Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 4 No. 2, p. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Pelaksanaan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Upaya Pencegahan Banjir Di Kecamatan Medan Maimun. Kelurahan Aur. Kota Medan Rahmat Alyakin Dakhi 1*. Johansen Hutajulu 2. Janno Sinaga3 1,2,3Universitas Sari Mutiara Indonesia Indonesia *penulis korespondensi : rahmat. alyakin@gmail. Abstrak. Bencana banjir termasuk kejadian yang sering terjadi pada setiap datangnya musim penghujan. Banjir disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu faktor hujan, faktor hancurnya retensi Daerah Aliran Sungai (DAS), faktor kesalahan perencanaan pembangunan alur sungai, faktor pendangkalan sungai dan faktor kesalahan tata wilayah dan pembangunan sarana dan prasarana. Meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterlibatan warga dalam mengenali potensi risiko banjir di Kecamatan Medan Maimun. Kelurahan Aur. Mengadopsi praktik-praktik ramah lingkungan, serta berpartisipasi dalam pengelolaan drainase dan pengendalian banjir di Kecamatan Medan Maimun. Kelurahan Aur. Tempat Pemberdayaan masyarakat dilaksanakan di Kecamatan Medan Maimun. Kelurahan Aur. Kota Medan disalah satu rumah kader puskesmas pada tempat biasa posyandu dilaksanakan. Waktu Pemberdayaan masyarakat dilaksanakan pada bulan Mei-Juli 2023. Setelah dilaksanakan pemberdayaan masyarakat dan juga sosialisasi didapatkan masyarakat terlibat aktif dalam serangkaian kegiatan yang kami lakukan. Mulai dari menyimak dan memahami materi sampai dengan mempraktekkan. Harapannya ketika masyarakat mereka dapat mengaktualisasikan ilmu dan pemahaman yang mereka dapat selamat mengikuti kegiatan ini. Adapun kesimpulan dari pengmas ini yaitu tTerjadinya peningkatan pemahaman dan pengetahuan tentang pencegahan dan penanggulangan risiko banjir dalam mitigasi banjir di Kecamatan Medan Maimun. Kelurahan Aur. Masyarakat membentuk kelompok siaga becana banjir juga diwilayah mereka masing-masing sebagai relawan dalam mengantisipasi banjir. Masyarakat berkomitmen aktif terlibat dalam program pencegahan banjir yang digulirkan oleh pemerintah kota, seperti partisipasi dalam kampanye pembersihan drainase atau program penanaman pohon di sekitar sungai. Disarankan kepada masyarakat untuk meningkatkan peran serta masyarakat, khususnya kelompok rentan, dalam pengelolaan sumber daya untuk mengurangi risiko bencana. Disarankan kepada pihak ditingkat kelurahan aur untuk konsisten memberikan sosialisasi terkait penanggulangan bencana dan mengajak masyarakat untuk rutin melaksanakan gotong royong agar mencegah terjadinya bencana khususnya banjir. Disarankan kepada pemerintah Kota Medan untuk melakukan penerapan upaya peningkatan pemberdayaan masyarakat yang telah dikaji serta memfokuskan penanganan permasalahan banjir dengan membedakannya dengan permasalahan infrastruktur lainnya supaya penanganannya lebih tepat sasaran dan dapat menjangkau seluruh wilayah Abstract. Flood disasters are incidents that often occur every time the rainy season arrives. Flooding is caused by several factors, namely the rain factor, the destruction of River Watershed (DAS) retention factors, the error factor in planning the development of river channels, the silting factor of rivers and the error factor in regional planning and construction of facilities and Increase awareness, knowledge and involvement of residents in recognizing potential flood risks in Medan Maimun District. Aur Village. Adopt environmentally friendly practices, and participate in drainage management and flood control in Medan Maimun District. Aur Village. The place for community empowerment was carried out in Medan Maimun District. Aur Village. Medan City in one of the houses of the community health center cadres at the usual place where the posyandu was held. Community empowerment will be carried out in May-July 2023. After carrying out community empowerment and socialization, it was found that the community Journal Abdimas Mutiara Historis Artikel: Diterima : 26 Juli 2023 Direvisi : 03 Agustus 2023 Disetujui : 07 Agustus 2023 Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 4 No. 2, p. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. was actively involved in a series of activities that we carried out. Starting from listening and understanding the material to practicing it. The hope is that when their community can actualize the knowledge and understanding they can safely participate in this activity. The conclusion from this community service is that there has been an increase in understanding and knowledge about preventing and managing flood risks in flood mitigation in Medan Maimun District. Aur Village. Communities form flood disaster preparedness groups in their respective areas as volunteers in anticipating floods. The community is committed to being actively involved in flood prevention programs launched by the city government, such as participating in drainage cleaning campaigns or tree planting programs around rivers. It is recommended for the community to increase community participation, especially vulnerable groups, in managing resources to reduce disaster risk. It is recommended to parties at the Aur sub-district level to consistently provide outreach regarding disaster management and invite the community to routinely carry out mutual cooperation to prevent disasters, especially floods. It is recommended that the Medan City government implement efforts to increase community empowerment that have been studied and focus on handling flood problems by differentiating them from other infrastructure problems so that the handling is more targeted and can reach the entire area. Kata Kunci: Pemberdayaan masyarakat, pencegahan banjir PENDAHULUAN 1 Analisis Situasi Bencana banjir termasuk kejadian yang sering terjadi pada setiap datangnya musim penghujan. Banjir disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu faktor hujan, faktor hancurnya retensi Daerah Aliran Sungai (DAS), faktor kesalahan perencanaan pembangunan alur sungai, faktor pendangkalan sungai dan faktor kesalahan tata wilayah dan pembangunan sarana dan prasarana (Arisanty et al. , 2. Sikap masyarakat yang kurang sadar terhadap lingkungan sangat berpengaruh pada resiko terjadinya banjir. Sikap masyarakat yang kurang sadar mengenai membuang sampah agar pada tempatnya, menjaga keasrian lingkungan, dan pentingnya menanami pohon menjadi faktor yang sangat penting untuk terjaganya lingkungan dan agar terhindar dari bencana banjir. Selain dapat menghindarkan dan tentunya akan meningkatkan taraf hidup masyarakat (Masikome et al. , 2. Menurut Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007, mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. Mitigasi dilakukan untuk mengurangi risiko bencana bagi masyarakat yang berada pada kawasan rawan bencana. Kota Medan adalah salah satu wilayah yang hampir setiap tahunnya mengalami bencana banjir, walaupun dampak yang ditimbulkan akibat banjir tidak separah banjir yang terjadi di DKI Jakarta. Persoalan banjir di kota Medan ternyata kini sudah menjadi penyakit kronis dan menjadi tradisi Masalah banjir kota Medan dikarenakan tidak terlepas dari kondisi geografis kota Medan yang dilalui sejumlah sungai besar dan sungai kecil dan beberapa anak sungai lainnya, sungai besar yang membelah kota Medan misalnya adalah Sungai Belawan. Sungai Deli. Sungai Percut dan Sungai Serdang, sedangkan Sungai Kecil yaitu Sungai Batuan. Sungai Badera dan Sungai Kera. Banjir di Kota Medan telah merendam sedikitnya tujuh dari 21 kecamatan. Ketujuh kecamatan itu adalah Medan Tuntungan. Medan Selayang. Medan Polonia. Medan Baru. Medan Johor. Kecamatan Medan Maimun dan Kecamatan Medan Sunggal. Berdasarkan pemantauan yang 4 dilakukan, banjir di tujuh kecamatan itu disebabkan oleh meluapnya beberapa sungai di Kota Medan. Penyebab banjir di Kota Medan relatif sama, meskipun dengan intensitas berbeda, yaitu: . curah hujan tinggi. jumlah dan kepadatan penduduk tinggi. pengembangan kota yang tidak terkendali, tidak sesuai tata ruang daerah, dan tidak berwawasan lingkungan sehingga menyebabkan berkurangnya daerah resapan dan penampungan air. drainase yang tidak memadai akibat sistem Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 4 No. 2, p. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. drainase yang kurang tepat, kurangnya prasarana drainase, dan kurangnya pemeliharaan. ketidakjelasan status dan fungsi saluran. Kecamatan Medan Maimum merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kota Medan. kecamatan ini hampir setiap turun hujan dengan intensistas tinggi dan dengan durasi hujan 1Ae2 jam sudah menyebabkan beberapa ruang di kecamatan ini menghadapi bencana banjir, mulai dari jalanan sampai rumahAe rumah warga. Kecamatan Medan Maimun. Kelurahan Aur juga merupakan daerah rawan banjir yang memiliki topografi yang landai/datar pada beberapa kawasan yang merupakan kawasan resapan air yang telah beralih fungsi menjadi kawasan permukiman dan kawasan bisnis. Disamping itu pula pembangunan gedung-gedung tinggi, komplek perumahan, pertokoan tidak memperhatikan lingkungannya, sehingga tidak ada tempat air untuk meresap kedalam tanah. Tidak hanya itu, selokan dipinggir jalan masih banyak dijumpai untuk tempat sampah. Jadi, jika hujan turun air akan tersumbat dan air hujan tidak ada tempat untuk mengalirkan air sehingga kemudian terjadi banjir yang tak terelakan lagi. Bencana banjir di kecamatan Medan Maimun. Kelurahan Aur ini sangat meresahkan masyarakat setempat. Banyak kerugian yang ditimbulkan oleh banjir tersebut misalnya Jalan raya macet disebabkan oleh genangan air yang tingginya hampir sampai satu meter. Pada saat ini masalah banjir sudah terlihat jelas, perlu adanya langkah-langkah antisipasi untuk mengatasi hal tersebut. Banjir yang sering terjadi sangat mengganggu masyarakat yang tinggal dikecamatan Medan Maimun. Kelurahan Aur karena banjir yang datang membuat aktivitas masyarakat terkendala. Maka masyarakat perlu mengetahui seberapa besar tingkat kerentanan bahaya banjir di Kecamatan Medan Maimun. Kelurahan Aur dengan demikian masyarakat dapat mengantisifasi jika bencana banjir itu terjadi kembali. Oleh karena itu penulis tertarik untuk mengkaji bagaimana karakteristik banjir sehingga diketahui kelas kerentanan banjir dan persebarannya serta usaha dalam mengatasi banjir di Kecamatan Medan Maimun. Kelurahan Aur. Berdasarkan pemaparan diatas maka kegiatan pengabdian masyarakat ini kami lakukan dengan judul Pelaksanaan Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Pencegahan Banjir di Kota Medan. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterlibatan warga dalam mengenali potensi risiko banjir, mengadopsi praktik-praktik ramah lingkungan, serta berpartisipasi dalam pengelolaan drainase dan pengendalian banjir di wilayah Dengan melibatkan masyarakat, upaya pencegahan banjir dapat menjadi lebih efektif dan 2 Tujuan Pemberdayaan Masyarakat Berubahnya paradigma masyarakat akan kesehatan, juga akan merubah pemeran dalam pencapaian kesehatan masyarakat, dengan tidak mengesampingkan peran pemerintah dan petugas Perubahan paradigma dapat menjadikan masyarakat sebagai pemeran utama dalam pencapaian derajat kesehatan. Perubahan paradigma sakit menjadi paradigma sehat ini dapat membuat masyarakat menjadi mandiri dalam mengusahakan dan menjalankan upaya kesehatannya, hal ini sesuai dengan visi Indonesia sehat, yaitu AuMasyarakat Sehat yang Mandiri dan Berkeadilan. Ay Adapun tujuan pemberdayaan masyarakat ini adalah: Meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterlibatan warga dalam mengenali potensi risiko banjir di Kecamatan Medan Maimun. Kelurahan Aur. Mengadopsi praktik-praktik ramah lingkungan, serta berpartisipasi dalam pengelolaan drainase dan pengendalian banjir di Kecamatan Medan Maimun. Kelurahan Aur. 3 Manfaat Adapun manfaat dari pelaksanaan pemberdayaan masyarakat ini yaitu : Bagi peneliti, digunakan sebagai sumber informasi gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang pentingnya mengetasi potensi banjir. Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 4 No. 2, p. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Bagi masyarakat, termotivasi untuk mengubah perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mengetahui pelaksanaan langkah-langkah pencegahan banjir. SOLUSI PERMASALAHAN MITRA Seperti yang telah digambarkan dalam analisis situasi diatas bahwa permasalahan yang timbul dimasyarakat adalah penyebab banjir di Kecamatan Medan Maimun. Kelurahan Aur relatif sama, meskipun dengan intensitas berbeda, yaitu: . curah hujan tinggi. jumlah dan kepadatan penduduk tinggi. pengembangan kota yang tidak terkendali, tidak sesuai tata ruang daerah, dan tidak berwawasan lingkungan sehingga menyebabkan berkurangnya daerah resapan dan penampungan air. drainase yang tidak memadai akibat sistem drainase yang kurang tepat, kurangnya prasarana drainase, dan kurangnya pemeliharaan. ketidakjelasan status dan fungsi Hal ini yang kemudian menjadi pemicu dan meningkatkan skala dampak sistemik dari fenomena perubahan iklim. Perubahan Iklim membuat curah hujan tidak dapat diperdiksi dengan baik secara waktu dan kuantitas hujan, terlebih jika melihat tren dan prediksi curah hujan ke depan bahwa jumlah hari hujan akan semakin sedikit . kan mengakibatkan kemarau yang berkepanjanga. tetapi kuantitas air hujan semakin banyak . kan membuat banji. Kegiatan pengabdian ini penting dilakukan kepada masyarakat akan lebih sadar akan potensi risiko banjir dan dampaknya sehingga masyarakat lebih siap dalam menghadapi ancaman banjir, dan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang cara-cara pencegahan banjir serta dapat membantu menciptakan perubahan budaya dalam pandangan dan Tindakan terhadap risiko banjir yang memberikan dampak positif jangka panjang bagi generasi mendatang. Dengan adanya pemberdayaan ini, diharapkan dapat meningkatkan status kesehatan terutama di Kecamatan Medan Maimun. Kelurahan Aur. Solusi yang ditawarkan dalam menyelesaikan masalah diatas adalah melaksanakan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pencegahan banjir. METODE Sarana Kegiatan Sasaran kegiatan pemberdayaan ini adalah masyarakat Kecamatan Medan Maimun. Kelurahan Aur. Kota Medan. Kegiatan pengabdian ini penting diberikan kepada mitra agar masyarakat mengetahui bagaimana penanggulangan banjir di daerah mereka masing-masing dan mereka mampu memetakan masalah terkait banjir dan mengetahui akar penyebab banjir itu terjadi. Pelaksanaan Pelaksanaan pemberdayaan masyarakat dalam penanggulangan banjir melalui penyadaran dalam bentuk sosialisasi, penguatan yaitu simulasi bencana, dan pendayaan yang berupa guna meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang kebencanaan banjir. Kegiatan ini dihadiri perwakilan masyarakat dikecamatan Medan Maimun, kelurahan Aur yang berisiko terjadinya banjir. Pelaksanaan kegiatan akan dilakukan dengan metode ceramah dan focus grub discusion (FGD) dalam kelompok siaga bencana. Indikator penting dalam pemberdayaan masyarakat adalah seberapa besar tingkat partisipasi masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana banjir. Untuk terciptanya suatu keberhasilan dalam pelaksanaan pengurangan risiko bencana banjir harus didukung dengan partisipasi masyarakat yang baik. Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 4 No. 2, p. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Persiapan Mahasiswa, dosen bersama perwakilan masyarakat Kecamatan Medan Maimun. Kelurahan Aur bekerjasama melakukan rangkaian kegiatan persiapan sebagai berikut: Survei ke lokasi Kecamatan Medan Maimun. Kelurahan Aur. Kota Medan. Merencanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam upaya peningkatan pemahaman dalam penanggulangan banjir. Mengundang perwakilan masyarakat di kelurahan Aur yang akan bergabung dalam kelompok siaga bencana. Membuat materi edukasi yang mudah dipahami oleh masyarakat umum. Dalam hal ini kami menyiapkan materi presentasi yang menjelaskan tentang risiko banjir, penyebabnya, tindakan pencegahan, dan respons darurat. Menyiapkan fasilitator untuk memberikan keterampilan praktis seperti pertolongan pertama, evakuasi aman, penggunaan peralatan darurat, dan pengelolaan limbah selama Advokasi kepada berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi non-pemerintah, dan sektor swasta, untuk memperkuat pelaksanaan pemberdayaan dan Melakukan persiapan intervensi sosialisasi, diskusi tanya jawab, meliputi penentuan sasaran tempat dan waktu kegiatan. Pelaksanaan di Lapangan Mahasiswa dan Dosen mulai melakukan sosialiasasi kepada masyarakat. Dengan tahapan sebagai berikut : Masyarakat yang sudah diundang dipersilahkan duduk membentuk later U, agar fasilitator mudah berinteraksi dengan masyarakat. Dimulai dengan perkenalan dari masing-masing fasilitator dan perwakilan masyarakat. Melakukan sosialisasi dengan memaparkan materi melalui slide persentase yang sudah Kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab peserta. Setelah diskusi, masyarakat diminta untuk mempraktekkannya langsung bagaimana pertolongan pertama, evakuasi aman, penggunaan peralatan darurat, dan pengelolaan limbah selama banjir. Kegiatan selanjutnya kami melakukan gotong royong dilingkungan sekitar sebagai upaya penanggulangan banjir. Dalam kegiatan ini akan muncul rasa solidaritas sosial atau kegotong royongan masyarakat untuk mengatasi permasalahan banjir di Kelurahan Aur. Dari proses tersebut diatas, ada komitmen dari seluruh pihak khususnya masyarakat dalam menanggulangi banjir dan pencegahan agar tidak terjadi banjir di Kecamatan Medan Maimun. Kelurahan Aur. Kota Medan. Masyarakat juga diharapkan dapat membentuk kelompok siaga becana banjir sebagai relawan dalam mengantisipasi banjir. Tempat dan Waktu Penelitian Tempat Pemberdayaan masyarakat dilaksanakan di Kecamatan Medan Maimun. Kelurahan Aur. Kota Medan disalah satu rumah kader puskesmas pada tempat biasa posyandu Waktu Pemberdayaan masyarakat dilaksanakan pada tanggal Mei-Juli Tahun 2023. Metode Evaluasi Kegiatan Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 4 No. 2, p. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Setelah dilaksanakan pemberdayaan masyarakat dan juga sosialisasi didapatkan masyarakat terlibat aktif dalam serangkaian kegiatan yang kami lakukan. Mulai dari menyimak dan memahami materi sampai dengan mempraktekkan. Harapannya ketika masyarakat mereka dapat mengaktualisasikan ilmu dan pemahaman yang mereka dapat selamat mengikuti kegiatan ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Kecamatan Medan Maimun. Kelurahan Aur merupakan daerah yang sering terjadi bencana banjir, yang mana setiap tahunnya terjadi peningkatan kejadian bencana banjir. Dalam penanggulangan banjir tentu saja dibutuhkan oleh masyarakat. mengingat dampak banjir terhadap masyarakat tidak hanya berupa kerugian harta benda dan bangunan, selain itu banjir juga sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat dan pembangunan masyarakat secara keseluruhan terutama pendidikan dan kesehatan. Pelaksanaan pemberdayaan masyarakat dalam penanggulangan banjir melalui penyadaran dalam bentuk sosialisasi, penguatan yaitu simulasi bencana, dan pendayaan yang berupa guna meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang kebencanaan banjir. Selama kegiatan ini berlangsung secara keseluruhan sudah berjalan baik. Masyarakat sangat antusias dan berpartisipasi dengan aktif dalam seluruh kegiatan mulai dari menyimak materi, diskusi, tanya jawab dan dalam Pemaparan materi yang disampaikan oleh fasilitator bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dengan menyiapkan masyarakat untuk memiliki perilaku siaga dan mampu menyikapi bencana yang akan terjadi. Seluruh masyarakat merupakan sasaran dilakukannya penyadaran terhadap bencana. Dalam menumbuhkan kesadaran terkait bencana bagi masyarakat, maka perlu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat. Sosialisasi yang dilakukan bertujuan untuk menyadarkan masyarakat bahwa dampak dari bencana banjir yang terjadi dapat di minimalisir. Informasi yang diberikan oleh fasilitator bertujuan untuk memberikan wawasan pengetahuan kepada masyarakat, agar masyarakat dapat mengetahui bagaimana cara menyelamatkan diri dan keluarga dalam menghadapi bencana, mengetahui apa yang harus dilakukan pada saat terjadinya Dengan adanya informasi ini, masyarakat akan bertambah pengalamannya sehingga dapat dijadikan pedoman atau acuan bagi masyarakat dalam menyikapi bencana yang akan terjadi Tumbuhnya kesadaran dan pemahaman masyarakat akan mempengaruhi cara seseorang dalam bertindak khususnya dalam penanggulangan bencana banjir. Dalam kegiatan pemberdayaan ini tak hanya memahami secara materi saja, namun juga langsung mempraktekkannya. Praktek dalam penanggulangan bencana menjadi pengalaman yang langsung tertanam didiri masyarakat karena masyarakat langsung turut serta dalam mengaplikasikannya. Partisipasi masyarakat dalam upaya pengurangan risiko bencana banjir sangat diperlukan untuk membantu pemerintah dalam melaksanakan upaya pengurangan risiko bencana banjir tersebut baik secara langsung ataupun tidak langsung. Tanpa adanya partisipasi dari masyarakat uapaya pengurangan risiko bencana banjir tidak akan bisa berjalan dengan baik, oleh karena itu masyarakat harus berperan aktif dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh baik dari pemerintah ataupun non Pemberdayaan masyarakat harus dilaksanakan dengan konsisten, kegiatan ini akan efektif apabila dilakukan secara dialogis atau membuka forum khusus mengenai upaya pengurangan risiko Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 4 No. 2, p. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. bencana banjir yang terjadi di wilayah tersebut. Bukan hanya sekedar sosialisasi kunjungan kerumah masyarakat dan memberikan selebaran brosur yang berisikan tentang bagaimana cara menghadapi bencana banjir dan upaya pengurangan risiko bencana. Dalam kegiatan ini akan muncul rasa solidaritas sosial atau saling memberi informasi untuk mengatasi masalah dalam mengatasi kemandirian peningkatan penanggulangan banjir seperti . masyarakat dapat memastikan bahwa sampah tidak dibuang sembarangan di sungai atau drainase, sehingga tidak menyumbat aliran air dan menyebabkan banjir. Masyarakat bisa membantu membersihkan dan menjaga drainase di sekitar rumah mereka agar aliran air lancar saat hujan deras. masyarakat dapat melakukan penghijauan dengan penanaman pohon dan vegetasi di sekitar sungai, saluran air, dan daerah resapan air dapat membantu menyerap air hujan, mengurangi limpahan air, dan mencegah erosi. masyarakat menjadi lebih paham tentang mengedukasi tetangga dan keluarga tentang risiko banjir serta cara menghadapinya dapat meningkatkan kewaspadaan dan pengetahuan mengenai tindakan pencegahan. Bekerjasama dengan tetangga dan komunitas setempat untuk membersihkan dan menjaga lingkungan dapat meningkatkan efektivitas tindakan Dari proses tersebut diatas, ada komitmen dari masyarakat untuk melakukan perubahan perilaku dengan : Aktif terlibat dalam program pencegahan banjir yang digulirkan oleh pemerintah kota, seperti partisipasi dalam kampanye pembersihan drainase atau program penanaman pohon di sekitar Masyarakat dapat mengkomitmenkan diri untuk terus meningkatkan pengetahuan mereka tentang risiko banjir dan tindakan pencegahan. Ini bisa dilakukan melalui pelatihan, seminar, atau lokakarya. Berkomitmen untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan memastikan sampah dibuang dengan benar, sehingga tidak menyumbat drainase dan aliran air. Masyarakat dapat berkomitmen untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah dan komunitas, termasuk membersihkan saluran air dan selokan di sekitar tempat tinggal mereka. Melaporkan penyumbatan atau kerusakan pada drainase atau infrastruktur terkait air kepada pihak berwenang, serta memantau situasi terkini, adalah bentuk komitmen yang berarti. Masyarakat dapat membentuk kelompok atau komunitas peduli banjir untuk bersama-sama merancang dan melaksanakan tindakan pencegahan. Menginisiasi kampanye kesadaran masyarakat mengenai pencegahan banjir, seperti mengadakan sosialisasi di sekolah atau pengajian, juga merupakan bentuk komitmen yang Berkomitmen untuk mengadopsi perilaku yang berkontribusi pada pencegahan banjir, seperti tidak membuang sampah sembarangan atau tidak merusak vegetasi di sekitar sungai. Masyarakat dapat berkomitmen untuk memperoleh keterampilan dan pengetahuan dalam teknik-teknik sederhana pencegahan banjir, seperti memasang tandon air atau membuat saluran air sementara. Berkomitmen untuk mendukung upaya inovasi dan teknologi dalam pencegahan banjir, seperti sistem peringatan dini atau solusi tata air yang lebih efisien. Melalui komitmen yang nyata dan aksi kolektif, masyarakat di Kecamatan Medan Maimun. Kelurahan Aur dapat berperan aktif dalam melindungi lingkungan mereka dari risiko banjir dan meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 4 No. 2, p. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. Pembahasan Banjir merupakan bencana alam yang terjadi di kawasan yang banyak dialiri oleh aliran Sedangkan secara sederhana, banjir diartikansebagai hadirnya air ke suatu kawasan luas sehingga menutupi permukaan bumi kawasan tersebut (Bakti et al. , 2. Partisipasi masyarakat merupakan suatu bagian penting dalam konsep pemberdayaan Menciptakan kesempatan yang memungkinkan seluruh anggota masyarakat secara aktif mempengaruhi dan memberikan kontribusi pada proses pembangunan dan berbagi hasilhasil pembangunan secara adil (Reizkapuni et al. , 2. Pentingnya masyarakat dalam penanggulangan bencana telah dijadikan kesepakatan bangsa Indonesia yang tertuang dalam Undang Undang Nomor 24 Tahun 2007 Pasal 16 ayat . ditegaskan bahwa kegiatan kesiapsiagaan merupakan tanggung jawab pemerintah, pemerintah daerah, dan dilaksanakan bersama-sama masyarakat, dan lembaga usaha. Sebagai upaya penanggulangan bencana secara menyeluruh . , masyarakat telah dijadikan sebagai salah satu unsur terpenting. Pemberdayaan masyarakat dalam penanggulangan bencana merupakan salah satu hal yang sangat penting, dengan melakukan pemberdayaan yang tepat kepada masyarakat dapat meningkatkan kapasitas organisasi pemerintah dan lembaga (Anggun et al. , 2. Upaya pengembangan partisipasi masyarakat dalam pembangunan dapat diupayakan melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat yang didalam praktiknya dilakukan melalui kegiatan komunikasi Tujuan dari komunikasi pembangunan bukanlah sekedar untuk memasyarakatkan pembangunan dan penyampaian pesan-pesan pembangunan saja, tetapi lebih penting dari itu adalah untuk menumbuhkan, menggerakkan dan memelihara partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan (Mardikanto & Soebiato, 2. Dalam menanggulangi bencana banjir, pemerintah daerah terkait untuk meminimalisir terjadinya banjir. Efektivitas suatu kebijakan pemerintah tidak akan berarti apabila mengenai bencana banjir dan masyarakat yang menjalankan kebijakan tersebut dari pemerintah. Pemerintah sebagai pelayan yang dibutuhkan oleh masyarakat dalam mengatasi banjir. Pemerintah harus melakukan halhal yang mengurangi banjir seperti membuat waduk yang dapat menampung air hujan dan menyediakan tempat sampah agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan serta masyarakat juga harus mempunyai kesadaran untuk menjaga lingkungan. Pemerintah dan masyarakat dapat bekerjasama untuk menanggulangi banjir dan melakukan penghijauan atau penanaman pohon di sekitar lahan kosong (Muhammad & Aziz, 2. Manajemen bencana banjir khusunya pada mitigasi diterapkan, guna untuk mencegah dampak dari bencana banjir. Mitigasi perlu untuk dilakukan untuk mengurangi resiko dari bencana banjir serta bisa untuk meningkatkan kemampuan masyarakat serta organisasi dalam penanganan bencana banjir (Awalia et al. , 2. Penyelenggaraan penanggulangan bencana untuk mengurangi besarnya kerugian akibat terjadinya bencana . itigasi bencan. dapat dilakukan sebelum terjadi bencana . egiatan pencegahan atau pra bencan. , pada saat terjadinya bencana . asa tanggap darura. , serta setelah terjadinya bencana . asca bencan. Masyarakat sebagai pelaku awal penanggulangan bencana sekaligus korban bencana harus mampu dalam batasan tertentu menangani bencana sehingga diharapkan bencana tidakberkembang ke skala yang lebih besar (Falah & Savitri, 2. Mitigasi sangat berperan dalam pengurangan resiko bencana banjir, dengan mitigasi dampak bencana banjir dapat diminimalisir dengan baik. pengetahuan dan kemampuan masyarakat maupun Journal Abdimas Mutiara Journal Abdimas Mutiara 07 Agustus 2023. Vol. 4 No. 2, p. http://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JAM abdimasmutiara@gmail. stakeholder dapat menigkat dalam penanganan bencana banjir, sehingga korban jiwa, kehilangan harta benda serta dampak dari bencana banjir lainnya dapat ditangani (Suleman & Apsari, 2. Pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui sosialisasi akan membantu meningkatkan pemahaman masyarakat dan pihak terkait tentang program dan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang telah direncanakan. Sosialisasi merupakan upaya mengkomunikasikan kegiatan untuk mencapai dialog dengan masyarakat. Pemberdayaan harus mampu menumbuh kembangkan segenap kemampuan dan kepercayaan diri masyarakat serta menunjang kemandirian mereka (Sucipto, 2. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Adapun kesimpulan dari pelaksaan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pencegahan banjir di Kecamatan Medan Maimun. Kelurahan Aur yaitu : Terjadinya peningkatan pemahaman dan pengetahuan tentang pencegahan dan penanggulangan risiko banjir dalam mitigasi banjir di Kecamatan Medan Maimun. Kelurahan Aur. Masyarakat membentuk kelompok siaga becana banjir juga diwilayah mereka masingmasing sebagai relawan dalam mengantisipasi banjir. Masyarakat berkomitmen aktif terlibat dalam program pencegahan banjir yang digulirkan oleh pemerintah kota, seperti partisipasi dalam kampanye pembersihan drainase atau program penanaman pohon di sekitar sungai. Saran Adapun saran dari pelaksaan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pencegahan banjir di Kecamatan Medan Maimun. Kelurahan Aur yaitu : Disarankan kepada masyarakat untuk meningkatkan peran serta masyarakat, khususnya kelompok rentan, dalam pengelolaan sumber daya untuk mengurangi risiko bencana. Disarankan kepada pihak ditingkat kelurahan aur untuk konsisten memberikan sosialisasi terkait penanggulangan bencana dan mengajak masyarakat untuk rutin melaksanakan gotong royong agar mencegah terjadinya bencana khususnya banjir. Disarankan kepada pemerintah Kota Medan untuk melakukan penerapan upaya peningkatan pemberdayaan masyarakat yang telah dikaji serta memfokuskan penanganan permasalahan banjir dengan membedakannya dengan permasalahan infrastruktur lainnya supaya penanganannya lebih tepat sasaran dan dapat menjangkau seluruh wilayah. DAFTAR PUSTAKA