Journal of Electrical Electronic Control and Automotive Engineering (JEECAE) MONITORING DAN SISTEM KONTROL VARIABLE SPEED DRIVE (VSD) SEBAGAI PENGENDALI MOTOR 3 FASA PADA CONVEYOR Dimas Nur Prakoso Basuki Winarno Budi Triyono Program Studi Teknik Listrik Politeknik Negeri Madiun Kota Madiun. Indonesia dimasnur@pnm. Program Studi Teknik Listrik Politeknik Negeri Madiun Kota Madiun. Indonesia basuki@pnm. Program Studi Teknik Listrik Politeknik Negeri Madiun Kota Madiun. Indonesia buditriyono@pnm. AbstrakAi Pada penelitian dirancang sebuah sistem monitoring dan juga sistem kontrol untuk mengatur variable speed drive (VSD) jenis Altivar 320 tipe ATV320U22N4C. Sedangkan untuk kontrol dan monitoring menggunakan smart relay Zelio tipe SR2B201BD. Sistem ini akan diaplikasikan untuk pengendali motor 3 fasa pada conveyor yang memiliki 3 pilihan kecepatan. Sistem dirancang jika sumber tegangan . mengalami fluktuasi tegangan atau bahkan hilang pada salah satu fasa, sistem akan mematikan secara otomatis semua sistem yang berjalan dan akan menampilkan permasalahan apa yang terjadi pada display sebagai monitor. Selain itu sistem monitoring ini juga difungsikan untuk mengetahui bagian mana yang sudah siap maupun bagian mana yang belum siap untuk diberi perintah selanjutnya dan akan mengetahui permasalahan pada bagian mana yang mengalami kegagalan sistem. Sistem monitoring juga akan menampilkan pesan jika motor belum berjalan atau sudah berjalan dengan kecepatan yangtelah ditentukan. Dari pengujian Rpm Motor yang dilakukan menggunakan smart relay yang memanfaatkan analog input pada VSD hasil yang didapatkan pada kecepatan pertama yaitu bernilai 910 Rpm dan dipengukuran tachometer bernilai 915 Rpm yang artinya memiliki selisih 5 Rpm, pada kecepatan kedua yaitu bernilai 1810 Rpm dan dipengukuran tachometer bernilai 1802 Rpm yang artinya memiliki selisih 8 Rpm dan pada kecepatan pertama yaitu bernilai 3000 Rpm dan dipengukuran tachometer bernilai 2990 Rpm yang artinya memiliki selisih 10 Rpm. Lalu untuk waktu tunda sistem mati jika fasa R Ae N pembacaan tegangan awalnya bernilai 225. dan memiliki waktu tunda sistem mati selama 0. 44 s, jika fasa S Ae N pembacaan tegangan awalnya bernilai 229. 4 V dan memiliki waktu tunda sistem mati selama 0. 56 s dan jika fasa T Ae N pembacaan tegangan awalnya bernilai 224. 6 V dan memiliki waktu tunda sistem mati selama 0. 43 s. Kata kunciAi Smart Relay. Zelio. Variable Speed Drive / VSD. Monitoring. PENDAHULUAN Teknologi di dalam dunia industri semakin hari kian semakin Pada industri dituntut untuk memiliki teknologi yang dapat menjalankan suatu operasional dengan serba otomatis dan dapat menghasilkan produk dalam jumlah besar dengan waktu yang singkat, salah satu teknologi yang diterapkan menggunakan variable speed drive (VSD). atau variable frekuensi drive (VFD). yang sering disebut dengan inverter. Variable speed drive merupakan suatu teknologi canggih. yang berfungsi sebagai pengendali kecepatan putar motor sekaligus berfungsi sebagai proteksi motor yang dapat dikontrol dan dimonitor di ruang kontrol proses produksi. Variable speed drive digunakan untuk mengatur kecepatan motor pada conveyor. ID fan, dan motor pada penghancur material. Pada saat over hours atau shut down, pemasangan variable speed drive harus running dari awal sehingga siap untuk diintegrasikan dengan rangkaian kontrol pada proses produksi dan perangkat-perangkat lain. Pada rangkaian kontrol untuk variable speed drive sebagai pengandali motor. area 473FN3MO1 menggunakan relay elektromagnetik maupun timer konvensional. Pada penelitian ini akan dirancang sebuah Aymonitoring dan sistem kontrol variable speed drive sebagai pengendali motor 3 fasa pada conveyorAy dalam bentuk prototipe menggunakan kontrol smart relay. Penggunaan smart relay ini diharapkan dapat menyederhanakan rangkaian kontrol pada VSD dan mengurangi biaya investasi untuk pembelian relay dan timer konvensional. II. METODOLOGI Diagram kerja dibuat untuk mempermudah memberi gambaran kepada pembaca yang akan mempelajari sistem yang telah dibuat. Gambar 1. Diagram Kerja Power VSD, local control station (LCS), command . ilihan kecepatan 1-. merupakan bagian-bagian yang akan digunakan sebagai input sistem kontrol. Untuk kontrol sistem yang digunakan yaitu smart relay zelio tipe SR2B201BD. Kemudian output dari smart relay akan ditampilakan pada display sebagai monitor dan juga akan digunakan sebagai input VSD untuk mengontrol kecepatan putar motor. Smart relay bisa dikatakan sebagai keluarga PLC atau versi PLC mini, karena IO smart relay lebih sedikit dibandingkan PLC. Pada seri zelio SR2B201BD memiliki 12 input . digital input dan 6 analog inpu. dan memiliki 8 output relay. Kontrol ini dipilih karena lebih efisien dibandingkan dengan kontrol yang lain, karena sudah terdapat fitur display yang bisa digunakan untuk monitoring. Smart relay seri BD dapat diprogram menggunakan bahasa Ladder. atau Fungtion Blok Diagram (FBD) seperti pada gambar berikut. JEECAE Vol. No. Mei 2022 Journal of Electrical Electronic Control and Automotive Engineering (JEECAE) Jika 100mV = 0. Maka :0. 3 Rpm x 100mV = 30Rpm/0. Gambar 2. Fungtion Blok Diagram (FBD) Selanjutnya untuk variable speed drive yang digunakan jenis altivar 320 tipe ATV320U22N4C. VSD ini memiliki daya 2,2kW Ae 3HP dengan rating input output 380 Ae 500 V AC. Untuk arus input sebesar 8,7 A dan arus output sebesar 5,5 A. Prinsip kerja dari variabel speed drive yang sedehana adalah sebagai berikut: Jadi setiap input 0,1 V pada analog input VSD akan menghasilakan kecepatan 30 Rpm pada motor rating 3000Rpm. Kemudian untuk mendapatkan nilai tegangan input untuk sesuai dengan Rpm yang diinginkan, harus menggunakan pembagi tegangan karena output smart relay seri SR2B201BD hanya berupa relay. Jika kecepatan 1 yang diinginkan 900Rpm, kecepatan 2 1800Rpm, dan kecepatan 3 nilai maksimal yaitu 3000Rpm. Untuk menentukan berapa nilai tegangan input VSD yang dibutuhkan sekaligus berapa nilai R yang digunakan sebagai pembagi tegangan dapat dihitung dengan persamaan berikut: Kecepatan 800 Rpm 3000ycIycyyco 900ycIycyyco 10yc ycu 3000ycIycyyco. ycU = 9000ycIycyyco/ycO 9000ycIycyyco/ycO ycU= 3000ycIycyyco ycU =3ycO Gambar 3. Blok diagram variable speed drive 3 fasa Dari gambar 3 merupakan blok diagram cara kerja variable speed drive, sehingga dapat dijelaskan dalam poin-poin berikut: Tegangan yang masuk dari jala - jala 220/380 V dan frekuensi 50 Hz merupakan tegangan arus bolak- balik (AC). dengan nilai tegangan dan frekuensi yang konstan. Kemudian dialirkan ke board rectifier/ penyearah DC. Jadi dari AC di jadikan DC. Jika penyearah yang digunakan adalah penyearah terkendali, maka tegangan DC nya bisa diatur . Untuk meratakan tegangan DC, maka tegangan dimasukkan ke DC link. Komponen yang terdapat pada DC link berupa kapasitor atau induktor. Tegangan DC kemudian diumpankan ke rangkaian inverteruntuk dijadikan AC kembali dengan frekuensi sesuai kebutuhan. Jadi dari tegangan DC diubah kembali ke tegangan AC 3 fasa. komponen switching-nya adalah semikonduktor aktif seperti IGBT atau mosfet. VSD inilah yang nantinya akan dikontrol menggunakan smart relay dengan memanfaatkan analog input pada VSD . -10 V DC). Jika motor dengan kecepatan 3000 Rpm dan akan dikontrol dengan 3 pilihan kecepatan yang telah ditentukan sebelumnya, maka untuk menentukan nilai sebagai setpoint kecepatan harus dihitung sebagai berikut : Jika 10 VDC = 300 Rpm 3000ycI yco ycE Maka : 1000ycoycO = 3000ycIycE yco/ycoycO . Kecepatan 800 Rpm 3000ycIycyyco 1800ycIycyyco 10yc ycu 3000ycIycyyco. ycU = 18000ycIycyyco/ycO 18000ycIycyyco/ycO ycU= 3000ycIycyyco ycU=6ycO Untuk mendapatkan kecepatan 900Rpm analog input VSD membutuhkan 3 V sedangkan kecepatan 1800Rpm analog input VSD membutuhkan 6 V. Selanjutnya untuk mendapatkan nilai tersebut harus menggunakan pembagi tegangan dari tegangan awal 10 V. Kecepatan 1, analog input VSD 3 V. ycOycuycyc = ycu ycOycnycu cI1 ycI. 3V = ycu 10 ycO . E ycI. EycO 3ycO = . E ycI. 1000EycO = 3 ycO. E ycI. 1000EycO = 300 EycO 3 ycO. ycI2 3 ycO. ycI2 = 1000EycO Oe 300 EycO 3 ycO. ycI2 = 700 EycO 700EycO ycI2 = 3ycO ycI2 = 233,3E JEECAE Vol. No. Mei 2022 Journal of Electrical Electronic Control and Automotive Engineering (JEECAE) Input Sensor Tegangan Kecepatan 2, analog input VSD 6 V ycI1 ycOycuycyc = ycuyc ycI2 ycI1 ycnycu 100yu 6ycO = ycu 10ycO ycI2 100yu 1000yuycO 6ycO = ycI2 100yu 1000 yuycO = 6V. yu R. 1000 yuycO = 600 yu V 6V. R2 = 1000 yu V- 600 yuycO R2 = 400 yu V 400yuycO ycI2 = 6ycO R2 = 66. 6 yu Jadi untuk mendapat nilai 3V dari input 10V, menggunakan pembagi tegangan dengan nilai R1 100 E dan R2 233,3 E. Sedangkan untuk mendapatkan nilai 6 V dari input 10 V, menggunakan pembagi tegangan dengan nilai R1 100 E dan R2 66,6 E. Kemudian sensor tegangan 3 fasa menggunakan 3 buah trafo stepdown dengan konfigurasi star untuk menurunkan tegangan pada setiap fasa yang nantinya akan diubah menjadi 10 V DC dan menjadi input analog smart relay. Karena input analog smart relay maksimal 10 V DC, di dalam program harus dikalibrasi kembali sama seperti tegangan nyata pada setiap fasanya dan bisa ditampilkan pada display smart relay. Gambar 5. Grafik Input Sensor Tegangan Output Sensor Tegangan Gambar 4. Rangkaian Sensor Tegangan Selanjutnya ditentukan berapa nilai untuk setpoint fluctuation voltage, over voltage maupun under voltage sesuai dengan user yang dikonfigurasi dalam program. Untuk display monitoring semua konfigurasi terdapat di dalam program FBD pada smart relay zelio. HASIL DAN ANALISA Untuk melihat hasil dari alat, maka perlu adanya pengujian alat dan ada 6 pengujian yang dilakukan sebagai berikut: Pengujian Sensor dan Tegangan Sensor tegangan diuji apakah sudah bekerja sesuai dengan yang diharapkan. Untuk pengujian sensor tegangan menggunakan alat ukur multimeter. Kemudian yang diukur meliputi input trafo yang bernilai tegangan AC dan output rectifier yang bernilai tegangan DC. Pengambilan data dilakukan dalam beberapa sampling dihari yang berbeda dan juga ada dihari yang sama. Gambar 6. Grafik Output Sensor Tegangan Dari grafik yang ditampilkan di atas dapat dilihat bahwa nilai tegangan berubah - ubah bahkan dalam hari yang sama terjadi perbedaan nilai tegangan yang lumayan tinggi. Hal itu semua terjadi karena sensor tegangan menggunakan konfigurasi Jadi setiap fasa dengan netral pasti memiliki nilai tegangan yang berbeda. Kalibrasi Tegangan Input smart relay yang diterima dari sensor tegangan masih bernilai maksimal 10 V DC dan harus dikalibrasi kembali sama seperti tegangan nyata pada setiap fasanya. Kalibrasi dilakukan diprogram FBD smart relay. Hasil darikalibrasi dapat dilihat dalam tabel berikut :: JEECAE Vol. No. Mei 2022 Journal of Electrical Electronic Control and Automotive Engineering (JEECAE) memiliki sifat menyimpan tegangan. Waktu tunda yang dihasilkan dari error system dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 1. Hasil Kalibrasi Tegangan Fasa RAeN SAeN TAeN Pembacaan Multimeter 224,4 V Hasil Kalibrasi Fluctuation Voltage Fluctuation voltage terjadi karena ketidak seimbangan tegangan pada setiap fasa. Pengujian dilakukan menggunakan voltage regulator untuk menguji memberikan nilai tegangan apakah sistem sudah bekerja seperti setpoint yang telah ditentukan. Tabel 2. Waktu tunda sistem mati Fasa Pembacaan Awal Tegangan R-N S-N T-N Waktu Tunda Sistem Mati Rpm Motor Untuk mengetahui hasil kalibrasi apakah sudah sesuai dengan Rpm sebenarnya diperlukan pengujian RPM. Kecepatan motor atau Rpm (Rotation Per Meni. motor diuji menggunakan alat ukur tachometer. Rpm juga ditampilkan pada display dan sebelumnya juga telah dikalibrasi dalam program. Hasil pengujian dapat dilihat sebagai berikut: Tabel 3. Hasil Kalibrasi Rpm Kecepatan Kececpatan 1 Kececpatan 2 Kececpatan 3 Gambar 7. Grafik Fluktuasi Tegangan Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan dengan mengatur tegangan pada range yang telah ditentukan, sistem dapat bekerja dengan baik dan akan langsung mematikan seluruh sistem jika terjadi over voltage dan under voltage. Selain itu display juga akan menampilkan pesan sesuai dengan permasalahan yang terjadi. Pembacaan Tachometer 915 RPM 1802 RPM 2990 RPM Hasil Kalibrasi Rpm 910 RPM 1810 RPM 3000 RPM Display Display yang digunakan sebagai monitoring akan menunjukkan bagian mana yang sudah on dan bagian manayang Selain itu monitoring juga akan menampilkan error atau permasalahan yang terjadi. Tabel 3. Hasil Kalibrasi Rpm Kondisi LCS Pembacaan Tachometer OFF OFF Hasil Kalibrasi Rpm LCS ON VSD OFF LCS OFF VSD ON COMMAND READY Gambar 8. Display Pesan Error Phase Loss Phase loss atau hilang fasa terjadi dalam sekejap. , kemudian jika sistem mendeteksi hilang salah satu fasa akan langsung mematikan keseluruhan sistem yang berjalan. Tetapi dalam sistem yang dibuat terdapat kapasitor yang difungsikan untuk filter gelombang dari rectifier AC to DC. Selain untuk filter, kapasitor akan menghambat pembacaan hilang fasa atau menghasilakn waktu tunda sistem mati karena kapasitor sendiri Gambar 9. Display Pesan Command Ready IV. KESIMMPULAN Kesimpulan akhir yang didapatkan dalam penelitian JEECAE Vol. No. Mei 2022 Journal of Electrical Electronic Control and Automotive Engineering (JEECAE) pembuatan sistem monitoring dan sistem kontrol VSD menggunakan smart relay zelio dengan seri zelio SR2B201BD antara lain : Berdasarkan pengujian dan pengamatan yang telah dilakukan, smart relay zelio sangat sensitif terhadap perubahan data input yang diterima. Seperti nilai tegangan dalam setiap fasa dengan netral dapat terbaca sesuai dengan real input yang diberikan. Jika ada perubahan nilai input akan langsung terbaca dan tanpa ada delay akan langsung diolah sesuai program. Penggunaan kontrol smart relay zelio lebih mudah, ekonomis dan kuat dibandingkan dengan kontrol yang Seperti terdapat display pada unit smart relay yang bisa digunakan sekaligus untuk monitoring. Untuk proses kalibrasi masih kurang bagus karena menggunakan range yang kecil, 0 Ae 10 V DC yang akan di convert menjadi 8 bit . Respon atau tindakan dari smart relay zelio masih kurang cepat jika digunakan untuk sistem proteksi. Sensor tegangan didesain seperti rangkaian bintang . sehingga nilai tegangan fasa tidak sama. BEBAN TERHADAP ARUS LISTRIK PADA MOTOR INDUKSI 3 FASA DENGAN KENDALI VSD DI LABORATORIUM CENTER OF EXCELLENCE SMK NEGERI 1 REJANG LEBONG SMKN 1 Rejang Lebong , 2 Politeknik Raflesia , 3 Politeknik Raflesia,Ay vol. 2, no. 1, pp. 1Ae5, 2022. Rahman. Saleh, and D. Setiawan. AuPengendalian Tegangan Inverter 3 Fasa Menggunakan Space Vector Pulse Width Modulation (SVPWM) Pada Beban Fluktuatif,Ay Berk. Sainstek, pp. 12Ae16, 2014. Rezky. Penangsang, and N. Aryani. Studi Analisa Stabilitas Transien Sistem Jawa-Madura-Bali (Jamal. 500kV Setelah Masuknya Pembangkit Paiton 1000 MW Pada Tahun 2021, vol. 5, no. DAFTAR PUSTAKA