P-ISSN 1412-0380 E-ISSN 2615-272X PRABANGKARA Jurnal Seni Rupa dan Desain Volume 22 Nomor 2. Desember 2018 p 112 - 126 Transformasi Bunga Tunjung Dalam Busana Wanita Romantik Dramatik Ni Putu Darmara Pradnya Paramita1. Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana2. Ida Ayu Wimba Ruspawati3 Program Studi Penciptaan dan Pengkajian Seni. Institut Seni Indonesia Denpasar 1,2,3 dpp@gmail. Bunga tunjung memiliki makna yang dalam bagi masyarakat Bali terutama dalam proses ritual agama Hindu. Penciptaan ini ditujukan untuk mewujudkan transformasi penciptaan busana wanita romantik dramatik, mengetahui dan memahami proses mewujudkan busana wanita romantik dramatik, mewujudkan bentuk karya busana wanita romantik dengan bunga tunjung sebagai ide dalam Metode penciptaan yang digunakan yaitu delapan tahapan desain fashion terdiri dari tahapan yaitu design brief, research and sourching, design development, prototypes, samples and construction, the final collection, promotion, marketing, branding, sales, production and the business. Busana wanita romantik dramatik dalam koleksi menerapkan konsep warna Dewata Nawa Sanga yang dilambangkan atau dilukiskan dengan bunga tunjung. Bentuk pada karya busana wanita romantik dramatik menghasilkan dua jenis busana wanita yaitu busana ready to wear deluxe dan haute couture terdiri dari empat busana ready to wear deluxe dan lima busana haute couture. Pemilihan material dan bahan dalam proses proses penciptaan, dikembangkan dengan pengolahan proses kreatif monumental tekstil dan teknik makrame. Pada busana wanita elemen seni yang dominan yaitu garis, bentuk, ukuran, tekstur, warna dan motif. Sedangkan prinsip desain terdiri dari kesatuan, irama, harmoni, pusat perhatian . oint of interes. , keseimbangan. Kata kunci : tunjung, busana wanita, gaya romantik dramatik Tunjung flowers have a deep meaning for Balinese people, especially in the process of Hindu rituals. This creation is aimed at realizing the transformation of the dramatic fashion creation of romantic women, knowing and understanding the process of realizing dramatic romantic womenAos clothing, embodying romantic womenAos fashion forms with tunjung flowers as ideas in creation. The creation method used is the eight stages of fashion design consisting of stages namely design brief, research and sourching, design development, prototypes, samples and construction, the final collection, promotion, marketing, branding, sales, production and the business. Romantic romantic womenAos clothing in the collection applies the concept of the color of the Goddess Nawa Sanga which is symbolized or illustrated by tunjung flowers. The form of dramatic romantic womenAos clothing produces two types of womenAos clothing, ready to wear deluxe and haute couture, which consists of four ready to wear deluxe and five haute couture outfits. The selection of materials and materials in the process of the creation process, was developed by processing creative monumental textile processes and makrame techniques. In womenAos clothing the dominant art elements are line, shape, size, texture, color and motif. While the design principle consists of unity, rhythm, harmony, point of interest. Keywords: tunjung, womenAos clothing, dramatic romantic style Proses review : 2 - 30 september 2018, dinyatakan lolos 1 oktober 2018 Volume 22. Nomor 2. Desember 2018 PENDAHULUAN Perkembangan fashion telah menjadi gaya hidup masyarakat modern, khususnya bagi para wanita. Hal ini dibuktikan dengan adanya pernyataan yang dikemukakan oleh Wilson. Aufashion secara umum diasosiasikan dengan wanitaAy . alam Malcom Barnard, 2011: . Pernyataan Wilson tersebut dapat dilihat pada data Fashion United yang mengungkapkan bahwa jumlah penjualan produk fashion wanita secara global pada tahun 2016 mencapai 621 miliar rupiah, sedangkan untuk pria hanya 402 miliar rupiah (Fashion United, 2. Berdasarkan pernyataan Wilson dan data survei Fashion United di atas, maka dapat dilihat bahwa wanita merupakan target pasar fashion global. Hal ini dapat dimanfaatkan sebagai peluang, tidak hanya pada aspek bisnis akan tetapi juga aspek kearifan lokal Indonesia. Salah satu kearifan lokal Indonesia yang dikenal adalah flora, khususnya bunga. Sejak dahulu hingga kini bunga memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Bunga hadir dalam setiap periode peradaban, bunga telah digunakan secara lebih luas oleh berbagai kalangan, hingga kecantikan dan keindahan selalu diidentikkan dengan bunga. Salah satu fungsi bunga dalam kehidupan manusia adalah sebagai ungkapan hati manusia terhadap sesamanya atas kebahagiaan ataupun perasaan ikut berduka cita atas kemalangan yang menimpa orang lain. Bahkan, peran bunga kadang kala menjadi hal yang begitu sakral dalam sebuah budaya, yaitu dijadikan lambang spiritual. Bagi umat Hindu, bunga dipakai untuk menunjukkan kesucian hati di saat memuja Ida Sang Hyang Widhi. Begitu juga dengan bermacam-macam jenis bunga lainnya. Salah satunya adalah bunga teratai ( tunjun. dalam bahasa Latin disebut Nymphaea. Keunikan dan karakteristik bunga tunjung yang khas serta garis dan bentuk bunga, daun, batang, dan akar yang sangat indah dan menarik. Bunga tunjung adalah bunga suci yang melambangkan kemurnian dan kebersihan hati. Dalam proses ritual agama Hindu, bunga tunjung dipandang memiliki makna yang dalam. Bunga tunjung dilukiskan sebagai Padma Asta Dala, yang merupakan simbolis alam semesta stana Hyang Widhi Wasa. Dewata Nawa Sanga disimbolkan dengan bunga tunjung (Budiwati, 2. Bunga tunjung disebut Pangkaja yang artinya bunga yang tumbuh dari lumpur, bunga yang hidup dalam tiga dunia . ri lok. Bunga tunjung memiliki estetika yang paling tinggi, sebagai bunga yang fleksibel, bunga yang secara simbolik mewakili kosmologi, mewakili kesucian . awancara dengan Prof. Dr. I Nen- PRABANGKARA Jurnal Seni Rupa dan Desain gah Duija. Si. Maret 2. Bhagawadgita sloka 5. 10 juga mempertegas simbolik yang terkandung pada tumbuhan bunga tunjung, khususnya pada daun. Sloka tersebut menyatakan bahwa orang yang melakukan tugas kewajiban tanpa ikatan, dengan menyerahkan hasil perbuatan kepada Tuhan Yang Maha Esa, tidak dipengaruhi oleh perbuatan yang berdosa, ibarat daun bunga yang tidak basah, walaupun tetap berada di dalam air (Pudja, 1999: . Selain dimanfaatkan untuk prosesi upacara adat, bunga yang mampu hidup dan bertahan di atas air ini juga menyimpan berbagai khasiat, terutama pada bagian biji dan akarnya. Bagian akar tunjung berguna untuk menghentikan pendarahan, menurunkan panas, mengobati disentri, batuk darah, muntah darah, darah haid berlebihan, mimisan, hipertensi, dan Sedangkan bagian biji tunjung bermanfaat sebagai penenang dan memelihara jantung, mengatasi susah tidur, jantung berderar keras, lemah, dan lesu (Avriza, 2011: . Dari segi ekonomi bunga tunjung dijadikan sebagai mata pencaharian bagi masyarakat, mengingat umat Hindu yang selalu memanfaatkan bunga tunjung sebagai sarana upacara sehingga masyarakat membudidayakan bunga tunjung misalnya, di daerah Patemon. Buleleng. Bali. Di Kabupaten Karangasem, keindahan tunjung ditampilkan dalam lagu maskot. Lagu maskot yang berjudul sekar tunjung merupakan bentuk kepedulian terhadap apresiasi dan cinta daerah, mencerminkan kehidupan masyarakat Karangasem yang rendah hati serta tetap memegang tradisi dan kesucian. Keistimewaan bunga tunjung tersebut sebagai sumber inspirasi dalam penciptaan. Sebelumnya terdapat beberapa desainer yang terinspirasi dari alam dalam penciptaan karya fashion, seperti John Galliano. Andreas Odang, dan Barli Asmara. John Galliano dalam koleksi haute couture terinspirasi dari alam dan bunga-bunga eksotis di kebun Les Rhumbs. Andreas Odang sebagai desainer adi busana dan bridal dengan siluet ultra feminin, karya busana yang dibuat kaya dengan detail, dengan kesan romantik. Selanjutnya Barli Asmara mendedikasikan kreasi artistiknya melalui koleksi klasik, simpel, dan elegan dikenal dengan detail yang sangat indah. Berbeda dengan tiga desainer di atas, pada penciptaan ini keindahan dan makna yang terkandung dalam bunga tunjung seperti yang telah dijelaskan di atas menjadi sumber ide penciptaan busana wanita bergaya romantik dramatik. Gaya busana romantik dramatik merupakan penggabungan dari dua gaya yaitu gaya busana romantik dengan gaya Ni Putu Darmara Pradnya Paramita (Transformasi Bunga Tunjung. busana dramatik. Menurut Windriarani . 6: . gaya romantik merujuk pada gaya berpakaian yang menampilkan sisi feminim serta kesan manis dari Gaya dramatik adalah gaya busana yang terkesan ekstrem dengan melebihkan tampilan busana, misalnya penggunaan warna-warna dan permainan ukuran motif serta detail yang ekstrem. Penciptaan busana dilakukan dengan mentransformasikan bunga tunjung dan makna filosofinya dengan kategori busana yang terdiri dari busana wanita ready to wear deluxe dan haute couture. Busana merupakan salah satu kebutuhan hidup dasar manusia. Karena tuntutan dan perkembangan zaman, busana juga menjadi salah satu bagian dari gaya hidup dan status seseorang. Dengan kata lain, busana selalu menyertai seluruh aktivitas manusia. Kebutuhan untuk berbusana dengan nyaman dipakai dan indah dilihat semua orang membuat industri fashion lebih maju dan lebih menunjukan eksistensinya sebagai salah satu ilmu seni yang diminati oleh para generasi muda untuk mempelajarinya. Mengacu pada dunia fashion yang dinamis, selalu berkembang, dan memiliki perubahan seiring berjalannya waktu dan kebutuhan yang meningkat, khususnya busana wanita, maka hal tersebut dapat menjadikan kesempatan untuk menciptakan produk fashion yang berkarakter. Desain ready to wear deluxe yang sudah banyak di masyarakat diolah lagi menjadi desain yang lebih unik dan tidak membosankan. Mengingat adanya kesempatan dan peluang produk fashion ready to wear deluxe yang ada saat ini, terlihat kebutuhan sandang yang memiliki gaya baru, unik, tidak serupa dengan desain-desain lainnya inilah yang menjadi pemicu untuk menciptakan desain baru yang berbeda dari lainnya dalam penciptaan ini. Selain busana ready to wear deluxe, dikenal pula istilah haute couture atau adi busana yang merupakan desain dan konstruksi fashion yang bermutu tinggi dengan jahitan yang berkualitas baik. Klasifikasi yang khusus atau eksklusif dibandingkan dengan kategori busana yang lain, menggunakan bahan-bahan berkualitas terbaik, biasanya dihiasi detail, dikerjakan dengan tangan dan pembuatannya memakan waktu lama. Penciptaan karya desain mode yang terinspirasi dari bunga tunjung penerapannya pada busana berasal dari morfologi bunga tunjung. Morfologi merupakan bentuk terluar dan susunan dari suatu makhluk Bunga serta bagian-bagian tanaman tersebut memberikan inspirasi dari segi bentuk, garis terluar . , warna, tesktur, serta elemen dan struktur Karya desain fashion yang terinspirasi dari bunga tunjung terutama dari segi morfologi dan filosofisnya ditransformasikan untuk menampil- Volume 22. Nomor 2. Desember 2018 kan desain yang inovatif dengan tahapan-tahapan metode penciptaan seni yang digunakan merupakan penggabungan dari penciptaan seni dan metode khusus tahapan dalam perancangan desain fashion. Proses pembuatan seluruh desain menjadi satu koleksi akhir dengan jumlah sembilan buah desain busana wanita dengan mengangkat filosofi bunga tunjung yang dilambangkan dengan Dewata Nawa Sanga disesuaikan dengan arah mata angin terutama dilihat dari segi warna bunganya. Mempresentasikan karya desain busana disajikan dalam bentuk pagelaran busana . ashion sho. sebagai media ekspresi keindahan berbusana dengan bunga tunjung sebagai sumber ide penciptaan. Pagelaran busana diperagakan dalam kemasan yang berbeda dan menarik. Ide rancangan busana harus mampu memberikan sentuhan dinamis, inovatif, unik, dan memukau. Hasil dari ide kreatif pencipta diharapkan dapat hadir untuk menawarkan tren baru dalam dunia fashion, yang dapat menjadi salah satu pilihan sehingga dapat memberikan kenyamanan dan keserasian dalam berbusana serta memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen dengan desain dan konsep yang elegan dan modern. Untuk menampilkan busana yang inovatif, diperlukan proses kreatif dari pencipta. Proses kreatif antara lain dengan teknik makrame, teknik jahit smok, dan teknik monumental tekstil. METODE PENCIPTAAN Tahapan metode penciptaan yang digunakan adalah metode khusus dalam perancangan fashion. Metode dalam tahapan desain fashion terdiri dari delapan tahapan yaitu: design brief, research and sourching, design development, prototypes, samples and construction, the final collection, promotion, marketing, branding, sales, production and the business (Ratna, 2016:. untuk menghasilkan sembilan buah karya desain. Design brief merupakan proses memprakarsai dan menguraikan proyek desain serta tujuannya, adalah awal dari proses desain fashion. Pada tahap ini melakukan pengumpulan ide-ide utama yang akan dijadikan sebagai konsep desain serta penentuan kata kunci. Pada tahap ini melakukan pengumpulan ide-ide utama yang akan dijadikan sebagai konsep produk. Produk yang dibuat berupa busana wanita yang menunjukan karakteristik busana wanita bergaya romantik dramatik. Dengan mengangkat salah satu bunga lokal Bali yaitu bunga tunjung. Mencari inspirasi baik dari sumber ide secara langsung di lapangan maupun mengumpulkan data-data referensi mengenai tulisan dan gambar yang berhubungan dengan objek. Penentuan kata kunci dari sum- Volume 22. Nomor 2. Desember 2018 Gambar 1. Mood Board Busana Bunga Tunjung (Sumber : Putu Darmara, 2. PRABANGKARA Jurnal Seni Rupa dan Desain Gambar 2. Busana Ready to Wear Deluxe Sumber : Putu Darmara, 2018 ber ide bunga tunjung terdiri dari morfologi. Padma Astadala. Dewata Nawa Sanga. Tri Loka, kuncup, mekar, lebar, berongga, benang sari, kelopak, bervolume. Kata kunci yang telah terpilih menentukan kedalaman proses riset tentang sumber ide karya dalam desain busana. Research and sourching adalah pencarian data yang akurat untuk memperkuat konsep dan untuk mengetahui minat konsumen dan tren pasar. Langkah tersebut meliputi penggalian sumber penciptaan baik secara langsung di lapangan maupun melalui pengumpulan data referensi, landasan teori, mengenai tulisan-tulisan dan gambar untuk memperoleh konsep pemecahan masalah secara teoritis, yang dipakai sebagai tahap perancangan. Data riset bersumber dari foto, majalah, internet, televisi, dan kehidupan ekonomi. Sebelum mencipta diadakan berbagai riset tentang warna, pemilihan material, bentuk bunga tunjung. Tahapan selanjutnya adalah pembuatan design development, yaitu tahapan rancangan yang terdiri dari kegiatan menuangkan ide dari hasil analisis yang telah dilakukan. Pada tahap ini dibuatlah desain sketch produk. Design development dimulai dari penuangan ide bunga tunjung dengan kata kunci ke dalam desain . embuatan desain sketch produk, mood boar. sesuai dengan gagasan atau konsep yang telah ditentukan. Ide penciptaan bunga tunjung sebagai konsep khusus akan tertuang dalam unsur-unsur seni serta prinip-prinsip desain busana, seperti konsep warna yang diambil dari unsur bunga, daun, batang, serta morfologi lain dari tumbuhan bunga tunjung. Dari bentuk bunga tunjung yang membentuk siluet O. L, detail busana diambil dari detail bentuk dan tekstur. Elemen seni terdapat garis, bentuk, ukuran, tekstur, warna, motif. Sedangkan prinsip desain terdapat kesatuan, irama, harmoni, pusat perhatian, keseimbangan. Gambar 3. Busana Haute Couture Sumber : Putu Darmara, 2018 . Prototypes, sample, and construction adalah tahap pembuatan pola dan sample. Pada tahapan ini dilakukan evaluasi terhadap karya yang dibuat untuk mengetahui secara menyeluruh terhadap kesesuaian antara gagasan dan karya yang diciptakan. Dimulai dari tahapan pembuatan kontruksi pola dasar, pengembangan pola sesuai dengan ilustrasi setiap desain busana yang berbeda-beda, memotong material kain sesuai dengan pola yang telah ditentukan, menjahit atau menyambungkan setiap bagian menjadi bentuk busana, serta pengerjaan teknik makrame, teknik jahit smok dan teknik monumental tekstil. Pada tahapan ini, memulai dengan pengerjaan produk fashion yaitu busana wanita yang terdiri dari busana ready to wear deluxe dan haute Pembuatan pola akan menggunakan pola yang berdasarkan sketsa desain dan ukuran yang telah ditentukan. Dalam tahapan ini proses eksperimen merupakan proses penuangan ide, proses percobaan, mengidentifikasi, memilih alat, material bahan, teknik serta medium yang tepat, desain dan ukuran standar S . M . The final collection adalah proses pembuatan seluruh desain menjadi satu koleksi akhir dengan jumlah sembilan buah desain busana wanita yaitu busana ready to wear deluxe dan haute couture menjadi sebuah konsep. Sembilan buah desain busana yang mentransformasikan bunga tunjung tergabung menjadi satu koleksi yang memiliki kesatuan dan keterkaitan. Ni Putu Darmara Pradnya Paramita (Transformasi Bunga Tunjung. Promotion, marketing, branding pada tahap ini dilakukan promosi, pemasaran dan penjualan sesuai dengan yang telah direncanakan seperti membuat logo, kartu nama, katalog, pameran. Tahapan promotion merupakan tahapan mempresentasikan karya desain busana dibuat penyajian dalam bentuk pagelaran busana . ashion sho. Dalam pagelaran busana, busana diperagakan dalam kemasan yang berbeda dan menarik. Dari image yang telah dibentuk menggunakan DPP sebagai nama brand. Gambar 4. Brand DPP (Sumber : Putu Darmara, 2. Selanjutnya produk akan dipromosikan dan dijual melalui akun media sosial seperti Instagram. Facebook. Twitter. Line, dan Whatsapp serta mengikuti acara pameran, membuat katalog dan media promosi. Production, pada tahap ini dilakukan proses pembuatan busana wanita dengan dua kategori yaitu busana wanita ready to wear deluxe dan haute couture secara detail dengan menggunakan ukuran yang telah ditetapkan. Tahap ini adalah tahapan merencanakan produksi, jumlah yang diproduksi dan ukuran serta distribusi. Produk dari brand DPP ini diproduksi sesuai dengan konsep yang berjumlah sembilan busana limited edition. The business adalah proses produksi, distribusi, dan penjualan. Tahapan ini adalah proses penjualan baik secara langsung maupun tidak langsung. Selanjutnya adalah tahapan pembuatan progres yang wajib dibuat untuk melaporkan perkembangan produk yang dibuat. Setelah itu adalah pembuatan bussiness model canvas untuk mempermudah merancang Pada tahapan terakhir ini menyusun Business Model Canvas (BMC) untuk mempermudah merancang bisnis dari produk fashion yang akan diwujudkan tersusun sembilan komponen yang terdiri dari: value propositions, customer segment, customer relationship, key activities, channels, key resources, key patners, cost structure, revenue stream. HASIL DAN PEMBAHASAN Transformasi digunakan untuk mewujudkan karya busana wanita romantik dramatik, penggambaran bentuk yang menekankan pada pencapaian karakter Volume 22. Nomor 2. Desember 2018 dengan cara memindahkan wujud atau figur dari objek lain ke objek yang digambar (Dharsono Sony Kartika, 2004: . Proses perubahan bentuk bidang dari suatu objek menuju objek lain, kepekaan dalam mengubah bentuk hingga menjadi objek-objek yang menarik, kreatif dan inovatif. Objek berupa bunga tunjung dengan bentuk seperti konsep warna yang diambil dari unsur bunga, daun, batang, serta morfologi lain dari tumbuhan bunga tunjung kemudian ditransformasikan ke dalam rancangan busana dan diaplikasikan secara berulang untuk menghasilkan sebuah bentuk baru. Landasan dasar penciptaan busana wanita dengan bunga tunjung sebagai sumber ide ini menerapkan teori estetika dan semantika produk. Estetika adalah suatu ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan keindahan (Djelantik, 2008: . Penciptaan busana ini menampilkan keindahan dimana tidak terlepas dari nilai-nilai estetika yang ada. Unsur-unsur estetis yang dikemukakan oleh A. Djelantik adalah bahwa semua benda atau kesenian pasti mengandung tiga aspek dasar yaitu, wujud atau rupa . , bobot atau isi . ontent, subtan. , dan penampilan atau penyajian . Ketiga aspek dasar tersebut tentunya akan sangat mempengaruhi desain penciptaan karya busana wanita ini dengan bunga tunjung sebagai sumber ide baik dari wujudnya, makna yang terkandung maupun bentuk Kreasi suatu karya seni bertujuan untuk mewujudkan karya seni, mencirikan suatu karya seni yang mengandung kebaruan baik dalam hal ide, teknik dan media. Mengekspresikan suatu desain busana, cara pengungkapan sangatlah penting karena karya tersebut akan mengkomunikasikan sesuatu yang akan menyentuh diri si penikmat karya seni tersebut. Terkait dengan karya wanita ready to wear deluxe dan haute couture, menciptakan keunikan dengan menonjolkan estetika busana tersebut. Bunga tunjung sebagai sumber ide penciptaan karya busana Au Nawa RupaAy didasari oleh nilai estetika dan filosofi yang terdapat dalam bunga tunjung. Estetika berbusana secara khusus dapat diartikan sebagai suatu bidang pengetahuan yang membicarakan berbusana yang serasi serta elemen desain penyusun suatu busana. Menurut Clive Bell . dalam teorinya Significant Form, kesenian harus bertolak belakang pada pengalaman estetis, yang dirumuskan sebagai emosi yang bersifat khas. Kekhasan yang ada dalam objek akan membangkitkan emosi estetis pada pengamat. Sumber ide penciptaan karya busana yang terdapat pada alam yaitu bunga tunjung didasari oleh keindahan dan filosofi yang terkandung di dalamnya, men- Volume 22. Nomor 2. Desember 2018 Gambar 5. Karya busana 1 (Sumber : Putu Darmara, 2. ciptakan kekhasan yang dapat menimbulkan emosi estetis bagi desainer dan penikmat seni. Teori dalam penciptaan karya ini yaitu semantika Menurut Butter dan Krippendorft (Vihma dan Vakeva, 2009:. , mendifinisikan semiotika produk sebagai studi tentang kualitas simbolik dari bentuk-bentuk buatan manusia dalam konteks penggunanya serta aplikasi pengetahuan ke desain industri, sebagai hubungan antara pengguna dengan produk. Semantika produk studi tentang makna, melalui semantika desainer harus mengetahui pesan apa yang akan disampaikan dengan tujuan untuk meningkatkan mutu inovasi desainer. Mentransformasikan produk secara kualitatif sehingga menerima identitas baru dan memiliki karakter. Hal tersebut teraplikasi dalam desain busana wanita ready to wear deluxe dan haute couture. Penentuan material busana ready to wear deluxe dan adi busana . aute coutur. sebagai berikut. Busana Ready to Wear Deluxe Mentransformasikan busana terutama bentuk bunga tunjung mulai dari fase kuncup hingga mekar tetapi lebih dominan mentransformasikan fase bunga kuncup, lebar, berlapis-lapis. Ke delapan arah mengitari posisi pusat selayaknya delapan kelopak utama bunga tunjung yang mengitari sari utama bunga pusatnya. Karakteristik bunga terletak pada perwujudan bunga yang memiliki tiga bagian utama, yaitu sari bunga yang terdapat pada bagian tengahnya, jajaran kelopak bunga lapisan dalam yang bertekstur halus, tipis, dan jajaran kelopak bunga luar yang bertekstur tebal dan lebih kasar. Pada busana ready to wear deluxe digunakan konsep arah timur laut untuk desain busana ready to wear deluxe yaitu nuansa biru dan Arah tenggara dengan dadu . erah mud. dan kuning, barat daya jingga dan kuning, dan barat dengan kuning. Oleh sebab itu, bahan atau material, cuttingan busana . arna dan moti. dipilih untuk mewakili bunga tunjung dieksplor pada ke empat busana ready to wear deluxe. Unsur bahan dan war- PRABANGKARA Jurnal Seni Rupa dan Desain Gambar 6. Karya busana 2 (Sumber : Putu Darmara, 2. na pada karya saling terkait, kuning digunakan pada setiap karya untuk dijadikan benang merah dalam koleksi busana. Busana Haute Couture Mentransformasikan karakter bunganya yang indah mulai dari fase kuncup hingga mekar secara sempurna dan bersih tidak bernoda, lebih dominan mentransformasikan fase bunga mekar. Memiliki habitat hidup di tiga alam, yaitu alam bawah, alam tengah, dan alam atas. Bunga tunjung yang mekar sempurna seolah-olah mampu memisahkan dirinya dari segala kotoran yang ada di tempat hidupnya. Pada busana haute couture digunakan konsep arah utara hitam . dan kuning, arah timur putih dan kuning, arah selatan merah dan kuning, barat laut hijau dan kuning dan tengah dengan panca warna. Oleh sebab itu, bahan atau material, cuttingan busana . arna dan moti. dipilih untuk mewakili bunga tunjung dieksplor pada ke lima busana haute couture. Unsur bahan dan warna pada karya saling terkait, kuning digunakan pada setiap karya untuk dijadikan benang merah dalam koleksi busana. Elemen-elemen seni merupakan unsur-unsur visual dalam mewujudkan suatu karya seni. Berikut bagian dari elemen-elemen seni yaitu garis, bentuk, ukuran, tekstur, warna dan motif. Sedangkan prinsip desain terdiri dari kesatuan, irama, harmoni, pusat perhatian . oint of interes. , keseimbangan. Deskripsi Karya Busana 1 Karya busana 1 merupakan transformasi dari bunga tunjung pada fase bunga kuncup menuju mekar, dalam konsep Dewata Nawa Sanga menempati arah mata angin timur laut dengan warna biru. Karya busana 1 merupakan busana ready to wear deluxe. Busana ini terdiri dari three pieces, yaitu atasan dengan garis leher camisol dan lengan licin. Rok yang bisa dilepas pasang pada pinggang dengan silhouttes tapered dan peplum, rok span bagian dalam. Bukaan busana terletak pada bagian belakang. Pada busa- Ni Putu Darmara Pradnya Paramita (Transformasi Bunga Tunjung. Gambar 7. Karya busana 3 (Sumber : Putu Darmara, 2. na tersebut digunakan kain tile embroidery motif empat lembar kelopak bunga tunjung yang berulang secara simetris. Nilai yang terkandung pada karya 1 yang terinspirasi fase kuncup bunga yang melambangkan kecantikan dan keanggunan seorang wanita. Elemen-elemen seni karya busana 1, yaitu garis merupakan unsur paling tua yang digunakan oleh manusia dalam mengungkapkan perasaan atau emosi. Dalam desain, garis mempunyai fungsi untuk membatasi bentuk strukturnya atau siluet, memberi arah dan pergerakan, membagi bentuk strukturnya dalam bagian- bagian yang merupakan hiasan dan menentukan model, serta memberikan arah dan pergerakan model untuk menutupi kekurangan bentuk tubuh. Ada dua jenis garis sebagai dasar, yaitu garis lurus dan garis lengkung (IqraAoal- Firdaus . 0: . , garis lengkung pada karya busana 1 digunakan untuk memberikan kesan luwes dan feminin yang mewakili gaya romantik, ide dari garis lengkung merupakan transformasi terluar kelopak bunga yang lengkung, garis princess pada atasan. Sedangkan aksen garis kuning pada bagian rok merupakan transformasi dari siluet daun bunga tunjung. Potongan busana mentransformasikan gaya dramatik pada karya busana 1. Dalam busana, bentuk yang dimaksud adalah siluet Siluet merupakan desain struktur dari suatu busana yang merupakan garis terluar bentuk suatu Siluet yang terlihat menonjol pada karya busana 1 adalah siluet X terdapat pada karya, garis terluar busana yang bagian atas dan bagian bawah sama besar, namun pada bagian pinggang kecil. Secara keseluruhan siluet karya busana 1 merujuk pada bentuk kelopak bunga yang menumpuk. Ukuran busana yang digunakan pada karya 1 dengan lingkar badan 85 cm, lingkar pinggang 69 cm, dan lingkar panggul 94 cm sehingga menghasilkan ukuran yang seimbang. Tekstur merupakan keadaan permukaan suatu benda atau kesan yang timbul dari sesuatu yang terlihat pada permukaan benda. Tekstur dapat diketa- Volume 22. Nomor 2. Desember 2018 Gambar 8. Karya busana 4 (Sumber : Putu Darmara, 2. hui dengan cara melihat atau meraba. Dalam suatu desain, tekstur merupakan salah satu yang menentukan desain itu baik atau tidak apabila diwujudkan dalam bentuk busana. Pemilihan tekstur disesuaikan dengan model yang dirancang. Tekstur terdiri dari tekstur kaku, tekstur kasar dan halus, tekstur lemas, tekstur tembus pandang, tekstur mengkilap (IqraAoalFirdaus, 2010: . Berdasarkan pengertian tekstur tersebut, tekstur timbul, lemas, kaku dan tebal memberi kesan gaya romantik dramatik pada karya busana 1. Warna merupakan unsur desain yang paling menonjol. Dengan adanya warna, suatu benda dapat dilihat. Selain itu warna juga dapat mengungkapkan suasana perasaan atau watak benda yang dirancang. Unsur warna dalam desain merupakan unsur yang menonjol. Ada lima golongan warna (Sanyoto, 2005: . Warna yang digunakan pada karya adalah warna biru dan kuning. Warna biru dilambangkan dengan pengetahuan, kebijaksanaan. Sehingga biru lambang keagungan, keyakinan. Warna kuning dengan lambang menggerakkan energi dan keceriaan. Motif merupakan susunan dari garis, bentuk dan biasanya menggunakan yang terdapat pada kain. Motif atau corak ini bisa diperoleh dengan cara printing, melukis, menyulam. Bentuk corak ada berbagai macam, seperti bentuk bunga, binatang, geometris. Motif dalam suatu desain busana memegang peranan penting karena pemilihan motif yang tepat sangat menentukan keindahan dan keharmonisan (Chodjah dan Moh. Alim Zaman, 2001: . Pada bagian busana terdapat dominan aplikasi motif empat lembar kelopak bunga tunjung pada bagian atasan busana dan bagian rok. Berikut uraian tentang prinsip-prinsip desain, karya Kesatuan merupakan sesuatu yang memberikan kesan adanya keterpaduan setiap unsur. Kesatuan terlihat pada warna dan pemilihan bahan yang digunakan pada karya busana 1. Irama pada desain busana merupakan suatu pergerakan yang Volume 22. Nomor 2. Desember 2018 Gambar 9. Karya busana 5 (Sumber : Putu Darmara, 2. teratur dari suatu bagian ke bagian lainnya, yang dapat dirasakan dengan penglihatan. Irama dalam desain dapat dirasakan melalui efek visual. Irama menimbulkan kesan gerak gemulai yang menyambung dari bagian satu ke bagian yang lain pada suatu benda sehingga akan menjadikan pandangan mata berpindah-pindah ke suatu bagian yang lainnya. Irama dapat diciptakan melalui beberapa hal antara lain pengulangan bentuk secara teratur, perubahan ukuran, serta melalui pancaran atau radiasi (Satiawati, 2005:. Berdasarkan pengertian irama tersebut, teridentifikasi memiliki irama terlihat pada aplikasi payet dan pengulangan motif. Irama juga terdapat pada warna dan bentuk busana bagian atas dan bagian bawah busana. Harmoni adalah prinsip desain yang memunculkan kesan adanya kesatuan melalui pemilihan dan susunan objek atau ide. Adanya keselarasan serta kesan kesesuaian antara bagian yang satu dengan benda yang dipadukan. Dalam suatu bentuk, harmonisasi dapat dicapai melalui kesesuaian setiap unsur yang membentuknya (Bestari, 2011: . Berdasarkan pengertian harmoni tersebut, karya busana 1 terlihat pada harmoni garis, bentuk, tekstur, dan aplikasi detail payet. Suatu desain busana harus mempunyai suatu bagian yang menarik dari bagian lainnya. Agar tampak lebih menarik, perlu diberi suatu tekanan pada bagian tertentu yang ingin ditonjolkan sehingga menjadi pusat perhatian (Satiawati, 2005: . Berdasarkan teori tersebut, pusat perhatian pada bagian bahu dan rok yang menggunakan kain tile embroidery motif dengan mentransformasikan bunga tunjung di saat fase Keseimbangan yaitu penyusunan unsur-unsur desain secara seimbang sehingga tampak serasi pada Keseimbangan dapat dicapai jika bagian kiri dan kanan pada suatu model busana dibuat sama (Sudirtha, 2000: . Keseimbangan yang diterapkan pada karya busana 1 meliputi keseimbangan PRABANGKARA Jurnal Seni Rupa dan Desain Gambar 10. Karya busana 6 (Sumber : Putu Darmara, 2. simetris yaitu bagian kanan dan kiri yang seimbang pada bagian atasan busana, keseimbangan simetris pada bagian bawahan busana. Keseimbangan ini dapat dicapai dengan bentuk, garis, warna antara ketiga macam atau antara yang sebelah kiri dan kanan sama jaraknya dari pusat busana. Deskripsi Karya Busana 2 Busana ini mewujudkan transformasi bunga tunjung pada fase kuncup menuju mekar. Karya busana 2 merupakan busana ready to wear deluxe dalam konsep Dewata Nawa Sanga menempati arah mata angin tenggara dengan warna merah muda. Busana ini terdiri dari four pieces yaitu cape, transformasi saat bunga tunjung mengalami fase kuncup, atasan crop top dengan garis leher bateau dan dua buah bagian rok . alaman dan luara. mentransformasikan fase bunga kuncup menuju mekar, siluet rok tapered, panjang rok knee. Bukaan busana terletak pada bagian belakang. Nilai yang terkandung pada karya 2 tentang perjalanan hidup bunga tunjung dari fase kuncup hingga menuju mekar agar dapat menunjukkan kecantikannya. Elemen-elemen seni karya busana 2, yaitu garis dapat menuntun mata kearah mana garis itu pergi dan membagi daerah yang dilewatinya, membatasi bentuk atau siluet dan menyampaikan suatu karakter. Sebuah garis akan menekankan suatu arah di mana garis itu ditempatkan. Karya busana 2 digunakan garis lengkung untuk mengimbangi kesan figur yang memanjang, memberikan kesan luwes, kelembutan dan feminin yang mewakili gaya romantik. Terlihat pada garis lengkung bagian cape, garis hias princess merupakan garis hias dari bahu atau kerung lengan dengan melengkung ke bawah. Fungsi garis ini adalah memberikan kesan tubuh menjadi ramping pada bagian depan dan belakang atasan crop. Garis diagonal pada bagian rok adalah kombinasi antara garis vertikal dengan garis horizontal sebab posisinya ada diantara tegak dan membujur, jadi garis diagonal kelihatan aktif dinamis dan dramatis. Ni Putu Darmara Pradnya Paramita (Transformasi Bunga Tunjung. Gambar 11. Karya busana 7 (Sumber : Putu Darmara, 2. Siluet pada karya busana 2 yaitu siluet X, garis terluar busana yang bagian atas dan bagian bawah sama besar, namun pada bagian pinggang kecil. Siluet X mewakili kelopak bunga tunjung yang menumpuk dan menempati kedelapan arah mata angin. Gaya busana romantik dramatik tidak terlepas dari setiap siluet busana ini. Dalam sebuah desain ukuran harus diperhatikan karena akan mempengaruhi hasil desain, mempunyai ukuran yang seimbang sehingga merupakan suatu kesatuan yang serasi. Ukuran busana yang digunakan dalam karya busana 2 adalah lingkar badan 85 cm, lingkar pinggang 69 cm, dan lingkar panggul 94 cm. Tekstur menduduki tempat yang khusus dalam unsur desain karena tekstur merupakan bahan dasar sebuah busana dibuat. Tekstur timbul, kaku dan tebal untuk mentransformasikan serat atau tulang daun dari bunga tunjung. Penggunaan warna merah muda mewakili keharuman bunga tunjung, melambangkan kemurnian dan kuning disisipkan pada busana sebagai wujud transformasi dari sari bunga Pada bagian busana four piece terdapat dominan aplikasi motif benang sari pada bagian cape dan rok bagian luar. Berikut uraian tentang prinsip-prinsip desain, karya Kesatuan memberikan kesan adanya keterpaduan setiap unsur, penggunaan unsur bahan dan warna pada karya mewakili kesatuan pada karya Irama pada karya busana 2 terlihat pada irama bentuk pada bagian atas dan bawah busana. Harmoni, kombinasi yang menyenangkan dari susunan sesuatu yang berbeda. Harmoni menyatukan bagian-bagian dan merupakan salah satu prinsip penyatuan yang kuat, harmoni yang terdapat pada karya adalah harmoni garis busana bagian atas dan bagian rok, bentuk, harmoni tekstur timbul pada cape dan rok bagian luar serta harmoni aplikasi detail mutiara. Pusat perhatian pada bagian cape dan rok yang menggunakan kain tile embroidery motif. Keseimbangan merupakan suatu perasaan akan adanya kesajajaran, kestabilan, dari ukuran, dan kepadatan Volume 22. Nomor 2. Desember 2018 Gambar 12. Karya busana 8 (Sumber : Putu Darmara, 2. dari suatu susunan. Karya busana 2 digunakan keseimbangan simetris yaitu bagian kanan dan kiri yang seimbang terlihat pada bagian atas busana. Deskripsi Karya Busana 3 Karya busana 3 merupakan busana ready to wear deluxe dalam konsep Dewata Nawa Sanga menempati arah mata angin barat daya dengan warna jingga. Busana ini terdiri dari two pieces yaitu atasan dengan garis leher halter dan rok span asimetris dengan panjang mini. Pada bagian atas busana terdapat bentuk kelopak bunga. Pada rok digunakan tile pada bagian kanan. Potongan busana mewakili gaya dramatik, tile yang menumpuk mentransformasikan bentuk tumpukan kelopak bunga tunjung. Pada bagian atasan memiliki potongan dari bentuk pada fase kuncupnya bunga menuju mekar. Nilai yang terkandung pada karya 3 yaitu bunga tunjung pada saat kuncup terlihat cantik dan sangat segar. Ketika mekar, kelopak bunganya akan terbuka sedikit demi sedikit dan akhirnya memperlihatkan kecantikan yang sempurna seperti wanita. Elemen-elemen seni karya busana 3, yaitu garis lengkung pada karya busana 3 digunakan untuk memberikan kesan luwes dan feminin yang mewakili gaya romantik. Terlihat pada garis lengkung bagian atasan crop top dan rok. Bagian rok mentransformasikan lapisan luar bunga yang bertekstur tebal dan lebih kasar. Karya busana 3 dengan siluet H. Pada busana terlihat lurus dengan pinggang terdapat sambungan. Gaya romantik dramatik juga tidak terlepas dari setiap karya ini. Bagian kanan rok yang mengembang mencerminkan gaya romantik. Ukuran busana yaitu lingkar badan 85 cm, lingkar pinggang 69 cm dan lingkar panggul 94 cm. Dalam pembuatan suatu desain busana, tekstur berpengaruh pada model atau style dan pada bentuk badan. Tekstur yang terdapat pada karya adalah tekstur timbul, tekstur kaku pada bagian rok dan dibagian dalam rok terdapat tile yang Penggunaan warna pada karya 3 adalah jingga yang melambangkan kehangatan. Dominan aplikasi motif empat lembar kelopak bunga tunjung Volume 22. Nomor 2. Desember 2018 Gambar 13. Karya busana 9 (Sumber : Putu Darmara, 2. pada bagian atasan busana dan bagian rok. Berikut uraian tentang prinsip-prinsip desain, karya Kesatuan pada karya busana 3 terlihat unsur bahan, warna. Irama pada desain busana 3 terlihat pada irama motif bagian atas dan bagian rok, serta irama pada potongan busana yang mewakili kelopak bunga. Harmoni merupakan segalanya dalam komposisi yang indah karena adanya kesesuaian tetapi tidak perlu adanya kelengkapan, pada karya terlihat pada harmoni garis, tekstur, bentuk busana. Pusat perhatian pada bagian atasan dengan aplikasi payet dan mutiara serta penambahan tile pada rok memberikan kesan feminin dan anggun bagaikan bunga tunjung. Keseimbangan karya busana 3 yang diterapkan meliputi keseimbangan asimetris. Pada bagian atas dan bagian rok menitik beratkan potongan busana pada bagian kanan sehingga mendapatkan keseimbangan busana yang asimetris. PRABANGKARA Jurnal Seni Rupa dan Desain Ukuran sangat mempengaruhi suatu desain busana, dengan mengatur ukuran unsur-unsur dengan baik agar desain memperlihatkan keseimbangan. Ukuran busana pada karya dengan lingkar badan 85 cm, lingkar pinggang 69 cm dan lingkar panggul 94 cm. Tekstur merupakan bahan yang nyata terlihat dari kain yang digunakan pada busana, permukaan yang kualitasnya bisa dilihat, bisa diraba, dirasakan dan bisa Pada karya 4 terdapat tekstur timbul, lemas, kaku dan tebal. Warna yang digunakan pada desain yaitu warna kuning melambangkan kecerahan, kehidupan dari bunga tunjung. Pada bagian busana terdapat dominan aplikasi motif empat lembar kelopak bunga tunjung pada bagian atasan busana dan bagian rok. Berikut uraian tentang prinsip-prinsip desain, karya Kesatuan dengan adanya keterpaduan setiap unsur, kesatuan bahan dan warna pada karya. Irama pada karya busana 4 terlihat pada aplikasi payet dan pengulangan motif. Harmoni dapat dicapai melalui kesesuaian antara bagian setiap unsur pembentuknya. Harmoni terlihat pada harmoni garis, bentuk, tekstur dan aplikasi detail payet. Pusat perhatian pada bagian bahu dan rok yang menggunakan kain tile embroidery motif. Keseimbangan pada karya digunakan keseimbangan simetris yaitu bagian kanan dan kiri yang seimbang. Terlihat keseimbangan busana atas dan bawah. Deskripsi Karya Busana 4 Karya busana 4 merupakan busana ready to wear deluxe, dalam konsep Dewata Nawa Sanga menempati arah mata angin barat dengan warna kuning. Busana ini terdiri dari three pieces yaitu atasan crop top dengan model bustier, rok tapered, panjang rok Busana three pieces yang mentransformasikan tri loka karena bunga tunjung dapat hidup dalam tiga alam. Bukaan busana yaitu retsleting pada bagian belakang. Pada busana tersebut menggunakan kain tile embroidery motif empat lembar kelopak bunga tunjung yang berulang secara simetris. Busana ini menunjukkan transformasi bunga tunjung menuju fase mekar. Deskripsi Karya Busana 5 Karya busana 5 merupakan busana haute couture dalam konsep Dewata Nawa Sanga menempati arah mata angin timur dengan warrna putih. Busana ini mentranformasikan bentuk bunga tunjung pada fase mekar, terdiri dari three pieces yang menggambarkan tri loka, yaitu bolero lengan panjang, wrist . engan yang panjangnya sampai mata tanga. dengan manset straight, dog collar . erah berdir. , garis leher V busana crop top. Rok dengan silhouttes semitight . ok yang bagian bawahnya sedikit dikeluarka. panjang rok ankle. Rok yang bisa dilepas pasang pada pinggang. dengan penambahan detail bentuk batang dibuat dengan teknik makrame, terdapat aplikasi bunga tunjung pada bagian kiri rok. Busana ditransformasikan melalui siluet, pemilihan warna serta detail busana. Elemen-elemen seni karya busana 4, yaitu garis potongan busana mentransformasikan gaya dramatik mengesankan busana bervolume, garis lengkung pada karya digunakan untuk memberikan kesan luwes dan feminin yang mewakili gaya romantik. Garis berombak pada bagian rok mentransformasikan siluet dari daun. Pada karya busana 4 yaitu siluet T yang terdapat pada karya. Siluet T, desain garis leher kecil. Nilai yang terkandung pada karya 5 tentang kesucian, kemurnian, simbol hidup dari kesegaran dan ketaatan yang senantiasa suci. Wewangian bunga disaat mekar memancarkan perasaan cinta dan romansa. Elemen-elemen seni karya busana 5, yaitu garis lengkung pada karya busana 5 digunakan untuk memberikan kesan feminin dan luwes. Terlihat pada garis pecahan pola pada bagian atasan busana dan Ni Putu Darmara Pradnya Paramita (Transformasi Bunga Tunjung. garis lengkung pada bagian rok. Siluet pada desain busana 5 adalah siluet T, memanjang ke samping bagian atas karena menggunakan lengan panjang, bagian badan lurus ke bawah. Ukuran busana yaitu: lingkar badan 85 cm, lingkar pinggang 69 cm dan lingkar panggul 94 cm. Tekstur pada desain busana 5 bervariasi, seperti timbul, halus, kaku, tembus terang dan tebal. Warna memegang peranan dan tempat yang penting dalam bidang fashion sama pentingnya dengan pemilihan garis-garis dan tekstur. Pemilihan warna yang tepat dalam desain busana dapat membuat suatu busana terlihat lebih indah. Warna yang digunakan pada busana 5 yaitu warna putih dan kuning. Putih sebagai wujud arah timur memberikan kesan bersih dan anggun, sedangkan aksen kuning disisipkan pada busana sebagai wujud transformasi dari sari bunga tunjung. Motif atau corak ini bisa diperoleh dengan cara menempel pada permukaan kain serta tekstil monumental. Penggunaan bahan tile embroidery dengan motif empat lembar kelopak bunga tunjung teraplikasi pada bagian atas dan bawahan busana. Detail bunga tunjung yang mekar pada bagian kiri rok yang dibuat dari kain flannel. Terdapat detail motif batang pada bagian rok dengan pembuatan yaitu teknik Berikut uraian tentang prinsip-prinsip desain, karya Kesatuan karya busana 5 yang memberi kesan keterpaduan dari unsur bahan, warna. Irama pada karya busana 5 terlihat pada irama bunga tunjung bagian rok sebelah kiri, pengulangan aplikasi batang pada bagian rok sebelah kanan dan kiri. Harmoni pada karya busana 5 harmoni terlihat pada garis lengkung bolero, garis hias pada bagian atas busana dan bagian rok. Terdapat harmoni tekstur pada bagian rok, harmoni warna antara atas dan bawahan busana, serta harmoni aplikasi pada busana. Pusat perhatian pada bagian rok yang diberi aplikasi bunga tunjung dibuat dari kain flannel dan bentuk batang dengan teknik makrame. Keseimbangan pada busana 5 digunakan keseimbangan simetris pada bagian dasar busana, sedangkan pada detail busana memiliki keseimbangan asimetris yaitu terdapat aplikasi batang dan bunga yang mengakibatkan tidak seimbang. Deskripsi Karya Busana 6 Deskripsi desain busana 6 merupakan busana haute couture dalam konsep menempati arah mata angin selatan dengan warna merah. Mentranformasikan bentuk bunga tunjung disaat sedang mekar. Busana ini terdiri dari three pieces yang menggambarkan tri loka yaitu bolero lengan panjang, wrist . engan yang panjangnya sampai mata tanga. , variasi garis leher horseshoe shaped, gaun dengan ukuran panjang Volume 22. Nomor 2. Desember 2018 rok knee, rok yang panjangnya sampai lutut, bagian bawah dengan penambahan tile berwarna merah maroon yang dikerut. Busana dengan model backless pada gaun. Rok yang bisa dilepas pasang pada pinggang, dengan silhouttes bell, rok yang menyempit pada bagian pinggang dan mengembang pada pada bagian bawah. Nilai yang terkandung pada karya busana 6, bunga tunjung adalah tumbuhan menjangkau tiga alam, simbol dari kehidupan yang indah sebagai hasil perjuangan yang sulit dan melalui proses. Akhirnya berhasil secara indah dan harum sehingga dikagumi oleh manusia . ekerja keras dan tidak hanya melihat hasilnya yang indah, tetapi juga proses yang penuh perjuangan, seperti kehidupan dari bunga tunjun. Tunjung merah digambarkan dengan kelopak yang terbuka melambangkan keindahan. Elemen-elemen seni karya busana 6, yaitu garis lengkung digunakan untuk memberikan kesan luwes dan feminin yang mewakili gaya romantik. Terlihat pada garis lengkung bagian bolero, garis hias princess pada bagian gaun. Garis lengkung pada bagian lengan mentransformasikan fase mekarnya bunga Siluet pada karya busana yaitu siluet X, garis terluar busana yang bagian atas dan bagian bawah sama besar, namun pada bagian pinggang kecil menyerupai garis terluar bunga yang mengembang. Ukuran busana lingkar badan 85 cm, lingkar pinggang 69 cm dan lingkar panggul 94 cm. Tekstur nyata yang memberi nilai rasa kasar, kaku, tembus terang dan tebal. Tekstur yang bervariasi terlihat pada keseluruhan permukaan busana. Warna yang digunakan merah memberi kesan berani sekaligus romantis serta menggambarkan arah selatan pada Dewata Nawa Sanga. Sedangkan kuning diterapkan pada busana untuk memberi kesan sari bunga Pada bagian busana 6 terdapat dominan aplikasi motif empat lembar kelopak bunga yang menunjukkan pola kelopak bunga tunjung secara Detail motif menggunakan bahan tile membentuk kelopak bunga dan dipasang secara melingkar pada bagian kanan dan kiri lengan dengan teknik monumental tekstil. Detail bunga tunjung disaat mekar yang berukuran besar, sedang dan kecil teraplikasi pada bagian rok. Hal tersebut terinspirasi dari kumpulan bunga tunjung. Berikut uraian tentang prinsip-prinsip desain, karya Kesatuan karya busana dari pemilihan bahan, warna. Kesatuan dari bagian busana, terlihat dari kesatuan bentuk bagian atas dan bawah. Irama karya busana terlihat pada aplikasi bunga tunjung bagian pinggang, irama kelopak bunga tunjung pada Volume 22. Nomor 2. Desember 2018 bagian lengan. Pada busana terlihat pada harmoni garis, bentuk, tekstur, warna dan aplikasi detail Pada karya busana 6 pusat perhatian pada bagian rok yang diberi aplikasi bunga tunjung dan bentuk kelopak bunga yang dibuat dengan teknik monumental tekstil melingkar pada bagian lengan yang mentrasformasikan fase mekarnya bunga, serta detail batang bagian rok yang dibuat dengan teknik Digunakan keseimbangan simetris yaitu bagian kanan dan kiri yang seimbang, keseimbangan simetris ini memberi kesan rapi. Deskripsi Karya Busana 7 Deskripsi karya busana 7 merupakan busana haute couture dalam konsep Dewata Nawa Sanga menempati arah mata angin barat laut dengan warna hijau . Busana ini terdiri dari two pieces yaitu cape bentuk lingkaran pada bagian belakang cape yang mentransformasikan bunga tunjung saat mekar. Gaun dengan ukuran panjang rok knee . ok yang panjangnya sampai lutu. rok siluet trumpet lurus dan mengembang pada bagian bawah. Variasi garis leher scooped. No sleeve adalah sebuah desain lubang lengan tanpa lengan baju. Kerah cape menggunakan kerah mandarin. Nilai yang terkandung pada busana 7, bunga sebagai simbol cinta. Bunga memberi contoh pendidikan yang amat dalam. Ada yang menyayangi dan ada pula yang membencinya, saat mekar bunga akan memberikan bau keharumannya dan keindahan pada semua orang. Bunga tidak membeda-bedakan antara yang menyayanginya dengan yang membencinya. Elemen-elemen seni karya busana 7, yaitu: Garis lengkung pada desain busana 7 digunakan untuk memberikan kesan luwes dan feminin yang mewakili gaya romantik. Terlihat pada garis lengkung bagian cape, garis hias pada bagian depan dan atas Garis lengkung pada bagian dada. Pada bagian rok, unsur garis terlihat pada bentuk kelopak bunga yang melengkung. Mentransformasikan fase mekar bunga pada bagian rok. Pada cape bagian belakang dengan bentuk lingkaran merupakan transformasi dari siluet bunga disaat mekar. Siluet pada busana 7 yaitu siluet T, garis terluar busana yang bagian atas dan bagian bawah sama besar, namun pada bagian pinggang kecil. Ukuran busana lingkar badan 85 cm, lingkar pinggang 69 cm dan lingkar panggul 94 cm. Tekstur pada desain busana 7 bervariasi yaitu kasar, nyata berupa kesan dan tebal. Warna yang digunakan pada karya yaitu warna hijau untuk memberi kesan damai, alam, kehidupan sekaligus mewakili arah barat laut pada konsep Dewata Nawa Sanga serta kuning sebagai PRABANGKARA Jurnal Seni Rupa dan Desain kesan sari pada bunga tunjung. Terdapat dominan aplikasi motif empat lembar kelopak bunga tunjung pada bagian atasan busana dan bagian rok. Detail motif bunga yang teraplikasi badan bagian bahu busana menggunakan bahan Bunga berukuran sedang hingga besar, hal tersebut terinspirasi dari kumpulan bunga tunjung. Berikut uraian tentang prinsip-prinsip desain, karya Kesatuan antara bahan, warna pada karya Kesatuan bentuk kelopak bagian atas dan bagian rok. Irama pada karya busana terlihat pada aplikasi bunga tunjung pada bagian cape. Irama pada bagian rok yang mentransformasikan bunga Harmoni pada desain busana 7 terlihat pada harmoni garis, bentuk, tekstur dan aplikasi detail mutiara. Pusat perhatian pada bagian cape dengan aplikasi bunga yang terbuat dari bahan kain flannel dan rok yang menggunakan kain tile embroidery motif, serta detail batang bunga tunjung yang dibuat dengan teknik makrame. Keseimbangan simetris pada aplikasi bunga tunjung bagian depan, asimetris pada aplikasi detail bunga tunjung bagian belakang cape. Keseimbangan simetris kanan dan kiri yang seimbang pada bagian gaun. Deskripsi Karya Busana 8 Deskripsi karya busana 8 merupakan busana haute couture dalam konsep menempati arah mata angin utara dengan warna hitam . Busana ini terdiri dari three pieces yaitu asimetris blazer dengan kerah high roll, cap sleeve lengan yang panjangnya hanya sampai puncak tangan. Atasan crop top dengan garis leher round neck line, model backless pada atasan Rok dengan siluet bell, panjang rok mini. Mentransformasikan bentuk kelopak bunga pada bagian rok khususnya pada fase mekar bunga tunjung. Karya busana 8 yang terdiri dari tiga bagian busana merupakan transformasi dari cara hidup bunga tunjung, bagian atas busana terinspirasi dari cara hidup bunga tunjung, bunga yang muncul di atas permukaan air. Bagian rok mewakili daun yang mengapung pada permukaan air. Rok bawah dengan tambahan tile terinspirasi dari cara hidup bunga tunjung yang akarnya terpancang di tanah. Elemen-elemen seni karya busana 8, yaitu potongan busana yang dibuat untuk mentransformasikan gaya dramatik. Garis lengkung pada digunakan untuk memberikan kesan luwes dan feminin yang mewakili gaya romantik. Terlihat pada garis lengkung bagian atas dan rok. Siluet dengan siluet A, garis terluar busana pada bagian atas kecil dan bagian bawah melebar. Ukuran busana yaitu: lingkar badan 85 cm, lingkar ping- Ni Putu Darmara Pradnya Paramita (Transformasi Bunga Tunjung. gang 69 cm, dan lingkar panggul 94 cm. Tekstur pada busana 8 yaitu timbul, kaku, tembus pandang, dan tebal. Tekstur yang bervariasi terlihat pada keseluruhan permukaan busana. Penggunaan warna hitam untuk memberi kesan kuat dan ungu untuk membentuk kesan anggun, sekaligus menggambarkan arah utara pada konsep Dewata Nawa Sanga. Sedangkan penerapan kuning untuk memberi kesan Terdapat dominan aplikasi aplikasi motif empat lembar kelopak bunga tunjung pada bagian rok. Sebagai wujud pola pada kelopak bunga tunjung yang dibuat secara repetitif. Detail motif kelopak yang dibuat dengan teknik monumental tekstil pada bagian rok mengesankan sisi romantis seorang wanita. Bagian bahu diaplikasi bunga tunjung yang terbuat dari bahan flannel, diaplikasikan secara menumpuk dari ukuran sedang dan besar. Berikut uraian tentang prinsip-prinsip desain, karya Kesatuan pada karya 8 terlihat dari kesatuan bahan, warna. Irama pada desain busana 8 terlihat pada irama bunga tunjung, serta pengulangan bentuk kelopak bunga pada bagian rok. Harmoni merupakan suatu kesepakatan dalam perasaan, kombinasi yang menyenangkan dari susunan sesuatu yang berbeda. Harmoni menyatukan bagian-bagian dan merupakan salah satu prinsip penyatuan yang Harmoni pada busana 8 terlihat pada harmoni garis, bentuk, tekstur dan aplikasi detail mutiara. Keseimbangan asimetris pada bagian atas kiri blazer terdapat aplikasi bunga tunjung yang mengakibatkan tidak seimbang. Keseimbangan simetris pada Pusat perhatian pada bagian asimetris blazer dengan aplikasi bunga yang terbuat dari bahan kain flannel dan rok yang menggunakan kain tile embroidery motif. Deskripsi Karya Busana 9 Karya busana 9 mentransformasikan bunga tunjung pada fase mekar. Deskripsi desain busana 9 merupakan busana haute couture dalam konsep menempati arah mata angin tengah dengan lima warna . anca warn. Busana ini terdiri dari two pieces yaitu cape bentuk lingkaran pada bagian belakang cape yang mentransformasikan bunga tunjung saat mekar. Gaun dengan ukuran panjang rok knee, rok yang panjangnya sampai lutut, rok siluet straight. Nilai yang terkandung dalam busana 9 tentang cara hidup bunga tunjung. Bunga yang membutuhkan air dan lumpur untuk tumbuh dan berkembang, daun yang terapung di atas air. Bertolak belakang dengan kenyataan, bunga tunjung tetap tampil dengan keanggunan bunganya yang menawan bagi yang Hidup penuh keindahan dan kebersihan tanpa dipengaruhi lingkungan yang kotor. Betapapun kotor tempat hidupnya, keindahannya tetap Volume 22. Nomor 2. Desember 2018 terjaga dengan baik. Dari nilai tersebut teraplikasi satu bunga pada bagian dada yang mekar, indah dan Elemen-elemen seni karya busana 9, yaitu garis lengkung pada digunakan untuk memberikan kesan luwes dan feminin yang mewakili gaya romantik, potongan busana yang dibuat untuk mentransformasikan gaya dramatik, terlihat pada garis lengkung bagian atas. Siluet merupakan bentuk luar garis besar, dalam pembentukan siluet ukuran tinggi dan lebar suatu busana menentukan. Karya busana 9 dengan siluet Y, garis terluar busana pada bagian atas melebar dan bagian bawah kecil. Ukuran busana yaitu lingkar badan 85 cm, lingkar pinggang 69 cm dan lingkar panggul 94 cm. Tekstur pada busana 9 yaitu tekstur nyata dengan kesan timbul, kaku dan tebal. Warna merupakan faktor yang sangat utama pada busana. Warna mempunyai pengaruh besar terhadap pakaian dan pemakainya. Penggunaan warna hitam, kuning, merah, putih, hijau, jingga, merah muda, biru pada desain untuk menggambarkan seluruh kesatuan dari warna yang ada pada 8 arah mata angin pada konsep Dewata Nawa Sanga. Terdapat dominan aplikasi aplikasi motif empat lembar kelopak bunga tunjung pada bagian rok. Penggunaan teknik monumental tekstil pada bagian cape dan rok. Detail menggunakan bahan tile yang telah diberi efek monumental tekstil dengan teknik plisket. Berikut uraian tentang prinsip-prinsip desain, karya Kesatuan dalam karya busana terlihat pada kesatuan antara bagian atas dan bawah busana. Kesatuan dalam pemilihan bahan dan warna. Irama pada karya busana 9 terlihat irama kelopak bunga yang menumpuk pada bagian dada depan busana. Harmoni dalam karya busana terlihat garis, bentuk, tekstur dan aplikasi detail mutiara. Serta harmoni pada aplikasi teknik monumental tekstil. Pusat perhatian pada bagian atas fase mekarnya bunga dengan aplikasi bunga yang terbuat dari bahan kain flannel dan rok yang menggunakan kain tile embroidery Keseimbangan pada karya busana 9 digunakan keseimbangan simetris yaitu seimbang bagian kanan dan bagian kiri busana. SIMPULAN Berdasarkan uraian bab-bab sebelumnya, dalam proses penciptaan busana ready to wear deluxe dan haute couture dengan bunga tunjung sebagai sumber ide, maka dapat disimpulkan bahwa transformasi karya busana dengan bunga tunjung sebagai sumber ide penciptaan teraplikasi dalam konsep warna Dewata Nawa Sanga dalam satu koleksi yang terdiri Volume 22. Nomor 2. Desember 2018 dari busana ready to wear deluxe dan haute couture. Transformasi karya juga tertuang melalui pemilihan gaya busana romantik dramatik. Proses tahapan desain melalui delapan tahapan perancangan desain fashion yaitu: design brief, research and sourching, design development and prototypes, sample, construction, final collection, promotion, branding and sales, production, the business. Bentuk yang tampak pada karya busana berupa siluet, cuttingan. Pada busana wanita elemen seni yang dominan yaitu garis, bentuk, ukuran, tekstur, warna dan motif. Sedangkan prinsip desain terdiri dari kesatuan, irama, harmoni, pusat perhatian . oint of interes. Pembuatan serta pemasangan teknik monumental tekstil pada busana dasar sesuai dengan material bahan. Penyajian karya busana dengan melakukan pagelaran yang dikemas dalam model DAFTAR RUJUKAN Adnyana. Nyoman Mider. Arti dan Fungsi Banten. Denpasar: Pustaka Bali Post, 2012. Atmadja. Nengah Bawa. Saraswati dan Ganesha sebagai Simbol Paradigma. Denpasar: Pustaka Larasan, 2014. Avriza. Hernati. Dahsyatnya Bunga-Bunga Berkhasiat Obati di Sekitar Kita. Yogyakarta: Araska, 2011. Barnard. Malcolm. Fashion Sebagai Komunikasi. Yogyakarta: Jalasutra, 2011. Bestari. Afif Ghurub. Menggambar Busana dengan Teknik Kering. Sleman: PT. Intan Sejati Klaten, 2011. Budiman. Kris. Semiotika Visual: Konsep. Isu dan Problem Ikonisitas. Yogyakarta: Jalasutra, 2011. Budiwati. Gusti Ayu Nyoman. Manfaat Tanaman Teratai (Nymphaea sp. Nymphaeacea. di Desa Adat Sumampan. Kecamatan Sukawati. Kabupaten Gianyar. Bali. Jimbaran: Lab. Struktur dan Perkembangan Tumbuhan Jurusan Biologi FMIPA Universitas Udayana, 2014. Burke. Sandra. Fashion Designer: Concept to Collection. China: Burke Publishing, 2011. Calderin. Jay. The Fashion Design Reference Spesification Book. United States of America: Rockport Publishers, 2013. Chodiyah. Wisri A. Mamdy. Desain Busana untuk SMKK/SMTK. Jakarta: Depdikbud, 1982. PRABANGKARA Jurnal Seni Rupa dan Desain Chodiyah. Moh. Alim Zaman. Desain Mode Tingkat Dasar. Jakarta: Meutia Cipta Sarana, 2001. Djelantik. Estetika Sebuah Pengantar. Jakarta: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia. Eisman. Margaret. Flowers of Bali. Singapura: Periplus Editions, 1998. Fadlia. Adlien. Menjadi Desainer Mode. Solo: Metagraf, 2012. Gitta Listyani. Nadia. Eksplorasi Bunga Krisan (Chrysantheu. sebagai Zat Pewarna Alami Kain Sutera untuk Produk Fashion. Bandung: FSRD ITB. Gunawan. Belinda. Fahion Pro. Jakarta: Dian Rakyat, 2012. Hanum. Meivirina. 42 Desain Tanaman Air. Jakarta: Griya Kreasi, 2013. Hardisurya. Irma. Kamus Mode Indonesia. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2011. Hawkins. Mencipta Lewat Tari. Dialihbahasakan oleh: Y. Sumandiyo Hadi. Yogyakarta: ISI. Herbie. Tandi. Kitab Tanaman Berkhasiat Obat. Yogyakarta: Octopus Publishing House, 2015. IqraAoal-Firdaus. Inspirasi-Inspirasi Menakjubkan Ragam Kreasi Busana. Yogyakarta: DIVA Press. Jones. Sue Jenkyn. Fashion Design. London: Laurence King Publishing Lt, 2011. Kartika. Dharsono Sony. Pengantar Estetika. Bandung: Rekayasa Sains. Mandey. Johasen. Transformasi sebagai Strategi Desain. Manado: Media Matrasain. Vol. No. 2:117130, 2011. Manteb Sari. Qi. Menguak Dahsyatnya Khasiat Ramuan Obat Herbal. Denpasar: Paramita, 2015 Miarta Putra. I Nyoman. Mitos-Mitos Tanaman Upakara. Denpasar: PT. Pustaka Manik Geni, 2009. Ni Putu Darmara Pradnya Paramita (Transformasi Bunga Tunjung. Murtiningsih dkk. Berkreasi dengan Bunga Kering. Jakarta: AgroMedia Pustaka, 2006 Nuraini. Dini Nuris. Aneka Manfaat Bunga untuk Kesehatan. Yogyakarta: Gava Media, 2014. Palgunadi. Bram. Disain Produk 2: Analisis dan Konsep Disain. Bandung: ITB University Press, 2008. Pocket. Handy. Tropical Periplus Editions, 2004. Flowers. Singapura: Poespo. Goet. A to Z Istilah Fashion. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2009. Pudja. Gede. Bhagavad Gita. Surabaya: Paramita. Sanyoto. Sadjiman Ebdi. Dasar-dasar Tata Rupa & Desain (Nirman. Yogyakarta: CV. Arti Bumi Intaran, 2005. Sari. Qi Manteb. Usada Bali Seri Menguak Dahsyatnya Khasiat Ramuan Obat Herbal. Surabaya: Paramita, 2015. Satiawati. Tati. Desain Busana 1. Singaraja: Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Negeri Singaraja. Sharma. Pt Kisanlal. Mengapa Tradisi dan Upacara Hindu. Surabaya: Paramita, 2007. Sudirtha. Gede. Dasar Busana. Singaraja: Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Singaraja. Swastika. Ketut Pasek. Arti dan Makna Puja Tri Sandhya Panca Sembah. Denpasar: CV. Kayumas Agung, 2008. Vihma. Sussan dan Seppo Vakeva. Semiotika Visual dan Semantika Produk. Yogyakarta & Bandung: Jalasutra, 2009. Wahyu. Ami. 493 Resep Ramuan Herbal Berkhasiat. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2002. Wiana. Ketut. Makna Upacara Yajna dalam Agama Hindu. Surabaya: Paramita, 2002. Windriarani. Marsha. Visual Dictonary of Fashion. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo, 2016. Yusuf Lubis. Akhyar. Postmodernisme Teori dan Metode. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2016. Volume 22. Nomor 2. Desember 2018 Tesis Putu Leliana Sari. Dewa Ayu. AuBunga Jepun sebagai Sumber Ide dalam Pembuatan Busana Haute CoutureAy. Denpasar: Institut Seni Indonesia Denpasar. Disertasi Cora. Ratna. AuWacana Fashion Global dan Pakaian di Kosmopolitan KutaAy. Disertasi. Pascasarjana Universitas Udayana Denpasar, 2016. Sumber Internet (Chrene. Francis. How to Dress Dramatic: Your Guide to Dramatic Style and Beauty, 2006. Available at auraimageconsulting. com/wp-content/ uploads/2016/07/Dramatic-Personality-Style-1. pdf ) [Diakses 1 April 2. Asmara. Barli. About Barli Asmara, http://w. com/about-us [Diakses 15 Maret 2. https://teacupsandco uture. wo rdpress. com/2010/07/00210m. jpg [Diakses 17 Maret 2. https://bedbible. com/plus-size-industry-marketsize-statistics/ https://spice. net/id/articles/30835 [Diakses 17 Maret Surata. I Ketut. Studi Etnobotanika Tanaman Upacara Hindu Bali sebagai Upaya Pelestarian Kearifan Lokal, 2015. http://download. article [Diakses 22 Oktober 2016