bersifat dinamis dan tidak terbatas, sekalipun menyangkut isu sensitif seperti agama. Gambar 3. Penyerahan Cinderamata kepada Kepala SMAN 1 Majalengka Sebagai suatu upaya dalam menanamkan kesadaran dan pemahaman mengenai pentingnya kemampuan komunikasi di ruang virtual, program literasi media dalam pengelolaan identitas komunikasi . menjadi suatu solusi yang ditawarkan oleh Maka dari itu sebagai suatu akademisi yang memiliki kepedulian dan tanggung jawab sosial atas paparan arus informasi yang tidak bisa dibendung, acara dalam bentuk sosialisasi literasi media dapat menjadi suatu sarana bertukar pikiran, saling memecahkan suatu permasalahan sampai pada terbentuknya suatu solusi bersama atas tantangan dan problem yang terjadi. Berdasarkan data yang dirilis pada tanggal 8 Februari 2019 di sebuah situs data statistik, bahwa hasil riset Wearesosial Hootsuite menggambarkan penggunaan media sosial di Indonesia mencapai 150 juta atau sebesar 56% dari total populasi. Jumlah tersebut naik 20% dari survei sebelumnya. Sementara pengguna media sosial mobile . mencapai 130 juta atau sekitar 48% https://jurnal. id/index. php/jms/index Gambar 4. Tim PKM Dosen UNSIA dengan Guru BK SMAN 1 Majalengka Beragamnya identitas individu di dalam media sosial menjadi salah satu faktor terjadinya ujaran kebencian. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menerjemahkan arti kata identitas secara sempit sebagai ciriciri, keadaan khusus seseorang atau jati diri . Dalam konteks sosial, dapat dimengerti bahwa identitas sosial merupakan suatu pengetahuan dan pengakuan pada seseorang yang diberikan oleh suatu kelompok sebagai bagian dari anggotanya . Maka dari itu pengelolaan identitas baik personal maupun sosial menjadi penting dalam menyikapi terpaan ujaran kebencian dalam media sosial. IV. KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan di atas, perlu untuk diperhatikan bahwa setiap pelajar harus memiliki kemampuan mengelola identitas komunikasi secara personal maupun komunal dengan atribut agama yang melekat. Dengan dibekali keterampilan mengelola JMS: Jurnal Masyarakat Siber Volume 2. No 1. Juni 2023 Halaman 16 Ae 20 identitas di ruang virtual, pelajar dapat melakukan filterisasi atas berbagai dampak buruk yang ditimbulkan oleh media sosial seperti Cybercrime. Salah satu bentuk cybercrime adalah penyebaran ajaran radikalisme agama melalui media sosial. Dalam konteks ini, keterkaitan cybercrime dengan isu agama memiliki peran yang cukup kuat. Media menanamkan paham-paham radikal sehingga dapat merubah pola pikir dan juga perilaku seseorang dalam kehidupan kesehariannya. Salah satu isu agama yang banyak dibicarakan dalam konteks cybercrime yaitu istilah aliran keagamaan yang menyimpang, fanatisme dan lain sebagainya. Hal demikian terjadi karena latar belakang masyarakat yang beragam melahirkan berbagai macam pemahaman/aliran dalam segi agama. UCAPAN TERIMA KASIH Tim pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat mengucapkan terima kasih banyak kepada SMAN 1 Majalengka sebagai mitra PkM. VI. PERNYATAAN TIDAK ADA KONFLIK KEPENTINGAN Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini tidak memiliki kepentingan tertentu selain untuk melakukan bimbingan dan sosialisasi kepada anggota mitra PkM. VII. DAFTAR PUSTAKA