Journal Physical Health Recreation (JPHR) Volume 4 Nomor 2 Bulan Mei https://jurnal. id/index. php/JP e-ISSN : 2747- 013X Validitas Isi Model Pemanasan Pasca Cedera Ankle Berbasis Terapi Latihan Dan Teknik Dasar Sepak Bola Content Validity of Ankle Post-Injury Warm-Up Model Based on Exercise Therapy and Basic Soccer Techniques Arfandi Akkase1 . akkase@unm. Universitas Negeri Makassar. Jl. Pettarani. Tidung. Kec. Rappocini. Kota Makassar. Sulawesi Selatan 902221 Abstract. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil validasi isi model pemanasan pasca cedera ankle untuk meningkatkan kemampuan fungsi dan meredakan nyeri pada cedera ankle. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Validitas model latihan ini diperoleh berdasarkan penilaian dari dua orang pakar yaitu 1 orang ahli materi dalam terapi latihan dan 1 orang ahli dalam kesehatan olahraga. Data kuantitatif pada penelitian ini didapatkan dari kuisioner penilaian dianalisis dengan statistic deskriptif yang berupa pernyataan-pernyataan. Berdasarkan hasil penilaian didapatkan bahwa model pemanasan pasca cedera ankle bagi pemain sepak bola dapat dinyatakan layak untuk digunakan karena nilai yang didapatkan dari ahli terapi latihan didapatkan skor 42 dari skor maksimal 60 dengan persentase 70% dan dari ahli kesehatan olahraga didapatkan skor 45 dari skor maksimal 60 dengan persentase 75%. Oleh karena itu dapat dinyatakan valid dan layak untuk digunakan pada tahapan berikutnya. Validasi model pemanasan pasca cedera ankle bagi pemain sepak bola ini meliputi aspek-aspek seperti tujuan, materi, cara penyajian, dan bentuk model pemanasan yang sesuai dengan kaidah terapi latihan, teknik dasar sepak bola dan kaidah dari pemanasan yaitu RAMP (Raise, active, mobilize dan Keywords: Pemanasan. Cedera ankle. Sepak bola. 1 Pendahuluan Sepak bola . epak bola asosiasi atau 'sepak bola') adalah salah satu olahraga paling populer didunia, yang melibatkan orang-orang di seluruh dunia sebagai pemain, penonton, dan pemirsa melalui TV (Haugaasen & Jordet, 2. Sepak bola telah diakui sebagai olahraga populer bersama dengan lari sebagai salah satu kegiatan olahraga dan waktu luang yang menjanjikan untuk meningkatkan kesehatan (Thorborg et al. , 2. Sepak bola meningkatkan kesehatan kardiovaskular dan mengurangi faktor risiko untuk penyakit gaya hidup, seperti diabetes dan hipertensi (Krustrup & Bangsbo, 2. Sepak bola adalah olahraga yang ditandai dengan berbagai aktivitas kinesiologi yang kompleks dan dinamis yang kemudian dicirikan dengan kecepatan gerak asiklis atau kecepatan gerak pada bagian tubuh seperti menendang, melompat (Sermaxhaj et al. , 2. Namun, sepak bola juga memiliki resiko-resiko cedera itulah sebabnya mengapa pencegahan cedera dalam sepak bola sangat penting untuk diterapkan (Bizzini & Dvorak, 2. Data Eropa menunjukkan bahwa jutaan cedera yang berhubungan dengan olahraga terjadi setiap tahun dan membutuhkan medis dan dari semua cedera yang berhubungan dengan olahraga, sekitar satu dari empat di antaranya terkait dengan sepak bola (Baarveld et al. , 2. Sebuah tim sepak bola profesional dengan 25 pemain biasanya menderita yang setara dengan dua cedera per pemain per musim (Ekstrand et al. , 2. Resiko cedera olahraga pada setiap olahraga relatif signifikan dan relatif sedikit penelitian tentang mengevaluasi pencegahan cedera bahkan pemulihan pasca cedera ketika melakukan olahraga (Emery & Pasanen, 2. Cedera olahraga adalah fenomena umum yang dialami banyak atlet yang setiap tahun. Data dari sepak bola elit menunjukkan bahwa seorang pemain, rata-rata, mengalami sekitar dua cedera per tahun (Ekstrand, 2. Untuk gejala pasca cedera bagi para atlet, para peneliti telah menemukan bahwa cedera adalah salah satu alasan paling umum untuk berhenti berolahraga (Ivarsson et al. , 2. Mengingat tingginya tingkat cedera yang terkait dengan partisipasi olahraga, strategi pencegahan untuk cedera olahraga harus sangat diterapkan. Untuk mengembangkan program pencegahan, penting untuk terlebih dahulu menentukan faktor cedera Dalam sejarah cedera olahraga dan pencegahan cedera olahraga aspek fisiologis dan biomekanika dari olahraga tersebut telah dominan dalam menjadi factor penyebab cedera olahraga (Almeida et al. , 2. tetapi selama dua dekade terakhir, peran faktor psikologis dalam olahraga telah banyak diteliti (Johnson et al. , 2. Mengingat bahwa cedera olahraga dalam dunia sepak bola menjadi hal yang sering terjadi bagi atlet sepak bola maka perlu adanya inovasi strategi pemulihan bagi atlet sepak bola yang sudah terlanjur mengalami cedera khususnya cedera ankle agar tidak terjadi reinjury atau cedera kambuhan. Cedera yang paling umum terjadi dalam sepak bola adalah cedera ankle dan cedera paha belakang. Lebih khusus lagi, banyak penelitian telah menunjukkan hubungan antara cedera sebelumnya pada ekstremitas bawah dengan cedera ankle (Kolokotsios et al. , 2. Reinjury didefinisikan sebagai jenis cedera seperti patah tulang atau keseleo pergelangan kaki yang terjadi di area anatomis yang sama yang dialami atlet sebelumnya (Emery & Pasanen, 2. Validitas isi didefinisikan sebagai tingkat di mana elemen-elemen dari suatu instrumen penilaian yang relevan dan mewakili target yang dituju untuk tujuan penilaian tertentu (Yusoff. Jenis validitas isi dapat memberikan hasil yang representatif yang logis serta rasional untuk mencapai sebuah model latihan yang sudah ditetapkan. Terkait hal tersebut sebuah model pemanasan yang berkualitas dan layak untuk digunakan, maka perlu dilakukan beberapa tahapan pengujian mulai dari validasi isi model pemanasan yang akan dibuat sampai uji coba model yang dikembangkan baik nantinya akan di uji cobakan pada uji coba skala kecil sampai uji coba pemakaian skala besar hingga pada tahap uji efektivitas (Akkase, 2. Dilakukannya validitas isi ini diharapkan menghasilkan model pemanasan yang valid dan akan digunakan pada tahap uji coba skala kecil,skala besar dan tahap uji efektivitas. 2 Method Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif persentase. Data kuantitatif pada penelitian ini didapatkan dari kuisioner penilaian dianalisis dengan statistic deskriptif yang berupa pernyataan-pernyataan Arikunto . 9: . Objek yang digunakan pada penelitian ini adalah sebuah model pemanasan untuk atlet yang mengalami pasca cedera ankle yang berguna untuk meningkatkan kemampuan fungsi dan menurunkan tingkat nyeri. Subjek yang dilibatkan dalam melakukan validasi model pemanasan adalah 2 orang ahli atau pakar yaitu 1 orang ahli materi tentang terapi latihan dan 1 orang ahli materi tentang kesehatan olahraga. Hasil penilaian ini akan dianalisis secara deksriptif dan diformulasikan masuk ke dalam pembagian kategori Pembagian kategori kelayakan ada lima dengan nilai maksimal yang diharapkan adalah 100% dan minimal 0%. Tabel 1. Kategori Kelayakan No. Skor Dalam Persentase Kategori Kelayakan < 21% Sangat tidak layak 21 Ae 40% Tidak layak 41 Ae 60% Cukup layak 61 Ae 80% Layak 81 Ae 100% Sangat layak Data yang digunakan dalam penelititan ini dibagi menjadi dua, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif yang digunakan adalah data yang terkait dalam aspek-aspek penilaian validasi konten model pemanasan. Data kuantitatif dalam penelitian ini didapatkan melalui kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis statistic deskriptif. 3 Hasil Validasi model pemanasan bagi pemain sepak bola pasca cedera ankle dilakukan oleh ahli materi pertama yang ahli dalam kesehatan olahraga. Data hasil validasi dari ahli materi terhadap model pemanasan bagi pemain sepak bola pasca cedera ankle sebagai berikut: Tabel 2. Hasil Validasi Ahli Materi Pertama Skoring Klasifikasi Ket Ketepatan materi dengan tujuan Cukup Kelengkapan materi pemanasan Cukup Keruntutan materi sesuai dengan Baik Kesesuaian gerak dengan terapi latihan Cukup Kejelasan materi pemanasan Baik Kecukupan durasi untuk pemanasan Cukup Kecukupan Cukup Membantu proses penyembuhan cedera ankle Baik Membangkitkan untuk sembuh Baik Gampang dan mudah dilakukan oleh atlet Baik Fasilitas dan alat yang digunakan menggunakan alat latihan pada sepak bola Baik Uraian pemanasan mudah dimngerti Cukup Layak Jumlah Berdasarkan hasil penilaian skala ahli materi pada draft awal model pemanasan bagi pemain sepak bola pasca cedera ankle didapatkan skor 42 dari skor maksimal 60 dengan persentase 70%. Jadi pada tahap validasi materi yang pertama dapat dikategorikan AuLayakAy. Validasi model pemanasan bagi pemain sepak bola pasca cedera ankle dilakukan oleh ahli materi kedua yang ahli dalam terapi latihan. Data hasil validasi dari ahli materi terhadap model pemanasan bagi pemain sepak bola pasca cedera ankle sebagai berikut: Tabel 3. Hasil Validasi Ahli Materi Kedua Skoring Klasifikasi Ket Ketepatan materi dengan tujuan Baik Kelengkapan materi pemanasan Baik Keruntutan materi sesuai dengan Baik Kesesuaian gerak dengan teori terapi Baik Kejelasan materi pemanasan Baik Kecukupan durasi untuk pemanasan Cukup Kecukupan repetisi di setiap gerakan Cukup Membantu proses penyembuhan cedera ankle Baik Membangkitkan motivasi atlet untuk Baik Gampang dan mudah dilakukan oleh Baik Fasilitas dan alat yang digunakan mudah diperoleh karena menggunakan alat latihan pada sepak Baik Uraian gerak pada model pemanasan mudah dimngerti Cukup Layak Jumlah Berdasarkan hasil penilaian skala ahli materi dalam hal ini ahli terapi pada draft awal model pemanasan bagi pemain sepak bola pasca cedera ankle didapatkan skor 45 dari skor maksimal 60 dengan persentase 75%. Jadi pada tahap validasi materi yang pertama dapat dikategorikan AuLayakAy. 4 Pembahasan Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian RnD (Research and Developmen. tapi masih tahap draft awal yaitu uji validasi materi dari 2 ahli yaitu ahli kesehatan olahraga dan ahli terapi latihan untuk mendapatkan model pemanasan yang valid atau layak digunakan untuk tingkat selanjutnya yaitu tingkat uji coba skala kecil, uji coba skala besar dan uji efektivitas. Produk pengembangan ini akan menghasilkan metode pemanasan berbasis terapi latihan dan Teknik dasar sepak bola yang berguna untuk menaikkan kemampuan fungsi bagian tubuh yang cedera dan menurunkan tingkat nyeri yang akan dikemas dalam bentuk buku dan video tutorial. Berdasarkan hasil penilaian validasi dari para ahli terhadap model pemanasan diketahui bahwa penilaian aspek validasi isi model latihan rata-rata skor yang didapat dari ahli pertama adalah 42 dari skor maksimal 60, dengan merujuk dari kategori kelayakan menurut Arikunto bahwa skor yang didapat masuk dalam kategori layak, sedangkan untuk ahli materi kedua skor yang didapat adalah 45 dari skor tertinggi yaitu 60 dan merujuk ke kategori kelayakan, model pemanasan tersebut masuk dalam kategori layak untuk di ujicobakan, oleh karena itu model pemanasan berbasis terapi latihan dan Teknik dasar sepak bola untuk pasca cedera ankle dinyatakan valid dan relevan untuk digunakan di tahap uji coba skala kecil dan skala besar. Hasil dari model pemanasan tersebut dapat dilihat dari gambar tersebut. Gambar 1. Sampul Buku Pedoman Model Pemanasan Pasca Cedera Ankle Model pemanasan pasca cedera ankle ini memiliki 4 tahap yang disesuaikan dengan kaidah terapi latihan yaitu Strectching. Strengthening. Endurance dan Motor Educability dan Gerakan-gerakan pada pemanasan ini disesuaikan dengan Teknik dasar sepak bola yaitu Passing. Shooting. Dribbling dan Heading dan juga disesuaikan dengan kaidah pemanasan yaitu RAMP (Raize. Active. Mobilization. Potentiatio. untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari tabel dibawah ini: Tabel 4. Kaidah Pemanasan. Terapi Latihan. Teknik Dasar Sepak Bola Pemanasan Terapi Latihan Teknik Dasar Sepak Bola Raise . ROM Passing Suhu tubuh ditandai dengan Loosening Mengoper bola Stretching Frekuensi Nadi Frekuensi pernafasan Active Strengthening Shooting Gerakan/ kontraksi otot besar Isometris Menendang bola Isotonis Beban tinggi, frekuensi Mobilize Endurance Dribbling Berpindah Beban ringan/sedang Menggiring bola Frekuensi lebih banyak Waktu panjang Potentiation Motor educability Heading Menggunakan otot yang dominan pada sepak bola bertujuan untuk mengantarkan untuk bermain sepak bola Propioseptif Menyundul Bola Balance Keterampilan teknik dasar sepak bola Berdasarkan dari kaidah pemanasan, terapi latihan dan Teknik dasar sepak bola maka dihasilkanlah 21 gerakan dalam model pemanasan ini yang terdiri dari 8 gerakan ROM (Range of Motio. , 7 gerakan strengthening, 3 gerakan endurance dan 3 gerakan motor educability. Gerakan fleksibility bertujuan untuk meningkatkan ROM, gerakan strengthening bertujuan untuk menguatkan otot, gerakan endurance bertujuan untuk menambah daya tahan otot dan gerakan motor educability untuk keterampilan. 5 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dijabarkan pada hasil analisis, dapat diambil simpulan bahwa model pemanasan ini valid yang ditinjau dari hasil validitas isi yang telah dilakukan oleh ahli materi kesehatan olahraga dan ahli terapi latihan. Hasil validitas isi secara keseluruhan bahwa model pemanasan yang dikembangkan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan fungsi bagian tubuh yang cedera dala hal ini ankle atau pergelangan kaki dan menurunkan tingkat nyeri yang dialami atlet sepak bola pada bagian ankle, akan tetapi ada beberapa revisi yang harus dilakukan demi kesempurnaan model pemanasan ini. Saran dari penelitian ini adalah uji coba lebih lanjut baik pada uji coba produk untuk skala kecil sampai uji coba pemakaian untuk skala besar yang sangat di perlukan untuk pengembangan model pemanasan ini mendapatkan hasil yang lebih optimal. Referensi