JURNAL BASICEDU Volume 8 Nomor 4 Tahun 2024 Halaman 3445 - 3454 Research & Learning in Elementary Education https://jbasic. org/index. php/basicedu Inovasi Asesmen Formatif Non Paper-Based dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Suci Oktaviani1. Jumriah2. Reri Suci Meisella3. Susilo Susilo4. Ventje Jany Kalukar5A Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Mulawarman1,2,3,4,5 E-mail: sucioktaviani810@gmail. com1, jumriah2011@gmail. com2, reremeishella30@gmail. olisusunmul@gmail. com4, ventjekalukar@fkip. Abstrak Penggunaan asesmen formatif non paper-based dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas 8 menghadirkan potensi untuk meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas berbagai metode asesmen non paper-based seperti video presentasi, podcast, dan kuis permainan interaktif. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan historical research/documentary study. Hasil penelitian memaparkan inovasi asesmen non paper-based yang dapat meningkatkan keterlibatan siswa, mengembangkan keterampilan komunikasi, serta mendorong kreativitas dan ekspresi diri. Selain itu, metode ini juga memfasilitasi pembelajaran mandiri dan kolaboratif, memberikan umpan balik yang konstruktif, serta menawarkan fleksibilitas dan aksesibilitas yang lebih baik dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, inovasi ini berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas 8 secara signifikan. Kata Kunci: Asesmen Formatif. Non Paper Based. Pembelajaran Bahasa Indonesia. Kelas 8. Abstract The use of non-paper-based formative assessments in the teaching of Indonesian language for 8th-grade students presents the potential to enhance student engagement and learning outcomes. This study aims to explore the effectiveness of various non-paper-based assessment methods, such as video presentations, podcasts, and interactive quiz games. The research method employed is descriptive research with a historical research/documentary study approach. The study's findings reveal that non-paper-based assessments can increase student engagement, develop communication skills, and foster creativity and self-expression. Additionally, these methods facilitate independent and collaborative learning, provide constructive feedback, and offer greater flexibility and accessibility in the learning process. Thus, this innovation has the potential to significantly improve the quality of Indonesian language education in the 8th grade. Keywords: Innovation. Formative Assessment. Non Paper Based. Indonesian Language Learning, 8th grade. Copyright . 2024 Suci Oktaviani. Jumriah. Reri Suci Meisella. Susilo Susilo. Ventje Jany Kalukar A Corresponding author : Email : ventjekalukar@fkip. DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. ISSN 2580-3735 (Media Ceta. ISSN 2580-1147 (Media Onlin. Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Inovasi Asesmen Formatif Non Paper-Based dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Ae Suci Oktaviani. Jumriah. Reri Suci Meisella. Susilo Susilo. Ventje Jany Kalukar DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. PENDAHULUAN Salah satu pilar utama dalam pembentukan karakter dan pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi adalah pendidikan. Pendidikan tidak hanya memberi orang pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memberikan mereka prinsip, etika, dan sikap yang mereka butuhkan untuk menjadi anggota masyarakat yang produktif dan bertanggung jawab. Tujuan pendidikan adalah untuk meningkatkan daya saing nasional kita sehingga kita dapat bersaing di pasar global. Untuk mencapai hal ini, pendidikan di sekolah harus difokuskan pada peningkatan keterampilan berpikir siswa, terutama keterampilan berpikir kritis atau keterampilan berpikir tingkat tinggi. (Lestari & Apoko, 2. Pendidikan yang efektif mampu membentuk karakter yang kuat, kritis, kreatif, dan berintegritas. Salah satu aspek penting dalam pendidikan adalah asesmen, yang berfungsi untuk mengukur pencapaian belajar siswa dan memberikan umpan balik bagi perbaikan proses pembelajaran. Secara keseluruhan, asesmen adalah proses pengumpulan informasi tentang kemampuan dan pengetahuan siswa melalui berbagai sumber bukti. Penilaian asesmen melibatkan pengumpulan, analisis, dan interpretasi data atau informasi tentang siswa untuk memperoleh gambaran tentang kemampuan siswa dalam memahami materi yang telah diajarkan. Untuk memastikan bahwa siswa berhasil, guru harus merencanakan dan memfasilitasi pembelajaran dengan baik di mana pun. Ini karena evaluasi juga merupakan perkembangan dari proses dan pelaksanaan pembelajaran. (Aini & Mukhlis, 2. Asesmen harus berkaitan dengan variabel pembelajaran penting untuk membantu guru membuat keputusan tentang bagaimana memperbaiki proses dan hasil belajar siswa. (Nafisah & Budiarso, 2. Hal itu harus memenuhi dua syarat yaitu, mengukur kompetensi dan berdampak positif pada proses belajar (Sudrajat, 2. Asesmen formatif dan sumatif adalah dua jenis penilaian pembelajaran yang digunakan untuk mengukur seberapa baik siswa memahami materi pelajaran. Selama proses pembelajaran, evaluasi formatif dilakukan untuk memastikan apakah pembelajaran mencapai tujuan. (Widyawati et al. , 2. Asesmen formatif adalah cara untuk mengatasi keterbatasan ujian tertulis, yang hanya mengukur hasil tanpa melihat proses belajar siswa. Guru harus terampil dalam memilih dan menerapkan strategi asesmen formatif agar lebih (Adawiyah & Nofisulastri, 2. Sebaliknya, asesmen sumatif dilakukan pada akhir periode pembelajaran untuk menilai pencapaian siswa secara keseluruhan dan menunjukkan seberapa baik mereka belajar (Izzulhaq et al. , 2. Guru bahasa Indonesia dapat berfungsi sebagai pendidik yang mendorong kemampuan siswa dalam bidang pribadi dan sosial melalui keterampilan bahasa mereka. Karena bahasa adalah produk sosial, bahasa tidak dapat dipisahkan dari proses sosial manusia. Diharapkan bahwa siswa yang menguasai keempat keterampilan bahasa . enyimak, membaca, berbicara, dan menuli. dapat bersaing di era industri 4. Guru yang memiliki kompetensi yang telah ditetapkan dalam undang-undang juga dapat membantu siswa memperoleh keterampilan 4C (Critical Thinking. Creativity. Communication, and Collaborativ. yang diperlukan di abad ke-21. pengembangan kebudayaan nasional, serta pengembangan ilmu dan teknologi (Rustandi et al. , 2. Berdasarkan hal tersebut, artikel ini akan berfokus pada berbagai jenis asesmen formatif yang dapat dilakukan secara konsisten selama pembelajaran bahasa Indonesia. Tujuan dari asesmen ini adalah untuk membuat perkembangan belajar siswa lebih menyenangkan dan bermanfaat. Perlu diketahui bahwa kurangnya partisipasi siswa di kelas bukan hanya karena kemalasan mereka untuk belajar, tetapi juga karena pembelajaran yang monoton dan berpusat pada guru. (Nurhayati et al. , 2. Menurut beberapa penelitian tersebut, penggunaan metode atau model pembelajaran dan asesemen yang monoton, berpusat pada guru daripada berpusat pada siswa, menyebabkan pembelajaran Bahasa Indonesia kurang berhasil (Nenis Putri Mega Marta & Suhatmady, 2. Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Inovasi Asesmen Formatif Non Paper-Based dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Ae Suci Oktaviani. Jumriah. Reri Suci Meisella. Susilo Susilo. Ventje Jany Kalukar DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. Dalam beberapa penelitian yang relevan, evaluasi formatif dapat membantu meningkatkan kualitas Misalnya, penelitian yang dilakukan oleh Nurjannah . menemukan bahwa siswa yang menggunakan media visual memiliki hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang menggunakan media konvensional. Penilaian formatif yang tepat mendukung ini secara signifikan. Kelompok siswa yang menggunakan media konvensional dan dinilai dengan LKS cenderung merasa bosan dan tidak serius mengerjakan tugas, yang mengakibatkan hasil belajar yang rendah. Penelitian yang dilakukan oleh Belva Saskia Permana, et al. juga menekankan betapa pentingnya media pembelajaran berbasis teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Siswa dapat mengakses materi pelajaran dengan cara yang lebih luas dengan menggabungkan komponen audio dan visual. Selain itu, penggunaan media ini memungkinkan siswa untuk belajar kapan saja dan di mana saja. Media ini juga memungkinkan umpan balik melalui penilaian formatif, yang membantu siswa memahami bahan. Studi oleh Nurul Anggraini,et al. menemukan bahwa evaluasi formatif dapat meningkatkan kemampuan belajar siswa. Hasilnya menunjukkan bahwa evaluasi formatif meningkatkan pembelajaran. Hasil penilaian formatif dapat digunakan oleh guru untuk memperbaiki pembelajaran mereka, memberikan bantuan kepada siswa yang mengalami kesulitan, atau memberikan insentif kepada siswa. Menurut penelitian yang relevan di atas, penggunaan media ini memungkinkan siswa belajar kapan saja dan di mana saja. Media ini juga memberikan kesempatan untuk memberikan umpan balik melalui penilaian formatif, yang membantu siswa dalam pemahaman materi. Studi telah menunjukkan bahwa penilaian formatif dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk belajar, seperti yang ditunjukkan oleh hasil penilaian formatif yang digunakan, yang menunjukkan bahwa penilaian formatif meningkatkan pembelajaran. Guru dapat menggunakan hasil penilaian formatif untuk menyesuaikan strategi dan media pembelajaran mereka, memberikan bantuan kepada peserta didik untuk memahami materi dengan lebih mudah. Dibutuhkan media untuk menyampaikan materi agar lebih mudah dipahami siswa. Pengembangan model pembelajaran yang disesuaikan dengan pembelajaran abad ini sangat penting untuk memberikan pengalaman belajar kepada siswa. (Daniar et al. , 2. Guru harus membuat desain pembelajaran yang sesuai dengan keterampilan abad ini (Rosnaeni, 2. Dengan demikian, guru harus menggunakan berbagai teknologi untuk membuat penilaian atau evaluasi yang lebih canggih. Berbeda dengan metode asesmen konvensional berbasis kertas, penelitian ini menawarkan metode asesmen formatif yang tidak berbasis kertas non-paper based dengan menggunakan teknologi digital seperti presentasi video, podcast, dan kuis interaktif. Diharapkan bahwa ini akan meningkatkan keterlibatan siswa, mengurangi beban administrasi guru, dan memberikan umpan balik yang lebih cepat dan akurat. Selain itu, penelitian ini mengintegrasikan media pembelajaran berbasis teknologi yang menggabungkan komponen audio dan visual, sehingga siswa dapat mengakses materi pelajaran secara luas dan fleksibel. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengalaman belajar siswa yang lebih menyenangkan dan bermakna dengan menggunakan pendekatan pembelajaran abad ke-21 yang berfokus pada keterampilan 4C. Metode ini berbasis teknologi digital dalam penilaian formatif, diharapkan dapat meningkatkan pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas 8 dengan pendekatan yang lebih berpusat pada siswa, mengatasi kekurangan metode asesmen konvensional, dan meningkatkan motivasi dan partisipasi aktif siswa dalam kelas. METODE Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan metode historical research/documentary study. Penelitian kepustakaan dilakukan dengan melihat literatur yang relevan dengan judul penelitian. Sebagai sumber data, peneliti ini menggunakan temuan penelitian sebelumnya dan artikel ilmiah dari berbagai reputasi jurnal, dokumen, dan sumber internet lainnya yang berjumlah 20 literatur. Peneliti kemudian mengklasifikasikan berdasarkan media audio dan audiovisual. Data penelitian dikumpulkan Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Inovasi Asesmen Formatif Non Paper-Based dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Ae Suci Oktaviani. Jumriah. Reri Suci Meisella. Susilo Susilo. Ventje Jany Kalukar DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. menurut pola tertentu, dideskripsikan, dan disertakan dengan contoh untuk menjawab pertanyaan penelitian. Analisis deskriptif digunakan untuk mendapatkan gambaran sistematis tentang langkah-langkah asesmen formatif dengan model non-paper based. Peneliti menjabarkan jenis asesmen dan inovasi model asesmen alternatif dan memberikan contoh asesmen untuk beberapa materi pembelajaran Bahasa Indonesia kelas 8. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian kepustakaan yang dilakukan oleh peneliti mengidentifikasi formula untuk desain asesmen formatif yang dapat digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas 8. Studi kepustakaan ini mencakup penelitian yang relevan serta sumber-sumber dari internet. Berdasarkan Modul Asesmen yang diterbitkan oleh Kemdikbud, terdapat tiga konsep asesmen yaitu assessment as, assessment for, dan assessment of. Penelitian ini berfokus pada assessment as, yang berarti menggunakan asesmen sebagai metode untuk merefleksikan proses pembelajaran. Melalui penilaian ini, baik pendidik maupun siswa dapat mengetahui perkembangan belajar. Oleh karena itu, penilaian ini digunakan untuk penilaian formatif. Dengan memanfaatkan teknologi, diharapkan siswa dapat lebih termotivasi dan terlibat dalam proses pembelajaran, serta guru dapat lebih efektif dalam memantau dan mendukung perkembangan belajar siswa. Berikut adalah inovasi model asesmen formatif non-paper based yang ditemukan dalam penelitian ini: Video Presentasi Sebuah penelitian oleh Mucthar et al. menunjukkan bahwa dengan menggunakan Microsoft PowerPoint dan iSpring. Anda dapat membuat materi pembelajaran yang menarik yang terdiri dari gambar, animasi, audio, video, presentasi, dan elemen lainnya yang disimpan dalam flash. Sebagai alat asesmen formatif untuk pembelajaran Bahasa Indonesia, video presentasi terbukti berguna untuk melakukan evaluasi yang dinamis dan interaktif yang menilai pemahaman dan keterampilan siswa. Secara umum, video presentasi memiliki efek positif pada pendidikan di era Revolusi 4. Hal itu digunakan untuk mempertahankan model pembelajaran dan model berpikir serta menumbuhkan kemampuan inovasi dan bakat siswa, sehingga kita dapat menciptakan generasi penerus yang unggul. Media video pembelajaran, seperti presentasi, ialah media yang menyampaikan informasi seperti materi pelajaran, konsep, teori, dan prosedur dalam format audio dan visual yang dapat dinikmati siswa. Metode ini tidak hanya membuat pembelajaran lebih menarik, tetapi juga membantu siswa meningkatkan kreativitas, berpikir kritis, dan berbicara. (Lestari & Apoko, 2. Ada pun inovasi yang diberikan untuk metode video presentasi sebagai berikut : Deskripsi metode: Siswa dilatih untuk menggunakan alat pembelajaran digital dan mendapatkan umpan balik melalui perangkat lunak pendukung seperti iSpring Presenter. iSpring adalah program yang mengubah file presentasi menjadi flash dan dapat diintegrasikan dengan Microsoft PowerPoint tanpa memerlukan keahlian khusus. Program ini mendukung pembuatan berbagai kuis yang mencakup audio, video, dan YouTube. Materi yang diterapkan: Cerita Rakyat: Siswa membuat video presentasi yang menceritakan kembali sebuah cerita rakyat dengan gaya mereka sendiri, menambahkan ilustrasi atau animasi untuk memperkaya cerita. Laporan Berita: Siswa berperan sebagai reporter berita yang melaporkan suatu peristiwa atau isu sosial terkini, menggunakan data dan sumber terpercaya untuk mendukung laporan mereka. Ulasan Buku atau Film: Siswa membuat ulasan tentang buku atau film yang mereka baca atau tonton, menjelaskan plot, karakter, tema, dan memberikan opini pribadi mereka. Dengan materi tersebut siswa dapat menunjukkan pemahaman mereka melalui media kreatif seperti video, yang memungkinkan penilaian terhadap keterampilan berbicara, berpikir kritis, dan Selain itu, asesmen ini lebih interaktif dan relevan dengan keterampilan abad 21, seperti Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Inovasi Asesmen Formatif Non Paper-Based dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Ae Suci Oktaviani. Jumriah. Reri Suci Meisella. Susilo Susilo. Ventje Jany Kalukar DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. literasi digital, komunikasi, dan kolaborasi, sambil tetap menilai capaian pembelajaran yang Langkah-langkah Implementasi sebagai berikut: Tabel 1. Video Presentasi Langkah-Langkah Implementasi Guru menentukan topik yang relevan dengan Penentuan Topik dan Tujuan kurikulum dan kemampuan yang ingin dinilai, seperti menceritakan kembali cerita rakyat, membahas isu sosial, atau menyampaikan laporan penelitian. Tujuan dari tugas ini adalah untuk menilai keterampilan berbicara, argumen, kreativitas, dan pemahaman materi. Instruksi dan Pedoman Berikan instruksi yang jelas mengenai durasi video, struktur presentasi, dan kriteria penilaian. Pedoman dapat mencakup penggunaan bahasa yang baik dan benar, pengorganisasian konten, kejelasan penyampaian, dan penggunaan media pendukung . ambar, slide, dll. Persiapan dan Penelitian: Siswa melakukan penelitian tentang topik yang diberikan dan menyusun naskah presentasi. Mereka dapat menggunakan berbagai sumber informasi untuk memastikan konten yang disampaikan akurat dan komprehensif. Pengumpulan dan Penilaian Video presentasi dikumpulkan melalui platform digital yang ditentukan oleh guru, seperti Google Classroom. Instagram. TikTok atau platform pembelajaran lainnya. Guru menilai video berdasarkan rubrik penilaian yang telah ditetapkan, memberikan umpan balik konstruktif untuk setiap aspek yang dinilai. Penggunaan video presentasi sebagai asesmen formatif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia menawarkan berbagai keuntungan, termasuk pengembangan keterampilan berbicara, peningkatan kreativitas, dan fleksibilitas dalam penilaian. Dengan menerapkan langkah-langkah yang jelas dan memberikan umpan balik yang konstruktif, guru dapat membantu siswa mencapai potensi penuh mereka dalam berkomunikasi dan menyampaikan ide-ide mereka secara efektif. Podcast Penelitian oleh Syahputra, et al. menyatakan bahwa podcast merupakan media yang efektif untuk pembelajaran karena sifatnya yang fleksibel dan hemat kuota. Penggunaan podcast dapat menginspirasi siswa untuk berperan sebagai influencer, mengembangkan kemampuan berbicara, mendengarkan, dan menyusun konten. Penggunaan podcast sebagai asesmen formatif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia menunjukkan beberapa keuntungan. Siswa dapat membuat podcast singkat tentang isu-isu terkini, cerita pendek, atau wawancara dengan tokoh lokal. Ini membantu menilai kemampuan mereka dalam berbicara, mendengarkan, dan menyusun konten yang menarik. Podcast memungkinkan siswa untuk mengeksplorasi kreativitas mereka dan mengekspresikan ide-ide mereka secara bebas. Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Inovasi Asesmen Formatif Non Paper-Based dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Ae Suci Oktaviani. Jumriah. Reri Suci Meisella. Susilo Susilo. Ventje Jany Kalukar DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. Ada pun inovasi yang diberikan untuk metode podcast sebagai berikut : Deskripsi Metode: Podcast sebagai media pembelajaran dapat diterapkan pada mata pelajaran yang bersifat teori maupun praktek. Podcast menawarkan fleksibilitas dan format yang menyenangkan, membuatnya menjadi media yang inovatif untuk evaluasi formatif. Materi yang Dapat Diterapkan Menggunakan Podcast: Wawancara Tokoh Lokal: Deskripsi: Siswa membuat podcast yang berisi wawancara dengan tokoh lokal atau ahli dalam bidang tertentu, membahas pengalaman dan pandangan mereka. Tujuan: Menilai kemampuan siswa dalam berbicara dan menyusun pertanyaan yang relevan serta mendengarkan dengan seksama. Diskusi Karya Sastra: Deskripsi: Siswa berdiskusi tentang karya sastra yang telah mereka baca, mengulas tema, karakter, dan pesan yang disampaikan oleh penulis. Tujuan: Menilai pemahaman siswa terhadap karya sastra dan kemampuan mereka dalam mengartikulasikan analisis mereka. Opini tentang Isu Sosial: Deskripsi: Siswa menyampaikan pendapat mereka tentang isu sosial yang relevan, seperti lingkungan, pendidikan, atau hak asasi manusia, menggunakan data dan argumen yang kuat. Tujuan: Menilai kemampuan siswa dalam mengembangkan argumen yang terstruktur dan menyampaikan opini dengan jelas. Langkah-langkah Implementasi sebagai berikut: Tabel 2: Podcast Langkah-Langkah Implementasi Penentuan Topik dan Tujuan Instruksi dan Pedoman Persiapan dan Penelitian: Guru menentukan topik yang relevan dengan kurikulum, seperti diskusi tentang karya sastra, wawancara dengan tokoh lokal, atau ulasan tentang isuisu sosial. Tujuan dari tugas ini adalah untuk menilai keterampilan berbicara, mendengarkan, berpikir kritis, dan kreativitas dalam menyampaikan informasi. Berikan instruksi yang jelas mengenai durasi podcast, struktur konten, dan kriteria penilaian. Pedoman dapat mencakup penggunaan bahasa yang baik dan benar, alur cerita yang terorganisir, kejelasan penyampaian, dan penggunaan efek suara jika Siswa melakukan penelitian tentang topik yang diberikan dan menyusun skrip podcast. Siswa dapat menggunakan berbagai sumber informasi untuk memastikan konten yang disampaikan akurat dan Pengumpulan dan Penilaian Podcast dikumpulkan melalui platform digital yang ditentukan oleh guru, seperti Youtube. Spotify atau platform pembelajaran lainnya. Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Inovasi Asesmen Formatif Non Paper-Based dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Ae Suci Oktaviani. Jumriah. Reri Suci Meisella. Susilo Susilo. Ventje Jany Kalukar DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. Guru menilai podcast berdasarkan rubrik penilaian yang telah ditetapkan, memberikan umpan balik konstruktif untuk setiap aspek yang dinilai. Penggunaan podcast sebagai asesmen formatif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas 8 menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa. Dengan format yang fleksibel dan mudah diakses, podcast memungkinkan siswa untuk belajar dan dievaluasi secara dinamis dan Interaktif Kuis Aplikasi Quizizz adalah platform media pembelajaran interaktif, menurut penelitian Candrasari dan Munandar . yang memungkinkan guru memberikan kuis yang menarik kepada siswa mereka. Aplikasi quizizz dapat diakses secara gratis oleh pengguna handphone di website dan di playstore atau Appstore. Dengan tampilan slide dan warna yang lebih menarik, media quizizz membuat pembelajaran lebih Quizizz tidak hanya berfungsi sebagai ruang kelas, tetapi juga dapat digunakan sebagai platform untuk menyebarkan tugas, mengirimkan tugas, dan memberikan penilaian kepada siswa. Dengan fitur karakter tema, avatar, dan musik, aplikasi quizizz ini dapat menjadi hiburan bagi siswa selama proses Ada pun inovasi yang diberikan untuk metode kuis sebagai berikut : Deskripsi : Siswa diberikan kuis interaktif menggunakan platform Quizizz yang berhubungan dengan materi Bahasa Indonesia. Ini menilai pemahaman mereka terhadap materi. Penggunaan kuis interaktif dan permainan sebagai asesmen formatif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dapat membuat proses evaluasi menjadi lebih menyenangkan bagi siswa. Metode ini dapat meningkatkan partisipasi siswa, motivasi belajar, serta membantu guru dalam mengidentifikasi pemahaman dan kesulitan siswa secara real-time. Materi yang diberikan: Mengerjakan kuis kosakata yang mencakup definisi, sinonim, antonim, kelas kata, istilah-istilah, dan penggunaan kata dalam kalimat. Langkah-langkah Implementasi sebagai berikut: Tabel 3: Interaktif Kuis Interaktif Langkah-Langkah Implementasi Pemilihan Platform dan Alat Pilih platform kuis interaktif dan permainan yang sesuai, seperti Kahoot!. Quizizz. Socrative, atau platform LMS yang memiliki fitur kuis. Pastikan platform yang dipilih mudah digunakan oleh guru dan siswa serta mendukung berbagai jenis pertanyaan . ultiple choice, true/false, fill-in-the-blank. Penentuan Tujuan dan Materi Tentukan tujuan asesmen formatif, seperti mengevaluasi pemahaman tentang tata bahasa, kosakata, membaca pemahaman, atau analisis teks. Pilih materi yang relevan dengan topik pembelajaran yang sedang berlangsung. Pembuatan Kuis dan Permainan Buat pertanyaan kuis yang beragam dan menantang, mencakup berbagai aspek dari materi pembelajaran. Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Inovasi Asesmen Formatif Non Paper-Based dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Ae Suci Oktaviani. Jumriah. Reri Suci Meisella. Susilo Susilo. Ventje Jany Kalukar DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. Sertakan elemen permainan seperti papan peringkat, waktu terbatas, dan bonus poin untuk meningkatkan keterlibatan siswa. Gunakan gambar, audio, atau video untuk memperkaya kuis dan membuatnya lebih interaktif. Analisis dan Umpan Balik Gunakan hasil kuis untuk menganalisis pemahaman siswa secara individu dan kelompok. Berikan umpan balik langsung kepada siswa tentang jawaban mereka, jelaskan kesalahan umum, dan berikan tips untuk perbaikan. Manfaatkan data dari platform untuk mengidentifikasi area yang memerlukan penguatan dan rencana tindak lanjut pembelajaran. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, kuis interaktif membantu siswa lebih terlibat, memberikan umpan balik langsung, menemukan kesulitan belajar, dan menjadi lebih fleksibel. Guru dapat membantu siswa mencapai hasil belajar terbaik dengan proses evaluasi yang lebih efisien dan menyenangkan dengan menerapkan prosedur yang jelas dan memanfaatkan teknologi yang tersedia. Pemaparan menunjukkan bahwa inovasi asesmen formatif non paper based seperti podcast, video presentasi, dan kuis interaktif, memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia kelas 8. Metode ini tidak hanya membuat pembelajaran lebih menarik dan interaktif, tetapi juga membantu siswa meningkatkan kreativitas, berpikir kritis, berbicara, dan keterampilan lainnya. Selain itu, dengan menggunakan media pembelajaran ini, baik guru maupun siswa menjadi lebih sadar tentang penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran. Berbagai sumber belajar dan referensi yang disediakan membuat pembelajaran lebih fleksibel (Astuti & Kristin, 2. Oleh karena itu, penggunaan teknologi dalam penilaian formatif dapat membantu siswa lebih terlibat dan termotivasi dan memberikan umpan balik yang lebih cepat dan akurat. KESIMPULAN Penelitian ini mengeksplorasi inovasi asesmen formatif non-paper based dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas 8, dengan fokus pada metode digital seperti video presentasi, podcast, dan kuis interaktif. Hasil studi menunjukkan bahwa ssesmen formatif yang menggunakan teknologi seperti video presentasi, podcast, dan kuis interaktif efektif dalam meningkatkan keterlibatan, motivasi, dan pemahaman siswa. Penggunaan video presentasi membantu siswa menampilkan pemahaman mereka secara visual dan verbal, meningkatkan keterampilan berbicara dan berpikir kritis. Podcast memungkinkan siswa untuk mengeksplorasi kreativitas mereka dan mengekspresikan ide secara bebas, serta mengembangkan kemampuan berbicara dan Kuis interaktif seperti Quizizz membuat proses evaluasi lebih menyenangkan dan partisipatif, memberikan umpan balik real-time, dan membantu guru mengidentifikasi kesulitan belajar siswa. Penelitian ini menambah literatur tentang asesmen formatif dengan menyediakan bukti empiris tentang efektivitas metode digital dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Panduan praktis yang disertakan dalam penelitian ini dapat membantu guru dalam menerapkan asesmen formatif non-paper based secara efektif di kelas. Penelitian ini bersifat deskriptif dan tidak melibatkan eksperimen atau studi lapangan langsung, sehingga hasilnya lebih Namun secara keseluruhan, inovasi asesmen formatif non-paper based menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas 8. Penggunaan teknologi dalam Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Inovasi Asesmen Formatif Non Paper-Based dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Ae Suci Oktaviani. Jumriah. Reri Suci Meisella. Susilo Susilo. Ventje Jany Kalukar DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. asesmen formatif dapat membuat proses pembelajaran lebih menarik, interaktif, dan bermakna bagi siswa, serta membantu guru memberikan umpan balik yang lebih efektif dan akurat. DAFTAR PUSTAKA