36 EFEK ADOPSI TEKNOLOGI DIGITAL TERHADAP KEPUASAN BELAJAR DARING & PARTISIPASI GREEN CAMPUS DI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PANCASILA (FTUP) EFEK ADOPSI TEKNOLOGI DIGITAL TERHADAP KEPUASAN BELAJAR DARING & PARTISIPASI GREEN CAMPUS DI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PANCASILA (FTUP) Kirana Rukmayuninda Ririh, 2Desinta Rahayu Ningtyas, 3Mohammad Ilhamsyah Akbar 1,2,3 Program Studi Teknik Industri. Fakultas Teknik. Universitas Pancasila ririh@univpancasila. id, 2desinta@univpancasila. id, 3ilhamsyahakbar. g@gmail. INFO ARTIKEL ABSTRAK Diterima : 08 Oktober 2021 Direvisi : 23 November 2021 Disetujui : 06 Desember 2021 Kata Kunci : Adopsi Teknologi. Digital Learning. Green Campus. Structural Equation Modelling Penyebaran virus COVID-19, membuat pekuliahan harus bertransformasi dari luring menjadi daring. Dalam hal ini adopsi teknologi terhadap platform pembelajaran daring menjadi kunci sukses pembelajaran online. Di sisi positifnya, sistem pembelajaran daring mendukung kampus dalam mengimplementasi program ramah lingkungan sebagai bagian dari green campus. Kuliah daring mampu menekan penggunaan energi dikampus seperti listrik, air, dan pendingin ruangan. Seperti yang telah diketahui, green campus menjadi urgensi pendidikan saat ini untuk meminimalisir dampak perubaan iklim dan penggunaan energi yang berlebih. Namun perubahan sistem secara tiba-tiba, membuat pihak pelaku pendidikan terutama mahasiswa tidak siap baik dari sisi psikologis, fisik, maupun fasilitas. Terutama di fakultas teknik yang memiliki kurikulum praktikum di laboratorium. Oleh karena itu, tingkat adopsi teknologi mahasiswa menjadi penentu keberhasilan kuliah daring dan membantu meningkatkan implementasi green campus. Keberhasilan pembelajaran atau perkuliahan juga ditunjukkan oleh tingkat kepuasan mahasiswa dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek adopsi teknologi terhadap tingkat kepuasan-kesuksesan belajar dan seberapa efektif dalam mendukung kegiatan implementasi green campus. Responden berjumlah 254 orang, yang mengisi kuesioner baik online maupun offline. Hasil menunjukkan bahwa platform belajar daring memang membantu, tapi ternyata mahasiswa juga ingin melakukan kuliah luring di masa pandemi ini. Dan kepuasan belajar daring juga meningkatkan partisipasi program green campus di FTUP PENDAHULUAN Pembelajaran daring sudah banyak diterapkan untuk kursus praktis contohnya edX Online Learning. Namun belum banyak digunakan pada sistem pembelajaran formal di sekolah maupun universitas. Kesiapan fasilitas menjadi tolok ukur utama keberhasilan pembelajaran daring. Beberapa penelitian menyatakan bahwa sisi baik dari pembelajaran daring adalah mengurangi waktu berpindah bahkan bisa berkontribusi pada pengurangan konsumsi energi . Namun tidak jarang pembelajaran daring ini memberikan efek negatif seperti stress, auditive fatigue, bahkan cedera fisik jika tidak didukung dengan suasana belajar yang sehat di rumah . Dari sisi positif pembelajaran daring, sesungguhnya dapat mendukung kampus menjadi lebih hijau dan ramah lingkungan atau bisa disebut dengan green campus . Green campus sendiri merupakan institusi yang mencoba menerapkan sistem ramah lingkungan baik dalam praktis sehari-harinya maupun di dalam kurikulumnya. Dengan ini bertujuan untuk menciptakan solusi berkelanjutan untuk lingkungan, kebutuhan sosial dan ekonomi komunitas dengan meminimalkan inefisiensi atau pemborosan dan menggunakan sumber energi konvensional untuk kebutuhan dayanya sehari-hari, penanganan yang benar adalah pembelian persediaan yang ramah lingkungan dan program daur ulang yang efektif. Sementara, kesuksesan pembelajaran daring juga dipengaruhi oleh tingkat adopsi teknologi mahasiswa. Pembelajaran daring yang berhasil dapat direpresentasikan dengan tingkat kepuasan mahasiswa sehingga dapat mendukung keberhasilan program kampus hijau . reen campu. Wabah awal penyakit novel coronavirus 2019 (COVID. dimulai pada Desember 2019 dari kota Wuhan China, sedangkan pada awal tahun 2020 muncul di belahan dunia Karena kemampuan penularan penyakit dari manusia ke manusia. World Health Organization (WHO) menyatakan wabah COVID-19 sebagai darurat kesehatan masyarakat yang harus diperhatian di kanca internasional. Sejalan dengan itu, 107 negara telah menerapkan penutupan sekolah nasional sebagai tanggapan terhadap pandemi COVID-19 . Indonesia sendiri banyak sekolah dan universitas ditutup dan berpindah ke model pembelajaran dari Pandemi Covid-19 merubah sistem perkuliahan luring menjadi daring. Kuliah daring menjadi alternatif agar sistem pembelajaran tetap berjalan. Faktanya, kuliah daring bisa menghemat waktu berpindah dan penggunaan kertas. Namun dari sisi lain, banyak pihak yang tidak siap secara fasilitas dari mulai kuota hingga platform pembelajarannya walaupun kuliah daring ini bisa mendukung peningkatan implementasi Green Campus. Sebagaimana diketahui, mahasiswa merupakan salah satu kunci keberhasilan institusi dalam mengimplementasi pembelajadan daring dan program Green Campus. Tingkat kesiapan mahasiswa dalam mengadopsi pembelajaran digital akan mempengaruhi kepuasan pembelajaran serta efisiensi dalam mengimplementasikan Green Campus. Technology Acceptance Model Model teknis yang kuat untuk memperkirakan penerimaan pengguna dikembangkan oleh, yang dikenal oleh Technology Acceptance Model (TAM), yang didasarkan pada Barometer. Volume 7 No. Januari 2022, 36-43 teori tindakan beralasan, untuk memahami hubungan kausal antara keyakinan internal pengguna, sikap dan niat serta untuk memprediksi dan menjelaskan penerimaan teknologi Penelitian sebelumnya mempelajari penggunaan YouTube menggunakan model Technology Acceptance Model (TAM), mempelajari adopsi dan penggunaan Teknologi Informasi (TI) di tempat kerja . Penelitian sebelumnya menyebutkan dalam penelitian mereka bahwa TAM adalah model yang berguna, tetapi harus diintegrasikan ke dalam konteks yang lebih luas yang akan mencakup variabel yang terkait dengan proses perubahan manusia dan sosial yang menggambarkan bahwa, dalam lingkungan yang berbeda, variabel yang berbeda dapat digunakan sebagai perpanjangan model TAM. Dalam studi ini. TAM diadopsi dan model konseptual diusulkan berdasarkan model TAM dasar. Perlu dicatat bahwa konstruksi yang diadopsi adalah persepsi kegunaan, persepsi kemudahan penggunaan, sikap terhadap penggunaan dan intensi untuk digunakan di masa depan . kegiatan tridharma perguruan tinggi. Green campus mempunyai kapasitas intelektual dan sumber daya dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan tata nilai lingkungan ke dalam misi serta progam-progamnya. Green campus didesain untuk menghasilkan pemimpin bangsa, politikus, pengusaha, petani, atau penduduk bumi lainnya yang menghargai lingkungan. Green campus juga harus menjadi contoh implementasi pengintegrasian ilmu lingkungan dalam semua aspek manajemen dan best practices pembangunan berkelanjutan . Dalam beberapa penerapan green campus di Indonesia, ada beberapa kendala yang muncul seperti pada Tabel I. Universitas Muhammadiyah Palangkaraya "The Green Islamic Campus" Pembelajaran Daring (Digital Learnin. Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok di Lingkungan Kampus Universitas Islam Indonesia Program One Student One Bicycle Digital learning sering disebut juga dengan pembelajaran yang banyak memanfaatkan teknologi dan sambungan internet, atau dengan istilah online learning. Pembelajaran daring ini memungkinkan proses belajar dilakukan dimana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja. Selain itu pembelajaran daring mampu meningkatkan pengurangan emisi gas buang dan penggunaan kertas, sehingga dinilai berpeluang untuk menjadi pembelajaran yang ramah Ditambah lagi, keterbatasan kapasitas kelas atau infrastruktur kelas bukan lagi menjadi halangan. Namun pembelajaran daring yang berbeda dengan pembelajaran tatap muka, pembelajaran ini membutuhkan kemampuan komunikasi yang interaktif dan lebih dituntut untuk bisa bersifat composite synchronous & asynchronous teaching and learning mode yaitu memanfaatkan blog, platform seperti s sebagainya, serta website lain untuk komunikasi online yang lebih interaktif. Keterbatasan lain, di Indonesia, pembelajaran daring sering terhalang dengan jaringan internet. Berbeda dengan Korea yang sudah memiliki jaringan internet 5G sejak tahun 2019 . TABEL I. KENDALA IMPLEMENTASI GREEN CAMPUS DI INDONESIA Sumber Judul Kendala Tantangan Menuju Kampus Hijau Kampus Hijau : Bukan Sekedar Kampus Rimbun Belum semua sivitas akademika mampu memahami konsep menyebabkan daya dukung terhadap program kurang kuat. Masih belum adanya sanksi tegas. Perlu kesiapan semua pihak untuk hijrah dari transportasi boros ke arah ramah Tidak ada sosialisasi. Kurang tegasnya peraturan dan kurangnya kesadaran. Dari beberapa penelitian terdahulu menyebutkan bahwa kesadaran untuk mengimplementasi green campus menjadi kendala utama, terutama terkait kebijakan yang berkaitan dengan kehidupan kampus mahasiswa. State of The Art Tabel II adalah penelitian tentang pengukuran digital learning terhadap green campus yang telah dilaksanakan selama satu decade terakhir. Berdasarkan hasil studi literatur, maka penelitian ini akan menguji beberapa hipotesis sebagaimana berikut dan yang tergambar pada Gambar 2. H1: Perceived Usefullness akan mempengaruhi secara positif pada Digital Learning Continuance Intention H2: Perceived Ease of Use akan mempengaruhi secara positif pada Digital Learning Continuance Intention H3: Interactivity akan mempengaruhi secara positif pada Digital Learning Continuance Intention Gambar 1 Pola pembelajaran synchronous-asynchronous . Implementasi Green Campus Green campus didefinisikan sebagai kampus yang berwawasan lingkungan, yaitu yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan lingkungan ke dalam kebijakan, manajemen dan H4: Learning Effectivity akan mempengaruhi secara positif pada Digital Learning Continuance Intention H5: Digital Learning Continuance Intention akan mempengaruhi secara positif pada Digital Learning Satisfaction EFEK ADOPSI TEKNOLOGI DIGITAL TERHADAP KEPUASAN BELAJAR DARING & PARTISIPASI GREEN CAMPUS DI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PANCASILA (FTUP) H6: Digital Learning Continuance Intention akan mempengaruhi secara positif pada Green Campus Participation H7: Digital Learning Satisfaction akan mempengaruhi secara positif pada Green Campus Participation TABEL II. POSISI PENELITIAN Judul Creating sustainable pathways of Education Activities to Realize Green Campus Nama . Penelitian saat ini A study of higher studentsAo selfperceived digital competences for learning and everyday life online Pengukuran Efek Adopsi Teknologi Digital Terhadap Kepuasan Belajar Daring Dan Level Implementasi Green Campus Di Fakultas Teknik Universitas Pancasila Fokus Penelitian Strategi menciptakan universitas yang mampu berkembang dan ramah lingkungan Sistem pembelajaran yang mendukung kegiatan kampus hijau Meneliti kemampuan siswa dalam teknologi digital baik yang berhubungan dengan pendidikan maupun yang tidak Mengukur hubungan tingkat adopsi teknologi mahasiswa dalam pembelajaran daring dengan potensi implementasi program Green Campus di FTUP Hal ini sekaligus meliputi penetapan item kuesioner yang nantinya akan digunakan sebagai alat ukur dalam penelitian ini. Literature review untuk penyusunan model penelitian bertujuan untuk menyusun hypothesis of causal path penelitian. Kemudian setelah itu masuk pada fase quantification method, dimana kuesioner yang sudah divalidasi ke pihak terkait akan disebarkan kepada responden. Setelah dilakukan estimasi model kemudian diukur apakah model sudah fit, jika belum akan dimungkinkan untuk melakukan remodifikasi model untuk mendapatkan valid model development yang terbaik. Metode Sampling Pada penelitian ini akan diaplikasikan metode convenient sampling. Para responden yang ikut berpartisipasi dalam penelitian ini tidak ada unsur pemaksaan dan tidak menerima imbalan apapun. Instrumen utama pada penelitian ini adalah kuesioner yang disusun untuk mengetahui tingkat adopsi mahasiswa terhadap digital learning dan bagaimana efeknya terhadap kepuasan pembelajaran daring serta partisipasi dalam implementasi program green campus. Kuesioner akan diadopsi dari penelitian terdahulu . ,4,5,. Kuesioner terdiri atas 29 item pertanyaan yang diukur dengan skala Likert . = Sangat tidak setuju. 4 = sangat setuj. Model penelitian tampak pada Gambar 2. Dalam penelitian ini akan diidentifikasi tiap Dari hasil statistik yang akan didapat, kemudian akan diukur adopsi teknologi pembelajaran daring dan partisipasi dalam aktivitas green campus. Pengumpulan Data Data primer yang digunakan dalam penelitian ini didapat dari hasil pengumpulan kuesioner yang akan disebar pada mahasiswa Teknik Mesin. Arsitektur. Teknik Sipil. Teknik Industri. Teknik Elektro, dan Teknik Informatika. Digital Learning Continuance Intention Perceived Ease of Use Digital Learning Satisfaction Pengolahan dan Analisis Data Research model Interactivity Green Campus Participation Literature review & Perceived Usefullnes Latent Variables Specification (Enabler factors & Performance Objective. Start Causal relationship identification (Internal & external path. Learning effectivity Data Collecting & Processing Technology Adoption Model (TAM) Gambar 2 Model penelitian II. METODE PENELITIAN Pendekatan Penelitian Penelitian ini memiliki kerangka analisis kualitatif dan Pertama,model penelitian yang ditetapkan pada pada fase research model establishment akan dirumuskan dengan menggunakan studi literatur dan wawancara . injauan Quantification Model Estimation (Quantified effect. Model fit? Model modification Yes Valid model development Gambar 3 Prosedur penelitian End Barometer. Volume 7 No. Januari 2022, 36-43 Dalam penelitian ini fungsi Structural Equation Modelling digunakan untuk menguji variabel-variabel laten yang terdapat dalam model readiness to adopt. Kesesuaian model uji dapat dilihat melalui beberapa cara: ukuran statisitik, pseudo R2, dan akurasi klasifikasi melalui hit ratio. Uji Hosmer & Lemeshow mengukur hubungan antara nilai aktual dan prediksi dari variabel dependen. Semakin kecilnya perbedaan antara nilai aktual dan prediksi menunjukkan model semakin sesuai. Sedangkan dalam structural equation modelling kesesuaian model dilihat dari model fit indices . Prosedur penelitian tergambar pada Gambar 3. Gambar 6 Proporsi responden berdasarkan tingkat pendidikan HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Deskriptif Berdasarkan penyebaran kuesioner, terkumpul data bagi Data responden terkumpul sebanyak 254 responden, data berdasarkan jenis kelamin laki laki dan perempuan, jenis kelamin perempuan sebanyak 55,1% dan jenis kelamin laki laki sebanyak 44,9%. Seperti yang tergambar pada Gambar 4. Dari pernyataan yang ada di bagian Perceive usefulness responden lebih dominan menyetujui pernyataan yang ada, dengan jumlah lebih dari 50% menyetujui pernyataan dan juga sanggat setuju dengan pernyataan yang ada, seperti yang terdapat pada Tabel i. Gambar 4 Proporsi responden berdasarkan jenis kelamin Responden juga diminta untuk mengisi pendidikan terakhir yaitu D3. S1. S2. Maka dari itu pendidikan terakhir D3 sebanyak 2%, pendidikan terakhir S1 sebanyak 98%. Responden sebanyak 254 tidak memiliki Pendidikan terakhir S2. Ilustrasi proporsi ada pada Gambar 5. Gambar 5 Proporsi responden berdasarkan tingkat pendidikan Data yang diminta dalam responden juga adalah data Dalam responden terdapat 6 jurusan yaitu Industri. Mesin,Sipil,Elektro,Informatika,Arsitektur. Data dari jurusan Industri sebanyak 39,8%, data dari Jurusan arsitektur 26,4%, data dari jurusan informatika sebanyak 12,6%, data dari jurusan sipil sebanyak 6,7%, data dari jurusan elektro sebanyak 7,5% dan data paling sedikit adalah jursan mesin Pengisian kuesioner lebih dominan dilakukan oleh Mahasiswa/i jurusan Industri. Persentase tergambar pada Gambar 6. TABEL i JAWABAN PERCEIVE USEFULNESS Pertanyaan Setuju Sangat Setuju Saya merasa puas dengan fasilitas daring . yang ada . eperti ebook, platform. Saya merasa beberapa platform yang saya gunakan . olaborasi platfor. sangat membantu untuk mengontak dan dengan dosen Penggunaan beberapa platform olaborasi platfor. dapat komunikasi dengan Sangat mudah untuk mengirim dan menerima informasi penting melalui platformplatform tersebut Melalui platform, saya merasa sangat mudah untuk memahami materi yang diberikan Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju 78,3% 20,9% 14,6% 83,4% 15,4% 1,2% 13,9% 79,1% 12,6% 8,3% Dari pernyataan yang ada di bagian Perceive Ease of Use, pada Tabel IV responden lebih dominan menyetujui pernyataan yang ada, dengan jumlah lebih dari 50% menyetujui pernyataan dan juga dari 2 pernyataan yaitu nomor 3 dan 4 terdapat lebih dari 50% responden tidak menyetujui pernyataan tersebut. EFEK ADOPSI TEKNOLOGI DIGITAL TERHADAP KEPUASAN BELAJAR DARING & PARTISIPASI GREEN CAMPUS DI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PANCASILA (FTUP) Pertanyaan Setuju TABEL IV JAWABAN PERCEIVE EASE OF USE Pertanyaan Setuju Sangat Tidak Setuju Setuju Saya mengakui bahwa sangat mudah untuk platform belajar yang ada Kolaborasi saya dalam platform dapat secara jelas dan Saya menjadi lebih terampil dengan belajar online melalui 20,9% 2,7% 77,6% 19,7% 2,7% 11,1% 8,7% 79,1% 12,6% 8,3% Dari pernyataan pada bagian Continuance Intention, pada Tabel V, terdapat 4 pernyataan, dari 3 pernyataan dengan jumah lebih dari 50% responden lebih dominan menyetujui pernyataan, dan dari 2 pernyataan yaitu nomor 3 dan 4 terdapat lebih dari 50% responden tidak menyetujui pernyataan tersebut. TABEL V JAWABAN CONTINUANCE INTENTION Pertanyaan Setuju Sangat Tidak Setuju Setuju Saya merasa beberapa platform untuk belajar online tergolong murah/berbiaya Penggunaan beberapa platform secara bersamasama mendukung kebutuhan saya akan low-cost Saya tidak gangguan teknis platform digital selama belajar Saya merasa usaha dan waktu yang saya habiskan untuk belajar online melalui beberapa Sangat Tidak Setuju 73,5% 7,1% 16,6% 2,8% 82,6% 5,1% 11,9% 0,7% Sangat Tidak Setuju Dari pernyataan pada bagian LearnerAos interactivity, pada Tabel VI, terdapat 4 pernyataan, dari 3 pernyataan dengan jumah lebih dari 50% responden lebih dominan menyetujui pernyataan, dan juga terdapat 2 pernyataan yaitu nomor3 dan 4 sangat menyetujui pernyataan yang ada, kemudian dari 2 pernyataan yaitu nomor 2 dan 4 terdapat lebih dari 50% responden tidak menyetujui pernyataan tersebut. 80,2% Tidak Setuju platform, tidak sia-sia Sangat Tidak Setuju 76,4% Sangat Setuju TABEL VI JAWABAN LEARNER'S INTERACTIVITY Pertanyaan Setuju Sangat Tidak Setuju Setuju Saya menyadari banyak fiturfitur penting yang membantu platformplatform digital Saya merasa materi dan informasi yang platform digital . eperti Zoom. LMS. WAG, dl. dapat Saya tidak kesusahan untuk Saya merasa materi dan informasi yang platform digital . eperti Zoom. LMS. WAG, dl. dapat kualitas belajar Sangat Tidak Setuju 93,7% 3,6% 2,8% 2,8% 43,3% 3,9% 51,2% 1,6% 68,4% 7,1% 22,9% 1,6% 80,6% 5,6% 7,1% Dari pernyataan yang ada dibagian LearnerAos Attitude responden lebih dominan menyetujui pernyataan yang ada, dengan jumlah lebih dari 50% menyetujui pernyataan dan juga sanggat setuju dengan pernyataan yang ada Seperti yang tampak pada Tabel VII. 20,6% 63,9% 11,5% 90,2% 2,4% 7,1% 0,3% Barometer. Volume 7 No. Januari 2022, 36-43 TABEL VII JAWABAN LEARNER'S ATTITUDE Pertanyaan Setuju Sangat Tidak Setuju Setuju Saya sangat yakin dengan platform secara sebagai media berbagi dan diskusi dalam proses belajar Saya merasa mudah untuk platform digital untuk belajar, tanpa banyak oleh pihak fakultas/kampus Saya sangat percaya diri platform digital sebagai media belajar/program pendidikan saya Saya platform digital sebagai media belajar/program pendidikan saya 90,9% 3,6% 5,6% Sangat Tidak Setuju 76,4% 3,1% 17,7% 2,8% 84,2% 4,7% 11,1% 84,3% 4,3% 0,4% Dari pernyataan yang ada dibagian Continuance Intention, pada Tabel Vi, responden lebih dominan tidak menyetujui pernyataan, dari 4 pernyataan terdapat 2 pernyataan dengan jumlah lebih dari 50% tidak menyetujui pernyataan dan juga sanggat tidak setuju dengan pernyataan yang ada. Dari pernyataan yang ada dibagian Digital Learning Satisfaction, tampak pada Tabel IX, responden lebih dominan tidak menyetujui pernyataan yang ada, dengan jumlah lebih dari 50% tidak menyetujui pernyataan dan juga sanggat tidak setuju dengan pernyataan yang ada. Dari pernyataan yang ada dibagian Green Campus Participation, pada Tabel X, responden lebih dominan menyetujui pernyataan yang ada, dengan jumlah lebih dari 50% menyetujui pernyataan dan juga sanggat setuju dengan pernyataan yang ada. TABEL Vi JAWABAN CONTINUANCE INTENTION Pertanyaan Setuju Sangat Setuju Untuk kedepan nya, saya tetap platform digital dalam membantu proses belajar Dalam jangka panjang, saya ingin lebih intens platfrom digital pada proses Saya tetap ingin platform digital nilai akademis saya dalam jangka Di masa mendatang, saya tetap ingin platform digital tugas-tugas belajar dan tetap menjadi prioritas media belajar Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju 46,2% 4,7% 64,2% 7,9% 46,9% 3,1% 43,7% 6,3% 28,7% 4,7% 62,2% 4,3% TABEL IX JAWABAN DIGITAL LEARNING SATISFACTION Pertanyaan Setuju Sangat Tidak Setuju Setuju Saya merasa puas dengan daring . yang ada . eperti ebook, platform, dl. Saya cenderung lebih senang belajar secara online daripada offline . atap Secara saya puas dengan metode belajar online yang diberikan Sangat Tidak Setuju 35,2% 56,1% 5,1% 10,2% 1,2% 27,6% 30,6% 54,4% 11,1% EFEK ADOPSI TEKNOLOGI DIGITAL TERHADAP KEPUASAN BELAJAR DARING & PARTISIPASI GREEN CAMPUS DI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PANCASILA (FTUP) TABEL 10 JAWABAN GREEN CAMPUS PARTICIPATION Pertanyaan Setuju Sangat Tidak Setuju Setuju Saya berpartisipasi dalam kegiatan ramah lingkungan . eperti tidak menggunakan alat makan plastik maupun merokok, mendaur ulang sampah, dl. yang oleh kampus 75,4% 16,3% 7,9% Sangat Tidak Setuju H6: Digital Learning Continuance Intention akan mempengaruhi secara positif pada Green Campus Participation (Tidak Signifika. H7: Digital Learning Satisfaction akan mempengaruhi secara positif pada Green Campus Participation (Signifika. 0,4% Analisis Structual Equation Modelling Langkah awal untuk melakukan analisis model structural adalah melakukan validitas dan reliabilitas model yang terlihat pada Gambar 7 dan Gambar 8. Secara keseluruhan model penelitian memiliki goodness of fit yang baik (RMSEA 0,078 < 0,. Hasil Standardized Solution menunjukkan bahwa sebagian besar dari indikator memiliki nilai >0,5 yang artinya indikator tersebut bisa dijadikan alat ukur untuk mengukur variabel laten Dari model keseluruhan T-Value terlihat bahwa kemudahan dalam menggunakan pembelajaran digital (PEU 0,. dan biaya yang efektif (CE 1,. dalam menggunakan belajar digital tidak mempengaruhi niat mahasiswa untuk melanjutkan pembelajaran secara daring. Dan jika dilihat dari learning interactivity maka makin sering mahasiswa tersebut berinteraksi melalui platform pembelajaran daring maka akan semakin menurun keinginan untuk melanjutkan belajar Hal ini bisa disebabkan karena terlalu lama menatap laptop atau gadget dapat menyebabkan fatigue layar pada individu tersebut yang biasanya ditandai dengan sakit mata atau nyeri otot. Sementara itu intensi untuk melanjutkan pembelajaran secara daring akan mempengaruhi peningkatan partisipasi mahasiswa terhadap kegiatan green campus asalkan terbentuk kepuasan terhadap system pembelajaran Keinginan untuk melanjutkan pembelajaran secara daring tidak serta merta berpengaruh langsung terhadap green campus participation (CI Ae GCP: -0,. Berikut adalah hasil pengukuran signifikansi hipotesis : H1: Perceived Usefullness akan mempengaruhi secara positif pada Digital Learning Continuance Intention (Signifika. H2: Perceived Ease of Use akan mempengaruhi secara positif pada Digital Learning Continuance Intention (Tidak Signifika. H3: Interactivity akan mempengaruhi secara positif pada Digital Learning Continuance Intention (Signifika. H4: Learning Effectivity akan mempengaruhi secara positif pada Digital Learning Continuance Intention (Tidak Signifika. H5: Digital Learning Continuance Intention akan mempengaruhi secara positif pada Digital Learning Satisfaction (Signifika. Gambar 7 Model dari hasil standardized solution Gambar 8 Model dari hasil pegukuran t-value IV. KESIMPULAN Tingkat adopsi teknologi mahasiswa terhadap platform daring yang tersedia cukup baik, akan tetapi dalam kaitannya dengan peningkatan kepuasan pembelajaran daring dan partisipasi green campus maka harus diterapkan strategi belajar daring dengan durasi yang tidak terlalu lama dan lebih memberikan waktu untuk mahasiswa melakukan belajar mandiri . eningkatkan learning attitud. Untuk meningkatkan perceive usefulness maka disarankan pula bagi pihak kampus untuk lebih sering me-maintenance fasilitas kampus seperti server atau wifi kampus supaya portal pembelajaran daring tidak terlalu sering mengalami Hal ini juga menimbang bahwa perceive usefulness dapat meningkatkan keinginan mahasiswa untuk bisa melanjutkan pembelajaran daring dengan baik yang mana pada akhirnya akan meningkatkan kepuasan belajar daring Barometer. Volume 7 No. Januari 2022, 36-43 dan partisipasi untuk tetap menjalankan program green Penelitian selanjutnya disarankan untuk menggali learning interactivity seperti apa yang bisa berpengaruh secara positif terhadap pembelajaran daring. Penelitian ini akan lebih memiliki saran berdampak luas jika melakukan perbandingan antara universitas negeri dan swasta. UCAPAN TERIMA KASIH