SOSFILKOM Vol. XI No. 01 Tahun 2017 PENGARUH INTENSITAS TERPAAN IKLAN BELANJA ONLINE TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF PELAJAR Rizki Budhi Suhara Dosen Tetap Prodi D3 Kehumasan FISIP Universitas Muhammadiyah Cirebon Jl. Tuparev No. 70 Cirebon. Telp/Fax: 0231-209806 Email: rizki. budhi@umc. Abstrak Dalam mengakses belanja online sekarang sangat mudah bisa melalui Lazada. Bukalapak. com, dan media sosial facebook. com, untuk itu lebih memudahkan bagi remaja terutama pelajar atau siswa untuk mengakses dan melakukan belanja online. Sajian iklan belanja online yang atraktif dengan kreasi pesan yang menarik, mampu membujuk kaum remaja dengan sempurna. Dampak dari itu semua adalah munculnya perilaku konsumtif di kalangan remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh intensitas terpaan iklan belanja online terhadap perilaku konsumtif, untuk mengtahui bagaimana perubahan perilaku konsumtif dalam belanja online dan seberapa besar pengaruh intensitas terpaan iklan belanja online terhadap perilaku konsumtif. Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan metode survai, metode survai adalah metode riset yang menggunakan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan datanya, tujuannya untuk memperoleh informasi tentang sejumlah responden yang dianggap mewakili populasi tertentu. Sedangkan teknik pengumpulan datanya menggunakan kuesioner dan observasi. Penelitian ini menggunakan teori CMC . omputer mediated communicatio. Sebagai salah satu media komunikasi. Untuk mengidentifikasi khalayak penulis menggunakan konsep karakteristik individu merupakan faktor internal yang mempengaruhi perilaku yaitu motivasi, keterlibatan, sikap, kepribadian, dan gaya hidup dengan pengukuran menggunakan konsep individual differences. Adapun hipotesisnya adalah terdapat pengaruh intensitas terpaan iklan belanja online terhadap perilaku konsumtif siswa-siswi kelas XI SMAN 1 Gegesik Kabupaten Cirebon. Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian pengaruh intensitas terpaan iklan belanja online terdapat pengaruh positif terhadap perilaku konsumtif yang diakibatkan variabel motivasi, keterlibatan, sikap, kepribadian, dan gaya hidup sebesar 20,19 dan perubahan perilaku konsumtif saat intensitas terpaan iklan belanja online sebesar 65,45 serta pada pengujian uji koefisien determinasi menunjukan bahwa pengaruh intensitas terpaan iklan belanja online berpengaruh sebesar 13,46 terhadap perilaku konsumtif, sedangkan sisanya 86,54 yang dipengaruhi oleh faktor external yaitu kelompok sosial, keluarga, kebudayaan, dan status sosial. Kata kunci: intensitas, terpaan, iklan, belanja online, perilaku konsumtif masyarakat dapat menimbulkan perubahan pada gaya hidup masyarakat. Pengguna internet semakin banyak dikacamata para generasi muda saat ini terutama pelajar. Pelajar adalah bagian masyarakat yang sangat dekat dengan persoalan akses informasi dan dunia internet. Pengguna internet menggantungkan pada situs untuk memperoleh berita, dua sampai tiga pengguna internet mengakses situs untuk mendapatkan berita terbaru setiap minggunya Straubhar dan LaRose . alam Ardiyanto, dkk. Akses terhadap LATAR BELAKANG Pada era globalisasi ini harus diakui bahwa peradaban manusia telah memasuki tahapan baru, yaitu dengan adanya revolusi Akibat dari globalisasi tersebut adalah munculnya guncangan kebudayaan, guncangan budaya umumnya dialami oleh golongan orang tua yang terkejut karena melihat adanya perubahan budaya yang dilakukan oleh generasi muda. Perkembangan teknologi informasi sekarang semakin maju, seiring dengan perkembangan teknologi semakin pesat, efek yang terjadi di SOSFILKOM Vol. XI No. 01 Tahun 2017 media telah menjadi salah satu kebutuhan primer dari setiap orang. Hal itu dikarenakan adanya kebutuhan akan informasi, hiburan, pendidikan, dan akses pengetahuan dari belahan bumi yang berbeda. Kemajuan teknologi dan informasi serta semakin perangkat-perangkat diproduksi oleh industri seperti menghadirkan dunia dalam genggaman. Istilah ini sejajar dengan apa yang di utarakan oleh Thomas L. Friedman . alam Nasrullah, 2015: . sebagai the world is flate bahwa dunia semakin rata dan setiap orang bisa mengakses apa pun dari sumber mana Juga, sebagaimana diulas Richard Hunter . alam Nasrullah, 2015: . dengan world without secrets bahwa kehadiran media baru . ew media/ cybermedi. menjadikan informasi sebagai suatu yang mudah dicari dan terbuka. Perubahan arus pola informasi dengan kehadiran media baru terlihat dari model pola . Pola menunjukan adanya pertukaran informasi dari unit-unit lokal dengan menggunakan media . konten, waktu, sampai pada kecepatan dari informasi dan komunikasi. Fungsi komunikasi interaktif ini membahas sistem pertukaran informasi yang tidak hanya melibatkan dua orang berkomunikasi langsung, sebagaimana sekarang yang terlihat dalam sistem informasi semacam e-commerce dan pemesanan barang atau jasa secara online telah menjadi kebiasaan bagi banyak orang terutama generasi muda. Di Indonesia, tren belanja online ini meningkat dari 7% ke 12% dalam lima tahun Jika melihat jumlah penduduk Indonesia, dan melihat jumlah e-commerce yang punya website. Angka tersebut jelas bukan hal yang buruk, mungkin di negara lain angka ini rendah, tetapi di Indonesia dimana pendidikan belum merata, kesenjangan sosial masih tinggi, maka angka tersebut terbilang Data ini menyangkut transaksi belanja dimanapun di ranah internet, baik dari sosial . ttp://tukangmarketing. com/belanja-iklantoko-online-meningkat-cepat/). Di unduh pada 27-maret-2016 pukul 15:33 WIB. Melihat fenomena saat ini bahwa banyak konsumen beralih ke belanja online di Lazada. Bukalapak. com dan jejaring sosial facebook. com, dalam dunia periklanan pada saat ini telah menjadi dunia yang besar, dunia yang memiliki banyak penggemar. Iklan telah menjadi media andalan bagi para produsen untuk memperkenalkan produk Karena tidak dapat dipungkiri, iklan mampu menyihir banyak khalayak. Pada saat ini belanja online menjadi perbincangan oleh sebagian kalangan, bila dilihat dari golongan usia maka sasaran tersebut antara lain anakanak, remaja, dewasa, dan orang tua. Diantara golongan tersebut, remaja merupakan sasaran yang sangat menjanjikan bagi para produsen. Hal ini dapat dimengerti, mengingat usia remaja adalah usia yang sangat rentan terhadap pengaruh luar. Masa remaja merupakan masa peralihan seorang individu. Pada masa ini, seorang remaja akan berusaha mencari identitas dirinya. Remaja merasa bahwa ada banyak hal yang harus dipersiapkan untuk memasuki fase dewasa yang akan mereka hadapi. Dalam mengakses belanja online sekarang sangat mudah bisa melalui Lazada. Bukalapak. com, dan media sosial facebook. com, untuk itu lebih memudahkan bagi remaja terutama pelajar atau siswa untuk mengakses dan melakukan belanja online. Dengan demikian semakin maraknya belanja online dikalangan pelajar akan membuat pelajar semakin diberi kemudahan untuk melakukan transaksi belanja online. Sajian iklan belanja online yang atraktif dengan kreasi pesan yang menarik, mampu membujuk kaum remaja dengan sempurna. Belum lagi kehadiran diskon membuat remaja selalu tertarik untuk mencoba produk yang ditawarkan. Tujuan utama dari demonstrasi produk tersebut, tentu saja diharapkan adanya perubahan sikap dan perilaku pada remaja. Dampak dari itu semua adalah munculnya perilaku konsumtif di kalangan remaja. Sekarang ini adalah era dimana orang membeli barang bukan karena nilai kemanfaatannya namun karena gaya Demi sebuah citra yang diarahkan dan dibentuk oleh iklan online dan mode lewat televisi, tayangan sinetron, acara infotaiment, ajang kompetisi para calon bintang, gaya hidup selebriti dan lainnya. SOSFILKOM Vol. XI No. 01 Tahun 2017 Konsumsi yang kita lakukan justru menjadi teraliansi karena perilaku konsumtif. Pada gilirannya ini menghasilkan kesadaran palsu, seakan-akan terpuaskan padahal kekurangan, seakan-akan makmur padahal miskin menurut Baudrillard . alam Sukari, 2013 : . Maka dari itu pelajar enggan untuk melakukan belanja online untuk memenuhi segala kebutuhannya seperti fashion, sepatu, tas, dan kebutuhan lainnya yang ada di belanja online. Perilaku online shopping yang terus menerus akan berakibat pada pelajar dalam berperilaku konsumtif dengan memenuhi segala kebutuhan secara berlebihan atas dasar tertarik dengan produk yang ditawarkan atau bahkan teman-teman sebayanya juga membeli barang secara online. Sesuai dengan UU ITE Nomor 11 Tahun 2008 dalam pasal 1 yang dimaksud . Informasi Elektronik adalah satu atau sekumpulan data elektronik, termasuk tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto, elektronik data (EDI), (Elektronik Mai. , telegram, teleks, telecopy atau sejenisnya, huruf, tanda, angka, kode akses, simbol, atau perforasi yang telah diolah yang memiliki arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya, dan . Transaksi Elekronik adalah perbuatan hukum yang dilakukan dengan menggunakan komputer, jaringan komputer, dan media elektronik lainnya. media massa online atau internet seperti mencari informasi berita, mencari hiburan di media sosial, dan pencarian identitas dengan mengikuti perubahan zaman. Menurut Gerbner . alam Ardiyanto, 2014: . mengemukakan bahwa Aumass communication is the tehnologically and institutionally bassed production and distribution of the most broadly shared continuous flow of message in industrial societiesAy. omunikasi massa adalah produksi dan distribusi yang berdasarkan teknologi dan lembaga dari arus pesan yang kontinyu serta paling luas dimiliki orang dalam masyrakat industr. Dari definisi Gerbner tergambar bahwa komunikasi massa itu menghasilkan suatu produk berupa pesan-pesan komunikasi. Produk tersebut disebarkan, didistribusikan kepada khalayak luas secara terus menerus dalam dalam jarak waktu yang tetap, misalnya haria, mingguan, dwi mingguan, atau bulanan. Proses memproduksi tidak dapat dilakukan oleh perorangan, melainkan harus oleh lembaga, dan membutuhkan suatu teknologi tertentu, sehingga komunikasi massa akan banyak dilakukan oleh masyarakat industri. 2 Iklan Iklan adalah salah satu bidang ilmu terpaan, beberapa ahli komunikasi memberikan pengertian sebagai barikut : Dunn dan Bardan . alam Latief dan Utud, 2015: . bahwa iklan merupakan bentuk kegiatan komunikasi nonpersonal yang disampaikan lewat media dengan membayar ruang yang dipakainya untuk menyampaikan pesan yang bersifat membujuk . kepada konsumen oleh perusahaan, lembaga nonkomersial, maupun pribadi yang berkepentingan. Ahli pemasaran Philip Kotler . alam Latief dan Utud, 2015: . mengartikan iklan sebagai semua bentuk penyajian nonpersonal, promosi ide, promosi barang produk atau jasa yang dilakukan oleh sponsor tertentu yang dibayar. Karena iklan ini merupakan bentuk komunikasi. Russel H. Colley . alam Latief dan Utud, 2015: . dalam buku berjudul DAGMAR (Defiting. Advertising. Goals For Measured Advertising Resul. New Yort. Association Of National Advertiser, 1. II. TINJAUAN PUSTAKA 1 Komunikasi Massa Aneka pesan melalui sejumlah media massa . oran, majalah, radio siaran, televisi, film dan media online/ interne. , dengan sajian berbagai peristiwa yang memiliki nilai berita ringan sampai berita tinggi, mencerminkan proses komunikasi massa yang selalu menerpa kehidupan manusia. Bagi yang tidak suka membaca koran, setidaknya ia akan mendengarkan radio siaran atau menonton Artinya, tidak ada orang yang terlepas dari terpaan media massa. Seorang anak sudah diterpa film anak-anak di televisi kendati anak itu masih belita, belum bisa membaca dan menulis. Berangkat remaja dan dewasa, ia sudah menerpa dirinya dengan SOSFILKOM Vol. XI No. 01 Tahun 2017 menjelaskan tujuan komunikasi dalam periklanan, yaitu: Iklan informasi: iklan ini secara umum menjelaskan informasi suatu produk yang diiklankan, mulai dari manfaat, model, jenis, dan sebagainya tentang produk atau jasa yang ditunjukan untuk memberitahukan kepada konsumen. Iklan persuasi: dalam iklan ini selain menginformasikan suatu produk juga melakukan AubujukanAy agar konsumen digiring untuk menggunakan produk yang dikampayekan dari pada melirik produk kompetitor. Biasanya bernada AusuperlativeAy atau AusuperioritasAy. Iklan pengingat: biasanya teknnik periklanan juga melakukan AureminderAn . ntuk menginga. agar konsumen tetap loyal terhadap produk yang diiklankan. Iklan atau advertising dapat di definisikan sebagai Auany paid of nonpersonal communication about an organization, product, servis, or idea by an identified An . etiap nonpersonal mengenai organisasi, produk, servis, atau ide yang dibayar oleh satu sponsor yang diketahu. perdagangan elektronik yang dilakukan antar dua orang melalui sarana internet. Definisi e-commerce menurut Laudon & Laudon . , e-commerce adalah suatu proses membeli dan menjual produk-produk secara elektronik oleh konsumen dan dari perusahaan ke perusahaan dengan komputer sebagai perantara transaksi bisnis. ecommerce adalah kegiatan-kegiatan bisnis yang menyangkut konsumen . , manufaktur . , service providers dan pedagang perantara . jaringan-jaringan komputer . omputer network. yaitu internet. e-commerce manfaat, baik itu organisasi, perusahaan dan masyarakat itu sendiri, berikut beberapa manfaat dari e-commerce : Eo Manfaat organisasi pemilik e-commerce: Memperluas market place hingga kepasar nasional dan internasional. Dengan capital outplay yang minim, sebuah perusahan dapat dengan mudah menemukan lebih banyak pelanggan, supplier yang lebih baik dan partner bisnis yang paling cocok dari seluruh dunia. e-commerce pendistribusian, penyimpanan, dan menggunakan kertas. e-commerce mengurangi waktu antara outlay modal dan penerimaan produk dan jasa. e-commerce mendukung upaya-upaya Dengan mengubah prosesnya, maka produktivitas sales-people, pegawai administrator bisa meningkat 100% atau lebih. Akses informasi menjadi lebih cepat. 3 Belanja Online Komputer yang terhubung melalui sarana jaringan komuniksi dapat membuat Sebelum adanya internet dan komputer, komunikasi masih sangat terbatas. Kemudian, perusahaan-perusahaan besar telah memulai untuk menggunakan EDI (Electronic Data Interchang. untuk kepentingan bisnisnya. Dengan adanya internet sarana komunikasi dapat digunakan oleh banyak pengguna untuk melakukan transaksi perdagangan. Istilah ecommerce electronic commerce, yangs secara singkat dapat didefinisikan sebagai mekanisme transaksi jual dan beli dengan menggunakan fasilitas internet sebagai media komunikasi. ecommerce bisa dikatagorikan menjadi B28 (Business to Busines. B2C (Business to Customer. , dan C2C (Customers to Customer. B2B adalah perdagangan elektronik yang dilakukan antar dua buah perusahaan. B2C antar perusahaan kepada C2C Eo Manfaat bagi konsumen antara lain: e-commerce pelanggan untuk berbelanja atau melakukan transaksi selama 24 jam sehari sepanjang tahun dari hampir setiap lokasi. SOSFILKOM Vol. XI No. 01 Tahun 2017 e-commerce memberikan lebih banyak pilihan kepada pelanggan, mereka bisa memilih berbagai produk dari banyak e-commerce menyediakan produk dan jasa yang tidak mahal kepada pelanggan dengan cara mengunjungi banyak tempat dan melakukan perbandingan secara cepat. Pelanggan bisa menerima informasi yang relevan secara detil dalam hitungan detik, bukan lagi hari atau e-commerce memberi tempat kepada para pelanggan untuk berinteraksi dengan pelanggan lain di electronic community dan bertukar pikiran serta komunitas tertentu. Kita tidak terlalu berfokus dengan e-mail pribadi, permainan game, dan beberapa layanan pribadi lainnya di internet. Internet adalah salah satu bentuk dari media baru . ew medi. Internet dinilai sebagai alat informasi paling penting untuk dikembangkan kedepannya. Internet memiliki kemampuan untuk mengkode, menyimpan, memanipulasi dan menerima pesan (Ruben, 1998: . Internet merupakan sebuah media dengan segala karakteristiknya. Internet memiliki teknologi, cara penggunaan, lingkup layanan, isi dan image Internet tidak dimiliki, dikendalikan atau dikelola oleh sebuah badan tunggal tetapi merupakan sebuah jaringan komputer yang terhubung secara intensional dan beroperasi berdasarkan protokol yang disepakati Sejumlah organisasi khususnya provider dan badan telekomunikasi berperan dalam operasi internet (McQuail, 2009: 2. Media baru telah disambut oleh media lama dengan ketertarikan yang kuat, positif, dan bahkan pengharapan serta perkiraan yang bersifat eforia, serta perkiraan yang berlebihan mengenai signifikansi mereka menurut Rossler . alam McQuail 2011 :. Menurut Moundry . media baru (New Medi. didefinisikan sebagai produk dari komunikasi yang termediasi teknologi yang terdapat bersama dengan komputer digital (Creeber dan Martin, 2. Definisi lain media online adalah media yang di dalamnya terdiri dari gabungan berbagai Itu artinya terdapat konvergensi media di dalamnya, dimana beberapa media dijadikan satu (Lievrouw, 2. New Media merupakan media yang menggunakan internet, media online berbasis teknologi, berkarakter fleksibel, berpotensi interaktif dan dapat berfungsi secara privat maupun secara Secara umum, media baru tidak saja telah menjembatani perbedaan pada beberapa media, tetapi juga perbedaan antara batasan kegiatan komunikasi pribadi dengan batasan kegiatan komunikasi publik. Bahan dan kegunaan media semacam itu dapat dipakai secara bergantian untuk kepentingan pribadi dan publik. Eo Manfaat bagi masyarakat lain: e-commerce memungkinkan orang untuk bekerja didalam rumah dan tidak harus keluar rumah untuk Ini berakibat menurunkan arus kepadatan lalu lintas dijalan serta mengurangi polusi udara. e-commerce memungkinkan orang dinegara-negara dunia ketiga dan wilayah pedesaan untuk menikmati aneka produk dan jasa yang akan susah mereka dapatkan tanpa ecommerce. 4 Media Baru Media baru saat ini adalah berbagai perangkat teknologi komunikasi yang berbagi ciri yang sama yang mana selain baru dimungkinkan dengan digitalisasi dan ketersediaannya yang luas untuk penggunaan pribadi sebagai alat komunikasi. Sebagaimana kita lihat media baru sangat beragan dan tidak mudah didefinisikan, tetapi kita tertarik media baru dan penerapannya yang dalam berbagai wilayah memasuki ranah komunikasi massa atau secara langsung atau tidak langsung memiliki dampak terhadap media massa Fokus perhatian terutama pada aktifitas mengakses internet, terutama pada penguna publik, seperti berita daring, iklan, aplikasi penyiaran online, forum dan aktifitas diskusi. Word Wide Web . , pencarian SOSFILKOM Vol. XI No. 01 Tahun 2017 5 Teori Individual Differences Telah kita ketahui bahwa setiap individu itu unik yaitu tidak ada dua individu yang sama Persis baik dari sifat, karakter, maupun lainnya. Tiap masing- masing individu berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Begitu halnya siswa, antara siswa satu dengan yang lain pasti berbeda. Perbedaan itu terdapat pada karakteristik sifat-sifatnya. Perbedaan individual ini terlihat pada cara dan hasil belajar siswa itu sendiri. Oleh karena itu, setiap informasi akan diberi makna berlainan oleh orang yang berbeda. Setiap kali manusia menerima informasi, ia akan mengolah informsi tersebut, kemudian menyimpan dan bisa menghasilkannya kembali. Penerimaan dan pengelolaan informasi merupakan salah satu proses yang mendasar dalam kehidupan Perbedaan individu itu terjadi disebabkan karena perbedaan lingkungan pandangan dalam menghadapi sesuatu. Setiap orang dengan sendirinya memiliki persepsi Dengan ini, bahwa audiens anggotaanggotanya senantiasa mempunyai tanggapan yang sama terhadap isi medium. Setiap orang akan menanggapi isi media berdasarkan kepentingan mereka dan disesuaikan dengan kepercayaan serta nilai-nilai sosial individu. Seperti yang dikemukakan oleh Melvin DeFleur . alam Ardianto, 2014: . Individual Differences mempunyai potensi berbeda-beda, serta pengalaman dan lingkungan yang berbeda. Setiap individu secara selektif memilih pesan yang sesuai dengan kepentingannya, sehingga tanggapan dan pemberian makna pada pesan komunikasi di tentukan oleh tatanan Dengan kata lain, perbedaan telah menyebabkan pengaruh media berbeda pada tiap media. Menurut Hurriyati ( 2015: . Karakteristik individu merupakan suatu proses psikologis yang mempengaruhi individu dalam memperoleh, mengkonsumsi serta menerima barang dan jasa serta 6 Perilaku Konsumtif Pelajar Pengertian konsumtif (Sukari, dkk. 2013: . sebagai kata sifat dengan akhiran if yang artinya bersifat konsumsi, bergantung pada hasil produksi pihak lain. Menurut Tambunan . alam Sukari, dkk. 2013: . kata konsumtif . ebagai kata sifat. akhiran if ) yang diartikan sama dengan kata konsumerisme. Konsumerisme mengacu pada segala sesuatu yang berhubungan dengan konsumen, keinginan untuk mengonsumsi barang-barang yang sebenarnya kurang diperlukan secara berlebihan untuk mencapai kepuasan yang Disamping itu, perilaku konsumtif juga di duga terkait dengan karakteristik psikologis tertentu yang dimiliki oleh remaja yaitu konsep diri mereka sebagai generasi muda dan tingkat konformitas terhadap teman Seperti diketahui masa remaja . enerasi mud. merupakan masa peralihan antara masa anak dengan masa dewasa yang ditandai dengan berbagai perubahan baik dalam aspek fisik, sosial dan psikologis. Perubahan tersebut bermuara pada upaya menemukan jati diri atau identitas diri, sehingga kehidupan sehari-hari remaja mengarah pola konsumtif. Perilaku konsumtif dewasa ini menjadi sebuah fenomena sosial yang melanda seluruh lapisan masyarakat. Sejalan dengan perkembangan jaman yang semakin pesat dan mengglobal menjadikan perpindahan transisi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, terutama di kalangan para remaja. Terlebih lagi dengan gaya hidup modern seperti sekarang ini seorang remaja cenderung untuk melakukan berbagai macam cara agar dapat tetap AueksisAy sebagai wujud agar tetap diakui dan diterima di lingkungan sekitar. Lina dan Rasyid . alam Putri, 2015: menyebutkan ada tiga aspek dalam prilaku konsumtif, yaitu: Aspek pembelian impulsif adalah pembelian yang di dasarkan pada dorongan dalam diri individu yang muncul tiba-tiba. Aspek pembelian tidak rasional Adalah pembelian yang dilakukan karena kebutuhan, tetapi karena gengsi agar dapat dikesankan sebagai orang SOSFILKOM Vol. XI No. 01 Tahun 2017 yang modern atau mengikuti mode. Pendekatan ini diperkuat oleh Lubis . alam Putri, 2015: . mengatakan bahwa prilaku konsumtif adalah suatu prilaku membeli yang tidak lagi didasarkan pada pertimbangan yang rasional melainkan karena adanya keinginan yang sudah mencapi taraf yang sudah tidak rasional. Aspek Adalah pembelian suatu produk secara berlebihan yang dilakukan oleh Menurut Soebiyakto . alam Sukari 2013: . Perilaku konsumtif menjelaskan keinginan untuk memiliki atau mengonsumsi barang secara berlebihan. Barang tersebut sebenarnya kurang diperlukan, atau bukan menjadi kebutuhan pokok. Konsumtif cenderung mengarah pada perilaku boros, bercirikan lebih mendahulukan keinginan dari pada kebutuhan. Di jumpai juga gejala sosiopsikologis berupa keinginan meniru sehingga remaja berlomba-lomba yang satu ingin lebih baik yang lain. Perilaku konsumtif menciptakan kebiasaan pembelian produk untuk konsumsi tetapi ada motivasi lain. Konsumtifisme cukup banyak contohnya, misalnya berbagai produk dengan merk terkenal sangat disukai meskipun mahal, seperti AuKemeja merk Cole atau Tas Shopie MartinAy. Produk bukan sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan dasar manusia, akan tetapi lebih berfungsi sebagai lambang yang disebut AuSimbol StatusAy. Penulis lebih mementingkan aspek keluasan data sehingga hasil penelitian dianggap merupakan representasi dari seluruh Dalam positivistik, teori memberi pedoman tentang kerangka berfikir yang harus dimiliki penulis, bagaimana cara mengumpulkan data yang baik, siapa yang harus diteliti, hingga cara penafsiran data yang terkumpul dilapangan. Paradigma positivistik melihat realitas sosial sebagai realitas yang AurealAy dan diatur kaidahkaidah tertentu yang berlaku universal walaupun kebanyakan pengetahuan itu mungkin hanya bisa diperoleh secara probabilistik . utri, 2015 : . IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1 Deskriptif Data Reponden Penelitian Dari analisis mengenai profil responden maka diperoleh data mengenai responden yang menjadi sampel pada penelitian ini, diantaranya adalah : Jenis Kelamin Tabel 4. Frequency Percent Valid Laki-laki Valid Cumulative Percent Percent Perempuan Total (Sumber : Data kuesioner diolah SPSS 16. Dari hasil tabel diatas menujukan jenis kelamin laki-laki sebanyak 22 orang atau 52,4% dan perempuan 20 orang atau 47. Tabel diatas responden laki-laki dan perempuan hampir setara dalam mengakses belanja online. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pedekatan Gaya penelitian kuantitatif memfokuskan pada variabel, bebas nilai, ketergantungan terhadap isi penelitian, analisisnya dilakukan dengan cara peneliti tidak terlibat, dan kunci dari kuantitatif adalah Reliabilitas. Pendekatan kuantitatif bertujuan menggambarkan atau menjelaskan suatu Dengan demikian tidak terlalu mementingkan kedalaman data atau Umur Tabel 4. Valid Cumulative Frequency Percent Percent Percent V 15 tahun 16 tahun I 17 tahun D 18 tahun Total (Sumber : Data kuesioner diolah SPSS 16. SOSFILKOM Vol. XI No. 01 Tahun 2017 Berdasarkan menunjukan bahwa sebagian besar responden berumur 17 tahun sebanyak 29 orang . %). Sisanya 15 tahun 1 orang . , 16 tahun 6 orang . ,3%), dan 18 tahun ada 6 orang . ,3%). 2 Uji instrumen Untuk mendapatkan data primer dilakukan penyebaran kuesioner kepada siswa-siswi kelas XI SMAN 1 Gegesik Kabupaten Cirebon pada bulan Agustus 2016 sebanyak 42 responden yang dianggap dapat mewakili. Penulis memberikan 28 butir pertanyaan untuk menguji validitas dan Reliabilitas dari seluruh pernyataan yang diajukan. 3 Uji Validitas Untuk uji validitas penulis menggunakan rumus Product Moment . arl pearso. dengan ketentuan sebagai berikut. Jika r hitung lebih besar dari pada r tabel maka Setelah perhitungan uji validitas varibel X ternyata didapat dengan r tabel ( = 0,05 N=42 ) = 0,304 sehingga dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 4. r hitung r tabel Kesimpulan 0,055 0,304 Tidak Valid -0,195 0,304 Tidak Valid 0,043 0,304 Tidak Valid 0,181 0,304 Tidak Valid -0,459 0,304 Tidak Valid 0,174 0,304 Tidak Valid 0,117 0,304 Tidak Valid (Sumber: data kuesioner diolah dengan SPSS Sedangkan untuk menguji variabel Y dengan menggunakan rumus product moment . arl pearso. dengan ketentuan sebagai Jika r hitung lebih besar dari r tabel maka disimpulkan valid. Setelah dilakukan perhitungan maka didapat dengan r tabel ( = 0,05 N=42 ) = 0,304 sehingga dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 4. r hitung r tabel Kesimpulan 0,223 0,304 Tidak Valid 0,357 0,304 Valid Q10 0,143 0,304 Tidak Valid Q11 0,257 0,304 Tidak Valid Q12 0,300 0,304 Tidak Valid Q13 0,504 0,304 Valid Q14 0,170 0,304 Tidak Valid Q15 0,341 0,304 Valid Q16 0,431 0,304 Valid Q17 0,006 0,304 Tidak Valid Q18 -0,079 0,304 Tidak Valid Q19 0,249 0,304 Tidak Valid Q20 0,209 0,304 Tidak Valid Q21 0,380 0,304 Valid Q22 0,168 0,304 Tidak Valid Q23 0,082 0,304 Tidak Valid Q24 -0,089 0,304 Tidak Valid Q25 0,734 0,304 Valid Q26 0,787 0,304 Valid Q27 0,879 0,304 Valid Q28 -0,199 0,304 Tidak Valid (Sumber: data kuesioner diolah dengan SPSS 4 Uji Reliabilitas Dalam butir-butir pertanyaan reliabel, maka dilakukan uji reliabilitas pada 42 kuesioner yang telah diisi oleh responden dan melihat koefisien alpha. Untuk uji reabilatas penulis menggunakan rumus Alpha . dengan ketentuan sebagai berikut. Jika r hitung lebih besar dari pada r tabel maka dikatakan reliabel. Setelah dilakukan perhitungan maka didapat dengan r tabel ( = 0,05 N=42 ) = 0,304 sehingga dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 4. r hitung r tabel Kesimpulan 0,395 0,304 Reliabel 0,257 0,304 Tidak Reliabel 0,374 0,304 Reliabel 0,105 0,304 Tidak Reliabel 0,541 0,304 Reliabel 0,399 0,304 Reliabel 0,248 0,304 Tidak Reliabel (Sumber: data kuesioner diolah dengan SPSS SOSFILKOM Vol. XI No. 01 Tahun 2017 Sedangkan untuk menguji Reliabilitas variabel Y dengan menggunakan rumus Alpha . dengan ketentuan sebagai Jika r hitung lebih besar dari pada r tabel maka dikatakan reliabel. Setelah dilakukan perhitungan maka didapat dengan r tabel ( = 0,05 N=42 ) = 0,304 sehingga dapat dilihat pada tabel di bawah ini: 5 Uji Regresi Linear Sederhana Dalam sebuah penelitian, penulis ingin mengetahui bagaimana keterkaitan antara satu variabel terikat dengan variabel bebas. terdapat dari dua variabel riset yang sudah diketahui yang mana variabel bebas X dan variabel terikat Y sedangkan nilai-nilai Y lainnya dapat dihitung atau diprediksi berdasarkan suatu nilai X. Teknik statistik yang digunakan untuk mengetahui keterkaitan anatara variabel terikat dengan variabel bebas adalah analisis regresi linear sederhana. Sesuai dengan persyaratan analisis yang mengharuskan skala pengukuran atau datanya bersifat interval atau rasio . tatistik parametri. , maka data berikut merupakan data interval hasil konversi dari data ordinal . kala sika. dengan menggunakan Method of Summated Rating. Tabel 4. r hitung r tabel Kesimpulan 0,767 0,304 Reliabel 0,765 0,304 Reliabel Q10 0,750 0,304 Reliabel Q11 0,748 0,304 Reliabel Q12 0,756 0,304 Reliabel Q13 0,752 0,304 Reliabel Q14 0,748 0,304 Reliabel Q15 0,743 0,304 Reliabel Q16 0,726 0,304 Reliabel Q17 0,733 0,304 Reliabel Q18 0,755 0,304 Reliabel Q19 0,757 0,304 Reliabel Q20 0,756 0,304 Reliabel Q21 0,729 0,304 Reliabel Q22 0,747 0,304 Reliabel Q23 0,747 0,304 Reliabel Q24 0,768 0,304 Reliabel Q25 0,737 0,304 Reliabel Q26 0,738 0,304 Reliabel Q27 0,732 0,304 Reliabel Q28 0,739 0,304 Reliabel (Sumber: data kuesioner diolah dengan SPSS Setelah dilakukan uji Validitas dan Reliabilitas instrumen dari item pertanyaan variabel pengaruh intensitas iklan belanja online terhadap perilaku konsumtif ternyata diperoleh hasilnya menunjukan ada beberapa item pertanyaan yang tidak valid dan tidak Sehingga hal ini siswa-siswi SMAN 1 Gegesik dalam mengakses iklan belanja online berada katagori penggunaan waktu mengakses 2-3 kali dalam satu minggu dan durasi melihat iklan belanja online hanya 0-30 Maka dapat disusun regresi linear sederhana sebagai berikut: = a b x = 0,272 . 0,272 . Gambar 4. Berdasarkan hasil perhitungan diatas menunjukan bahwa variabel independen yaitu, frekuensi terpaan, durasi, intensitas, motivasi, keterlibatan, sikap, kepribadian, dan gaya hidup memiliki nilai 0,272. dinamakan koefisen arah regresi dan menyatakan perubahan rata-rata variabel Y untuk setiap perubahan variabel X sebesar 50,018. Perubahan pertambahan bila b bertanda positif dan penurunan bila b bertanda negatif. SOSFILKOM Vol. XI No. 01 Tahun 2017 Tabel 4. VAR000 Spearman's rho VAR0000 Correlation Coefficient VAR0000 Correlation Coefficient Sig. -taile. Sig. -taile. Correlation is significant at the 0. 05 level . -taile. (Sumber : Data perhitungan dari SPSS 16. gaya hidu. berpengaruh terhadap perilaku konsumtif siswa-siswi SMAN 1 Gegesik 13,46% dipengaruhi oleh faktor external sebesar 86,54% yaitu seperti kebudayaan, keluarga, kelompok sosial, kelas sosial, dan peran status Dari perhitungan SPSS 16. 0 tabel dilampiran varibel X, menggambarkan bagaimana pengaruh intenseitas terpaan iklan belanja online. Lazada. Bukalapak. Facebook. Berdasarkan pengolahan yang disajikan pada tabel dilampiran variabel X, dapat dilihat dengan skor 20,19. Jumlah skor tersebut dimasukan kedalam garis kontinum, yang pengukurannya ditentukan dengan cara sebagai berikut: 6 Uji Koefisien Determinasi Koefisien determinasi merupakan parameter untuk mengukur seberapa jauh kemampuan variabel bebas terhadap variabel terikat. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan Berikut adalah hasil perhitungan keofisien determinasi. KD = rsA x 100% = . A x 100% = 13,46% Tabel 4. 7 diatas menunjukan bahwa nilai koefisien determinasi sebesar 0,367. Ini artinya variabel X pengaruh intensitas terpaan Lazada. Bukalapak. Facebook. rekuensi motivasi, keterlibatan, sikap, kepribadian, dan C VAR00002 Nilai indeks maksimum = 30 Ae 12 = 18/5 = 3,6 Nilai indeks minimum = 12 Jarak interval = 3,6 Mean = 20,19 Sangat Tidak Setuju Tidak Setuju Tidak Pasti Setuju Dari perhitungan tabel diatas variabel X pengaruh intensitas terpaan iklan belanja Lazada. Bukalapak. com, dan Facebook. com terhadap perilaku konsumtif Sangat Setuju siswa-siswi SMAN 1 Gegesik dengan skor 20,19 dari skor ideal 30. Dengan demikian pengaruh intensitas terpaan iklan belanja online terhadap perilaku konsumtif siswa- SOSFILKOM Vol. XI No. 01 Tahun 2017 siswi SMAN 1 Gegesik berada pada katagori Tidak pasti karena siswa-siswi SMAN 1 Gegesik dalam mengakses iklan belanja online berada katagori penggunaan waktu mengakses 2-3 kali dalam satu minggu dan durasi melihat iklan belanja online hanya 0-30 Dari perhitungan SPSS 16. 0 pada tabel dilampiran varibel Y, menggambarkan C bagaimana perubahan perilaku konsumtif siswa-siswi SMAN 1 Gegesik saat intensitas terpaan iklan belanja online. Berdasarkan hasil pengolahan yang disajikan pada tabel dilampiran variabel Y, dapat dilihat dengan skor 65,45. Jumlah skor tersebut dimasukan kedalam garis kontinum, yang pengukurannya ditentukan dengan cara sebagai berikut: Nilai indeks maksimum = 86 Ae 47 = 39/5 = 7,8 Nilai indeks minimum = 47 Jarak interval = 7,8 Mean = 65,45 Sangat Tidak Setuju Tidak Setuju Tidak Pasti Setuju Dari perhitungan tabel diatas variabel Y perubahan perilaku konsumtif siswa-siswi SMAN 1 Gegesik saat intensitas terpaan iklan belanja online. Berdasarkan hasil pengolahan yang disajikan pada tabel diatas variabel Y, dapat dilihat dengan skor 65,45 dari skor ideal Dengan demikian perubahan perilaku konsumtif siswa-siswi SMAN 1 Gegesik berada pada katagori Tidak Pasti karena saat mengakses iklan belanja online hanya untuk mencari informasi, untuk mengetahui barang jenis terbaru, supaya tidak ketinggalan perkembangan zaman. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa pengaruh intensitas terpaan iklan belanja online. Lazada. Bukalapak. Facebook. berpengaruh positif terhadap perilaku konsumtif siswa-siswi kelas XI SMAN 1 Gegesik. Ini berarti menunjukan bahwa variabel frekuensi terpaan, durasi, intensitas, motivasi, keterlibatan, sikap, kepribadian, dan gaya hidup mempengaruhi siswa-siswi kelas XI SMAN 1 Gegesik dalam berprilaku positif yang menunjukan nilai signifikansi sebesar 20,19. Dengan demikian pengaruh intensitas terpaan iklan belanja online. Lazada. Bukalapak. com, dan Facebook. com terhadap Sangat Setuju perilaku konsumtif siswa-siswi kelas XI SMAN 1 Gegesik berada pada katagori Tidak Pasti karena dalam mengakses iklan belanja online berada katagori penggunaan waktu mengakses 2-3 kali dalam satu minggu dan durasi melihat iklan belanja online hanya 0-30 Berdasarkan hasil pengolahan diatas variabel Y, perubahan perilaku konsumtif siswa-siswi kelas XI SMAN 1 Gegesik saat intensitas terpaan iklan belanja online, dapat dilihat dengan skor 65,45. Dengan demikian perubahan perilaku konsumtif siswa-siswi SMAN 1 Gegesik berada pada katagori Tidak Pasti karena saat mengakses iklan belanja online hanya untuk mencari informasi, untuk mengetahui barang jenis terbaru, supaya tidak ketinggalan informasi, dan untuk mengikuti perkembangan zaman. Pada uji koefisien determinasi menunjukan bahwa pengaruh intensitas terpaan iklan belanja online. Lazada. Bukalapak. Facebook. berpengaruh sebesar 13,46% terhadap perubahan perilaku konsumtif sedangkan sisanya 86,54% dipengaruhi oleh faktor external yaitu seperti kebudayaan, keluarga, kelompok sosial, kelas sosial, dan peran status Ini menunjukan jika nilai R tidak mendekati angka 1, artinya variabel frekuensi SOSFILKOM Vol. XI No. 01 Tahun 2017 keterlibatan, sikap, kepribadian, dan gaya hidup terhadap perilaku konsumtif memiliki pengaruh yang rendah. Website : ttp://tukangmarketing. com/belanja-iklantoko-online-meningkat-cepat/). unduh pada 27-maret-2016 pukul 15:33 WIB DAFTAR PUSTAKA