BEGIBUNG: E-ISSN: 3025-7743 Vol. No. Sept. Hal. Jurnal Penelitian Multidisiplin DOI: https://doi. org/10. 62667/begibung. Homepage: https://berugakbaca. org/index. php/begibung ANALISIS CERPEN AuBADAI YANG REDAAy KARYA FAUZIA ANDINI MENGGUNAKAN PENDEKATAN PRAGMATIK Ahmad Aditya Firmansyah1. Wahidatul Murtafi'ah2 Pendidikan Bahasa Indonesia. Instititut Pendidikan Nusantara Global Informasi Artikel ABSTRAK Sejarah Artikel: Dalam penelitian ini, cerpen "Badai yang Reda" karya Fauzia Andini dikaji untuk mengungkap nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, yang meliputi nilai moral, sosial, religius, pendidikan, dan budaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyampaikan pemahaman akan nilai-nilai tersebut kepada Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan pragmatik. Pendekatan pragmatik dipilih karena memungkinkan analisis karya sastra berdasarkan fungsinya dalam memberikan pembelajaran mengenai nilai-nilai yang ingin disampaikan penyair kepada para pembaca. Teknik analisis data yang diterapkan adalah analisis deskriptif, yaitu berfokus pada analisis data nonnumerik, seperti kata-kata, narasi, dan gambaran, untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang suatu fenomena yang diteliti. Dari hanalisis yang dikukan menunjukkan bahwa cerpen "Badai yang Reda" karya Fauzia Andini ini banyak mengandung nilai-nilai yang dapat dipetik oleh pembaca. Inti cerita ini berpusat pada tema mengatasi kesulitan dan transformasi diri. "Badai" di sini melambangkan serangkaian cobaan dan luka batin yang dialami tokoh utama. Namun, alih-alih menyerah, tokoh utama menunjukkan ketabahan dan ketekunan luar biasa dalam menghadapi setiap gelombang masalah. Diterima 9 Juli. Perbaikan 12 Sept. Disetujui 18 Sept. Kata Kunci: Analisis. Cerpen. Pendekata Fragmatik A 2025 BEGIBUNG *Surat ielektronik ipenulis: adityafirmansyahaditya3@gmail. PENDAHULUAN Sastra merupakan bentuk karya seni yang digunakan dalam karya tulis atau kitab, yang lahir dari pemikiran manusia. Menurut dan tidak dipakai dalam percakapan sehari-hari. Wellek dan Warren, sastra adalah karya Sastra berasal dari gabungan kata Mereka Sanskerta, "sas" berpendapat bahwa sastra tidak merujuk pada mengarahkan, mengajar, memberi petunjuk, dunia nyata, melainkan pada dunia fiksi dan atau instruksi, dan akhiran "tra" yang berarti Sementara itu, menurut Kamus Besar alat atau sarana. Oleh karena itu, secara Bahasa Indonesia (KBBI), sastra adalah bahasa . aik berupa kata-kata maupun gaya bahas. kumpulan alat pengajaran, buku petunjuk, atau Page 11 buku bentuk seni kreatif yang menjadikan manusia silpasastra . anduan arsitektu. dan kamasastra dan kehidupannya sebagai objek utama, dengan . anduan percintaa. bahasa sebagai mediumnya. Selanjutnya. Sebagai karya kreatif, sastra harus dikombinasikan dengan awalan "su" menjadi mampu melahirkan kreasi yang indah dan "susastra", yang merujuk pada hasil ciptaan memenuhi kebutuhan estetika manusia. Oleh yang baik dan indah. Dalam teori kontemporer, menghasilkan duplikasi yang sama persis, imajinasi dan kreativitas, yang kemudian bahkan dengan objek yang serupa. Wicaksono . 4: . juga menegaskan bahwa sastra adalah seni kreatif yang fokus pada manusia dan Meskipun kebudayaan sendiri sangat beragam. kehidupannya, menggunakan bahasa sebagai Menurut Lexemburg . alam Surastina. Dapat disimpulkan bahwa sastra adalah 2018: . , sastra dapat dipahami sebagai fenomena sosial yang erat kaitannya dengan kehidupan dalam sastra didasarkan pada daya kehidupan masyarakat, berlandaskan norma dan adat istiadat yang berlaku pada masa sastra meskipun tidak semua karya sastra sepenuhnya tersebut diciptakan. Pengarang menciptakan Gambaran karya sastra berdasarkan pengalaman pribadi Dari beberapa pengertian sastra di atas dan pandangan hidup mereka. Singkatnya, dapat disimpulkan bahawasanya sastra dalam cerpen adalah karya imajinatif yang dihasilkan perkembangannya, dipahami sebagai karya seni dari kesadaran dan tanggung jawab kreatif, imajinatif, inovatif, dan fiktif yang tidak selalu berfungsi sebagai karya seni yang indah dengan merujuk pada dunia nyata, melainkan pada menyajikan berbagai model kehidupan yang telah diseimbangkan oleh pengarang. mendefinisikannya sebagai bahasa dalam karya Karya manusia yang mengandung pesan tertentu dari KBBI tulis atau kitab yang tidak digunakan dalam percakapan sehari-hari. Dalam penelitian ini peneliti memilih cerpen "Badai yang Reda" Karya Fauzia Sebagai manifestasi pemikiran Andini sebagai objek penelitian adalah dengan nilai-nilai dinikmati dan diapresiasi (Anggraini, 2017: terkandung di dalamnya. Cerpen karya Fauzia Pesan dalam karya sastra bisa disampaikan Andini ini yang kaya akan nilai moral, sosial, secara tersirat maupun tersurat. Sastra adalah atau budaya memang memiliki daya tarik BEGIBUNG: Jurnal Penelitian Multidisiplin Page 12 tersendiri karena menawarkan potensi analisis menyampaikan pesan atau nilai-nilai moral. yang mendalam dan relevan bagi pembaca. Berbeda dengan pendekatan mimetik Keistimewaan cerpen semacam ini terletak yang lebih fokus pada representasi realitas atau memberikan refleksi terhadap kehidupan. Sastra pragmatik justru menekankan pada fungsi dan manfaat karya sastra bagi para pembacanya. Refleksi Realitas (Endraswara, 2. : Suwardi Dengan kata lain. Pembaca akan tertarik pada Endraswara, seorang ahli sastra dan budaya, apa yang cerpen tersebut ingin sampaikan. Hal seringkali menyoroti bahwa sastra adalah ini sangat sejalan dengan tujuan awal untuk Metodologi mengungkap atau mengkaji nilai-nilai yang Penelitian Sastra, ia menjelaskan bahwa "karya terkandung dalam cerpen, karena nilai-nilai tersebut pada dasarnya adalah pesan atau dalamnya terkandung nilai-nilai sosial, moral, pelajaran yang diharapkan dapat diserap oleh dan budaya yang relevan dengan konteks Representasi Dalam Cerpen yang mengandung banyak Nurgiyantoro . dalam bukunya nilai-nilai, seperti cerpen karya Fauzia Andini "Teori Pengkajian Fiksi" menjelaskan bahwa ini dapat berfungsi sebagai media refleksi bagi salah satu fungsi sastra adalah untuk mendidik pembaca untuk memahami dan menyikapi berbagai aspek kehidupan. konteks ini, pendekatan pragmatik menjadi Dalam Untuk menganalisis cerpen "Badai yang relevan karena memungkinkan peneliti untuk Reda" karya Fauzia Andini tersebut peneliti menganalisis bagaimana nilai-nilai tersebut disampaikan dan bagaimana nilai-nilai itu pendepakatan pragmatik merupakan langkah dapat memengaruhi pemahaman dan sikap yang sangat strategis dan beralasan kuat. Ia menyatakan bahwa "pendekatan terutama untuk mengidentifikasi nilai-nilai pragmatik adalah pendekatan yang memandang yang ada pada sebuah karya sastra khususnya karya sastra sebagai sarana untuk mencapai Pendekatan pragmatik memusatkan perhatian pada dampak karya sastra terhadap manfaat bagi pembaca. menciptakan karyanya. Sebagaimana dijelaskan METODE PENELITIAN oleh Nurgiyantoro . , pendekatan ini Penelitian ini menggunakan metode melihat karya sastra sebagai sarana untuk deskriptif kualitatif. Pendekatan ini berfokus pada analisis data non-numerik, seperti kata- BEGIBUNG: Jurnal Penelitian Multidisiplin Page 13 kata, narasi, dan gambaran, untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang suatu fenomena Terakhir, yang diteliti (Creswell, 2. Tujuannya verifikasi data dengan memeriksa kembali hasil bukan untuk mengukur atau menguji hubungan analisis untuk memastikan keakuratannya. statistik, melainkan untuk memahami dan menginterpretasikan makna di balik data HASIL DAN PEMBAHASAN tersebut secara holistik. Menurut Menalisis karya sastra menggunakan Creswell . , pendekatan pragmatik sering kali disesuaikan penelitian kualitatif deskriptif adalah metode dengan teks dan kondisi yang relevan agar teori Poth secara efektif (Habibi, 2. Dalam studi kondisi, praktik, atau hubungan yang sedang sastra, pendekatan pragmatik berfokus pada Metode ini sangat ideal untuk dampak teks terhadap pembaca dan fungsinya menjelajahi konteks sosial dan pengalaman dalam konteks sosial. Pendekatan ini bertujuan manusia secara mendalam, alih-alih sekadar untuk mengeksplorasi bagaimana teks sastra mengukur angka. digunakan untuk mencapai tujuan tertentu. Penelitian ini mengusung pendekatan kualitatif dengan fokus pragmatik. Pendekatan memengaruhi perilaku, atau membangkitkan pragmatik dipilih karena selaras dengan tujuan penelitian, yaitu mengidentifikasi nilai-nilai Nilai-Nilai yang terkandung dakam cerpen yang terkandung dalam cerpen "Badai yang AuBadai yang RedaAy karya Fauzia Andini antara Reda" karya Fauzia Andini. Pengumpulan data dilakukan melalui Nilai Moral metode kepustakaan daring, yang melibatkan Penjelasan: studi komprehensif terhadap bahan bacaan Nilai moral dalam cerpen ini berkaitan dengan keputusan tokoh utama untuk memaafkan dan diinginkan dari cerpen tersebut. Setelah data tidak larut dalam dendam meskipun mengalami luka batin yang mendalam. cermat, lalu menganalisisnya hingga mencapai Contoh kalimat: fokus penelitian yang diinginkan. "Aku memilih untuk memaafkan, bukan karena Teknik analisis data yang diterapkan adalah analisis deskriptif. Metode deskriptif ini aku lemah, tetapi karena aku ingin bebas dari memungkinkan penggambaran dan penyajian data secara objektif, berdasarkan realitas yang BEGIBUNG: Jurnal Penelitian Multidisiplin Page 14 Kalimat ini mencerminkan bahwa tokoh Nilai Religius utama memiliki kedewasaan emosional dan Penjelasan: kekuatan moral untuk melepaskan dendam. Tokoh utama menunjukkan sikap religius Keputusan tokoh utama untuk memaafkan dengan menyerahkan diri kepada Tuhan dan berdoa dalam menghadapi cobaan. muncul dari kesadaran kekuatannya sendiri, bukan dari kelemahan Contoh kalimat: atau kepasrahan, melainkan dari keinginan "Aku percaya. Tuhan tak akan memberi badai yang mendalam untuk meraih kebebasan batin yang tak bisa kuhentikan dengan doa dan dari belenggu amarah dan dendam. Nilai moral yang tergambar dalam kalimat ini adalah Kalimat ini menandakan keyakinan pembebasan diri dari belenggu emosi negatif. bahwa pertolongan Tuhan adalah sumber Nilai Sosial kekuatan dalam menghadapi ujian. Tokoh Penjelasan: utama memegang teguh keyakinan bahwa Cerpen menampilkan interaksi sosial antar Tuhan tidak akan pernah memberikan cobaan tokoh, termasuk dukungan dari sahabat dan yang melampaui batas kemampuan hamba- keluarga di tengah kesulitan hidup. Nya, dan bahwa setiap 'badai' dalam hidup Contoh kalimat: dapat dihadapi serta diatasi melalui kekuatan "Tanpa mereka, aku mungkin tidak bisa berdiri doa dan ketabahan batin. setegak ini menghadapi badai yang datang Nilai religius yang sangat kuat tergambar bertubi-tubi. dalam kalimat ini adalah iman dan tawakal . enyerahan diri kepada Tuha. Menunjukkan Nilai Estetika sosial dan peran lingkungan dalam pemulihan Penjelasan: Keberadaan dan dukungan dari orang- Cerpen menggambarkan gejolak batin, luka orang terdekat adalah fondasi vital yang emosional, dan proses penyembuhan yang memungkinkan tokoh utama tetap teguh dan estetik secara psikologis. tidak menyerah dalam menghadapi rentetan Contoh kalimat: kesulitan hidup yang terus-menerus melanda. "Air mata jatuh bukan karena aku lemah, tapi Nilai sosial yang tercermin dalam kalimat ini karena aku membiarkan luka itu sembuh sangat menonjolkan pentingnya solidaritas dan dukungan dari lingkungan sosial, terutama dari sahabat dan keluarga, dalam menghadapi cobaan hidup. BEGIBUNG: Jurnal Penelitian Multidisiplin Ini menunjukkan proses pemulihan emosi secara perlahan dan mendalam. Jatuhnya Page 15 air mata tokoh utama bukanlah sebuah tanda yang mengalami kegagalan dalam rumah kerapuhan, melainkan sebuah manifestasi dari keberanian dan kesadaran untuk membiarkan Contoh kalimat: proses penyembuhan luka batin terjadi secara "Orang-orang membicarakan aku seolah aku alami dan bertahap. penyebab dari keretakan ini, padahal mereka Nilai estetika dalam kalimat ini tidak terletak tak tahu ceritanya. keindahan dan kedalaman psikologis dari Kalimat ini mengkritik stigma sosial proses penyembuhan emosional. Nilai Pendidikan perempuan dalam konflik rumah tangga. Penjelasan: Terlepas dari ketidaktahuan mereka akan akar Cerpen ini mengajarkan pembaca tentang sekitar tokoh utama cenderung menyalahkan belajar dari pengalaman pahit. Contoh kalimat: pembicaraan negatif terkait keretakan rumah "Badai itu mengajarkanku bahwa kekuatan tangganya, mencerminkan adanya stigma sosial sejati datang dari hati yang rela melepaskan. yang bias gender. Nilai budaya yang tergambar dalam kalimat ini Ini adalah pelajaran hidup penting yang sangat relevan dengan norma dan pandangan bernilai edukatif. Pengalaman pahit yang digambarkan sebagai 'badai' justru menjadi menghakimi, khususnya terhadap perempuan guru berharga bagi tokoh utama, memberikan dalam konteks kegagalan rumah tangga. sesungguhnya berasal dari kemampuan untuk melepaskan beban emosi negatif dan menerima KESIMPULAN Cerpen "Badai yang Reda" karya Fauzia Andini adalah sebuah kisah yang kaya akan Nilai pendidikan dalam kalimat ini sangatlah nilai-nilai, seperti nilai moral, sosial, religius, pelajaran hidup fundamental tentang sumber mencerminkan perjalanan seorang individu kekuatan sejati dan pentingnya pelepasan. dalam menghadapi dan mengatasi kesulitan Nilai Budaya Dari analisis berbagai nilai yang Penjelasan: terkandung di dalamnya, dapat disimpulkan Nilai budaya tergambar melalui norma dan bahwa cerpen ini mengangkat beberapa pilar pandangan masyarakat terhadap perempuan penting yang esensial dalam membentuk BEGIBUNG: Jurnal Penelitian Multidisiplin Page 16 karakter dan pandangan hidup. Pendidikan, 16 no. Inti cerita ini berpusat pada tema Pustpitasari. Mutaqin. , dan Trigan. mengatasi kesulitan dan transformasi diri. "Analisis Cerpen Purnama Diatas "Badai" di sini melambangkan serangkaian Pura Karya Wayan Sunarta Dengan cobaan dan luka batin yang dialami tokoh Pendekatan Pragmatik". Jurnal Sosial Namun, alih-alih menyerah, tokoh Humaniora Dan Pendidikan , 2 no. utama menunjukkan ketabahan dan ketekunan Legiawati. Havifah. Zahra. , dan luar biasa dalam menghadapi setiap gelombang Putra. "Analisis Naskah Ada harapan yang tak pernah padam. Drama "Lawan Catur" Karya Kenneth Arthur Dengan Menggunakan meyakinkan bahwa setiap badai pasti akan Pendekatan Pragmatik ". Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 5 no. DAFTAR PUSTAKA