Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 1495-1508 STRATEGI PENGEMBANGAN AGROWISATA KEBUN BELIMBING NGRINGINREJO. KECAMATAN KALITIDU. KABUPATEN BOJONEGORO DALAM MENGHADAPI KRISIS PANDEMI COVID-19 AGROTOURISM DEVELOPMENT STRATEGY IN NGRINGINREJO VILLAGE TOWORD THE COVID-19 PANDEMIC CRISIS Ameilia Dwi Anisa*. Siwi Gayatri. Joko Mariyono3 Universitas Diponegoro. Jl. Prof. Sudarto No. Tembalang. Kec. Tembalang. Semarang *Email: ameliadwi6768@gmail. (Diterima 24-06-2022. Disetujui 21-07-2. ABSTRAK Pandemi Covid-19 berdampak terhadap sektor agrowisata. Agrowisata Kebun Belimbing Ngringinrejo. Bojonegoro merupakan salah satu agrowisata yang terdampak pandemi Covid-19. Dampak yang paling terlihat adalah penurunan jumlah pengunjung dan pemasaran terbatas. Kondisi ini menjadi perhatian khusus bagi peneliti karena agrowisata ini menjadi wisata unggulan dan sebagai sumber perekonomian bagi masyarakat setempat sehingga harus dipertahankan dan dikembangkan dengan strategi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lingkungan internal dan eksternal serta menganalisis strategi pengembangan Agrowisata Kebun Belimbing Ngringinrejo dalam menghadapi krisis pandemi Covid-19. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2021 - Januari 2022 di Agrowisata Kebun Belimbing di Desa Ngringinrejo. Kecamatan Kalitidu. Kabupaten Bojonegoro. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara purposive. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Metode penentuan responden menggunakan teknik snowball Sampling dan accidental sampling dengan 40 responden. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang dilakukan menggunakan matriks IFE dan EFE, analisis matriks SWOT serta matriks QSPM. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa diperoleh sembilan strategi alternatif dan strategi prioritas berdasarkan analisis QSPM yaitu meningkatkan inovasi fasilitas dan wahana yang beragam, memperluas area pemasaran belimbing dan melakukan promosi yang lebih aktif melalui media sosial. Rekomendasi strategi yang bisa dilakukan yaitu meningkatkan fasilitas dan wahana yang beragam seperti wahana permainan, edukasi wisata, spot-spot foto dan tempat makan atau cafe. Kata kunci: agrowisata, belimbing, strategi. SWOT. QSPM ABSTRACT The Covid-19 pandemic, had an impact on several sectors, agrotourism for instance. The most visible impacts are decrease in the number of visitors and limited marketing. This study aims to analyze the internal and external environment as well as analyze the strategy for developing Ngringenrejo Agrotourism toward Covid-19 pandemic crisis. This research was conducted in December 2021 - January 2022 at Starfruit Agrotourism in Ngringinrejo Village. Kalitidu District. Bojonegoro Regency. The research location was chosen purposively. This research use case study The method of determining respondents used snowball sampling and accidental sampling with 40 respondents. The types of data used were primary data and secondary data. The data analysis methods used were IFE and EFE matrices. SWOT matrix analysis and QSPM matrix. The results of the SWOT analysis showsed that nine alternative strategies and priority strategies were obtained based on the QSPM analysis, namely increasing the innovation of various facilities, expanding the starfruit marketing area and carrying out more active promotions through social The recommended strategy that can be done is to improve various facilities such as game rides, educational tours, photo spots and cafes. Keywords: agrotourism, starfruit, strategy. SWOT. QSPM STRATEGI PENGEMBANGAN AGROWISATA KEBUN BELIMBING NGRINGINREJO. KECAMATAN KALITIDU. KABUPATEN BOJONEGORO DALAM MENGHADAPI KRISIS PANDEMI COVID-19 Ameilia Dwi Anisa. Siwi Gayatri. Joko Mariyono tetap unggul PENDAHULUAN dan mampu Perkembangan sektor pertanian kini Strategi pengembangan merupakan cara untuk mencapat tujuan jangka panjang budidaya usahatani . n far. , namun kini juga berfokus pada kegiatan komersial hasil budidaya . ff fra. Hal ini sumber daya yang ada (Rangkuti, 2. dipengaruhi oleh adanya perubahan minat Salah dan kebutuhan masyarakat akan wisata masyarakat dalam kegiatan perencanaan. menyebabkan semakin berkembangnya Perlu ada kerjasama yang baik antara pemerintah, swasta dan masyarakat untuk memaksimal-kan mengembangkan agrowisata (Nurhidayati. Agrowisata wisata yang memadukan wisata dan Agrowisata Kebun edukasi yang berkaitan dengan bidang Ngringinrejo Agrowisata sebagai salah satu aset pariwisata yang memiliki nilai Bojonegoro yang mengandalkan potensi ekonomis yang tinggi dan berpeluang berkualitas, wisata edukasi, berbagai pertanian di Indonesia. Pengembangan fasilitas dan wahana yang beragam serta agrowisata di suatu wilayah dinilai dapat pemandangan bengawan solo yang asri meningkatkan kearifan lokal, teknologi dan sejuk. Agrowisata ini dikelola oleh dan perekonomian di wilayah tersebut BUMDes Tirto Abadi Desa Ngringinrejo (Utama dengan luas lahan sekitar 20,4 hektar Perkembangan agrowisata yang pesat yang terdapat sekitar 10. 000 pohon Junaedi, yang menawarkan harga. Belimbing Kabupaten Pandemi Covid-19 tengah menjadi permasalahan kesehatan menimbul-kan beragam untuk menarik pengunjung. begitu besar terhadap berbagai sektor. Munculnya persaingan agrowisata maka salah satunya yaitu sektor pariwisata. pengelola agrowisata harus menerapkan Adanya strategi pengembangan yang tepat agar Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 1495-1508 Studi kasus merupakan metode peneltian dimana peneliti melakukan ekspolarasi secara mendalam terhadap suatu kasus, program, kejadian, proses dan aktivitas pengelolaan agrowisata. tertentu terhadap satu atau lebih orang Berdasarkan (Sugiyono, 2. Metode eksternal yang ekstrim sekarang ini menggunakan snowball sampling untuk membutuhkan adanya perubahan dan responden internal dengan jumlah key informant sebanyak 10 orang . ihak mendalam terkait lingkungan internal dan pengelola, petani dan tokoh masyaraka. eksternal serta strategi pengembangan Penentuan responden eksternal yaitu Belimbing menggunakan teknik accidental sampling Ngringinrejo bisa bertahan dan memiliki sebanyak 30 pengunjung agrowisata. strategi ke depan yang tepat dalam Adapun kriteria pengunjung yaitu berusia menghadapi krisis pandemi Covid-19. diatas 17 tahun dengan pertimbangan Untuk Agrowisata Kebun bahwa pengunjung mampu memberikan pendapat atas pertanyaan yang diajukan. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan pada Metode pengumpulan data dilakukan bulan Desember 2021 Ae Februari 2022 dengan cara wawancara, observasi dan Kebun Belimbing Ngringinrejo. Kecamatan Metode Kalitidu. Kabupaten Bojonegoro. Pemilihan Agrowisata digunakan yaitu analisis matriks IFE dan EFE dengan pertimbangan merencanakan strategi berdasarkan faktor bahwa lokasi tersebut merupakan salah satu wisata unggulan di Kabupaten Bojonegoro yang terdampak pandemi (Strength. Weakness. Covid-19 SWOT Opportunity. Kawasan Threa. Metode merupakan identifikasi faktor internal . ekuatan dan kelemaha. dan eksternal penelitian ini adalah metode studi kasus. eluang dan ancama. secara sistematis Analisis SWOT STRATEGI PENGEMBANGAN AGROWISATA KEBUN BELIMBING NGRINGINREJO. KECAMATAN KALITIDU. KABUPATEN BOJONEGORO DALAM MENGHADAPI KRISIS PANDEMI COVID-19 Ameilia Dwi Anisa. Siwi Gayatri. Joko Mariyono dalam perencanaan strategi perusahaan parkir, toilet, taman bermain, rumah toko (Rangkuti, 2. Selanjutnya, dianalisis dan lainnya. QSPM Komoditas unggulannya yaitu buah (Quantitative Strategic Planning Matri. belimbing dengan ukuran yang cukup besar, rasa manis dan warna yang bagus. prioritas strategi yang terbaik secara Hal ini menjadi daya tarik tersendiri objektif berdasarkan faktor internal dan untuk pengunjung bahkan belimbing eksternal yang telah diidentifikasi (David. Ngringinrejo menjadi salah satu icon Bojonegoro. Varietas belimbing yang HASIL DAN PEMBAHASAN Bangkok merah. Blitar, siwalan. Tulung Keadaan Umum Agrowisata Kebun Belimbing Ngringinrejo Agung dan sembiring. Adapun komoditas Agrowisata Kebun Ngringinrejo Ngringinrejo. Kecamatan lainnya yaitu jambu kristal, jambu air dan Belimbing Agrowisata ini juga menawarkan Desa petik langsung belimbing, paket wisata Kalitidu, edukasi dan menjual produk olahan Kabupaten Bojonegoro yang berdiri sejak tahun 2014 dengan luas lahan 20,4 ha yang terdapat sekitar 10. 000 pohon Untuk menjaga keberlangsungan Agrowisata ini sebagai salah agrowisata, perawatan pohon belimbing satu unit usaha dari BUMDes Tirta Abadi dilakukan dengan cara ramah lingkungan. Desa Ngringinrejo. Kebun belimbing Petani meminimalisir penggunaan bahan Ngringinrejo dimiliki oleh masyarakat, kimia, dimana menggunakan pestisida nabati dan sebagaian besar menggunakan belimbing dilakukan oleh petani lokal pupuk organik. Rata-rata masa panen atau masyarakat setempat. namun untuk belimbing yaitu 3 Ae 4 kali dalam setahun pengelolaan kebun secara keseluruhan 90kg/pohon setiap tahun. Hasil panen menunjang kebutuhan operasional dan belimbing dijual langsung di Kawasan fasilitas pendukung agrowisata. Beberapa agrowisata sebesar 50% dan 50% lagi fasilitas yang terdapat di agrowisata ini dijual ke pasar daerah melalui tengkulak BUMDes yaitu gazebo, aula, mushola, tempat Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 1495-1508 Semarang. Rembang. Tuban, tenaga kerja dipengaruhi oleh tingkat Lamongan dan Surabaya. Karakteristik Responden Responden yang digunakan terdiri meningkat keahlian, pengetahuan dan atas responden internal agrowisata dan perubahan sikap. Menurut Aryadi dan Responden Gantari . bagian internal agrowisata berjumlah 10 orang dengan karakteristik responden mendapatkan pendidikan dan pelatihan, pada Tabel 1. akan lebih mampu menerima tugas-tugas . yang diberikan oleh perusahaan dengan Tabel 1. Jumlah dan Persentase Berdasarkan Karakterisitik Responden Internal Responden Kategori Jumlah Persentase . (%) Usia O 30 tahun > 30 tahun Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki Pendidikan Terakhir SMP SMA Perguruan Tinggi Asal Daerah Bojonegoro Luar Bojonegoro Sumber: Analisis Data Primer . Berdasarkan Tabel Responden Agrowisata Kebun persentase sesuai karakteristik responden pengunjung pada Tabel 2. Berdasarkan Tabel 2. hasil bahwa 26 orang berusia antara 1734 tahun dan 4 orang berusia 35 Ae 50 Persentase perempuan sebesar 80% dan laki-laki Pekerjaan responden didominasi oleh pelajar/mahasiswa sebesar 33% dan orang laki-laki. Usia responden mayoritas pekerjaan lainnya seperti ibu rumah di atas 30 tahun yang berjumlah 9 orang dan 1 orang berusia di bawah 30 tahun. Belimbing Ngringinrejo. Jumlah dan terdiri atas 1 orang perempuan dan 9 digunakan yaitu berjumlah 30 orang diketahui dari 10 responden tersebut Tingkat Mayoritas pengunjung berasal dari domisili di Bojonegoro sebesar 53%, sedangkan luar responden terdiri atas pendidikan SMP bojonegoro 47%. Pengunjung cenderung sebanyak 3 orang. SMA sebanyak 3 berkunjung ke wisata terdekat untuk orang dan perguruan tinggi 4 orang. menekan biaya dan waktu. Menurut Seluruh responden internal berasal dari Novrani . yang menyatakan bahwa domisili Bojonegoro. Kinerja seorang STRATEGI PENGEMBANGAN AGROWISATA KEBUN BELIMBING NGRINGINREJO. KECAMATAN KALITIDU. KABUPATEN BOJONEGORO DALAM MENGHADAPI KRISIS PANDEMI COVID-19 Ameilia Dwi Anisa. Siwi Gayatri. Joko Mariyono terhadap tempat tinggal maka semakin tinggi ketertarikan untuk mengunjungi objek wisata dan sebaliknya. Tabel 2. Jumlah dan Persentase Berdasarkan Karakteristik Responden Pengunjung Responden Kategori Jumlah Persentase . (%) Usia 17 Ae 34 34 Ae 50 Jenis Kelamin Perempuan Laki-Laki Pendidikan Terakhir SMP SMA Perguruan Tinggi Pekerjaan Wiraswasta Pelajar/Mahasiswa Akademisi Pegawai Negeri Petani Lainnya Asal Daerah Bojonegoro Luar Bojonegoro Sumber : Analisis Data Primer . Analisis Lingkungan Eksternal Agrowisata Analisis Internal digunakan untuk mengetahui kekuatan Agrowisata Kebun Belimbing Ngringinrejo melalui pendekatan secara Susanthi . Menurut analisis lingkungan internal bertujuan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh suatu Tabel 3. Kekuatan dan Kelemahan Agrowisata Kebun Belimbing Ngringinrejo Kekuatan Kelemahan Terjangkaunya harga produk dan tiket masuk Terbatasnya anggaran dana Lahan agrowisata yang cukup luas Terdapat beberapa fasilitas wahana kurang Lokasi dan akses jalan yang mudah dijangkau 3. Kurangnya penaatan lingkungan wisata Belimbing berkualitas dan fresh Kurangnya pengawasan di lokasi wisata Faktor Lingkungan yang asri dan sejuk cocok untuk 5. Promosi belum intensif atau gencar Internal Agrowisata Tersedianya keragaman fasilitas dan wahana Jumlah pengunjung menurun akibat pandemi Kebun Covid-19 Belimbing Adanya petik langsung belimbing dan paket 7. Pemasaran online belum berjalan dengan baik Ngringinrejo agrowisata terjangkau Telah menerapkan protokol Kesehatan Covid- 8. Kebijakan tarif masuk tiap wahana Melibatkan partisipasi masyarakat sekitar 9. Diversifikasi produk olahan masih minim sebagai pekerja Mendapatkan pelatihan dan penyuluhan rutin Harga buah belimbing tidak stabil Sumber: Analisis Data Primer . Analisis lingkungan eksternal perlu dilakukan digunakan untuk mengetahui peluang dan ancaman yang dimiliki oleh Agrowisata mengambil keuntungan dari berbagai Kebun Belimbing Ngringinrejo. Rangkuti peluang dan meminimalkan dampak dari . ancaman yang berpotensi muncul. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 1495-1508 Tabel 4. Peluang dan Ancaman Agrowisata Kebun Belimbing Ngringinrejo Peluang Ancaman Gaya hidup masyarakat (Back to natur. Persaingan dengan wisata lain disekitar Memiliki pemandangan bengawan solo yang 2. Faktor musim dan iklim yang tidak menentu indah dan sejuk Agrowisata Hama dan penyakit yang menyerang Telah diliput oleh beberapa media yang 4. Ketikdakpastian jumlah pengunjung Faktor menghasilkan feedback baik Eksternal Konsep pengembangan wisata alam Pandemi Covid-19 yang belum usai Agrowisata Dukungan pemerintah dalam pengembangan 6. Faktor perekonomian yang tidak stabil akibat Kebun pandemi Covid-19 Belimbing Tingkat konsumsi buah selama pandemi 7. Kurangnya kesadaran masyarakat sekitar Ngringinrejo Covid-19 relatif tinggi dalam pengembangan agrowisata Respon positif dari pengunjung dan 8. Adanya alternatif liburan lain selain Peluang pasar yang besar Kebijakan pemerintah yang menghambat aktivitas agrowisata Sektor wisata yang semakin diminati dan 10. Pihak agrowisata belum banyak kerjasama dengan berbagai pihak Sumber: Analisis Data Primer . 0,24. Kedua faktor tersebut berpengaruh Analisis Matriks IFE (Internal Factors Evaluatio. dan EFE (Eksternal Factors Evaluatio. Analisis IFE besar terhadap agrowisata untuk mampu Menurut pendapat Yulianti . Putri dikatakan memiliki kekuatan apabila internal dan eksternal pada agrowisata. Menurut menjelaskan bahwa matriks IFE dan EFE Kelemahan utama dari Agrowisata ini digunakan untuk menganalisis faktor yaitu terdapat fasilitas dan wahana yang internal dan faktor eksternal perusahaan kurang terawat, promosi yang belum yang dilakukan dengan pembobotan dan intensif dan diversifikasi produk olahan masih minim dengan skor masing-masing Berdasarkan Tabel 5. sebesar 0,17. Hal ini didukung oleh hasil bahwa terjangkaunya harga buah pendapat Azizah dan Rahmawati . dan tiket masuk serta lahan agrowisata bahwa strategi promosi melalui media yang cukup luas merupakan kekuatan sosial untuk menarik pengunjung secara utama Agrowisata Kebun Belimbing Ngringinrejo dengan skor masing-masing STRATEGI PENGEMBANGAN AGROWISATA KEBUN BELIMBING NGRINGINREJO. KECAMATAN KALITIDU. KABUPATEN BOJONEGORO DALAM MENGHADAPI KRISIS PANDEMI COVID-19 Ameilia Dwi Anisa. Siwi Gayatri. Joko Mariyono Tabel 5. Hasil Analisis Matriks IFE Faktor Internal Kekuatan: Terjangkaunya harga buah dan tiket masuk Lahan agrowisata yang cukup luas Lokasi dan akses jalan yang mudah dijangkau Buah belimbing berkualitas dan fresh Lingkungan yang asri dan sejuk cocok untuk refreshing Tersedianya keragaman fasilitas dan wahana Adanya petik langsung belimbing dan paket agrowisata terjangkau Telah menerapkan protokol kesehatan Covid-19 Melibatkan partisipasi masyarakat sekitar sebagai pekerja Mendapatkan pelatihan dan penyuluhan rutin dalam pengembangan Subtotal Kelemahan: Terbatasnya anggaran dana Terdapat beberapa fasilitas dan wahana kurang terawat Kurangnya penaatan lingkungan wisata Kurangnya pengawasan di lokasi wisata Promosi yang belum intensif atau gencar Jumlah pengunjung menurun akibat pandemi Covid-19 Pemasaran online belum berjalan dengan baik Kebijakan tarif masuk tiap fasilitas atau wahana Diversifikasi produk olahan masih minim Harga buah belimbing tidak stabil Subtotal Total Sumber: Analisis Data Primer . Total Agrowisata Peringkat Skor 0,06 0,06 0,06 0,05 0,06 0,05 0,06 0,05 0,05 0,05 3,93 3,93 3,73 3,48 3,70 3,20 3,70 3,43 3,65 3,23 0,24 0,24 0,22 0,17 0,22 0,16 0,22 0,17 0,18 0,16 0,55 1,98 0,04 0,05 0,05 0,05 0,05 0,04 0,04 0,04 0,05 0,04 0,45 1,00 2,58 3,38 3,10 3,18 3,48 2,90 3,00 2,70 3,45 2,98 0,10 0,17 0,16 0,16 0,17 0,12 0,12 0,11 0,17 0,12 1,40 3,38 Belimbing berkembang dengan skor masing-masing Ngringinrejo yaitu sebesar 3,38 terdiri 0,22. Agrowisata ini sudah banyak atas total skor kekuatan sebesar antara dikenal masyarakat dan minat berwisata 3,00-4,00 Kebun Bobot Kondisi Agrowisata Kebun Belimbing menarik pengunjung yang lebih luas. Ngringinrejo Sebagai wisata yang telah dikenal oleh kelemahan yang ada. mempertahankan kualitas agar tetap eksis Berdasarkan Tabel 6. dan mampu bersaing. Menurut Kinasih et hasil bahwa peluang utama yang dimiliki . menyatakan bahwa suatu Agrowisata Belimbing pariwisata harus berkomitmen untuk Ngringinrejo adalah agrowisata ini sudah terus berinovasi agar mampu bertahan banyak dikenal masyarakat serta sektor Kebun Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 1495-1508 Ancaman yang paling utama yaitu adanya yaitu hama dan penyakit yang menyerang alternatif liburan lain selain agrowisata tanaman dengan skor 0,21. Hama dan dengan skor sebesar 0,22. Faktor tersebut menjadi ancaman paling nyata, karena semakin banyaknya tempat wisata yang menyebabkan rasa yang tidak manis dan buah tidak dapat tumbuh besar. Ancaman utama lainnya Tabel 6. Hasil Analisis Matriks EFE Faktor Eksternal Peluang Gaya hidup masyarakat (Back to natur. Memiliki pemandangan bengawan solo yang indah dan sejuk Agrowisata sudah banyak dikenal masyarakat Telah diliput oleh beberapa media yang menghasilkan feedback baik bagi agrowisata Konsep pengembangan wisata alam Dukungan pemerintah dalam pengembangan agrowisata Tingkat konsumsi buah selama pandemi Covid-19 relatif tinggi Respon positif dari pengunjung dan masyarakat Potensi pasar yang besar Sektor wisata yang semakin diminati dan berkembang Subtotal Ancaman Persaingan dengan wisata lain disekitar Faktor musim dan iklim yang tidak menentu Hama dan penyakit yang menyerang tanaman Ketikdakpastian jumlah pengunjung Pandemi Covid-19 yang belum usai Faktor perekonomian yang tidak stabil akibat pandemi Covid-19 Kurangnya kesadaran masyarakat sekitar dalam upaya pengembangan agrowisata Adanya alternatif liburan lain selain agrowisata Kebijakan pemerintah yang menghambat aktivitas agrowisata Pihak agrowisata belum banyak kerjasama dengan pihak-pihak terkait pengembangan agrowisata Subtotal Total Sumber : Analisis Data Primer . Bobot Peringkat Skor 0,05 0,05 0,06 0,05 3,20 3,00 3,68 2,88 0,16 0,15 0,22 0,14 0,05 0,05 0,04 0,05 0,05 0,06 0,51 3,28 3,33 2,78 3,25 3,23 3,63 0,16 0,17 0,11 0,16 0,16 0,22 1,65 0,05 0,05 0,06 0,04 0,05 0,04 0,04 3,20 2,90 3,53 2,83 3,43 2,83 2,60 0,16 0,15 0,21 0,11 0,17 0,11 0,10 0,06 0,05 0,05 3,63 3,05 3,15 0,22 0,15 0,16 0,49 1,00 1,54 3,19 Total skor matriks EFE yaitu ancaman yang ada, sehingga Agrowisata sebesar 3,19 terdiri atas peluang sebesar Kebun Belimbing Ngringinrejo sudah 1,65 1,54. Belimbing ancaman-ancaman Agrowisata Kebun Ngringinrejo berada di posisi eksternal kemungkinan timbul di masa yang akan Faktor agrowisata lebih besar dibandingkan STRATEGI PENGEMBANGAN AGROWISATA KEBUN BELIMBING NGRINGINREJO. KECAMATAN KALITIDU. KABUPATEN BOJONEGORO DALAM MENGHADAPI KRISIS PANDEMI COVID-19 Ameilia Dwi Anisa. Siwi Gayatri. Joko Mariyono Berdasarkan Penentuan Posisi Agrowisata Dalam Kuadran SWOT Pemetaan posisi agrowisata dalam SWOT Agrowisata Kebun Belimbing Ngringinrejo berada pada kuadaran I yang menunjukkan bahwa agrowisata dalam kondisi yang kuat dan eksternal . eluang dan ancama. yang berpeluang mengungungkan. Hal ini telah diidentifikasi. Variabel kekuatan sesuai dengan pendapat Rangkuti . dan kelemahan pada sumbu X, sedangkan yang menyatakan bahwa kuadran I variabel peluang dan ancaman pada sumbu Y. Berdasarkan analisis matriks menguntungkan, dimana peluang dan IFE dan EFE diperoleh posisi agrowisata dalam kuadran SWOT sebagai berikut: Rekomendasi strategi yang diberikan Tabel 7. Penentuan Posisi Agrowisata Koordinat (KekuatanFaktor Skor Kelemaha. (Peluang-Ancama. Internal Kekuatan 1,98 Koordinat X = 0,58 Kelemahan 1,40 Eksternal Peluang 1,65 Koordinat Y = 0,11 Ancaman 1,54 Sumber: Analisis Data Primer . ekuatan Koordinat memaksimalkan kekuatan agar dapat eksistensi agrowisata. Menurut pendapat Hambali Andarini . menjelaskan bahwa rekomendasi strategi yang dapat dilakukan apabila berada di dipetakan dalam diagram analisis SWOT pada Gambar 1. pengembangan pasar dan produk. Strategi SO (Strength-Opportunit. merupakan strategi yang diutamakan memungkinkan untuk diterapkan yaitu Hal ini didukung oleh pendapat Sari et al. bahwa strategi penetrasi pasar untuk mencari pangsa pasar yang lebih luas melalui usaha pemasaran yang Gambar 1. Posisi Pengembangan Agrowisata Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 1495-1508 Matriks SWOT merupakan alat memperbaiki produk yang sudah ada atau Agrowisata Kebun pengembangan baru. Strategi penetrasi Ngringinrejo pasar dapat dilakukan melalui program analisis matriks IFE dan EFE. Analisis kerja seperti membuka pangsa pasar lebih matriks SWOT menghasilkan beberapa luas baik untuk wisatawan domestik strategi alternatif yang diperoleh dari maupun mancanegara. Pihak agrowisata faktor internal dan eksternal sesuai juga perlu meningkatkan promosi produk dengan posisi agrowisata yaitu agresif. Beberapa masyarakat luas. Belimbing Agrowisata Kebun Belimbing Ngringinrejo yang diperoleh dari analisis matriks SWOT dijelaskan Analisis Matriks SWOT (Strenght. Weakness. Opportunity, threa. pada Tabel 8. Tabel 8. Hasil Matriks SWOT IFE Strength (S) Daftar faktor kekuatan internal EFE Opportunity (O) STRATEGI SO Daftar faktor Meningkatkan inovasi fasilitas dan peluang eksternal wahana yang beragam untuk menarik minat pengunjung (S1. S2. S3. S5. S6. S7. O1. O2. O3. Memperluas area pemasaran buah belimbing (S4. S9. O7. Menjaga protokol kesehatan demi kenyamanan bersama (S8. S10. O7. Threat (T) STRATEGI ST Daftar faktor Menjaga ciri khas dan mengoptimalkan ancaman eksternal keunggulan agrowisata (S1. S4. S7. T1. T4. Melakukan kerjasama dengan pemerintah dan pihak lain untuk mendukung pemulihan agrowisata akibat krisis pandemi Covid-19 (S9. S10. T6. T7. T9. Weakness (W) Daftar faktor kelemahan internal STRATEGI WO Meningkatkan diversifikasi produk olahan buah belimbing (W1. W9. W10. O3. O6. O7. O8. Melalukan promosi yang lebih aktif melalui media sosial seperti Facebook. YouTube, dan Instagram (W5. W6. W7. O4. O5. O9. STRATEGI WT Meningkatkan budidaya yang ramah lingkungan sesuai SOP yang berlaku agar kuantitas dan kualitas buah tetap terjaga (W10. T2. Meningkatkan keterampilan SDM melalui pelatihan atau studi banding (W2. W3. W4. W9. T1. T7. T8. Sumber : Analisis Data Primer . yang diurutkan berdasarkan penjumlahan Matriks QSPM Matriks QSPM merupakan alat total nilai daya tarik atau TAS sebagai yang digunakan untuk mengevaluasi prioritas strategi alternatif secara objektif Meningkatkan inovasi fasilitas dan berdasarkan faktor internal dan eksternal wahana yang beragam untuk menarik yang telah diidentifikasi. Prioritas strategi minat pengunjung (TAS sebesar 5,. STRATEGI PENGEMBANGAN AGROWISATA KEBUN BELIMBING NGRINGINREJO. KECAMATAN KALITIDU. KABUPATEN BOJONEGORO DALAM MENGHADAPI KRISIS PANDEMI COVID-19 Ameilia Dwi Anisa. Siwi Gayatri. Joko Mariyono Memperluas area pemasaran buah peningkatan fasilitas dan wahana yang belimbing (TAS sebesar 5,. lengkap dan menarik sebagai upaya agar Melalukan promosi yang lebih aktif agrowisata dapat terus berjalan secara Menurut Hardina Facebook. YouTube, dan Instagram Sudarusman . menjelakan bahwa (TAS sebesar 4,. Meningkatkan diversifikasi produk kepuasan pengunjung serta berpengaruh olahan buah belimbing (TAS sebesar terhadap keputusan pengunjung, jika 4,. fasilitas ditingkatkan maka keputusan Melakukan berkunjung juga akan meningkat pula. pemerintah dan pihak lain untuk Alternatif strategi dengan total TAS tertinggi kedua yaitu memperluas area pasca krisis pandemi Covid-19 (TAS pemasaran produk belimbing dengan sebesar 4,. TAS 5,58. Tingginya Menjaga protokol kesehatan demi potensi pasar buah belimbing sehingga kenyamanan bersama (TAS sebesar agrowisata dapat memperluas area pasar baik pasar lokal maupun pasar global. Menjaga Buah agrowisata (TAS sebesar 4,. Meningkatkan Ngringinrejo keterampilan SDM melalui pelatihan agrowisata ini untuk melakukan ekspor atau studi banding (TAS sebesar 3,. buah belimbing. Strategi dengan total Meningkatkan budidaya yang ramah TAS tertinggi ketiga adalah melakukan lingkungan sesuai dengan SOP yang promosi yang lebih aktif melalui media Berdasarkan sosial seperti Facebook. YouTube, dan QSPM diperoleh hasil yaitu alternatif Instagram dengan nilai TAS sebesar 4,73. strategi dengan TAS tertinggi yaitu Azizah Rahmawati . wahana yang beragam untuk menarik media sosial merupakan strategi yang minat pengunjung dengan TAS sebesar efektif dan penting untuk dilakukan 5,97. Agrowisata Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 1495-1508 prioritas utama dari hasil analisis matriks QSPM yaitu meningkatkan Ketiga prioritas strategi tersebut inovasi fasilitas dan wahana yang memiliki kaitan yang cukup erat, karena dengan adanya strategi pertama yaitu pemasaran belimbing dan melakukan wahana akan mendukung strategi yang promosi yang lebih aktif melalui kedua yaitu memperluas area pemasaran media sosial. produk belimbing. Untuk melakukan Rekomendasi kedua strategi tersebut harus diiringi fasilitas dan wahana yang beragam melakukan promosi yang lebih aktif seperti wahana permainan, edukasi wisata, spot-spot foto kekinian dan agar semakin dikenal oleh masyarakat secara luas dan tempat makan atau cafe. mampu bertahan dan bersaing dalam menghadapi krisis pandemi Covid-19 Saran maupun pasca Covid-19. Penelitian beberapa kelemahan dikarenakan adanya KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang telah faktor-faktor dilakukan dapat disimpulkan bahwa: Agrowisata Kebun pengembangan agrowisata. Bagi peneliti Ngringinrejo Belimbing selanjutnya diharapkan untuk menambah kuadran I menunjukkan bahwa berada variabel lain seperti untuk mengukur tingkat kepuasan pengunjung yang dapat Alternatif strategi yang dihasilkan dari analisis matriks SWOT diperoleh sembilan strategi Prioritas DAFTAR PUSTAKA