Diterima Disetujui Hal Al-Qalbu: Jurnal Pendidikan. Sosial dan Sains https://jurnal. com/index. php/qalbu e-ISSN: 2986-9161 Vol. No. April 2023 : 20 Februari 2023 : 15 Maret 2023 : 1-4 PENGARUH PERBEDAAN UMPAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN RAJUNGAN (PORTUNUS PELAGICUS) DENGAN MENGGUNAKAN ALAT TANGKAP BUBU (TRAP NET) PERAIRAN TELUK GERUPUK (The Influence Of Differences On The Catch Crab (Portunus Pelagicu. By Using Bubu Catching Tools (Trap Ne. Waters Of Gerupuk Ba. ) Lalu Hambali. ,Raismin Kotta. Aryani Rahmawati. Sukmaring Kalih. * Alumni, 3,. Fakultas Perikanan Universitas 45 Mataram. Pusat Riset Bio Industri Laut dan Darat BRIN raisminkotta88@gmail. com, . *tantilar@gmail. ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh jenis umpan yang berbeda terhadap hasil tangkapan rajungan ( Portunus pelagicus ) di perairan Teluk Gerupuk dan untuk mengetahui jenis umpan yang mana yang lebih efektif untuk menangkap rajungan ( Portunus pelagicus ) dari ke tiga jenis umpan yang akan di pakai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Metode ini mengadakan penelitian terhadap pengaruh umpan bubu rajungan yang berbeda terhadap hasil tangkapan Jumlah hasil tangkapan yang diperoleh selama penelitian adalah 283 ekor Rajungan (Portunus pelagicus ) dengan rata Ae rata 70,75 yang terdiri dari X1 dengan Umpan Ikan Rucah sebanyak 115 ekor. X2 dengan Umpan Belut Laut sebanyak 68 ekor dan X3 dengan Umpan Ikan Kuniran sebanyak 100 ekor . Kata kunci: Umpan, rajungan, alat tangkap bubu ABSTRACT The purpose of this study was to determine the effect of different types of bait on crab (Portunus pelagicu. catches in the waters of Gerupuk Bay and to find out which type of bait is more effective for catching blue crab (Portunus pelagicu. from the three types of bait to be used. The method used in this research is the experimental method. This method conducted research on the effect of different crab trap baits on crab catches. The number of catches obtained during the study was 283 crabs (Portunus pelagicu. with an average of 70. 75 consisting of X1 with 115 trash fish baits. X2 with 68 sea eel baits and X3 with 100 kuniran fish baits. Keywords: bait, crab, trap net PENDAHULUAN Provinsi Nusa Tenggara Barat yang merupakan daerah potensi yang terdiri dari dua pulau besar yaitu pulau Lombok dan pulau Sumbawa dan tidak kurang dari 100 buah pulau kecil yang menyebabkan adanya perairan dan banyaknya perairan teluk yang cukup potensial seperti perairan selat alas dan selat Lombok. Potensi areal penangkapan ikan di Provinsi Nusa Tenggara Barat di perkirakan A 225. 181 km2 yang 870 km2 perairan pantai, 13. 507 km2 perairan lepas pantai dan 181. 804 km2 perairan ZEE. Potensi areal penangkapan ikan dimaksud terdapat potensi lestari. Sumberdaya perikanan laut di Provinsi Nusa Tenggara Barat sebesar A185. 70 ton pertahun dan ZEE Provinsi Nusa Tenggara Barat 1. ton per tahun yang terdiri dari potensi perikanan pelagis 75. 80 ton per tahun. Demersal 118. 024 ton Secara keseluruhan sumberdaya perikanan laut masih memberi kemungkinan bagi pengembangan potensi lestari di perairan Provinsi Nusa Tenggara Barat (Anonymous, 1. Potensi areal penangkapan di Nusa Tenggara Barat (NTB) diperkirakan 166. 388 km2 yang terdiri dari pulau Lombok 70. 762 km2dan pulau Sumbawa 95. 626 km2 dan luas perairan sejauh 12 mil terdiri dari perairan yang berbeda dalam batas garis Wilayah Nusa Tenggara Barat seluas 23. 887 km2 dan perairan lepas pantai yang berbeda diluar batas tersebut 17. 616 km2. Wilayah pesisir disamping garis pantai berpotensi bagi pengembangan usaha penangkapan dilaut, karena memenuhi persyaratan baik teknis,sosial,ekonomi dan oceanologi sehingga patut dipertimbangkan sesuai dengan metode dan jenis komoditi yang ingin dikembangkan (Anonymous,1. Rajungan (Portunus pelagicu. tergolong hewan dasar laut yang dapat berenang ke dekat permukaan laut pada malam hari untuk mencari makan, rajungan juga sering disebut Swimming crab yang artinya kepiting berenang. Walau tergolong kepiting, perdagangan ikan, rajungan dibedakan dari kepiting (Scylla Kepiting hidup di perairan payau, di hutan mangrove atau di dalam lubang-lubang pematang Rajungan dan kepiting tergolong dalam satu suku atau famili. Di Indonesia terdapat delapan jenis rajungan, tapi yang terbanyak dipasarkan dan yang paling komersial adalah Portunus pelagicus yang tergolong hewan pemakan daging. Produksi perikanan di Indonesia, rajungan Portunus pelagicus di perkirakan sekitar 8. 800 ton per tahun, dimana 70% Rajungan yang ditangkap berasal dari alam dan hanya sekitar 30% yang dihasilkan dari kegiatan budidaya. Rajungan ditangkap di pantai-pantai Sumatera Utara. Riau. Bengkulu. Jawa bagian utara. Jawa bagian selatan. Jawa Timur. Nusa Tenggara Barat. Kalimantan Barat. Kalimantan Timur. Sulawesi Tenggara, dan Biak. Rajungan (Portunus pelagicu. tergolong hewan dasar laut yang dapat berenang ke dekat permukaan laut pada malam hari untuk mencari makan, rajungan juga sering disebut Swimming crab yang artinya kepiting berenang. Walau tergolong kepiting, dalam perikanan atau perdagangan ikan, rajungan dibedakan dari kepiting (Scylla serrat. Berdasarkan pemaparan di atas, peneliti bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis umpan yang berbeda terhadap hasil tangkapan rajungan . ortunus pelagicu. di perairan Teluk Gerupuk, dan untuk mengetahui jenis umpan yang mana yang lebih efektif untuk menangkap rajungan ( Portunus pelagicus ) dari ke tiga jenis umpan yang akan di pakai. Kegunaan penelitian ini adalah sebagai sumber informasi dan pengetahuan yang dapat menunjang penelitian lebih lanjut mengenai alat tangkap bubu rajungan serta dapat digunakan sebagai informasi tambahan bagi pihak swasta atau nelayan dalam usaha penangkapan rajungan untuk memperoleh hasil yang METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Metode eksperimen merupakan suatu bentuk kegiatan penelitian yang dilakukan oleh peneliti untuk mengetahui ada tidaknya akibat dari sesuatu yang dikenakan pada subjek yang diselidiki (Arikunto, 1. Metode ini mengadakan penelitian terhadap pengaruh umpan bubu rajungan yang berbeda terhadap hasil tangkapan rajungan. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan data skunder . Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung, yang didapatkan dari hasil penelitian terhadap gejala obyek yang diselidiki, baik dalam situasi yang sebenarnya maupun dalam situasi buatan yang khusus diadakan. Untuk mengumpulkan data primer dapat digunakan beberapa metode, antara lain observasi, wawancara, dan partisipasi aktif (Surakhmad, 1. Data primer yang dibutuhkan disini berupa hasil tangkapan rajungan . alam K. serta jenis rajungan yang tertangkap maupun jenis hasil tangkapan yang lain. Data sekunder adalah data yang terlebih dahulu dikumpulkan dan dilaporkan oleh orang di luar peneliti sendiri. Pengumpulan data sekunder dapat diperoleh dari pustaka-pustaka, laporan-laporan, lembaga pemerintah dan masyarakat (Surakhmad, 1. Data sekunder banyak yang didapatkan dari kantor Desa Sengkol dan Rukun Nelayan (RN) yang ada disekitar lokasi penelitian. Hipotesa Hipotesa dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Ho : diduga jenis umpan yang berbeda tidak memberikan pengaruh terhadap hasil tangkapan. H1 : diduga jenis umpan yang berbeda memberikan pengaruh terhadap hasil tangkapan. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini menggunakan alat tangkap bubu rajungan . ortable trap. yang dioperasikan di perairan Teluk Gerupuk sebagai obyek penelitian sekaligus jumlah hasil tangkapan rajunganan yang di peroleh Bubu Rajungan Bubu rajungan yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 30 buah dengan ukuran, panjang 52 cm, lebar 35 cm dan tinggi bubu 18 cm. Bubu yang digunakan ada 2 macam yaitu mempunyai 1 mulut atau injap dan 2 mulut atau ijap yang terletak di depan dan belakang bubu. Bubu rajungan yang digunakan terbuat dari besi dan jaring. Kapal dan Mesin Kapal Kapal yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan bahan dasar viber dengan panjang kapal 8,5 m, lebar 2,25 dan tinggi 1,1 m. sedangkan mesin yang digunakan adalah mesin merek Yamaha dan memiliki kekuatan sebesar 16 PK. Bubu (Portable Trap. Menurut Nomura dan Yamazaki . , bubu merupakan alat tangkap trap net yaitu menangkap ikan dengan perangkap. Berdasarkan ukurannya ada yang kecil, sedang dan besar. Sedangkan menurut Sudirman dkk . Trap . adalah alat penangkap ikan yang dipasang secara tetap di dalam air untuk jangka waktu tertentu yang memudahkan ikan masuk dan mempersulit keluarnya. Alat ini biasanya dibuat dari bahan alami seperti bambu, kayu atau bahan buatan lainnya seperti jaring. Perangkap . rap ne. adalah alat penangkap ikan yang dipasang secara tetap di dalam air untuk jangka waktu tertentu. Perangkap terbuat dari bambu, jaring, dan metal atau besi. Ikan-ikan tertangkap karena Umpan Dalam pengoperasiannya sebelum dilakukan operasi penangkapan terlebih dahulu dilakukan pemasangan umpan. Pemasangan umpan dilakukan 2 jam sebelum menuju Fishing ground. Adapun umpan yang di pakai adalah,ikan kuniran(Upeneus sulphureu. , belut laut(Synbranchu. ikan rucah. Teknik Pengoperasian Setelah umpan terpasang dan persiapan selesai, kapal mulai berangkat menuju Fishing ground. Setelah mencapai Fishing ground, bubu dibentuk persegi panjang . dan dilepaskan di perairan dengan terlebih dahulu dilakukan pelepasan pelampung pertama . endera berlamp. , pada saat pelepasan bubu di perairan kapal dalam keadaan berjalan menghindari penumpukan bubu pada satu tempat hingga diakhiri dengan penurunan bendera kedu. Setelah proses penurunan bubu selesai, dilakukan pembersihan kapal dari kotoran yang menempel pada bagian tempat penyimpanan bubu . engah kapa. dan apabila dirasa selesai ada dua kemungkinan yaitu : Kapal akan tetap berada di laut dan menunggu. Kapal akan meninggalkan Fishing ground menuju Fishing base untuk bersandar dan proses menunggu dilakukan di daratan . Jumlah Hasil Tangkapan Berdasarkan hasil penelitian di Dusun Gerupuk. Desa Sengkol Kecamatan Pujut. Kabupaten Lombok Tengah. Propinsi Nusa Tenggara Barat. bahwa jumlah hasil tangkapan yang diperoleh selama penelitian adalah 283 ekor Rajungan (Portunus pelagicus ) dengan rata Ae rata 70,75 yang terdiri dari X1 dengan Umpan Ikan Rucah sebanyak 115 ekor. X2 dengan Umpan Belut Laut sebanyak 68 ekor dan X3 dengan Umpan Ikan Kuniran sebanyak 100 ekor berdasarkan hitungan analisa dengan menggunakan Analisa Sidik Ragam ( ANASRA ) maka di ketahui bahwa . F hitung > F tabel 1% ( 14,29 > 8,02 ) Beda sangat nyata , karna di antara perlakuan terdapat perbedan yang sangat nyata maka di lakukan uji lanjut menggunakan Uji Beda Nyata Terkecil ( BNT ) tarap 1% dalam jumlah ekor dengan hasil perhitungan 7,28 , dari hasil Uji Beda Nyata Terkecil di ketahui bahwa antara perlakuan X1 dan X2 ( 28,75 Ae 17 = 11,75 > 7,28 ) beda sangat nyata . X3 dan X2 ( 25-17 = 8 > 7,28 ) juga beda sangat nyata dan X 1 dan X3 ( 28,75-25 = 3,75 < 7,28 ) tidak nyata, dengan demikian dapat di nyatakan bahwa Umpan Ikan Rucah lebih efesien di bandingkan dengan Ikan Kuniran dan Belut Laut dan Ikan Kuniran lebih efesien di bandingkan dengan Belut Laut. Parametar Kualitas Air Parametar kualitas air di perairan Teluk Gerupuk Desa Sengkol Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah Nusa Tengara Barat di ukur meliputi 3 ( tiga ) parameter yaitu: Suhu Salinitas Kecepatan Arus. Suhu Suhu Perairan merupakan salah satu faktor yang berperan di lingkungnan perairan, dimana faktorfaktor lainnya dapat dipengaruhi oleh suhu air yang dapat mempengaruhi proses fisiologi, susunan jenis dan penyebaran organisme lainnya (Sidjabat, 1. Suhu air Laut merupakan faktor penting bagi Organisme dilaut, karena suhu dapat mempengaruhi aktifitas, metabolisme dan keberadaan organisme diperairan tersebut, suhu air laut dipengaruhi oleh faktofaktor Meteorologi seperti Hujan. Penguapan. Kelembaban. Kecepatan Angin dan Intensitas Radiasi Matahari yang mengikuti pola Musim baik Musim timur maupun musim barat (Sahala dan Stawear, 1. hasil pengukuran Suhu di lokasi penelitian berkisar antara 26 0C Ae 27 0C dengan Suhu rata Ae rata 27 0C - 26,5 C, suhu perairan tersebut cukup normal untuk kehidupan jenis-jenis ikan dan kerang kerangan. Suhu permukaan air laut di Indonesia pada umumnya berkisar antara 27 0C Ae 30 0C dengan bentuk penyebaran secara partikel ke bawah , yaitu 0,50 meter 51-200 meter, 201 Ae 1000 meter dan lebih dari 1000 meter (Budi S dan Saumokil , 1. Salinitas Salinitas perairan merupakan faktor yang sangat besar pengaruhnya terhadap penyebaran dan kepadatan organisme perairan, sebaran saliitas air sangat dipengaruhi oleh beberapa fakor seperti siklus air, curah hujan dan aliran sungai di sekitarnya. Pada umumnya salinitas perairan laut di Indonesia berkisar antara 32 Ae 34 promil ( Rohmin, dkk 2003 ). Sedangkan hasil pengukuran salinitas di tempat penelitian berkisar antara 32- 33 ppt dengan rata-rata 32,5 - 32,75 ppt. Kecepatan Arus Muhammad S. , menyatakan bahwa arus sangat berpengaruh terhadap daerah penangkapan (Fishing ground ) karna arus membawa perubahan suhu dan makanan yang turut berupa plankton selain itu juga berpengaruh terhadap migrasi ikan. Hasil pengukuran kecepatan arus permukaan selama penelitian adalah berkisar antara 17 cm / dtk, sampai 20 cm / dtk dengan kecepatan rata-rata 17,5- 18 cm/dtk dan berkisar antara 16 Ae 19 cm/dtk. PENUTUP Simpulan Berdasarkan hasil penelitian mengenai Pengaruh Perbedaan Umpan Terhadap Hasil Tangkapan Rajungan ( Portunus pelagicus ) dengan alat Tangkap Bubu maka dapat di simpulkan sebagai berikut: Jenis umpan yang berbeda memberikan hasil tangkapan rajungan yang sangat berbeda di mana X1 dengan umpan ikan rucah menghasilkan tangkapan rajungan tertinggi yaitu sebanyak 115 ekor, sedangkan X2 dengan umpan belut laut menghasilkan tangkapan Rajungan terendah yaitu sebanyak 68 ekor rajungan dan X3 dengan umpan ikan kuniran menghasilkan 100 ekor rajungan. Dari ke 3 jenis umpan yang berbeda ternyata hasil tangkapan X1 dengan umpan ikan rucah lebih baik dan lebih banyak hasil tangkapannya di bandingkan dengan X2 Umpan Belut laut dan X3 Ikan Kuniran. Saran Kepada nelayan, alat tangkap bubu rajungan dengan umpan ikan rucah lebih baik dan hasil tangkapannya lebih banyak oleh karna itu jika ingin menangkap rajungan hendaknya memakai umpan ikan rucah karna, lebih efektif sebagai umpan untuk menangkap rajungan , ketersediannya melimpah dan harganya murah. Mahasiswa , peneliti dan pihak- pihak lain yang tertarik melakukan penelitian sejenis ini agar dapat mengembangkan penelitian dengan lebih memperluas fakto-faktor yang berpengaruh terhadap hasil DAFTAR PUSTAKA