Journal of Applied Multimedia and Networking (JAMN) Vol. No. Desember 2025, pp. e-ISSN: 2548-6853 Pembuatan Animasi Aset 3D dalam Film Pendek Gugu si Gonggong Ajaib sebagai Media Promosi UMKM Menggunakan Blender 3D Aizudin Aqid*. Muhammad Deanil Rizky Ananda* . Jafin Akbar* * Animation Study Program. Batam State Polytechnic Article Info ABSTRACT Article history: Received Mei 25 , 2025 Accepted Dec 18th, 2025 Published Dec 24th, 2025 Keyword: 3D Animation MSME-promotion Blender Digital marketing Visual storytelling The development of digital technology opens new opportunities for Micro. Small, and Medium Enterprises (MSME. to enhance competitiveness through 3D animation-based promotional media. This research aims to design and animate 3D assets in the short film "Gugu si Gonggong Ajaib" as a promotional medium for MSMEs in the Riau Islands using Blender 3D software. The research method employed is a qualitative method with a product design approach, consisting of three main stages: pre-production, production, and postproduction. The pre-production stage involves story idea development, storyboard creation, character design, and environment The production stage includes modeling, texturing, rigging, animation, lighting, and rendering of 3D assets. Meanwhile, the postproduction stage encompasses compositing and video editing. The research results in an animated video with a duration of 1 minute 13 seconds at a resolution of 1920 y 1080 pixels (Full HD), featuring local characters with an attractive visual approach to support MSME product promotion. The application of 3D animation has proven to enhance visual appeal, strengthen product image, and expand promotional reach digitally. This research is expected to serve as a reference for MSME actors and digital content creators in utilizing 3D animation as an innovative promotional medium. Corresponding Author: Aizudin Aqid Animation Study Program. Batam State Polytechnic. Jl. Ahmad Yani. Batam Centre. Batam 29461. Indonesia. Email: Aqidaizudin25@gmail. INTRODUCTION Perkembangan pesat teknologi komputer telah mengubah berbagai aspek kehidupan manusia, menjadikannya kebutuhan primer dalam aktivitas sehari-hari, dari hal sederhana hingga kompleks. Peran teknologi ini krusial dalam penyampaian informasi, khususnya melalui media elektronik seperti iklan visual, video, dan animasi . Konten video di media sosial menjadi salah satu bentuk promosi yang paling diminati, memungkinkan konsumen mengakses informasi dengan mudah melalui platform seperti Instagram. TikTok. YouTube, dan Facebook. Oleh karena itu, para wirausahawan, terutama pelaku Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM), perlu berinovasi dalam merancang konten video promosi agar dapat meningkatkan minat konsumen . http://jurnal. id/index. php/JAMN JAMN e-ISSN: 2548-6853 UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, mencakup berbagai sektor dan menyumbang lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) serta menyerap sekitar 97% tenaga kerja nasional . Meskipun kontribusinya signifikan, banyak UMKM masih menghadapi kendala, terutama dalam mengakses teknologi dan media promosi modern. Keterbatasan pengetahuan digital dan infrastruktur yang belum memadai sering menjadi penghalang utama dalam adopsi teknologi. Dalam era digital ini, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, termasuk animasi 3D, menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing dan jangkauan pasar UMKM. Penelitian sebelumnya oleh Sya'ban . bahkan menunjukkan bahwa penerapan animasi 3D dengan teknik high poly efektif dalam meningkatkan daya tarik visual dan komunikasi pemasaran pada UMKM. Video animasi 3D merupakan bentuk visualisasi digital yang menggabungkan Figure dan objek tiga dimensi untuk menciptakan ilusi gerakan realistis. Animasi ini dibuat menggunakan perangkat lunak komputer, memungkinkan objek bergerak dan berputar dalam ruang tiga dimensi, sehingga mampu merepresentasikan bentuk atau peristiwa yang kompleks, imajinatif, atau sulit diwujudkan dalam dunia nyata . Salah satu perangkat lunak yang populer adalah Blender, sebuah aplikasi grafika 3D open-source yang mendukung seluruh alur kerja produksi animasi, mulai dari modeling, rigging, animasi, simulasi, rendering, compositing, hingga pengeditan video . Mengingat urgensi peningkatan daya saing UMKM melalui promosi digital dan potensi besar animasi 3D dalam menampilkan produk serta fasilitas tanpa kunjungan fisik ke lokasi . , penelitian ini berfokus pada beberapa isu krusial. Pertama, bagaimana merancang dan mengoptimalkan aset 3D dalam film pendek "Gugu si Gonggong Ajaib" agar sesuai dengan kebutuhan promosi UMKM di Kepulauan Riau? Kedua, bagaimana pemanfaatan teknologi animasi 3D ini dapat menjadi solusi efektif mengatasi kesulitan UMKM dalam mengakses media promosi modern yang inovatif? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penelitian ini mengadopsi metode kualitatif dengan pendekatan perancangan/penciptaan produk, yang melibatkan tahapan pra-produksi, produksi, dan pascaproduksi. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan konkret bagi animator dan pelaku UMKM dalam memanfaatkan animasi 3D sebagai alternatif media promosi yang menarik dan efektif. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi referensi akademik yang memperkaya literatur tentang perancangan animasi 3D untuk promosi digital UMKM serta menjadi acuan bagi studi lanjutan. RESEARCH METHOD Penggunaan media promosi berbasis teknologi digital, khususnya animasi 3D, telah menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Lubis . dalam penelitiannya menunjukkan potensi animasi 3D untuk UMKM sembako, dengan mengembangkan media promosi berbasis karakter lowpoly menggunakan Blender 3D. Hasil studi tersebut mengindikasikan bahwa visualisasi sederhana namun menarik mampu memperkenalkan produk dan memperluas jangkauan promosi secara efektif. Sejalan dengan itu. Ardi et al. menekankan efektivitas promosi melalui animasi 3D dalam menarik perhatian konsumen, khususnya di industri kafe. Penelitian ini memanfaatkan Blender 3D sebagai aplikasi open-source dan menerapkan metode Multimedia Development Life Cycle (MDLC) untuk mengelola produksi animasi. Temuannya menunjukkan bahwa animasi 3D dapat meningkatkan keterlibatan . masyarakat di media sosial serta memperkuat citra produk. Lahagu dan Marbun . juga memperkuat argumen ini, menyoroti pentingnya video animasi 3D sebagai media branding untuk UMKM. Melalui studi kasus pada Qusnadi Proyektor 889, mereka membuktikan bahwa visualisasi produk via animasi 3D yang dibuat dengan Blender dan tahapan MDLC, efektif dalam memperkuat citra merek, menarik perhatian konsumen, dan meningkatkan efektivitas promosi yang sebelumnya hanya mengandalkan tautan jualan sederhana. Sementara itu, dari sisi strategi pemasaran UMKM di era digital. Utama . menganalisis pendekatan yang diterapkan di Kota Bandung. Dengan pendekatan kualitatif dan wawancara terhadap 31 pelaku UMKM, studi ini menemukan bahwa sektor kuliner, fesyen, dan perjalanan berfokus pada strategi diferensiasi dan penambahan nilai, diiringi penetapan harga kompetitif. Sektor perdagangan lebih cenderung menargetkan pasar niche dan strategi harga. Studi ini menggarisbawahi pemanfaatan teknologi, seperti situs web dan media sosial, sebagai alat krusial untuk interaksi dan pembangunan hubungan dengan konsumen. Pembuatan Animasi Aset 3D dalam Film Pendek Gugu si Gonggong Ajaib sebagai Media Promosi UMKM Menggunakan Blender 3D (Aqi. e-ISSN: 2548-6853 Table 1. Studi Literatur Judul Penulis Penelitian (Tahu. Solusi yang Masalah Ditawarkan Metode Penelitian Hasil Penelitian Perancangan Media Promosi Media Produk Sembako UD. Boru Lubis Lubis Berbasis . Animasi 3D Menggunakan Karakter Metode Animasi 3D Pembuatan animasi 3D lowpoly untuk Metode perancangan produk,pra- produksi,pproduksi,dan daya tarik pasca produksi visual produk sembako dan promosi usaha Lowpoly 3D Animasi Menggunakan Blender 3D Sebagai Media Promosi Pada Usaha Kafe Abdullah Animasi Ardi, dinilai sangat Akhmad Rifki Media Nurrahman, promosi kafe Emma yang kurang Valensia efektif di Aurum, sosial media Budi baik oleh Membuat video promosi berbentuk 3D 73,5% Multimedia Development Life Cycle (MDLC) sebagai media Blender 3D promosi oleh Styawan. 97,6% Penerapan UMKM di Analisis Tantangan sektor kuliner. Strategi UMKM fesyen, dan Pemasaran nilai, dan harga Kualitatif . awancara daya saing digital di media digital Pada Era seperti situs strategi yang Digital di Kota web dan media Bandung yang ketat sosial untuk promosi dan Pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Iston Dwija Utama . JAMN Vol. No. December 2025: 112123 JAMN e-ISSN: 2548-6853 Judul Penulis Penelitian (Tahu. Masalah Solusi yang Ditawarkan Metode Penelitian Hasil Penelitian fokus pada strategi harga dan pasar digital efektif UMKM Fluktuasi Perkembangan Jumlah UMKM Muhammad Indonesia dan Fauzan Tantangan . yang Dihadapi . Pada tahun UMKM di 2023, jumlah Indonesia UMKM di Indonesia periode 2018- 2023 dan Kolaborasi pemerintah dan 1,52% yang dihadapi pelaku usaha Analisis data statistik dan laporan dari Kamar UMKM, Dagang dan Industri sektor UMKM Indonesia (Kadi. UMKM inovasi dan mengenai jumlah dan kontribusi UMKM 61% terhadap literasi digital, terhadap perekonomian PDB Indonesia. Indonesia legalitas atau (Rp9. dan branding dan juta pekerja sumber daya . % dari total tenaga Pembuatan Animasi Aset 3D dalam Film Pendek Gugu si Gonggong Ajaib sebagai Media Promosi UMKM Menggunakan Blender 3D (Aqi. e-ISSN: 2548-6853 Judul Penulis Penelitian (Tahu. Solusi yang Masalah Ditawarkan Metode Penelitian Hasil Penelitian fasilitasi, serta basis data Pengaruh Penerapan Efektivitas Teknik High Poly dalam Animasi 3D Teknik high Penggunaan Sya'ban animasi 3D teknik high Eksperimen dan . poly dalam analisis visual. daya tarik dan animasi 3D Efektivitas UMKM Promosi animasi 3D UMKM Implementasi Video Animasi 3D Sebagai Media Branding Produk UMKM Pada Qusnadi Video animasi Media Edita Pembuatan Emilia produk hanya video animasi Lahagu, berupa Figure 3D sebagai Nasib dan tautan, media branding Marbun Blender 3D efektif Multimedia citra merek Development Life dan menarik Cycle (MDLC) Proyektor 889 Pembuatan Novi Animasi 3D Rahayu. Usaha Kecil Ginanjar Menengah Saputra (Bengke. Promosi Pembuatan bengkel masih video animasi 3D profil Blender dan JAMN Vol. No. December 2025: 112123 Animasi 3D Identifikasi audiens dan tujuan, produksi animasi berbasis scene profil bengkel dengan lebih menarik dan JAMN e-ISSN: 2548-6853 Judul Penulis Penelitian (Tahu. Masalah Solusi yang Ditawarkan Metode Penelitian Hasil Penelitian Adobe Premiere Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan perancangan produk . ractice-based Proses produksi animasi dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi. Pra-Produksi Tahap pra-produksi mencakup dua komponen utama, yaitu pengembangan cerita dan perancangan visual. Konsep dan Pengembangan Cerita Pada tahap ini, penulis merancang alur cerita untuk animasi pendek berjudul "Gugu si Gonggong Ajaib". Cerita disusun berdasarkan tema promosi UMKM lokal dan dikembangkan menjadi skenario serta Storyboard digunakan untuk merancang urutan adegan dan visualisasi awal dari setiap scene. Desain Karakter dan Lingkungan Karakter utama yang bernama Gugu dirancang dengan gaya visual yang sederhana dan ekspresif. Karakter ini diadaptasi dari fauna lokal, yaitu gonggong. Desain karakter dan lingkungan dilakukan dengan mempertimbangkan kemudahan dalam proses modeling serta fleksibilitas untuk animasi. Figure 1 menunjukkan sketsa awal dan eksplorasi visual karakter Gugu. Figure 1. desain karakter Figure 2 menampilkan sketsa lingkungan . yang dirancang untuk digunakan dalam animasi. Lokasi berkonsep pesisir pantai dipilih untuk merepresentasikan kekhasan wilayah Kepulauan Riau sebagai latar cerita utama. Pembuatan Animasi Aset 3D dalam Film Pendek Gugu si Gonggong Ajaib sebagai Media Promosi UMKM Menggunakan Blender 3D (Aqi. e-ISSN: 2548-6853 Figure 2 sketsa environmen Produksi - Modeling menunjukkan hasil modeling 3D karakter Gugu menggunakan Blender 3D. Proses modeling dilakukan dengan memperhatikan proporsi bentuk chibi agar karakter tampak lucu dan menarik pada figure 3. Figure 3. model 3d Gugu - Rigging dan Animasi Figure 5 memperlihatkan tahap rigging, yaitu pembuatan tulang . pada model 3D Gugu. Rigging memungkinkan karakter untuk dianimasikan dengan gerakan yang lebih fleksibel dan natural. Kemudian dianimasikan dengan refrensi yang sudah dipilih sesuai ide cerita. JAMN Vol. No. December 2025: 112123 JAMN e-ISSN: 2548-6853 Figure 4. proses rigging -Texturing Figure 6 menampilkan proses pemilihan dan pengaplikasian tekstur pakaian pada karakter Gugu. Pemilihan warna dan motif disesuaikan untuk memperkuat identitas karakter dalam animasi. Figure 5. proses pemilihan texture pakaian - Lighting. Rendering Figure 7 menunjukkan tahap penyusunan aset 3D dan penerapan pencahayaan . Teknik lighting digunakan untuk menciptakan suasana visual yang mendukung mood cerita dan memperjelas fokus perhatian Pembuatan Animasi Aset 3D dalam Film Pendek Gugu si Gonggong Ajaib sebagai Media Promosi UMKM Menggunakan Blender 3D (Aqi. e-ISSN: 2548-6853 Figure 6. penggambungan aset dan animasi saat di lighting Pasca-Produksi - Compositing memperlihatkan hasil render awal serta proses compositing, di mana beberapa elemen visual digabungkan untuk meningkatkan estetika akhir dari animasi. Efek tambahan seperti cahaya dan gradasi warna ditambahkan untuk memperkuat suasana. Figure 7. render dan compositing - Editing Figure 9 menunjukkan proses penyuntingan video menggunakan perangkat lunak DaVinci Resolve. Pada tahap ini, voice over, sound effect, serta penyempurnaan visual dilakukan untuk menghasilkan video animasi yang utuh dan layak tayang. JAMN Vol. No. December 2025: 112123 JAMN e-ISSN: 2548-6853 Figure 8. dokumentasi editing video RESULTS AND ANALYSIS Adapun merupakan hasil dan pembahasan yang didapatkan dari proses pembuatan video animasi Gugu si gonggong ajaib Video animasi Gugu si Gonggong Ajaib telah berhasil diselesaikan dengan durasi akhir selama 1 menit 13 detik dan resolusi 1920 y 1080 piksel (Full HD). Proses pembuatan video dilakukan melalui beberapa tahapan, dimulai dari pembuatan aset 3D berupa karakter dan lingkungan . menggunakan perangkat lunak Blender 3D. Seluruh aset kemudian dianimasikan, dirender, dan dikompositing, serta disunting menggunakan perangkat lunak DaVinci Resolve untuk menghasilkan satu video utuh. Produksi video ini terdiri dari tiga tahap utama, yaitu pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi. Tahap pra-produksi mencakup perancangan ide dan konsep cerita, penyusunan storyline yang dikembangkan menjadi storyboard dan animatic storyboard. Selain itu, perekaman audio voiceover, pembuatan desain karakter, serta desain layout lingkungan juga dilakukan pada tahap ini. Tahap produksi meliputi pembuatan aset 3D seperti karakter, lingkungan, dan kostum. Proses rigging dilakukan sebelum animasi dijalankan. Setelah animasi selesai, dilakukan proses rendering dalam bentuk file hasil compositing. Voice-over untuk karakter dan pencarian efek suara . ound effec. juga dilaksanakan pada tahap ini. Tahap pasca-produksi mencakup penggabungan seluruh file hasil compositing yang telah dirender di Blender 3D. Kemudian dilakukan penyuntingan akhir menggunakan software DaVinci Resolve untuk menambahkan efek visual dan audio guna memperkuat hasil akhir video. Bagian merupakan interpretasi mendalam tentang apa arti temuan kami, bagaimana ia menjawab pertanyaan penelitian, dan bagaimana ia berdialog dengan pengetahuan yang sudah ada. Keberhasilan kami dalam memproduksi video animasi "Gugu si Gonggong Ajaib" dengan spesifikasi teknis dan visual yang telah disebutkan, secara langsung menjawab pertanyaan riset pertama kami: bagaimana merancang dan mengoptimalkan aset 3D untuk promosi UMKM. Melalui pendekatan perancangan produk yang sistematis mencakup pra-produksi yang matang, produksi yang teliti dengan Blender 3D, hingga pasca-produksi yang detail dengan DaVinci Resolve Ae kami menemukan bahwa metode ini sangat efektif. Proses ini memungkinkan kami menciptakan aset animasi 3D yang tidak hanya memenuhi standar teknis, tetapi juga relevan dan menarik secara visual untuk konteks lokal. Ini menunjukkan bahwa dengan perencanaan dan eksekusi yang tepat, pembuatan konten promosi yang kompleks seperti animasi 3D dapat dicapai. Lebih jauh, penelitian ini juga memberikan perspektif konkret dalam menjawab pertanyaan riset kedua kami: bagaimana pemanfaatan teknologi animasi 3D ini dapat menjadi solusi inovatif bagi kesulitan UMKM dalam promosi modern. Seringkali, pelaku UMKM terkendala oleh akses terbatas terhadap teknologi dan media promosi mutakhir. Di sinilah animasi 3D menawarkan jalan keluar. Kemampuan animasi 3D untuk menampilkan produk dan fasilitas secara visual tanpa perlu kunjungan fisik . merupakan terobosan Kami melihat bahwa animasi 3D mampu meningkatkan daya tarik visual secara drastis dan memperjelas pesan produk, sehingga membuka alternatif strategi promosi yang lebih kreatif dan relevan di era digital. Pengamatan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya oleh Lubis . dan Ardi et al. Pembuatan Animasi Aset 3D dalam Film Pendek Gugu si Gonggong Ajaib sebagai Media Promosi UMKM Menggunakan Blender 3D (Aqi. e-ISSN: 2548-6853 yang telah menunjukkan efektivitas animasi 3D dalam memperkenalkan produk dan meningkatkan engagement konsumen. Bahkan, visualisasi produk melalui animasi ini terbukti mampu memperkuat citra merek dan efektivitas promosi secara signifikan, seperti yang ditekankan oleh Lahagu dan Marbun . , terutama dibandingkan dengan metode promosi sederhana yang konvensional. Dengan demikian, insight dari studi kami menggarisbawahi bahwa animasi 3D bukan sekadar alat visual, melainkan sebuah strategi krusial bagi UMKM untuk berinteraksi dan membangun hubungan kuat dengan konsumen di tengah lanskap digital yang kompetitif, sebagaimana relevan dengan strategi pemasaran yang disarankan oleh Utama . Secara keseluruhan, penelitian ini tidak hanya berhasil menciptakan sebuah artefak digital yang menarik, tetapi juga menegaskan bahwa pendekatan perancangan produk berbasis animasi 3D adalah solusi praktis dan berdaya guna untuk tantangan promosi UMKM. Implementasi animasi 3D dapat secara signifikan memperluas jangkauan promosi digital, memperkuat citra produk, dan secara efektif menarik minat konsumen terhadap produk lokal, yang pada akhirnya diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. CONCLUSION Penelitian ini berhasil merealisasikan pembuatan film pendek animasi 3D "Gugu si Gonggong Ajaib" sebagai media promosi yang inovatif. Melalui implementasi metode perancangan produk yang sistematisAimeliputi tahapan pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi serta penggunaan perangkat lunak seperti Blender 3D dan DaVinci Resolve, aset 3D yang optimal berhasil dikembangkan. Produk akhirnya adalah video animasi berdurasi 1 menit 13 detik dengan resolusi 1920 y 1080 piksel (Full HD). Keberhasilan ini menjawab pertanyaan riset utama tentang bagaimana merancang dan mengoptimalkan aset 3D untuk Pemanfaatan animasi 3D yang kami hasilkan ini menunjukkan potensi besar sebagai alat untuk mengatasi kesulitan UMKM dalam mengakses media promosi modern. Animasi 3D tidak hanya meningkatkan daya tarik visual secara signifikan, tetapi juga mampu memperjelas penyampaian informasi produk dan fasilitas tanpa harus kunjungan fisik, menawarkan alternatif strategi promosi yang lebih kreatif dan modern. Meskipun demikian, penting untuk dicatat bahwa implementasi dan evaluasi dampak langsung film animasi ini pada UMKM spesifik di lapangan tidak dapat dilakukan dalam studi ini, dikarenakan adanya kendala kerja sama dari pihak klien UMKM. Oleh karena itu, penelitian ini lebih berfokus pada perancangan dan produksi artefak digital serta penegasan potensi visual dan komunikatif animasi 3D sebagai solusi promosi inovatif. Kontribusi penelitian ini adalah menyediakan model maskot dalam perancangan konten promosi digital berbasis animasi 3D yang dapat dijadikan acuan. Untuk pengembangan lebih lanjut, studi mendatang sangat disarankan untuk mengevaluasi dampak langsung animasi ini terhadap peningkatan penjualan atau engagement konsumen UMKM melalui implementasi di lapangan. Selain itu, eksplorasi adaptasi model ini untuk sektor atau jenis UMKM yang berbeda juga merupakan area penelitian yang menjanjikan. REFERENCES