Ilmu Al-QurAoan (IQ) Jurnal Pendidikan Islam Volume 7 No. ISSN: 2338-4131 (Prin. 2715-4793 (Onlin. DOI: https://doi. org/10. 37542/5cged364 Implementasi Metode Al-Hisan Dalam Meningkatkan Pemahaman Makna AyatnPada Pembelajaran PAI Di Smp Al-MuslimnTambun Selatan Ade Abdul Muqit,1 Tuti Alawiyah2 Universitas PTIQ Jakarta 1,2 adeabdulmuqit@ptiq. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Implementasi Metode Al-hisan Dalam Meningkatkan Pemahaman Makna Ayat Pada Pembelajaran PAI di SMP Al-Muslim Tambun Selatan. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Adapun penulisan data-data menggunakan kualitatif deskriptif, yakni berupa kata-kata, gambar, video dan bukan angka-angka. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa Implementasi Metode Al-hisan Dalam Meningkatkan Pemahaman Makna Ayat Pada Pembelajaran PAI Di SMP Al-Muslim Tambun berjalan dengan lancar dan sangat baik. Perencanaan pembelajaran PAI berjalan dengan baik sesuai yang diinginkan dan dapat dilihat dari sampel tes siswa setiap kelasnya. Pelaksanaannya guru Pai menggunakan tiga metode pembelajaran, yaitu Metode Ceramah. Diskusi dan Metode Al-hisan. Selain itu, metode Al-hisan ini dapat membantu kegiatan rutinitas siswa . adarus beserta makna ayat, kultum, dan imta. dan pemahaman siswa tentang makna ayat terus meningkat setiap tahunnya dan sangat membantu pada pembelajaran PAI dalam kondisi pembelajaran jarak jauh. Kata Kunci: Metode Al-hisan. Meningkatkan Pemahaman Makna Ayat Pada Pembelajaran PAI Abstract: This study aims to determine how the Implementation of the Al-Hisan Method in Improving Understanding of the Meaning of Verses in Islamic Religious Education Learning at Al- Ade Abdul Muqit. Tuti Alawiyah Muslim Junior High School. South Tambun. In this study, the author used a qualitative method with data collection techniques through observation, interviews, documentation, and The writing of the data uses descriptive qualitative, namely in the form of words, pictures, videos and not numbers. Based on the results of this study, the Implementation of the Al-Hisan Method in Improving Understanding of the Meaning of Verses in Islamic Religious Education Learning at Al-Muslim Junior High School. South Tambun ran smoothly and very well. The planning of Islamic Religious Education learning went well as desired and can be seen from the sample tests of students in each class. In its implementation. Islamic Religious Education teachers used three learning methods, namely the Lecture Method. Discussion and the Al-Hisan Method. In addition, this Al-Hisan method can help students' routine activities . adarus along with the meaning of verses, kultum, and imta. and students' understanding of the meaning of verses continues to increase every year and is very helpful in Islamic Religious Education learning in distance learning conditions. Keywords: Al-Hisan Method. Improving Understanding of the Meaning of Verses in Islamic Religious Education Learning Pendahuluan Pendidikan merupakan unsur penting dalam kehidupan manusia. Pendidikan adalah proses atau kegiatan belajar siswa untuk mengenal dirinya sendiri bahwa dia memiliki potensi dalam dirinya. 1 Pendidikan agama islam bertugas pokok mengilmiahkan wawasan atau pandangan tentang kependidikan yang terdapat pada Al-QurAoan dan Hadis dengan bantuan para sahabat Nabi dan ilmuan muslim. Materi pembelajaran pendidikan agama islam dari tingkat SD. SMP. SMA, dan Universitas sangatlah penting dalam kehidupan sehari-hari. Terutama, terhadap seorang guru atau dosen Agama islam wajib menyampaikannya kepada para siswa pada saat melaksanakan proses pembelajaran, khususnya dilaksanakan di dalam kelas dan terutama dalam menentukan metode pembelajaran, agar dapat diimplementasikan dalam kehidupannya oleh masing- masing Metode dalam memahami islam sangat diperlukan mengingat untuk memahami suatu kajian keilmuan tidak hanya cukup dengan cerdas saja tetapi juga harus menggunakan Amos Neolaka. Landasan Pendidikan Dasar Pengenalan Diri Sendiri Menuju Perubahan Hidup, ( Depok : Karisma Putra Utama, 2. , h. Dahwadin dan Farhan Sifa Nugraha. Motivasi Dan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, (Jawa Tengah: Mangku Bumi Media, 2. , h. 182 | IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Implementasi Metode Al-Hisan Dalam Meningkatkan Pemahaman Makna Ayat Pada Pembelajaran Pai Di Smp Al-Muslim Tambun Selatan metode yang tepat. Begitu pula dengan memahami ajaran Agama islam diperlukan ajaran yang benar. Jika metode dipahami sebagai jalan atau arah maka hendaknya umat islam harus memahami jalan dan arah yang benar sesuai dengan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw. Untuk menjawab persoalan tersebut perlu diterapkan suatu cara alternatif guna mempelajari pendidikan agama islam yang menyenangkan sesuai di dalam kelas, maka dapat memotivasi siswa untuk mengembangkan potensi kreativitasnya. Terlebih melihat komponen dan unsur materi pendidikan agama islam yang di dalamnya mengandung unsur Al-QurAoan dan Hadis yang membutuhkan makna ayat Al-QurAoan dan Hadis dalam kandungan matrikulasi pendidikan agama islam. Sekolah SMP Al-Muslim Tambun Selatan memiliki program pendidikan dengan kata lain Metode Al-hisan. Metode ini disusun oleh Ahmad Syaikhu Asnawi dan Muhammad Subhan Asnawi untuk melatih siswa agar dapat menterjemahkan Al-QurAoan baik dalam penggalan kata maupun satu kalimat. Metode Al-hisan ini diharapkan siswa dapat lebih cepat memahami pembelajaran arti makna ayat Al-QurAoan dan dapat menunjang pengetahuan Agama siswa terutama pendidikan agama islam. Oleh karena itu, guru sebaiknya memiliki kemampuan dan memilih metode pembelajaran yang tepat. Karena ketidaktepatan memilih metode dapat menimbulkan kejenuhan bagi siswa dalam menerima materi yang disampaikan sehingga materi kurang dapat dipahami. Di sinilah peran seorang guru harus tetap menjadi nomor satu dalam proses belajar mengajar. Seorang guru harus berperan sebagai pengontrol semua kegiatan belajar Dan juga mengontrol siswa, keberhasilan siswa, keberhasilan dirinya sendiri, dan juga keberhasilan program. Untuk itu, dengan penjelasan di atas tergambar bahwa diperlukan upaya untuk meningkatkan pemahaman siswa pada pembelajaran pendidikan agama islam melalui Metode Al-Hisan. Metode Penelitian Kegiatan penelitian sebagai suatu cara dalam memperoleh pengetahuan atau memecahkan masalah yang dihadapi dan dilakukan secara ilmiah, sistematis dan logis dengan Dudung Rahmat Hidayat. Ilmu Dan Aplikasi Pendidikan, . : Imperial Bhakti Utama, 2. , h. IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Ade Abdul Muqit. Tuti Alawiyah menempuh langkah-langkah tertentu. 4 Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Adapun teknik pengumpulan data melalui dokumentasi, wawancara dan lembar tes. Hasil Penelitian dan Pembahasan Implementasi Metode Al-hisan Metode Al-hisan atau disebut dengan Metode Tarjamah Lafdziyah Al-QurAoan, yang disusun oleh Achmad Syaikhu Asnawi dan Muhammad Subhan Asnawi pada tanggal 4 Desember 2010 di kota Malang Jawa Timur. Bertujuan untuk sebagai bahan ajar bagi guru dan siswa atau santri dalam proses pembelajaran menerjemahkan Al-QurAoan, yang merupakan langkah awal untuk bisa memahami ayat-ayat Al-QurAoan. Langkah-langkah Penerapan Metode Al-hisan Metode Al-hisan atau Tarjamah Lafdziyyah Al-QurAoan memiliki tahapan/langkahlangkah dalam mempelajarinya dengan cara membagi dalam beberapa jilid, yaitu: Jilid 1 Jilid I adalah pembelajaran terjemah lafdziyyah pada surat Al- fatihah dan surat Al-baqoroh ayat 1-25. Jilid ini adalah pondasi utama dan tahap pengakraban kepada unsur kata dalam AlQurAoan ditempuh sampai ayat ke 25. Diharapkan, setelah mengkhatamkan jilid 1 peserta belajar: Menemukan ritme pembelajaran terjemah lafdziyyah. Terbiasa dengan aneka bentuk kata dalam Al-QurAoan. Menguasai dengan baik makna kata perkata seluruh ayat yang telah dikaji. Menerjemahkan seluruh ayat yang telah dikaji dengan penekanan lafdzi . embaca perkata kemudian diartika. Mengalihbahasakan dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa AlQurAoan. Perintah untuk membaca ayat yang akan dipelajari, pembacaan ini dipimpin oleh ustadz dan diikuti secara bersama- sama oleh seluruh peserta belajar. Pembacaan ini dilakukan dengan tartil baik, benar, fasih, jelas dan sesuai dengan kaidah tajwid. Bila ada peserta belajar yang kurang baik bacaannya, maka menjadi tugas guru Al-QurAoan untuk membina dan memperbaikinya dan bukan menjadi tugas guru terjemah lafdziyyah. Jilid 2 Jilid 2 adalah pembelajaran terjemah lafdziyyah pada surat Alfatihah dan surat Al-baqoroh ayat 25-66. Jilid ini adalah pondasi utama dan tahap pengakraban kepada unsur kata dalam Al-QurAoan dan ditempuh sampai ayat ke 66. Arsyad. "Hubungan Antara Capaian Pembelajaran Dasar-Dasar Penelitian Dan Statistik Dengan Mutu Skripsi: Studi Analisis Di STKIP Muhammadiyah Bogor. " Khazanah Pendidikan: Jurnal Ilmiah Kependidikan 12, no 2 (Januari 2. : 15-31 184 | IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Implementasi Metode Al-Hisan Dalam Meningkatkan Pemahaman Makna Ayat Pada Pembelajaran Pai Di Smp Al-Muslim Tambun Selatan Diharapkan, setelah mengkhatamkan jilid 2 peserta belajar: Menemukan ritme pembelajaran terjemah lafdziyyah. Terbiasa dengan aneka bentuk kata dalam Al-QurAoan. Menguasai dengan baik makna kata perkata seluruh ayat yang telah dikaji. Menerjemahkan seluruh ayat yang telah dikaji dengan penekanan lafdzi . embaca perkata kemudian diartika. Mengalihbahasakan dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Al- QurAoan. Jilid 3 Jiliid 3 adalah pembelajaran terjemah lafdziyyah pada surat Al- baqoroh ayat 67-110. Jilid 3 ini adalah tahap pengenalan dan pengakraban kepada kaidah dasar bahasa Arab dalam ayat Al-QurAoan. Diharapkan setelah mengkhatamkan jilid 3 peserta belajar: Menemukan ritme pembelajaran terjemah lafdziyyah per nuqthah. Terlatih dengan aneka bentuk kata dalam AlQurAoan. Menerjemahkan ayat yang telah dikaji dengan penekanan lafdzi bahasa Indonesia yang baku. Mengalihbahasakan dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Al- QurAoan. Langkah-langkah Jilid 3. Iqra Perintah untuk membaca ayat yang akan dipelajari. Pembacaan ini dipimpin oleh ustadz dan diikuti secara bersama- sama oleh seluruh siswa. Pembacaan dilakukan dengan tartil . aik, benar, fasih, jelas, dan sesuai dengan kaidah tajwi. Bila ada peserta belajar yang kurang baik bacaannya, maka menjadi tugas guru Al- QurAoan untuk membina dan memperbaikinya dan bukan menjadi tugas guru tarjamah lafdziyyah. Jilid 4 Jilid 4 adalah pembelajaran tarjamah lafdziyyah pada surat Al- baqoroh ayat 111 Ae 141. Jilid 4 ini adalah tahap lanjutan dari materi jilid 3 mengenal tashrif lughawy serta cara mencari kata dasar dari tiap kata sekaligus penyebarannya dalam ayat-ayat Al-QurAoan. Diharapkan, setelah mengkhatamkan jilid 4 peserta belajar: Menemukan ritme pembelajaran tarjamah lafdziyyah per nuqthah. Terlatih membuat aneka bentuk kata dalam Al-QurAoan. Menerjemahkan ayat yang telah dikaji dengan penekanan lafdzi sesuai kaidah bahasa Indonesia yang baku. Mengalih bahasakan dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Al-QurAoan. Menghafal kosa kata dari ayat-ayat Al-QurAoan. Pemahaman Pembelajaran Salah satu konsep pembelajaran adalah meningkatkan pemahaman anak mengenai suatu hal yang dipelajarinya. Pemahaman atau comprehension dapat diartikan sebagai Aumenguasai sesuatu dengan pikiranAy. Karena itu, belajar berarti harus mengerti secara IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Ade Abdul Muqit. Tuti Alawiyah filosofinya, maksud dan implikasinya, serta aplikasi-aplikasi lainnya sehingga menyebabkan siswa dapat memahami suatu situasi. Menurut Daryanto, seperti dikutip oleh Winarti Agustina, pemahaman itu adalah mempertahankan, membedakan, menduga, menerangkan, memperluas, menyimpulkan, menggeneralisasi, memberikan contoh, menuliskan kembali, memperkirakan. Pelaksanaan yang dilaksanakan dengan lebih mengaktifkan siswa untuk terlibat selama proses pembelajaran berlangsung serta interaksi antara guru dan siswa lebih akrab sehingga guru lebih mengenal anak didiknya dengan baik merupakan cara lain dalam mengetahui tingkat pemahaman siswa. Menurut Anas Sudijono, seperti dikutip oleh Winarti Agustina, mengemukakan pemahaman itu adalah kemampuan seseorang untuk mengerti sesuatu setelah sesuatu itu diketahui dan diingat. Dengan kata lain, pemahaman adalah mengetahui tentang sesuatu apabila dia dapat memberikan penjelasan atau memberi uraian yang lebih rinci tentang hal itu dengan menggunakan kata-katanya sendiri. Faktor yang mempengaruhi peningkatan pemahaman terbagi menjadi dua, yaitu. Faktor Internal . ari diri sendir. Faktor Jasmaniah . Faktor jasmaniah tidak bisa lepas dari faktor kesehatan dan cacat tubuh. Sebab bila tubuh sakit, maka proses belajar akan Misal: lelah, keadaan panca indera yang sehat tidak mengalami cacat . tubuh, sakit atau perkembangan yang tidak sempurna6. Faktor Psikologis Faktor psikologi merupakan faktor bawaan lahir yang terdiri dari intelektif meliputi faktor potensial yaitu kecerdasan, bakat, serta faktor kecerdasan nyata berupa prestasi yang dimilki. Faktor non intelektif yang dipicu oleh kebiasaan, minat kebutuhan, motivasi, emosi serta penyesuaian diri. faktor Eksternal . ari luar dir. yang meliputiu. Faktor Sosial seperti lingkungan keluarga, sekolah, lingkungan kelompok, dan lingkungan masyarakat. Faktor Budaya seperti adat istiadat, ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesenian. Faktor Lingkungan fisik seperti fasilitas rumah, dan sekolah. Faktor Lingkungan Spiritual . Penerapan Metode Al-hisan pada pembelajaran PAI Winarti Agustina. Media Pembelajaran Jumpling Frog Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Makhluk Hidup Bagi Anak Usia Dini, (Jawa Barat: Edu Publisher, 2. , h. Sri Sunarti. Pembelajaran Membaca Pemahaman Di Sekolah Dasar, . : t. , 2. , h. Ketut Jelantik. Menjadi Kepala Sekolah Yang Profesional, (Yogyakarta: C. Budi Utama, 2. , h. Ahmad Yasir RifaAoI, et. , 28 Cara Senang Belajar Matematika, . : t. ,t. ,), h. 186 | IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Implementasi Metode Al-Hisan Dalam Meningkatkan Pemahaman Makna Ayat Pada Pembelajaran Pai Di Smp Al-Muslim Tambun Selatan Penerapan Metode Al-hisan pada pembelajaran PAI sudah dilakukan oleh guru PAI sebelum adanya sekolah daring/pembelajaran jarak jauh. Dengan penerapan metode Al-hisan dalam pembelajaran PAI ini bukan hanya pada saat pembelajaran PAI di dalam kelas saja akan tetapi, diterapkan dalam pembelajaran lainnya. Dengan metode Al-hisan ini siswa dapat meningkatkan dalam memahami makna ayat Al-QurAoan terutama pada pembelajaran PAI. Dengan adanya metode Al-hisan ini sangat berpengaruh dalam pembelajaran PAI maupun pembelajaran lainnya. Faktor pendukung penerapan metode ini sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya bahwa metode Al-hisan ini baru di SMP Al-Muslim yang pertama yang menerapkan metode ini sebagai metode yang dapat melatih siswa bukan hanya membaca akan tetapi melatih siswa dalam menerjemahkan ayat Al-QurAoan baik dalam perkata maupun makna dan didukung dalam kegiatan keagamaan yang yang sangat bagus sehingga siswa dapat terbiasa melaksanakan kegiatan yang positif dalam kegiatannya sehari-hari. Selain itu juga metode ini dapat mendukung dalam pembelajaran PAI serta pembelajaran lainnya. Faktor pendukung lainnya adalah SMP Al-Muslim Tambun Selatan ini memberikan sarana dan prasarana yang sangat memadai baik siswa maupun guru pengajar sepert: ruang kelas, aula, ac, rumah pohon untuk belajar, perpustakaan, alat peraga, media pembelajaran serta pelatihan-pelatihan untuk gurunya sesuai dengan bidangnya. Dalam menentukkan hasil penerapan metode Al-hisan ini dalam pembelajaran PAI dapat dilihat dari beberapa aspek yaitu: . Nilai Agama atau moral. Dalam hal ini siswa SMP Al-Muslim sudah meningkat dalam pemahaman Al-QurAoan terutama dalam makna ayat dan kemudian menerapkannya dalam sehari-harinya. Dilihat dari nilai agamanya sudah melampaui KKM serta didukung dengan kegiatan dan pembelajaran tambahan dalam memperdalam pendidikan agama islam, serta menerapkannya di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Contohnya: siswa dapat membaca Al-QurAoan dan menjelaskan makna ayat di aula sebelum pembelajaran di mulai dan kultum yang di dalamnya ada ayat Al-QurAoan dan Hadis dan arti makna ayat. Kognitif. Siswa SMP Al-Muslim khususnya kelas Vi secara umum sudah dapat membaca Al-QurAoan sesuai dengan kaidah tajwid serta meningkat dalam pemahaman makna ayat maupun kalimat sesuai dengan FiAoil Madhi dan MudhoreAo. Dan sebagian siswa rata-rata sudah melaksanakan wisuda Al-QurAoan dan sudah dapat memenuhi pembelajaran tarjamah Al-QurAoan IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Ade Abdul Muqit. Tuti Alawiyah bahkan ada sebagian siswa sudah wisuda tarjamah metode Al-hisan dan dilanjutkan dengan hafalan Al- QurAoan dimulai surah al-baqoroh ayat 1. Tabel 4. 5 Hasil Tes Siswa Kelas Vi Dari hasil tes pengambilan sampel kelas Vi dengan ayat berbeda setiap kelasnya dengan menggunakan video. Di sini dapat dilihat bahwa setiap kelas ada peningkatan dalam pelajaran PAI maupun Metode Al-hisan. Karena siswa dapat melebihi KKM yang sudah ditentukan sekolah maupun KKM yang ada dalam Metode Al-hisan. Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang peneliti lakukan yaitu setelah data-data dikumpulkan, dianalisis dan ditafsirkan serta sebagaimana telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Adapun implementasi metode Al-hisan dalam meningkatkan pemahaman makna ayat Al-QurAoan pada pembelajaran PAI di SMP AlMuslim Tambun Selatan adalah: Siswa SMP Al-Muslim khususnya kelas Vi secara umum sudah dapat membaca Al-QurAoan sesuai dengan kaidah tajwid serta meningkat dalam pemahaman makna ayat maupun kalimat sesuai dengan FiAoil Madhi dan MudhoreAo. Dalam menerapkan metode Al-hisan ini ke dalam pembelajaran PAI. Guru PAI dan guru lainnya merasa sangat terbantu karena pemahaman siswa tentang arti makna ayat Al-QurAoan baik perkata maupun perkalimat sudah meningkat di pembelajaran PAI maupun di pembelajaran lainnya dan siswa sudah dapat menerapkan nya di lingkungan sekolah maupun sehariharinya. Dalam pembelajaran PAI ini guru tidak langsung memberikan atau menyajikan materi dengan metode Al-hisan. Terlebih dahulu guru PAI menyampaikan materi yang 188 | IQ (Ilmu Al-qurAoa. : Jurnal Pendidikan Isla. Volume 7 No. Implementasi Metode Al-Hisan Dalam Meningkatkan Pemahaman Makna Ayat Pada Pembelajaran Pai Di Smp Al-Muslim Tambun Selatan disampaikan atau menjelaskan dengan metode ceramah lalu menggunakan metode Al-hisan jika ada ayat-ayat pada materi tersebut, kemudian dengan metode selanjutnya menggunakan metode diskusi. Tujuannya dari tiga metode ini adalah untuk dapat melatih keterampilan siswa dalam materi yang di ajarkan dan melatih bacaan siswa serta dapat mengartikan perkata dan perkalimat dan ditelaah makna ayat Al-QurAoan dapat serta di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, yang menjadi metode pokok dalam setiap pembelajaran tetap menggunakan metode ceramah, diskusi dan jika ada ayat Al-QurAoan menggunakan metode Al-hisan. Saran Dalam melaksanakan metode Al-hisan ini guru PAI harus lebih aktif agar siswa dapat paham tentang arti makna ayat Al-QurAoan terutama dalam pembelajaran PAI agar dapat terlaksana dengan baik dan teratur demi tercapainya tujuan pendidikan. Disamping mengajar dan memperhatikan secara langsung demi meningkatkan pemahaman siswa dalam mengartikan makna ayat Al- QurAoan, maka dari itu guru PAI harus lebih bersabar dan ikhlas agar siswa dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk calon guru PAI yang nanti akan mengajar pembelajaran PAI alangkah baiknya mengunakan tiga metode dalam mengajarkan siswa yaitu : metode ceramah, diskusi dan metode Al-hisan. Daftar Pustaka