Resensi Buku: Sopo Ora Sibuk (SOS) Marjuki1, * Program Studi Teknik Mesin. Universitas Qomaruddin. Gresik. Indonesia * Korespondensi: marjuki63@gmail. ABTRACT This review examines "Sopo Ora Sibuk" (SOS) by Much Khoiri, a guide that presents an innovative approach to leveraging the challenges of busyness as a catalyst for writing inspiration. Spanning 167 pages. Khoiri describes 17 pragmatic strategies for managing to write amidst a hectic schedule. These methods encompass setting clear intentions, employing tools for capturing ideas, and integrating writing with prayer, highlighting the pivotal roles of time management and self-discipline in the creative process. Furthermore, the text delves into the 'maqam' of writing, detailing the various stages of the writer's journey from novice to enlightenment. Khoiri's ability to articulate his insights in accessible language renders the book particularly engaging for a broad audience. While there is potential for further refinement. SOS stands as a compelling resource for those seeking to sustain their writing productivity in the face of daily distractions. convincingly argues that busyness, when approached correctly, can serve not as an impediment but as a stimulus for growth and creativity in writing. Received: 5 October 2023 Accepted: 15 October 2023 Published: 1 November 2023 Keywords: writing, book review ABSTRAK Copyright: A 2023 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY) . ttps://creativecommons. org/license s/by/4. 0/). Tulisan ini merupakan resensi buku "Sopo Ora Sibuk" (SOS) oleh Much Khoiri. Buku ini merupakan panduan menulis yang menawarkan perspektif baru tentang bagaimana kesibukan dapat diubah menjadi sumber inspirasi untuk menulis. Melalui 167 halaman. Khoiri, membagikan 17 strategi praktis untuk menulis di tengah kesibukan. Strategi ini meliputi menetapkan niat, menggunakan alat perekam gagasan, dan menulis dengan doa, menekankan pada pentingnya manajemen waktu dan disiplin diri dalam proses kreatif. Buku ini juga menggali 'maqam' menulis, yang mengilustrasikan berbagai tingkatan perjalanan menulis, dari belajar hingga mencapai pencerahan dalam Khoiri berhasil menyampaikan pesannya dengan bahasa yang sederhana yang membuat buku ini relatable bagi pembaca. Meskipun ada ruang untuk penyempurnaan buku SOS menawarkan motivasi dan strategi bagi siapa saja yang ingin tetap produktif dalam menulis meskipun dikelilingi oleh kesibukan sehari-hari. Buku ini membuktikan bahwa dengan pendekatan yang tepat, kesibukan bukanlah penghalang, melainkan peluang untuk berkembang dan berkreasi dalam menulis. Kata kunci: menulis, resensi buku QOMARUNA Journal of Multidisciplinary Studies 2023. Vol. No. 01, pp. Identitas Buku Judul Buku Penulis ISBN Penerbit Terbit Tahun Tebal : Sopo Ora Sibuk (SOS) : Much. Khoiri : 978-623-7451-24-2 : Tankali Sidoarjo : Maret 2020 : 167 halaman Resensi Judul buku ini sungguh menarik. Saya belum membaca sudah jatuh cinta. Judulnya menggelitik, mengoyak tembok kesibukan yang selama ini berdiri kokoh. Penulis mampu mengilustrasikan hakikat manusia semua sibuk, tetapi kesibukan jangan dijadikan alasan pembenar untuk tidak menulis. Catatan penting dalam buku ini. AuJangan atas namakan kesibukan untuk tidak menulis, karena menulis itu panggilan yang sama wajibnya dengan membacaAy. Manajemen kesibukan menjadi penting. Hubungan kesibukan, sikap, dan aksi menulis dikupas Ternyata buku ini juga mendeskripsikan maqam . Ada maqam syariat, tahriqat, hakikat, dan makrifat. Maqam syariat sekadar menulis, dan masih taraf belajar menulis. Maqam thariqat sudah menemukan style-nya, tulisannya makin berkualitas, dalam gagasan, pengorganisasian, dan penggunaan bahasanya. Ternyata saya sendiri kira-kira maqamnya masih Buku ini juga menjelaskan bagaimana mendidik diri untuk menulis bukan hanya membuat diri kompeten di bidang menulis, melainkan juga berani menegakkan prinsip reward and punishment. Buku ini secara gamblang menyatakan bahwa seseorang banyak melatih dan mengulang, terpaksa atau sukarela, dia pasti akan menguasai keahlian tertentu. Diri sendiri dididik secara ketat dengan reward and punishment. Penulis perlu mengadakan syukuran saat berhasil menulis, membuat buku, dan studi. Sebaliknya, ia perlu menghukum diri sendiri saat gagal menulis. Dengan demikian, penulis harus bisa mendidik diri dan mengapreasi diri jika berhasil. Khoiri membawa pembaca untuk melihat kesibukan bukan sebagai penghalang tetapi sebagai pendorong untuk menulis. Menariknya. Khoiri tidak hanya berbicara sebagai teoretikus tetapi juga sebagai praktisi yang telah menavigasi kesibukan hidupnya sebagai dosen, kepala pusat bahasa, editor, narasumber, pegiat literasi, dan sebagai kepala keluarga. Dengan latar belakang yang demikian. Khoiri berbicara dari pengalaman, membuat nasihatnya tidak hanya relevan tetapi juga sangat aplikatif. Dalam buku setebal 167 halaman ini. Khoiri menjabarkan 17 strategi menulis yang mencakup: . Tetapkan niat menulis, . Rajinlah menulis, . Gunakan alat perekam gagasan, . Kobarkan inspirasi menulis, . Tentukan waktu utama, . Menulis bebas (Pemul. , . Menulis di dalam hati, . Menulis di waktu utama, . Manfaatkan waktu luang, . Menulis yang dialami, . Menulis yang dirasakan, . Menulis selaras minat dan Pekerjaan, . Menulis dengan riang, . Menulis yang banyak, . Read better, write faster, . Buatlah moto yang dahsyat, dan . menulis dengan doa. Ketujuh belas strategi menulis tersebut cukup ampuh untuk menjadi penulis yang handal. Siapa pun yang membaca buku ini dapat dipastikan telah memiliki kekayaan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan tidak menutup kemungkinan makin sadar serta terjadi perubahan pola pikir . Salah satu kekuatan buku ini terletak pada kemampuannya untuk menghubungkan dengan pembaca pada level yang sangat pribadi. Dengan sampul berwarna biru langit yang menenangkan, buku ini seolah-olah mengundang pembaca untuk menemukan kedamaian dan produktivitas dalam menulis meskipun di tengah kesibukan. Khoiri menggunakan bahasa yang sederhana, santun, dan langsung ke inti, membuat pesannya tidak hanya mudah dicerna tetapi juga mudah untuk QOMARUNA Journal of Multidisciplinary Studies 2023. Vol. No. 01, pp. Gambar 1. Sampul Buku SOS Di akhir buku ini juga dipaparkan untuk menjadi penguat. Bagaimanapun menulis di tahap awal selalu sulit. Percayalah jika dilatih secara terus menerus akan menjadi sempurna. Niat menulis yang kuat menjadi energi dahsyat untuk melampaui rintangan dan tantangan dengan gemilang. Buku ini banyak memberikan inspirasi yang tak pernah basi. Segalanya berubah tatkala Anda berubah. Tetap semangat, jangan terlena. Menulis itu berbagi. Berbagi itu beramal jariyah. Amal jariyah ilmu tiada Buku ini juga memberikan penguat, berkaryalah dengan sepenuh hati. Jangan terlalu terikat dengan aturan menulis. Mulailah menulis, biarkan mengalir sampai jauh. Namun demikian, buku ini juga memiliki ruang untuk penyempurnaan. Menyertakan kisah sukses dari individu-individu yang telah berhasil mengatasi kesibukan untuk menjadi penulis yang produktif bisa menambah dimensi motivasional dan inspirasional yang lebih kuat. Cerita nyata bisa menjadi bukti kuat bahwa strategi yang diusulkan Khoiri tidak hanya teoritis tetapi juga terbukti efektif. Penutup Sebagai penutup, buku ini layak dibaca oleh semua orang yang mencari motivasi dan strategi untuk bisa tetap produktif dalam menulis di tengah kesibukan. Rekomendasi buku ini tidak terbatas pada calon penulis saja tetapi juga kepada siapa saja yang merasa terbelenggu oleh kesibukan namun ingin mengejar kegiatan kreatif seperti menulis. "Sopo Ora Sibuk" berdiri sebagai bukti bahwa kesibukan bukanlah penghalang tetapi justru bisa menjadi katalis yang memotivasi individu untuk lebih disiplin, terorganisir, dan kreatif dalam mengejar hasrat menulis mereka. Sungguh luar biasa buku ini. Sungguh disayangkan jika tidak membaca sampai tuntas. Apakah Anda ingin menjadi penulis handal? Bacalah buku ini! Apakah Anda ingin membuat buku yang best seleler? Bacalah buku ini! Apakah Anda ingin bukunya berkualitas? Bacalah buku ini! QOMARUNA Journal of Multidisciplinary Studies 2023. Vol. No. 01, pp.